Batubara dan sawit tertekan perang dagang, ini kondisi solvabilitas beberapa emiten

Lembaga pemeringkat Moody’s menyebut tekanan harga batubara dapat menyebabkan rasio kemampuan membayar utang dan membayar bunga utang perusahaan melemah. Kondisi yang sama juga bisa terjadi pada minyak sawit yang juga mengalami tekanan harga.

Secara singkat, kemampuan tersebut juga bisa disebut sebagai rasio solvabilitas atau leverage. Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hady menjelaskan rasio solvabilitas lebih tepat apabila dilihat dari interest coverage ratio (ICR). Meskipun tak menutup kemungkinan bisa juga dilihat dari debt to equity ratio (DER).

ICR dapat dilihat dari perbandingan earning before interest and taxes (EBIT) dengan beban bunga utang. Ini menggambarkan kemampuan membayar utang serta bunganya.

Ambil contoh emiten yang bergerak di sektor batubara, mengutip Bloomberg, ICR PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 0 kali, sedangkan PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar 3,67 kali.

Sedangkan emiten yang bergerak di sektor minyak kelapa sawit (CPO) seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki ICR 12,08 kali dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSPI) sebesar 0 kali. Sekadar informasi, semakin rendah angka ICR maka semakin tinggi beban utang perusahaan dan semakin besar kemungkinan perusahaan mengalami gagal bayar (default).

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/batubara-dan-sawit-tertekan-perang-dagang-ini-kondisi-solvabilitas-beberapa-emiten

Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Manajemen dalam Bidang Akuntansi

Sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi adalah sebuah sistem yang  dirancang untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer. Sistem ini memberikan informasi tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan proyek serta peristiwa yang relevan di dalam dan di luar organisasi. Tujuan utama sistem informasi manajemen adalah memberikan informasi yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat. Di bawah ini dapat kita pelajari apa saja manfaat dari penggunaan sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi untuk bisnis.

Memberi Kecepatan

Manfaat utama sistem informasi manajemen dalam akuntansi adalah kecepatan pemrosesan tugas. Data dimasukan sekali dan kemudian dapat digunakan kembali dalam menyusun laporan dengan menekan tombol secara mudah. Jika sebuah transaksi membutuhkan koreksi karena kesalahan memasukkan nominal angka atau salah penempatannya, Anda hanya perlu merevisi kesalahan tersebut, dan laporan yang dihasilkan akan ter-update secara langsung menyesuaikan hasil akhir dari revisi tersebut secara otomatis.

Memudahkan Klasifikasi

Bila data dimasukkan dalam sistem akuntansi, manual atau komputerisasi, seorang akuntan perlu mengklasifikasikannya secara rinci. Misalnya, transaksi bisa berupa pendapatan penjualan atau pendapatan bunga. Dengan menggunakan sistem informasi, proses klasifikasi ini mudah dilakukan dengan menu drop-down dengan memilih kategori yang tepat, Anda juga dapat dengan cepat menghasilkan laporan yang melibatkan klasifikasi. Dengan sistem manual, proses ini memakan waktu lebih lama.

Keamanan

Setelah data masuk ke komputer, maka semua data akan aman. Kemungkinan kehilangan data akan sangat kecil, terutama jika Anda melakukan backup sistem secara teratur. Dalam sistem manual, tumpukan laporan dalam bentuk  kertas bisa hilang atau rusak dengan lebih mudah. Dengan  menyimpan data di Internet, Anda tidak hanya dapat mengakses kapan saja memerlukannya, namun data juga akan tetap aman meski komputer hilang atau rusak.

Menghasilkan Keputusan Cepat

Aplikasi sistem informasi manajemen dapat menyediakan informasi tepat waktu, akurat, tepercaya, dan dapat di-verifikasi untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Sistem ini menyediakan laporan keuangan dan prosedur pengambilan keputusan lanjutan untuk mengevaluasi manfaat atau kekurangan dari pendekatan operasional dan strategi bisnis. Hal ini  tentunya berpengaruh untuk mengurangi ketidakpastian yang dapat menggagalkan implementasi keputusan bisnis.

Mempermudah Perencanaan

Implementasi dari sebuah sistem informasi manajemen adalah untuk meningkatkan kapasitas penjadwalan dan perencanaan. Ini memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya keuangan secara efektif dan menetapkan target kinerja yang realistis. Batasi cakupan rencana Anda untuk kemampuan sumber daya keuangan. Kapasitas perencanaan yang realistis juga mempercepat pencapaian tujuan dalam kerangka waktu yang diinginkan.

Efisiensi

Dalam dunia bisnis, Anda diharuskan memiliki efisiensi yang lebih besar dalam operasi keuangan dan prosedur pelaporan. Penggunaan sistem informasi manajemen ini akan memperkuat kontrol yang dibutuhkan untuk menghilangkan penyalahgunaan sumber daya keuangan, namun juga bisa berfungsi sebagai tindakan pengendalian risiko untuk melindungi bisnis dari beberapa hal yang tidak diharapkan dan tidak terduga. Tindakan pengendalian juga memberikan bukti historis tentang kinerja yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas bisnis saat ini dan masa depan. Auditor dapat menggunakan bukti historis ini untuk mengevaluasi kemajuan bisnis Anda.

Kompetisi

Penerapan sistem majamen informasi dalam bidang akuntansi secara tidak langsung juga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis. Memang, nilai strategis teknologi informasi sangat penting dalam kemajuan kepuasan pelanggan dan pertumbuhan produktivitas. Ini memungkinkan bisnis merespon secara tepat perubahan di pasar sasaran dan tetap berada di depan pesaingnya.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-keuntungan-menggunakan-sistem-informasi-manajemen-dalam-bidang-akuntansi/

Ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif mereda, bursa Asia cenderung melemah

 Bursa Asia mengawali pekan ini dengan pergerakan cenderung turun. Senin (22/7) pukul 8.23 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,22% ke 21.420. Indeks Hang Seng turun 0,53% ke 28.612.

Straits Times turun 0,48% ke 3.361 dan indeks Bursa Malaysia tergerus 0,31% ke 1.652.

Sedangkan penguatan tampak pada indeks Taiex sebesar 0,44% ke 10.921, indeks Kospi 0,04% ke 2.095 dan indeks Australia ASX 200 yang menurun tipis 0,01% ke 6.700.

Pasar saham global, termasuk Asia cenderung berhati-hati menunggu keputusan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang akan ditentukan pekan depan. Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis point mulai pudar setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa The Fed kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps dan mungkin akan menggunting lagi suku bunga jika perlambatan global dan perang dagang terus berkecamuk. “Kemungkinan 50 hampir hilang setelah laporan tersebut, dan upaya The Fed New York untuk meredakan spekulasi setelah komentar Presiden The Fed New York John Williams,” ungkap Kenji Yamamoto, ekonom Daiwa Securities seperti dikutip Reuters.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ekspektasi-pemangkasan-suku-bunga-agresif-mereda-bursa-asia-cenderung-melemah

Rasio Keuangan untuk Menilai Keputusan Struktur Modal

Ketika menganalisa kesehatan keuangan dan potensi pertumbuhan suatu perusahaan, pemilik bisnis dan investor salah satunya bergantung pada nilai rasio keuangan. Dan tentu yang dicari adalah Rasio Keuangan yang menunjukkan bagaimana aktivitas perusahaan didanai dan seberapa efektif pendanaan itu digunakan. Dengan kata lain, investor ingin melihat bagaimana perusahaan secara optimal dan efektif menggunakan Struktur Modalnya.

Definisi Singkat Mengenai Struktur Modal

Struktur modal adalah alokasi utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional dan ekspansi perusahaan.

Modal ekuitas adalah dana yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan kepada perusahaan dan laba ditahan yang mewakili laba dari tahun-tahun sebelumnya. Yang di mana dana tersebut tidak untuk didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Akan tetapi dana tersebut lebih digunakan untuk pembiayaan utang atau ekspansi bisnis.

Sedangkan modal utang merupakan dana pinjaman perusahaan yang biasanya berupa obligasi jangka panjang dan instrumen utang lainnya. Dan instrumen utang tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan.

Perusahaan cenderung berusaha untuk mengoptimalkan Struktur Modal mereka untuk mencapai fleksibilitas dan kondisi keuangan yang lebih sehat dan kuat. Mengoptimalkan Struktur Modal berarti perusahaan harus mencapai nilai Rasio Keuangan tertentu yang merefleksikan penggunaan utang dan ekuitas secara efektif bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Rasio Keuangan yang paling merefleksikan optimalisasi Struktur Modal adalah Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) dan WACC (Weighted Average Cost of Capital). Kedua jenis Rasio Keuangan tersebut terbukti sangat berpengaruh dalam merefleksikan optimalisasi Struktur Modal Perusahaan berdasarkan hasil dari beberapa penelitian terkait Struktur Modal.

Rasio Utang Terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio)

Sesuai namanya, Rasio Utang terhadap Ekuitas membandingkan total liabilitas atau utang perusahaan dengan total pembiayaan dari ekuitasnya. Rasio Utang terhadap Ekuitas yang tinggi menunjukkan bahwa bisnis menerima proporsi pendanaan utang yang lebih besar daripada pendanaan ekuitasnya.

Rasio Utang terhadap Ekuitas yang lebih rendah biasanya menunjukkan kondisi bisnis yang lebih stabil secara finansial. Tidak seperti pembiayaan ekuitas, utang wajib dibayar kembali kepada pemberi pinjaman atau kreditur. Karena pembiayaan utang juga membutuhkan pembayaran pokok pinjaman dan bunga, utang bisa menjadi bentuk pembiayaan yang jauh lebih mahal daripada pembiayaan ekuitas. Perusahaan yang memanfaatkan utang dalam jumlah besar bisa jadi berisiko tidak dapat melunasi utang dan bunga yang dipinjam.

Rasio Utang terhadap Modal di Mata Investor dan Kreditur

Kreditur memandang perusahaan yang memiliki Rasio Utang terhadap Ekuitas tinggi akan lebih berisiko. Hal ini bisa jadi dikarenakan para investor tidak ingin mendanai perusahaan terkait sebanyak pendanaan dari kreditur. Dengan kata lain, dana dari investor tidak memiliki porsi sebanyak dari para kreditor. Implikasinya, investor tidak ingin mendanai operasi bisnis karena perusahaan tidak memiliki kinerja yang baik. Kurangnya kinerja mungkin juga menjadi alasan mengapa perusahaan mencari pembiayaan atau pendanaan lebih dari instrumen utang.

Sejumlah besar penggunaan utang umumnya juga dianggap sebagai tanda praktik bisnis yang berisiko. Aturannya, sumber dana untuk pembayaran atau pelunasan utang diharuskan terlepas dari pendapatan utama bisnis. Perusahaan dengan Rasio Utang terhadap Ekuitas yang tinggi dan mengalami penurunan performa keuangan harus terus melakukan pembayaran utangnya. Bahkan jika bisnis gagal menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupinya juga tetap wajib untuk melunasi utangnya. Tentu hal tersebut dengan cepat dapat menyebabkan pinjaman macet dan berakhir kebangkrutan.

Secara umum, Rasio Utang terhadap Modal yang lebih rendah disukai oleh investor dan kreditur.

Formulasi Rasio Utang terhadap Ekuitas adalah:

Total Liabilitas/Total Ekuitas

Sebagai contoh sederhana, PT Santuy memiliki informasi keuangan berupa total liabilitas jangka pendek dan panjang sejumlah Rp120.000.000 dan ekuitas pemegang saham sejumlah Rp230.000.000. Maka, nilai Rasio Utang terhadap Ekuitasnya adalah 0.52.

Weighted Average Cost of Capital (WACC)

WACC atau biaya modal rata-rata tertimbang adalah Rasio Keuangan yang menghitung biaya pendanaan perusahaan untuk memperoleh aset dengan membandingkan struktur utang dan ekuitas bisnis. Dengan kata lain, Rasio ini mengukur bobot dan biaya sebenarnya dari utang dan pengumpulan dana ekuitas untuk mendanai pembelian aset dan ekspansi modal baru berdasarkan tingkat Struktur Modal perusahaan saat ini.

Manajemen biasanya menggunakan Rasio ini untuk memutuskan apakah perusahaan harus menggunakan utang atau ekuitas untuk membiayai pembelian aset baru. Rasio ini terbilang sangat komprehensif karena Rasio ini merata-ratakan semua sumber modal. Sumber modal tersebut termasuk utang jangka panjang, saham biasa, saham preferen, dan obligasi. Dan tentunya Rasio ini juga sangat kompleks. Mencari tahu biaya utang mungkin terbilang cukup sederhana.

Obligasi dan utang jangka panjang diterbitkan dengan nominal pokok dan suku bunga yang dapat digunakan untuk menghitung biaya keseluruhannya. Namun untuk ekuitas, seperti halnya saham biasa dan saham preferen, tidak memiliki harga pasti. Dan untuk mengetahui nilai WACC, Anda harus menghitung harga ekuitas tersebut sebelum menerapkannya pada persamaan.

Itu sebabnya banyak investor dan kreditor cenderung tidak terlalu berfokus pada Rasio ini. Memperkirakan biaya ekuitas didasarkan pada beberapa asumsi berbeda yang dapat bervariasi dari para investor.

1. Fungsi WACC

Sederhananya, formulasi WACC membantu manajemen mengevaluasi apakah perusahaan harus membiayai pembelian aset baru dengan utang atau ekuitas dengan membandingkan kedua opsi biaya. Membiayai pembelian aset baru dengan utang atau ekuitas dapat membuat dampak besar pada profitabilitas perusahaan dan harga saham secara keseluruhan. Manajemen harus menggunakan persamaan WACC untuk menyeimbangkan harga saham, ekspektasi pengembalian investor, dan total biaya pembelian aset. Eksekutif dan dewan direksi menggunakan WACC untuk menilai apakah keputusan merger berpotensi baik atau buruk.

Di sisi lain, investor dan kreditor menggunakan WACC untuk mengevaluasi apakah suatu perusahaan layak diinvestasikan atau diberikan pinjaman. Persentase WACC yang tinggi mengindikasikan biaya keseluruhan pendanaan perusahaan lebih besar dan perusahaan akan memiliki lebih sedikit uang kas untuk didistribusikan kepada pemegang saham atau untuk pelunasan utang. Dengan meningkatnya biaya rata-rata modal, perusahaan cenderung tidak menciptakan nilai lebih bagi investor dan kreditur. Sehingga investor dan kreditur cenderung mencari peluang investasi dari perusahaan lain.

Formulasi untuk menghitung WACC adalah:

WACC = [Wd x Kd (1-tax)] + [Wp x Kp] + [Wr x Kr] + [We x Ke]

Keterangan:

WACC = biaya modal rata-rata tertimbang

Wd = proporsi utang dari modal

Wp = proporsi saham preferen dari modal

Wr = proporsi saham laba ditahan dari modal

We = proporsi saham biasa baru

Kd = biaya utang

Kp = biaya saham preferen

Kr = biaya laba ditahan

Ke = biaya saham biasa baru

2. Kompleksitas Penerapan WACC dari Sudut Pandang Analis Keuangan

Asumsikan perusahaan menghasilkan pengembalian (return) rata-rata sejumlah 15% dan memiliki biaya modal keseluruhan rata-rata 5% setiap tahun. Perusahaan pada dasarnya menghasilkan pengembalian 10% untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan atau dipinjamkan. Seorang investor dan kreditur melihat perusahaan hanya akan menghasilkan Rp0,1 untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan. Dan nilai Rp0,1 ini dapat didistribusikan kepada pemegang saham atau digunakan untuk melunasi utang.

Ketika dibalik, asumsikan bahwa perusahaan hanya menghasilkan pengembalian 10% pada akhir tahun dan memiliki biaya modal keseluruhan rata-rata 15%. Ini berarti perusahaan kehilangan Rp0,05 dari setiap 1 rupiah yang diinvestasikan karena biaya modalnya lebih tinggi daripada pengembaliannya. Tidak ada investor ataupun kreditur yang tertarik pada perusahaan seperti ini. Manajemen harus bekerja untuk merestrukturisasi pendanaan dan mengurangi biaya modal keseluruhan perusahaan.

Tidak mudah untuk menggunakan WACC sebagai indikator analisa keuangan. Ditambah terdapat banyak asumsi yang berbeda terkait penetapan biaya ekuitas. Itulah sebabnya banyak investor dan analis pasar modal cenderung menghasilkan angka WACC yang berbeda untuk satu perusahaan yang sama. Itu semua tergantung pada apa estimasi dan asumsi yang dipakai oleh masing-masing investor dan analis. Inilah sebabnya mengapa banyak investor menggunakan rasio ini hanya untuk tujuan spekulasi. Dan mereka cenderung menggunakan alat analisis atau Rasio Keuangan lain untuk keputusan investasi yang lebih konkrit dan tepat.

Kesimpulan

Rasio Utang terhadap Ekuitas dan WACC merupakan alat analisis yang selama ini dipakai manajemen untuk mencari keputusan Struktur Modal yang optimal. Dengan memahami kedua Rasio tersebut, setidaknya baik investor, kreditur, ataupun manajemen bisa mengetahui apakah perusahaan sudah menggunakan sumber pendanaan secara tepat dan efektif. Terkait Rasio Keuangan, Anda bisa melihat informasi tersebut dari informasi yang disediakan oleh Laporan Keuangan

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/rasio-keuangan-untuk-menilai-keputusan-struktur-modal/

Ekonom proyeksikan arus modal asing akan menggeliat sampai akhir tahun

Memasuki semester II 2019, Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah menggenjot investasi untuk mengungkit pendapatan negara. Karena itu, sejumlah ekonom optimistis aruh modal asing akan menggeliat di paruh kedua 2019 ini.  Ekonom percaya arus modal asing sampai dengan akhir tahun ini mampu berbuah ciamik. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Muhammad Faisal mengatakan stimulus kebijakan moneter lewat pemangkasan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI 7-DRR) menjadi 5,75% merupakan pendorong modal asing.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) aliran arus masuk modal asing sampai dengan 18 Juli 2019 mencapai Rp 192,5 triliun. Aliran modal asing yang masuk paling banyak dari Surat Berharga Ritel (SBR) ebesar Rp 118,5 triliun. Kemudian diikuti sumbangsih dari pasar saham Rp 74 triliun.

Faisal mengatakan, dalam jangka pendek capital out flow cenderung sedikit, didominasi oleh capital in flow. Sebab bisa terlihat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat setelah BI 7-DRR turun.

Di sisi lain, tren bank sentral global saat ini bersikap dovish. Misalnya The Federal Reserve (The Fed) yang semakin yakin memberikan sinyal pemangkasan suku bunga atau fed rate. “Bila suku bunga The Fed dipangkas maka aliran masuk modal asing akan masuk ke pasar emerging market termasuk Indonesia,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).

Namun, yang menjadi perhatian adalah berapa kali The Fed memangkas suku bunga acuan. Sebab secara fundamental ekonomi AS di kuartal II inflasi masih rendah dan jumlah pengangguran masih aman. Yang dinantikan adalah pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan.

Jika anjlok, Faisal memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga acuannya dua sampai tiga kali. Artinya ini petanda semakin baik bagi aliran masuk modal asing di protofolio Indonesia. Faisal bilang pasar obligasi pemerintah akan menjadi primadona protofolio disusul oleh indeks saham.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan aliran masuk modal asing cenderung bergejolak. Pada kuartal III ini aliran modal asing akan cenderung mengecil karena pasar sudah price in suku bunga acuan BI turun. Kemudian, baru saat kuartal VI akan terkucur deras dengan catatan The Fed memangkas fed rate dua kali dan BI akan memangkas suku bunga lagi. Bila skenario itu berjalan Mikail bilang yield obligasi pemerintah sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 6,85%.

“Masih menarik karena masih dia atas yield emerging market lain, kalau tidak ada pemangkasan lagi bakal nangkring di kisaran 7%,” kata Mikail kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).

Pengertian Rasio Likuiditas, Jenis, dan Kegunaannya dalam Perusahaan

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa llikuidnya suatu perusahaan. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid, sedangkan jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut ilikuid.

Cara mengukur perusahaan itu likuid atau tidak, Anda dapat membandingkan komponen yang ada pada neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total pasiva lancar (utang jangka pendek). Pengukuran ini dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.

Dengan mengetahui rasio likuiditas yang dimiliki perusahaan, Anda bisa mendapatkan beberapa manfaat seperti:

– Mengantisipasi dana yang diperlukaan saat ada kebutuhan mendesak.

– Memudahkan nasabah (bagi lembaga keuangan atau Bank)

yang ingin melakukan penarikan dana.

– Poin penentu bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan persetujuan investasi atau bisnis lain yang menguntungkan.

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

Gambar terkait

Current Ratio (Rasio Lancar)

Dalam rasio ini akan diketahui sejauh mana aktiva lancar perusahaan dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang lancarnya. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar maka artinya semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban utang lancarnya. Tingginya Rasio lancar dapat menunjukkan adanya uang kas berlebih yang bisa berarti dua hal yaitu besarnya keuntungan yang telah diperoleh atau akibat tidak digunakannya keuangan perusahaan secara efektif untuk berinvestasi.

Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar atau tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan akan membutuhkan waktu yang lama untuk diuangkan dibanding dengan aset lainnya. Quick Ratio  ini terdiri dari piutang dan surat-surat berharga. Jadi semakin besar rasio, semakin baik juga posisi keuangan perusahaan. Jika hasilnya mencapai 1:1 atau 100%, maka ini akan berakibat baik jika terjadi likuidasi karena perusahaan akan mudah untuk membayar kewajibannya.

Cash Ratio (Rasio Kas)

Rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya uang kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek yang ditunjukan dari tersedianya dana kas atau setara kas, contohnya rekening giro. Jika hasil rasio menunjukkan 1:1 atau 100% atau semakin besar perbandingan kas  dengan utang maka akan semakin baik .

Cash Turnover Ratio (Rasio Perputaran Kas)

Rasio ini akan menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar.

Rasio ini dihitung dengan cara membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja. Rasio ini menunjukkan seberapa besar penjualan untuk modal kerja yang dimiliki perusahaan.

Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, Anda perlu membuat analisa atau interpretasi terhadap data finansial perusahaan, rasio likuiditas adalah salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut. Jika Anda atau perusahaan Anda masih mengalami kendala untuk menentukan likuiditas bisnis melalui perhitungan rasio bisnis, Anda bisa mempercayakan kebutuhan tersebut pada Jurnal.

Jurnal adalah penyedia jasa software akuntansi online yang siap membantu bisnis Anda menghitungkan semua keperluan laporan keuangan termasuk likuiditas rasio yang sangat penting. Dengan Jurnal Anda akan menemukan kemudahan memiliki perencanaan dan laporan keuangan yang handal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-rasio-likuiditas-jenis-dan-kegunaannya-dalam-perusahaan/

Sebulan Terakhir, Harga Saham BBRI Turun Paling Gede Setelah BI Pangkas Suku Bunga

Sebulan Terakhir, Harga Saham BBRI Turun Paling Gede Setelah BI Pangkas Suku Bunga

Harga saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin, Kamis (18/7), pasca Bank Indonesia (BI) mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis point menjadi 5,75%.

Pada perdagangan kemarin, harga saham BBRI ditutup di posisi Rp 4.450 per saham. Dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di posisi Rp 4.520 per saham, harga saham BBRI kemarin turun 1,55%.

Pada periode perdagangan sebulan terakhir, harga saham BBRI hanya tujuh kali berakhir di zona merah. Namun, penurunan harga saham BBRI kemarin tercatat sebagai penurunan harga paling besar sepanjang sebulan terakhir ini. Sebelumnya, pada 24 Juni lalu, harga saham BBRI sempat turun sebesar 1,15%.

Pada perdagangan kemarin, saham BBRI dibuka di harga Rp 4.500 per saham. Saham BBRI sempat mencatatkan harga tertinggi di posisi Rp 4.510 per saham sementara harga terendah di posisi Rp 4.440 per saham.

Total nilai transaksi saham BBRI pada perdagangan kemarin mencapai Rp 344,3 miliar. Sementara volume transaksi saham BBRI kemarin sebanyak 770.282 saham.

Investor asing pada perdagangan kemarin mencatatkan aksi jual bersih alias net sell saham BBRI sebesar Rp 77 miliar.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/sebulan-terakhir-harga-saham-bbri-turun-paling-gede-setelah-bi-pangkas-suku-bunga

 

Macam-macam Akuntan Yang Perlu Diketahui

Salah satu profesi yang masih banyak diminati hingga saat ini adalah profesi akuntan. Profesi akuntan memang memiliki peran penting untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi keuangan. Transparansi kualitas informasi keuangan tersebut harus selalu ditingkatkan demi terwujudnya perekonomian nasional yang sehat dan efisien. Dalam menjalankan tugas profesionalnya, para akuntan dituntut untuk mematuhi etika serta standar akuntansi Indonesia yang telah ditetapkan. Simak penjelasan lengkap tentang macam-macam akuntan di bawah ini:

Macam-macam Profesi Akuntan

Tantangan Besar yang Dihadapi Industri Retail Saat Ini

Di dalam perkembangannya, akuntansi telah dibedakan menjadi beberapa macam bidang sehingga sangat membutuhkan akuntan yang sangat tepat yang sesuai dengan bidang tersebut. Berikut ini adalah beberapa macam-macam akuntan yang perlu diketahui:

1. Akuntan publik

Akuntan independen yang dapat memberikan jasa-jasanya atas sebuah dasar dalam pembayaran yang tertentu adalah seorang akuntan publik. Mereka bekerja secara bebas dan biasanya mendirikan sebuah kantor akuntan. Akuntan jenis ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan atau audit, memberikan jasa perpajakan dan memberikan jasa konsultasi manajemen.

2. Akuntan internal

Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja di dalam sebuah perusahaan yang biasanya disebut juga dengan akuntan perusahaan. Tugas utama akuntan internal adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan yang ditujukan atau disiapkan untuk menghadapi audit eksternal, menyusun anggaran, menangani masalah perpajakan, serta melakukan audit internal perusahaan.

3. Akuntan pemerintah

Akuntan yang bekerja dalam lembaga-lembaga di pemerintahan disebut akuntan pemerintah. Diantaranya seperti di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

4. Akuntan pendidik

Akuntan yang bertugas dalam bidang pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di sebuah perguruan tinggi. Dapat diartikan pula bahwa akuntan pendidik sebagai tenaga pengajar di institusi pendidikan dan bertugas untuk mengembangkan pendidikan akuntansi. Pada umumnya, mereka tidak semata-mata mengajar tetapi merangkap dengan pekerjaan lain, seperti membuka praktik untuk melayani kebutuhan masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya.

Pedoman Profesi Akuntan

Standar Akuntansi adalah salah satu hal penting yang harus di pelajari oleh setiap akuntan. Selain mempelajari hal-hal terkait akuntansi, para akuntan juga dituntut untuk memahami aturan baku berupa kode etik profesi dan standar dari kegiatan pekerjaan akuntan.

Yang dimaksud kode etik profesi merupakan kaidah-kaidah yang menjadi landasan bagi eksistensi profesi dan sebagai dasar terbentuknya kepercayaan masyarakat. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan aturan yang mengatur perilaku etika para akuntan dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya. Kode etik akuntan Indonesia memuat beberapa prinsip etika sebagai berikut ini:

  1. Tanggung jawab profesi, yaitu selalu menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan.
  2. Kepentingan publik, yaitu wajib bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalismenya.
  3. Integritas, yaitu di dalam usahanya untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
  4. Objektivitas, berarti harus menjaga objektivitas, bersikap netral, dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesional.
  5. Kompetensi dan kehati-hatian.
  6. Kerahasiaan, berarti menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional akuntan.
  7. Standar teknis, yaitu melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan.

Bidang-bidang Akuntan

Di dalam berbagai literatur akuntansi, pembidangan akuntansi sering disederhanakan menjadi 2 kelompok yang disebut akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

  1. Akuntansi keuangan, yaitu akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar.
  2. Akuntansi manajemen, yaitu akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen. Jenis informasi yang diperlukan dalam akuntansi manajemen di dalam banyak hal berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen bersifat sangat mendalam dan diperlukan untuk pengambilan keputusan manajemen dan biasanya tidak dipublikasikan pada khalayak umum.

Berikut merupakan penjelasan mengenai macam-macam akuntan yang perlu diketahui. Profesi akuntan merupakan suatu pekerjaan yang menggunakan keahlian di bidang akuntansi. Menjadi seorang akuntan harus mematuhi kode etik profesi dan bertindak sesuai standar akuntansi Indonesia. Indonesia telah memiliki bermacam-macam standar akuntansi yang digunakan di berbagai entitas usaha dan organisasi. Standar akuntansi di Indonesia mengacu pada teori yang ada, diantaranya adalah IFRS (International Financing Reporting Standards) yang digunakan pada skala global. Sedangkan penggunaan IFRS sendiri ditentukan karena Indonesia merupakan anggota IFAC (International Federation of Accountants) yang menjadikan IFRS sebagai standar akuntansi di Indonesia.

Laporan keuangan pokok menurut standar akuntansi Indonesia terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Keseluruhan standar akuntansi keuangan tersebut banyak dipakai oleh banyak perusahaan di Indonesia. Untuk pengelolaan keuangan bisnis atau perusahaan yang lebih mudah dan akurat, gunakan software akuntansi yang canggih dan terpercaya. Salah satu softwareakuntansi yang memiliki fitur lengkap dan akurat adalah Jurnal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/macam-macam-akuntan-yang-perlu-diketahui/

Mau belanja saham? Ini indikator fundamental perusahaan yang perlu dicek

Mau belanja saham? Ini indikator fundamental perusahaan yang perlu dicek

Ketika investasi saham ditujukan untuk jangka panjang, penting untuk menilik unsur fundamental suatu perusahaan. Secara mudahnya, apa saja yang perlu dilihat dari suatu perusahaan sebelum berinvestasi?

Bagi Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan, ada dua indikator utama melihat fundamental saham. Pertama, sisi profitabilitas atau kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Kedua, struktur keuangan perusahaan tersebut.

Terkait profitabilitas, Alfred lebih memberatkan melihat konsistensi perusahaan mencetak pertumbuhan laba, ketimbang hanya melihat nominal. “Lebih nyaman melihat saham dengan pertumbuhan yang smooth, meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi konsisten,” katanya.

Profitabilitas ini bisa dilihat di beberapa pos laporan keuangan. Misalnya, margin keuntungan bersih (NPM) dan rasio return on equity (ROE). Semakin tinggi rasio NPM dan ROE, ini memperlihatkan semakin besar kemampuan perusahaan mengolah pendapatan dan asetnya untuk menghasilkan keuntungan.

Alhasil, emiten dengan pertumbuhan NPM yang baik dan ROE lebih tinggi, memiliki daya tarik lebih besar. “Margin laba perusahaan bisa didorong dua hal, pendapatannya naik atau cost-nya turun karena efisiensi,” katanya.

Indikator kedua fundamental suatu perusahaan bisa dilihat dari struktur keuangannya. Tingkat leverage menjadi perhatian Alfred, yaitu tingkat utang berbanding modal perusahaan tersebut. Pada perusahaan dengan fundamental bagus, komposisi utang dan ekuitasnya proporsional.

Perusahaan dengan keuangan sehat atau mature, biasanya menyisihkan laba bersih untuk mengurangi beban utang. Atau, perusahaan bakal menambah modal agar ke depan tidak perlu menambah utang.

“Struktur-struktur keuangan ini yang menjadi dasar yang bagus untuk investor untuk melihat saham apa yang dipilih,” kata Alfred. Menurut dia, investor bisa menilik tren konsistensi perusahaan dari tiga hingga lima tahun laporan keuangan perusahaan.

Investor juga bisa lebih dalam menilik calon saham pilihan dengan melihat indikator kelayakan investasi. Misalnya dari indikator yang menunjukkan nilai wajar suatu saham, seperti price to book value (PBV) dan price to earnings ratio (PER).

PBV memperlihatkan seberapa besar pasar menilai harga suatu saham terhadap modal atau kekayaannya. Sedangkan PER memperlihatkan tingkat keuntungan perusahaan terhadap sahamnya saat ini. Biasanya, semakin tinggi PBV dan PER, memperlihatkan saham tersebut sudah mahal.

Tetapi, Alfred mengingatkan, indikator-indikator tersebut mengandung unsur nilai pemberian pasar. Maka, diperlukan melihat fundamental perusahaan bersama dengan indikator ini.

PBV tinggi bisa berarti suatu saham sudah mahal, bisa juga pasar memberikan harga premium lantaran kinerja yang baik. Sedangkan PBV murah, bisa jadi memang saham itu murah, atau malah murahan.

Begitu juga ketika PER tinggi. Jika pertumbuhan earning per share (EPS) perusahaan tersebut tinggi, ada kemungkinan PER perusahaan akan turun. “PBV dan PER tinggi bukan alasan untuk tidak membeli suatu saham, harus melihat lagi fundamental perusahaannya,” katanya.

Investor juga bisa melihat aksi korporasi dan tingkat kepatuhan perusahaan (good corporate governance) sebagai penunjang menilai fundamental perusahaan. Adanya aksi korporasi menunjukkan upaya perusahaan mendorong pertumbuhan lebih besar.

Sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/mau-belanja-saham-ini-indikator-fundamental-perusahaan-yang-perlu-dicek

6 Langkah dalam Melakukan Proses Audit yang Harus Anda Ketahui

Secara umum, Audit adalah pemeriksaan formal atas akun Laporan Keuangan yang dihasilkan oleh suatu individu, bisnis, atau organisasi. Dan dalam pelaksanaan Audit, terdapat serangkaian proses dan langkah-langkah untuk menunjang proses tersebut yang biasa dikenal sebagai Proses Audit.

Terdapat dua tipe pekerjaan Audit, yaitu Audit Internal dan Audit Eksternal. Perbedaan menurut subjeknya, Audit Internal dilakukan oleh karyawan internal yang berada di dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan Audit Eksternal biasa dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan – KAP (Kantor Akuntan Publik) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).

Ada enam langkah spesifik dalam Proses Audit yang harus diikuti agar pengauditan berjalan dengan sukses. Proses Audit yang akan dijabarkan adalah Proses Audit yang biasa dilakukan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam langkah dalam Proses Audit secara umum:

Meminta Dokumen yang Dibutuhkan

Setelah mengonfirmasi bahwa Auditor akan mendatangi klien yang akan diaudit, Auditor akan meminta dokumen-dokumen yang dibutuhkan terkait kebutuhan Audit. Bahkan biasanya Auditor sudah mengirimkan daftar dokumen-dokumen yang dibutuhkan terlebih dahulu kepada klien di dalam Audit Checklist. Dokumen-dokumen tersebut dapat mencakup salinan Laporan Audit sebelumnya, rekening koran, nota keuangan, dan buku besar. Selain itu, Auditor juga dapat meminta bagan organisasi klien bersama dengan daftar nama dewan dan komite terkait.

Mempersiapkan Rencana Audit

Auditor akan memeriksa informasi yang terkandung dalam dokumen dan merencanakan bagaimana Proses Audit akan dilakukan. Setiap Auditor pastinya memiliki gaya pengauditan yang berbeda-beda dengan tetap mengindahkan Kode Etik sebagai Auditor. Workshop risiko dapat dilakukan oleh tim Audit untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah yang akan muncul selama Proses Audit dilaksanakan. Dan kemudian, Auditor akan menyusun rencana audit sesuai workshop atau diskusi yang sudah dilakukan oleh tim Audit.

Menjadwalkan Rapat Terbuka

Auditor perlu mengundang Manajemen Senior, General Affair, atau Staf Administrasi Utama dari pihak klien ke suatu Rapat Terbuka. Di dalam Rapat Terbuka, Auditor akan mempresentasikan Ruang Lingkup Audit (Audit Scope), lama waktu pelaksanaan audit, dan masalah lain yang perlu dibahas terkait pelaksanaan Audit. Setiap Kepala Departemen dari pihak klien dapat diminta tolong untuk mengomunikasikan kepada staf bawahannya tentang kemungkinan adanya wawancara dengan Auditor.

Mulai Melakukan Kerja Lapangan

Auditor mengambil informasi yang dikumpulkan dari Rapat Terbuka dan menggunakannya untuk merealisasikan Rencana Audit. Kerja Lapangan kemudian dilaksanakan dengan berkomunikasi kepada anggota staf dan meninjau Prosedur dan Proses Audit. Auditor akan menguji kepatuhan klien terkait pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK. Kontrol internal dievaluasi untuk memastikan bahwa hal tersebut benar-benar dijalankan secara reliabel dan memadai. Auditor dapat mendiskusikan suatu masalah saat masalah tersebut muncul kepada klien untuk memberi klien tersebut kesempatan untuk memberikan feedback.

Menyusun Laporan

Auditor menyiapkan Laporan Audit yang berisi rincian temuan-temuan audit selama Proses Audit dilaksanakan. Laporan Audit akan merangkum segala kesalahan matematis, temuan yang bersifat material dan tidak material, pembayaran yang diotorisasi tetapi tidak dibayar, dan temuan-temuan lainnya. Auditor kemudian akan menulis komentar terkait temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusinya kepada klien.

Menyiapkan Rapat Penutupan

Auditor meminta tanggapan dan persetujuan dari klien terkait masalah dan temuan dalam Laporan Audit pada Rapat Penutupan. Dan Auditor juga tidak lupa untuk menjelaskan deskripsi rencana aksi manajemen untuk mengatasi masalah dan temuan tersebut serta tanggal penyelesaian yang disepakati. Pada Rapat Penutupan, semua pihak yang terlibat akan mendiskusikan Laporan Audit dan tanggapan manajemen secara matang. Jika terdapat masalah lain, mereka akan langsung menyelesaikan dan mencari solusinya pada Rapat Penutupan.

Itulah keenam tahapan dalam melakukan Proses Audit. Dan dalam praktiknya jelas terdapat banyak hambatan yang akan dilalui Auditor selama pelaksanaan Audit. Hambatan tersebut tentunya bisa diminimalisir dengan mematangkan Periapan dan perencanaan audit. Terutama pada saat workshop tim Audit sebelum terjun langsung kepada perusahaan klien. Baik Auditor Internal maupun Eksternal, tentu mereka membutuhkan data berupa dokumen, Buku Besar, dan Laporan Keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan Audit. Dan penyertaan data tersebut bisa dilakukan dengan mudah jika perusahaan atau akuntan menggunakan Software Akuntansi modern.

Salah satunya adalah Jurnal, Software Akuntansi Online berbasis real-time dan cloud-storaged yang akan menyediakan Laporan Keuangan untuk kebutuhan Audit secara cepat dan komprehensif. Dokumen-dokumen seperti nota, bukti pembayaran dan dokumen lainnya bisa ditelusuri secara cepat dan mudah dengan menggunakan Jurnal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/6-langkah-melakukan-proses-audit-ini/