IHSG Merah, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir, berikut daftar 10 saham LQ45 dengan price earning ratio (PER) terendah dan tertinggi, setelah penutupan perdagangan 15 Agustus 2019.

Meski IHSG merah, selalu ada peluang di bursa saham. Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil PER saham, semakin murah saham itu dibanding saham-saham dalam sektor sejenis. Sebaliknya, semakin tinggi PER suatu saham, secara relatif semakin mahal pula saham tersebut dibanding saham lain dalam sektor yang sama.

Namun, tentu saja, masih banyak faktor lain yang patut diperhitungkan selain PER sebelum seorang investor mengambil keputusan investasi.

10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
Kode Harga (14/8) Harga (15/8) PBV PER
SRIL 340 340 0,85 3,91
LPPF 3.250 3.270 5,38 3,94
ADRO 1.050 1.025 0,52 4,83
PTBA 2.430 2.380 1,56 6,03
UNTR 21.575 20.750 1,33 6,94
ITMG 13.975 13.400 1,21 7,56
MNCN 1.300 1.315 1,65 8,12
BBTN 2.290 2.270 0,97 9,19
BBNI 8.100 8.025 1,28 9,8
BSDE 1.370 1.345 0,83 10,51
10 Saham LQ45 dengan PER Tertinggi
Kode Harga (14/8) Harga (15/8) PBV PER
BRPT 740 730 1,67 182,5
TPIA 7.475 7.600 5,32 138,18
SMGR 12.850 12.950 2,41 79,45
INTP 21.850 21.875 3,69 62,86
EXCL 3.360 3.320 1,9 62,64
UNVR 44.900 44.700 67,22 46,13
ANTM 1.110 1.120 1,35 38,62
CTRA 1.210 1.200 1,33 37,5
ERAA 2.160 2.130 1,42 31,32
BBCA 30.050 30.000 4,63 28,76

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-merah-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terendah-tertinggi-158

5 Tahap Sederhana Prosedur Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Dan setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Dan proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:

  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.

 

Prosedur Rekonsiliasi Bank

rekonsiliasi bank

1. Melakukan Perbandingan Antara Saldo Kas di Buku Besar Perusahaan dan Rekening Koran dari Bank

Perusahaan yang mendaftarkan rekening giro di bank, pada setiap akhir bulan tentunya mendapatkan laporan berupa rekening koran dari bank yang bersangkutan. Rekening tersebut berisi berbagai transaksi perusahaan seperti cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya, serta saldo kas perusahaan yang tersimpan di bank. Rekening koran ini dapat digunakan untuk membandingkan catatan yang ada di dalamnya dengan catatan yang dibuat di buku besar oleh perusahaan. Dalam proses perbandingan ini, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan. Pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat.

2. Catat Transaksi yang Dilakukan oleh Bank

Transaksi tercantum yang dilakukan oleh bank adalah transaksi yang bersifat otomatis dan mudah dilacak dengan berpatokan pada rekening koran tersebut. Transaksi ini biasanya berupa biaya layanan bank dan pendapatan bunga dari rekening di bank. Catat transaksi-transaksi tersebut terlebih dahulu ke dalam buku besar perusahaan, baru kemudian diteruskan ke langkah selanjutnya.

3. Lakukan Penelusuran terhadap Transaksi yang Masih dalam Proses

Seperti yang telah dijelaskan pada prosedur pertama, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank berada pada nominal yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan baik dari perusahaan maupun bank. Bisa dalam bentuk deposit in transit atau outstanding check. Deposit in transit atau setoran dalam proses adalah uang tunai dan / atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Penyebab lainnya yaitu jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali. Sementara outstanding check atau cek beredar adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Dua komponen ini merupakan komponen yang menyebabkan selisih paling besar pada nominal saldo kas. Oleh karenanya perlu dilakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan transasksi tersebut.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank dan Hitung Selisihnya

Tahap selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi bank. Di dalam lembar kerja inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai wadah untuk menghitung keseluruhan transaksi yang telah tercatat. Setelah perhitungan tersebut akan ditemukan selisih sebenarnya antara saldo yang ada di rekening bank dengan saldo yang tercatat di buku besar perusahaan. Jika tidak terdapat selisih nominal saldo, maka proses rekonsiliasi bank telah tuntas. Namun jika masih ada selisih diantara keduanya maka perlu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penelusuran dan Pengecekan Ulang

Tahap ini dilakukan apabila terdapat selisih nominal antara saldo di buku besar perusahaan dan rekening bank. Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan pengecekan ulang terhadap penyebab masalahnya. Jika nominal selisihnya kurang dari satu juta, kemungkinan kesalahan terjadi ketika memasukan angka dalam pencatatan yang dilakukan oleh akuntan. Namun, jika nilai selisihnya lebih dari satu juta, kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Dalam melaksanakan prosedur rekonsiliasi bank ini, diperlukan kesabaran, ketelitian dan kecermatan. Untuk perusahaan besar tentunya akan banyak sekali transaksi yang harus diperiksa dan tidak boleh tertinggal satupun.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/5-tahap-sederhana-prosedur-pelaksanaan-rekonsiliasi-bank/

OCBC dikabarkan berminat jadi pengendali Bank Permata

Jumlah investor yang melirik saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) semakin bertambah. Pamornya ternyata tak redup pasca PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) gagal masuk. Saat ini ada tiga investor yang tertarik mencaplok bank tersebut.  Setelah sebelumnya dua lembaga keuangan Jepang yakni Mizuho Financial Group dan Sumitomo Mitsui Finansial Group dikabarkan mengincar Bank Permata, Overseas Chinese Banking Corp (OCBC) juga disebut tengah mempertimbangkan menjadi pengendali saham bank tersebut.

Sumber Bloomberg menyebutkan, OCBC sedang mempertimbangkan menawar sekitar 90% saham BNLI dari sekitar US$ 1,9 miliar. Bank terbesar kedua di Singapura itu, akan membeli saham milik PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered yang saat ini masing-masing memiliki porsi 44,56%.

Pertimbangan OCBC itu disebut masih dalam tahap awal dan mungkin tidak menghasilkan kesepakatan. Saat ini, OCBC sudah hadir di Indonesia lewat kepemilikan 85% saham di PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC tidak mau mengomentari isu yang ada di pasar terkait induknya. “OCBC NISP hanya fokus untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,”.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak menanggapi pertanyaan mengenai update akuisisi Bank Permata tersebut. Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti seperti biasanya enggan menanggapi kabar yang berkembang di pasar.

Sumber Kontan.co.id sebelumnya menyebutkan otoritas di dalam negeri lebih menyukai investor asal Jepang. Pertumbuhan sektor kredit melambat dan inflasi rendah mendorong Bank asal Jepang berekspansi ke negara lain dan Indonesia menjadi salah satu tujuan.

Sumitomo disebut ingin membidik seluruh kepemilikan Astra dan Standard Chartered Bank. Sedangkan Mizuho cuma akan mengambil saham dari Standard Chartered karena perusahaan ini ingin Grup Astra tetap memiliki bisnis di sektor perbankan. Apalagi kabarnya Bank Permata juga telah menjadi bank pengelola gaji karyawan (payroll) Mizuho. Pun Mizuho dikabarkan akan segera berkantor di Gedung Astra, Sudirman, Jakarta Pusat.

Mencuatnya kabar minat OCBC tersebut bikin saham Bank Permata langsung melambung. Pada perdagangan Rabu (14/8), saham BNLI naik 8,43% ke level Rp 965.

sumber: https://keuangan.kontan.co.id/news/rumor-hangat-ocbc-dikabarkan-berminat-jadi-pengendali-bank-permata

Pentingnya Aplikasi Akuntansi Sederhana untuk UKM Anda

Pada setiap bisnis, baik bisnis besar maupun kecil seperti UKM (Usaha Kecil dan Menengah) tentu perlu mengelola keuangan. Namun, banyak bisnis yang masih mengelola akuntansi secara manual. Padahal, di zaman teknologi seperti sekarang ini, pengusaha bisa memanfaatkan aplikasi akuntansi untuk membantu proses akuntansi dalam bisnis UKM. Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai pentingnya aplikasi akuntansi sederhana.

Mudah Digunakan

Kehadiran aplikasi akuntansi sederhana tentunya dapat memudahkan bisnis UKM untuk membuat laporan keuangan. Hanya dengan meng-input data transaksi yang dilakukan ke dalam aplikasi, maka informasi keuangan dapat disajikan dengan mudah. Hali ini juga dapat menghemat waktu Anda untuk mengelola keuangan, sehingga dapat dialokasikan untuk kegiatan pengembangan bisnis UKM lainnya.

Anda tidak perlu lagi mencatat di buku tulis atau manual melalui software komputer yang begitu rumit. Dengan aplikasi akuntansi, data laporan setiap bulan atau tahun yang sudah dicatat sebelumnya akan tersedia secara otomatis karena data selalu tersimpan rapi. Jika terjadi kesalahan dalam mencatat keuangan, Anda bisa langsung memperbaikinya dan langsung bisa melihat laporan keuangan secara realtime dengan data terbaru.

Data Keuangan Aman

Kelemahan jika membuat catatan keuangan secara manual adalah data yang ditampilkan hanya tertulis di buku atau tersimpan di komputer. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti buku terbakar, hilang atau komputer rusak, maka secara otomatis data catatan keuangan yang dibuat tersebut juga ikut hilang.

Hal ini berbeda jika data keuangan dicatat melalui aplikasi keuangan. Karena data catatan yang dibuat akan tersimpan dengan aman di server yang sudah dipakai oleh aplikasi tersebut. Jadi tidak perlu khawatir data yang dibuat akan hilang. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi akuntansi, data akan tetap aman dan bersifat rahasia. Hanya user atau pengguna tertentu yang dapat mengakses data tersebut, sehingga Anda tidak perlu takut jika orang lain akan mengetahuinya. Bagaimanapun juga, keuangan bisnis adalah masalah krusial yang tidak boleh diketahui oleh sembarangan orang.

Dilakukan Kapan dan Di Mana Saja

Inilah pentingnya menggunakan aplikasi keuangan untuk para pebisnis UKM yang terakhir. Pemakaian bisa saja dilakukan kapan dan di mana saja, sehingga tidak perlu harus ada di kantor atau tempat bisnis untuk mencatat dan membuatnya. Walaupun sedang berada di luar, Anda tetap bisa membuat catatan keuangan melalui gadget yang dimiliki.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-aplikasi-akuntansi-sederhana-untuk-ukm/

Bank-bank mulai menggunting bunga KPR

Pernurunan bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin (bps) pada awal Juli 2019 lalu mulai direspons bank. Sejumlah bank mulai menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya telah menurunkan bunga KPR sebesar 50 bps sejak awal Agustus lalu. “Mulai 1 Agustus 2019, suku bunga KPR BCA sudah disesuaikan untuk yang fix 3 tahun dan 5 tahun dari 8,5% menjadi 8%. Lebih rendah 0,5% dari sebelumnya. Sedangkan suku bunga floating rate saat ini di kisaran 11,5%,” kata Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra.

Hal serupa juga telah dilakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan pihaknya sudah memangkas bunga KPR pascapenurunan bunga acuan bank sentral.

Lani bilang, saat ini suku bunga fix KPR hingga 5 tahun yang disediakan berada di kisaran 8%-8,50%. “Sedangkan floating rate-nya juga sudah turun menjadi 11,2% sejak penurunan bunga acuan Bank Indonesia,” kata Lani.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menurunkan bunga kredit konsumer, mikro, dan ritel sebesar 50 bps sejak awal Agustus lalu. Meski demikian, bunga KPR BRI masih stagnan.

“Untuk bunga promo BRI masih berkisar di antara 7,15% hingga 8,75%. Sementara floating rate kami sebesar 13%,” kata DIrektur Konsumer BRI Handayani kepada Kontan.co.id.

Sedangkan Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Budi Satria mengatakan, BTN akan meninjau ulang bunga KPR. Sebelumnya. ia pernah menyatakan bahwa sepanjang 2019 BTN telah menaikan bunga KPR sebesar 25 basis poin.

“Kami baru akan meninjau suku bunga pascapenurunan suku bunga dari BI. Saat ini floating rate KPR kami berada di kisaran 10%,” katanya kepada Kontan.co.id.

Sementara Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot menyatakan bahwa sejatinya sepanjang 2019 bunga KPR bank trennya menurun.

Catatan OJK, sejak Januari hingga Mei 2019 rata-rata bunga KPR memang melandai. Di bulan Januari 2019 tercatat 9,14%, Februari 9,04%, Maret 9,03%, April 9,03%, dan Mei 8,98%.

sumber:https://keuangan.kontan.co.id/news/bank-bank-mulai-menggunting-bunga-kpr

Cara Memilih Software Keuangan untuk Perusahaan

Jika berbicara tentang keuangan atau akuntansi, maka yang ada dipikiran kita tentu angka-angka maupun perhitungan yang rumit. Dapat dibayangkan jika Anda bekerja dalam sebuah perusahaan dan harus mengelola keuangan perusahaan secara manual, maka Anda akan merasa sangat kesulitan. Pada zaman teknologi yang semakin berkembang seperti sekarang ini, Anda sudah dapat memanfaatkan software keuangan untuk membantu pekerjaan Anda. Pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa cara dalam memilih software keuangan yang tepat untuk perusahaan Anda.

Pilih Software yang Kredibel

Memilih software keuangan yang kredibel memang tidak mudah, dibutuhkan waktu, usaha yang sungguh-sungguh, ketelitian, dan kebijaksanaan dalam memilih software yang tepat. Keputusan dalam memilih software keuangan akan berpengaruh terhadap berbagai aspek, mulai dari aspek administrasi, keuangan, dan seluruh aktivitas perusahaan. Bila saat ini Anda salah dalam mengambil keputusan untuk memilih software keuangan, maka beberapa tahun ke depan kemungkinan besar Anda harus mengeluarkan dana lagi untuk mengganti software keuangan yang baru. Untuk itu, memilih software yang kredibel sangat diperlukan.

Memenuhi Standar Indonesia

Program dalam software keuangan harus menghasilkan laporan keuangan yang memenuhi standar laporan keuangan di Indonesia. Software keuangan juga seharusnya tersedia dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, mengingat kebutuhan perusahaan yang sifatnya join venture antara pengusaha Indonesia dan pengusaha asing.

Memahami Kebutuhan Keuangan

Sebelum memilih software keuangan, Anda harus terlebih dulu menganalisis kebutuhan, baik dari aspek finansial maupun manajerial. Tidak perlu terburu-buru, luangkan waktu agar analisis kebutuhan Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul terkait dengan keuangan. Penuhi diri Anda dengan informasi mendasar tentang keuangan. Hal ini akan membantu Anda dalam pemilihan software yang tepat.

Menggunakan Teknologi Terkini

Pilihlah software keuangan yang menggunakan bahasa pemrograman yang terkenal alias tidak jadul. Software keuangan yang dipilih juga harus up to date serta tidak ketinggalan zaman sehingga user dapat dengan mudah mengoperasikannya. Dengan menggunakan teknologi terkini, setidaknya software tersebut akan dapat dipakai minimal lima tahun ke depan atau bahkan lebih. Namun, di era sekarang, Anda bisa memilih software akuntansi yang telah menggunakan teknologi berbasis Cloud.

Harga yang Ditawarkan

Jangan memilih software yang terlalu murah, namun tidak perlu juga memilih yang sangat mahal. Karena, software keuangan yang murah umumnya tidak memiliki fitur yang lengkap. Berbeda dengan software yang cukup mahal, umumnya fiturnya cukup lengkap. Tetapi software yang cukup mahal, biasanya digunakan untuk perusahaan-perusahaan skala besar dan jumlah transaksi yang terjadi pada perusahaan pun sudah cukup banyak. Sehingga sangat tepat untuk memilih software yang sesuai budget dan juga fitur yang dipakai sesuai untuk kebutuhan bisnis Anda.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-memilih-software-keuangan-untuk-perusahaan/

Akuntansi Keuangan: Standarisasi dan Fungsinya

Hingga saat ini, peranan akuntansi sangat penting dalam membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan ekonomi, dan peran penting ini semakin disadari oleh banyak pebisnis dan perusahaan. Akuntansi memegang perananan penting dalam membantu tugas manajemen, khususnya saat menjalankan fungsi pengawasan dan perencanaan. Secara garis besar, makna akuntansi keuangan fokus pada pencatatan transaksi keuangan Bisnis atau perusahaan. Pencatatan yang dimaksud adalah pendataan yang dilakukan secara teratur menurut sistem dan lengkap. Transaksi keuangan yang dicatat pun spesifik di dalam suatu bisnis dan dalam kurun waktu tertentu. Sementara, akuntansi keuangan berarti suatu bagian dari akuntansi yang berkaitan erat dengan penyiapan laporan keuangan.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Akuntan dalam suatu perusahaan biasanya bertugas untuk melakukan berbagai pencatatan atau laporan keuangan. Laporan Keuangan yang disajikan harus sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum, atau harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tentang petunjuk dan prosedur yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan yang mengacu pada teori-teori tentang penafsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1994. Namun, di dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar Akuntansi Keuangan Internasional dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB,  merupakan suatu standar laporan keuangan yang dapat diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

Fungsi Akuntansi Keuangan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan bagi pihak luar, misalnya seperti pemegang saham, pemasok, kreditur dan lainnya. Berarti, akuntansi keuangan merupakan sebuah sistem yang mengatur pencatatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, hingga menyusun laporan mengenai transaksi yang terjadi. Sehingga dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang meliputi proses pencatatan hingga penganalisaan data-data keuangan perusahaan dan produk yang dihasilkan dari kegiatan tersebut berupa laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan keuangan yang digunakan untuk kepentingan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Salah satu fungsi utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan laporan keuangan, maka dapat dilihat keadaan keuangan di suatu perusahaan dan perubahan apa saja yang telah terjadi di dalamnya. Informasi mengenai keuangan perusahaan sangat dibutuhkan oleh tim manajemen. Karena dapat digunakan untuk membantu dalam membuat atau mengambil keputusan, yang nantinya keputusan tersebut dapat mempengaruhi keadaan perusahaan. Adapun beberapa fungsi akuntansi secara umum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui dan menghitung laba atau rugi yang telah didapat oleh perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan.
  3. Dapat membantu menetapkan hak bagi masing-masing pihak yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal.
  4. Untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai aktivitas yang terjadi pada perusahaan.
  5. Untuk membantu perusahaan dalam mencapai target yang telah ditentukan.

Tahapan Pembelajaran Akuntansi

Terdapat beberapa tahapan dalam pembelajaran akuntansi yang perlu dipahami oleh para pebisnis atau pengusaha. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Pengantar Akuntansi Dasar, yaitu pemahaman tentang Persamaan Dasar-dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akuntansi, Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum, dan Pembuatan Kertas Kerja Laporan Keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan, yaitu pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi kebijakan dan prosedur kas dan setara kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, dan pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan, mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha, Integritas Penyajian Laporan Keuangan, dan Analisa Laporan Keuangan. Selain itu juga tentang Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, serta Investasi saham.

 

Salah satu hasil dari kegiatan akuntansi yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan nantinya dapat digunakan untuk kepentingan pihak internal dan eksternal perusahaan. Jenis-jenis laporan yang dihasilkan dari kegiatan akuntansi diantaranya adalah laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca, laporan ekuitas, dan berbgai laporan lainnya yang diperlukan oleh bisnis Anda.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-keuangan-standarisasi-dan-fungsinya/

Mengenal Arti dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam Perusahaan

Sistem informasi akuntansi sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun, karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi itu? Simak pengertian dan fungsinya di bawah ini!

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (2001). Sedangkan menurut Nugroho Widjajanto (2001), sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai formulir, catatan dan laporan yang telah disusun dan menghasilkan suatu informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian manajemen perusahaan dapat melihat keuangan dengan jelas melalui sistem tersebut. Selain itu, manajemen juga dapat mengontrol kinerja dari sistem yang digunakan.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem keuangan yang menyediakan informasi memiliki beberapa fungsi dalam keberlangsungan usaha. Berikut beberapa fungsinya:

  1. Mengumpulkan semua data kegiatan bisnis perusahaan dan menyimpan data tersebut secara efektif dan efisien. Selain itu, SIA juga dapat mencatat semua sumber daya yang berpengaruh terhadap usaha tersebut dan semua pihak yang terkait. Dengan fungsi ini, tidak akan ada suatu hal dalam perusahaan yang tidak tercatat.
  2. Mengambil data yang diperlukan dari berbagai sumber dokumen yang berkaitan dengan aktivitas bisnis.
  3. Membuat dan mencatat data transaksi dengan benar ke dalam jurnal-jurnal yang diperlukan dalam proses akuntansi sesuai dengan urutan dan tanggal terjadinya transaksi. Pencatatan ini bertujuan untuk mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan dalam pengecekan semua transaksi. Sehingga jika terjadi suatu kesalahan dapat dikoreksi dengan mudah dan dapat diketahui penyebabnya dengan cepat.
  4. Fungsi utama SIA adalah mengubah sekumpulan data menjadi informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan. Informasi ini berbentuk laporan keuangan baik secara manual maupun secara online yang diperlukan oleh semua pihak.
  5. SIA juga berfungsi sebagai suatu sistem pengendali keuangan agar tidak terjadi suatu kecurangan. Dengan sistem ini, keuangan perusahaan dapat dilacak dengan pasti karena sistem pertanggungjawaban yang detail. Fungsi ini dapat menjaga aset perusahaan dan mengurangi risiko untuk penggelapan aset oleh semua pihak terkait.

Jika perusahaan menerapkan sistem informasi akuntansi dengan baik, diharapkan semua laporan dapat disajikan tepat waktu. Jadi semua pihak internal maupun eksternal dapat mengambil keputusan dengan baik mengenai perkembangan perusahaan. Penggunaan SIA yang efektif akan membantu perkembangan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/

Sudah kemahalan beli emas, simak sejumlah instrumen pilihan berikut

Tren kenaikan harga emas yang masih berlanjut membuat investasi di safe haven emas semakin menarik di tengah banyaknya sentimen yang beredar di pasar keuangan global. Asal tahu saja, selain emas ada beberapa aset lainnya yang dianggap pasar sebagai safe haven atau aset imbal hasil dengan risiko rendah yakni currency seperti yen dan dolar AS, serta obligasi milik pemerintah.

Penasihat keuangan Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, meskipun banyak pilihan safe haven di pasar keuangan, namun yang masih cukup menarik saat ini adalah emas. Harapannya, hingga akhir tahun ada peluang bagi harga emas untuk tumbuh hingga 12%.

“Biasanya kalai kondisi tidak menentu, emas jadi pilihan nomor 1, kemudian ke produk-produk obligasi pemerintah dan ketiga baru ke perbankan seperti ke deposito atau tabungan untuk jaga cash,” jelas Eko kepada Kontan.co.id, Jumat (9/8).

Menurutnya, untuk jangka panjang tren harga emas masih akan meningkat. Namun bagi mereka yang baru akan masuk, sebaiknya ditahan terlebih dulu lantaran harga sudah terlalu mahal.

Di sisi lain, investor juga bisa melirik aset-aset yang sudah terdiskon banyak seperti saham atau reksadana saham untuk investasi jangka panjang. Adapun sektor yang bisa dilirik seperti saham milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor konsumsi dan konstruksi.

“Jadi, kalau mau investasi jangka panjang untuk 5-10 tahun, sekarang jadi kesempatannya biar dapat harga diskon,” tambahnya.

Adapun tips bagi investor yang memiliki tipe konservatif, bisa mengalokasikan 10% dananya untuk cash, 50% untuk investasi jangka menengah seperti obligasi dan sisanya bisa dialirkan ke investasi jangka panjang seperti emas. Sedangkan yang memiliki tipe moderat, disarankan untuk mengalokasikan 10% dananya untuk cash, 45% untuk investasi jangka menengah dan 45% untuk jangka panjang. Terakhir untuk investor yang memiliki tipe agresif, 10% dialokasikan untuk cash, 30% untuk investasi jangka menengah dan 60% untuk investasi jangka panjang seperti emas dan reksadana saham.”Kalau untuk currency bukan aset yang berbentuk fisik, nilainya juga sangat bergantung pada negara penerbit. Jadi kami lebih memilih emas,”

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/sudah-kemahalan-beli-emas-simak-sejumlah-instrumen-pilihan-berikut

Peran Penting Sistem Informasi Akuntansi Dalam Perusahaan

Pemanfaatan teknologi informasi memiliki manfaat yang luar biasa besar, terutama bagi perusahaan. Dengan menggunakan teknologi informasi, perusahaan dapat menyediakan, mengelola, dan melaporkan keuangan dengan mudah, cepat, dan akurat. Selain itu, sistem informasi bagi manajemen memiliki manfaat untuk membantu terutama saat proses pengambilan keputusan.

Dalam akuntansi, Anda pasti mengenal Sistem Informasi Akuntansi (SIA) atau sistem informasi yang berhubungan dengan masalah akuntansi. Di bawah ini, kita akan bahas peran penting sistem informasi akuntansi dalam perusahaan.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi yang dibuat pastinya memiliki tujuan, terutama bagi perusahaan. Berikut tujuan SIA:

  1. Mengumpulkan dan menyimpan segala data aktivitas dan transaksi yang telah terjadi.
  2. Melakukan proses semua data yang terkumpul menjadi sebuah informasi yang bisa mendukung dalam proses pengambilan keputusan dalam perusahaan.
  3. Melakukan kontrol terhadap semua aset perusahaan.

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Komponen Sistem Informasi Akuntansi merupakan gabungan dari beberapa komponen menjadi satu kesatuan yang saling terhubung dan terbentuklah SIA perusahaan. Diawali dari data yang diinputkan oleh manusia kemudian dilakukan pemrosesan data sesuai prosedur yang berlaku sehingga hasilnya akan berupa informasi akuntansi. Agar hasil dari informasi akuntansi bisa akurat, aktual, dan berguna untuk user, maka seluruh komponen SIA harus terintegrasi dengan baik dan benar. Berikut komponen-komponen dalam SIA:

  1. Manusia, menjadi operator dari sistem.
  2. Transaksi, menjadi objek yang akan diinputkan kemudian dilakukan pemrosesan sehingga menghasilkan informasi.
  3. Prosedur, menjadi aturan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan kegiatan perusahaan.
  4. Dokumen, sebagai formulir yang berfungsi untuk sarana pencatatan saat transaksi terjadi.
  5. Peralatan, menjadi alat atau sarana yang digunakan untuk pencatatan pada sistem informasi.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Bagi Perusahaan

Ada beberapa poin yang menjadi manfaat dari sistem informasi akuntansi bagi perusahaan yang harus Anda ketahui, berikut manfaatnya:

  1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat sehingga berdampak pada kemajuan perusahaan.
  2. Meningkatnya efisiensi pada perusahaan sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan.
  3. Meningkatnya kemampuan perusahaan dalam mengambil suatu keputusan secara bijak.
  4. Menambah sharing knowledge perusahaan.
  5. Meningkatkan efisiensi kerja pada bagian keuangan perusahaan karena adanya sistem informasi akuntansi.
  6. Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
  7. Mengurangi biaya produksi dan jasa dalam proses pembuatan produk perusahaan.

Dari penjelasan di atas, sistem informasi akuntansi memiliki peran yang penting untuk kemajuan suatu perusahaan. Dengan adanya SIA, perusahaan bisa melakukan semua kegiatannya dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu output dari SIA juga dapat di pertanggungjawabkan dalam pengambilan sebuah keputusan.

Dapat dibayangkan jika SIA dalam perusahaan tidak berjalan dengan baik, maka semua akan terhambat termasuk kegiatan bisnis perusahaan menjadi berhenti. Tidak hanya itu, dalam menjalankan perusahaan Anda juga perlu melakukan administrasi keuangan yang baik, SIA di kombinasikan dengan administrasi keuangan yang baik pastinya akan menghasilkan hasil yang lebih baik.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-peran-penting-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/