Hindari 6 Kesalahan Ini Dalam Membuat Laporan Keuangan

Laporan Keuangan adalah sumber informasi keuangan yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang sehat. Dalam sebuah bisnis, laporan keuangan merupakan sesuatu yang krusial karena menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pemilik bisnis atau manajemen atas kinerja pengelolaan bisnis kepada pihak-pihak yang terkait. Laporan keuangan akan menunjukkan kondisi keuangan sebuah bisnis apakah sesuai dengan yang ditargetkan atau tidak. Laporan inilah yang nanti dijadikan acuan apakah bisnis yang dijalankan layak untuk dilanjutkan atau tidak. Untuk itu perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam pembuatannya. Terkadang pemilik bisnis sudah percaya diri dengan laporan yang dibuatnya, namun ternyata luput memeriksa kesalahan-kesalahan kecil yang kerap muncul. Pemilik bisnis dan manajemen sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan laporan keuangan berikut ini.

Tips Meningkatkan Cash Flow Bisnis Secara Maksimal

Mencampur Keuangan Bisnis dan Pribadi

Ini merupakan masalah mendasar yang masih sering sekali dilakukan khususnya pada bisnis pemula. Laporan keuangan mencatat segala transaksi yang terjadi pada bisnis. Laporan ini yang akan menggambarkan bagaimana kinerja bisnis serta aktivtas keuangan yang sesungguhnya. Dan hasilnya akan sangat berpengaruh pada pengembangan bisnis kedepannya. Akan sangat berbeda apabila keuangan pribadi juga tercampur di dalamnya. Informasi akan terlihat kabur sehingga menyulitkan dalam pembuatan keputusan selanjutnya. Oleh karena itu, sekecil dan se-pemula apapun bisnis yang dijalankan, sebaiknya pisahkan aktivitas keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Termasuk di dalamnya pemisahan rekening yang digunakan.

Kehilangan Bukti Transaksi

Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan keuangan haruslah disertai bukti transaksi berupa nota, invoice, kwitansi dan lain sebagainya. Bukti ini nantinya berguna sebagai kontrol atas pencatatan setiap transaksi tersebut, khususnya pada saat pemeriksaan. Tanpa bukti transaksi, laporan keuangan dianggap tidak sah. Namun, permasalahan mengenai bukti transaksi ini juga masih kerap ditemukan. Pemilik bisnis tidak menyimpan bukti-bukti tersebut secara rutin dan teratur. Masih banyak pemilik bisnis yang cenderung mengabaikan dan menyimpan bukti transaksi secara asal-asalan. Sehingga pada saat-saat dibutuhkan, seperti pembuatan laporan akhir, pelaporan pajak atau audit, pemilik bisnis pun kelimpungan mencarinya.

Tidak Memahami Arus Kas

Arus kas yang baik menjadi salah satu penentu perkembangan sebuah bisnis. Tetapi masih banyak juga yang tidak memahami bagaimana mengolah arus kas dengan baik. Padahal arus kas yang buruk pada sebuah bisnis akan membuat bisnis tersebut benar-benar lumpuh. Karena ini berarti bisnis tersebut sudah tidak mempunyai simpanan uang lain untuk keperluan pengembangan. Jadi pastikan untuk membuat prosedur yang ketat dalam pengelolaan arus kas bisnis Anda.

Tidak Memperhitungkan Beberapa Aspek

biaya oprasionl, aset dan kewajiban merupakan aspek-aspek yang kerap luput dalam pencatatan. Kewajiban ini seperti hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Pemilik bisnis seringkali tidak mencatat bagian ini dengan lengkap. Begitupun dengan biaya operasional. Ada hal-hal yang luput dari pencatatan seperti listrik, air dan termasuk transportasi di dalamnya. Mengelompokkan aset dan kewajiban juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan pada pembuatan laporan keuangan.

Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak

Ada berbagai alasan mengapa perhitungan pajak sering luput dari perhitungan. Selain karena tidak mengerti, rasa malas atau jumlah pembayaran yang dirasa terlalu besar. Banyak pemilik bisnis tidak mengetahui cara menghitung pajak yang benar. Ketidak mengertian ini pun menyebabkan rasa malas melakukan perhitungan pajak sehingga pemilik bisnis cenderung mengabaikannya. Alasan lain perhitungan pajak tidak dicantumkan adalah karena pemilik bisnis merasa bahwa pajak yang harus ia bayar tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan karena nominalnya terlalu besar.

Pengetahuan Akuntansi yang Kurang

Banyak orang yang memulai bisnis dengan pengetahuan yang kurang memadai mengenai akuntansi. Mereka masih belum terlalu mengerti perihal catatan keuangan dasar, seperti omset laba kotor dan bersih, neraca keuangan dan arus kas laba rugi. Padahal pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan agar pemilik bisnis lebih mengerti kondisi bisnis yang dirintisnya. Apabila dipelajari dari awal pun, pemilik bisnis membutuhkan waktu untuk memahami beberapa istilah dan sistem yang ada di dalamnya. Untuk permasalahan ini seorang pemilik bisnis membutuhkan bantuan akuntan untuk membantu proses akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan. Namun kini, untuk mempermudah proses tersebut telah tersedia software akuntansi yang tentu saja akan membuat pekerjaan ini terasa lebih simpel.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hindari-6-kesalahan-ini-dalam-membuat-laporan-keuangan/

Tips Tepat Memilih Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda

Sebuah bisnis memang dapat dijalankan jika melakukan penjualan dan menghasilkan keuntungan. Namun bisnis bukanlah sekadar proses menghasilkan uang. Bisnis juga berbicara mengenai manajemen dan pengelolaan sumber pendapatan tersebut agar menghasilkan keberlanjutan.

Memang terlihat sederhana, akan tetapi didalamnya membutuhkan proses akuntansi yang kompleks. Setidaknya ada 11 tahap akuntansi yang harus dijalankan dalam tiap transaksi dengan data yang tidak sederhana. Terdapat proses analisis, proses pencatatan dan pembuatan neraca saldo, serta pembuatan laporan keuangan lainnya. Tentu saja ini akan menyulitkan dan menyita banyak waktu. Belum lagi dibutuhkan ketelitian yang cukup tinggi, karena kesalahan perhitungan dapat menjalar pada strategi bisnis selanjutnya.

Sebagai solusi, kini telah tersedia software akuntansi online dengan banyak kemudahan dari proses yang simpel hingga hasil yang lengkap dan memuaskan. Bukan hanya masalah keuntungan, software akuntansi juga berfungsi untuk mengelola utang dan piutang, buku besar, faktur, stok barang, aset perusahaan, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini, software akuntansi merupakan perangkat lunak yang krusial bagi jenis bisnis apapun. Karena pembuatan berbagai laporan keuangan dapat dilakukan secara instan. Saat ini banyak sekali vendor yang bermunculan dengan bermacam paket software yang siap digunakan. Oleh karenanya perusahaan harus lebih cermat dalam memilih apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan yang terbaik. Jangan sampai, software yang dibeli malah menimbulkan penyesalan. Biaya pembelian sudah besar, namun software tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bisnis Anda. Agar tidak terjebak dengan software akuntansi yang salah, Anda bisa mengikuti tips berikut ini.

 

Tips Memilih Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda

 

1. Pilih Software dengan Fitur Lengkap

Kebutuhan setiap perusahaan untuk software akuntansi tentu berbeda-beda, baik itu perusahaan yang berskala kecil, menengah, hingga besar. Mulai dari perhitungan sederhana hingga yang sangat kompleks.

Fitur Wajib yang Harus Dimiliki Software Akuntansi

Laporan keuangan lengkapLaporan Keuangan Lengkap
mulai dari Neraca, Laba-Rugi, Perubahan Modal, Arus Kas, dan sebagainya.
Invoice gratis jurnalInvoicing
membuat faktur, mengirim, dan membuat faktur berulang atau terjadwal.
hitung pajak otomatis di jurnalPerhitungan Pajak
mencatat transaksi beserta pajak yang akan dikenakan, seperti PPh 23, PPh 4(2), dan sebagainya.
stok barang di jurnalStok Barang
memonitor dan mengelola stok barang, hingga mengingatkan ketika stok akan segera habis.
Jurnal berbasis cloudBerbasis Cloud
yang membantu memonitor laporan keuangan secara real-time dan akurat.
kelola aset perusahaan di jurnalAset Perusahaan
mencatat aset dan menghitung nilai penyusutan aset perusahaan.
rekonsiliasi otomatis di JurnalRekonsilasi Otomatis
tidak perlu lagi menyamakan transaksi bisnis dan bank secara manual.
kelola biaya dan pengeluaran di jurnalManajemen Biaya
membantu mengontrol pengeluaran dan membuat anggaran keuangan.
Proses penjualan dengan JurnalProses Penjualan
membantu proses penjualan mulai dari penawaran, pemesanan, penagihan, hingga pengiriman barang.

 

2. Customize Sesuai Keinginan

Rata-rata software akuntansi memang memiliki berbagai fitur yang terbilang lengkap. Tentu saja dengan harga yang disesuaikan, dan itu cukup mahal. Padahal tidak semua fitur akan cocok digunakan pada bisnis Anda. Jenis bisnis yang berbeda membutuhkan fitur yang berbeda pula. Jangan samakan software akuntansi di perusahaan jasa dengan perusahaan manufaktur, dan lain sebagainya. Namun, jangan pula membeli software yang sangat murah. Karena kelengkapannya tidak dijamin dan tidak mengakomodasi kebutuhan bisnis secara menyeluruh. Pilihlah software akuntansi yang benar-benar bisa di-customize sesuai dengan atau bisnis Anda.

3. Sistem Terintegrasi

Integrasi membantu Anda untuk menghubungkan software akuntansi yang digunakan dengan aplikasi lain yang berkaitan. Integrasi akan menggabungkan banyak fungsi bisnis ke dalam satu sistem sehingga proses pengelolaan lebih simpel dan mudah. Selain itu, tentu masih ada keuntungan lainnya yang bisa didapatkan, antara lain:

Keuntungan Memilih Software yang Terintegrasi

 

4. Keamanan Data

Data keuangan merupakan informasi paling krusial yang mengendalikan seluruh aktivitas finansial perusahaan dan merupakan sasaran empuk para peretas. Pelanggaran yang melibatkan data keuangan membuat dampak yang sangat serius. Kerugiannya bukan main-main. Tidak hanya akan merusak reputasi Anda, kehilangan pihak yang bekerja sama dengan Anda tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan hukum terhadap Anda. Itulah mengapa software akuntansi dengan keamanan data yang terbaik dan terjamin menjadi prioritas pilihan. Karena ini yang akan membantu untuk menjalin kepercayaan dan membuktikan bahwa Anda menjaga data pihak-pihak yang bekerja sama dengan Anda.

5. Customer Support

Mengapa customer support menjadi sesuatu yang sangat penting? Karena urusan tidak serta merta selesai setelah Anda berhasil menentukan software akuntansi yang sesuai dan membelinya. Sewaktu-waktu Anda pun membutuhkan bantuan, terutama saat pengimplementasian atau saat terjadi sebuah masalah. Dan customer support selalu berada pada garda terdepan saat konsumen membutuhkan. Customer support akan memberikan bantuan berupa:

  • Memberi informasi lengkap seputar software.
  • Membantu ketika terjadi error atau kesulitan.
  • Menjawab berbagai pertanyaan dan memberikan solusi.
  • Wadah konsultasi yang menampung segala keluhan konsumen

Pastikan untuk memilih software dengan customer support terbaik yang setidaknya mempunyai layanan live chat, telepon, e-mail dan memberikan tutorial penggunaan lengkap.

6. Perhatikan Biaya Tambahan

Jangan sampai terjebak software dengan harga murah. Vendor seringkali menggunakan strategi harga murah untuk menjaring konsumen. Namun ternyata fitur yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu ada biaya tambahan tersembunyi untuk melakukan update software dan perawatan lainnya seperti biaya implementasi, biaya training, biaya tambahan per user, dan masih banyak lagi.

 

Itulah beberapa tips dan hal yang harus Anda perhatikan ketika ingin memilih software akuntansi terbaik yang dapat membantu bisnis Anda lebih produktif. Jurnal adalah salah satu software akuntansi yang memberikan kemudahan bagi Anda dalam mengelola keuangan dan membuat pembukuan bisnis lebih mudah dan akurat. Di bawah ini adalah beberapa alasan kenapa Jurnal bisa menjadi software akuntansi pilihan Anda.

 

6 Alasan Jurnal Menjadi Software Akuntansi Online Terbaik

Memiliki fitur lengkapJurnal memiliki fitur lengkap

Jurnal memiliki seluruh fitur penting dalam software akuntansi, juga dilengkapi fitur tambahan seperti template invoice, rekonsiliasi, pembayaran, dan lainnya. Dapat disimpulkan Jurnal merupakan software dengan fitur terlengkap dan cocok digunakan bisnis apapun.

Customize sesuai kebutuhanJurnal dapat di custom sesuai kebutuhan bisnis

Anda dapat memilih berbagai paket sesuai kebutuhan dengan harga yang dapat disesuaikan. Anda dapat meng-upgrade paket yang digunakan tanpa perlu mengganti aplikasi kapan pun dibutuhkan. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang memang tidak diperlukan.

Terintegrasi dengan software lainJurnal terintegrasi dengan software

Perusahaan dapat mengintegrasikan software milik sendiri atau software yang lainnya secara langsung untuk mengimplementasikan fungsi dan fitur yang ada pada Jurnal, setidaknya ada 14 software  yang terintegrasi dengan Jurnal.

Sistem keamanan setara bankJurnal tersertifikasi ISO 27001

Jurnal telah tersertifikasi ISO/IEC 27001 yang menjamin keamanan dan kerahasiaan semua data di dalam sistem yang sesuai standar internasional. Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir data bisnis dapat diakses oleh orang yang tidak berwenang.

Customer Support yang Siap Melayanisupport dari Jurnal

Jurnal menyediakan pilihan support yang dapat dimanfaatkan, mulai dari guidebook yang menyediakan cara penggunaan secara detail dan spesifik. Dibantu dengan online support, e-mail, dan phone support yang siap memberikan solusi kapan saja dan di mana saja.

Tanpa Biaya TambahanTanpa Biaya Tambahan

Selain memberikan fitur lengkap dan dapat disesuaikan kebutuhan, Jurnal juga memberikan training secara gratis tiap minggunya, juga implementasi software secara gratis. Sehingga, Anda tidak perlu bingung lagi melakukan migrasi data Anda dari sistem lama ke Jurnal.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-tepat-memilih-software-akuntansi-terbaik/

Suku bunga turun, begini rekomendasi Bahana Sekuritas untuk emiten sektor perbankan

Bank Indonesia (BI) dalam dua bulan terakhir telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali. Pada Juli 2019, BI menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-DRR) sebanyak 25 basis point (bps), dari 6% menjadi 5,75%. Kemudian, pada Agustus ini, suku bunga acuan BI diturunkan lagi sebanyak 25 bps menjadi 5,5%.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi menilai, ruang penurunan suku bunga masih terbuka. Menurut dia, BI berpeluang menurunkan suku bunga sebanyak 50 bps lagi menjadi 5% hingga akhir tahun. ‘’Langkah penurunan ini akan membantu perbaikan neraca perdagangan dan dana asing bakal masuk ke surat utang pemerintah yang pada akhirnya hal ini akan menopang nilai tukar,’’. Menurut dia, salah satu sektor saham yang mendapat sentimen positif dari tren pelonggaran moneter ini adalah perbankan. Apalagi bank-bank yang memiliki dana murah yang sedikit dan valuasi saham yang rendah.

Salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Lucky melihat, penurunan suku bunga ini dapat memberikan ruang bagi BBNI untuk ekspansi kredit dengan rasio net interest margin (NIM) yang stabil serta rasio kredit bermasalah yang membaik.

Oleh karena itu, ia memberikan rekomendasi buy atas saham BBNI. Begitu juga dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan mendapat sentimen positif karena porsi dana murahnya belum terlalu besar.

Berbeda halnya dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memiliki dana murah yang cukup besar.  ‘’Dengan tren penurunan suku bunga yang terjadi saat ini, ruang bagi kedua bank tersebut untuk mempertahankan NIM jadi lebih kecil. Valuasi saham keduanya juga sudah cukup tinggi,’’ ungkap Lucky.

Sementara itu, ia menilai, peluang bank skala menengah seperti PT Bank Danamon Tbk (BDMN) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) masih terbatas setelah diambil alih oleh Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Pasalnya, Bank Danamon yang akan merger dengan Bank Nusantara Parahyangan, setelah keduanya dimiliki oleh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. juga belum akan melakukan ekspansi bisnis hingga seluruh proses merger selesai.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/suku-bunga-turun-begini-rekomendasi-bahana-sekuritas-untuk-emiten-sektor-perbankan

Pencatatan Akuntansi Dalam Perusahaan Konsinyasi yang Harus Anda Ketahui!

Era digitalisasi memang mengaburkan batasan jarak maupun waktu antara produsen dan konsumen. Akan tetapi, meningkatnya transaksi di dalam pasar membuat banyak produsen tetap tidak dapat menyentuh konsumen secara langsung. Untuk mengatasi hal ini, produsen biasanya menunjuk agen yang dapat dipercaya di berbagai sudut wilayah yang diinginkan untuk menjangkau pelanggan secara langsung dan prpses ini disebut juga dengan konsinyasi. Konsinyasi terjadi ketika barang dikirim oleh pemiliknya (consignor) ke agen (consignee), yang berjanji untuk menjual barang.

Consignor akan tetap menjadi pemilik barang sampai barang tersebut laku terjual. Dengan sistem seperti ini, maka terdapat perbedaan antara pencatatan akuntan perusahaan konsinyasi dengan perusahaan pada umumnya. Di dalam pencatatan akuntansi perusahaan konsinyasi, karena barang masih dimiliki oleh consignor, maka barang muncul sebagai persediaan dalam catatan akuntansi consignor, bukan consignee. Ini sejalan dengan prinsip transaksinya dimana dalam transaksi penjualan hak milik atas barang berpindah kepada konsumen pada saat penyerahan barang. Penyerahan barang dari consignor kepada consignee tidak diikuti adanya hak milik atas barang yang bersangkutan.

Dalam akuntansi perusahaan konsinyasi, terdapat dua metode pencatatan. Dan kedua metode ini juga berlaku untuk kedua pelaku transaksi baik consignor maupun consignee. Untuk lebih jelasnya berikut penggolongan dalam catatan akuntansi perusahaan konsinyasi.

Pencatatan Akuntansi Dalam Perusahaan Konsinyasi yang Harus Anda Ketahui!

Pencatatan Oleh Consignor

a. Metode Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi dicatat secara terpisah dari laba-rugi transaksi biaya. Untuk membuatnya terpisah maka antara pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi konsinyasi juga harus dipisahkan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Konsinyasi”. Rekening ini merupakan rekening barang-barang konsinyasi yang merupakan persediaan bagi consignor. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi dan dikredit dengan pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Konsinyasi”. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Konsinyasi” adalah:

Pendebitan Pengkreditan
1.       Harga pokok barang yang dikirim2.       Biaya pengiriman barang

3.       Biaya yang berhubungan dengan barang yang dibayar oleh consignee akan tetapi ditanggung oleh consignor.

Pengkreditan terhadap rekening barang konsinyasi adalah hasil penjualan barang konsinyasi.Apabila seluruh barang konsinyasi sudah terjual maka saldo rekening barang konsinyasi akan menunjukkan laba (apabila bersaldo kredit) atau rugi (apabila bersaldo debit). Apabila pada akhir periode masih terdapat barang konsinyasi yang belum terjual, sebaiknya disajikan di dalam neraca sebagai elemen persediaan dan disajikan secara terpisah dari persediaan yang ada digudang (didisclosure).

b. Metode Tidak Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa.  Karena tidak dipisahkan maka tidak ada perbedaan dalam pembuatan jurnal. Dengan demikian pendapatan dan biaya dari transaksi konsinyasi dicatat seperti halnya pendapatan dan biaya yang diperoleh dari transaksi biasa. Dalam hal ini consignor membuat jurnal  pada saat

  1. Mengeluarkan biaya pengiriman
  2. menerima laporan konsinyasi
  3. menerima uang dari consignee.

Dalam metode ini consignor tidak menutup rekening pendapatan atau kerugian pada akhir periode. Ini menjadi sebuah masalah karena laba atau rugi tidak dibuatkan jurnal penutup atau tidak ditutup ke rekening laba rugi.

Pencatatan Oleh Consignee

a. Metode Terpisah

Sama halnya dengan metode terpisah pada pencatatan consignor, semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari laba-rugi transaksi biasa. Untuk membuatnya terpisah maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan consignee juga harus dipisahkan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Komisi”. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang consignee dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang consignee. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Komisi” adalah:

Pendebitan Pengkreditan
1.         Biaya perikatan2.         Jumlah yang harus dibayarkan kepada consignor 1.         Membayar biaya angkut2.         Menjual barang consignee

3.         Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada consignor

4.         Mengirim pembayaran kepada consignor.

b. Metode Tidak Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa. Oleh karena itu, pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi konsinyasi dicatat seperti pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi biasa. Untuk mengetahui dan membedakan dengan barangnya sendiri maka setiap transaksi yang berhubungan dengan barang konsinyasi akan dicatat dalam rekening ”nama consignor”. Penggunaan rekening ini adalah sebagai berikut

Pendebitan Pengkreditan
1.            Pengeluaran biaya-biaya yang menjadi tanggungan consignor2.            Penyetoran uang 1. Harga pokok penjualan pada saat terjadinya transaksi penjualan2. Penerimaan lain dan hasil penjualan konsinyasi

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/pencatatan-akuntansi-dalam-perusahaan-konsinyasi/

Sistem Pembuatan Laporan Keuangan Perusahaan

Membuat laporan keuangan dapat dilakukan dengan dua sistem yaitu sistem manual dan juga aplikasi. Sistem manual adalah sistem pembukuan yang masih menggunakan pensil atau software spreadsheet seperti Lotus 123 atau Microsoft Excel. Sedangkan sistem aplikasi adalah sistem pembukuan yang telah menggunakan teknologi baru. Aplikasi ini dibagi menjadi dua yaitu offline dan online. Lalu apa bedanya sistem pembukuan manual dan aplikasi?

Sistem Pembukuan Manual

Dengan memutuskan untuk membuat laporan keuangan secara manual, Anda otomatis harus mencatat banyak hal secara manual di beberapa kertas kerja ataupun beberapa spreedsheet untuk mendapatkan laporan keuangan yang diinginkan. Bukan hanya itu, Anda juga harus menghitung saldo pada laporan dengan menggunakan kalkulator. Hal ini tentu dapat menyita banyak waktu dan sangat berisiko apabila kurang teliti.

Dalam membuat laporan keuangan secara manual, Anda harus mengikuti prosesnya dengan baik dan tepat seperti membuat invoice yang ditulis tangan, lalu dijadikan jurnal double entry secara manual untuk dijadikan Buku Besar hingga menjadi laporan keuangan. Bukan hanya itu, Anda juga harus membuat laporan utang piutang dari setiap invoice yang Anda terima dan juga membuat daftar stok barang beserta harga pokok penjualan yang dicatat dan dihitung secara manual.

Untuk memudahkan dalam perhitungan atau pencatatan, sistem ini dapat dipermudah dengan menggunakan software spreadsheet. Dengan software tersebut, Anda dapat lebih mudah dalam menghitung dan mencatat transaksi untuk dijadikan laporan keuangan. Tapi, Anda tentu harus mengetahui rumus-rumus yang harus dipakai untuk mendapatkan hasil dari perhitungan tersebut.

Sistem Pembukuan Aplikasi

Aplikasi akuntansi terdiri dari aplikasi offline dan online. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi, Anda hanya perlu memasukkan transaksi keuangan perusahaan, kemudian aplikasi akuntansi akan secara otomatis mengelola laporan keuangan sesuai dengan yang Anda butuhkan seperti laporan arus kas, utang piutang, laba rugi, stok barang, perubahan modal, dan lain sebagainya.

Aplikasi Akuntansi Offline

Dengan memilih aplikasi offline artinya Anda harus memasang aplikasi tersebut pada komputer. Dengan spesifikasi hardware yang baik, aplikasi ini cukup memiliki performa yang baik dan akan berjalan tanpa adanya gangguan. Aplikasi ini tidak membutuhkan koneksi Internet sehingga tidak dapat diakses dari jarak jauh apabila ada keperluan pengawasan atau pengambilan database. Selain itu, aplikasi ini tidak dapat disebarkan karena memiliki nomor seri yang berbeda satu sama lain untuk komputer yang berbeda.

Aplikasi Akuntansi Online

Dengan berkembangnya zaman, aplikasi akuntansi kini telah menggunakan teknologi berbasis ‘cloud system’.  Melalui teknologi ini, Anda dapat mengakses data akuntansi kapan pun dan di mana pun dengan data yang ditampilkan secara uptodate atau realtime. Aplikasi berbasis cloud ini lebih dikenal dengan software akuntansi online.

 

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-sistem-pembuatan-laporan-keuangan-perusahaan/

Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Manajemen dalam Bidang Akuntansi

Sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi adalah sebuah sistem yang  dirancang untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer. Sistem ini memberikan informasi tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan proyek serta peristiwa yang relevan di dalam dan di luar organisasi. Tujuan utama sistem informasi manajemen adalah memberikan informasi yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat. Di bawah ini dapat kita pelajari apa saja manfaat dari penggunaan sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi untuk bisnis.

Memberi Kecepatan

Manfaat utama sistem informasi manajemen dalam akuntansi adalah kecepatan pemrosesan tugas. Data dimasukan sekali dan kemudian dapat digunakan kembali dalam menyusun laporan dengan menekan tombol secara mudah. Jika sebuah transaksi membutuhkan koreksi karena kesalahan memasukkan nominal angka atau salah penempatannya, Anda hanya perlu merevisi kesalahan tersebut, dan laporan yang dihasilkan akan ter-update secara langsung menyesuaikan hasil akhir dari revisi tersebut secara otomatis.

Memudahkan Klasifikasi

Bila data dimasukkan dalam sistem akuntansi, manual atau komputerisasi, seorang akuntan perlu mengklasifikasikannya secara rinci. Misalnya, transaksi bisa berupa pendapatan penjualan atau pendapatan bunga. Dengan menggunakan sistem informasi, proses klasifikasi ini mudah dilakukan dengan menu drop-down dengan memilih kategori yang tepat, Anda juga dapat dengan cepat menghasilkan laporan yang melibatkan klasifikasi. Dengan sistem manual, proses ini memakan waktu lebih lama.

Keamanan

Setelah data masuk ke komputer, maka semua data akan aman. Kemungkinan kehilangan data akan sangat kecil, terutama jika Anda melakukan backup sistem secara teratur. Dalam sistem manual, tumpukan laporan dalam bentuk  kertas bisa hilang atau rusak dengan lebih mudah. Dengan  menyimpan data di Internet, Anda tidak hanya dapat mengakses kapan saja memerlukannya, namun data juga akan tetap aman meski komputer hilang atau rusak.

Menghasilkan Keputusan Cepat

Aplikasi sistem informasi manajemen dapat menyediakan informasi tepat waktu, akurat, tepercaya, dan dapat di-verifikasi untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Sistem ini menyediakan laporan keuangan dan prosedur pengambilan keputusan lanjutan untuk mengevaluasi manfaat atau kekurangan dari pendekatan operasional dan strategi bisnis. Hal ini  tentunya berpengaruh untuk mengurangi ketidakpastian yang dapat menggagalkan implementasi keputusan bisnis.

Mempermudah Perencanaan

Implementasi dari sebuah sistem informasi manajemen adalah untuk meningkatkan kapasitas penjadwalan dan perencanaan. Ini memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya keuangan secara efektif dan menetapkan target kinerja yang realistis. Batasi cakupan rencana Anda untuk kemampuan sumber daya keuangan. Kapasitas perencanaan yang realistis juga mempercepat pencapaian tujuan dalam kerangka waktu yang diinginkan.

Efisiensi

Dalam dunia bisnis, Anda diharuskan memiliki efisiensi yang lebih besar dalam operasi keuangan dan prosedur pelaporan. Penggunaan sistem informasi manajemen ini akan memperkuat kontrol yang dibutuhkan untuk menghilangkan penyalahgunaan sumber daya keuangan, namun juga bisa berfungsi sebagai tindakan pengendalian risiko untuk melindungi bisnis dari beberapa hal yang tidak diharapkan dan tidak terduga. Tindakan pengendalian juga memberikan bukti historis tentang kinerja yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas bisnis saat ini dan masa depan. Auditor dapat menggunakan bukti historis ini untuk mengevaluasi kemajuan bisnis Anda.

Kompetisi

Penerapan sistem majamen informasi dalam bidang akuntansi secara tidak langsung juga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis. Memang, nilai strategis teknologi informasi sangat penting dalam kemajuan kepuasan pelanggan dan pertumbuhan produktivitas. Ini memungkinkan bisnis merespon secara tepat perubahan di pasar sasaran dan tetap berada di depan pesaingnya.

 

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-keuntungan-menggunakan-sistem-informasi-manajemen-dalam-bidang-akuntansi/

 

Harga emas terus melaju didorong kekhawatiran tentang resesi ekonomi global

Harga emas lagi-lagi naik dan menembus rekor barunya dipicu kekhawatiran resesi global. Rabu (28/8) pukul 08.07 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.553,40 per ons troi, naik 0,10% dibanding sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.551,80 per ons troi.

Sementara di pasar spot, harga emas ada di US$ 1.542,63, turun tipis 0,01% dari level tertingginya sebesar US$ 1.542,81 per ons troi yang dicapai sehari sebelumnya.

Kenaikan harga emas ditopang oleh kekhawatiran resesi ekonomi menyusul data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan dan ketidakpastian penyelesaian sengketa perdagangan antara AS dengan China.

Kepercayaan konsumen AS melemah pada bulan Agustus dan pertumbuhan harga rumah mencapai laju paling lambat dalam hampir tujuh tahun.

“Banyak orang khawatir tentang ekonomi AS dan data-data ekonomi AS seperti kepercayaan konsumen yang melemah membuatnya sedikit dipertanyakan,” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia TIAA Bank seperti dikutip Reuters.

“Inversi kurva yield US Treasury merupakan sinyal resesi. Itu menambah aliran ke emas sebagai tempat yang aman.”

Pada Selasa lalu, inversi kurva yield US Treasury terlihat lebih dalam dan menimbulkan kekhawatiran baru tentang resesi AS.

Sementara itu, komentar Presiden AS Donald Trump tentang peluang kesepakatan dagang dengan China membuat kekhawatiran pasar mereda, namun tak berlangsung lama lantaran ketidakpastian kembali meningkat pasca Beijing menyatakan belum ada konfirmasi dari AS tentang kelanjutan perundingan dagang.

“Kami terus mengkhawatirkan ekonomi global,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas TD Securities Toronto.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-terus-melaju-didorong-kekhawatiran-tentang-resesi-ekonomi-global

Rupiah di pasar spot dibuka stagnan pada awal perdagangan pagi ini

Rupiah di pasar spot dibuka stagnan pada perdagangan Selasa (27/8). Pukul 08.08 WIB, rupiah ada di level Rp 14.243 per dolar Amerika Serikat (AS), tak bergerak dari posisi sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.423 per dolar AS.

Namun, pagi ini masih ada sejumlah mata uang Asia lainnya yang melemah terhadap dolar AS, yakni yuan China yang melemah 0,77%, rupee India yang melemah 0,49%, ringgit Malaysia melemah 0,31%, pesso Filipina melemah 0,27%, dolar Hong Kong melemah 0,01% dan dolar Singapura melemah 0,01%.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya justru menguat terhadap dolar AS, seperti won Korea yang menguat 0,34%, yen Jepang menguat 0,26%, baht Thailand menguat 0,07% dan dolar Taiwan yang menguat 0,07%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar mata uang dolar AS terhadap mata uang utama dunia pagi ini ada di 98,00, turun tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,08.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-di-pasar-spot-dibuka-stagnan-pada-awal-perdagangan-pagi-ini

Perbedaan Tugas & Sistem Akuntansi Pembelian dan Penjualan

Pembelian dan penjualan adalah kegiatan utama bisnis dengan sistem akuntansi yang berbeda. Karena menjadi kegiatan utama, biasanya perusahaan akan memiliki staf khusus dalam menangani transaksi pembelian maupun penjualan. Jika bisnis masih terbilang kecil, perusahaan biasanya akan menjadikan salah satu stafnya memegang 2 tugas sekaligus, yaitu menanganai kegiatan pembelian dan penjualan. Sedangkan, jika bisnis tersebut telah terbilang besar atau menengah, tugas bagian pembelian akan dibedakan dengan tugas bagian penjualan.

Bedanya Tugas Bagian Pembelian & Penjualan

Tugas Bagian Pembelian

  1. Melakukan pembelian atas seluruh kebutuhan perusahaan untuk membantu dan memenuhi kegiatan operasional.
  2. Mencari dan menganalisa calon supplier sesuai dengan material barang yang dibutuhkan.
  3. Melakukan negosiasi harga sesuai standar kualitas.
  4. Memastikan pengiriman material sesuai dengan tanggal yang ditentukan.
  5. Melakukan koordinasi kepada supplier mengenai kelengkapan dokumen yang dibutuhkan.
  6. Memastikan material atau barang yang dibeli sesuai dengan standar kualitas yang berlaku.
  7. Berkoordinasi dengan PPIC (Production Planning Inventory Control) dan gudang tentang jadwal dan jumlah barang yang akan dipesan.
  8. Membuat laporan pembelian dan pengeluaran barang.
  9. Melakukan pengelolaan pengadaan barang melalui perencanaan yang sistematis dan terkontrol.
  10. Memilih dan menyeleksi supplier sesuai kriteria perusahaan.
  11. Bekerja sama dengan departemen terkait untuk memastikan kegiatan operasional berjalan dengan lancar
  12. Memastikan kesediaan barang melalui mekanisme audit, stok kontrol, dan lain sebagainya.

Tugas Bagian Penjualan

  1. Melakukan penjualan dengan mencari klien atau pelanggan dengan aktif untuk mendapatkan pendapatan perusahaan.
  2. Melakukan analisa pelanggan untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan mereka.
  3. Menjalin komunikasi kepada pelanggan untuk menjaga hubungan baik
  4. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan administrasi penjualan seperti membuat faktur atau invoice, delivery order, dan pekerjaan administrasi lainnya di bidang pemesanan.
  5. Menyusun laporan penjualan dan membuat statistik penjualan berdasarkan angka-angka yang diperoleh.
  6. Mengumpulkan dokumen dan catatan yang diperlukan bagian penjualan.
  7. Memberikan informasi tentang ketersedian stok, rencana pengiriman.
  8. Mengawasi pelaksanaan pemesanan ke pusat sesuai dengan rencana pemesanan yang telah disetujui.
  9. Melacak pesanan sampai dengan realisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  10. Membuat dan meyerahkan laporan pemesanan dan penjualan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Fungsi Akuntansi Pembelian & Penjualan

Fungsi Akuntansi Pembelian

  1. Fungsi Gudang: Bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan persediaan yang ada pada gudang.
  2. Fungsi Pembelian: Bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai harga, menentukan supplier yang dipilih, dan mengeluarkan order pembelian.
  3. Fungsi Penerimaan: Bertanggung jawab untuk memeriksa jenis, mutu, dan kualitas barang yang diterima dari supplier, serta bertanggung jawab menerima barang dari transaksi retur penjualan.
  4. Fungsi Akuntansi: Bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli ke dalam kartu persediaan. Serta, bertanggung jawab menyimpan bukti kas keluar yang berfungsi sebagai catatan utang.

Fungsi Akuntansi Penjualan

  1. Fungsi Kas: Bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli atau pelanggan.
  2. Fungsi Gudang: Bertanggung jawab dalam menyediakan barang yang diperlukan pelanggan sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima.
  3. Fungsi Pengiriman: Bertanggung jawab menyerahkan barang dengan kualitas, mutu, dan spesifikasi sesuai dengan yang tercantum pada faktur (invoice) penjualan.
  4. Fungsi Akuntansi: Bertanggung jawab dalam pencatatan transaksi penjualan dan penerimaan kas, serta pembuatan laporan penjualan.

Mengatur Fungsi Pembelian dan Penjualan dengan Jurnal

Dengan menggunakan Jurnal sebagai software akuntansi online, Anda dapat memisahkan tugas dari masing-masing bagian. Pada roles penjualan dan pembelian, Jurnal membaginya ke dalam 3 bagian yaitu:

Penagihan & Retur

Jika Anda diberikan akses untuk penagihan dan retur saja, Anda dapat melakukan beberapa fungsi akuntansi dalam Jurnal seperti.

  1. Melihat daftar faktur, pengiriman (E), pemesanan (E) dan penawaran (E) penjualan/pembelian.
  2. Membuat penagihan dari pemesanan dan penawaran penjualan.
  3. Membuat penagihan dari pemesanan dan penawaran pembelian.
  4. Membuat penagihan penjualan baru dan penagihan pembelian baru.
  5. Membuat retur penjualan, dan retur pembelian.

Pemesanan & Penawaran

Jika Anda diberikan akses untuk pemesanan dan penawaran, Anda dapat melakukan beberapa fungsi akuntansi dalam Jurnal seperti.

  1. Membuat pemesanan dan penawaran penjualan baru dan pembelian baru.
  2. Membuat pemesanan dari penawaran penjualan dan penawaran pembelian.

Pembayaran

Jika Anda diberikan akses untuk pembayaran, Anda dapat melakukan beberapa fungsi akuntansi dalam Jurnal seperti.

  1. Melakukan pelunasan faktur penjualan dan pembelian
  2. Melakukan pelunasan pemesanan penjualan dan pembelian.
  3. Membuat dan mengembalikan credit memo dari pelanggan/supplier.
  4. Menggunakan credit memo untuk melunasi penjualan/pembelian.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-perbedaan-tugas-sistem-akuntansi-pembelian-dan-penjualan/

Inilah saham-saham bank rekomendasi analis pasca pemangkasan suku bunga BI

Suku bunga Bank Indonesia (BI) kembali dipangkas untuk kedua kalinya tahun ini. Seperti yang diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (22/8) lalu, BI memutuskan untuk menggunting suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Sebelumnya, BI memangkas suku bunga acuannya dari 6% menjadi 5,75% pada Juli 2019 lalu.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan penurunan suku bunga acuan tentu menjadi sentimen positif untuk emiten perbankan. Sebab, Nafan menilai penyaluran kredit perbankan berpotensi akan meningkat.

Secara teknikal, hal itu juga terbukti dari pergerakan saham sektor keuangan yang meningkat setelah BI mengumumkan keputusan kebijakan moneternya.

“Rabu dan Kamis kemarin, saham-saham emiten mengalami pelemahan menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur BI. Pelaku investor menunggu. Namun, usai pengumuman penurunan suku bunga, otomatis terjadi kenaikan pada sektor keuangan,” ujar Nafan kepada kontan.co.id, Jumat (23/8).

Nafan menambahkan kenaikan saham sektor keuangan rata-rata ditopang oleh bank-bank BUKU IV. Ia memproyeksi saham emiten perbankan khususnya bank BUKU IV akan memiliki prospek yang bagus.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada Jumat (23/8), indeks sektor keuangan naik 0,06% atau setara 0,69 poin. Sementara, pada Kamis (22/8), indeks tersebut juga menguat 0,29% atau 5,8 poin.

Data BEI juga mencatatkan saham bank-bank buku IV yang menguat usai pengumuman BI, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,49% di level Rp 4.070 per saham, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) stagnan di level Rp 7.225 per saham, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,33% di level Rp 7.600 per saham, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,42% ke level Rp 30.000 per saham, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Tbk naik 0,47% di level Rp 1.065 per saham, dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) menguat 0,68% Rp 1.470 per saham.

Meski harga sejumlah saham bank sudah naik, Nafan menilai masih ada peluang harga saham emiten perbankan kembali naik. Namun, hal itu bergantung dengan kinerja fundamentalnya.

“Secara PBV, sudah naik tinggi. Akan tetapi, selama bank bisa meningkatkan kinerja yang positif serta berkomitmen dalam membagikan dividen, maka investor akan terus mengapresiasi,” tambah Nafan.

Vice President Artha Sekuritas Frederick Rasali menambahkan kenaikan harga saham bank tergantung dari kondisi pasar. Apabila pertumbuhan bank masih cukup kuat, Frederick menilai peningkatan harga masih bisa sejalan dengan kondisi fundamental sehingga memungkinkan untuk terus naik. Namun jika pertumbuhan bank tersebut lambat, harga saham justru akan turun.

Frederick juga mengatakan emiten perbankan selalu menjadi pilihan selama ekonomi Indonesia berkembang, terlebih lagi dengan Bank BUKU IV. Namun, ia menyatakan jika valuasi terlalu tinggi, investor justru kurang berminat terhadap bank tersebut.”Dalam berinvestasi dengan saham perbankan rasio PBV, RoE, dan juga NIM bank terebut harus selalu diperhatikan,”.

Menurut Nafan, para pelaku pasar dan investor akan semakin tertarik dengan emiten bank ketika mereka juga berkomitmen untuk menurunkan atau menjaga non performing loan (NPL) tetap rendah. Sebab, hal itu dinilai dapat mendorong stimulus penyaluran kredit bank menjadi meningkat.

Oleh karena itu, baik Nafan ataupun Frederick sama-sama merekomendasi beli saham emiten perbankan. Frederick merekomendasi beli saham bank BUKU IV seperti PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Alasannya karena rasio PBV ketiga emiten tersebut yang masing-masing 0,89x; 1,24x; dan 0,65x.

Sementara, Nafan merekomendasikan akumulasi beli saham BBNI dan BBTN.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/inilah-saham-saham-bank-rekomendasi-analis-pasca-pemangkasan-suku-bunga-bi?page=2