5 Tips Mengelola Perputaran Transaksi Debit dan Kredit dalam Bisnis

Di antara kebanyakan pebisnis, terutama yang masih berskala menengah ke bawah seperti UKM atau UMKM seringkali mengalami kesulitan dalam hal mengecek atau mengontrol transaksi debit dan kredit mereka. Kelalaian dalam mengontrol dan mengecek transaksi debit maupun kredit akan menimbulkan kerugian yang tidak dapat  diantisipasi sebelumnya. Karena itulah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini akan kita bahas beberapa tips penting tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengontrol transaksi masuk (debit) dan juga transaksi keluar (kredit) pada internal operasional bisnis yang sedang Anda jalankan.

Catat Semua Transaksi Penjualan & Pembelian

Apabila Anda telah melakukan transaksi penjualan dan pembelian, maka pastikan untuk mengumpulkan semua bukti dari transaksi-transaksi tersebut. Usahakan jangan sampai ada satupun bukti transaksi yang hilang, karena akan berpengaruh pada jumlah nominal transaksi yang akan Anda catatkan. Apabila semua sudah terkumpul, maka Anda sudah bisa mulai proses pengelompokan transaksi, mana saja yang masuk  transaksi debit maupun kredit.

Buat Jurnal Transaksi

Jika sudah digolongkan mana yang termasuk dalam transaksi debit dan kredit, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi.  Sebaiknya, setiap kali melakukan transaksi, Anda membuat  jurnal pencatatan agar tidak lupa, namun jika masih belum memiliki waktu untuk mencatatnya, maka Anda bisa membuat jurnal di setiap akhir minggu.

Pisahkan Isi Jurnal dan Masukan ke dalam Buku Besar (posting)

Berbeda dengan bentuk jurnal, pada buku besar akan ada pengelompokan berdasarkan jenis transaksi yang sedang Anda lakukan. Misalnya saja akun kas akan berisikan semua transaksi (debit/kredit) yang berhubungan langsung dengan kas, kemudian akun piutang akan berisikan tentang transaksi-transaksi yang berhubungan dengan piutang. Setiap jenis transaksi yang berbeda akan memiliki tabel penggolongan sendiri. Dalam melakukan postin atau pemindahan dari jurnal ke buku besar, cobalah untuk lebih teliti, agar tidak ada satupun transaksi yang tertinggal, yang nantinya akan menyebabkan nilai saldo menjadi salah atau berkurang.

Perhatikan Jenis Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang secara khusus melaporkan tentang gambaran dan nilai dari harta, kewajiban, dan modal dari para pemegang saham pada satu periode tertentu. Laporan neraca dibuat bertujuan untuk mengetahui apakah nilai dari debit dan kredit sudah seimbang atau tidak, jika pembuatan jurnal dan buku besar sudah benar, maka seharusnya angka-angka yang akan muncul pada sisi debit dan sisi kredit seharusnya juga sudah seimbang, apabila tidak, maka kemungkinannya adalah terdapat transaksi yang lupa untuk dicatat atau terdapat transaksi yang salah dalam pencatatatn akunnya.

Menyusun laporan keuangan

Setelah selesai melakukan semua langkah-langkah di atas, cobalah mulai mencatat semua transaksi, membuat jurnal, memindahkannya (mem-posting) ke dalam buku besar, dan memperhatikan laporan neracanya, maka Anda sudah mengetahui perputaran transaksi debit dan kredit dalam bisnis Anda.

Bagian selanjutnya sebagai sebuah kesimpulan menyeluruh maka Anda harus membuat sebuah laporan keuangan. Laporan ini berfungsi untuk melihat semua kegiatan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Hal ini juga berguna agar Anda dapat melihat apakah bisnis Anda mengalami profit (keuntungan) atau sebaliknya. Dari sini pula Anda akan dapat memikirkan tentang hal-hal penting apa saja yang harus dilakukan untuk kedepannya.

Pembukuan (pencatatan) dan pelaporan memang sangatlah penting untuk jalannya suatu bisnis, karena apabila Anda tidak dapat mengontrol nilai debit dan kredit pada bisnis yang sedang Anda jalankan, maka akan berakibat sangat fatal yang dapat menyebabkan kerugian.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-tips-mengelola-perputaran-transaksi-debit-dan-kredit-dalam-bisnis/

IHSG diprediksi masih tertekan, ini rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,19% ke level 6.325,23 pada perdagangan Jumat (26/7). Untuk perdagangan Senin (29/7) hari ini, simak rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.

1. PT Eastpark Hotel Tbk (EAST)

Pada perdagangan Jumat (26/7) menguat pada level Rp 149. Secara teknikal, candle terbentuk three white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength di level Rp 170.

2. PT Indosat Tbk (ISAT)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat ke level Rp 3.140. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.420 dan stop loss kurang dari Rp 3.100.

3. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)

Pada perdagangan Jumat (26/7) saham HOKI ditutup menguat ke level Rp 870. Secara teknikal, kenaikan masih melanjutkan break out triangle. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 930
dan stop loss kurang dari Rp 860.

4. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 274. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 300
dan stop loss kurang dari Rp 270.

5. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat pada level Rp 585. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 600.

6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 1.615. Secara teknikal, koreksi yang terjadi sudah berada di area buttom fishing berpotensi rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.665 dan stop loss kurang dari Rp 1.600.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-diprediksi-masih-tertekan-ini-rekomendasi-saham-dari-analis-profindo-sekuritas-1

Mengetahui Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus

Di dalam pencatatan pembukuan akuntansi, dikenal istilah jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum merupakan jurnal serbaguna yang mencatat semua transaksi. Untuk perusahaan kecil dan menengah, jurnal umum cukup untuk pencatatan berbagai transaksi. Namun lain halnya jika perusahaan yang dijalankan merupakan perusahaan besar dengan banyak sekali transaksi. Dalam kasus ini, jika semua transaksi dimasukkan ke dalam jurnal umum, maka pencarian informasi terhadap transaksi tertentu akan menjadi sulit. Maka dari itulah jurnal khusus dimunculkan untuk mencatat transaksi-transaksi khusus yang terjadi pada perusahaan. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang banyak dan sering terjadi serta bersifat sama dan berulang. Pahami lebih lanjut mengenai jenis hingga manfaat jurnal khusus dalam pembahasan berikut.

Jenis-jenis Jurnal Khusus

Transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus ada bermacam-macam. Maka dari itu jurnal ini dibagi ke dalam empat macam. Berikut merupakan jenis-jenis jurnal khusus yang perlu Anda pahami:

Jurnal Pembelian

Jurnal Pembelian merupakan jurnal yang dikhususkan untuk mencatat semua jenis pembelian, baik barang maupun bukan barang secara kredit. Jenis-jenis transaksi pembelian tersebut yakni pembelian barang dagang secara kredit dan pembelian perlengkapan, peralatan serta aktiva lain secara kredit. Jurnal ini berfungsi untuk menyederhanakan pencatatan dan memudahkan pembukuan transaksi bervolume tinggi ke dalam buku besar. Jurnal pembelian juga mencatat transaksi secara harian sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. Nantinya, pada akhir tiap periode pelaporan, catatan dalam jurnal pembelian akan diringkas dan diposting dalam buku besar.

Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan secara kredit. Dengan kata lain, informasi yang disimpan dalam jurnal ini adalah ringkasan dari faktur yang dikeluarkan untuk pelanggan. Sama halnya dengan jurnal pembelian, jurnal penjualan juga berfungsi untuk memudahkan pencatatan transaksi bervolume tinggi di buku besar. Transaksi penjualan per hari akan dicatat pada jurnal penjualan, yang kemudian disederhanakan untuk diposting ke dalam buku besar di akhir periodenya.

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang. Jika jurnal khusus sebelumnya digunakan untuk pencatatan transaksi kredit, maka jurnal penerimaan kas difungsikan untuk transaksi secara tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain, penjualan tunai, penerimaan pelunasan utang, retur pembelian secara tunai dan penerimaan pendapatan.

Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal pengeluaran kas berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang. Jurnal ini akan mencatat secara terperinci transaksi secara tunai. Transaksi yang termasuk ke dalam jurnal pengeluaran kas antara lain, pembelian secara tunai, pelunasan utang, retur penjualan, pembayaran beban dan pengambilan uang tunai untuk pribadi.

Setiap perusahaan dapat merancang jurnal khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Oleh karena itu, jurnal dalam suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Akan tetapi, jika perusahaan tersebut sejenis ada kemungkinan jurnal yang dirancang mempunyai bentuk yang sama.

Manfaat Jurnal Khusus

Kemudahan Pencatatan secara Sistematis

Pengelompokan pencatatan transaksi dalam jurnal khusus membuat proses pembuatan laporan keuangan menjadi lebih sistematis. Kemudahan ini juga membuat proses pencatatan dalam buku besar menjadi lebih efisien.

Mempercepat Proses Data Transaksi

Dengan adanya pengelompokan data, maka pemrosesan laporan keuangan bisa lebih cepat terjadi. Sebagai contoh, jika ada 50 kali transaksi sejenis, pada jurnal umum akan tetap dicatat dan dikelompokan sebanyak 50 kali juga. Sedangkan, dalam jurnal khusus hanya perlu mengelompokan datanya satu kali saja, berdasarkan jenis akun.

Mempermudah Proses Pemostingan ke Buku Besar

Dengan adanya jurnal ini, pemostingan data ke buku besar dapat dilakukan secara berkala dengan lebih praktis dan mudah, karena dalam jurnal khusus semua transaksi yang sejenis dibukukan dengan akun yang sama. Sehingga pemostingan beberapa transaksi keuangan pun dapat dilakukan secara bersamaan berdasarkan jenis akunnya.

Memudahkan Pemeriksaan Secara Berkala

Pemeriksaan kembali biasa terjadi secara berkala dalam sebuah perusahaan, baik secara internal maupun eksternal oleh auditor publik. Dengan adanya jurnal khusus, transaksi keuangan sejenis yang telah banyak tercatat dalam perusahaan akan dibukukan secara ringkas dan praktis pada satu jurnal sehingga memberikan kemudahan bagi auditor internal maupun eksternal untuk melakukan pemeriksaan.

Mengurangi Resiko Pengubahan Data

Jurnal khusus membuat data harian dicatat secara kronologis dan terperinci. Proses transaksi yang dicatat setiap hari serta lengkap akan mengurangi resiko pengubahan data dan penipuan oleh pihak tertentu di waktu yang akan datang. Kemungkinan pembuatan laporan palsu dalam akun pun akan berkurang karena ada pihak yang bertanggung jawab atas kebenarannya.

Adanya Spesialisasi Pekerjaan

Pembagian jurnal khusus ke dalam empat jenis transaksi membuat adanya spesialisasi dalam pencatatan sehingga hasil yang didapatkan lebih baik.

Menggunakan jurnal khusus untuk laporan keuangan perusahaan, jelas akan memberi kemudahan dan efisiensi bagi pencatatan keuangan bisnis Anda. Kemudahan pencatatan yang dimiliki Jurnal khusus ini, sama halnya dengan sifat yang dimiliki software akuntansi online.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/mengetahui-pengertian-jenis-dan-manfaat-jurnal-khusus/

IHSG melorot 1,19% ke 6.325 pada akhir pekan ini, berikut sentimen pemicunya

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melorot sebesar 1,19% ke level 6.325 di akhir perdagangan Jumat (26/7) pekan ini.

Dalam sepekan terakhir pergerakan Indeks didominasi bergerak di garis merah dan turun sebesar 99,867 point. Alhasil, pekan ini IHSG mengalami penurunan mingguan terbesar sejak 17 Mei 2019.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen seperti melemahnya kinerja bursa di Eropa dan AS, sentimen hard-Brexit, penetapan suku bunga ECB yang dipertahankan sebesar 0%. Selain itu memburuknya kinerja Boeing juga turut mempengaruhi pelemahan indeks AS. Adanya proyeksi penurunan kinerja DGP AS pada kuartal II-2019 dari 3,1% menjadi 1,8% juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar hari ini.

Sementara dari sektor domestik menurut Nafan hingga hari ini masih minim akan sentimen positif. Pelemahan rupiah yang kembali masuk ke level 14.000 turut memperburuk sentimen yang ada pekan ini. Secara keseluruhan menurut analis Indo Premier Sekuritas, Mino sepekan ke belakang IHSG dipengaruhi oleh berbagai sentimen seperti laporan keuangan emiten, kasus potensi gagal bayar kupon obligasi Duniatex yang memberikan sentimen negatif ke dunia perbankan dan ekspektasi The Fed tidak akan se-agresif yang diharapkan sebelumnya setelah keluarnya data ekonomi Amerika yang solid.

Selain itu menurut analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, penambahan variabel free float pada LQ 45 juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan Indeks pekan ini.  Untuk sepekan ke depan Lanjar melihat laporan keuangan emiten masih akan menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG disamping akan adanya aksi tunggu suku bunga The Fed. Dari segi analisis teknikal, pekan depan Lanjar memprediksi IHSG akan mengalami teknikal rebound.

Sementara Mino melihat IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen suku bunga emiten dan keputusan The Fed terkait penurunan suku bunga acuan.

Sepekan ke depan Mino memprediksi IHSG akan berada di kisaran support 6.190 dan resisten 6.465. Sementara Lanjar memproyeksikan pekan depan IHSG akan berada di dalam kisaran 6.260-6.380.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-melorot-119-ke-6325-pada-akhir-pekan-ini-berikut-sentimen-pemicunya

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis Anda

Mengelola Cash Flow atau Arus Kas bisnis merupakan tantangan besar bagi setiap jenis bisnis. Sebagai pemilik bisnis, Anda memiliki pengeluaran berkelanjutan seperti biaya gaji, pajak, sewa, utilitas, dan pembayaran pinjaman – pengeluaran dan tagihan yang harus Anda bayar tepat waktu untuk menjaga aktivitas operasional bisnis Anda tetap berjalan.

Ditambah lagi, Anda mungkin akan menghadapi masalah musiman. Di mana terdapat beberapa musim yang menyebabkan pergerakan penjualan atau pengeluaran sulit untuk diprediksi. Bagaimanapun, tujuan bisnis yang dirancang adalah untuk membuat pendapatan dan pengeluaran bisnis lebih mudah untuk diprediksi.

Ketidakpastian terkait dengan pergerakan Arus Kas membuat bisnis Anda sulit untuk melakukan investasi untuk kebutuhan jangka panjang. Dan tentu hal tersebut juga menyebabkan tekanan besar pada pemilik saat ia berjuang untuk menjaga keseimbangan Arus Kas. Berikut adalah tujuh strategi untuk membuat pergerakan Arus Kas bisnis Anda lancar, konsisten, dan lebih mudah untuk diprediksi.

1. Pertahankan Perkiraan Arus Kas Selama 120 Hari Berjalan

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaMeskipun Anda mungkin sulit untuk memprediksi Arus Kas Anda selama satu tahun penuh, sebagian besar pemilik bisnis memiliki pegangan yang kuat pada pergerakan pendapatan dan pengeluaran selama empat bulan ke depan. Mulai dari membuat laporan laba rugi Anda untuk tahun ini (bisa per semester atau kuartal). Ekspor laporan tersebut ke Spreadsheet, dan buat estimasi dan keputusan manajemen terbaik terkait pergerakan Arus Kas bisnis. Jika Anda menemui masalah musiman seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bandingkan angka dari Laporan Laba Rugi dan Arus Kas dari tahun-ke-tahun terakhir untuk baseline Anda mulai dari periode yang sama tahun ini.

2. Tingkatkan Model Prediksi Anda Dari Waktu ke Waktu

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaUsahakan performa Arus Kas bisnis menjadi lebih baik lagi dengan keterampilan memperkirakan Arus Kas Masuk dan Keluar bisnis Anda. Semakin akurat Anda dapat memprediksi Arus Kas Masuk dan Keluar, semakin mudah untuk mengelola arus kas Anda secara efektif.

Ketika Anda membuat proyeksi keuangan dari Arus Kas Masuk dan Keluar, fokuslah untuk mempelajari setiap prediksi dari tiap putaran Arus Kas sehingga seiring berjalannya waktu Anda keterampilan Anda dalam memprediksi menjadi lebih akurat.

Pikirkan cara memprediksi Arus Kas Anda seperti pada prediksi ramalan cuaca. Pada tahun 1970-an, ramalan cuaca hanya dikenal sebagai aktivitas fiksi daripada fakta. Tetapi dengan munculnya data cuaca dari satelit dan komputer yang lebih akurat yang dapat digunakan untuk memprediksi cuaca, prediksi ramalan cuaca menjadi bukan sekedar aktivitas fiksi belaka – walaupun hasil prediksi tidak selalu akurat karena berbagai faktor.

Prediksi Arus Kas bisnis Anda bisa menjadi sangat akurat jika dilakukan dalam periode jangka pendek (kurang lebih 120 hari). Tetapi jika Anda memperpanjang rentang periode prediksi, kemungkinan akan semakin banyak kesalahan prediksi yang Anda buat terkait pergerakan Arus Kas. Inilah sebabnya mengapa Anda harus selalu memperbarui prediksi Anda secara teratur dan konsisten – setiap bulan, kuartal, atau semester.

3. Amati Pola Pergerakan Arus Kas dari Periode ke Periode

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaSetelah Anda memiliki gambaran akurat tentang prediksi Arus Kas Anda, Anda dapat mulai mengidentifikasi dan menangani pola yang Anda lihat dengan jelas. Misalnya, apakah Anda memiliki masalah musiman yang menyebabkan aktivitas penjualan bisnis Anda melambat pada musim tertentu? Jika demikian, Anda harus menahan untuk tidak membeli aset, inventaris, atau perekrutan karyawan. Dan ketika Anda berada di tengah masalah musiman tersebut, Anda dapat secara tenang dan proaktif memikirkan ide untuk menstabilkan penghasilan Anda.

4. Waspadai Faktor Eksternal yang Dapat Memengaruhi Penjualan atau Pengeluaran Bisnis

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis Anda‘Latihan’ penting lainnya untuk menstabilkan Arus Kas Masuk dan Keluar adalah membuat daftar faktor eksternal yang kemungkinan berada di luar kendali Anda dan dapat memengaruhi arus kas dan prediksi Anda. Faktor eksternal tersebut bisa berupa kondisi ekonomi secara makro, naik-turunnya kurs, musim, dan lainnya. Jika Anda memahami dan mengetahui faktor eksternal bisnis Anda, Anda bisa langsung membuat tindakan preventif untuk menjaga kestabilan Arus Kas Anda.

5. Tekan Biaya Bisnis

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaLihatlah pengeluaran rutin bisnis Anda dan lihat bagaimana Anda bisa menguranginya. Bisakah Anda menurunkan biaya secara signifikan dengan membeli paket akses Internet dari vendor memberikan penawaran dengan harga menarik? Bisakah Anda menegosiasikan ulang harga-harga bahan baku yang biasa Anda beli dari vendor Anda? Usahakan untuk mulai menghemat dan kurangi biaya-biaya yang sekiranya bisa dikurangi dan biaya yang sekiranya tidak berpengaruh terhadap performa bisnis Anda.

6. Jual Piutang Anda untuk Mendapatkan Pembayaran Lebih Cepat

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaAda berbagai perusahaan anjak faktur (Invoicing Factory) yang akan membeli piutang Anda dengan diskon dari nilai nominalnya. Mungkin Anda akan mendapatkan uang kurang dari yang seharusnya pelanggan Anda bayar, tetapi Anda mendapatkan uang tersebut lebih cepat daripada periode piutang pelanggan Anda. Ini tentu akan memperbaiki kesehatan pergerakan Arus Kas bisnis Anda. Setidaknya ini adalah tindakan untuk mengurangi kemungkinan Piutang tak tertagih.

Sebelum Anda memutuskan untuk menjual piutang Anda, pastikan Anda memiliki margin keuntungan yang cukup besar dan analisis umur piutang pelanggan Anda secara teliti. Jika suatu piutang kemungkinan tidak akan dilunasi pelanggan karena telat bayar ataupun kebangkrutan yang dialami pelanggan, maka keputusan tersbeut akan menjadi tepat. Usahakan gunakan pilihan menjual piutang jika Anda bisa mengetahui dan menangani risiko dan konsekuensinya.

7. Sarankan Penjualan Lanjutan

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaJauh lebih mudah untuk membuat pelanggan melakukan pembelian kedua setelah mereka berkomitmen kepada pembelian yang pertama. Ini berfungsi baik untuk bisnis jasa dan seperti halnya pada bisnis ritel. Sebagai contoh, apakah pelanggan Anda ingin teleseminar atau webinarnya ditranskripkan? Apakah mereka juga ingin transkrip itu diedit dan diunggah ke situs web mereka (tentunya dengan biaya tambahan)? Jika Anda menjalankan bisnis jasa yang memiliki banyak jenis jasa yang Anda tawarkan, strategi ini memungkinkan bisnis untuk menambah Arus Kas Masuk. Karena ketika pelanggan Anda sudah puas dengan jasa pertama yang Anda berikan, mereka pasti akan mempertimbangkan kembali apa saja jasa yang akan Anda berikan berikutnya.

Dengan memahami strategi prediksi dan melancarkan pergerakan Cash Flow, Bisnis Anda akan berada di jalur yang aman. Kuncinya adalah Anda harus mengevaluasi bisnis melalui Laporan Arus Kas secara rutin dan konsisten. Karena jika tidak konsisten, maka bisa dipastikan bisnis Anda akan “kecolongan” dan ini akan memperburuk kinerja bisnis Anda. Dan tentunya Anda membutuhkan alat untuk membantu pembuatan Laporan seperti Laporan Arus Kas dan Laporan Laba Rugi secara cepat untuk tujuan efisiensi.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/strategi-pengelolaan-dan-prediksi-cash-flow/

Ada perubahan komposisi 8 saham, ini daftar lengkap indeks PEFINDO25 yang baru

Bursa Efek Indonesia menyusun ulang sejumlah indeks acuan di pasar saham. Salah satunya adalah indeks PEFINDO25.

“Saham yang masuk dan keluar ini untuk penghitungan indeks PEFINDO25 periode perdagangan bulan Agustus 2019 hingga Januari 2020,” ungkap Mulyana, PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman bursa, Kamis (25/7).

Berikut 25 saham PEFINDO25 yang mulai berlaku 1 Agustus 2019:

ACES CLEO KBLI MCAS SMSM
ASSA DYAN KREN MIKA TARA
BEST ELSA LPCK MTDL WEGE
BULL HOKI LPPF RALS WOOD
CARS JTPE MAIN SCMA WTON

Ada delapan saham yang baru masuk pada indeks PEFINDO25 ini. Kedelapan saham tersebut adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), dan PT Sitara Propertindo Tbk (TARA).

Sedangkan delapan saham yang keluar dari penghitungan indeks PEFINDO25 adalah PT Arwana Citramulai Tbk (ARNA), PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (ASMI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Nippon Indosari Tbk (ROTI), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ada-perubahan-komposisi-8-saham-ini-daftar-lengkap-indeks-pefindo25-yang-baru

TINGKATKAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN ANDA DENGAN CARA INI.

Apakah saat ini laporan keuangan bisnis Anda sedang berantakan? Jika ya, berarti aktivitas finansial perusahaan sedang tidak tertata rapi. Biasanya, penyebab utama laporan keuangan yang buruk adalah kurangnya pengelolaan keuangan dan pembuatannya yang terburu-buru. Berikut ini merupakan 9 aktivitas finansial harian hingga tahunan yang terbukti efektif dalam membantu pebisnis serta tim dalam mempersiapkan laporan keuangan.

Aktivitas Harian

1. Cek kondisi kas

Kas merupakan sumber energi perusahaan. Karena itu, awali hari Anda dengan memeriksa kondisi keuangan setiap harinya. Pastikan bahwa perusahaan memiliki cukup dana untuk melakukan transaksi hari itu. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari risiko kehabisan uang atau kekacauan finansial.

2. Periksa dan catat semua transaksi

Akhiri hari Anda dengan memeriksa semua transaksi yang terjadi. Pastikan setiap bukti transaksi seperti faktur, nota, cek, atau kwitansi terkumpul dengan rapi sehingga Anda tidak kesulitan mencarinya di akhir bulan. Kemudian catatlah setiap transaksi tersebut ke dalam pembukuan. Ingatlah bahwa transaksi tanpa bukti dianggap tidak sah dan harus dipertanggungjawabkan.

Aktivitas Mingguan

3. Review aktivitas bisnis perusahaan

Setelah seminggu, saatnya bagi Anda untuk meninjau ulang seluruh transaksi bisnis yang sudah maupun belum dilakukan. Periksa utang perusahaan yang belum dibayar, khususnya yang jatuh tempo pada minggu tersebut, demi menjaga hubungan yang baik dengan supplier. Ingat untuk selalu menyimpan bukti pengiriman atau pembayaran.

Aktivitas Bulanan

4. Selesaikan setiap transaksi

Usahakan agar semua transaksi dapat terselesaikan di akhir bulan sehingga Anda tidak kesulitan mengerjakan laporan. Transaksi yang selesai tepat waktu akan memperjelas laporan keuangan Anda.

5. Persiapkan laporan keuangan bulanan

Pastikan laporan keuangan Anda siap setiap bulan. Khususnya untuk kebutuhan pembayaran pajak. Transaksi yang telah tercatat dengan rapi akan membantu Anda menyelesaikan laporan keuangan lebih cepat. Ingatlah bahwa laporan keuangan setidaknya harus memiliki laporan laba rugi, neraca, serta laporan arus kas.

6. Catat perbandingan keuangan

Ingatlah untuk mencantumkan perbandingan pendapatan dan pengeluaran bulan ini dengan bulan sebelumnya agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi finansial perusahaan. Hasilnya dapat menjadi acuan Anda dalam membuat rencana finansial yang lebih baik. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk grafik atau chart.

Aktivitas Tahunan

7. Evaluasi aktivitas finansial perusahaan

Kumpulkan pegawai Anda dan lakukan evaluasi keuangan tahun ini berdasarkan laporan keuangan setiap bulannya. Kemudian bandingkan dengan pengeluaran dan pendapatan di tahun sebelumnya. Anda harus menentukan anggaran yang harus ditambahkan, dikurangi, atau dihilangkan. Hasil evaluasi ini akan menjadi landasan Anda dalam membuat rencana keuangan untuk tahun berikutnya

8. Periksa kondisi inventaris

Memeriksa kualitas inventaris perusahaan, khususnya yang telah terpakai, merupakan kegiatan akhir tahun yang sangat penting untuk pelaksanaan aktivitas perusahaan. Dengan melakukan pemeriksanaan, Anda dapat mengetahui apakah ada peralatan atau perlengkapan perusahaan yang sudah menurun kualitasnya dan harus diganti.

9. Susun laporan akhir tahun Anda

Akhir tahun merupakan waktu dilakukannya audit perusahaan. Sama seperti proses pembuatan laporan bulanan, pembuatan laporan tahunan juga membutuhkan kelengkapan bukti transaksi dan juga data-data statistik. Pembuatan laporan akan semakin cepat jika Anda telah mengumpulkan dan merapikan data-data tersebut sejak dini.

Pembuatan laporan membutuhkan tingkat akurasi dan objektivitas yang tinggi. Dalam hal ini, Anda disarankan untuk menggunakan software akuntansi yang akan secara otomatis memproses laporan-laporan Anda. Salah satunya adalah jurnal.id. Formula atau rumus yang telah terprogram dalam software berbasis online ini akan menata data Anda ke dalam bentuk laporan-laporan keuangan, termasuk laporan bulanan atau tahunan sehingga Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk membuat laporan berkali-kali.

Sekarang Anda dapat dengan mudah mengawasi dan mengendalikan kondisi finansial perusahaan melalui 9 kegiatan di atas. Hasilnya Bisnis yang berkembang dan profit tinggi. Sudahkah Anda melakukannya?

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tingkatkan-kualitas-laporan-keuangan-anda-dengan-cara-ini/

Harga emas turun meski indeks dolar terkoreksi

Harga emas sejak awal pekan ini bergerak di kisaran sempit. Pagi ini harga emas turun setelah kemarin naik. Kamis (25/7) pukul 7.45 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.422,98 per ons troi. Harga emas ini turun 0,20% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Harga emas masih cenderung tertekan setelah nilai tukar dolar terus menguat sejak awal pekan. Tapi, kenaikan indeks dolar pagi ini tertahan.

Indeks dolar masih berada di kisaran atas 97,72, turun tipis dari posisi kemarin 97,73 yang merupakan level tertinggi sejak 3 Juni 2019.

“Harga emas sangat terkait dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Jika ada pemangkasan, opportunity cost menggenggam emas berkurang sehingga akan ada aliran dana ke emas,” kata Bernard Dahdah, analis Natixis kepada Reuters.

Investor memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada pertemuan The Fed 30-31 Juli mendatang. Produk berjangka suku bunga sudah 100% mencerminkan pemangkasan 25 basis point.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-menguat-ke-rp-13990-per-dolar-as-pada-kamis-257-pagi

IHSG Berpotensi Menguat, Pasca Bank Indonesia Memberikan Sinyal Pelonggaran Moneter

Hari ini, Rabu (24/7), tim riset Valbury Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di rentang 6.382-6.440 dengan kecenderungan menguat. Rebound IHSG diprediksi terjadi, setelah kemarin, Selasa (23/7), ditutup melemah 0,46% ke posisi 6.403.

Sentimen pasar dari dalam negeri diantaranya adalah sinyal Bank Indonesia (BI) akan kembali melonggarkan kebijakan moneter. Hal ini setelah beberapa waktu lalu BI menurun suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur. Keputusan dovish BI tersebut sejalan dengan sejumlah bank sentral negara-negara lain seperti, Australia yang sudah menurunkan bunga acuan dua kali tahun ini. Begitu pula dengan India, Malaysia, dan Filipina.

BI akhirnya merespon supaya tidak semakin berdampak ke pertumbuhan ekonomi dan memanfaatkan pelonggaran suku bunga global. Selain itu, keputusan BI merupakan  langkah pre-emptives setelah melihat tanda-tanda pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed, yang semakin menguat.

SIsi lain, salah satu Deputi Gubernur Senior BI menyatakan bahwa Indonesia masih butuh utang luar negeri. Pasalnya hal tersebut bagi Indonesia menjadi sumber pembiayaan terbesar kedua pada perekonomian setelah kredit bank umum. Sumber pendanaan dari kredit bank umum tercatat sebesar Rp 5.228 triliun.

Selain dua sumber tersebut, pembiayaan perekonomian juga bersumber dari pasar modal, industri keuangan non-bank, kredit BPR, dan teknologi finansial. Hal ini sebagai bukti, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang pembiayaan dari utang luar negeri.

Sementara itu, berdasarkan data BI per Juni 2019, pembiayaan perekonomian Indonesia dari utang luar negeri telah tumbuh sekitar Rp 2.133 triliun dari total Rp 9.093 triliun. Pertumbuhan ini melambat jadi 10,5% year on year (yoy) dari sebelumnya 14,5% yoy.

Adapun sentimen pasar dari luar negeri salah satunya adalah pemberitaan dari harian Washington Post yang mengabarkan bahwa Huawei Technologies secara rahasia membantu Korea Utara membangun dan merawat jaringan nirkabel komersial. Seperti dikutip Valbury, hal tersebut  menarik perhatian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menginvestigasi kasus ini.

Namun, pemberitaan tersebut dibantah Huawei bahwa perusahaan tidak memiliki kerjasama bisnis  di Korea Utara. Dengan menekankan bahwa perusahaan tetap mematuhi aturan-aturan hukum di kawasan perusahaan beroperasi.

Ditengah sentimen positif yang mendukung penguatan indeks, berikut ini sejumlah saham rekomendasi Valbury Sekuritas secara teknikal.

Saham-Saham Rekomendasi Valbury Sekuritas 24 Juli 2019
Kode Saham Rekomendasi Support Resistance
INDF Trading buy 7.000 7.100
INCO Trading buy 3.010 3.110
UNTR Trading buy 26.725 27.575
ASII Trading buy 7.125 7.275
SMGR Trading buy 12.350 12.675
SMRA Trading buy 1.210 1.250

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-berpotensi-menguat-pasca-bank-indonesia-memberikan-sinyal-pelonggaran-moneter

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

Pada dasarnya, perusahaan dagang menggunakan 4 (empat) Laporan Keuangan yang sama dengan jenis perusahaan atau industri lainnya. Empat laporan tersebut adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Posisi Keuangan (Neraca),Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Perbedaan yang muncul dan signifikan dari masing-masing Laporan Keuangan yang dibuat oleh berbagai jenis perusahaan terdapat di Laporan Laba Rugi. Masing-masing jenis perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa memiliki jenis Laporan Laba Rugi yang berbeda-beda. Namun, fokus dalam artikel ini akan mengarah kepada jenis Laporan Keuangan perusahaan dagang.

Bentuk Laporan Laba Rugi perusahaan dagang terbagi menjadi dua, yaitu Laporan Laba Rugi multi-step (majemuk/berganda) dan single line (Tunggal). Pada Laporan Laba Rugi multi-step untuk perusahaan dagang, setiap item atau unsur pada pos-pos pendapatan dan pengeluaran diperluas sedemikian rupa untuk mencakup pengelompokan dan sub-pengelompokan yang diperlukan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memudahkan investor dalam membaca dan memahami laporan.

Laporan Laba Rugi Multi-Step

Umumnya, Laporan Laba Rugi berisikan pos pendapatan dan pengeluaran. Namun dalam  Laporan Laba Rugi multi-step, pos pendapatan dan pengeluaran dibagi menjadi item operasional dan non-operasional. Pada pos pengeluaran dibagi menjadi dua jenis sub-pos, yaitu selling expense (biaya penjualan) dan biaya administrasi. Laporan Laba Rugi multi–langkah juga biasa disebut Laporan Laba Rugi terklasifikasikan.

Laporan Laba Rugi multi–step menunjukkan hubungan penting antar unsur atau item yang membantu menganalisis seberapa baik kinerja perusahaan. Misalnya, dengan mengurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan operasional, Anda dapat mengetahui dan menentukan berapa nilai pendapatan penjualan yang diperlukan agar bisa menutupi biaya HPP. Jika margin ini – yang disebut Margin Kotor atau Laba Kotor – lebih rendah dari yang diharapkan, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga jualnya dan atau menurunkan HPP-nya.

Laporan Laba Rugi multi-step membagi biaya operasional menjadi biaya penjualan dan administrasi. Dengan demikian, pengguna pernyataan dapat melihat berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk dan pengelolaan bisnis. Pengguna laporan juga dapat membuat perbandingan dengan data dari tahun-tahun lain dan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Pendapatan dan pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan muncul di bagian bawah Laporan Laba Rugi karena item tersebut kurang signifikan dalam penilaian profitabilitas bisnis.

Unsur Utama Dalam Laporan Laba Rugi

Unsur atau item utama dari Laporan Laba Rugi multi–step adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan/Penjualan Bersih

    adalah pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasional utama bisnis. Nilai dari pendapatan/penjualan bersih didapat dari total pendapatan kotor perusahaan setelah dikurangi diskon, retur, dan tunjangan penjualan lainnya.

  • Harga Pokok Penjualan (HPP)

    adalah biaya utama dalam perusahaan dagang dan mewakili apa yang dibayar perusahaan untuk pembelian persediaan yang akan dijualnya.

  • Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit)

    adalah penjualan bersih  setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan. Unsur ini biasa dipakai manajemen sebagai patokan apakah perusahaan harus menaikkan harga jual dan atau mengurangi biaya HPP-nya. Laba Kotor juga biasa disebut sebagai markupperusahaan.

  • Biaya atau Pengeluaran Operasional  

    adalah segala pengeluaran di luar biaya Harga Pokok Penjualan yang terjadi untuk menjalankan aktivitas normal perusahaan. Di dalam Laporan Laba Rugi multi-step, biaya operasional terbagi menjadi dua, yaitu Biaya Penjualan (SellingExpense) dan Biaya Administrasi. Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait upaya penjualan dan pemasaran. Contohnya termasuk gaji dan komisi pemasaran, biaya untuk perjalanan pemasaran, iklan, sewa dan utilitas pada Aset Tetap yang berhubungan dengan pemasaran, dan lainnya. SedangkanBiaya Administrasi adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan manajemen bisnis secara keseluruhan. Contohnya termasuk gaji manajemen, biaya asuransi, persediaan yang digunakan manajemen, penyusutan pada peralatan kantor, dan lainnya.

  • Pendapatan Operasional

    Unsur ini diketahui setelah nilai Laba Kotor dikurangi Biaya Operasional. Dengan kata lain, Pendapatan Operasional mewakili jumlah pendapatan yang diperoleh langsung dari aktivitas operasional utama bisnis.

  • Pendapatan & Pengeluaran Lainnya

    Pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dan tidak terkait secara langsung dengan penjualan produk yang secara teratur ditawarkan dan dijual oleh suatu perusahaan. Jenis dari pos Ini biasanya termasuk pendapatan dan beban bunga, pajak-pajak, keuntungan dari penjualan Aset, dan lainnya.

  • Laba Bersih

    adalah pos terakhir yang berada di bagian bawah (bottom line) di dalam Laporan Laba Rugi. Nilai Laba Bersih didapat setelah pendapatan operasional ditambah dengan pendapatan lain-lain dan dikurangi biaya lain-lain.

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step Perusahaan Dagang

Berikut data Trial Balance (Neraca Saldo Setelah Disesuaikan) yang sudah dipilah untuk nantinya dimasukkan ke Laporan Laba Rugi multi-step dari PT Bagus (dalam ribu rupiah):

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Debit Kredit
Pendapatan Kotor 350.000
Diskon Penjualan 3,000
Retur Penjualan 2,000
Pendapatan Bunga 200
HPP 170,000
Beban Komisi 15,000
Beban Iklan 8,000
Biaya Gaji Pemasaran 25,000
Biaya Sewa – pemasaran 13,000
Biaya Sewa – Kantor 14,000
Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
Beban Utilitas 6,000
Beban Bunga 100

Dari data Neraca Saldo Setelah Disesuaikan tersebut, Anda bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step PT Bagus:

PT Bagus

Laporan Laba Rugi Multi-Step 

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Pendapatan Kotor 350.000
  Diskon Penjualan 3,000
  Retur Penjualan 2,000 (5,000)
Penjualan Bersih (350,000 – 5,000) 345.000
  HPP (170,000)
Laba Kotor (345,000 – 170,000) 175,000
Pengeluaran/Biaya Operasional:
Biaya/Beban Penjualan:
  Beban Komisi 15,000
  Beban Iklan 8,000
  Biaya Gaji Pemasaran 25,000
  Biaya Sewa – Pemasaran 13,000
Total Biaya/Beban Penjualan 61,000
 Biaya/Beban Administratif
  Biaya Sewa – Kantor 14,000
  Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
  Beban Utilitas 6,000
Total 65,000
Total Operating expenses (61,000 + 65,000) (126,000)
Pendapatan Operasional (175,000 – 126,000)     49,000
Pendapatan (Beban) Lain-Lain
  Pendapatan Bunga 200
  Beban Bunga (100)
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 100
Laba Bersih (49,000 + 100)     49,100

Harga Pokok Penjualan (HPP) di dalam Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Biasanya saat menggunakan metode persediaan perpetual, nilai Harga Pokok Penjualan di dalam Laporan Laba Rugi dilaporkan secara single line (tunggal) seperti contoh di atas. Laporan HPP dapat dibuat terpisah dari Laporan Laba Rugi perusahaan dagang. Berikut data Neraca Saldo PT Bagus yang sudah dipilah dan dibutuhkan untuk membuat Laporan HPP:

Neraca Saldo Debit Kredit
Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan 200,000
Diskon Pembelian 18,000
Retur PembelianBiaya Angkut Pembelian 5,000 27,000

Setelah dilakukan Stock Opname pada akhir bulan, diketahui nilai persediaan akhir PT Bagus senilai Rp 40,000,000.  Berikut Laporan HPP PT Bagus:

PT Bagus
Laporan HPP

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan   200,000
  Diskon Pembelian  (18,000)
  Retur Pembelian   5,000
  Biaya Agkut Pembelian  (27,000)  (40,000)
Pembelian Bersih (200,000 – 40,000) 160,000
Persediaan tersedia untuk dijual (50,000 + 160,000) 210,000
  Persediaan, 31 Desember 2018 40,000
HPP (210,000 – 40,000)     170,000

 

Contoh-contoh di atas merupakan cara agar Anda mengetahui dan bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi khusus perusahaan dagang. Jelas selain bentuk Laporan Laba Rugi, penilaian persediaan juga menjadi faktor pembeda antara perusahaan dagang dengan jenis perusahaan lainnya.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-menyiapkan-laporan-laba-rugi-dan-hpp-perusahaan-dagang/