Kenali Perbedaan Pembukuan dan Akuntansi

Pembukuan dan akuntansi merupakan dua istilah yang sering ditemukan dalam pengelolaan perusahaan. Keduanya saling berkaitan dan sama-sama penting dalam Keuangan Suatu Perusahaan. Pembukuan adalah langkah awal dari kegiatan akuntansi, dan bisa dikatakan sebagai landasan dasar dalam proses akuntansi. Jika dilakukan dengan benar, maka kegiatan akuntansi akan berjalan dengan baik. Akan tetapi di balik itu semua, pembukuan dan akuntansi juga mempunyai perbedaan. Perbedaan pembukuan dan akuntansi ini kerap kali tidak disadari oleh pemilik bisnis. Padahal, apabila dipelajari lagi secara mendalam, perbedaan pembukuan dan akuntansi sudah dapat dilihat bahkan dari pengertiannya. Untuk penjelasan lebih lengkap, berikut penjelasan lebih dalam mengenai apa saja perbedaan pembukuan dan akuntansi.

Pengertian Pembukuan dan Akuntansi

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Memilih Software Akuntansi Terbaik

Perbedaan pertama adalah dari pengertian pembukuan dan akuntansi itu sendiri. Akuntansi merupakan sebuah istilah yang lebih luas. Akuntansi adalah suatu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa,menafsirkan, membuat laporan, dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya. Individu yang bertanggungjawab terhadap proses ini disebut akuntan. Sementara itu, pembukuan adalah tahap mencatat dalam proses akuntansi. Pembukuan mengacu pada aspek penyimpanan catatan akuntansi, dan ini mencakup semua informasi mengenai transaksi dan aktivitas keuangan suatu bisnis. Dari pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi itu sendiri.

Tujuan Pembukuan dan Akuntansi

Setiap transaksi bisnis yang dicatat dalam pembukuan seperti kas, barang, penjualan dan pembelian bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pendapatan dan pengeluaran pada akhir periode akuntansi. Sementara itu, proses akuntansi bertujuan untuk menyediakan berbagai laporan yang dapat menyatukan indikator utama keuangan. Hasilnya adalah pemahaman yang lebih baik tentang profitabilitas aktual, dan kesadaran akan arus kas dalam bisnis. Akuntansi mengubah informasi dari buku besar menjadi pernyataan yang mengungkap gambaran bisnis yang lebih besar.

Kualifikasi

Pemegang buku atau bookkeeper yang bertanggung jawab mencatat transaksi bisnis sehari-hari setidaknya memiliki gelar diploma dalam bidang akuntansi. Seorang pemegang buku dituntut untuk akurat dalam penyajian data, karena buku besar berisikan informasi detail mengenai transaksi perharinya. Seorang pemegang buku juga harus memiliki pengetahuan mengenai topik-topik keuangan yang utama. Selama bekerja, mereka akan diawasi oleh akuntan ataupun pemilik bisnis yang pembukuannya sedang diproses.

Untuk kualifikasi pekerjaan akuntansi, biasanya akan dikelola oleh seorang akuntan yang setidaknya telah memperoleh gelar sarjana. Akuntan juga sebaiknya memperoleh sertifikasi profesional tambahan dengan mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Seorang akuntan pada umumnya mampu mengerjakan tugas yang cukup luas bahkan hingga melakukan melakukan audit, meninjau laporan, dan mewakili klien sebelum IRS. Mereka dituntut untuk teliti, terukur, skeptis, logis, konsisten, disiplin serta patuh terhadap etika yang berlaku.

Ruang Lingkup Kerja

Kegiatan pembukuan antara lain, menerbitkan faktur kepada pelanggan, mencatat faktur dari supplier, mencatat perubahan dalam persediaan, mencatat penerimaan kas dari pelanggan, membayar supplier, memproses transaksi kas kecil, serta memproses payroll. Sementara, kegiatan dalam akuntansi antara lain, membuat daftar akun, menyiapkan Buku Besar, merancang laporan keuangan, menerbitkan laporan manajemen yang disesuaikan dengan isu-isu yang spesifik, membuat anggaran dan membandingkannya dengan hasil sebenarnya, serta membuat laporan pajak dan lain sebagainya.

Analisis

Seorang  pemegang buku memang tidak dituntut untuk memiliki skill yang terlalu banyak, karena proses pembukuan hanya pada pencatatan tanpa memerlukan analisis apa pun. Sementara seorang akuntan haruslah memiliki skill yang mumpuni untuk dapat menganalisis dan menginterpretasikan informasi di buku besar ke dalam laporan.

Meskipun terdapat perbedaan di antara keduanya, namun dalam praktiknya semua hal tersebut bisa saja kabur. Ini karena pembukuan dan akuntansi merupakan hal yang berhubungan dan keduanya pun dapat berkolaborasi. Catatan keuangan yang terorganisir dan keuangan seimbang yang dihasilkan oleh pemegang buku, ditambah dengan strategi keuangan yang cerdas dan pengarsipan pajak yang akurat oleh akuntan, berkontribusi langsung pada keberhasilan jangka panjang setiap bisnis.

Kemajuan teknologi yang menghasilkan otomatisasi dalam berbagai proses pengelolaan keuangan perusahaan juga berperan aktif dalam pengaburan perbedaan ini. Otomatisasi telah membebaskan para pemegang buku dari tugas yang berulang dan monoton. Ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan skill dan memegang tugas yang lebih kompleks.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/kenali-perbedaan-pembukuan-dan-akuntansi/

Mengenal Anggaran Kas dan Cara Menyusun Anggaran Kas

Kas merupakan salah satu aset yang menentukan berjalan atau tidaknya operasional perusahaan. Bahkan perusahaan harus memastikan ada kas untuk periode yang akan datang beberapa bulan sebelum periode baru dimulai. Tanpa adanya kas, dipastikan masalah keuangan suatu usaha akan terhambat. Meskipun dalam jangka pendek mungkin bukan suatu masalah yang besar tetapi jika dibiarkan secara terus menerus maka perusahaan dapat mengalami defisit. Karenanya perusahaan memiliki tugas yang besar untuk mengendalikan kas. Sehingga dalam menjalankan operasional untuk menjaga kelangsungan hidupnya, perusahaan juga harus membuat pengendalian kas yang efektif. Lalu bagaimana caranya?

Salah satu cara untuk mengendalikan kas dengan efektif yakni dengan membuat anggaran kas. Anggaran kas memiliki peran yang penting untuk mengendalikan kas. Di mana Anda dapat mengetahui kemampuan perusahaan untuk menambah sumber dana internalnya dan juga memperkirakan saldo kas akhir tahun yang akan ditetapkan.

Apa itu Anggaran Kas?

Menurut Syamsudin, anggaran kas adalah suatu alat yang dapat digunakan oleh manajer untuk memperkirakan kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan mengetahui kekurangan dan kelebihan uang selama periode anggaran atau budget. Selain itu, Munandar (1985), berpendapat bahwa anggaran kas merupakan anggaran yang direncanakan secara rinci mengenai semua jumlah kas dan perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu di masa yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan maupun pengeluaran.

Tujuan Anggaran Kas

Bagi sebuah perusahaan untuk mengetahui keadaan surplus atau defisit kasnya, tidak bisa hanya dengan melihat kegiatan operasionalnya tetapi melalui anggaran kas yang sudah dibuat. Karenanya, anggaran kas dibuat dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Alat memantau keadaan kas secara terus menerus.
  2. Menyesuaikan kas dengan total modal kerja, biaya, pendapatan penjualan dan utang.
  3. Memberikan gambaran posisi kas akhir setiap periode dari kegiatan operasionalnya.
  4. Menemukan kekurangan dan kelebihan kas, serta menentukan kebutuhan pembiayaan dari kelebihan kas untuk investasi.
  5. Mengukur keberhasilan atas target yang sudah dibuat.
  6. Alat mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan

Cara Menyusun Anggaran Kas

Untuk menyusun anggaran kas sebenarnya cukup mudah, Anda hanya memperhatikan hal berikut:

a. Menghitung Penerimaan Kas

Secara umum, penerimaan kas berasal dari:

– Penagihan piutang

– Penjualan tunai

– Penjualan aktiva tetap

– Penerimaan lain-lain (non-operating), misalnya penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen dan sebagainya.

b. Menghitung Pengeluaran Kas

Pengeluaran kas yang terjadi dalam perusahaan biasanya berupa pengeluaran biaya-biaya, baik itu biaya utama (operating) dan biaya-biaya bukan utama (non-operating). Contohnya:

– Pembelian bahan baku secara tunai

– Pembayaran utang

– Pembayaran upah tenaga kerja langsung

– Pembayaran biaya pabrik tidak langsung

– Pembayaran biaya administrasi

– Pembayaran biaya penjualan

– Pembelian aktiva tetap

– Pembayaran lain-lain seperti bunga, sewa, dll.

c. Susun Anggaran Kas

Setelah menghitung pemasukan dan pengeluaran yang terjadi, selanjutnya Anda dapat menyusun anggaran kas. Susunlah dengan seimbang antara pengeluaran dan penerimaan kas. Namun, akan lebih baik lagi jika pengeluaran lebih kecil dibandingkan dengan penerimaan yang masuk, sehingga kondisi keuangan akan mengalami surplus.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-anggaran-kas-dan-cara-menyusun-anggaran-kas/

Berbagai Hal Mengenai Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Bisnis

Sistem Informasi Akuntansi atau biasa disebut SIA merupakan topik yang penting untuk dipahami oleh Anda. Memiliki SIA yang efektif merupakan hal yang penting bagi organisasi atau entitas untuk keberhasilan jangka panjang. Tidak akan ada cara untuk memutuskan seberapa baik kinerja perusahaan tanpa menggunakan perangkat untuk mengawasi aktivitas-aktivitas yang terjadi. SIA merupakan salah satu alat yang dapat membantu Anda menilai kinerja perusahaan. Oleh karena itu penting bagi Anda memahami mengenai SIA.

Apa Itu SIA?

Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi,2001). SIA terdiri dari lima komponen, yaitu:

  1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.
  2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun otomatis yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.
  3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
  4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi.
  5. Infrastruktur teknologi informasi, seperti komputer, peralatan untuk komunikasi jaringan, dan peralatan pendukung lainnya

Fungsi SIA

Kelima komponen diatas memungkinkan SIA memenuhi tiga fungsi pentingnya didalam perusahaan/organisasi.

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, termasuk mengenai sumber daya yang dipengaruhi dan pelaku yang terlibat.
  2. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
  3. Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset-aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.

Manfaat SIA

Adapun manfaat sistem informasi akuntansi dalam dunia usaha sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi yang tepat.
  2. Meningkatkan kualitas dan biaya produksi.
  3. Meningkatkan efisiensi.
  4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
  5. Meningkatkan pengetahuan

Perusahaan membutuhkan SIA yang didesain dengan baik untuk memberikan informasi yang mereka butuhkan seperti untuk perencanaan, pengelolaan, pengendalian yang efektif untuk bisnis Anda. Selain itu SIA juga akan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan keuangan.

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-ketahui-tentang-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-bisnis-anda/

Saham Garuda (GIAA) terbang tinggi, ini penyebabnya

Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melesat tinggi pada perdagangan hari ini, Kamis (8/8). Hingga penutupan perdagangan, harga saham GIAA naik 17,44% ke level Rp 505 per lembar saham. Bahkan, harga saham GIAA sempat menyentuh level Rp 530 per lembar saham pada hari ini.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas Evan Fajrin mengatakan, meredanya polemik kasus laporan keuangan masksapai penerbangan pelat merah ini menjadi salah satu sentimen positif yang membuat pergerakan saham GIAA meroket hari ini. “Dari pihak Garuda sendiri pun sudah mematuhi sanksi-sanksi yang diterima untuk menyajikan kembali laporan keuangan tahun 2018 dan telah membayar denda maka menurut saya sih cukup wajar ya,” Selain itu, Garuda juga baru saja merilis laporan keuangan semester I-2019 dengan kinerja yang cukup positif.

Sepanjang semester I-2019 Garuda membukukan laba sebesar US$ 24,11 juta setelah pada periode yang sama tahun lalu mencatatkan kerugian senilai US$ 116,85 juta. Pendapatan meningkat sebesar 9,74% secara tahunan menjadi US$ 2,19 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 1,99 miliar.

Di sisi lain, Garuda berhasil melakukan efisiensi pada beban usaha yang mengalami penurunan sebesar 2% menjadi US$ 2,10 miliar dari sebelumnya pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 2,14 miliar.

Adapun sebelumnya, saham Garuda sempat terseok lantaran investor melakukan aksi jual setelah perseroan terbukti memoles laporan keuangan 2018. Adapun hari ini, volume perdagangan saham GIAA mencapai 249,24 juta senilai Rp 121,35 miliar.

Akumulasi beli bersih (net buy) asing tercatat mencapai Rp 287,21 juta. Sejak awal tahun hingga perdagangan hari ini, harga saham GIAA sudah mencatatkan peningkatan hingga 69,46 persen.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/saham-garuda-giaa-terbang-tinggi-ini-penyebabnya

IHSG kembali menguat di awal perdagangan Kamis, 08 Agustus 2019

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di awal perdagangan Kamis (8/8). Pukul 09.05 IHSG menguat 49,64 poin atau 0,81% ke 6.253,23.

Sebanyak 164 saham naik, 41 saham turun dan 119 saham tak bergerak. Seluruh sektor kompak menguat. Sektor-sektor dengan penguatan terbesar adalah sektor pertambangan yang naik 1,59%, sektor infrastruktur naik 1,31% dan sektor aneka industri naik 0,58%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,20 miliar saham dengan total nilai Rp 497,47 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (5,47%)
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (5,35%)
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (2,45%)

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) (-0,69%)
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (-0,53%)
3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (0,20%)

Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 9,59 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 13,6 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 5,7 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 3,3 miliar.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-kembali-menguat-di-awal-perdagangan-kamis-88

Keseimbangan Finansial: Kunci Kesuksesan Bisnis Anda

Ingatkah Anda pada krisis tahun 1998 dimana banyak perusahaan baik kecil maupun besar yang gulung tikar? Saat dimana perekonomian negara sedang memburuk ternyata tidak membunuh semangat beberapa pebisnis untuk mempertahankan bisnis mereka. Bahkan sebagian besar memiliki bisnis yang berkembang hingga saat ini. Kuncinya? Tentu saja keseimbangan Finansial perusahaan.

Keseimbangan finansial hanya dapat diraih jika pebisnis mmemahami setiap kondisi finansial perusahaan, baik ketika lemah maupun kuat. Lalu, bagaimana cara mengetahui kondisi bisnis Anda? Neraca Saldo jawabannya.

3 Komponen Penting!

Neraca saldo memiliki 3 komponen, yaitu aset, beban, dan modal. Setiap komponen tersebut saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Agar lebih mengerti, perhatikan rumus sederhana di bawah ini.

Aset = Beban + Equitas

Aset

Asetlah yang membuat bisnis Anda bertahan! Aset merupakan seluruh hal yang menjadi milik perusahaan. Mereka dapat dijual saat perusahaan dalam kondisi lemah, dapat digunakan sebagai jaminan saat ekspansi perusahaan, serta membantu memproduksi neraca saldo yang sehat.
Berdasarkan bentuknya, aset diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu material (tangible)dan non-material (intagible). Aset material adalah aset yang berwujud seperti gedung atau kendaraan. Aset non-material, di sisi lain, adalah aset yang tidak berwujud namun memiliki nilai tinggi seperti hak paten, ide, atau nama brand/logo.

Beban

Perusahaan perlu melakukan pengorbanan finansial untuk membeli atau memiliki aset. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset-aset inilah yang dinamakan beban. Beban sendiri dibagi menjadi menjadi 2 jenis, yaitu beban jangka pendek dan jangka panjang. Beban jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang harus segera dilunasi dalam waktu 1 tahun. Pembayaran gaji contohnya. Beban jangka panjang seperti pelunasan cicilan rumah atau gedung adalah beban dengan jangka waktu pelunasan lebih dari 1 tahun, bahkan dapat mencapai lebih dari 10 tahun.

Equitas

Equitas merupakan modal awal yang biasanya diinvestasikan dalam bentuk saham kepada bisnis Anda. Modal ini harus dicicil per bulan atau per tahun, tergantung dari kesepakatan perusahaan dengan investor. Dana pengembalian modal ini diambil dari sebagian pendapatan bersih perusahaan dalam bentuk dividen.

Mengukur Risiko Finansial Bisnis Anda

Neraca saldo membantu Anda dalam mengukur risiko finansial yang harus dihadapi perusahaan. Risiko yang sekaligus merupakan kesempatan ini dapat diukur dari 3 aspek, yaitu:

Likuiditas (Liquidity)

Adaptabilitas (Adaptability)

Durabilitas (Durability)

Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini mencakup kebutuhan operasional perusahaan dan juga pembayaran cicilan. Adaptabilitas merupakan kemampuan finansial perusahaan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan situasi atau kondisi. Durabilitas adalah tingkat ketahanan perusahaan dan bagaimana kemampuan perusahaan untuk bertahan di masa depan.

Perusahaan yang sukses memiliki likuiditas, adaptabilitas, dan durabilitas yang baik. Mereka memiliki kas yang cukup untuk semua kebutuhan, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini akan membuat perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Kas yang cukup dan terkelola dengan baik membuat perusahaan Anda dapat bertahan lama dan memiliki persediaan finansial untuk pengembangan bisnis atau melakukan aktivitas finansial lainnya di masa mendatang.

Mengukur risiko finansial dalam menjalankan bisnis sangat penting karena dengan demikian Anda dapat mengetahui kesiapan perusahaan untuk berkembang. Dengan adanya neraca saldo, Anda dapat mengetahui kondisi kas, aset, serta kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. Anda dapat memutuskan apakah perusahaan mampu melunasi kewajibannya dalam jangka waktu tertentu atau melakukan investasi dalam jumlah tertentu.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/keseimbangan-finansial-kunci-kesuksesan-bisnis-anda/

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Sebagai pemilik  perusahaan properti atau real-estate, Anda tentu perlu mengetahui segala sesuatu terkait kondisi keuangan perusahaan. Merekrut atau berkonsultasi dengan manajer properti yang tepat akan membantu Anda memelihara dan meningkatkan nilai aset properti Anda. Ditambah manajer properti akan memberikan laporan keuangan perusahaan properti yang akurat dan terperinci sehingga Anda dapat merealisasikan tujuan keuangan perusahaan properti Anda.

Di dalam dunia manajemen keuangan, segala biaya yang dirasa tidak diperlukan untuk kegiatan operasional perusahaan perlu dipangkas. Sebisa mungkin, lacak segala biaya yang tidak secara efektif membantu kegiatan operasional perusahaan. Karena Anda harus mengambil keuntungan penuh dari aliran pendapatan yang berasal dari hasil sewa properti Tentunya data yang Anda butuhkan untuk merealisasikan hal-hal tersebut berada di salah satu komponen Laporan Keuangan, yaitu Laporan Laba Rugi dan Arus Kas. Ketika tugas tersebut dilakukan dengan benar, potensi pendapatan perusahaan properti Anda akan termaksimalkan. Berikut adalah enam jenis Laporan Keuangan yang harus disediakan oleh manajer properti Anda setiap bulannya:

Laporan Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiIni adalah bentuk laporan yang berisi ringkasan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas pemilik. Sekilas, Anda akan melihat saldo kas, jumlah investasi properti baik yang terselesaikan atau masih dalam proses pembangunan, uang jaminan yang dipegang, jumlah utang dari Financial Lease, pendapatan dari deposit pelanggan, dan banyak lagi.

Berikut adalah contoh Laporan Neraca perusahaan properti yang bernama PT Aksal

PT AKSAL

LAPORAN NERACA

Untuk Tahun Yang Berakhir Desember 2017 dan 2018

(Angka Disajikan Dalam Juta Rupiah)

2018 2017
(Rp) (Rp)
Aset
Aset Tetap
Goodwill 4.000 0
Investasi Properti yang Terselesaikan 453.000 400.000
Investasi Properti Masih Dalam Pembangunan 35.000 28.250
Pajak Aset Ditangguhkan 0 2.750
Total Aset Tetap 492.000 431.000
Aset Lancar
Peralatan Properti 9.000 7.000
Piutang dan DP Properti 25.000 30.000
Kas dan Setara Kas 73.000 32.000
Total Aset Lancar 107.000 69.000
Total Aset 599.000 500.000
Liabilitas dan Ekuitas
Ekuitas
Saham Biasa 200.000 100.000
Laba Ditahan 60.000 55.000
Total Equitas 260.000 155.000
Liabilitas Jangka Panjang
Bunga Pinjaman 300.000 100.000
Pendapatan Ditangguhkan – Deposit dari Penyewa 70.000 80.000
Utang dari Financial Lease 30.000 20.000
Utang Pajak Ditangguhkan 4.500 3.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 404.500 203.000
Liabilitas Lancar
Utang Usaha Lainnya 20.000 22.000
Utang PPh 19.000 20.000
Total Liabilitas Lancar 39.000 42.000
Total Liabilitas  339.000 142.000
Total Liabilitas dan Ekuitas 599.000 500.000

Laporan Laba Rugi

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan ini harus memiliki rincian dari jumlah pendapatan dan pengeluaran bulanan. Lalu sandingkan dengan Laporan Anggaran yang Anda buat untuk melihat kinerja keuangan perusahaan properti Anda. Ketika dibuat dan digunakan dengan benar, Laporan Anggaran adalah pedoman untuk pengoperasian aset Anda. Anda harus mengharapkan performa Laporan Laba Rugi perusahaan properti sesuai dengan Laporan Anggaran itu. Dengan membandingkan angka aktual dari Laporan Laba Rugi dengan angka di Laporan Anggaran akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan perusahaan properti Anda.

Berikut adalah contoh Laporan Laba Rugi dari nama perusahaan yang sama dengan sebelumnya:

PT AKSAL

LAPORAN LABA RUGI

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pendapatan
Pendapatan dari Penjualan Properti 52.000
Total Pendapatan 52.000
   Total Cost of Sales 31200
Laba Kotor 20800
Biaya Administrasi
Biaya Asuransi 500
Komisi Pemasaran 600
Fee Hukum dan Administrasi 500
Fee Manajemen 13.000
Biaya Maintenance 1.500
Biaya Overhead
Biaya Jasa Akuntan 1.000
Biaya Sewa Kantor 800
Biaya Utilitas 480
Total Biaya-Biaya 18.380
Laba Bersih Sebelum Pajak 1.020
Biaya Pajak 700
Laba Bersih 320

Buku Besar (General Ledger)

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiBuku Besar memberikan informasi terperinci dari tiap transaksi akun yang menghasilkan jumlah total yang tercermin pada Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi. Setiap entri harus dimasukkan dengan lengkap dan jelas. Tanyakan kepada manajer Anda jika Anda melihat banyak koreksi di berbagai akun dalam Buku Besar setiap bulannya atau.

Berikut adalah contoh Buku Besar akun Aset Lancar – Peralatan Properti PT AKSAL:

PT AKSAL

GENERAL LEDGER

Tahun 2018

Aset Lancar – Peralatan Properti
Tanggal Tipe Nama Pemasok Catatan Debit Kredit Saldo
25/1/2018 Payment UD. ALAM 200 7200
28/3/2018 Payment 150 7350
30/4/2018 Payment 250 7600
29/6/2018 Payment 300 7900
15/8/2018 payment 120 8020
27/9/2018 Payment 130 8150
31/10/2018 Payment 50 8200
26/11/2018 Payment 300 8500
31/12/2018 Payment 500 9000
Total Aset Lancar – Peralatan Properti 2000 9000

Laporan Akun Utang

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan ini harus memberikan informasi semua pembayaran kredit yang dilakukan selama periode pelaporan. Tujuannya adalah untuk memberikan jejak audit yang jelas untuk semua dana yang dipinjam sebagai setiap properti. Di dalam Laporan Akun Utang juga tersedia informasi umur utang Anda. Ini dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkait Arus Kas keluar perusahaan Anda. Cari kreditur yang secara disiplin membuat dan memberikan salinan faktur kepada Anda untuk kemudahan pendataan Laporan Akun Utang.

Berikut contoh Laporan Akun Utang PT AKSAL:

PT AKSAL

LAPORAN AKUN UTANG

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pembayaran Tahun 2018 Term 0-90 Hari Term 91-150 Hari
Kreditur Tanggal Nominal 0-30 31-60 61-90 91-119 120-150 150+ Total Utang
UD JAYA 07/12/18 200 500 800 200 1,500
UD JAYA 15/12/2018 600 200 180 500 120 1,000
UD JAYA 17/12/2018 700 350 300 350 1,000
UD JAYA 29/12/2018 500 270 230 500
Total 620 1,000 1,210 850 200 120 4,000

Laporan Akun Piutang dan Uang Muka (Down Payment) Penyewa

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiSama seperti Laporan Akun Utang, Laporan Akun Piutang merupakan sub-bagian dari Buku Besar. Laporan ini merincikan masing-masing transaksi akun piutang dan uang muka (DownPayment) (DP) para penyewa yang diringkas dalam Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Berikut adalah contoh Laporan Akun Piutang dan Uang Muka Penyewa

PT AKSAL

LAPORAN AKUN PIUTANG

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pelunasan Tahun 2018 Term 0-90 Hari Term 91-150 Hari
Kreditur Tanggal Nominal 0-30 31-60 61-90 91-119 120-150 150+ Total Piutang dan DP
UD ANGSA 09/12/18 1,500 3,000 3,500 1,500 8,000
UD ANGSA 16/12/2018 500 250 150 500 100 1,000
UD ANGSA 27/12/2018 1,800 300 180 320 200 1,000
UD ANGSA 30/12/2018 1,200 190 310 500
Total 3,300 440 3,830 320 2,310 300 10,500

Salinan Laporan Rekening Koran (Bank Statement) Bulanan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan Ini akan memperkuat pernyataan nominal saldo rekening bank yang tercermin pada Laporan Neraca serta deposito dan debit yang tercermin pada Buku Besar.

Berikut adalah contoh Laporan Rekening Koran Bulanan dari PT AKSAL

PT AKSAL

LAPORAN REKENING KORAN (BANK STATEMENT)

Juni 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Laporan Rekening Koran Bulanan BULAN SALDO AWAL TOTAL DEPOSIT
JUNi Rp 2.525.54 Rp 5.400.00
TAHUN SALDO AKHIR TOTAL PENARIKAN
2018 Rp 6.550.54 Rp 1.375.00
deposits
No. deposit Tanggal Nominal deskripsi status rekonsiliasi
1 3/6/18 Rp 1.500.00 job 1, cekk 1 sudah terekonsiliasi
2 10/6/18 Rp 1.200.00 job 2, check 1 sudah terekonsiliasi
3 15/6/18 Rp 1.500.00 job 1, cek 2 sudah terekonsiliasi
4 25/6/18 Rp 1.200.00 job 2, cek 2 sudah terekonsiliasi
TOTAL $5,400.00
Penarikan
Tipe Tanggal Nominal Kebutuhan status rekonsiliasi
cek 1001 8/6/18 150.00 Biaya Listrik sudah terekonsiliasi
cek 1002 12/6/18 150.00 Biaya Utilitas Lain sudah terekonsiliasi
cek 1003 17/6/18 850.00 mortgage sudah terekonsiliasi
debit 22/6/18 125.00 Lain-Lain sudah terekonsiliasi
ATM 28/6/18 100.00 Kas Kecil sudah terekonsiliasi
TOTAL 1,375.00

Jenis-jenis Laporan Keuangan untuk Perusahaan Properti di atas disediakan oleh manajer properti sehingga Anda, pemilik properti, dapat menghindari pengeluaran dan kerugian yang tidak perlu dan akhirnya Anda akan memegang kendali penuh atas pengelolaan Aset properti Anda. Untuk mempermudah pengelolaan keuangan perusahaan atau bisnis, Anda tentu membutuhkan suatu tool yang selain menunjang efektifitas kinerja bisnis juga mempermudah Anda menyelesaikan pekerjaan terkait keuangan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/laporan-keuangan-yang-harus-dipersiapkan-manajer-perusahaan-properti/

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Menentukan Strategi Bisnis Anda

Memilih sebuah strategi bisnis merupakan langkah yang penting, hal ini dilakukan untuk memfokuskan perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, memilih strategi bisnis bagi perusahaan juga banyak yang harus dipertimbangkan. Kegiatan utama yang harus dilakukan adalah mendesain seluruh aktivitas organisasi, agar secara bersama-sama saling memperkuat satu dengan yang lainnya untuk memenuhi posisi strategis. Ketika hal tersebut terjadi, maka perusahaan akan memperoleh sinergi. Sehingga para pesaing akan sulit untuk meniru, karena mereka harus melakukan banyak hal daripada hanya meniru. Bahkan perusahaan yang mencapai tingkat kesesuaian yang tinggi pada aktivitasnya tidak perlu khawatir untuk menjaga proses rahasia mereka.

Peran Sistem Informasi Akuntansi

Untuk mencapai kesesuaian yang baik antar aktivitas di perusahaan dibutuhkan pengumpulan data dari setiap aktivitas yang terjadi. Hal lain yang juga penting adalah sistem informasi harus mengumpulkan dan mengintegrasikan baik data keuangan, maupun non-keuangan. Menggunakan SIA dapat membantu organisasi memilih dan mempertahan strateginya. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi,2001).

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Oleh karena itu perusahaan harus merancang SIA dengan baik.  Sehingga akan memperoleh manfaat yang dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi bisnis, seperti:

a. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa

Sebagai contoh SIA dapat mengawasi mesin secara otomatis. Operator akan diberitahu jika proses yang berjalan melebihi dan kurang dari batas kualitas yang ditentukan. Hal ini dapat membantu perusahaan mempertahankan kualitas produk. Selain itu juga mengurangi jumlah bahan yang terbuang dan biaya untuk pengerjaan ulang.

b. Memperbaiki efisiensi

SIA yang dirancang dengan baik dapat membantu Anda memperbaiki efisiensi suatu proses karena dapat memberikan informasi yang lebih tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan pendekatan produksi just in time membutuhkan informasi yang konstan, akurat dan up to date mengenai persediaan bahan baku mereka.

c. Memperbaiki pengambilan keputusan

SIA dapat memperbaiki pengambilan keputusan dengan memberikan informasi dengan tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaan ritel membuat database lengkap yang berisi informasi lengkap tentang transaksi penjualan setiap harinya. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat menganalisis produk yang banyak dicari, pola barang yang harus dibeli dalam jumlah banyak, dan juga dapat digunakan untuk memperbaiki tata letak barang agar penjualannya meningkat.

d. Berbagi pengetahuan

SIA yang dirancang dengan baik dapat mempermudah proses sharing atau berbagi pengetahuan dan keahlian. Selanjutnya dapat memperbaiki proses operasional perusahaan, dan bahkan dapat menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.

 

Setelah mengetahui pentingnya sistem informasi akuntansi dan manfaat yang dapat diperolehnya, maka sekarang waktunya Anda melakukan hal tersebut. Anda dapat menggunakan software akuntansi online untuk merancang sistem informasi akuntansi untuk usaha yang sedang dijalankan sekarang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-manfaat-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-menentukan-strategi-bisnis-anda/

Bangun ibukota baru, pemerintah akan tukar guling aset di Jakarta

Pemerintah akan menukar guling sejumlah aset di Jakarta untuk tambahan biaya membangun ibu kota baru di Kalimantan. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pemerintah bisa mendapatkan sumber penerimaan baru dengan valuasi hingga Rp 150 triliun dengan cara ini.

“Jadi ini sifatnya karena ada potensi penerimaan yang besar dari aset Jakarta, maka kita akan mengupayakan agar kerja sama pengelolaan aset di Jakarta bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru,” kata Bambang usai rapat terkait pemindahan ibu kota, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/8).

“Kalau bisa ditukar guling ya bisa menjadi pemasukan langsung,” sambung dia.

Beberapa aset tersebut meliputi gedung pemerintahan yang berada di pusat Jakarta seperti di kawasan Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, Kuningan, dan SCBD. Adapun skema tukar guling yang ditawarkan antara lain dengan menyewakan gedung perkantoran kepada pihak kedua dengan tarif sesuai dengan kontrak yang ada.

Kedua, kerja sama pembentukan perusahaan yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dalam rangka penyelenggaraan bisnis pada jangka waktu tertentu (joint venture). Ketiga, menjual langsung gedung kantor yang dimiliki ke pengembang. Keempat, sewa gedung dengan syarat pengembang mau berkontribusi dalam pembangunan ibu kota baru. Hasil dari tukar guling ini diharapkan bisa menambal kebutuhan pembangunan ibu kota baru yang bersumber dari APBN.

“Ini bisa menambal kebutuhan APBN. Karena dari rancangan awal kita, tadinya dari APBN diperkirakan dibutuhkan Rp 93 triliun. Artinya kalau kita bisa mendapatkan pemasukan Rp 150, kita bisa menutupi seluruh kebutuhan pengeluaran yang memang harus dari APBN,” ungkap dia.

Selain APBN, Bambang juga mengungkapkan bahwa skema pembiayaan pembangunan ibu kota negara bisa dilakukan dengan kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dan partisipasi swasta/BUMN.

Adapun lokasi pemindahan ibu kota baru sudah mengerucut pada tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Presiden, berjanji untuk segera memilih dan mengumumkan lokasi pastinya. “Dari hasil rapat tadi, intinya Bapak Presiden akan segera membuat pengumuman mengenai lokasi definitifnya atau lokasi pastinya. Tapi yang pasti satu di antara tiga itu,” ujar Bambang.

sumber:https://nasional.kontan.co.id/news/bangun-ibukota-baru-pemerintah-akan-tukar-guling-aset-di-jakarta

Mengenal Komponen Pembangun Sistem Informasi Akuntansi

Sistem akuntansi merupakan salah satu sistem informasi di antara berbagai jenis sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Setiap sistem terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Komponen sistem informasi akuntansi terdiri dari 6 blok yang sering disebut dengan (information system building block) yang terdiri dari masukan, model, keluaran, basis data, teknologi, dan pengendalian.

Arsitek yang merancang dan mengembangkan blok tersebut bertanggung jawab menjadikan blok-blok tersebut menjadi bangunan sistem informasi yang dapat menghasilkan informasi bagi para pemakainya dan disebut dengan analisis sistem (system analysis). Berikut akan diuraikan penjelasan masing-masing blok komponen sistem tersebut menurut Makruf (2016).

Masukan (Input Block)

Masukan adalah data yang masuk ke dalam sistem akuntansi beserta media dan metode yang digunakan untuk memasukkan data tersebut kedalam sistem. Masukan terdiri atas transaksi, pernyataan, permintaan, perintah, dan pesan. Pada umumnya, memasukkan data harus mengikuti aturan mengenai identifikasi, otorisasi, tata letak, dan pengolahannya. Cara untuk memasukkan masukan ke dalam sistem bisa berupa tulisan tangan formulir kertas, pengenalan fisik seperti sidik jari, papan ketik, dan lainnya.

Contoh: Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk, baik transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. Tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas, harga jual satuan nama pelanggan merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi guna menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Medianya berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format atau aturan tertentu untuk mengisinya.

Model (Model Block)

Blok Model terdiri dari logico-mathematical model yang mengolah masukan data yang disimpan dengan berbagai macam cara untuk dapat memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Dan menjawab atas pertanyaan atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi laporan yang ringkas.

Contoh: Pengolahan data pendapatan dan biaya supaya menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model sederhana berikut

Laba = Pendapatan – Biaya

Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah output yang berupa informasi bermutu dan dokumen dibutuhkan untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi, baik pemakai informasi intern maupun eksternal. Keluaran sistem akuntansi dapat berupa faktur, surat order pembelian, laporan pelaksanaan anggaran, pesan, perintah serta hasil pengambilan keputusan.

Teknologi (Technology Block)

Teknologi merupakan alat penunjang sistem informasi akuntansi. Teknologi dapat menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan data keluaran serta mengendalikan seluruh sistem. Dalam sistem akuntansi berbasis komputer, teknologi digolongkan menjadi tiga komponen, yaitu komputer, penyimpanan data eksternal (auxiliary storage) telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).

Basis Data (Data Base Block)

Blok ini merupakan tempat menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. Basis data dibedakan menjadi dua yaitu fisik dan logis. Secara basis, data fisik adalah melalui media menyimpan data seperti flashdisk, pita magnetik kaset, dan lainnya. Basis data logis adalah bagaimana struktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi penyajian informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Pengendalian (Control Block)

Seluruh sistem informasi yang terkait harus mendapat perlindungan dari bencana, ancaman seperti kebakaran, kecurangan, penggelapan, ketidakefisienan, sabotase, dan kemungkinan buruk lainnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sistem informasi ini adalah:

  1. Penggunaan sistem pengolahan catatan.
  2. Penerapan pengendalian akuntansi.
  3. Pengembangan rancangan induk sistem informasi.
  4. Pembuatan rencana darurat.
  5. Penerapan prosedur pemilihan karyawan.
  6. Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem.
  7. Perlindungan bencana.

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, maka pengolahan data pencatatan semua transaksi keuangan tidak lagi menjadi rumit dan tersistem secara otomatis tanpa harus melewati sebuah proses perhitungan manual yang rumit dan rentan dengan kesalahan.

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-komponen-pembangun-sistem-informasi-akuntansi/