Hindari 6 Kesalahan Ini Dalam Membuat Laporan Keuangan

Laporan Keuangan adalah sumber informasi keuangan yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang sehat. Dalam sebuah bisnis, laporan keuangan merupakan sesuatu yang krusial karena menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pemilik bisnis atau manajemen atas kinerja pengelolaan bisnis kepada pihak-pihak yang terkait. Laporan keuangan akan menunjukkan kondisi keuangan sebuah bisnis apakah sesuai dengan yang ditargetkan atau tidak. Laporan inilah yang nanti dijadikan acuan apakah bisnis yang dijalankan layak untuk dilanjutkan atau tidak. Untuk itu perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam pembuatannya. Terkadang pemilik bisnis sudah percaya diri dengan laporan yang dibuatnya, namun ternyata luput memeriksa kesalahan-kesalahan kecil yang kerap muncul. Pemilik bisnis dan manajemen sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan laporan keuangan berikut ini.

Tips Meningkatkan Cash Flow Bisnis Secara Maksimal

Mencampur Keuangan Bisnis dan Pribadi

Ini merupakan masalah mendasar yang masih sering sekali dilakukan khususnya pada bisnis pemula. Laporan keuangan mencatat segala transaksi yang terjadi pada bisnis. Laporan ini yang akan menggambarkan bagaimana kinerja bisnis serta aktivtas keuangan yang sesungguhnya. Dan hasilnya akan sangat berpengaruh pada pengembangan bisnis kedepannya. Akan sangat berbeda apabila keuangan pribadi juga tercampur di dalamnya. Informasi akan terlihat kabur sehingga menyulitkan dalam pembuatan keputusan selanjutnya. Oleh karena itu, sekecil dan se-pemula apapun bisnis yang dijalankan, sebaiknya pisahkan aktivitas keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Termasuk di dalamnya pemisahan rekening yang digunakan.

Kehilangan Bukti Transaksi

Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan keuangan haruslah disertai bukti transaksi berupa nota, invoice, kwitansi dan lain sebagainya. Bukti ini nantinya berguna sebagai kontrol atas pencatatan setiap transaksi tersebut, khususnya pada saat pemeriksaan. Tanpa bukti transaksi, laporan keuangan dianggap tidak sah. Namun, permasalahan mengenai bukti transaksi ini juga masih kerap ditemukan. Pemilik bisnis tidak menyimpan bukti-bukti tersebut secara rutin dan teratur. Masih banyak pemilik bisnis yang cenderung mengabaikan dan menyimpan bukti transaksi secara asal-asalan. Sehingga pada saat-saat dibutuhkan, seperti pembuatan laporan akhir, pelaporan pajak atau audit, pemilik bisnis pun kelimpungan mencarinya.

Tidak Memahami Arus Kas

Arus kas yang baik menjadi salah satu penentu perkembangan sebuah bisnis. Tetapi masih banyak juga yang tidak memahami bagaimana mengolah arus kas dengan baik. Padahal arus kas yang buruk pada sebuah bisnis akan membuat bisnis tersebut benar-benar lumpuh. Karena ini berarti bisnis tersebut sudah tidak mempunyai simpanan uang lain untuk keperluan pengembangan. Jadi pastikan untuk membuat prosedur yang ketat dalam pengelolaan arus kas bisnis Anda.

Tidak Memperhitungkan Beberapa Aspek

biaya oprasionl, aset dan kewajiban merupakan aspek-aspek yang kerap luput dalam pencatatan. Kewajiban ini seperti hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Pemilik bisnis seringkali tidak mencatat bagian ini dengan lengkap. Begitupun dengan biaya operasional. Ada hal-hal yang luput dari pencatatan seperti listrik, air dan termasuk transportasi di dalamnya. Mengelompokkan aset dan kewajiban juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan pada pembuatan laporan keuangan.

Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak

Ada berbagai alasan mengapa perhitungan pajak sering luput dari perhitungan. Selain karena tidak mengerti, rasa malas atau jumlah pembayaran yang dirasa terlalu besar. Banyak pemilik bisnis tidak mengetahui cara menghitung pajak yang benar. Ketidak mengertian ini pun menyebabkan rasa malas melakukan perhitungan pajak sehingga pemilik bisnis cenderung mengabaikannya. Alasan lain perhitungan pajak tidak dicantumkan adalah karena pemilik bisnis merasa bahwa pajak yang harus ia bayar tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan karena nominalnya terlalu besar.

Pengetahuan Akuntansi yang Kurang

Banyak orang yang memulai bisnis dengan pengetahuan yang kurang memadai mengenai akuntansi. Mereka masih belum terlalu mengerti perihal catatan keuangan dasar, seperti omset laba kotor dan bersih, neraca keuangan dan arus kas laba rugi. Padahal pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan agar pemilik bisnis lebih mengerti kondisi bisnis yang dirintisnya. Apabila dipelajari dari awal pun, pemilik bisnis membutuhkan waktu untuk memahami beberapa istilah dan sistem yang ada di dalamnya. Untuk permasalahan ini seorang pemilik bisnis membutuhkan bantuan akuntan untuk membantu proses akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan. Namun kini, untuk mempermudah proses tersebut telah tersedia software akuntansi yang tentu saja akan membuat pekerjaan ini terasa lebih simpel.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hindari-6-kesalahan-ini-dalam-membuat-laporan-keuangan/

Tips Tepat Memilih Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda

Sebuah bisnis memang dapat dijalankan jika melakukan penjualan dan menghasilkan keuntungan. Namun bisnis bukanlah sekadar proses menghasilkan uang. Bisnis juga berbicara mengenai manajemen dan pengelolaan sumber pendapatan tersebut agar menghasilkan keberlanjutan.

Memang terlihat sederhana, akan tetapi didalamnya membutuhkan proses akuntansi yang kompleks. Setidaknya ada 11 tahap akuntansi yang harus dijalankan dalam tiap transaksi dengan data yang tidak sederhana. Terdapat proses analisis, proses pencatatan dan pembuatan neraca saldo, serta pembuatan laporan keuangan lainnya. Tentu saja ini akan menyulitkan dan menyita banyak waktu. Belum lagi dibutuhkan ketelitian yang cukup tinggi, karena kesalahan perhitungan dapat menjalar pada strategi bisnis selanjutnya.

Sebagai solusi, kini telah tersedia software akuntansi online dengan banyak kemudahan dari proses yang simpel hingga hasil yang lengkap dan memuaskan. Bukan hanya masalah keuntungan, software akuntansi juga berfungsi untuk mengelola utang dan piutang, buku besar, faktur, stok barang, aset perusahaan, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini, software akuntansi merupakan perangkat lunak yang krusial bagi jenis bisnis apapun. Karena pembuatan berbagai laporan keuangan dapat dilakukan secara instan. Saat ini banyak sekali vendor yang bermunculan dengan bermacam paket software yang siap digunakan. Oleh karenanya perusahaan harus lebih cermat dalam memilih apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan yang terbaik. Jangan sampai, software yang dibeli malah menimbulkan penyesalan. Biaya pembelian sudah besar, namun software tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bisnis Anda. Agar tidak terjebak dengan software akuntansi yang salah, Anda bisa mengikuti tips berikut ini.

 

Tips Memilih Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda

 

1. Pilih Software dengan Fitur Lengkap

Kebutuhan setiap perusahaan untuk software akuntansi tentu berbeda-beda, baik itu perusahaan yang berskala kecil, menengah, hingga besar. Mulai dari perhitungan sederhana hingga yang sangat kompleks.

Fitur Wajib yang Harus Dimiliki Software Akuntansi

Laporan keuangan lengkapLaporan Keuangan Lengkap
mulai dari Neraca, Laba-Rugi, Perubahan Modal, Arus Kas, dan sebagainya.
Invoice gratis jurnalInvoicing
membuat faktur, mengirim, dan membuat faktur berulang atau terjadwal.
hitung pajak otomatis di jurnalPerhitungan Pajak
mencatat transaksi beserta pajak yang akan dikenakan, seperti PPh 23, PPh 4(2), dan sebagainya.
stok barang di jurnalStok Barang
memonitor dan mengelola stok barang, hingga mengingatkan ketika stok akan segera habis.
Jurnal berbasis cloudBerbasis Cloud
yang membantu memonitor laporan keuangan secara real-time dan akurat.
kelola aset perusahaan di jurnalAset Perusahaan
mencatat aset dan menghitung nilai penyusutan aset perusahaan.
rekonsiliasi otomatis di JurnalRekonsilasi Otomatis
tidak perlu lagi menyamakan transaksi bisnis dan bank secara manual.
kelola biaya dan pengeluaran di jurnalManajemen Biaya
membantu mengontrol pengeluaran dan membuat anggaran keuangan.
Proses penjualan dengan JurnalProses Penjualan
membantu proses penjualan mulai dari penawaran, pemesanan, penagihan, hingga pengiriman barang.

 

2. Customize Sesuai Keinginan

Rata-rata software akuntansi memang memiliki berbagai fitur yang terbilang lengkap. Tentu saja dengan harga yang disesuaikan, dan itu cukup mahal. Padahal tidak semua fitur akan cocok digunakan pada bisnis Anda. Jenis bisnis yang berbeda membutuhkan fitur yang berbeda pula. Jangan samakan software akuntansi di perusahaan jasa dengan perusahaan manufaktur, dan lain sebagainya. Namun, jangan pula membeli software yang sangat murah. Karena kelengkapannya tidak dijamin dan tidak mengakomodasi kebutuhan bisnis secara menyeluruh. Pilihlah software akuntansi yang benar-benar bisa di-customize sesuai dengan atau bisnis Anda.

3. Sistem Terintegrasi

Integrasi membantu Anda untuk menghubungkan software akuntansi yang digunakan dengan aplikasi lain yang berkaitan. Integrasi akan menggabungkan banyak fungsi bisnis ke dalam satu sistem sehingga proses pengelolaan lebih simpel dan mudah. Selain itu, tentu masih ada keuntungan lainnya yang bisa didapatkan, antara lain:

Keuntungan Memilih Software yang Terintegrasi

 

4. Keamanan Data

Data keuangan merupakan informasi paling krusial yang mengendalikan seluruh aktivitas finansial perusahaan dan merupakan sasaran empuk para peretas. Pelanggaran yang melibatkan data keuangan membuat dampak yang sangat serius. Kerugiannya bukan main-main. Tidak hanya akan merusak reputasi Anda, kehilangan pihak yang bekerja sama dengan Anda tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan hukum terhadap Anda. Itulah mengapa software akuntansi dengan keamanan data yang terbaik dan terjamin menjadi prioritas pilihan. Karena ini yang akan membantu untuk menjalin kepercayaan dan membuktikan bahwa Anda menjaga data pihak-pihak yang bekerja sama dengan Anda.

5. Customer Support

Mengapa customer support menjadi sesuatu yang sangat penting? Karena urusan tidak serta merta selesai setelah Anda berhasil menentukan software akuntansi yang sesuai dan membelinya. Sewaktu-waktu Anda pun membutuhkan bantuan, terutama saat pengimplementasian atau saat terjadi sebuah masalah. Dan customer support selalu berada pada garda terdepan saat konsumen membutuhkan. Customer support akan memberikan bantuan berupa:

  • Memberi informasi lengkap seputar software.
  • Membantu ketika terjadi error atau kesulitan.
  • Menjawab berbagai pertanyaan dan memberikan solusi.
  • Wadah konsultasi yang menampung segala keluhan konsumen

Pastikan untuk memilih software dengan customer support terbaik yang setidaknya mempunyai layanan live chat, telepon, e-mail dan memberikan tutorial penggunaan lengkap.

6. Perhatikan Biaya Tambahan

Jangan sampai terjebak software dengan harga murah. Vendor seringkali menggunakan strategi harga murah untuk menjaring konsumen. Namun ternyata fitur yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu ada biaya tambahan tersembunyi untuk melakukan update software dan perawatan lainnya seperti biaya implementasi, biaya training, biaya tambahan per user, dan masih banyak lagi.

 

Itulah beberapa tips dan hal yang harus Anda perhatikan ketika ingin memilih software akuntansi terbaik yang dapat membantu bisnis Anda lebih produktif. Jurnal adalah salah satu software akuntansi yang memberikan kemudahan bagi Anda dalam mengelola keuangan dan membuat pembukuan bisnis lebih mudah dan akurat. Di bawah ini adalah beberapa alasan kenapa Jurnal bisa menjadi software akuntansi pilihan Anda.

 

6 Alasan Jurnal Menjadi Software Akuntansi Online Terbaik

Memiliki fitur lengkapJurnal memiliki fitur lengkap

Jurnal memiliki seluruh fitur penting dalam software akuntansi, juga dilengkapi fitur tambahan seperti template invoice, rekonsiliasi, pembayaran, dan lainnya. Dapat disimpulkan Jurnal merupakan software dengan fitur terlengkap dan cocok digunakan bisnis apapun.

Customize sesuai kebutuhanJurnal dapat di custom sesuai kebutuhan bisnis

Anda dapat memilih berbagai paket sesuai kebutuhan dengan harga yang dapat disesuaikan. Anda dapat meng-upgrade paket yang digunakan tanpa perlu mengganti aplikasi kapan pun dibutuhkan. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang memang tidak diperlukan.

Terintegrasi dengan software lainJurnal terintegrasi dengan software

Perusahaan dapat mengintegrasikan software milik sendiri atau software yang lainnya secara langsung untuk mengimplementasikan fungsi dan fitur yang ada pada Jurnal, setidaknya ada 14 software  yang terintegrasi dengan Jurnal.

Sistem keamanan setara bankJurnal tersertifikasi ISO 27001

Jurnal telah tersertifikasi ISO/IEC 27001 yang menjamin keamanan dan kerahasiaan semua data di dalam sistem yang sesuai standar internasional. Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir data bisnis dapat diakses oleh orang yang tidak berwenang.

Customer Support yang Siap Melayanisupport dari Jurnal

Jurnal menyediakan pilihan support yang dapat dimanfaatkan, mulai dari guidebook yang menyediakan cara penggunaan secara detail dan spesifik. Dibantu dengan online support, e-mail, dan phone support yang siap memberikan solusi kapan saja dan di mana saja.

Tanpa Biaya TambahanTanpa Biaya Tambahan

Selain memberikan fitur lengkap dan dapat disesuaikan kebutuhan, Jurnal juga memberikan training secara gratis tiap minggunya, juga implementasi software secara gratis. Sehingga, Anda tidak perlu bingung lagi melakukan migrasi data Anda dari sistem lama ke Jurnal.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-tepat-memilih-software-akuntansi-terbaik/

Pencatatan Akuntansi Dalam Perusahaan Konsinyasi yang Harus Anda Ketahui!

Era digitalisasi memang mengaburkan batasan jarak maupun waktu antara produsen dan konsumen. Akan tetapi, meningkatnya transaksi di dalam pasar membuat banyak produsen tetap tidak dapat menyentuh konsumen secara langsung. Untuk mengatasi hal ini, produsen biasanya menunjuk agen yang dapat dipercaya di berbagai sudut wilayah yang diinginkan untuk menjangkau pelanggan secara langsung dan prpses ini disebut juga dengan konsinyasi. Konsinyasi terjadi ketika barang dikirim oleh pemiliknya (consignor) ke agen (consignee), yang berjanji untuk menjual barang.

Consignor akan tetap menjadi pemilik barang sampai barang tersebut laku terjual. Dengan sistem seperti ini, maka terdapat perbedaan antara pencatatan akuntan perusahaan konsinyasi dengan perusahaan pada umumnya. Di dalam pencatatan akuntansi perusahaan konsinyasi, karena barang masih dimiliki oleh consignor, maka barang muncul sebagai persediaan dalam catatan akuntansi consignor, bukan consignee. Ini sejalan dengan prinsip transaksinya dimana dalam transaksi penjualan hak milik atas barang berpindah kepada konsumen pada saat penyerahan barang. Penyerahan barang dari consignor kepada consignee tidak diikuti adanya hak milik atas barang yang bersangkutan.

Dalam akuntansi perusahaan konsinyasi, terdapat dua metode pencatatan. Dan kedua metode ini juga berlaku untuk kedua pelaku transaksi baik consignor maupun consignee. Untuk lebih jelasnya berikut penggolongan dalam catatan akuntansi perusahaan konsinyasi.

Pencatatan Akuntansi Dalam Perusahaan Konsinyasi yang Harus Anda Ketahui!

Pencatatan Oleh Consignor

a. Metode Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi dicatat secara terpisah dari laba-rugi transaksi biaya. Untuk membuatnya terpisah maka antara pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi konsinyasi juga harus dipisahkan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Konsinyasi”. Rekening ini merupakan rekening barang-barang konsinyasi yang merupakan persediaan bagi consignor. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi dan dikredit dengan pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Konsinyasi”. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Konsinyasi” adalah:

Pendebitan Pengkreditan
1.       Harga pokok barang yang dikirim2.       Biaya pengiriman barang

3.       Biaya yang berhubungan dengan barang yang dibayar oleh consignee akan tetapi ditanggung oleh consignor.

Pengkreditan terhadap rekening barang konsinyasi adalah hasil penjualan barang konsinyasi.Apabila seluruh barang konsinyasi sudah terjual maka saldo rekening barang konsinyasi akan menunjukkan laba (apabila bersaldo kredit) atau rugi (apabila bersaldo debit). Apabila pada akhir periode masih terdapat barang konsinyasi yang belum terjual, sebaiknya disajikan di dalam neraca sebagai elemen persediaan dan disajikan secara terpisah dari persediaan yang ada digudang (didisclosure).

b. Metode Tidak Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa.  Karena tidak dipisahkan maka tidak ada perbedaan dalam pembuatan jurnal. Dengan demikian pendapatan dan biaya dari transaksi konsinyasi dicatat seperti halnya pendapatan dan biaya yang diperoleh dari transaksi biasa. Dalam hal ini consignor membuat jurnal  pada saat

  1. Mengeluarkan biaya pengiriman
  2. menerima laporan konsinyasi
  3. menerima uang dari consignee.

Dalam metode ini consignor tidak menutup rekening pendapatan atau kerugian pada akhir periode. Ini menjadi sebuah masalah karena laba atau rugi tidak dibuatkan jurnal penutup atau tidak ditutup ke rekening laba rugi.

Pencatatan Oleh Consignee

a. Metode Terpisah

Sama halnya dengan metode terpisah pada pencatatan consignor, semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari laba-rugi transaksi biasa. Untuk membuatnya terpisah maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan consignee juga harus dipisahkan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Komisi”. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang consignee dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang consignee. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Komisi” adalah:

Pendebitan Pengkreditan
1.         Biaya perikatan2.         Jumlah yang harus dibayarkan kepada consignor 1.         Membayar biaya angkut2.         Menjual barang consignee

3.         Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada consignor

4.         Mengirim pembayaran kepada consignor.

b. Metode Tidak Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa. Oleh karena itu, pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi konsinyasi dicatat seperti pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi biasa. Untuk mengetahui dan membedakan dengan barangnya sendiri maka setiap transaksi yang berhubungan dengan barang konsinyasi akan dicatat dalam rekening ”nama consignor”. Penggunaan rekening ini adalah sebagai berikut

Pendebitan Pengkreditan
1.            Pengeluaran biaya-biaya yang menjadi tanggungan consignor2.            Penyetoran uang 1. Harga pokok penjualan pada saat terjadinya transaksi penjualan2. Penerimaan lain dan hasil penjualan konsinyasi

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/pencatatan-akuntansi-dalam-perusahaan-konsinyasi/

Sistem Pembuatan Laporan Keuangan Perusahaan

Membuat laporan keuangan dapat dilakukan dengan dua sistem yaitu sistem manual dan juga aplikasi. Sistem manual adalah sistem pembukuan yang masih menggunakan pensil atau software spreadsheet seperti Lotus 123 atau Microsoft Excel. Sedangkan sistem aplikasi adalah sistem pembukuan yang telah menggunakan teknologi baru. Aplikasi ini dibagi menjadi dua yaitu offline dan online. Lalu apa bedanya sistem pembukuan manual dan aplikasi?

Sistem Pembukuan Manual

Dengan memutuskan untuk membuat laporan keuangan secara manual, Anda otomatis harus mencatat banyak hal secara manual di beberapa kertas kerja ataupun beberapa spreedsheet untuk mendapatkan laporan keuangan yang diinginkan. Bukan hanya itu, Anda juga harus menghitung saldo pada laporan dengan menggunakan kalkulator. Hal ini tentu dapat menyita banyak waktu dan sangat berisiko apabila kurang teliti.

Dalam membuat laporan keuangan secara manual, Anda harus mengikuti prosesnya dengan baik dan tepat seperti membuat invoice yang ditulis tangan, lalu dijadikan jurnal double entry secara manual untuk dijadikan Buku Besar hingga menjadi laporan keuangan. Bukan hanya itu, Anda juga harus membuat laporan utang piutang dari setiap invoice yang Anda terima dan juga membuat daftar stok barang beserta harga pokok penjualan yang dicatat dan dihitung secara manual.

Untuk memudahkan dalam perhitungan atau pencatatan, sistem ini dapat dipermudah dengan menggunakan software spreadsheet. Dengan software tersebut, Anda dapat lebih mudah dalam menghitung dan mencatat transaksi untuk dijadikan laporan keuangan. Tapi, Anda tentu harus mengetahui rumus-rumus yang harus dipakai untuk mendapatkan hasil dari perhitungan tersebut.

Sistem Pembukuan Aplikasi

Aplikasi akuntansi terdiri dari aplikasi offline dan online. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi, Anda hanya perlu memasukkan transaksi keuangan perusahaan, kemudian aplikasi akuntansi akan secara otomatis mengelola laporan keuangan sesuai dengan yang Anda butuhkan seperti laporan arus kas, utang piutang, laba rugi, stok barang, perubahan modal, dan lain sebagainya.

Aplikasi Akuntansi Offline

Dengan memilih aplikasi offline artinya Anda harus memasang aplikasi tersebut pada komputer. Dengan spesifikasi hardware yang baik, aplikasi ini cukup memiliki performa yang baik dan akan berjalan tanpa adanya gangguan. Aplikasi ini tidak membutuhkan koneksi Internet sehingga tidak dapat diakses dari jarak jauh apabila ada keperluan pengawasan atau pengambilan database. Selain itu, aplikasi ini tidak dapat disebarkan karena memiliki nomor seri yang berbeda satu sama lain untuk komputer yang berbeda.

Aplikasi Akuntansi Online

Dengan berkembangnya zaman, aplikasi akuntansi kini telah menggunakan teknologi berbasis ‘cloud system’.  Melalui teknologi ini, Anda dapat mengakses data akuntansi kapan pun dan di mana pun dengan data yang ditampilkan secara uptodate atau realtime. Aplikasi berbasis cloud ini lebih dikenal dengan software akuntansi online.

 

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-sistem-pembuatan-laporan-keuangan-perusahaan/

Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Manajemen dalam Bidang Akuntansi

Sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi adalah sebuah sistem yang  dirancang untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer. Sistem ini memberikan informasi tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan proyek serta peristiwa yang relevan di dalam dan di luar organisasi. Tujuan utama sistem informasi manajemen adalah memberikan informasi yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat. Di bawah ini dapat kita pelajari apa saja manfaat dari penggunaan sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi untuk bisnis.

Memberi Kecepatan

Manfaat utama sistem informasi manajemen dalam akuntansi adalah kecepatan pemrosesan tugas. Data dimasukan sekali dan kemudian dapat digunakan kembali dalam menyusun laporan dengan menekan tombol secara mudah. Jika sebuah transaksi membutuhkan koreksi karena kesalahan memasukkan nominal angka atau salah penempatannya, Anda hanya perlu merevisi kesalahan tersebut, dan laporan yang dihasilkan akan ter-update secara langsung menyesuaikan hasil akhir dari revisi tersebut secara otomatis.

Memudahkan Klasifikasi

Bila data dimasukkan dalam sistem akuntansi, manual atau komputerisasi, seorang akuntan perlu mengklasifikasikannya secara rinci. Misalnya, transaksi bisa berupa pendapatan penjualan atau pendapatan bunga. Dengan menggunakan sistem informasi, proses klasifikasi ini mudah dilakukan dengan menu drop-down dengan memilih kategori yang tepat, Anda juga dapat dengan cepat menghasilkan laporan yang melibatkan klasifikasi. Dengan sistem manual, proses ini memakan waktu lebih lama.

Keamanan

Setelah data masuk ke komputer, maka semua data akan aman. Kemungkinan kehilangan data akan sangat kecil, terutama jika Anda melakukan backup sistem secara teratur. Dalam sistem manual, tumpukan laporan dalam bentuk  kertas bisa hilang atau rusak dengan lebih mudah. Dengan  menyimpan data di Internet, Anda tidak hanya dapat mengakses kapan saja memerlukannya, namun data juga akan tetap aman meski komputer hilang atau rusak.

Menghasilkan Keputusan Cepat

Aplikasi sistem informasi manajemen dapat menyediakan informasi tepat waktu, akurat, tepercaya, dan dapat di-verifikasi untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Sistem ini menyediakan laporan keuangan dan prosedur pengambilan keputusan lanjutan untuk mengevaluasi manfaat atau kekurangan dari pendekatan operasional dan strategi bisnis. Hal ini  tentunya berpengaruh untuk mengurangi ketidakpastian yang dapat menggagalkan implementasi keputusan bisnis.

Mempermudah Perencanaan

Implementasi dari sebuah sistem informasi manajemen adalah untuk meningkatkan kapasitas penjadwalan dan perencanaan. Ini memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya keuangan secara efektif dan menetapkan target kinerja yang realistis. Batasi cakupan rencana Anda untuk kemampuan sumber daya keuangan. Kapasitas perencanaan yang realistis juga mempercepat pencapaian tujuan dalam kerangka waktu yang diinginkan.

Efisiensi

Dalam dunia bisnis, Anda diharuskan memiliki efisiensi yang lebih besar dalam operasi keuangan dan prosedur pelaporan. Penggunaan sistem informasi manajemen ini akan memperkuat kontrol yang dibutuhkan untuk menghilangkan penyalahgunaan sumber daya keuangan, namun juga bisa berfungsi sebagai tindakan pengendalian risiko untuk melindungi bisnis dari beberapa hal yang tidak diharapkan dan tidak terduga. Tindakan pengendalian juga memberikan bukti historis tentang kinerja yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas bisnis saat ini dan masa depan. Auditor dapat menggunakan bukti historis ini untuk mengevaluasi kemajuan bisnis Anda.

Kompetisi

Penerapan sistem majamen informasi dalam bidang akuntansi secara tidak langsung juga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis. Memang, nilai strategis teknologi informasi sangat penting dalam kemajuan kepuasan pelanggan dan pertumbuhan produktivitas. Ini memungkinkan bisnis merespon secara tepat perubahan di pasar sasaran dan tetap berada di depan pesaingnya.

 

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-keuntungan-menggunakan-sistem-informasi-manajemen-dalam-bidang-akuntansi/

 

Akuntansi Dasar: Metode Single Entry dan Double Entry

Istilah akuntansi memang cukup familiar di telinga, baik yang masih mengenyam bangku pendidikan hingga yang telah menjadi ahli di bidangnya masing-masing. Akuntansi adalah suatu bidang yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa, menafsirkan, membuat laporan dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya.

Bisnis yang bergerak di bidang apapun pasti memerlukan yang namanya akuntansi. Karena pentingnya bidang ini sehingga setiap pemilik bisnis dituntut untuk menguasai. Setidaknya seorang pemilik bisnis harus mempunyai pengetahuan mengenai akuntansi dasar. Karena akuntansi dasar yang menjadi acuan untuk mempermudah mempelajari akuntansi secara lebih jauh. Selain pengertian, prinsip dan konsep, hal-hal mengenai akuntansi dasar lainnya yang perlu diketahui lainnya adalah metode pencatatan transaksi keuangan. Setidaknya ada dua metode yang kerap digunakan yakni single entry dan double entry. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di penjelasan berikut ini.

Akuntansi Dasar Metode Single Entry dan Double Entry

Bedanya Single Entry dan Double Entry

Baik single entry maupun double entry merupakan dua cara dasar yang digunakan dalam mencatat transaksi keuangan di dalam akuntansi. Masing-masingnya memiliki pengertian sebagai berikut.

  1. Single Entry atau dapat diartikan sebagai Pencatatan Tunggal merupakan metode pencatatan transaksi keuangan yang hanya dilakukan satu kali. Yang dicatat dalam metode single entry hanyalah daftar transaksi yang mempengaruhi akun kas. Artinya penerimaan kas dicatat sebagai kas masuk, sedangkan pembayaran kas dicatat sebagai kas keluar. Metode single entry biasanya digunakan oleh bisnis kecil dimana neraca tidak diperukan untuk kontrol keuangan dan keperluan pajak.
  2. Double Entry atau Pencatatan Ganda adalah metode pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan dua kali yakni pada sisi debit maupun kredit. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang harus menghasilkan akun laba rugi dan neraca.

 

Kriteria Penggunaan

Bagi sebuah bisnis memutuskan apakah akan menggunakan metode single entry atau double entry tergantung dengan jenis bisnis yang dijalankan. Pada awalnya, single entry digunakan pemerintah Indonesia sebagai dasar pembukuan/pencatatan. Hal ini cukup beralasan karena penggunaan single entry jauh lebih mudah dan praktis. Namun, karena tingginya tuntutan adanya good public governance, perubahan sistem pencatatan ke double entry perlu diterapkan karena dengan sistem pencatatan ini dapat dihasilkan laporan keuangan yang lengkap dan auditable.

Di luar pemerintahan, bisnis kecil dengan kepemilikan tunggal atau bisnis berbasis rumahan mungkin tidak memerlukan metode double entry untuk mencatat transaksi keuangannya. Dan biasanya pemilik bisnis kecil tidak memulai usahanya dengan metode ini. Lebih mudah bagi mereka untuk menggunakan metode single entry dengan cukup menambahkan kas yang masuk dan mengurangi kas keluar.

Sementara itu apabila bisnis yang dijalankan memiliki beberapa piutang atau hutang, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan sistem double entry. Dalam metode double entry, tiap transaksi dicatat ke dalam dua akun, debit dan kredit. Setiap transaksi harus saling menyeimbangkan.

Sebagai contoh ketika bisnis sedang melakukan pembelian komputer. Dalam metode single entry, cukup mengurangi harga pembelian dari total pendapatan. Sementara dalam metode double entry, aset bertambah berupa komputer akan dimasukkan ke kolom debit dan biaya pembelian dimasukkan ke dalam kolom kredit karena mengurangi kas bisnis. Mengenai dua akun iini, perlu diperhatikan bahwa debit tidak selalu bertambah, dan kredit pun tidak selalu berarti berkurang.

 

Keuntungan dan Kerugian Single Entry

Yang menjadi poin utama dari keunggulan penggunaan single entry adalah sederhana sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis. Metode ini hanya memiliki dua daftar, yakni penghasilan dan pengeluaran. Namun format sederhana ini yang membuat hasil laporannya kurang lengkap. Sehingga sulit untuk mengontrol setiap transaksi yang terjadi. Selain itu, apabila terjadi kesalahan akan sulit untuk mencari letak dan asal muasal kesalahan tersebut.

 

Keuntungan dan Kerugian Double Entry

Sebagian besar bisnis menengah dan besar menggunakan metode double entry yang melacak pendapatan, pengeluaran serta aset dan liabilitas. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang diharuskan menghasilkan laporan aset dan liabilitasnya (neraca). Dengan sistem pencatatan seperti membuat perhitungan yang dilakukan lebih akurat karena menunjukkan semua saldo akun. Dengan kejelasan informasi ini maka kesalahan yang terjadi dapat dilacak jejaknya. Namun jika sudah menggunakan metode double entry maka kesalahan yang terjadi sangatlah kecil. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah human error.

Data yang tercatat dengan jelas tentu saja menyimpan kerumitan di baliknya. Proses pembukuannya memang cukup rumit karena harus menyeimbangkan antara debit dan kredit. Tentu saja tidak semua orang dapat melakukan ini sehingga dibutuhkan sumber daya manusia tambahan serta biaya tambahan untuk melakukannya. Waktu yang dibutuhkan pun akan lebih banyak karena perlu verifikasi berulang kali apalagi jika terdapat human error yang sangat membingungkan.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-dasar-metode-single-entry-dan-double-entry/

Pengertian, Unsur, dan Contoh Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi adalah sebuah ikhtisar yang terdiri dari catatan manual atau komputerisasi transaksi keuangan untuk tujuan rekaman, mengkategorikan, menganalisis dan melaporkan informasi manajemen keuangan yang tepat waktu. Sistem akuntansi memiliki berbagai fungsi seperti mengumpulkan dan menyimpan data transaksi, memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan, dan sebagai kontrol terhadap organisasi.

Pengertian Sistem Akuntansi

Warren, Reeve, Fees (2005: 234)

Sistem akuntansi merupakan metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklarifikasi, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi kegiatan bisnis (operasional) dan keuangan sebuah perusahaan.

Baridwan  (2000;6)

Sistem akuntansi adalah sebuah formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen.

Niswonger dkk (1999;182)

Sebuah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan dan melaporkan infomasi mengenai keuangan dan operasi perusahaan.

Unsur-Unsur Sistem Akuntansi

Pada umumnya sebuah sistem akuntansi memiliki 5 (lima) unsur utama yaitu.

1. Formulir

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat/merekam kejadian transaksi. Di dalam formulir terdapat data transaksi yang dapay dijadikan dasar dalam pencatatan.

2. Jurnal

Jurnal merupakan sistem akuntansi yang dilakukan untuk mencatat, mengelompokkan transaksi sejenis, dan meringkas data keuangan lainnya. Hasil dari peringkasan data kemudian di-posting ke rekening yang bersangkutan di dalam buku besar. Bentuk Jurnal yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

Jurnal Penerimaan Kas, jurnal yang disediakan khusus untuk mecatat transaksi penerimaan kas.

Jurnal Pengeluaran Kas, jurnal yang khusus disediakan untuk mencatat segala jenis pengeluaran kas.

Jurnal Pembelian, jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit. Pembelian secara tunai masuk ke dalam jurnal pengeluaran kas.

Jurnal Penjualan, jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Penjualan secara tunai dimasukkan dalam jurnal penerimaan kas.

Jurnal Umum disediakan khusus untuk mencatat penyesuaian pembukuan, koreksi transaksi dan hal lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.

3. Buku Besar (General Ledger)

Buku besar terdiri dari kumpulan rekening-rekening yang berfungsi untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening buku besar dianggap juga sebagai tempat penggolongan data keuangan untuk penyajian laporan keuangan.

4. Buku Pembantu (Subsidiary Ledger)

Buku pembantu berisi rekening-rekening pembantu dalam merinci data keuangan, contohnya seperti  mengelompokkan jenis transaksi yang terjadi di suatu perusahaan satu dengan yang lainnya.

5. Laporan

Laporan adalah hasil akhir dari proses akuntansi, berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok produksi, laporan harga pokok penjualan, daftar utang, daftar saldo persediaan.

Contoh Sistem Akuntansi

Akuntansi manajemen

Tujuan dari akuntansi manajemen adalah memberikan informasi akuntansi kepada manajer untuk keperluan perencanaaan, pengendalian, dan pengelolaan operasi bisnis.

Akuntansi Persediaan (Inventory Accounting)

Sistem akuntansi persediaan digunakan untuk merencanakan dan melacak tingkat persediaan, serta kegiatan inventaris yang terkait. Salah satu sistem persediaan umum adalah kode bar pelacakan, di mana setiap item persediaan ditandai dengan kode bar.

Akuntansi Non-Profit

Merupakan sebuah sistem akuntansi untuk organisasi nirlaba yang memiliki ciri spesifik dari persyaratan pelaporan. Misalnya, tentang sistem pelacakan dana, sehingga sumbangan yang diberikan untuk tujuan tertentu bisa diketahui telah disalurkan secara benar. Perangkat lunak ini juga harus mampu menghasilkan laporan dari total donasi yang telah disumbangkan oleh donor individu.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-unsur-dan-contoh-sistem-akuntansi/

Inilah 5 Peran Utama Akuntansi Bagi Perusahaan

Anda mungkin sudah familiar dengan istilah akuntansi. Bagi yang duduk di bangku sekolah, mereka mungkin lebih mengenal akuntansi dari mata pelajaran yang disuguhkan. Dan bagi pebisnis, akuntansi sudah sangat familiar dan melekat dengan kehidupan sehari-hari di perusahaan. Lalu apakah pengertian akuntansi tersbut. Akuntansi adalah suatu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa, menafsirkan, membuat laporan dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya. Atau dapat disederhanakan dengan proses  pencatatan yang sistematis dan terperinci dari transaksi keuangan suatu bisnis. Berdasarkan pengertian di atas tentu saja peran akuntansi bagi perusahaan sudah tidak diragukan lagi. Akuntansi bagi perusahaan memainkan peranan penting karena membantu dalam proses jalannya bisnis. Lalu apa sajakah peran-peran utama akuntansi bagi perusahaan yang kerap ditemukan dalam kehidupan bisnis. Berikut penjelasannya.

Informasi Keuangan

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Memilih Software Akuntansi Terbaik

Peran pertama dari akuntansi bagi perusahaan adalah sebagai sumber informasi keuangan perusahaan tersebut. Bagian di dalam akuntansi seperti pembukuan dan laporan keuangan menyediakan berbagai informasi mengenai berbagai macam transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Berbagai data yang berhubungan dengan keuangan akan di catat dalam buku besar secara terperinci dan rutin. Buku besar nantinya akan diteruskan dan menghasilkan laporan keuangan. Maka dari itu, sebaiknya Anda menyusun pembukuan dengan rapi serta rutin dalam memperbaharui data. Tentunya hal ini akan jauh lebih efektif serta efisien apabila Anda memanfaatkan software akuntansi yang akan mencatat semua laporan keuangan perusahaan Anda. Salah satu software akuntansi terbaik dengan pencatatan dan pengolahan data otomatis adalah Jurnal.

Analisis Bisnis

Setelah dikumpulkan, data-data akuntansi tersebut diolah dan akan digunakan sebagai pisau analisis kinerja perusahaan. Data akuntansi mencerminkan kinerja serta posisi keuangan suatu perusahaan. sehingga dapat membantu Anda untuk memahami apa yang terjadi pada perusahaan serta membandingkan data saat ini dengan data sebelumnya. Jika terdapat variasi substansial dalam kinerja, pengusaha dapat menerapkan perubahan dalam perusahaan untuk mengoreksi perbedaan-perbedaan ini. Semakin sering data akuntansi disajikan, maka akan semakin mudah dalam peninjauan dan analisis yang membuka peluang manajemen mengenali masalah kecil sebelum menjadi masalah besar.

Perencanaan Bisnis

Peran ini nantinya akan erat hubungannya dengan penganggaran perusahaan. Karena salah satu penggunaan paling umum dari informasi akuntansi adalah untuk membuat penganggaran dan perkiraan untuk perencanaan bisnis. Dengan menggunakan data dari periode sebelumnya, perusahaan akan membuat anggaran dan rencana yang sebaiknya dilakukan untuk periode mendatang. Data ini dipakai mulai dari proyeksi penjualan dan keuntungan, evaluasi, pembuatan usulan anggaran, perencanaan bisnis berikutnya, negosiasi, hingga tinjauan dan persetujuan.

Penghubung dengan Pihak Ketiga

Selain berhubungan dengan urusan dalam perusahaan, akuntansi juga ada untuk membantu perusahaan untuk terhubung dengan pihak luar. Para akuntan dan data-data akuntansi yang diolahnya berfungsi sebagai jembatan penghubung antara perusahaan dengan pihak ketiga untuk mengambil keputusan terkait kerja sama, proses jual beli, investasi serta transaksi lainnya. Data akuntansi memberi informasi kepada pihak vendor ataupun investor untuk kemudahan pengambilan keputusan terkait perusahaan Anda. Tentu hal ini sangatlah masuk akal sebab investor tidak akan melakukan investasi tanpa adanya informasi keuangan yang mutakhir dan juga akurat. Tidak sampai di situ, akuntansi dan elemen yang ada di dalamnya pun dapat menjadi penghubung antara perusahaan dengan pemerintah dalam hal pelaporan pajak dan proses audit.

Pengambilan Keputusan Investasi

Jika poin sebelumnya lebih membahas mengenai pihak ketiga yang melakukan investasi ke dalam perusahaan, maka pada poin ini peran akuntansi berfungsi untuk memberi perusahaan pertimbangan ketika akan melakukan investasi ke luar. Perusahaan biasanya menggunakan data akuntansi untuk menentukan cara menginvestasikan dana. Dari hasil analisis keuangan perusahaan akan dilihat berapa banyak uang tunai yang dibutuhkan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Setelah hal ini selesai ditentukan, kemudian akan dipilih saham, obligasi atau investasi mana yang cocok untuk menyimpan uang tunai tersebut selama periode waktu yang dibutuhkan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/inilah-5-peran-utama-akuntansi-bagi-perusahaan/

Pembukuan Manual Vs Software Akuntansi, Mana yang Lebih Efektif?

Apakah Anda termasuk salah satu pelaku bisnis yang masih pusing masalah pembukuan yang selama ini masih menggunakan cara manual? Misalnya, masih menggunakan buku, alat tulis dan kalkulator untuk mencatat seluruh transaksi keuangan bisnis Anda. Padahal hingga saat ini teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi dalam informasi dan komunikasi telah meningkatkan perkembangan di dalam dunia akuntansi perusahaan.  Salah satu yang berkembang dan umum diimplementasikan dalam dunia bisnis adalah Aplikasi Sistem Komputer Akuntansi atau sering disebut dengan software akuntansi.Masalah yang sering dihadapi dalam proses pembukuan manual

Baca juga: Manfaat Software Akuntansi yang Harus Anda Maksimalkan untuk Bisnis

Sedangkan membuat pembukuan dengan cara manual memiliki banyak kelemahan dan berbahaya bagi keamanan data bisnis. Sehingga saat ini cara manual telah banyak ditinggalkan oleh para pelaku bisnis.

 

Kini, saatnya Anda beralih menggunakan software akuntansi

Membuat pembukuan secara manual memang cukup merepotkan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cara manual memiliki lebih banyak kekurangan. Apalagi bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan beberapa bisnis sekaligus. Pembukuan yang dilakukan secara manual akan membuat Anda lebih sulit untuk mengawasi arus keuangan. Dan yang paling penting untuk digarisbawahi adalah cara manual akan menyita waktu Anda lebih banyak. Oleh karena itu, sudah saatnya Anda beralih untuk mulai menggunakan software akuntansi.

Jika Anda beralih menggunakan software, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat. Diantaranya adalah Anda akan lebih mudah dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dengan akurat, efisien dan cepat. Manfaat lainnya adalah dalam hal kecepatan dalam mendapatkan laporan keuangan. Karena laporan keuangan akan dihasilkan secara otomatis oleh komputer. Selain itu, penggunaan software memiliki tingkat ketepatan yang tinggi, serta mampu menghasilkan dan menampilkan lebih banyak data dengan mudah dan cepat sehingga efisiensi dapat tercapai dengan mudah.

Bedanya Pembukuan Manual vs Software Akuntansi

Manual

Software Akuntansi

Membuat dan menghafalkan rumus-rumus tertentu. Hanya perlu menginput data transaksi melalui sistem software.
Proses pembukuan harus dilakukan dengan mencatat secara manual. Seluruh proses pembukuan dapat dilakukan secara otomatis.
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pembukuan. Proses pembukuan jauh lebih cepat sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga.
Laporan keuangan harus dikerjakan secara manual. Laporan keuangan dapat disajikan secara otomatis dan realtime.
Kerangka kerja akuntansi kurang efektif dan efisien. Kerangka kerja akuntansi lebih efisien.
Pencatatan utang dan piutang tidak terkelola dengan baik. Manajemen utang dan piutang menjadi lebih baik dengan fitur pengingat.
Terjadinya kesalahan dalam mencatat data transaksi dan perhitungan Meminimalisir terjadinya kesalahan dalam perhitungan.
Jika terjadi kesalahan, harus mengulang proses dari awal Hanya perlu mengganti data yang salah, tanpa perlu mengulang proses
Sulit untuk mengorganisasikan data-data transaksi bisnis. Pengorganisasian data-data transaksi dapat dilakukan dengan mudah.

Lalu, bagaimana cara memilih software akuntansi yang tepat

Software akuntansi akan memudahkan pekerjaan para pebisnis. Karena dengan menggunakan software akuntansi, maka Anda dapat mengelola keuangan bisnis menjadi lebih sederhana dibandingkan dengan melakukan aktivitas akuntansi secara manual yang sangat merepotkan. Meskipun ada banyak jenis software akuntansi yang beredar umum, tetapi tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Terkadang ada software akuntansi yang memiliki harga yang murah, tetapi fitur yang diberikan sangat sedikit bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan yang Anda perlukan. Berikut ini ada beberapa tips untuk memilih software akuntansi:

tips memilih software akuntansi

Sebaiknya, pilihlah software akuntansi yang mudah digunakan dan fitur yang user friendly seperti Jurnal. Kenapa Anda sebaiknya memilih software akuntansi Jurnal?

  • Jurnal akan memberikan kemudahan dalam pembuatan laporan keuangan bisnis secara instan mulai dari Neraca, Laba-Rugi, Perubahan Modal, Arus Kas, dan masih banyak lainnya.
  • Jurnal dapat digunakan untuk memonitor bisnis melalui laporan keuangan yang lengkap.
  • Dengan menggunakan Jurnal, faktur dapat dibuat, dikirim, dan dikelola dengan lebih profesional.
  • Proses penawaran harga hingga penagihan bisnis akan tercatat dengan rapi.
  • Jurnal memiliki fitur pengingat faktur, sehingga piutang tidak tertagih dapat dihindari.
  • Dengan adanya fitur stok barang, daftar produk dan jumlah stok barang bisnis Anda akan lebih akurat.
  • Jurnal dilengkapi dengan fitur multi gudang yang dapat digunakan yang dapat digunakan untuk mengelola stok barang dari berbagai gudang dengan lebih cepat dan mudah.
  • Selain itu juga masih banyak fitur-fitur lain Jurnal yang akan memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis. Diantaranya adalah bundel produk, konversi satuan produk, rekonsiliasi otomatis, manajemen pajak, manajemen biaya, dan masih banyak lainnya.

 

“Membaca laporan keuangan dan memonitor performance startup saya menjadi lebih mudah dengan Jurnal. Quite a time and energy saver!” Rade Tampubolon – SocialBuzz.com

 

Jurnal telah terbukti aman dan terpercaya untuk digunakan karena telah tersertifikasi ISO 27001 yang dapat menjamin keamanan data dan informasi bisnis Anda. Anda tidak perlu khawatir karena Jurnal dapat diakses dengan mudah hanya melalui PC, laptop, maupun ponsel pribadi Anda. 

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/pembukuan-manual-vs-software-akuntansi/

7 Tips Keuangan Perusahaan yang Pengusaha Harus Ikuti

Pengelolaan keuangan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah usaha, baik itu usaha kecil, apalagi untuk perusahaan. Pengusaha perlu mengelola keuangan mereka untuk banyak tujuan, mulai dari persiapan untuk bertahan di masa-masa sulit hingga untuk mempersiapkan kesuksesan berikutnya. Pengelolaan keuangan yang baik dan efektif akan membuat perbedaan yakni dari yang awalnya jatuh sedikit demi sedikit tumbuh menjadi usaha yang terus menaiki tangga kesuksesan. Ada beberapa tips keuangan perusahaan yang harus diikuti oleh pengusaha agar terus tumbuh. Tips keuangan perusahaan ini tidak hanya membuka peluang bisnis Anda, tetapi juga membuka wawasan Anda untuk strategi selanjutnya. Berikut tips keuangan perusahaan yang harus diikuti perusahaan yang telah dirangkum oleh Jurnal.

Buat Anggaran

Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam perusahaan adalah membuat anggaran perusahaan. Anggaran yang disusun sejak awal akan membantu Anda mengelola keuangan secara efektif sepanjang tahun. Anggaran bertindak sebagai penuntun yang memungkinkan Anda membuat keputusan bisnis jauh. Bila dilihat dari jauh, pembuatan anggaran juga akan sangat membantu Anda lebih mudah mengatur rencana ekspansi. Anggaran awal yang Anda buat tidak harus selalu menggunakan yang tepat. Buatlah perkiraan-perkiraan dana yang mendekati. Seiring dengan berjalannya waktu, pembuatan anggaran ini akan mengasah proyeksi terhadap masa depan perusahaan.

Kelola Persediaan dengan Optimal

Tips keuangan perusahaan yang efektif berikutnya adalah mengontrol persediaan perusahaan anda dengan optimal. Dengan menjaga persediaan, Anda pun sekaligus menjaga arus kas berjalan dengan lancar dan meningkatkan keuntungan. Sebaiknya tidak menyimpan stok terlalu banyak karena akan menjadi aset yang tidak digunakan. Tentu saja ini akan menyia-nyiakan biaya yang dikeluarkan. Namun, jangan pula menyediakan stok terlalu sedikit. Kelola persediaan dengan baik, maka stok yang disediakan pasti akan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. Sebagai hasilnya, Anda dapat mencegah aset menjadi tidak digunakan dan memiliki cukup arus kas untuk biaya operasional lainnya.

Lakukan Pembukuan

Mencatat setiap transaksi dengan teratur merupakan tips pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien untuk setiap perusahaan. Anda akan lebih mudah untuk melacak keuangan apabila telah dikumpulkan dalam satu wadah. Sehingga ketika ada urusan yang membutuhkan catatan transaksi dengan cepat, Anda tidak perlu panik. pembukuan juga akan membantu mengidentifikasi kebiasaan pengeluaran berlebihan dan kemungkinan pendapatan yang dapat digunakan sebagai tabungan. Pembukuan juga akan membuat pelaporan pajak lebih mudah.

Hindari Melakukan Pinjaman Terlalu Banyak

Sebagian besar pengusaha perlu mengambil beberapa pinjaman untuk memulai dan menjalankan usaha. Namun, sangat penting untuk berhati-hati seberapa jumlah yang dipinjam dan ketentuan apa saja yang menyertainya. Mengambil hutang yang terlalu banyak serta berbunga tinggi dapat menjadi bumerang dan justru melumpuhkan perusahaan dengan mudah. Jangan mengambil hutang lebih dari yang diperlukan dan pastikan untuk sudah membuat rencana pembayarannya. Usahakan pula untuk mebayar hutang tersebut tepat waktu agar tidak semakin menumpuk hingga sulit untuk dilunasi. Pengelolaan hutang ini tidak hanya akan meringankan Anda sebagai pengusaha, tetapi juga akan menjaga hubungan baik dengan kreditur dan vendor.

Tingkatkan Investasi

Jangan mengandalkan pendapatan usaha Anda pada satu sumber saja. ada banyak cara untuk menambah pendapatan salah satunya adalah dengan berinvestasi. Carilah investor yang tepat dengan meneliti usaha yang mereka jalankan dan bagaimana keterlibatan mereka pada usaha-usaha sebelumnya. Investor yang tepat akan menjadi aset bagus karena dapat memberikan dana yang lebih banyak dibandingkan dengan melakukan pinjaman. Bekerja sama dengan investor akan meningkatkan skala usaha Anda. Berbeda dengan kreditur, investor akan membantu usaha Anda ketika masa-masa sulit.

Tingkatkan Tabungan

Tabungan adalah cadangan yang paling ampuh untuk membantu operasional usaha Anda bila terjadi penurunan. Tabungan akan benar-benar membantu Anda menghadapi masa-masa sulit dalam mempertahankan bisnis. Jangan habiskan seluruh keuntungan perusahaan untuk dibagi kepada para pemilik modal. Sisihkan beberapa persen untuk dialokasikan sebagai tabungan yang nantinya digunakan untuk mengembangkan dan membantu perusahaan.

Pilih Software Akuntansi yang Sesuai

Jika Anda belum memindahkan data dari komputer ke software akuntansi, maka lakukan sekarang juga. Software ini akan membantu Anda untuk menyimpan data dengan lebih aman. Apabila Perusahaan Anda menyimpan seluruh data keuangan di dalam komputer kantor secara offline, maka ketika terdapat masalah di dalamnya, Anda akan kehilangan data-data tersebut. Namun apabila Anda memindahan data tersebut ke software yang telah berbasis online, maka data Anda akan bertahan. dengan software akuntansis berbasis cloud semua pekerjaan akan disimpan dan diperbarui secara otomatis dan realtime serta dapat diakses melalui gadget atau smartphone, laptop, atau komputer hanya dengan syarat terhubung dengan internet. Anda tidak perlu lagi menyimpan data akuntansi secara manual di harddrive komputer.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/7-tips-keuangan-perusahaan-yang-pengusaha-harus-ikuti/