Bursa Efek Indonesia (BEI) siapkan tiga indeks baru di semester kedua ini

Pada paruh kedua tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan tiga indeks baru yaitu IDXvalue30, IDXgrowth30, dan Indeks Hijau (Green Index). Upaya ini dilakukan bursa untuk memberikan opsi kepada investor, penerbit reksadana, fund manager dalam berinvestasi. Indeks IDXvalue30 dan IDXgrowth30 akan dirilis pada 23 Agustus 2019 mendatang. Anggota dari indeks-indeks ini diambil dari IDX80 yang berisi saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang baik. Kelak, IDXvalue30 berisikan emiten yang punya price earning ratio (PER) rendah sehingga valuasinya murah. Kemudian, indeks IDXgrowth30 beranggotakan emiten dengan PER tinggi sehingga valuasinya mahal.

Sementara Green Index akan berisikan konstituen yang dipilih berdasarkan kriteria enviromental social governance (ESG). Kriteria ini mempertimbangkan bagaimana kinerja sebuah perusahaan dapat bersinergi dengan alam. Kepala riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menilai di antara tiga indeks tersebut yang paling menarik adalah indeks hijau. “Sebab kalau indeks value30 dan growth30 bisa saja dijadikan alternatif pedoman investasi tapi sampai saat ini kebanyakan fund manager masih pedomannya ke indeks LQ45,”.

Robertus menilai indeks hijau paling menarik. Sebab saat ini banyak investor lokal dan luar negeri yang selektif investasi hanya di saham-saham hijau atau yang memenuhi standar ESG. Ke depannya, bursa punya tanggung jawab untuk membuat indeks-indeks baru yang lebih ketat lagi dan menyaring emiten-emiten yang punya indikator pelestarian lingkungan. Robertus bilang, peluang indeks ini pertumbuhannya akan cepat karena peluangnya masih bagus.

Sebelumnya Direktur Pengembangan Hasan Fawzi menjelaskan IDXVALUE30 dan IDXGrowth30 dipilih berdasarkan anggota konstituen IDX80 sehingga salah satu pra-syarat masuk indeks ini karena kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditasnya yang sudah terpercaya.

“Selama ini kalau investor mau cari saham-saham murah, biasanya akan berujung pada saham second atau third liner yang murah tapi enggak likuid. Atas latar belakang ini bursa menyediakan indeks baru sebagai underlying investor dan fund manager,” jelasnya.

Hasan menegaskan terpilihnya saham-saham yang masuk dalam konstituen indeks value dan growth bukanlah yang termahal atau termurah di seluruh pasar, tapi khusus yang berada di IDX80.

Selain itu mengenai indeks hijau (green index) masih dalam tahap persiapan. Namun, Hasan menjelaskan ESG ini sudah memiliki scoring yang sudah diakui oleh investor potensial. Nantinya skema scoring ada beberapa opsi, bisa dengan mengambil 30 saham terbaik sehingga menjadi top30 ESG investment, atau bisa juga dari likuiditasnya.

Hasan menceritakan sedkit latar belakang dibuatnya green index karena saat ini indeks hijau baru Sri Kehati yang punya. Di samping itu, BEI juga mendapat banyak permintaan dari fund manager yang sudah selektif mulai berinvestasi di saham-saham hijau. Beberapa kunci penting emiten hijau ini adalah secara transparan punya scoring compliance yang sesuai dengan standard keberpihakan pada lingkungan. Jadi nanti saham emiten sektor tembakau atau batubara kemungkinan besar tidak bisa masuk dalam indeks ini.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/bursa-efek-indonesia-bei-siapkan-tiga-indeks-baru-di-semester-kedua-ini?page=2

IHSG melompat 1,24%, terangkat sentimen The Fed rate dan perundingan dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat tinggi jelang pengumuman suku bunga The Fed. Mengutip RTI, indeks naik 1,24% atau 77.961 poin ke level 6.376,996.

Tercatat 270 saham naik, 152 saham turun, dan 137 saham stagnan. Total volume 17,66 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,74 triliun.

Sembilan dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor infrastruktur memimpin penguatan 1,96%. Sementara, hanya sektor agrikultur yang memerah 0,50%.

Meski demikian, investor asing membukukan net sell Rp 117,080 miliar di pasar reguler dan Rp 102,939 miliar keseluruhan market.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

– PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA, anggota indeks Kompas100 ini) naik 6,12% ke Rp 1.995

– PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE, anggota indeks Kompas100 ini) naik 5,45% ke Rp 1.450

– PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,85% ke Rp 5.950

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,90% ke Rp 16.750

– PT Surya Citra Media Tbk (SCMA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,04% ke Rp 1.425

– PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, anggota indeks Kompas100 ini) turun 0,35% ke Rp 43.050

Asal tahu, pasar negara berkembang (emerging market) hari ini menghijau dengan fokus pada penurunan suku bunga The Fed. Serta kembali dimulainya perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan memulai pertemuan kebijakan dua hari, di mana ia secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Jika diterapkan, itu akan menjadi penurunan suku bunga pertama bank sentral dalam satu dekade.

Aset-aset pasar berkembang telah menguat tahun ini di tengah harapan bahwa bank-bank sentral utama akan memangkas suku bunga dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan, yang sebagian besar berasal dari dampak perang dagang yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan China.

Sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-melompat-124-terangkat-sentimen-the-fed-rate-dan-perundingan-dagang

BEI terapkan aturan free float, begini rekomendasi analis

Pasca dilakukannya re-balancing LQ-45 tidak membuat saham-saham dengan free float tinggi mutlak lebih unggul ketimbang saham-saham dengan free float rendah.

Analis Bina Artha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menilai saham-saham yang free float tinggi tidak menjamin saham-saham tersebut mutlak baik untuk diakumulasikan. Kriteria free float menurut Nafan hanyalah sebuah metode yang digunakan untuk mengikuti jejak negara-negara maju yang sebelumnya sudah menerapkan system ini terlebih dahulu.

“Sebenarnya untuk kriteria free float agar lebih supaya pasar modal kita mengikuti cara atau aturan penetapan emiten-emiten yang liquid dari negara-negara maju. Namun, meski demikian kalau misalnya kita lihat yang keluar dari LQ-45 aja misalkan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) keluar tapi pergerakannya masih oke, dibandingkan HMSP masih di list tapi kan pergerakan trend nya relative mengalami downtrend. Biasanya dinamika pasar seperti itu.” tutur Nafan, Senin (25/7).

Nafan melihat pelaku pasar terbagi menjadi beberapa kategori. Ada yang mencermati LQ-45 tapi ada juga yang mencermati liquiditas ataupun trend pergerakan harga saham maupun dari segi fundamental.

Pengaplikasian system free float 100% menurut Nafan hingga saat ini sudah menjadi acuan yang tepat dan cocok bagi pasar domestic berkaca pada negara-negara maju yang sudah lebih dahulu menerapkan system ini.

Ketika ditanya perihal prospek-prospek saham dengan free float tertinggi di LQ-45 Nafan merekomendasikan PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) diakumulasikan dengan target jangka pendek di angka 4.050.

Menurut Nafan, prospek yang baik masih terlihat pada emiten ini melihat pada membaiknya prospek dari departemen store Matahari. Namun kendati demikian, sentimen yang perlu diwaspadai tekait persaingan bisnis dan pengembangan inovasi yang dilakukan emiten.

Sementara PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menurut Nafan sudah mencapai tingkatan uptrend dan mulai memasuki masa jenuh beli ke depan saham emiten ini akan dipengaruhi oleh penurunan suku bunga yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor properti.

Disisi lain, saham-saham yang memiliki free float rendah seperti PTHanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meskipun memiliki free float yang paling rendah di list LQ-45 menurut Nafan masih menarik untuk diakumulasikan terlebih jika dalam waktu dekat HMSP mampu rebound dari koreksi.

Nafan merekomendasikan investor yang hendak mengakumulasikan saham HMSP untuk wait and see hingga keadaan saham lebih stabil.

Jika disimpulkan, banyak faktor yang mempengaruhi emiten mana yang layak diakumulasikan dan tidak layak untuk diakumulasikan. PER, laporan keuangan dan kinerja fundamental, free float, ketertarikan dan kepercayaan investor, analisis teknikal menjadi faktor yang akan dicermati oleh investor terlebih jika saham tersebut memiliki prospek yang positif ataupun kinerja fundamental yang positif.

Menurut Nafan, kunci yang membuat saham-saham LQ-45 menarik ialah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan seperti contohnya pembagian deviden pasalnya menurut Nafan hal inilah yang membuat investor menjadi loyal kepada emiten yang bersangkutan.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/bei-terapkan-aturan-free-float-begini-rekomendasi-analis?page=1

Mengenal Cara & Langkah Berinvestasi Reksadana dengan Mudah

Seiring dengan  banyaknya media dan program acara di berbagai televisi mengenai perencanaan keuangan, kesadaran masyarakat pun menjadi meningkat mengenai investasi. Namun, tak jarang juga masyarakat atau calon investor yang tertarik tidak segera melakukan investasinya. Alasannya yakni karena mereka tidak memiliki modal banyak serta tidak mengetahui caranya.

Salah satu jenis investasi yang sedang populer saat ini yaitu reksadana, pernah mendengarnya? Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia perencanaan keuangan pasti tidak asing, tetapi masih banyak investor pemula yang belum pernah mendengarnya. Reksadana merupakan kumpulan dana yang dikelola guna melakukan investasi seperti membeli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya. Reksadana juga merupakan salah satu investasi yang mudah karena tidak memerlukan modal yang sangat besar,dapat dilakukan secara individu maupun institusi, dan terdapat manajer investasi yang membantu Anda. Untuk memulai investasi di reksadana, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Menetapkan Tujuan Investasi di Reksadana

Tahap pertama yang harus Anda siapkan adalah menentukan tujuan dari investasi yang akan Anda lakukan. Apakah investasi Anda digunakan sebagai biaya sekolah anak, dana pensiun, rumah masa depan, atau yang lainnya? Tujuan investasi Anda ini akan berhubungan dengan jenis reksadana dan jangka waktu investasinya. Oleh karena itu, untuk berinvestasi di reksadana Anda harus memiliki tujuan yang jelas.

Selain tujuan, Anda juga harus memahami profil risiko Anda. Investasi reksadana bukanlah jenis investasi yang aman tanpa risiko. Investasi reksadana juga memiliki peluang risiko seperti keuntungan yang tidak pasti yang akan berakibat turunnya nilai investasi.

Mengenal Jenis-Jenis Reksadana

Sebelum memulai investasi, ada baiknya Anda juga mengenal terlebih dahulu jenis-jenis reksadana. Adapun beberapa jenis reksadana sebagai berikut:

a. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap yaitu jenis reksadana yang dana atau uang investasinya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Return-nya lebih besar dari reksadana pasar uang, umumnya mencapai 10% per tahun

b. Reksadana pasar uang

Adalah reksadana yang seluruh dananya diinvestasikan pada deposit, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi. Jangka waktu jatuh tempo jenis reksadana ini kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang relatif lebih aman daripada jenis reksadana lain tetapi potensi keuntungannya juga lebih sedikit.

c. Reksadana terproteksi

Reksadana terproteksi hampir sama dengan reksadana pendapatan tetap, di mana dana yang ada ditempatkan dalam instrumen obligasi yang memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh temponya. Layaknya namanya, reksadana ini memiliki tingkat perlindungan sebesar 100% pada pokok nilai investasinya jika Anda akan mencairkan dana sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

d. Reksadana saham

Reksadana saham akan menempatkan dana investasi pada saham minimal sebesar 80%. Karenanya, Anda akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang paling besar jika dibandingkan dengan reksadana lain. Namun, perlu Anda ingat juga resiko yang ada juga lebih besar karena ‘high risk high return’.

e. Reksadana campuran

Seperti namanya, reksadana campuran menempatkan dana investasi ke instrumen campuran seperti saham, obligasi, dan deposito. Return dari reksadana ini akan lebih besar dari reksadana pendapatan tetap dan lebih kecil tetapi juga memiliki resiko yang tinggi karena akan berinvestasi pada saham.

Tempat Membeli Reksadana

Apakah Anda sudah tahu tempat untuk membeli reksadana? Untuk membeli reksadana, Anda dapat langsung di lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksadana yaitu manajer investasi. Selain itu, Anda juga dapat membeli reksadana di bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Kedua jenis metode pembelian tersebut tentu saja memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing.

Langkah atau Cara Investasi Reksadana

Ada beberapa langkah atau cara untuk investasi reksadana, yaitu sebagai berikut

a. Anda hanya dapat melakukan transaksi pada hari bursa

Caranya tidak berbeda dengan cara membuka rekening di bank. Pada saat mendaftar Anda nanti akan diminta untuk mengisi formulir dengan tanda tangan asli, menyiapkan dan mengumpulkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah ditentukan, dan tentu saja Anda juga harus menyiapkan dana yang akan digunakan untuk investasi Anda.

Persyaratan dokumen yang harus Anda miliki untuk mendaftar adalah KTP dan NPWP untuk orang pribadi. Sementara bagi institusi wajib mencantumkan anggaran dasar perubahan dan beberapa persyaratan dokumen lainnya. Semua dokumen tersebut merupakan hal yang diwajibkan oleh OJK sebagai bagian dari prinsip ‘know your customer’.

Selanjutnya semua dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada manajer investasi baik secara langsung maupun melalui agen penjualan. Dan Anda nanti akan diminta menyetor dana rekening penampungan sesuai dengan produk reksadana yang dipilih.

b. Transaksi akan diproses berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih yaitu nilai yang menggambarkan total kekayaan reksadana setiap harinya. Selain, harga pasar dari aset reksadana, NAB juga dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran oleh para investor. Harga reksadana akan dipublikasikan pada media surat kabar atau online, biasanya dalam sehari akan dipublikasikan sekali.

c. Perhatikan batas waktu (cut off time) untuk penerimaan transaksi setiap harinya

Umumnya batas waktu ini antara pukul 12.00-13.00 WIB. Jika Anda membeli reksadana dilakukan sebelum batas waktu maka Anda akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi. Sementara, jika Anda membeli reksadana dilakukan setelah batas waktu (cut off time) maka harga NAB akan mengikuti hari bursa selanjutnya (T+1)  dari tanggal pembelian reksadana.

d. Mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana

Jika sudah melakukan transaksi. Anda akan mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana yang diterbitkan oleh bank kustodian. Selain itu, Anda juga akan menerima laporan perkembangan dana investasi setiap bulannya. Laporan tersebut sebaiknya Anda simpan sebagai bukti kepemilikan reksadana. Jika Anda tidak menerimanya, mintalah kepada bank penjual atau manajer investasi Anda.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-bagaimana-cara-investasi-di-reksadana-berikut-penjelasan-lengkapnya/

5 Tips Mengelola Perputaran Transaksi Debit dan Kredit dalam Bisnis

Di antara kebanyakan pebisnis, terutama yang masih berskala menengah ke bawah seperti UKM atau UMKM seringkali mengalami kesulitan dalam hal mengecek atau mengontrol transaksi debit dan kredit mereka. Kelalaian dalam mengontrol dan mengecek transaksi debit maupun kredit akan menimbulkan kerugian yang tidak dapat  diantisipasi sebelumnya. Karena itulah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini akan kita bahas beberapa tips penting tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengontrol transaksi masuk (debit) dan juga transaksi keluar (kredit) pada internal operasional bisnis yang sedang Anda jalankan.

Catat Semua Transaksi Penjualan & Pembelian

Apabila Anda telah melakukan transaksi penjualan dan pembelian, maka pastikan untuk mengumpulkan semua bukti dari transaksi-transaksi tersebut. Usahakan jangan sampai ada satupun bukti transaksi yang hilang, karena akan berpengaruh pada jumlah nominal transaksi yang akan Anda catatkan. Apabila semua sudah terkumpul, maka Anda sudah bisa mulai proses pengelompokan transaksi, mana saja yang masuk  transaksi debit maupun kredit.

Buat Jurnal Transaksi

Jika sudah digolongkan mana yang termasuk dalam transaksi debit dan kredit, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi.  Sebaiknya, setiap kali melakukan transaksi, Anda membuat  jurnal pencatatan agar tidak lupa, namun jika masih belum memiliki waktu untuk mencatatnya, maka Anda bisa membuat jurnal di setiap akhir minggu.

Pisahkan Isi Jurnal dan Masukan ke dalam Buku Besar (posting)

Berbeda dengan bentuk jurnal, pada buku besar akan ada pengelompokan berdasarkan jenis transaksi yang sedang Anda lakukan. Misalnya saja akun kas akan berisikan semua transaksi (debit/kredit) yang berhubungan langsung dengan kas, kemudian akun piutang akan berisikan tentang transaksi-transaksi yang berhubungan dengan piutang. Setiap jenis transaksi yang berbeda akan memiliki tabel penggolongan sendiri. Dalam melakukan postin atau pemindahan dari jurnal ke buku besar, cobalah untuk lebih teliti, agar tidak ada satupun transaksi yang tertinggal, yang nantinya akan menyebabkan nilai saldo menjadi salah atau berkurang.

Perhatikan Jenis Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang secara khusus melaporkan tentang gambaran dan nilai dari harta, kewajiban, dan modal dari para pemegang saham pada satu periode tertentu. Laporan neraca dibuat bertujuan untuk mengetahui apakah nilai dari debit dan kredit sudah seimbang atau tidak, jika pembuatan jurnal dan buku besar sudah benar, maka seharusnya angka-angka yang akan muncul pada sisi debit dan sisi kredit seharusnya juga sudah seimbang, apabila tidak, maka kemungkinannya adalah terdapat transaksi yang lupa untuk dicatat atau terdapat transaksi yang salah dalam pencatatatn akunnya.

Menyusun laporan keuangan

Setelah selesai melakukan semua langkah-langkah di atas, cobalah mulai mencatat semua transaksi, membuat jurnal, memindahkannya (mem-posting) ke dalam buku besar, dan memperhatikan laporan neracanya, maka Anda sudah mengetahui perputaran transaksi debit dan kredit dalam bisnis Anda.

Bagian selanjutnya sebagai sebuah kesimpulan menyeluruh maka Anda harus membuat sebuah laporan keuangan. Laporan ini berfungsi untuk melihat semua kegiatan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Hal ini juga berguna agar Anda dapat melihat apakah bisnis Anda mengalami profit (keuntungan) atau sebaliknya. Dari sini pula Anda akan dapat memikirkan tentang hal-hal penting apa saja yang harus dilakukan untuk kedepannya.

Pembukuan (pencatatan) dan pelaporan memang sangatlah penting untuk jalannya suatu bisnis, karena apabila Anda tidak dapat mengontrol nilai debit dan kredit pada bisnis yang sedang Anda jalankan, maka akan berakibat sangat fatal yang dapat menyebabkan kerugian.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-tips-mengelola-perputaran-transaksi-debit-dan-kredit-dalam-bisnis/

IHSG diprediksi masih tertekan, ini rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,19% ke level 6.325,23 pada perdagangan Jumat (26/7). Untuk perdagangan Senin (29/7) hari ini, simak rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.

1. PT Eastpark Hotel Tbk (EAST)

Pada perdagangan Jumat (26/7) menguat pada level Rp 149. Secara teknikal, candle terbentuk three white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength di level Rp 170.

2. PT Indosat Tbk (ISAT)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat ke level Rp 3.140. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.420 dan stop loss kurang dari Rp 3.100.

3. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)

Pada perdagangan Jumat (26/7) saham HOKI ditutup menguat ke level Rp 870. Secara teknikal, kenaikan masih melanjutkan break out triangle. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 930
dan stop loss kurang dari Rp 860.

4. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 274. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 300
dan stop loss kurang dari Rp 270.

5. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat pada level Rp 585. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 600.

6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 1.615. Secara teknikal, koreksi yang terjadi sudah berada di area buttom fishing berpotensi rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.665 dan stop loss kurang dari Rp 1.600.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-diprediksi-masih-tertekan-ini-rekomendasi-saham-dari-analis-profindo-sekuritas-1

IHSG melorot 1,19% ke 6.325 pada akhir pekan ini, berikut sentimen pemicunya

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melorot sebesar 1,19% ke level 6.325 di akhir perdagangan Jumat (26/7) pekan ini.

Dalam sepekan terakhir pergerakan Indeks didominasi bergerak di garis merah dan turun sebesar 99,867 point. Alhasil, pekan ini IHSG mengalami penurunan mingguan terbesar sejak 17 Mei 2019.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen seperti melemahnya kinerja bursa di Eropa dan AS, sentimen hard-Brexit, penetapan suku bunga ECB yang dipertahankan sebesar 0%. Selain itu memburuknya kinerja Boeing juga turut mempengaruhi pelemahan indeks AS. Adanya proyeksi penurunan kinerja DGP AS pada kuartal II-2019 dari 3,1% menjadi 1,8% juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar hari ini.

Sementara dari sektor domestik menurut Nafan hingga hari ini masih minim akan sentimen positif. Pelemahan rupiah yang kembali masuk ke level 14.000 turut memperburuk sentimen yang ada pekan ini. Secara keseluruhan menurut analis Indo Premier Sekuritas, Mino sepekan ke belakang IHSG dipengaruhi oleh berbagai sentimen seperti laporan keuangan emiten, kasus potensi gagal bayar kupon obligasi Duniatex yang memberikan sentimen negatif ke dunia perbankan dan ekspektasi The Fed tidak akan se-agresif yang diharapkan sebelumnya setelah keluarnya data ekonomi Amerika yang solid.

Selain itu menurut analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, penambahan variabel free float pada LQ 45 juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan Indeks pekan ini.  Untuk sepekan ke depan Lanjar melihat laporan keuangan emiten masih akan menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG disamping akan adanya aksi tunggu suku bunga The Fed. Dari segi analisis teknikal, pekan depan Lanjar memprediksi IHSG akan mengalami teknikal rebound.

Sementara Mino melihat IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen suku bunga emiten dan keputusan The Fed terkait penurunan suku bunga acuan.

Sepekan ke depan Mino memprediksi IHSG akan berada di kisaran support 6.190 dan resisten 6.465. Sementara Lanjar memproyeksikan pekan depan IHSG akan berada di dalam kisaran 6.260-6.380.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-melorot-119-ke-6325-pada-akhir-pekan-ini-berikut-sentimen-pemicunya

Ada perubahan komposisi 8 saham, ini daftar lengkap indeks PEFINDO25 yang baru

Bursa Efek Indonesia menyusun ulang sejumlah indeks acuan di pasar saham. Salah satunya adalah indeks PEFINDO25.

“Saham yang masuk dan keluar ini untuk penghitungan indeks PEFINDO25 periode perdagangan bulan Agustus 2019 hingga Januari 2020,” ungkap Mulyana, PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman bursa, Kamis (25/7).

Berikut 25 saham PEFINDO25 yang mulai berlaku 1 Agustus 2019:

ACES CLEO KBLI MCAS SMSM
ASSA DYAN KREN MIKA TARA
BEST ELSA LPCK MTDL WEGE
BULL HOKI LPPF RALS WOOD
CARS JTPE MAIN SCMA WTON

Ada delapan saham yang baru masuk pada indeks PEFINDO25 ini. Kedelapan saham tersebut adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), dan PT Sitara Propertindo Tbk (TARA).

Sedangkan delapan saham yang keluar dari penghitungan indeks PEFINDO25 adalah PT Arwana Citramulai Tbk (ARNA), PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (ASMI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Nippon Indosari Tbk (ROTI), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ada-perubahan-komposisi-8-saham-ini-daftar-lengkap-indeks-pefindo25-yang-baru

Pengertian Rasio Likuiditas, Jenis, dan Kegunaannya dalam Perusahaan

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa llikuidnya suatu perusahaan. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid, sedangkan jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut ilikuid.

Cara mengukur perusahaan itu likuid atau tidak, Anda dapat membandingkan komponen yang ada pada neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total pasiva lancar (utang jangka pendek). Pengukuran ini dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.

Dengan mengetahui rasio likuiditas yang dimiliki perusahaan, Anda bisa mendapatkan beberapa manfaat seperti:

– Mengantisipasi dana yang diperlukaan saat ada kebutuhan mendesak.

– Memudahkan nasabah (bagi lembaga keuangan atau Bank)

yang ingin melakukan penarikan dana.

– Poin penentu bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan persetujuan investasi atau bisnis lain yang menguntungkan.

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

Gambar terkait

Current Ratio (Rasio Lancar)

Dalam rasio ini akan diketahui sejauh mana aktiva lancar perusahaan dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang lancarnya. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar maka artinya semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban utang lancarnya. Tingginya Rasio lancar dapat menunjukkan adanya uang kas berlebih yang bisa berarti dua hal yaitu besarnya keuntungan yang telah diperoleh atau akibat tidak digunakannya keuangan perusahaan secara efektif untuk berinvestasi.

Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar atau tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan akan membutuhkan waktu yang lama untuk diuangkan dibanding dengan aset lainnya. Quick Ratio  ini terdiri dari piutang dan surat-surat berharga. Jadi semakin besar rasio, semakin baik juga posisi keuangan perusahaan. Jika hasilnya mencapai 1:1 atau 100%, maka ini akan berakibat baik jika terjadi likuidasi karena perusahaan akan mudah untuk membayar kewajibannya.

Cash Ratio (Rasio Kas)

Rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya uang kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek yang ditunjukan dari tersedianya dana kas atau setara kas, contohnya rekening giro. Jika hasil rasio menunjukkan 1:1 atau 100% atau semakin besar perbandingan kas  dengan utang maka akan semakin baik .

Cash Turnover Ratio (Rasio Perputaran Kas)

Rasio ini akan menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar.

Rasio ini dihitung dengan cara membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja. Rasio ini menunjukkan seberapa besar penjualan untuk modal kerja yang dimiliki perusahaan.

Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, Anda perlu membuat analisa atau interpretasi terhadap data finansial perusahaan, rasio likuiditas adalah salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut. Jika Anda atau perusahaan Anda masih mengalami kendala untuk menentukan likuiditas bisnis melalui perhitungan rasio bisnis, Anda bisa mempercayakan kebutuhan tersebut pada Jurnal.

Jurnal adalah penyedia jasa software akuntansi online yang siap membantu bisnis Anda menghitungkan semua keperluan laporan keuangan termasuk likuiditas rasio yang sangat penting. Dengan Jurnal Anda akan menemukan kemudahan memiliki perencanaan dan laporan keuangan yang handal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-rasio-likuiditas-jenis-dan-kegunaannya-dalam-perusahaan/

IHSG naik 0,83% pada sesi I didorong ekspektasi surplus neraca perdagangan

IHSG naik 0,83% pada sesi I didorong ekspektasi surplus neraca perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada sesi I perdagangan, Senin (15/7). Mengutip RTI, indeks naik 0,83% atau 52.818 poin ke level Rp 6.426,163.

Tercatat 217 saham naik, 157 saham turun, dan 148 saham stagnan. Total volume perdagangan 12,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,59 triliun. Delapan indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor infrastruktur paling tinggi penguatannya 1,45%. Sementara, dua indeks sektoral yang memerah yakni agrikultur turun 0,34%, dan pertambangan turun 0,11%.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

– PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,74% ke Rp 1.435

– PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,14% ke Rp 880

– PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN, anggota indeks Kompas100 ini) naik 3,81% ke Rp 5.450

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

– PT AKR Corporindo Tbk (AKRA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,40% ke Rp 4.240

– PT Adaro Energy Tbk (ADRO, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,17% ke Rp 1.265

– PT Barito Pacific Tbk (BRPT, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,09% ke Rp 3.620

Penguatan IHSG turut didukung aksi beli investor asing. Tercatat, net buy asing pada sesi pertama ini mencapai Rp 193.223 miliar.  Sentimen positif pasar didorong oleh rekonsiliasi Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Serta prediksi kondisi neraca dagang yang akan mengalami surplus.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-naik-083-pada-sesi-i-didorong-ekspektasi-surplus-neraca-perdagangan