Hindari 6 Kesalahan Ini Dalam Membuat Laporan Keuangan

Laporan Keuangan adalah sumber informasi keuangan yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang sehat. Dalam sebuah bisnis, laporan keuangan merupakan sesuatu yang krusial karena menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pemilik bisnis atau manajemen atas kinerja pengelolaan bisnis kepada pihak-pihak yang terkait. Laporan keuangan akan menunjukkan kondisi keuangan sebuah bisnis apakah sesuai dengan yang ditargetkan atau tidak. Laporan inilah yang nanti dijadikan acuan apakah bisnis yang dijalankan layak untuk dilanjutkan atau tidak. Untuk itu perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam pembuatannya. Terkadang pemilik bisnis sudah percaya diri dengan laporan yang dibuatnya, namun ternyata luput memeriksa kesalahan-kesalahan kecil yang kerap muncul. Pemilik bisnis dan manajemen sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan laporan keuangan berikut ini.

Tips Meningkatkan Cash Flow Bisnis Secara Maksimal

Mencampur Keuangan Bisnis dan Pribadi

Ini merupakan masalah mendasar yang masih sering sekali dilakukan khususnya pada bisnis pemula. Laporan keuangan mencatat segala transaksi yang terjadi pada bisnis. Laporan ini yang akan menggambarkan bagaimana kinerja bisnis serta aktivtas keuangan yang sesungguhnya. Dan hasilnya akan sangat berpengaruh pada pengembangan bisnis kedepannya. Akan sangat berbeda apabila keuangan pribadi juga tercampur di dalamnya. Informasi akan terlihat kabur sehingga menyulitkan dalam pembuatan keputusan selanjutnya. Oleh karena itu, sekecil dan se-pemula apapun bisnis yang dijalankan, sebaiknya pisahkan aktivitas keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Termasuk di dalamnya pemisahan rekening yang digunakan.

Kehilangan Bukti Transaksi

Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan keuangan haruslah disertai bukti transaksi berupa nota, invoice, kwitansi dan lain sebagainya. Bukti ini nantinya berguna sebagai kontrol atas pencatatan setiap transaksi tersebut, khususnya pada saat pemeriksaan. Tanpa bukti transaksi, laporan keuangan dianggap tidak sah. Namun, permasalahan mengenai bukti transaksi ini juga masih kerap ditemukan. Pemilik bisnis tidak menyimpan bukti-bukti tersebut secara rutin dan teratur. Masih banyak pemilik bisnis yang cenderung mengabaikan dan menyimpan bukti transaksi secara asal-asalan. Sehingga pada saat-saat dibutuhkan, seperti pembuatan laporan akhir, pelaporan pajak atau audit, pemilik bisnis pun kelimpungan mencarinya.

Tidak Memahami Arus Kas

Arus kas yang baik menjadi salah satu penentu perkembangan sebuah bisnis. Tetapi masih banyak juga yang tidak memahami bagaimana mengolah arus kas dengan baik. Padahal arus kas yang buruk pada sebuah bisnis akan membuat bisnis tersebut benar-benar lumpuh. Karena ini berarti bisnis tersebut sudah tidak mempunyai simpanan uang lain untuk keperluan pengembangan. Jadi pastikan untuk membuat prosedur yang ketat dalam pengelolaan arus kas bisnis Anda.

Tidak Memperhitungkan Beberapa Aspek

biaya oprasionl, aset dan kewajiban merupakan aspek-aspek yang kerap luput dalam pencatatan. Kewajiban ini seperti hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Pemilik bisnis seringkali tidak mencatat bagian ini dengan lengkap. Begitupun dengan biaya operasional. Ada hal-hal yang luput dari pencatatan seperti listrik, air dan termasuk transportasi di dalamnya. Mengelompokkan aset dan kewajiban juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan pada pembuatan laporan keuangan.

Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak

Ada berbagai alasan mengapa perhitungan pajak sering luput dari perhitungan. Selain karena tidak mengerti, rasa malas atau jumlah pembayaran yang dirasa terlalu besar. Banyak pemilik bisnis tidak mengetahui cara menghitung pajak yang benar. Ketidak mengertian ini pun menyebabkan rasa malas melakukan perhitungan pajak sehingga pemilik bisnis cenderung mengabaikannya. Alasan lain perhitungan pajak tidak dicantumkan adalah karena pemilik bisnis merasa bahwa pajak yang harus ia bayar tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan karena nominalnya terlalu besar.

Pengetahuan Akuntansi yang Kurang

Banyak orang yang memulai bisnis dengan pengetahuan yang kurang memadai mengenai akuntansi. Mereka masih belum terlalu mengerti perihal catatan keuangan dasar, seperti omset laba kotor dan bersih, neraca keuangan dan arus kas laba rugi. Padahal pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan agar pemilik bisnis lebih mengerti kondisi bisnis yang dirintisnya. Apabila dipelajari dari awal pun, pemilik bisnis membutuhkan waktu untuk memahami beberapa istilah dan sistem yang ada di dalamnya. Untuk permasalahan ini seorang pemilik bisnis membutuhkan bantuan akuntan untuk membantu proses akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan. Namun kini, untuk mempermudah proses tersebut telah tersedia software akuntansi yang tentu saja akan membuat pekerjaan ini terasa lebih simpel.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hindari-6-kesalahan-ini-dalam-membuat-laporan-keuangan/

Akuntansi Dasar: Metode Single Entry dan Double Entry

Istilah akuntansi memang cukup familiar di telinga, baik yang masih mengenyam bangku pendidikan hingga yang telah menjadi ahli di bidangnya masing-masing. Akuntansi adalah suatu bidang yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa, menafsirkan, membuat laporan dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya.

Bisnis yang bergerak di bidang apapun pasti memerlukan yang namanya akuntansi. Karena pentingnya bidang ini sehingga setiap pemilik bisnis dituntut untuk menguasai. Setidaknya seorang pemilik bisnis harus mempunyai pengetahuan mengenai akuntansi dasar. Karena akuntansi dasar yang menjadi acuan untuk mempermudah mempelajari akuntansi secara lebih jauh. Selain pengertian, prinsip dan konsep, hal-hal mengenai akuntansi dasar lainnya yang perlu diketahui lainnya adalah metode pencatatan transaksi keuangan. Setidaknya ada dua metode yang kerap digunakan yakni single entry dan double entry. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di penjelasan berikut ini.

Akuntansi Dasar Metode Single Entry dan Double Entry

Bedanya Single Entry dan Double Entry

Baik single entry maupun double entry merupakan dua cara dasar yang digunakan dalam mencatat transaksi keuangan di dalam akuntansi. Masing-masingnya memiliki pengertian sebagai berikut.

  1. Single Entry atau dapat diartikan sebagai Pencatatan Tunggal merupakan metode pencatatan transaksi keuangan yang hanya dilakukan satu kali. Yang dicatat dalam metode single entry hanyalah daftar transaksi yang mempengaruhi akun kas. Artinya penerimaan kas dicatat sebagai kas masuk, sedangkan pembayaran kas dicatat sebagai kas keluar. Metode single entry biasanya digunakan oleh bisnis kecil dimana neraca tidak diperukan untuk kontrol keuangan dan keperluan pajak.
  2. Double Entry atau Pencatatan Ganda adalah metode pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan dua kali yakni pada sisi debit maupun kredit. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang harus menghasilkan akun laba rugi dan neraca.

 

Kriteria Penggunaan

Bagi sebuah bisnis memutuskan apakah akan menggunakan metode single entry atau double entry tergantung dengan jenis bisnis yang dijalankan. Pada awalnya, single entry digunakan pemerintah Indonesia sebagai dasar pembukuan/pencatatan. Hal ini cukup beralasan karena penggunaan single entry jauh lebih mudah dan praktis. Namun, karena tingginya tuntutan adanya good public governance, perubahan sistem pencatatan ke double entry perlu diterapkan karena dengan sistem pencatatan ini dapat dihasilkan laporan keuangan yang lengkap dan auditable.

Di luar pemerintahan, bisnis kecil dengan kepemilikan tunggal atau bisnis berbasis rumahan mungkin tidak memerlukan metode double entry untuk mencatat transaksi keuangannya. Dan biasanya pemilik bisnis kecil tidak memulai usahanya dengan metode ini. Lebih mudah bagi mereka untuk menggunakan metode single entry dengan cukup menambahkan kas yang masuk dan mengurangi kas keluar.

Sementara itu apabila bisnis yang dijalankan memiliki beberapa piutang atau hutang, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan sistem double entry. Dalam metode double entry, tiap transaksi dicatat ke dalam dua akun, debit dan kredit. Setiap transaksi harus saling menyeimbangkan.

Sebagai contoh ketika bisnis sedang melakukan pembelian komputer. Dalam metode single entry, cukup mengurangi harga pembelian dari total pendapatan. Sementara dalam metode double entry, aset bertambah berupa komputer akan dimasukkan ke kolom debit dan biaya pembelian dimasukkan ke dalam kolom kredit karena mengurangi kas bisnis. Mengenai dua akun iini, perlu diperhatikan bahwa debit tidak selalu bertambah, dan kredit pun tidak selalu berarti berkurang.

 

Keuntungan dan Kerugian Single Entry

Yang menjadi poin utama dari keunggulan penggunaan single entry adalah sederhana sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis. Metode ini hanya memiliki dua daftar, yakni penghasilan dan pengeluaran. Namun format sederhana ini yang membuat hasil laporannya kurang lengkap. Sehingga sulit untuk mengontrol setiap transaksi yang terjadi. Selain itu, apabila terjadi kesalahan akan sulit untuk mencari letak dan asal muasal kesalahan tersebut.

 

Keuntungan dan Kerugian Double Entry

Sebagian besar bisnis menengah dan besar menggunakan metode double entry yang melacak pendapatan, pengeluaran serta aset dan liabilitas. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang diharuskan menghasilkan laporan aset dan liabilitasnya (neraca). Dengan sistem pencatatan seperti membuat perhitungan yang dilakukan lebih akurat karena menunjukkan semua saldo akun. Dengan kejelasan informasi ini maka kesalahan yang terjadi dapat dilacak jejaknya. Namun jika sudah menggunakan metode double entry maka kesalahan yang terjadi sangatlah kecil. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah human error.

Data yang tercatat dengan jelas tentu saja menyimpan kerumitan di baliknya. Proses pembukuannya memang cukup rumit karena harus menyeimbangkan antara debit dan kredit. Tentu saja tidak semua orang dapat melakukan ini sehingga dibutuhkan sumber daya manusia tambahan serta biaya tambahan untuk melakukannya. Waktu yang dibutuhkan pun akan lebih banyak karena perlu verifikasi berulang kali apalagi jika terdapat human error yang sangat membingungkan.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-dasar-metode-single-entry-dan-double-entry/

Inilah 5 Peran Utama Akuntansi Bagi Perusahaan

Anda mungkin sudah familiar dengan istilah akuntansi. Bagi yang duduk di bangku sekolah, mereka mungkin lebih mengenal akuntansi dari mata pelajaran yang disuguhkan. Dan bagi pebisnis, akuntansi sudah sangat familiar dan melekat dengan kehidupan sehari-hari di perusahaan. Lalu apakah pengertian akuntansi tersbut. Akuntansi adalah suatu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa, menafsirkan, membuat laporan dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya. Atau dapat disederhanakan dengan proses  pencatatan yang sistematis dan terperinci dari transaksi keuangan suatu bisnis. Berdasarkan pengertian di atas tentu saja peran akuntansi bagi perusahaan sudah tidak diragukan lagi. Akuntansi bagi perusahaan memainkan peranan penting karena membantu dalam proses jalannya bisnis. Lalu apa sajakah peran-peran utama akuntansi bagi perusahaan yang kerap ditemukan dalam kehidupan bisnis. Berikut penjelasannya.

Informasi Keuangan

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Memilih Software Akuntansi Terbaik

Peran pertama dari akuntansi bagi perusahaan adalah sebagai sumber informasi keuangan perusahaan tersebut. Bagian di dalam akuntansi seperti pembukuan dan laporan keuangan menyediakan berbagai informasi mengenai berbagai macam transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Berbagai data yang berhubungan dengan keuangan akan di catat dalam buku besar secara terperinci dan rutin. Buku besar nantinya akan diteruskan dan menghasilkan laporan keuangan. Maka dari itu, sebaiknya Anda menyusun pembukuan dengan rapi serta rutin dalam memperbaharui data. Tentunya hal ini akan jauh lebih efektif serta efisien apabila Anda memanfaatkan software akuntansi yang akan mencatat semua laporan keuangan perusahaan Anda. Salah satu software akuntansi terbaik dengan pencatatan dan pengolahan data otomatis adalah Jurnal.

Analisis Bisnis

Setelah dikumpulkan, data-data akuntansi tersebut diolah dan akan digunakan sebagai pisau analisis kinerja perusahaan. Data akuntansi mencerminkan kinerja serta posisi keuangan suatu perusahaan. sehingga dapat membantu Anda untuk memahami apa yang terjadi pada perusahaan serta membandingkan data saat ini dengan data sebelumnya. Jika terdapat variasi substansial dalam kinerja, pengusaha dapat menerapkan perubahan dalam perusahaan untuk mengoreksi perbedaan-perbedaan ini. Semakin sering data akuntansi disajikan, maka akan semakin mudah dalam peninjauan dan analisis yang membuka peluang manajemen mengenali masalah kecil sebelum menjadi masalah besar.

Perencanaan Bisnis

Peran ini nantinya akan erat hubungannya dengan penganggaran perusahaan. Karena salah satu penggunaan paling umum dari informasi akuntansi adalah untuk membuat penganggaran dan perkiraan untuk perencanaan bisnis. Dengan menggunakan data dari periode sebelumnya, perusahaan akan membuat anggaran dan rencana yang sebaiknya dilakukan untuk periode mendatang. Data ini dipakai mulai dari proyeksi penjualan dan keuntungan, evaluasi, pembuatan usulan anggaran, perencanaan bisnis berikutnya, negosiasi, hingga tinjauan dan persetujuan.

Penghubung dengan Pihak Ketiga

Selain berhubungan dengan urusan dalam perusahaan, akuntansi juga ada untuk membantu perusahaan untuk terhubung dengan pihak luar. Para akuntan dan data-data akuntansi yang diolahnya berfungsi sebagai jembatan penghubung antara perusahaan dengan pihak ketiga untuk mengambil keputusan terkait kerja sama, proses jual beli, investasi serta transaksi lainnya. Data akuntansi memberi informasi kepada pihak vendor ataupun investor untuk kemudahan pengambilan keputusan terkait perusahaan Anda. Tentu hal ini sangatlah masuk akal sebab investor tidak akan melakukan investasi tanpa adanya informasi keuangan yang mutakhir dan juga akurat. Tidak sampai di situ, akuntansi dan elemen yang ada di dalamnya pun dapat menjadi penghubung antara perusahaan dengan pemerintah dalam hal pelaporan pajak dan proses audit.

Pengambilan Keputusan Investasi

Jika poin sebelumnya lebih membahas mengenai pihak ketiga yang melakukan investasi ke dalam perusahaan, maka pada poin ini peran akuntansi berfungsi untuk memberi perusahaan pertimbangan ketika akan melakukan investasi ke luar. Perusahaan biasanya menggunakan data akuntansi untuk menentukan cara menginvestasikan dana. Dari hasil analisis keuangan perusahaan akan dilihat berapa banyak uang tunai yang dibutuhkan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Setelah hal ini selesai ditentukan, kemudian akan dipilih saham, obligasi atau investasi mana yang cocok untuk menyimpan uang tunai tersebut selama periode waktu yang dibutuhkan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/inilah-5-peran-utama-akuntansi-bagi-perusahaan/

7 Tips Keuangan Perusahaan yang Pengusaha Harus Ikuti

Pengelolaan keuangan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah usaha, baik itu usaha kecil, apalagi untuk perusahaan. Pengusaha perlu mengelola keuangan mereka untuk banyak tujuan, mulai dari persiapan untuk bertahan di masa-masa sulit hingga untuk mempersiapkan kesuksesan berikutnya. Pengelolaan keuangan yang baik dan efektif akan membuat perbedaan yakni dari yang awalnya jatuh sedikit demi sedikit tumbuh menjadi usaha yang terus menaiki tangga kesuksesan. Ada beberapa tips keuangan perusahaan yang harus diikuti oleh pengusaha agar terus tumbuh. Tips keuangan perusahaan ini tidak hanya membuka peluang bisnis Anda, tetapi juga membuka wawasan Anda untuk strategi selanjutnya. Berikut tips keuangan perusahaan yang harus diikuti perusahaan yang telah dirangkum oleh Jurnal.

Buat Anggaran

Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam perusahaan adalah membuat anggaran perusahaan. Anggaran yang disusun sejak awal akan membantu Anda mengelola keuangan secara efektif sepanjang tahun. Anggaran bertindak sebagai penuntun yang memungkinkan Anda membuat keputusan bisnis jauh. Bila dilihat dari jauh, pembuatan anggaran juga akan sangat membantu Anda lebih mudah mengatur rencana ekspansi. Anggaran awal yang Anda buat tidak harus selalu menggunakan yang tepat. Buatlah perkiraan-perkiraan dana yang mendekati. Seiring dengan berjalannya waktu, pembuatan anggaran ini akan mengasah proyeksi terhadap masa depan perusahaan.

Kelola Persediaan dengan Optimal

Tips keuangan perusahaan yang efektif berikutnya adalah mengontrol persediaan perusahaan anda dengan optimal. Dengan menjaga persediaan, Anda pun sekaligus menjaga arus kas berjalan dengan lancar dan meningkatkan keuntungan. Sebaiknya tidak menyimpan stok terlalu banyak karena akan menjadi aset yang tidak digunakan. Tentu saja ini akan menyia-nyiakan biaya yang dikeluarkan. Namun, jangan pula menyediakan stok terlalu sedikit. Kelola persediaan dengan baik, maka stok yang disediakan pasti akan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. Sebagai hasilnya, Anda dapat mencegah aset menjadi tidak digunakan dan memiliki cukup arus kas untuk biaya operasional lainnya.

Lakukan Pembukuan

Mencatat setiap transaksi dengan teratur merupakan tips pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien untuk setiap perusahaan. Anda akan lebih mudah untuk melacak keuangan apabila telah dikumpulkan dalam satu wadah. Sehingga ketika ada urusan yang membutuhkan catatan transaksi dengan cepat, Anda tidak perlu panik. pembukuan juga akan membantu mengidentifikasi kebiasaan pengeluaran berlebihan dan kemungkinan pendapatan yang dapat digunakan sebagai tabungan. Pembukuan juga akan membuat pelaporan pajak lebih mudah.

Hindari Melakukan Pinjaman Terlalu Banyak

Sebagian besar pengusaha perlu mengambil beberapa pinjaman untuk memulai dan menjalankan usaha. Namun, sangat penting untuk berhati-hati seberapa jumlah yang dipinjam dan ketentuan apa saja yang menyertainya. Mengambil hutang yang terlalu banyak serta berbunga tinggi dapat menjadi bumerang dan justru melumpuhkan perusahaan dengan mudah. Jangan mengambil hutang lebih dari yang diperlukan dan pastikan untuk sudah membuat rencana pembayarannya. Usahakan pula untuk mebayar hutang tersebut tepat waktu agar tidak semakin menumpuk hingga sulit untuk dilunasi. Pengelolaan hutang ini tidak hanya akan meringankan Anda sebagai pengusaha, tetapi juga akan menjaga hubungan baik dengan kreditur dan vendor.

Tingkatkan Investasi

Jangan mengandalkan pendapatan usaha Anda pada satu sumber saja. ada banyak cara untuk menambah pendapatan salah satunya adalah dengan berinvestasi. Carilah investor yang tepat dengan meneliti usaha yang mereka jalankan dan bagaimana keterlibatan mereka pada usaha-usaha sebelumnya. Investor yang tepat akan menjadi aset bagus karena dapat memberikan dana yang lebih banyak dibandingkan dengan melakukan pinjaman. Bekerja sama dengan investor akan meningkatkan skala usaha Anda. Berbeda dengan kreditur, investor akan membantu usaha Anda ketika masa-masa sulit.

Tingkatkan Tabungan

Tabungan adalah cadangan yang paling ampuh untuk membantu operasional usaha Anda bila terjadi penurunan. Tabungan akan benar-benar membantu Anda menghadapi masa-masa sulit dalam mempertahankan bisnis. Jangan habiskan seluruh keuntungan perusahaan untuk dibagi kepada para pemilik modal. Sisihkan beberapa persen untuk dialokasikan sebagai tabungan yang nantinya digunakan untuk mengembangkan dan membantu perusahaan.

Pilih Software Akuntansi yang Sesuai

Jika Anda belum memindahkan data dari komputer ke software akuntansi, maka lakukan sekarang juga. Software ini akan membantu Anda untuk menyimpan data dengan lebih aman. Apabila Perusahaan Anda menyimpan seluruh data keuangan di dalam komputer kantor secara offline, maka ketika terdapat masalah di dalamnya, Anda akan kehilangan data-data tersebut. Namun apabila Anda memindahan data tersebut ke software yang telah berbasis online, maka data Anda akan bertahan. dengan software akuntansis berbasis cloud semua pekerjaan akan disimpan dan diperbarui secara otomatis dan realtime serta dapat diakses melalui gadget atau smartphone, laptop, atau komputer hanya dengan syarat terhubung dengan internet. Anda tidak perlu lagi menyimpan data akuntansi secara manual di harddrive komputer.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/7-tips-keuangan-perusahaan-yang-pengusaha-harus-ikuti/

Manfaat Pembukuan Bagi Perusahaan

Pembukuan dalam perusahaan adalah dasar dari sistem akuntansi yang dijalankan di dalamnya. Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut. Seperti poin yang dicatat, manfaat pembukuan bagi perusahaan juga cukup banyak. Manfaat pembukuan bagi perusahaan tersebut bukan hanya dirasakan untuk operasional saat ini, tetapi juga untuk pengembangan di masa depan. Ini karena pembukuan dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap bagaimana kelangsungan hidup perusahaan Anda. Tanpa adanya pembukuan yang benar, maka akan menyulitkan Anda mengambil keputusan agar dapat melakukan kinerja yang efisien dalam perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat pembukuan bagi perusahaan Anda.

Pemisah Aset Bisnis dan Aset Pribadi

Menjalankan sebuah bisnis berarti Anda berkomitmen untuk profesional dalam setiap lini termasuk dalam hal keuangan. Jangan sekali-kali Anda menerapkan manajemen rumah tangga dalam perusahaan. Manajemen seperti ini yakni pengelolaan aset bisnis dan aset pribadi menjadi satu. Pemilik bisnis jenis ini akan sulit untuk membedakan mana yang merupakan aset pribadi dan perusahaan. Anda bisa saja menggunakan keuangan pribadi untuk perusahaan dan begitupun sebaliknya. Jika hal ini diteruskan maka akan menjadi bom waktu dan merugikan diri Anda sendiri juga bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu Anda harus mengerti pentingnya pembukuan untuk perusahaan. Pembukuan yang dilakukan dengan teratur akan membantu Anda untuk lebih mudah memisahkan antara aset bisnis dan aset pribadi sehingga tidak bercampur. Dengan demikian, bisa diketahui hasil yang diperoleh dan mengalokasikannya untuk rencana usaha kedepannya.

Menunjukkan Jumlah Keuntungan yang Didapat

Mendirikan sebuah bisnis tidak terlepas dari permasalahan untung dan rugi. Ada fase dimana perusahaan yang Anda jalankan mendapatkan keuntungan dan ada kalanya harus mengalami kerugian. Dibutuhkan pembukuan untuk memantau kinerja perusahaan Anda. Buku besar memuat modal, beban pengeluaran serta pendapatan yang diterima dalam suatu periode akuntansi. Dari informasi inilah Anda dapat melihat dan menganalisa berapa jumlah keuntungan yang diperoleh.

Acuan dalam Pembuatan Keputusan

Analisis Laporan Keuangan & Jenis-Jenisnya yang Harus Diketahui

Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi alat analisis bagi kinerja bisnis. Hasil analisis ini nantinya digunakan sebagai acuan membuat keputusan dan mengembangkan strategi bisnis selanjutnya. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap. Dan proses pembukuan yang akan menyediakannya dan memberikan gambaran secara jelas.

Acuan dalam Perhitungan dan Pelaporan Pajak

Sebuah perusahaan tentunya memiliki tanggung jawab untuk melaporkan pajak. Untuk pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun terakhir. Ada banyak transaksi yang harus dimasukkan serta dihitung untuk mendapatkan jumlah pajak yang harus dilaporkan. Proses ini akan sangat merepotkan jika perusahaan Anda tidak mengumpulkannya sedikit demi sedikit setiap harinya. Dengan adanya pembukuan, Anda dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain sebagainya.

Laporan kepada Pihak Eksternal

Banyak pihak eksternal yang berhubungan dengan perusahaan Anda, baik itu investor, kreditur, perusahaan lain yang ingin bekerja sama serta masyarakat sebagai konsumen. Pihak-pihak ini pastinya tidak akan memberikan bantuan atau menjalin kerja sama dengan perusahaan yang tidak memiliki prospek. Mereka kerap kali meminta laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan. Pihak-pihak ini akan condong ke perusahaan Anda ketika Anda telah mengatur informasi keuangan secara teratur. Selain itu, semakin besar perusahaan Anda maka semakin besar pula kewajiban untuk mengunggah laporan keuangan sebagai transparansi kepada masyarakat yang mengonsumsi produk dan jasa Anda. Di sinilah pembukuan sangat diperlukan untuk memenuhi laporan-laporan kepada pihak eksternal ini.

Itu tadi beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika perusahaan Anda melakukan pembukuan secara teratur dan detail. Dengan banyaknya hal lain yang harus diperhatikan, pembukuan secara teratur akan membantu Anda terbebas dari kesulitan dalam melakukan pengaturan keuangan perusahaan.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/manfaat-pembukuan-bagi-perusahaan/

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Laporan Arus Kas Metode langsung adalah metode pembuatan Laporan Arus Kas di mana informasi arus kas aktual (basis kas) – alih-alih informasi akrual– dari komponen Arus Kas dari Aktivitas Operasional perusahaan digunakan.

Laporan Arus Kas yang disajikan dengan menggunakan Metode Langsung mudah dibaca karena laporannya mencantumkan semua penerimaan dan pembayaran kas kepada objek tertentu selama periode berjalan. Dengan kata lain, Laporan Arus Kas Metode Langsung mencantumkan dari dan kepada siapa Arus Kas masuk dan keluar berasal.

Setelah semua sumber Arus Kas tercatat, total pembayaran kemudian dikurangkan dari penerimaan kas untuk menghitung Arus Kas bersih dari Aktivitas Operasi. Kemudian total nilai bersih Arus Kas dari Kegiatan Investasi dan Pendanaan juga ditambahkan untuk mendapatkan nilai kenaikan atau penurunan Kas Bersih.

Perbedaan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung


Sedangkan untuk metode langsung, satu-satunya bagian dari Laporan Arus Kas yang terlihat berbeda dalam penyajiannya adalah pada bagian Arus Kas dari Aktivitas Operasional. Metode Langsung hanya mencantumkan total penerimaan kas dan pembayaran yang dilakukan selama periode operasional berjalan. 
Unsur Umum dalam Komponen Laporan Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungBerikut daftar jenis penerimaan kas dan pembayaran yang paling umum digunakan dalam format Metode Langsung:

  • Penerimaan Kas dari Pelanggan
  • Pembayaran/Pembelian kepada Pemasok
  • Pembayaran kepada Karyawan (Gaji Karyawan)
  • Pembayaran bunga dan pajak
  • Pembayarn Kas dari Pembelian Aset Tetap
  • Penerimaan Kas dari Penerbitan Saham
  • Dan lainnya

Seperti yang Anda lihat, daftar pembayaran dan penerimaan tersebut memberi pengguna Laporan Keuangan cukup informasi mengenai dari mana saja sumber penerimaan dan kepada siapa pembayaran dilakukan. Ini adalah salah satu keunggulan utama dari Metode Langsung dibandingkan dengan metode Tidak Langsung. Investor, kreditor, dan manajemen dapat benar-benar melihat dari mana perusahaan mengumpulkan dana dan kepada siapa perusahaan itu membayar dana. Sayangnya, metode tidak langsung tidak mencantumkan detail informasi tersebut.

Kekurangan dari Penggunaan Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungMasalah dari penggunaan Metode Langsung adalah pembuatannya yang sulit dan cukup memakan waktu. Tidak semua perusahaan ataupun bisnis mencatat dan menyimpan setiap informasi transaksi dari pelanggan dan kepada pemasok secara mendetail. Peristiwa bisnis biasa dicatat di laporan laba rugi dan Neraca seperti jumlah Penjualan, Persediaan, Aset, dan Inventaris lainnya. Sangat melelahkan bagi sebagian besar perusahaan untuk mengumpulkan dan mengompilasi detail informasi tersebut dengan metode ini.

Tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk mencatat semua jenis pengeluaran dan penerimaan kas menjadikan Metode Tidak Langsung sebagai metode yang lebih disukai dan lebih umum digunakan. Karena sekarang ini banyak perusahaan menggunakan metode akuntansi akrual untuk menyiapkan Laporan Keuangannya. Perusahaan yang mempraktikkan akuntansi akrual biasanya tidak mengumpulkan dan menyimpan informasi transaksi tiap pelanggan atau pemasok.

Komponen Pada Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungKomponen Laporan Arus Kas dibagi menjadi tiga bagian utama dan digunakan baik di Metode Langsung maupun Tidak Langsung. Tiga bagian tersebut adalah: Arus Kas dari Aktivitas Operasional, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional

Komponen ini meliputi transaksi dari seluruh aktivitas operasional bisnis. Dengan kata lain, bagian aktivitas operasional mewakili uang kas yang dikumpulkan dari kegiatan yang menghasilkan pendapatan utama dari bisnis – seperti penjualan produk dan pendapatan jasa. Arus Kas dari Kegiatan Operasional bersifat jangka pendek dan hanya memengaruhi pada periode berjalan. Misalnya, pembayaran/pembelian persediaan termasuk kegiatan operasional karena berkaitan dengan aktivitas operasional utama perusahaan dan berlaku pada periode berjalan. Sederhananya, Arus Kas dari Aktivitas Operasional dihitung dengan menyesuaikan nilai Laba Bersih dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun Aset dan Liabilitas Lancar.

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Komponen in terdiri dari Arus Kas Masuk dan Keluar yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian Aset jangka panjang. Dengan kata lain, bagian investasi dari komponen ini merepresentasikan uang kas yang dikumpulkan oleh perusahaan dari penjualan Aset jangka panjang atau jumlah uang yang dihabiskan untuk membeli Aset jangka panjang baru. Unsur yang terdapat dalam komponen ini hanyalah bentuk Investasi yang bersifat jangka panjang dan diperkirakan akan digunakan lebih dari satu periode akuntansi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi dihitung dengan menjumlahkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam akun Aset Tetap.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Komponen ini terdiri dari transaksi tunai yang mempengaruhi akun Liabilitas Jangka Panjang dan ekuitas. Dengan kata lain, komponen pembiayaan pada Laporan Arus Kas mewakili jumlah uang tunai yang dikumpulkan dari menerbitkan saham atau mengambil pinjaman dan jumlah uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen dan utang jangka panjang. Anda dapat menganggap kegiatan pendanaan sebagai cara perusahaan mendanai operasinya baik melalui utang jangka panjang atau pembiayaan ekuitas. Arus kas pembiayaan dihitung dengan menambah atau mengurangi terkait perubahan-perubahan yang terjadi di dalam semua akun Liabilitas dan Ekuitas jangka panjang.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Berikut adalah contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung yang bisa Anda dapatkan dari software akuntansi Jurnal.

laporan arus kas metode langsung

Baik Metode Langung maupun Tidak Langsung memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/overview-dan-contoh-laporan-arus-kas-metode-langsung/

5 Tahap Sederhana Prosedur Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Dan setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Dan proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:

  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.

 

Prosedur Rekonsiliasi Bank

rekonsiliasi bank

1. Melakukan Perbandingan Antara Saldo Kas di Buku Besar Perusahaan dan Rekening Koran dari Bank

Perusahaan yang mendaftarkan rekening giro di bank, pada setiap akhir bulan tentunya mendapatkan laporan berupa rekening koran dari bank yang bersangkutan. Rekening tersebut berisi berbagai transaksi perusahaan seperti cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya, serta saldo kas perusahaan yang tersimpan di bank. Rekening koran ini dapat digunakan untuk membandingkan catatan yang ada di dalamnya dengan catatan yang dibuat di buku besar oleh perusahaan. Dalam proses perbandingan ini, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan. Pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat.

2. Catat Transaksi yang Dilakukan oleh Bank

Transaksi tercantum yang dilakukan oleh bank adalah transaksi yang bersifat otomatis dan mudah dilacak dengan berpatokan pada rekening koran tersebut. Transaksi ini biasanya berupa biaya layanan bank dan pendapatan bunga dari rekening di bank. Catat transaksi-transaksi tersebut terlebih dahulu ke dalam buku besar perusahaan, baru kemudian diteruskan ke langkah selanjutnya.

3. Lakukan Penelusuran terhadap Transaksi yang Masih dalam Proses

Seperti yang telah dijelaskan pada prosedur pertama, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank berada pada nominal yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan baik dari perusahaan maupun bank. Bisa dalam bentuk deposit in transit atau outstanding check. Deposit in transit atau setoran dalam proses adalah uang tunai dan / atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Penyebab lainnya yaitu jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali. Sementara outstanding check atau cek beredar adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Dua komponen ini merupakan komponen yang menyebabkan selisih paling besar pada nominal saldo kas. Oleh karenanya perlu dilakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan transasksi tersebut.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank dan Hitung Selisihnya

Tahap selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi bank. Di dalam lembar kerja inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai wadah untuk menghitung keseluruhan transaksi yang telah tercatat. Setelah perhitungan tersebut akan ditemukan selisih sebenarnya antara saldo yang ada di rekening bank dengan saldo yang tercatat di buku besar perusahaan. Jika tidak terdapat selisih nominal saldo, maka proses rekonsiliasi bank telah tuntas. Namun jika masih ada selisih diantara keduanya maka perlu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penelusuran dan Pengecekan Ulang

Tahap ini dilakukan apabila terdapat selisih nominal antara saldo di buku besar perusahaan dan rekening bank. Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan pengecekan ulang terhadap penyebab masalahnya. Jika nominal selisihnya kurang dari satu juta, kemungkinan kesalahan terjadi ketika memasukan angka dalam pencatatan yang dilakukan oleh akuntan. Namun, jika nilai selisihnya lebih dari satu juta, kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Dalam melaksanakan prosedur rekonsiliasi bank ini, diperlukan kesabaran, ketelitian dan kecermatan. Untuk perusahaan besar tentunya akan banyak sekali transaksi yang harus diperiksa dan tidak boleh tertinggal satupun.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/5-tahap-sederhana-prosedur-pelaksanaan-rekonsiliasi-bank/

Akuntansi Keuangan: Standarisasi dan Fungsinya

Hingga saat ini, peranan akuntansi sangat penting dalam membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan ekonomi, dan peran penting ini semakin disadari oleh banyak pebisnis dan perusahaan. Akuntansi memegang perananan penting dalam membantu tugas manajemen, khususnya saat menjalankan fungsi pengawasan dan perencanaan. Secara garis besar, makna akuntansi keuangan fokus pada pencatatan transaksi keuangan Bisnis atau perusahaan. Pencatatan yang dimaksud adalah pendataan yang dilakukan secara teratur menurut sistem dan lengkap. Transaksi keuangan yang dicatat pun spesifik di dalam suatu bisnis dan dalam kurun waktu tertentu. Sementara, akuntansi keuangan berarti suatu bagian dari akuntansi yang berkaitan erat dengan penyiapan laporan keuangan.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Akuntan dalam suatu perusahaan biasanya bertugas untuk melakukan berbagai pencatatan atau laporan keuangan. Laporan Keuangan yang disajikan harus sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum, atau harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tentang petunjuk dan prosedur yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan yang mengacu pada teori-teori tentang penafsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1994. Namun, di dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar Akuntansi Keuangan Internasional dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB,  merupakan suatu standar laporan keuangan yang dapat diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

Fungsi Akuntansi Keuangan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan bagi pihak luar, misalnya seperti pemegang saham, pemasok, kreditur dan lainnya. Berarti, akuntansi keuangan merupakan sebuah sistem yang mengatur pencatatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, hingga menyusun laporan mengenai transaksi yang terjadi. Sehingga dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang meliputi proses pencatatan hingga penganalisaan data-data keuangan perusahaan dan produk yang dihasilkan dari kegiatan tersebut berupa laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan keuangan yang digunakan untuk kepentingan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Salah satu fungsi utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan laporan keuangan, maka dapat dilihat keadaan keuangan di suatu perusahaan dan perubahan apa saja yang telah terjadi di dalamnya. Informasi mengenai keuangan perusahaan sangat dibutuhkan oleh tim manajemen. Karena dapat digunakan untuk membantu dalam membuat atau mengambil keputusan, yang nantinya keputusan tersebut dapat mempengaruhi keadaan perusahaan. Adapun beberapa fungsi akuntansi secara umum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui dan menghitung laba atau rugi yang telah didapat oleh perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan.
  3. Dapat membantu menetapkan hak bagi masing-masing pihak yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal.
  4. Untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai aktivitas yang terjadi pada perusahaan.
  5. Untuk membantu perusahaan dalam mencapai target yang telah ditentukan.

Tahapan Pembelajaran Akuntansi

Terdapat beberapa tahapan dalam pembelajaran akuntansi yang perlu dipahami oleh para pebisnis atau pengusaha. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Pengantar Akuntansi Dasar, yaitu pemahaman tentang Persamaan Dasar-dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akuntansi, Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum, dan Pembuatan Kertas Kerja Laporan Keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan, yaitu pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi kebijakan dan prosedur kas dan setara kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, dan pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan, mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha, Integritas Penyajian Laporan Keuangan, dan Analisa Laporan Keuangan. Selain itu juga tentang Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, serta Investasi saham.

 

Salah satu hasil dari kegiatan akuntansi yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan nantinya dapat digunakan untuk kepentingan pihak internal dan eksternal perusahaan. Jenis-jenis laporan yang dihasilkan dari kegiatan akuntansi diantaranya adalah laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca, laporan ekuitas, dan berbgai laporan lainnya yang diperlukan oleh bisnis Anda.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-keuangan-standarisasi-dan-fungsinya/

Kenali Perbedaan Pembukuan dan Akuntansi

Pembukuan dan akuntansi merupakan dua istilah yang sering ditemukan dalam pengelolaan perusahaan. Keduanya saling berkaitan dan sama-sama penting dalam Keuangan Suatu Perusahaan. Pembukuan adalah langkah awal dari kegiatan akuntansi, dan bisa dikatakan sebagai landasan dasar dalam proses akuntansi. Jika dilakukan dengan benar, maka kegiatan akuntansi akan berjalan dengan baik. Akan tetapi di balik itu semua, pembukuan dan akuntansi juga mempunyai perbedaan. Perbedaan pembukuan dan akuntansi ini kerap kali tidak disadari oleh pemilik bisnis. Padahal, apabila dipelajari lagi secara mendalam, perbedaan pembukuan dan akuntansi sudah dapat dilihat bahkan dari pengertiannya. Untuk penjelasan lebih lengkap, berikut penjelasan lebih dalam mengenai apa saja perbedaan pembukuan dan akuntansi.

Pengertian Pembukuan dan Akuntansi

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Memilih Software Akuntansi Terbaik

Perbedaan pertama adalah dari pengertian pembukuan dan akuntansi itu sendiri. Akuntansi merupakan sebuah istilah yang lebih luas. Akuntansi adalah suatu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa,menafsirkan, membuat laporan, dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya. Individu yang bertanggungjawab terhadap proses ini disebut akuntan. Sementara itu, pembukuan adalah tahap mencatat dalam proses akuntansi. Pembukuan mengacu pada aspek penyimpanan catatan akuntansi, dan ini mencakup semua informasi mengenai transaksi dan aktivitas keuangan suatu bisnis. Dari pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi itu sendiri.

Tujuan Pembukuan dan Akuntansi

Setiap transaksi bisnis yang dicatat dalam pembukuan seperti kas, barang, penjualan dan pembelian bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pendapatan dan pengeluaran pada akhir periode akuntansi. Sementara itu, proses akuntansi bertujuan untuk menyediakan berbagai laporan yang dapat menyatukan indikator utama keuangan. Hasilnya adalah pemahaman yang lebih baik tentang profitabilitas aktual, dan kesadaran akan arus kas dalam bisnis. Akuntansi mengubah informasi dari buku besar menjadi pernyataan yang mengungkap gambaran bisnis yang lebih besar.

Kualifikasi

Pemegang buku atau bookkeeper yang bertanggung jawab mencatat transaksi bisnis sehari-hari setidaknya memiliki gelar diploma dalam bidang akuntansi. Seorang pemegang buku dituntut untuk akurat dalam penyajian data, karena buku besar berisikan informasi detail mengenai transaksi perharinya. Seorang pemegang buku juga harus memiliki pengetahuan mengenai topik-topik keuangan yang utama. Selama bekerja, mereka akan diawasi oleh akuntan ataupun pemilik bisnis yang pembukuannya sedang diproses.

Untuk kualifikasi pekerjaan akuntansi, biasanya akan dikelola oleh seorang akuntan yang setidaknya telah memperoleh gelar sarjana. Akuntan juga sebaiknya memperoleh sertifikasi profesional tambahan dengan mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Seorang akuntan pada umumnya mampu mengerjakan tugas yang cukup luas bahkan hingga melakukan melakukan audit, meninjau laporan, dan mewakili klien sebelum IRS. Mereka dituntut untuk teliti, terukur, skeptis, logis, konsisten, disiplin serta patuh terhadap etika yang berlaku.

Ruang Lingkup Kerja

Kegiatan pembukuan antara lain, menerbitkan faktur kepada pelanggan, mencatat faktur dari supplier, mencatat perubahan dalam persediaan, mencatat penerimaan kas dari pelanggan, membayar supplier, memproses transaksi kas kecil, serta memproses payroll. Sementara, kegiatan dalam akuntansi antara lain, membuat daftar akun, menyiapkan Buku Besar, merancang laporan keuangan, menerbitkan laporan manajemen yang disesuaikan dengan isu-isu yang spesifik, membuat anggaran dan membandingkannya dengan hasil sebenarnya, serta membuat laporan pajak dan lain sebagainya.

Analisis

Seorang  pemegang buku memang tidak dituntut untuk memiliki skill yang terlalu banyak, karena proses pembukuan hanya pada pencatatan tanpa memerlukan analisis apa pun. Sementara seorang akuntan haruslah memiliki skill yang mumpuni untuk dapat menganalisis dan menginterpretasikan informasi di buku besar ke dalam laporan.

Meskipun terdapat perbedaan di antara keduanya, namun dalam praktiknya semua hal tersebut bisa saja kabur. Ini karena pembukuan dan akuntansi merupakan hal yang berhubungan dan keduanya pun dapat berkolaborasi. Catatan keuangan yang terorganisir dan keuangan seimbang yang dihasilkan oleh pemegang buku, ditambah dengan strategi keuangan yang cerdas dan pengarsipan pajak yang akurat oleh akuntan, berkontribusi langsung pada keberhasilan jangka panjang setiap bisnis.

Kemajuan teknologi yang menghasilkan otomatisasi dalam berbagai proses pengelolaan keuangan perusahaan juga berperan aktif dalam pengaburan perbedaan ini. Otomatisasi telah membebaskan para pemegang buku dari tugas yang berulang dan monoton. Ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan skill dan memegang tugas yang lebih kompleks.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/kenali-perbedaan-pembukuan-dan-akuntansi/

Mengenal Anggaran Kas dan Cara Menyusun Anggaran Kas

Kas merupakan salah satu aset yang menentukan berjalan atau tidaknya operasional perusahaan. Bahkan perusahaan harus memastikan ada kas untuk periode yang akan datang beberapa bulan sebelum periode baru dimulai. Tanpa adanya kas, dipastikan masalah keuangan suatu usaha akan terhambat. Meskipun dalam jangka pendek mungkin bukan suatu masalah yang besar tetapi jika dibiarkan secara terus menerus maka perusahaan dapat mengalami defisit. Karenanya perusahaan memiliki tugas yang besar untuk mengendalikan kas. Sehingga dalam menjalankan operasional untuk menjaga kelangsungan hidupnya, perusahaan juga harus membuat pengendalian kas yang efektif. Lalu bagaimana caranya?

Salah satu cara untuk mengendalikan kas dengan efektif yakni dengan membuat anggaran kas. Anggaran kas memiliki peran yang penting untuk mengendalikan kas. Di mana Anda dapat mengetahui kemampuan perusahaan untuk menambah sumber dana internalnya dan juga memperkirakan saldo kas akhir tahun yang akan ditetapkan.

Apa itu Anggaran Kas?

Menurut Syamsudin, anggaran kas adalah suatu alat yang dapat digunakan oleh manajer untuk memperkirakan kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan mengetahui kekurangan dan kelebihan uang selama periode anggaran atau budget. Selain itu, Munandar (1985), berpendapat bahwa anggaran kas merupakan anggaran yang direncanakan secara rinci mengenai semua jumlah kas dan perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu di masa yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan maupun pengeluaran.

Tujuan Anggaran Kas

Bagi sebuah perusahaan untuk mengetahui keadaan surplus atau defisit kasnya, tidak bisa hanya dengan melihat kegiatan operasionalnya tetapi melalui anggaran kas yang sudah dibuat. Karenanya, anggaran kas dibuat dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Alat memantau keadaan kas secara terus menerus.
  2. Menyesuaikan kas dengan total modal kerja, biaya, pendapatan penjualan dan utang.
  3. Memberikan gambaran posisi kas akhir setiap periode dari kegiatan operasionalnya.
  4. Menemukan kekurangan dan kelebihan kas, serta menentukan kebutuhan pembiayaan dari kelebihan kas untuk investasi.
  5. Mengukur keberhasilan atas target yang sudah dibuat.
  6. Alat mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan

Cara Menyusun Anggaran Kas

Untuk menyusun anggaran kas sebenarnya cukup mudah, Anda hanya memperhatikan hal berikut:

a. Menghitung Penerimaan Kas

Secara umum, penerimaan kas berasal dari:

– Penagihan piutang

– Penjualan tunai

– Penjualan aktiva tetap

– Penerimaan lain-lain (non-operating), misalnya penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen dan sebagainya.

b. Menghitung Pengeluaran Kas

Pengeluaran kas yang terjadi dalam perusahaan biasanya berupa pengeluaran biaya-biaya, baik itu biaya utama (operating) dan biaya-biaya bukan utama (non-operating). Contohnya:

– Pembelian bahan baku secara tunai

– Pembayaran utang

– Pembayaran upah tenaga kerja langsung

– Pembayaran biaya pabrik tidak langsung

– Pembayaran biaya administrasi

– Pembayaran biaya penjualan

– Pembelian aktiva tetap

– Pembayaran lain-lain seperti bunga, sewa, dll.

c. Susun Anggaran Kas

Setelah menghitung pemasukan dan pengeluaran yang terjadi, selanjutnya Anda dapat menyusun anggaran kas. Susunlah dengan seimbang antara pengeluaran dan penerimaan kas. Namun, akan lebih baik lagi jika pengeluaran lebih kecil dibandingkan dengan penerimaan yang masuk, sehingga kondisi keuangan akan mengalami surplus.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-anggaran-kas-dan-cara-menyusun-anggaran-kas/