MNC Vision Networks akuisisi 60% saham K-Vision

MNC Vision Networks akuisisi 60% saham K-Vision

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) telah menandatangani perjanjian kerjasama eksklusif dengan K-Vision untuk akuisisi saham mayoritas K-Vision sebesar 60%. Akuisisi ini diharapkan akan semakin meningkatkan pelayanan serta melengkapi penawaran paket Pay TV Perseroan kepada pelanggan, yang juga sekaligus memperkuat strategi Perseroan untuk membuka peluang baru dalam menangkap berbagai segmen pasar menengah ke bawah.

Ade Tjendra, Direktur Utama IPTV menjelaskan pihaknya sangat optimis dapat memperluas jangkauan melalui akuisisi K-Vision. Atas akuisisi ini, Perseroan yakin dapat semakin memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk terus meningkatkan performansi bisnis IPTV di Indonesia.

“Tak hanya itu, Perseroan saat ini juga dapat menangkap semua segmen pasar TV-Berbayar di Indonesia. Sejalan dengan kualitas seluruh layanan Perseroan yang terus meningkat, kesepakatan dengan K-Vision ini akan semakin memperkuat posisi sebagai Perusahaan terdepan dalam industri Pay TV di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (16/7)

K-Vision merupakan Pay TV pra-bayar terbesar di Indonesia yang melayani segmen pasar menengah ke bawah yang membutuhkan kualitas lebih baik dengan beragam pilihan saluran Free to Air (FTA Indonesia lokal dan internasional). K-Vision menawarkan paket TV berbayar dengan harga terjangkau melalui voucher pra-bayar serta layanan siaran melalui satelit KU-band.

Setelah akuisisi ini, Perseroan menargetkan untuk mencapai 200.000 pelanggan baru per bulan. Pada 8 Juli 2019, IPTV secara resmi telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

Penawaran umum perdana Perseroan ditetapkan sebesar Rp 240 per saham, mewakili 3.522.000.000 saham baru atau 10% dari modal yang dikeluarkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana, dengan valuasi Perseroan pasca penawaran umum sebesar Rp 8.450 miliar.

Setiap saham berhak atas satu waran untuk membeli satu lembar saham Perseroan dengan harga Rp 288. Pasca IPO, MNC Group masih mempertahankan 90% saham pengendali di IPTV, sebelum pelaksanaan waran. Dengan asumsi semua waran dilaksanakan, MNC Group akan mengendalikan 80% dari Perseroan.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/mnc-vision-networks-akuisisi-60-saham-k-vision

IHSG naik 0,83% pada sesi I didorong ekspektasi surplus neraca perdagangan

IHSG naik 0,83% pada sesi I didorong ekspektasi surplus neraca perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada sesi I perdagangan, Senin (15/7). Mengutip RTI, indeks naik 0,83% atau 52.818 poin ke level Rp 6.426,163.

Tercatat 217 saham naik, 157 saham turun, dan 148 saham stagnan. Total volume perdagangan 12,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,59 triliun. Delapan indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor infrastruktur paling tinggi penguatannya 1,45%. Sementara, dua indeks sektoral yang memerah yakni agrikultur turun 0,34%, dan pertambangan turun 0,11%.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

– PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,74% ke Rp 1.435

– PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,14% ke Rp 880

– PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN, anggota indeks Kompas100 ini) naik 3,81% ke Rp 5.450

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

– PT AKR Corporindo Tbk (AKRA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,40% ke Rp 4.240

– PT Adaro Energy Tbk (ADRO, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,17% ke Rp 1.265

– PT Barito Pacific Tbk (BRPT, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,09% ke Rp 3.620

Penguatan IHSG turut didukung aksi beli investor asing. Tercatat, net buy asing pada sesi pertama ini mencapai Rp 193.223 miliar.  Sentimen positif pasar didorong oleh rekonsiliasi Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Serta prediksi kondisi neraca dagang yang akan mengalami surplus.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-naik-083-pada-sesi-i-didorong-ekspektasi-surplus-neraca-perdagangan

Mengenal Fungsi dan Peran Akuntansi Dalam Dunia Bisnis

Gambar terkait

Sebuah bisnis, baik besar maupun kecil, publik maupun swasta, untuk  mencari keuntungan atau tidak mengutamakan keuntungan (nirlaba), akan selalu didorong oleh angka nominal yang tercatat dalam proses akuntansi mereka. Seorang manajer yang cerdas tahu bahwa angka tersebut akan berguna untuk melacak penjualan, mengelola persediaan, atau membuat gaji karyawan. Sebuah perusahaan yang mengetahui fungsi dan peran akuntansi secara pasti akan mempertimbangkan beberapa aspek akuntansi di luar laporan keuangan sederhana dari sisi debit dan kredit saja. Untuk memperdalam wawasan kita tentang fungsi dan peran akuntansi, di bawah ini akan kita bahas pentingnya pemahaman tentang akuntansi untuk bisnis.

Apa Tujuan dari Fungsi Akuntansi?

Tujuan utama dari setiap fungsi akuntansi adalah pencatatan keuangan yang berkelanjutan. Informasi keuangan dari semua jenis biaya dari biaya operasional, gaji, sumbangan, pengeluaran barang modal, investasi, arus kas, dan juga utilitas, harus diteliti minimal setiap bulan sekali. Hasil penelitian dan pelaporan keuangan tersebut akan menjadi sebuah catatan keuangan bisnis yang pada akhirnya dapat digunakan dalam berbagai cara dan memberi gambaran kepada seorang manajer tentang kondisi dan kesejahteraan finansial perusahaan pada waktu tertentu.

Bentuk Utama Akuntansi

Tiap data yang terkumpul dalam pencatatan keuangan hanya bermakna jika telah digunakan. Untuk menggunakan data dengan benar, seorang manajer keuangan akan memecah fungsi akuntansi menjadi dua bentuk utama yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Kedua bentuk akuntansi ini mengandalkan arus data keuangan yang sama, sedangkan perbedaan utama mereka terletak pada fokus dan orientasi waktunya.  Akuntansi manajemen, fokusnya bersifat internal dan melihat ke depan, namun akuntansi keuangan, fokusnya bersifat eksternal dan melihat ke belakang.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen digunakan secara internal untuk merencanakan dan mengambil langkah maju secara finansial. Dengan fungsi ini, akuntan melihat riwayat catatan arus data keuangan serta ekonomi saat ini dan membuat asumsi tentang tren dan apa arti tren bagi masa depan perusahaan. Akuntan manajerial akan melihat perlunya membuat kemajuan yang harus memberi dampak baik menurut departemen, menurut wilayah atau lini produk, dan membuat perkiraan  mengenai harapan penjualan, kinerja, harga, biaya, dan kebutuhan tenaga kerja. Dengan peran akuntansi manajemen, seorang manajer keuangan akan mencoba memprediksi masa depan keuangan perusahaan dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan harapan tersebut.

Akuntansi Keuangan

Peran akuntansi keuangan, penekanannya adalah saat melihat data masa lalu dengan tujuan untuk menentukan nilai sebuah perusahaan secara keseluruhan. Karena akuntansi keuangan ini disajikan lebih banyak untuk pihak eksternal perusahaan, maka penghitungannya harus tepat dan benar. Akuntansi keuangan yang dicatat harus sesuai  dengan prinsip akuntansi yang berlaku untuk umum agar terhindar dari masalah hukum.

Laporan akuntansi keuangan ini akan turut memengaruhi para pemegang saham dan investor untuk memutuskan apakah perusahaan publik bernilai undervalued (murah) dan layak diinvestasikan atau dinilai terlalu tinggi dan harus dihindari. Kreditur akan menggunakan informasi yang sama untuk memutuskan apakah organisasi nirlaba memiliki catatan risiko yang rendah, sebelum memberi pinjaman uang kepada mereka. Sedangkan, pada instansi pemerintah akan menggunakan informasi  ini untuk menentukan nilai pajak pada sebuah perusahaan.

Dari penjelasan di atas, sekilas kita akan memahami fungsi dan peran akuntansi bagi sebuah bisnis. Jika Anda masih mengalami kesulitan terkait dengan akuntansi perusahaan yang sedang Anda kelola, Anda bisa mendapatkan kemudahan dengan mendaftarkan bisnis Anda pada Jurnal. Jurnal adalah software berbasis cloud yang memudahkan Anda dalam proses akuntansi seperti membuat laporan keuangan. Dengan Jurnal, Anda dapat lebih mudah, cepat, dan aman dalam mengelola dan memonitor keuangan bisnis di mana pun dan kapan pun secara realtime.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-mengenal-fungsi-dan-peran-akuntansi-dalam-dunia-bisnis/

Kegunaan dan Persiapan dalam Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

 

Neraca Saldo adalah daftar saldo penutupan akun dari Buku Besar pada tanggal tertentu dan merupakan langkah pertama menuju penyusunan Laporan Keuangan. Biasanya, Neraca Saldo disiapkan pada akhir periode akuntansi untuk membantu terkait penyusunan Laporan Keuangan. Saldo dari Buku Besar dipisahkan dan dipilah menjadi saldo debit dan saldo kredit dengan jumlah yang harus sama. Bagi bisnis yang menggunakan metode akuntansi akrual, jelas terdapat beberapa item penyesuaian yang harus dimasukkan setelah Neraca Saldo dibuat. Laporan tersebut bernama Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSD).

NSSD & Perbedaannya dengan Neraca Saldo

NSSD adalah daftar dari semua akun dan saldo yang terkandung dari Buku Besar setelah entri penyesuaian untuk periode akuntansi telah diposting. Pada dasarnya, tujuan dari pembuatan Neraca Saldo adalah:

  • Neraca Saldo merupakan langkah pertama sebelum penyusunan Laporan Keuangan. Ini adalah dokumen internal atau kertas kerja yang digunakan akuntan sebagai dasar saat menyiapkan Laporan Keuangan.
  • Dokumen ini memastikan bahwa untuk setiap entri debit yang dicatat, entri kredit yang telah dicatat dalam pembukuan juga sama dengan entri debit. Hal itu sesuai dengan konsep akuntansi double entry. Jika total saldo dari Neraca Saldo tidak sama, perbedaan dapat ditelusuri dan diselesaikan sebelum Laporan Keuangan disusun.
  • Laporan Neraca Saldo memastikan bahwa saldo akun diekstraksi secara akurat dari Buku Besar. Dokumen ini juga membantu akuntan dalam mengidentifikasi dan memperbaikan kesalahan akuntansi yang terjadi.

Sementara itu, perbedaan antara Neraca Saldo dan NSSD terdapat di jumlah saldo yang dihasilkan setelah penyesuaian akuntansi dilakukan.

Entri atau jurnal penyesuaian meliputi akun-akun yang bersifat akrual. Contohnya seperti pendapatan akrual yang diperoleh dan biaya akrual yang dikeluarkan tetapi belum dicatat. Biaya dan atau liabilitas yang masih harus dibayar seringkali melibatkan akun seperti upah, utilitas, perbaikan dan pemeliharaan, komisi, bunga, dan lainnya.

Entri penyesuaian juga mencakup penyusutan dan penangguhan atau penyesuaian pembayaran di muka. Contohnya seperti asuransi dibayar di muka, pendapatan yang diterima di muka, pelunasan dari pelanggan, dan lainnya.

Memperbaiki dan Mengoreksi Kesalahan Akuntansi Melalui Neraca Saldo dan NSSD

“Neraca Saldo atau NSSD menyoroti dan mengevaluasi dari jalannya sistem Double Entry. “

Perhatikan bahwa kesalahan teknis dalam dunia akuntansi lebih sering terjadi di mana suatu bisnis masih menggunakan metode akuntansi konvensional. Dengan kata lain, pencatatan transaksi bisnis masih menggunakan “tangan” dan “alat tulis” atau secara manual. Kemungkinan terjadinya kesalahan akuntansi akan kecil jika bisnis menggunakan sistem pencatatan akuntansiu berbasis komputer. Karena perangkat lunak atau software akuntansi modern menjalankan beberapa jenis pemeriksaan kesalahan akuntansi secara realtime di setiap transaksi yang terjadi.

Neraca Saldo dan NSSD dapat memperbaiki kesalahan akuntansi di luar permasalahan yang disebutkan sebelumnya. Namun, Neraca Saldo atau NSSD tidak akan mendeteksi contoh kesalahan Human Error seperti transaksi yang seharusnya diposting namun ternyata belum terposting.

Ketika jumlah saldo dari Neraca Saldo atau NSSD tidak seimbang, akuntan akan mencoba mencari dan memperbaiki kesalahan di akun terkait dengan segera. Namun, jika alasan kesalahannya tidak jelas atau tidak mudah ditemukan, akuntan dapat membuat jurnal penyesuaian sementara di akun tertentu. Hal Ini akan mengembalikan saldo kredit-debit ke angka yang seimbang untuk sementara waktu.

Membuat NSSD dari Tahap Neraca Saldo

Untuk memberikan gambaran terkait NSSD, berikut data Neraca Saldo PT Cerah Gemilang:

PT Cerah Gemilang
Neraca Saldo
31 Desember 2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas 7.500.000 –
Piutang Usaha 3.500.000 –
Persediaan 1.600.000 –
Perlengkapan Umum 2.500.000 –
Aset Tetap 17.000.000 –
Utang Usaha – 10.000.000
Utang Pinjaman – 11.100.000
Modal Pak Anwar – 15.000.000
Prive Pak Anwar 8.000.000 –
Pendapatan Penjualan – 11.000.000
Biaya Administrasi 1.800.000 –
Biaya Gaji 5.000.000 –
Biaya Pajak dan Bunga 200.000 –
Total 47.100.000 47.100.000

Pada akhir periode, terdapat beberapa entri atau Jurnal Penyesuaian sebagai berikut:

Des 31 Piutang Usaha 400.000 –
Pendapatan Penjualan – 400.000
31 Biaya Utilitas 1.900.000 –
Utang Utilitas – 1.900.000
31 Biaya Perlengkapan Umum 700.000 –
Perlengkapan Umum – 700.000
31 Beban Penyusutan Aset Tetap 800.000 –
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – 800.000

Setelah memosting entri penyesuaian di atas, nilai beberapa item dalam Neraca Saldo yang belum disesuaikan akan berubah. Pada entri penyesuaian pertama, Piutang Usaha didebit sehingga meningkat Rp400.000. Sedangkan Pendapatan Penjualan dikreditkan dan meningkat sejumlah Rp400.000.

  • Saldo Piutang Usaha akan meningkat dari Rp3.500.000 menjadi Rp3.900.000 (naik Rp400.000). Sedangkan Pendapatan Penjualan akan menjadi Rp 11.400 dari saldo sebelumnya yang berjumlah Rp11.000.000 (naik Rp400.000).
  • Untuk entri selanjutnya, Biaya Utilitas dan Utang Utilitas belum ada dalam daftar akun di Neraca Saldo yang belum disesuaikan. Setelah memposting entri penyesuaian di atas, akun tersebut akan muncul di NSSD dengan jumlah Rp1.900.000.
  • Ketiga, Biaya Perlengkapan Umum didebit sejumlah Rp700.000.  Akun Perlengkapan Umum juga dikreditkan dengan angka Rp700.000. Setelah disesuaikan, akun Perlengkapan Umum memiliki saldo debit sejumlah Rp1.800.000 (berkurang Rp700.000). Dan akun Biaya Perlengkapan Umum akan muncul di NSSD dengan nilai Rp700.000.
  • Terakhir, belum ada akun Beban Penyusutan atau Depresiasi dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap pada Neraca Saldo yang belum disesuaikan. Setelah melakukan entri penyesuaian, kedua akun tersebut akan muncul di NSSD dengan nilai masing-masing sejumlah Rp800.000.

Bentuk Neraca Saldo Setelah Entri atau Jurnal Penyesuaian Dimasukkan (NSSD)

Setelah memasukkan Jurnal Penyesuaian terebut, Neraca Saldo akan berubah menjadi Neraca Saldo Setelah Disesuaikan (NSSD). Sama halnya dengan Neraca Saldo, NSSD juga harus memiliki jumlah saldo debit dan kredit yang seimbang. Berikut bentuk dari NSSD:

PT Cerah Gemilang
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
31 Desember 2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas 7.500.000 –
Piutang Usaha 3.900.000 –
Persediaan 1.600.000 –
Perlengkapan Umum 1.800.000 –
Aset Tetap 17.000.000 –
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – 800.000
Utang Usaha – 10.000.000
Utang Utilitas – 1.900.000
Utang Pinjaman – 11.100.000
Modal Pak Anwar – 15.000.000
Prive Pak Anwar 8.000.000 –
Pendapatan Penjualan – 11.400.000
Biaya Administrasi 1.800.000
Biaya Gaji 5.000.000
Pajak dan Bunga 200.000
Biaya Utilitas 1.900.000
Biaya Perlengkapan Umum 700.000
Beban Penyusutan Aset Tetap 800.000
Total 50.200.000 50.200.000

Kesimpulan

Berikut gambaran umum mengenai teknis pembuatan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. NSSD bisa dibuat ketika Anda sampai di tahap Neraca Saldo dan telah membuat Jurnal Penyesuaian. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda akan kesulitan jika Anda masih memakai metode akuntansi konvensional. Selain kemungkinan besar terjadi Human Errors, pelacakan atas kesalahan akuntansi yang terjadi juga akan sulit dilakukan jika Anda masih menggunakan kertas dan alat tulis (metode manual/konvensional). Saat ini, dengan menggunakan software akuntansi, Anda bisa memproses setiap transaksi bisnis yang terjadi bahkan pada tahap pembuatan NSSD secara otomatis. Salah satu software akuntansi yang bisa menjadi opsi terbaik adalah Jurnal. Jurnal adalah software akuntansi online yang memberikan fitur akuntansi lengkap yang salah satunya adalah pembuatan Laporan Keuangan lengkap.

Dengan Jurnal, Anda tidak perlu lagi menunggu hingga akhir periode pelaporan keuangan hanya untuk mengetahui kinerja dan evaluasi keuangan bisnis. Anda dapat mengakses Laporan Keuangan dan dokumen-dokumen internail lain – yang salah satunya adalah Neraca Saldo Setelah Penyesuaian – kapan dan di mana saja secara realtime. Mengacu pada Guidebook Jurnal mengenai laporan neraca saldo (trial balance), Anda bisa mem-filter Neraca Saldo sesuai periode yang diinginkan untuk melacak kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi.

Emisi kecil mendominasi IPO 2019, ini pendapat analis

Emisi kecil mendominasi IPO 2019, ini pendapat analis

Sepanjang 2019 hingga Jumat (12/7), Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima 32 perusahaan untuk mencatatkan sahamnya. Jika dijumlahkan, dana segar yang berhasil dikumpulkan dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini mencapai Rp 9,29 triliun.

Kalau dilihat, dana segar yang diincar para emiten ini relatif kecil, rata-rata sebesar Rp 290,52 miliar. Nilai emisi terkecil berasal dari perusahaan yang pertama kali IPO pada tahun ini, yakni PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) senilai Rp 20,25 miliar. Sementara itu, nilai emisi terbesar berasal dari PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) Rp 4,76 triliun yang IPO pada 9 Juli 2019.

Menurut Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan, tren ini berkaitan dengan kondisi ekonomi pada paruh pertama tahun ini yang cenderung bergejolak. Dengan begitu, perusahaan yang mengincar dana besar dari IPO khawatir tidak bisa mendapatkan harga IPO di level terbaik.

“Kalau dipaksakan sekarang nanti harganya rendah. Underwriter juga jadi tidak terlalu percaya diri karena kalau tidak laku, mereka yang harus menyerap sisa saham yang ditawarkan,” ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (14/7).

Di sisi lain, menurut dia, perusahaan yang IPO dengan emisi kecil juga lebih mudah dieksekusi oleh perusahaan sekuritas dengan biaya yang minim. Alasannya, perdagangan dengan nilai emisi kecil akan lebih mudah untuk mendapatkan perolehan di pasar perdana.

Meskipun bernilai emisi kecil, perusahaan-perusahaan ini menambah daftar perusahaan yang tercacat di pasar modal. “Mau size-nya kecil atau besar lebih ke statusnya. Semua emiten punya manfaat yang sama bagi pasar modal,” ungkap dia. Akan tetapi, ia tidak menafikan, IPO emisi besar akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh semakin cepat.

Sementara itu, Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan, tren IPO dengan emisi kecil yang mendominasi paruh pertama 2019 menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang besar belum minat masuk pasar modal. “Artinya tidak mudah mencari perusahaan dengan emisi besar untuk IPO atau jumlahnya semakin berkurang dari tahun ke tahun, karena sudah banyak yang jadi perusahaan terbuka,”

Menurut Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma, kemungkinan lain adalah karena pemilik perusahaan ini belum mau kepemilikan sahamnya berkurang. Ia menambahkan, jika dilihat dari segi kuantitas, BEI akan mencapai target perusahaan yang IPO tahun ini, yakni di atas 57 perusahaan.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/emisi-kecil-mendominasi-ipo-2019-ini-pendapat-analis

Tersengat isu perang dagang dan suku bunga AS, kemarin IHSG melemah 0,68%

Tersengat isu perang dagang dan suku bunga AS, kemarin IHSG melemah 0,68%

Ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat yang makin kuat telah menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (12/7) kemarin. Sentimen ini juga diperkuat oleh aroma perang dagang yang kembali sengit.

IHSG ditutup melemah 0,68% dibanding hari sebelumnya ke level 6.373,345 pada perdagangan kemarin. Menurut analis Jasa Utama Capitas Sekuiritas, Chris Aprliony, hari ini Indeks IHSG dipengaruhi oleh isu pemangkasan suku bunga dan perang dagang AS-Tiongkok yang kembali memanas.  Diperkirakan pula isu pemangkasan bunga masih akan menjadi sentimen yang mempengaruhi indeks hingga pekan depan. Chris bahkan memprediksi Bi belum akan menurunkan suku bunga hingga bulan ini yang akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

“Menurut saya BI di tengah ketidakpastian fed rate memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin BI di bulan ini belum akan menurunkan BI rate.” Ujar Chris kepada Kontan.co.id, Jumat (12/7).

Nah, diperkirakan isu pemangkasan bunga masih akan menjadi sentimen yang mempengaruhi indeks hingga pekan depan. Dengan adanya sentimen negatif ini, Chris memproyeksikan IHSG pekan depan akan berada di level 6270-6390 .

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/tersengat-isu-perang-dagang-dan-suku-bunga-as-kemarin-ihsg-melemah-068

Pahami Hubungan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak Secara Lengkap

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah akuntansi dan akuntansi pajak. Kedua istilah tersebut memang sering didengar oleh kita karena akuntansi dan pajak sangatlah lekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah Anda sudah mengetahui hubungan antara akuntansi dan perpajakan? Sebagian orang menganggap bahwa akuntansi hanya seputar hitung menghitung laba dan tidak ada hubungannya dengan pajak, sebab akuntansi pajak berkaitan dengan pajak pemerintah. Padahal sebenarnya akuntansi memiliki hubungan yang erat dengan akuntansi pajak. Agar Anda memahami hubungan antara akuntansi dengan akuntansi pajak, simak ulasan berikut.

Pengertian Akuntansi dan Akuntansi Pajak

akuntansi pajak

Sebelum membahas mengenai hubungan antara akuntansi dan perpajakan, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dan hal-hal lain dari keduanya. Akuntansi adalah suatu proses identifikasi, mencatat, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pihak yang berkepentingan. Akuntansi komersial atau akuntansi keuangan merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan standar akuntansi keuangan. Sedangkan, akuntansi pajak yakni proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan. Sehingga laporan keuangan yang dihasilkan disebut laporan keuangan fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Karena berdasarkan prinsip akuntansi, maka akuntansi umum atau komersial  dan akuntansi pajak memiliki persamaan dan perbedaan. Nah, kesamaan akuntansi umum dan akuntansi pajak:

1. Karakteristik Kualitatif

Kesamaan pertama antara akuntansi umum dan akuntansi pajak yaitu adanya kaitan karakteristik kualifikasinya. Karakteristik kualitatif akuntansi pajak dan komersial meliputi :

  • Relevan, adapun syarat informasi keuangan relevan antara lain: Memiliki umpan balik (feedback value), memiliki manfaat yang prediktif (predictive value), tepat waktu dan lengkap.
  • Andal, apabila informasi: Disajikan secara jujur, dapat diverifikasi, dan netral.
  • Dapat dibandingkan, informasi padat dibandingkan antar periode atau antar entitas.
  • Dapat dipahami, informasi dapat dimengerti oleh semua penggunanya.

2. Sistem Akrual

Pada akuntansi umum atau komersial, standar akuntansi yang digunakan yaitu sistem akrual. Sama dengan akuntansi umum, akuntansi pajak juga menerapkan sistem akrual. Pada akuntansi pajak diperbolehkan menggunakan sistem campuran (kas dan akrual) tetapi dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku seperti pada pasal 28 UU KUP.

3. Neraca

Laporan keuangan neraca pada akuntansi umum dan akuntansi pajak sama yaitu terdiri dari aset, utang dan modal.

4. Konsep Kesatuan Usaha

Persamaan lainnya adalah dalam hal prinsip kesatuan usaha. Akuntansi fiskal dan komersial keduanya menganut prinsip kesatuan usaha, yang berarti adanya pemisahan antara harta atau aset dari pemilik dan perusahaan.

5. Prinsip Realisasi

Selain menerapkan prinsip kesatuan usaha, persamaan lainnya adalah prinsip realisasi. Kedua jenis akuntansi tersebut sama-sama menerapkan prinsip realisasi, dan lain sebagainya.

Perbedaan Akuntansi Umum dan Akuntansi Pajak

Setelah mengerti tentang persamaannya, kini saat nya Anda mengetahui tentang perbedaan akuntansi umum dan pajak .

1. Pengguna Laporan Keuangan

Pengguna laporan keuangan pada akuntansi komersial atau umum seperti pemegang saham, kreditur, karyawan, manajemen, pemerintah, masyarakat dan sebagainya. Sementara pengguna laporan keuangan dari akuntansi pajak yaitu fiskus.

2. Pedoman Penyusun dan Penyajiannya

Pedoman penyusunan dan penyajian akuntansi umum yaitu PSAK sedangkan untuk akuntansi pajak adalah undang-undang perpajakan yang berlaku.

3. Sifat Informasi

Sifat informasi pada kedua akuntansi ini juga berbeda. Informasi pada laporan keuangan umum bersifat umum atau dapat digunakan oleh siapa saja. Sementara pada akuntansi pajak, laporan keuangan bersifat rahasia. Biasanya yang tahu hanya manajemen dan fiskus.

4. Dasar Pencatatan

Transaksi pada akuntansi komersial dicatat dengan asas substance over form, yakni pencatatan dan pelaporan dilakukan dengan mengutamakan substansi ekonomi daripada hakikat formal dan hukum. Berbeda dengan akuntansi komersial, transaksi pada akuntansi pajak dicatat dan dilaporkan apabila memenuhi syarat dan ketentuan perpajakan, yaitu dengan mengutamakan hakikat formal atau hukum daripada substansi ekonomi nya.

5. Mata Uang

Laporan keuangan komersial diperbolehkan untuk disusun berdasarkan mata uang selain rupiah, sementara akuntansi pajak wajib menggunakan mata uang rupiah atau diperbolehkan menggunakan mata uang lain yang diijinkan peraturan.

6. Batas Waktu Penyampaian

Perbedaan selanjutnya, yakni mengenai batas waktu penyampaian. Menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang PT, waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Sedangkan mengacu UU KUP, laporan keuangan fiskal  diserahkan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak dan dapat diperpanjang paling lambat 2 bulan dengan ketentuan tersendiri.

Hubungan antara Akuntansi dan Perpajakan

Seperti yang diketahui bahwa dari akuntansi keuangan, Anda dapat memperoleh informasi tentang keadaan suatu entitas pada periode tertentu. Informasi keuangan tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Sementara akuntansi pajak lebih khusus lagi jika dibandingkan dengan akuntansi umum. Akuntansi pajak menyajikan informasi keuangan yang berkaitan dengan kepatuhannya terhadap pemerintah. Meskipun laporan keuangan disusun berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan umum, tetapi pada beberapa bagian ia harus disesuaikan dengan ketentuan perpajakan. Sehingga dalam akuntansi pajak, jika ada suatu ketidaksesuaian antara standar akuntansi yang berlaku umum dengan ketentuan perpajakan, maka perusahaan harus memprioritaskan untuk mematuhi undang-undang perpajakan. Hal ini karena pajak merupakan sebuah kewajiban (complience tax).

Sama dengan akuntansinya, laporan keuangan yang dihasilkan juga berbeda. Bisa saja misalnya sebuah perusahaan melaporkan laba tahun berjalan pada laporan keuangan komersial dan pajak nya berbeda. Dalam bidang akuntansi, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, nanti pada akhirnya akan ada sebuah proses penyamaan, yang disebut rekonsiliasi. Laporan keuangan pajak disusun dengan proses rekonsiliasi antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak ini berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan 46 (PSAK 46)., di mana ini juga sesuai dengan penyusunan laporan keuangan lengkap sesuai dengan PSAK 1. Sehingga laporan keuangan fiskal yang dihasilkan  disebut juga extra comptable.

Jadi penyusunan laporan keuangan fiskal sama dengan penyusunan laporan keuangan komersial, dimulai dari proses input transaksi berdasarkan bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar, pembuatan neraca lajur, penyesuaian sampai akhirnya nanti pada laporan keuangan. Selanjutnya, untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal dilakukanlah rekonsiliasi terhadap peraturan perpajakan. Dengan kata lain, akuntansi pajak dengan akuntansi komersial mempunyai hubungan yang erat, mereka tidak dapat dipisahkan karena untuk membuat akuntansi pajak atau laporan keuangan fiskal perlu akuntansi komersial. Sebuah perusahaan juga pasti berdiri dalam suatu negara, jadi laporan keuangan yang dibuat pun tidak hanya berdasarkan SAK saja, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan perpajakan / akuntansi pajaknya.

Itulah hubungan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak yang perlu Anda ketahui. Untuk membantu Anda membuat laporan keuangan baik komersial maupun pajak dengan mudah, Anda dapat dengan menggunakan bantuan software akuntansi Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda. Banyak fitur yang disediakan di dalamnya yang dapat memudahkan Anda melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan. Cukup dengan memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih Jurnal juga menggunakan teknologi berbasis cloud, sehingga Anda dapat mengaksesnya kapanpun dan di manapun secara real time. Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti Jurnal Tax Center, Klik Pajak, dsb. Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih mudah dan produktif serta fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hubungan-akuntansi-komersial-dan-akuntansi-pajak/

IHSG menguat tipis di awal perdagangan Jumat

Turun pada pra perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berusaha bangkit pada pagi ini. Jumat (12/7) pukul 9.13 WIB, IHSG menguat tipis 5 poin atau 0,08% ke 6.422. Enam sektor mengangkat IHSG ke area positif. Sektor properti dan konstruksi memimpin kenaikan sebesar 0,44%. Sektor perdagangan, jasa, dan investasi menguat 0,35%. Sektor perkebunan naik 0,32%. Sektor keuangan dan industri dasar naik masing-masing 0,18%.

Sedangkan sektor aneka industri turun 0,65%. Sektor infrastruktur pun tergerus 0,26%. Sektor pertambangan terkoreksi tipis 0,05%.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 3%
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 1,31%
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 1%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) -1,17%
  • PT XL Axiata Tbk (EXCL) -1,03%
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -0,91%

Investor asing mencatat pembelian bersih Rp 37,17 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah MNCN Rp 21 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 16,4 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 3,9 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Timah Tbk (TINS) Rp 3,6 miliar, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 3,1 miliar, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 1,5 miliar.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-menguat-tipis-di-awal-perdagangan-jumat-1

 

Mengenal Biaya Produksi (Cost of Production) dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan

 

Biaya Produksi menjadi salah satu unsur yang cukup penting dalam pelaporan keuangan perusahaan. Biaya Produksi atau Kos Produksi (Cost of Production) adalah biaya yang timbul dari suatu proses produksi perusahaan manufaktur dalam membuat barang atau jasa yang akan dijual. Biaya Produksi juga biasa dikenal dengan istilah Kos Manufaktur (Manufacturing Cost). Dalam dunia Akuntansi Biaya, biaya produksi merupakan salah satu komponen dalam Laporan Laba Rugi (Income Statement).

Seberapa Penting Biaya Produksi dalam Aktivitas Bisnis

Mengetahui jumlah biaya produksi yang timbul merupakan langkah penting yang harus dilakukan seorang manajer perusahaan. Mengapa? Dengan mengetahui biaya yang timbul dari tiap alur produksi perusahaan, manajer bisa mengambil keputusan-keputusan krusial untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang, dan berbagai aktivitas produksi umum lainnya, sehingga proses produksi diharapkan bisa lebih berjalan secara efisien dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Kegiatan manajer dalam menganalisa proses dan biaya produksi juga berguna untuk penetapan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Sebagai contoh, manajer suatu kafe atau jenis usaha lainnya akan selalu melacak dan meneliti harga bahan baku terkait dengan produk-produk yang dijual. Jika suatu waktu harga bahan baku meningkat dan memengaruhi Biaya Produksi, maka manajer mempunyai opsi menaikkan harga jual produk atau menekan unsur biaya produksi lainnya.

Apa Saja Unsur di dalam Biaya Produksi?

Untuk menentukan dan mencapai nominal biaya produksi, terdapat tiga unsur yang saling terkait yang harus diperhatikan. Ketiga unsur tersebut adalah:

a. Biaya Material Langsung (Direct Material)

Biaya Material Langsung merupakan biaya bahan baku yang bersentuhan langsung dengan produk yang akan diproduksi dan nominal yang timbul cenderung mudah ditelusuri. Contoh kecilnya dalam suatu produk kopi di kafe-kafe, harga beli komposisi utama produk tersebut seperti biji kopi, air, gula, dan bahan lainnya bisa dikategorikan sebagai Biaya Material Langsung.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah upah, tunjangan, dan asuransi yang dibayarkan kepada pegawai yang terlibat langsung dalam jalannya proses produksi barang. Misalnya, pegawai di bagian perakitan produk atau yang mengoperasikan mesin untuk membuat produk.

c. Biaya Overhead Pabrik (Manufacturing Overhead)

Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah biaya yang secara tidak langsung berkaitan dengan aktivitas pabrik dan terjadi ketika memproduksi suatu produk. Biaya overhead pabrik meliputi:

– Bahan Material Tidak Langsung (Indirect Material)

Bahan tidak langsung adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi namun cenderung sulit untuk dilacak nominalnya. Contoh seperti  lem, minyak, cairan pembersih, dan lain sebagainya diklasifikasikan sebagai bahan tidak langsung karena biaya barang-barang tersebut cenderung sulit untuk dilacak dalam suatu proses produksi.

– Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pegawai yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya seperti petugas keamanan, pengawas, dan supervisor Quality Control di pabrik. Upah dan tunjangan mereka akan diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja tidak langsung.

– Biaya Overhead Lain seperti biaya utilitas pabrik, sewa gedung dan tanah, depresiasi mesin, dan asuransi.

Jadi, formulasi dari Biaya Produksi adalah:

Biaya Produksi = Biaya Material Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung + Biaya Overhead pabrik.

Contoh Biaya Produksi

Perusahaan Sejahtera Bersama merupakan perusahaan manufaktur yang menjual barang-barang furniture. Dalam satu bulan, perusahaan memproduksi 2.000 unit meja. Berikut rincian biaya untuk memproduksi 2.000 unit meja:

– Rp12.000.000 untuk kayu

– Rp4.000.000 untuk upah tukang kayu dan Rp1.000.000 untuk upah security yang menjaga selama pengerjaan meja dilaksanakan

– Rp1.000.000 untuk biaya sewa pabrik dan utilitas lainnya

Total Biaya Produksinya adalah:

Rp12.000.000 + Rp4.000.000 + Rp1.000.000 + Rp1.000.000 = Rp18.000.000.

Maka, Biaya Produksi untuk satu unit meja adalah Rp18.000.000/2.000 unit = Rp9.000.

Dengan mengetahui biaya produksi yang timbul secara detail, manajer bisa mengambil keputusan secara tepat dalam menentukan harga jual dan meminimalisir berbagai risiko terkait proses produksi. Jumlah Biaya Produksi ini juga berfungsi sebagai dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).

Khususnya bagi Anda seorang Accounting Manager suatu perusahaan, tidak perlu khawatir lagi dalam menghitung dan menelusuri Biaya Produksi. Karena Jurnal hadir untuk mengatasi berbagai masalah terkait pelaporan keuangan dan tentunya pencatatan biaya-biaya. Jurnal merupakan software akuntansi online yang menyediakan berbagai fitur pencatatan biaya. Dengan Jurnal, Anda bisa menjaga biaya pengeluaran, salah satunya biaya produksi, menyimpan bukti-bukti transaksi, dan melakukan penjadwalan barang keluar dan masuk secara aman.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-biaya-produksi-cost-of-production-dalam-pelaporan-keuangan-perusahaan/

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Seorang penemu ilmu akuntansi adalah Luca Pacioli yang dikenal sebagai seorang pendeta dari Ordo Fransiskus. Akuntansi mulai dikenal dari bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita tahun 1494. Terdapat dua bab terkait akuntansi yang dibahas di dalam buku tersebut, yaitu de Computis et Scripturis. Di dalam bab tersebut telah dipaparkan pembahasan terkait double entry sekaligus pengenalan debit dan kredit.

Selain itu, di dalam buku tersebut juga telah dinyatakan bahwa setiap pencatatan harus berpasangan. Sehingga istilah debit dan kredit digunakan. Penggunaan debit dan kredit akuntansi memang harus dipahami agar dalam mengerjakan pembukuan tidak terjadi kesalahan. Debit dan kredit akuntansi sangat penting karena setiap transaksi  memengaruhi keduanya. Sehingga debit dan kredit tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika debit bertambah, maka kredit akan berkurang dan jika kredit naik, maka debit akan berkurang.

 

Definisi Debit & Kredit

Secara umum, debit merupakan pengurangan deposito di dalam sebuah rekening bank atau catatan pos pembukuan yang dapat menambah nilai aktiva atau mengurangi besaran kewajiban. Sedangkan kredit adalah kemampuan untuk melakukan pembelian atau pinjaman dengan adanya perjanjian untuk melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu.  Debit dan kredit merupakan istilah yang sering digunakan di dalam dunia akuntansi keuangan. Debit diartikan sebagai pertambahan uang di dalam tabungan atau rekening.

Selain itu juga dapat diartikan sebagai pertambahan transaksi. Sedangkan kredit diartikan sebagai pengeluaran uang saat melakukan transaksi. Namun debit dan kredit tidak bisa hanya diartikan sebagai pertambahan atau berkurangnya uang di dalam tabungan. Hal tersebut dikarenakan untuk kepentingan laporan keuangan perusahaan, debit dan kredit tidak sesederhana itu. Ada beberapa manfaat kredit, diantaranya adalah kredit akan meningkatkan daya guna dari modal. Selain itu, kredit juga dapat meningkatkan daya guna suatu barang atau produk, bermanfaat sebagai alat stabilitas ekonomi, dan menjadi media untuk meningkatkan pendapatan nasional.

 

Menentukan Debit dan Kredit

Untuk menentukan debit dan kredit akuntansi, sebaiknya Anda memahami klasifikasi akun berikut ini:

  1. Asset, yaitu harta perusahaan
  2. Liabilities, yaitu utang perusahaan
  3. Owner’ Equity, yaitu peminjam modal perusahaan
  4. Income, yaitu pendapatan perusahaan
  5. Expenses, yaitu pembelanjaan perusahaan

Untuk kategori akun 1, 2 dan 3 berada pada akun laporan keuangan balance sheet. Sedangkan kategori akun 4 dan 5 berada pada akun laporan keuangan income statement. Di dalam penulisan laporan debit dan kredit keuangan perusahaan dikenal istilah akun lawan. Akun lawan yaitu suatu transaksi yang dapat mempengaruhi minimal 2 akun. Misalnya, pada transaksi pembelian peralatan perusahaan secara utang akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut adalah mesin sebagai fixed assets dan akun lawannya adalah utang usaha sebagai bentuk pembelian secara kredit.

Istilah debit note dan kredit note seringkali digunakan di dalam penulisan akuntansi perusahaan. Debit note merupakan suatu dokumen yang berisikan pemberitahuan terkait piutang dari pelanggan yang semakin bertambah untuk alasan tertentu. Di dalam dokumen debit note juga bisa berisi tentang tentang perusahaan terhadap vendor atau supplier. Sedangkan kredit note merupakan dokumen pemberitahuan yang berisikan utang perusahaan terhadap pelanggan sehingga dapat digunakan untuk mengurangi utang perusahaan terhadap vendor atau supplier.

 

Perbedaan Debit dan Kredit Dalam Akuntansi

Setiap terjadi transaksi akuntansi, setidaknya ada dua akun yang selalu berkaitan. Yaitu entri debit dicatat pada satu akun dan entri kredit dicatat terhadap akun lainnya. Tidak ada batas atas jumlah akun yang terlibat di dalam transaksi, namun minimum tidak kurang dari dua akun. Total dari debit dan kredit untuk setiap transaksi harus selalu sama. Sehingga transaksi akuntansi selalu dikatakan dengan keseimbangan. Apabila suatu transaksi tidak seimbang, maka laporan keuangan tidak mungkin dapat dibuat. Dengan demikian, penggunaan debit dan kredit dalam format pencatatan transaksi dua kolom merupakan hal yang paling penting dari semua kontrol atas akurasi akuntansi. Berikut ini adalah perbedaan debit dan kredit dalam akuntansi yang perlu dipahami:

  1. Debit mengacu pada sisi kiri akun buku besar, sedangkan kredit berhubungan dengan sisi kanan akun pada buku besar. Di dalam rekening pribadi, pihak penerima akan di debit dan pihak pemberi akan dikreditkan.
  2. Di dalam akun neraca, apapun yang masuk akan didebit. Sementara apapun yang keluar akan dikreditkan.
  3. Untuk laporan laba-rugi, semua pengeluaran dan kerugian akan didebit. Namun semua pendapatan dan keuntungan akan dikreditkan.
  4. Peningkatan debit disebabkan oleh kenaikan cash, inventaris, pabrik dan mesin, tanah dan bangunan, pengeluaran (seperti gaji, asuransi, pajak, dividen, dan lain sebagainya). Sedangkan peningkatan kredit disebabkan oleh kenaikan dana pemegang saham, biaya keanggotaan, pendapatan sewa , laba ditahan, hutang, dan lain sebagainya.

 

Contoh Debit dan Kredit Dalam Tranksaksi Umum

Berikut ini ada beberapa contoh posisi debit dan kredit yang terdapat di transaksi umum yang sering terjadi pada sebuah bisnis:

  1. Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan, maka akun debitnya adalah Kas, dan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  2. Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan, akun debit Piutang Dagang. Sedangkan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  3. Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier, akun debit adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Kas.
  4. Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier, akun debitnya adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Utang Dagang.
  5. Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan, akun debitnya Kas, dan akun kreditnya Piutang Dagang.
  6. Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier, akun debit Fixed Assets dan akun kredit Utang Dagang.
  7. Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier, akun debit Inventory, dan akun kredit Kas.
  8. Pembelian inventory secara kredit kepada supplier, akun debit Inventory dan akun kredit Utang Dagang.
  9. Membayar gaji karyawan, akun debit Salary expenses dan akun kredit Kas.

 

Pentingnya Pembuatan Laporan Debit dan Kredit

Di dalam perusahaan, sebuah bisnis pasti sering mengalami atau melakukan transaksi. Baik transaksi secara internal maupun eksternal. Transaksi-transaksi tersebut mengharuskan pihak perusahaan untuk membuat dokumen transaksi dalam bentuk laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan tersebut adalah untuk mengetahui laju keluar masuknya dana perusahaan untuk meminimalisir kemungkinan over budget pada kategori akun tertentu di dalam pelaporan. Terdapat lima unsur yang ada di dalam transaksi akuntansi, meliputi utang, harta, pendapatan, modal dan biaya atau beban.

Melakukan transaksi debit pasti  disertai dengan transaksi kredit. Perusahaan yang tidak memiliki dokumen pelaporan debit dan kredit akuntansi maka tidak dapat mengendalikan aliran keluar masuknya keuangan perusahaan. Selain itu, data-data keuangan perusahaan juga tidak dapat di lacak jika terjadi sesuatu terhadap keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dengan adanya laporan debit dan kredit diharapkan dapat membantu mengawasi keuangan perusahaan dari kemungkinan adanya korupsi dari karyawan. Karena data debit dan kredit yang baik selalui disertai dengan kuitansi atau nota yang dapat dipercaya.

Di dalam dunia akuntansi, istilah debit dan kredit memang banyak disebutkan. Dengan memahami debit dan kredit akuntansi, Anda dapat mengerjakan pembukuan secara benar dan tanpa kesalahan posting transaksi. Dalam melakukan entry jurnal pun jumlah debit dan kredit akuntansi harus sama. Jika tidak seimbang, maka otomatis Anda telah melakukan satu kesalahan dalam posting nominal di jurnal yang sedang Anda kerjakan. Mengenali debit dan kredit merupakan dasar dalam mempelajari akuntansi dan mengerjakan akuntansi bagi perusahaan. Dalam menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan, mungkin sudah saatnya kini Anda menggunakan software akuntansi online seperti jurnal. Dengan bantuan software akuntansi, laporan keuangan pada bisnis Anda akan terkelola secara lebih akurat.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/penggunaan-debit-dan-kredit-akuntansi-yang-perlu-dipahami/