Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Sebagai pemilik  perusahaan properti atau real-estate, Anda tentu perlu mengetahui segala sesuatu terkait kondisi keuangan perusahaan. Merekrut atau berkonsultasi dengan manajer properti yang tepat akan membantu Anda memelihara dan meningkatkan nilai aset properti Anda. Ditambah manajer properti akan memberikan laporan keuangan perusahaan properti yang akurat dan terperinci sehingga Anda dapat merealisasikan tujuan keuangan perusahaan properti Anda.

Di dalam dunia manajemen keuangan, segala biaya yang dirasa tidak diperlukan untuk kegiatan operasional perusahaan perlu dipangkas. Sebisa mungkin, lacak segala biaya yang tidak secara efektif membantu kegiatan operasional perusahaan. Karena Anda harus mengambil keuntungan penuh dari aliran pendapatan yang berasal dari hasil sewa properti Tentunya data yang Anda butuhkan untuk merealisasikan hal-hal tersebut berada di salah satu komponen Laporan Keuangan, yaitu Laporan Laba Rugi dan Arus Kas. Ketika tugas tersebut dilakukan dengan benar, potensi pendapatan perusahaan properti Anda akan termaksimalkan. Berikut adalah enam jenis Laporan Keuangan yang harus disediakan oleh manajer properti Anda setiap bulannya:

Laporan Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiIni adalah bentuk laporan yang berisi ringkasan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas pemilik. Sekilas, Anda akan melihat saldo kas, jumlah investasi properti baik yang terselesaikan atau masih dalam proses pembangunan, uang jaminan yang dipegang, jumlah utang dari Financial Lease, pendapatan dari deposit pelanggan, dan banyak lagi.

Berikut adalah contoh Laporan Neraca perusahaan properti yang bernama PT Aksal

PT AKSAL

LAPORAN NERACA

Untuk Tahun Yang Berakhir Desember 2017 dan 2018

(Angka Disajikan Dalam Juta Rupiah)

2018 2017
(Rp) (Rp)
Aset
Aset Tetap
Goodwill 4.000 0
Investasi Properti yang Terselesaikan 453.000 400.000
Investasi Properti Masih Dalam Pembangunan 35.000 28.250
Pajak Aset Ditangguhkan 0 2.750
Total Aset Tetap 492.000 431.000
Aset Lancar
Peralatan Properti 9.000 7.000
Piutang dan DP Properti 25.000 30.000
Kas dan Setara Kas 73.000 32.000
Total Aset Lancar 107.000 69.000
Total Aset 599.000 500.000
Liabilitas dan Ekuitas
Ekuitas
Saham Biasa 200.000 100.000
Laba Ditahan 60.000 55.000
Total Equitas 260.000 155.000
Liabilitas Jangka Panjang
Bunga Pinjaman 300.000 100.000
Pendapatan Ditangguhkan – Deposit dari Penyewa 70.000 80.000
Utang dari Financial Lease 30.000 20.000
Utang Pajak Ditangguhkan 4.500 3.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 404.500 203.000
Liabilitas Lancar
Utang Usaha Lainnya 20.000 22.000
Utang PPh 19.000 20.000
Total Liabilitas Lancar 39.000 42.000
Total Liabilitas  339.000 142.000
Total Liabilitas dan Ekuitas 599.000 500.000

Laporan Laba Rugi

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan ini harus memiliki rincian dari jumlah pendapatan dan pengeluaran bulanan. Lalu sandingkan dengan Laporan Anggaran yang Anda buat untuk melihat kinerja keuangan perusahaan properti Anda. Ketika dibuat dan digunakan dengan benar, Laporan Anggaran adalah pedoman untuk pengoperasian aset Anda. Anda harus mengharapkan performa Laporan Laba Rugi perusahaan properti sesuai dengan Laporan Anggaran itu. Dengan membandingkan angka aktual dari Laporan Laba Rugi dengan angka di Laporan Anggaran akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan perusahaan properti Anda.

Berikut adalah contoh Laporan Laba Rugi dari nama perusahaan yang sama dengan sebelumnya:

PT AKSAL

LAPORAN LABA RUGI

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pendapatan
Pendapatan dari Penjualan Properti 52.000
Total Pendapatan 52.000
   Total Cost of Sales 31200
Laba Kotor 20800
Biaya Administrasi
Biaya Asuransi 500
Komisi Pemasaran 600
Fee Hukum dan Administrasi 500
Fee Manajemen 13.000
Biaya Maintenance 1.500
Biaya Overhead
Biaya Jasa Akuntan 1.000
Biaya Sewa Kantor 800
Biaya Utilitas 480
Total Biaya-Biaya 18.380
Laba Bersih Sebelum Pajak 1.020
Biaya Pajak 700
Laba Bersih 320

Buku Besar (General Ledger)

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiBuku Besar memberikan informasi terperinci dari tiap transaksi akun yang menghasilkan jumlah total yang tercermin pada Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi. Setiap entri harus dimasukkan dengan lengkap dan jelas. Tanyakan kepada manajer Anda jika Anda melihat banyak koreksi di berbagai akun dalam Buku Besar setiap bulannya atau.

Berikut adalah contoh Buku Besar akun Aset Lancar – Peralatan Properti PT AKSAL:

PT AKSAL

GENERAL LEDGER

Tahun 2018

Aset Lancar – Peralatan Properti
Tanggal Tipe Nama Pemasok Catatan Debit Kredit Saldo
25/1/2018 Payment UD. ALAM 200 7200
28/3/2018 Payment 150 7350
30/4/2018 Payment 250 7600
29/6/2018 Payment 300 7900
15/8/2018 payment 120 8020
27/9/2018 Payment 130 8150
31/10/2018 Payment 50 8200
26/11/2018 Payment 300 8500
31/12/2018 Payment 500 9000
Total Aset Lancar – Peralatan Properti 2000 9000

Laporan Akun Utang

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan ini harus memberikan informasi semua pembayaran kredit yang dilakukan selama periode pelaporan. Tujuannya adalah untuk memberikan jejak audit yang jelas untuk semua dana yang dipinjam sebagai setiap properti. Di dalam Laporan Akun Utang juga tersedia informasi umur utang Anda. Ini dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkait Arus Kas keluar perusahaan Anda. Cari kreditur yang secara disiplin membuat dan memberikan salinan faktur kepada Anda untuk kemudahan pendataan Laporan Akun Utang.

Berikut contoh Laporan Akun Utang PT AKSAL:

PT AKSAL

LAPORAN AKUN UTANG

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pembayaran Tahun 2018 Term 0-90 Hari Term 91-150 Hari
Kreditur Tanggal Nominal 0-30 31-60 61-90 91-119 120-150 150+ Total Utang
UD JAYA 07/12/18 200 500 800 200 1,500
UD JAYA 15/12/2018 600 200 180 500 120 1,000
UD JAYA 17/12/2018 700 350 300 350 1,000
UD JAYA 29/12/2018 500 270 230 500
Total 620 1,000 1,210 850 200 120 4,000

Laporan Akun Piutang dan Uang Muka (Down Payment) Penyewa

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiSama seperti Laporan Akun Utang, Laporan Akun Piutang merupakan sub-bagian dari Buku Besar. Laporan ini merincikan masing-masing transaksi akun piutang dan uang muka (DownPayment) (DP) para penyewa yang diringkas dalam Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Berikut adalah contoh Laporan Akun Piutang dan Uang Muka Penyewa

PT AKSAL

LAPORAN AKUN PIUTANG

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pelunasan Tahun 2018 Term 0-90 Hari Term 91-150 Hari
Kreditur Tanggal Nominal 0-30 31-60 61-90 91-119 120-150 150+ Total Piutang dan DP
UD ANGSA 09/12/18 1,500 3,000 3,500 1,500 8,000
UD ANGSA 16/12/2018 500 250 150 500 100 1,000
UD ANGSA 27/12/2018 1,800 300 180 320 200 1,000
UD ANGSA 30/12/2018 1,200 190 310 500
Total 3,300 440 3,830 320 2,310 300 10,500

Salinan Laporan Rekening Koran (Bank Statement) Bulanan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan Ini akan memperkuat pernyataan nominal saldo rekening bank yang tercermin pada Laporan Neraca serta deposito dan debit yang tercermin pada Buku Besar.

Berikut adalah contoh Laporan Rekening Koran Bulanan dari PT AKSAL

PT AKSAL

LAPORAN REKENING KORAN (BANK STATEMENT)

Juni 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Laporan Rekening Koran Bulanan BULAN SALDO AWAL TOTAL DEPOSIT
JUNi Rp 2.525.54 Rp 5.400.00
TAHUN SALDO AKHIR TOTAL PENARIKAN
2018 Rp 6.550.54 Rp 1.375.00
deposits
No. deposit Tanggal Nominal deskripsi status rekonsiliasi
1 3/6/18 Rp 1.500.00 job 1, cekk 1 sudah terekonsiliasi
2 10/6/18 Rp 1.200.00 job 2, check 1 sudah terekonsiliasi
3 15/6/18 Rp 1.500.00 job 1, cek 2 sudah terekonsiliasi
4 25/6/18 Rp 1.200.00 job 2, cek 2 sudah terekonsiliasi
TOTAL $5,400.00
Penarikan
Tipe Tanggal Nominal Kebutuhan status rekonsiliasi
cek 1001 8/6/18 150.00 Biaya Listrik sudah terekonsiliasi
cek 1002 12/6/18 150.00 Biaya Utilitas Lain sudah terekonsiliasi
cek 1003 17/6/18 850.00 mortgage sudah terekonsiliasi
debit 22/6/18 125.00 Lain-Lain sudah terekonsiliasi
ATM 28/6/18 100.00 Kas Kecil sudah terekonsiliasi
TOTAL 1,375.00

Jenis-jenis Laporan Keuangan untuk Perusahaan Properti di atas disediakan oleh manajer properti sehingga Anda, pemilik properti, dapat menghindari pengeluaran dan kerugian yang tidak perlu dan akhirnya Anda akan memegang kendali penuh atas pengelolaan Aset properti Anda. Untuk mempermudah pengelolaan keuangan perusahaan atau bisnis, Anda tentu membutuhkan suatu tool yang selain menunjang efektifitas kinerja bisnis juga mempermudah Anda menyelesaikan pekerjaan terkait keuangan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/laporan-keuangan-yang-harus-dipersiapkan-manajer-perusahaan-properti/

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Menentukan Strategi Bisnis Anda

Memilih sebuah strategi bisnis merupakan langkah yang penting, hal ini dilakukan untuk memfokuskan perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, memilih strategi bisnis bagi perusahaan juga banyak yang harus dipertimbangkan. Kegiatan utama yang harus dilakukan adalah mendesain seluruh aktivitas organisasi, agar secara bersama-sama saling memperkuat satu dengan yang lainnya untuk memenuhi posisi strategis. Ketika hal tersebut terjadi, maka perusahaan akan memperoleh sinergi. Sehingga para pesaing akan sulit untuk meniru, karena mereka harus melakukan banyak hal daripada hanya meniru. Bahkan perusahaan yang mencapai tingkat kesesuaian yang tinggi pada aktivitasnya tidak perlu khawatir untuk menjaga proses rahasia mereka.

Peran Sistem Informasi Akuntansi

Untuk mencapai kesesuaian yang baik antar aktivitas di perusahaan dibutuhkan pengumpulan data dari setiap aktivitas yang terjadi. Hal lain yang juga penting adalah sistem informasi harus mengumpulkan dan mengintegrasikan baik data keuangan, maupun non-keuangan. Menggunakan SIA dapat membantu organisasi memilih dan mempertahan strateginya. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi,2001).

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Oleh karena itu perusahaan harus merancang SIA dengan baik.  Sehingga akan memperoleh manfaat yang dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi bisnis, seperti:

a. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa

Sebagai contoh SIA dapat mengawasi mesin secara otomatis. Operator akan diberitahu jika proses yang berjalan melebihi dan kurang dari batas kualitas yang ditentukan. Hal ini dapat membantu perusahaan mempertahankan kualitas produk. Selain itu juga mengurangi jumlah bahan yang terbuang dan biaya untuk pengerjaan ulang.

b. Memperbaiki efisiensi

SIA yang dirancang dengan baik dapat membantu Anda memperbaiki efisiensi suatu proses karena dapat memberikan informasi yang lebih tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan pendekatan produksi just in time membutuhkan informasi yang konstan, akurat dan up to date mengenai persediaan bahan baku mereka.

c. Memperbaiki pengambilan keputusan

SIA dapat memperbaiki pengambilan keputusan dengan memberikan informasi dengan tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaan ritel membuat database lengkap yang berisi informasi lengkap tentang transaksi penjualan setiap harinya. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat menganalisis produk yang banyak dicari, pola barang yang harus dibeli dalam jumlah banyak, dan juga dapat digunakan untuk memperbaiki tata letak barang agar penjualannya meningkat.

d. Berbagi pengetahuan

SIA yang dirancang dengan baik dapat mempermudah proses sharing atau berbagi pengetahuan dan keahlian. Selanjutnya dapat memperbaiki proses operasional perusahaan, dan bahkan dapat menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.

 

Setelah mengetahui pentingnya sistem informasi akuntansi dan manfaat yang dapat diperolehnya, maka sekarang waktunya Anda melakukan hal tersebut. Anda dapat menggunakan software akuntansi online untuk merancang sistem informasi akuntansi untuk usaha yang sedang dijalankan sekarang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-manfaat-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-menentukan-strategi-bisnis-anda/

Bangun ibukota baru, pemerintah akan tukar guling aset di Jakarta

Pemerintah akan menukar guling sejumlah aset di Jakarta untuk tambahan biaya membangun ibu kota baru di Kalimantan. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pemerintah bisa mendapatkan sumber penerimaan baru dengan valuasi hingga Rp 150 triliun dengan cara ini.

“Jadi ini sifatnya karena ada potensi penerimaan yang besar dari aset Jakarta, maka kita akan mengupayakan agar kerja sama pengelolaan aset di Jakarta bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru,” kata Bambang usai rapat terkait pemindahan ibu kota, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/8).

“Kalau bisa ditukar guling ya bisa menjadi pemasukan langsung,” sambung dia.

Beberapa aset tersebut meliputi gedung pemerintahan yang berada di pusat Jakarta seperti di kawasan Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, Kuningan, dan SCBD. Adapun skema tukar guling yang ditawarkan antara lain dengan menyewakan gedung perkantoran kepada pihak kedua dengan tarif sesuai dengan kontrak yang ada.

Kedua, kerja sama pembentukan perusahaan yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dalam rangka penyelenggaraan bisnis pada jangka waktu tertentu (joint venture). Ketiga, menjual langsung gedung kantor yang dimiliki ke pengembang. Keempat, sewa gedung dengan syarat pengembang mau berkontribusi dalam pembangunan ibu kota baru. Hasil dari tukar guling ini diharapkan bisa menambal kebutuhan pembangunan ibu kota baru yang bersumber dari APBN.

“Ini bisa menambal kebutuhan APBN. Karena dari rancangan awal kita, tadinya dari APBN diperkirakan dibutuhkan Rp 93 triliun. Artinya kalau kita bisa mendapatkan pemasukan Rp 150, kita bisa menutupi seluruh kebutuhan pengeluaran yang memang harus dari APBN,” ungkap dia.

Selain APBN, Bambang juga mengungkapkan bahwa skema pembiayaan pembangunan ibu kota negara bisa dilakukan dengan kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dan partisipasi swasta/BUMN.

Adapun lokasi pemindahan ibu kota baru sudah mengerucut pada tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Presiden, berjanji untuk segera memilih dan mengumumkan lokasi pastinya. “Dari hasil rapat tadi, intinya Bapak Presiden akan segera membuat pengumuman mengenai lokasi definitifnya atau lokasi pastinya. Tapi yang pasti satu di antara tiga itu,” ujar Bambang.

sumber:https://nasional.kontan.co.id/news/bangun-ibukota-baru-pemerintah-akan-tukar-guling-aset-di-jakarta

Mengenal Komponen Pembangun Sistem Informasi Akuntansi

Sistem akuntansi merupakan salah satu sistem informasi di antara berbagai jenis sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Setiap sistem terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Komponen sistem informasi akuntansi terdiri dari 6 blok yang sering disebut dengan (information system building block) yang terdiri dari masukan, model, keluaran, basis data, teknologi, dan pengendalian.

Arsitek yang merancang dan mengembangkan blok tersebut bertanggung jawab menjadikan blok-blok tersebut menjadi bangunan sistem informasi yang dapat menghasilkan informasi bagi para pemakainya dan disebut dengan analisis sistem (system analysis). Berikut akan diuraikan penjelasan masing-masing blok komponen sistem tersebut menurut Makruf (2016).

Masukan (Input Block)

Masukan adalah data yang masuk ke dalam sistem akuntansi beserta media dan metode yang digunakan untuk memasukkan data tersebut kedalam sistem. Masukan terdiri atas transaksi, pernyataan, permintaan, perintah, dan pesan. Pada umumnya, memasukkan data harus mengikuti aturan mengenai identifikasi, otorisasi, tata letak, dan pengolahannya. Cara untuk memasukkan masukan ke dalam sistem bisa berupa tulisan tangan formulir kertas, pengenalan fisik seperti sidik jari, papan ketik, dan lainnya.

Contoh: Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk, baik transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. Tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas, harga jual satuan nama pelanggan merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi guna menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Medianya berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format atau aturan tertentu untuk mengisinya.

Model (Model Block)

Blok Model terdiri dari logico-mathematical model yang mengolah masukan data yang disimpan dengan berbagai macam cara untuk dapat memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Dan menjawab atas pertanyaan atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi laporan yang ringkas.

Contoh: Pengolahan data pendapatan dan biaya supaya menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model sederhana berikut

Laba = Pendapatan – Biaya

Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah output yang berupa informasi bermutu dan dokumen dibutuhkan untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi, baik pemakai informasi intern maupun eksternal. Keluaran sistem akuntansi dapat berupa faktur, surat order pembelian, laporan pelaksanaan anggaran, pesan, perintah serta hasil pengambilan keputusan.

Teknologi (Technology Block)

Teknologi merupakan alat penunjang sistem informasi akuntansi. Teknologi dapat menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan data keluaran serta mengendalikan seluruh sistem. Dalam sistem akuntansi berbasis komputer, teknologi digolongkan menjadi tiga komponen, yaitu komputer, penyimpanan data eksternal (auxiliary storage) telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).

Basis Data (Data Base Block)

Blok ini merupakan tempat menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. Basis data dibedakan menjadi dua yaitu fisik dan logis. Secara basis, data fisik adalah melalui media menyimpan data seperti flashdisk, pita magnetik kaset, dan lainnya. Basis data logis adalah bagaimana struktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi penyajian informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Pengendalian (Control Block)

Seluruh sistem informasi yang terkait harus mendapat perlindungan dari bencana, ancaman seperti kebakaran, kecurangan, penggelapan, ketidakefisienan, sabotase, dan kemungkinan buruk lainnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sistem informasi ini adalah:

  1. Penggunaan sistem pengolahan catatan.
  2. Penerapan pengendalian akuntansi.
  3. Pengembangan rancangan induk sistem informasi.
  4. Pembuatan rencana darurat.
  5. Penerapan prosedur pemilihan karyawan.
  6. Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem.
  7. Perlindungan bencana.

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, maka pengolahan data pencatatan semua transaksi keuangan tidak lagi menjadi rumit dan tersistem secara otomatis tanpa harus melewati sebuah proses perhitungan manual yang rumit dan rentan dengan kesalahan.

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-komponen-pembangun-sistem-informasi-akuntansi/

Tips Menjadi Akuntan Publik Profesional

Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Akuntan publik merupakan akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Profesi ini mempunyai tugas yang cukup kompleks, bukan hanya melakukan perhitungan-perhitungan angka, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas bisnis antara perusahaan yang menjadi kliennya dan perusahaan lain dalam proses keberlanjutan bisnis. Laporan yang dibuat oleh seorang akuntan publik juga sangat penting dalam menganalisa dan membuat keputusan bisnis kedepannya. Oleh sebab itu untuk mengemban tugas ini diperlukan seseorang yang profesional dalam bekerja.

Tidak hanya mempunyai keahlian, namun seorang akuntan publik juga harus memiliki integritas. Menurut Agusti dan Nastia (2013), profesionalisme merupakan sikap bertanggungjawab terhadap apa yang telah ditugaskan kepadanya. Sikap profesionalisme dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang dimilikinya yaitu berdasarkan:

  1. Pengabdian pada profesi, yang menjadikannya sebagai orang yang bekerja secara total.
  2. Kewajiban sosial, bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang memiliki nilai kontribusi besar bagi masyarakat serta profesinya.
  3. Kemandirian, bahwa pekerjaannya menuntut untuk mampu mengambil keputusan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
  4. Keyakinan terhadap profesi.
  5. Hubungan sesama profesi.

Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa cara yang harus ditempuh. Berikut penjelasan untuk menjadi akuntan publik profesional.

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Mendapatkan Gelar di Studi Akuntansi

Sebelum September 2013, lulusan S1 atau D4 program studi akuntansi harus mengikuti program studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), memperoleh register negara akuntan, dan menjalankan praktik profesi akuntan dahulu sebelum mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Namun setelahnya, para lulusan ini dapat langsung mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mengikuti pendidikan profesi tersebut. Ini berarti, mendapatkan gelar di studi akuntansi baik itu S1 ataupun D4 menjadi syarat dasar untuk melanjutkan cita-cita menjadi seorang akuntan publik profesional.

Memilih Spesialisasi yang Tepat

Profesi yang satu ini memiliki berbagai spesialisasi dengan jobdesc-nya masing-masing, baik itu audit, manajerial, anggaran, perpajakan dan lainnya. Sebagain besar akuntan mempunyai spesialisasinya masing-masing dan terkadang mengikuti gelar akuntansi yang diperoleh. Pastikan untuk memilih spesialisasi yang memang sesuai agar lebih sesuai dengan gelar yang dipilih sebelumnya serta kemampuan Anda agar fokus dalam mendalaminya.

Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik

Ada beberapa perbedaan antara akuntan publik biasa dengan yang profesional yang bersertifikasi. Akuntan publik biasa mengerjakan tugas sederhana seperti penyusunan laporan keuangan, sementara yang bersertifikasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pekerjaan yang lebih profesional seperti melakukan audit, meninjau laporan dan mewakili klien sebelum IRS.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang profesional perlu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). USAP menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah sebutan untuk sertifikasi tertinggi profesi akuntan publik di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi berbasis kompetensi individu; dengan demikian basis penyelenggaraan sertifikasi adalah, dan akan selalu, berbasis pada kompetensi yang dibutuhkan individu untuk berpraktek, atau menginginkan keahlian yang dibutuhkan untuk berprofesi. USAP ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Ada 3 macam ujian yang bisa dipilih yakni ujian tingkat dasar, ujian tingkat profesional, dan ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit.

Menambah Pengalaman Kerja

Selain menambah pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan serta mengikuti ujian kompetensi, akuntan publik profesional juga diharuskan untuk mempunyai pengalaman. Auditor yang tidak berpengalaman akan melakukan kesalahan yang lebih banyak dibanding dengan auditor yang berpengalaman. Oleh karena itu, carilah pengalaman kerja dalam bidang akuntan sebanyak mungkin. Hal ini bisa dimulai ketika kuliah dengan mengikuti program magang atau bekerja secara part time.

Komitmen Terhadap Etika

Kecerdasan dan keunggulan intelektual memang diperlukan dalam mengerjakan tugas akuntan. Namun untuk menjadi seorang akuntan juga diperlukan etika yang akan menjadi pertahanan dalam mengemban tugas secara profesional. Dalam prinsip etika profesi Ikatan Akuntan Indonesia poin kedua tentang kepentingan publik dinyatakan bahwa setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Oleh karena itu, tuntutan untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugas yaitu memegang prinsip-prinsip profesi yang telah ditetapkan. Seseorang yang menggeluti profesi ini dapat dikatakan profesional, apabila dalam melaksanakan pemeriksaan ia menghasilkan audit yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dan sesuai dengan kode etik atau standar profesi.

Peka dengan Perkembangan Teknologi

Teknologi kini sudah merambah dalam setiap lini pekerjaan tidak terkecuali dalam profesi akuntan. Oleh sebab itu, seorang akuntan publik butuh untuk peka terhadap perkembangan teknologi agar dapat beradaptasi dengan kemajuan di bidang akuntansi. Solusi untuk permasalahan ini dapat Anda ditemukan di Jurnal University. Jurnal University merupakan program pelatihan khusus yang mengajak pelanggan, partner dan mahasiswa untuk lebih mengenal dan memahami lebih jauh mengenai software akuntansi berbasis online. Dengan visi mencetak lulusan dengan keterampilan terbaik dan sukses di bidang akuntansi berbasis teknologi modern Jurnal University hadir untuk Anda. Segera daftarkan dengan mitra Jurnal University di universitas-universitas terkemuka.

Selain hal-hal di atas, seorang akuntan juga perlu menguasai software akuntansi berbasis online. Banyak perusahaan yang kini sudah menggunakan aplikasi akuntansi untuk memudahkan para akuntan dalam melakukan pekerjaannya.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-menjadi-akuntan-publik-profesional/

Pasar obligasi kembali tertekan, investor asing berpotensi lakukan aksi jual

Kondisi pasar obligasi Indonesia yang kembali diliputi ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir dapat mendorong aksi jual investor asing dalam waktu dekat. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan, awalnya koreksi di pasar obligasi terjadi karena aksi ambil untung oleh sebagian investor mengingat harga SUN sudah rally cukup signifikan di bulan lalu. Akan tetapi, tekanan bertambah karena tensi perang dagang antara AS dan China kembali meningkat.

Di sisi lain, investor asing juga masih menantikan langkah berikutnya dari The Fed terkait kebijakan moneter AS di masa mendatang. Hal ini mengingat The Fed cenderung memberi sinyal hawkish kendati memangkas suku bunga acuan AS pada pekan lalu. Ramdhan berharap tekanan eksternal bisa segera berakhir sehingga yield SUN 10 tahun kembali berangsur-angsur turun seperti di bulan Juni dan Juli kemarin. Pasalnya, sebagian besar investor asing mengincar SUN seri-seri benchmark, termasuk untuk tenor 10 tahun. Naik-turunnya yield SUN seri acuan tentu bisa mempengaruhi minat investor asing di pasar obligasi domestik. “SUN seri acuan kerap dibandingkan dengan US Treasury, makanya banyak investor asing yang mengincar seri tersebut,” paparnya, Senin (5/8).

Dia juga menilai, spread antara yield SUN dan US Treasury masih akan menarik bagi investor asing sekalipun yield SUN kembali turun. Untuk saat ini, spread antara yield SUN dengan US Treasury untuk tenor 10 tahun memang tergolong lebar.

Mengutip data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SUN 10 tahun pada hari ini  Senin (5/8) berada di level 7,64%. Di sisi lain, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 1,77%. Hasil tersebut membuat spread yield SUN dan yield US Treasury kini mencapai 587 bps atau 5,87%.

Menurut Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia Fikri C. Permana, pelebaran spread antar yield obligasi di atas kertas bisa menjadi pemicu masuknya investor asing ke pasar SBN secara berkelanjutan. Namun, perlu diingat bahwa kenaikan yield SUN akhir-akhir ini diikuti pula oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Lihat saja, hari ini rupiah kembali terkapar di pasar spot sebesar 0,49% ke level Rp 14.255 per dolar AS. Pelemahan rupiah yang terjadi terus-menerus terjadi dikhawatirkan akan menahan laju aliran dana masuk dari investor asing di pasar obligasi. Jika akhirnya investor asing kembali keluar, bukan tidak mungkin tekanan di pasar obligasi akan bertambah. Apalagi, nilai kepemilikan asing telah di atas Rp 1.000 triliun.

“Investor asing melihat salah satu risiko saat ini adalah depresiasi atau ketidakstabilan rupiah,” ujar Fikri, Senin (5/8). Lebih lanjut, ia juga menganggap, perkembangan sentimen global masih akan berperan besar terhadap nilai kepemilikan asing di pasar SBN dalam beberapa waktu ke depan. Ini mengingat belum ada lagi sentimen dari dalam negeri yang bisa menopang laju aliran dana asing. Justru, hasil data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 yang hanya mencapai 5,05% (yoy) bisa menjadi sentimen negatif walau cuma sesaat. “Dalam jangka panjang, investor asing lebih memperhatikan pengelolaan utang yang tergambar dalam APBN Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, investor asing mencatatkan aksi beli atau net buy sebesar Rp 24,29 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang bulan Juli lalu. Lantas, nilai kepemilikan asing di pasar SBN per akhir Juli kemarin tumbuh mencapai Rp 1.013,04 triliun.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/pasar-obligasi-kembali-tertekan-investor-asing-berpotensi-lakukan-aksi-jual

5 Keuntungan Menggunakan Aplikasi atau Software Akuntansi

Penggunaan aplikasi atau software akuntansi sangat membantu bagi segala jenis bisnis. Ada berbagai keuntungan ketika Anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi akuntansi. Faktanya, secara global sebagian besar pebisnis mendapatkan keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi.

Perangkat aplikasi akuntansi tentunya bisa diatur sesuai jenis bisnis yang dijalankan, seperti bisnis perdagangan, industri, rumah sakit, konstruksi bangunan, dan berbagai jenis praktik konsultasi. Dan salah satu alasan banyak para pebisnis menggunakan aplikasi akuntansi adalah karena dalam mempertahankan bisnis diwajibkan untuk memilih pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan pada laporan keuangan yang tentunya dihasilkan dari aplikasi akuntansi. Berikut lima keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi:

Menghemat Waktu dan Tenaga

Keuntungan yang paling penting dari penggunaan aplikasi akuntansi adalah Anda bisa menghemat banyak waktu dan tenaga daripada menggunakan pembukuan secara manual (tradisional). Dengan aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi, pencatatan dokumen bisnis pada bagian front–end office dan rekaman transaksi kepada back-end office bisa dilakukan secara bersamaan. Misalnya, Anda bisa membuat faktur pelanggan, menyiapkan setoran bank dan mencatat cek dalam program aplikasi akuntansi, tanpa harus melakukannya secara konvensional.

Kerangka Kerja Akuntansi yang Lebih Efisien

Dalam kerangka kerja akuntansi tradisional, segala catatan transaksi umum dan penyesuaian diolah menjadi laporan keuangan menjelang akhir tahun untuk tujuan penilaian kinerja, kebutuhan audit, dan kebutuhan administrasi lainnya. Sedangkan dalam kerangka pembukuan secara elektronik lewat aplikasi akuntansi, segala hal tersebut bisa dibuat seperti Anda menjentikkan jari. Hal ini juga memungkinkan manajemen untuk melakukan survei dan evaluasi pelaksanaan sistem keuangan bisnis kapanpun sehingga segala masalah terkait keuangan bisa teratasi dengan cepat.

Manajemen Pencatatan Utang dan Piutang yang Lebih Baik

Dalam aplikasi akuntansi, terdapat salah satu fitur yang memungkinkan Anda mencatat piutang dan utang secara akurat dan mudah. Hal ini juga memungkinkan sistem dalam aplikasi akuntansi memproyeksikan posisi arus kas bisnis Anda di masa depan. Misalnya, jika perusahaan atau bisnis telah mencatat semua tagihan bisnis dan invoice pelanggan dalam program sesuai tanggal jatuh tempo mereka, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa apakah Anda memiliki cukup kas untuk melunasi tagihan yang sudah jatuh tempo. Dengan aplikasi akuntansi, Anda akan memiliki catatan tentang semua tagihan dan faktur. Aplikasi akuntansi sebagai alat perencanaan ini dapat membantu Anda meminimalisasi timbulnya piutang tak tertagih dan segala denda keterlambatan dari pelunasan utang Anda.

Meminimalisasi Risiko Kesalahan Teknis Pencatatan Transaksi

Ketika Anda menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi, beberapa kesalahan seperti kesalahan dalam menghitung nominal angka pada invoice atau kesalahan penulisan (typo) akan terminimalisir. Ketika aplikasi akuntansi memproses suatu faktur yang terintegrasi dengan nilai pajak, secara otomatis sistem akan menghitungnya secara akurat. Keuntungan tersebut sangat bermanfaat ketika Anda menangani transaksi yang sangat banyak.

Pengorganisasian Data-Data Transaksi

Jika Anda masih menggunakan pencatatan manual (tradisional), risiko seperti hilangnya faktur yang sudah tercatat bisa saja terjadi. Dengan aplikasi akuntansi, segala pencatatan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi suatu data digital. Data digital tersebut akan disimpan dengan aman dan rapi secara otomatis oleh aplikasi akuntansi. Sehingga suatu waktu jika Anda ingin meninjau kembali suatu faktur atau invoice, Anda bisa mencarinya dengan mudah hanya dengan mengetik nama pelanggan atau tanggal transaksi terjadi pada kolom pencarian.

Dengan aplikasi akuntansi, seluruh tugas-tugas terkait akuntansi akan dimudahkan dan terhindar dari segala kesalahan-kesalahan teknis seperti salah pencatatan dan lainnya. Dewasa ini, begitu banyak developer yang menawarkan produk aplikasi akuntansi.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-keuntungan-menggunakan-aplikasi-atau-software-akuntansi/

Market sepekan: Bursa global alami minggu terburuk di sepanjang 2019

Pasar saham mengalami pekan terburuk di sepanjang tahun ini. Investor mencemaskan langkah Presiden AS Donald Trump yang kian memanaskan perang dagang dengan China.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, indeks S&P 500 melorot selama lima hari beruntun, yang menandai penurunan mingguan terbesar sejak aksi jual pada Desember lalu. Perang dagang kembali menjadi isu utama setelah Trump mengatakan AS akan kembali menetapkan pajak impor sebesar 10% atas barang-barang China. Hal ini tentu saja menyebar kecemasan mengenai dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Apalagi, sebagai balasannya, China juga berjanji akan membalas ancaman tersebut. Bukannya meredakan ketegangan yang muncul, Trump kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial pada Jumat malam. Dia bilang, dirinya bisa saja menaikkan lagi pajak impor menjadi lebih tinggi dari yang sekarang.

Padahal, sebelumnya, pasar saham sudah mengalami tekanan setelah tidak ada kepastian mengenai penurunan suku bunga lanjutan dari The Fed pasca pemangkasan suku bunga pertama dalam satu dekade terakhir oleh bank sentral AS tersebut. Tak hanya pasar saham, sentimen ini juga menjangkiti pasar obligasi. Bisa dilihat dari anjloknya tingkat yields surat utang AS bertenor 10 tahun ke level terendah sejak 2016.

“The Fed kemungkinan besar akan melakukan pelonggaran kebijakan karena ketegangan perang dagang bisa berdampak pada perekonomian global. Ujung-ujungnya, ekonomi AS juga ikut negatif,” jelas Chris Zaccarelli, chief investment officer untuk Independent Advisors Alliance.

Di sisi lain, laporan tenaga kerja AS yang dirilis Jumat, kian menambah teka-teki dari puzzle besar yang meliputi the Fed, kinerja emiten, dan perdagangan.

Berikut adalah rangkuman market global saat penutupan transaksi perdagangan Jumat (2/8):

Pasar saham:
– Indeks S&P 500 tergerus 0,7% pada pukul 16.00 waktu New York, menyentuh level terendah dalam lima pekan terakhir. S&P 500 juga mengalami minggu terburuk sejak Desember 2018.

– Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,6% ke level terendah dalam enam pekan.

– Indeks Nasdaq Composite tergerus 1,6%, menyentuh posisi terendah dalam lima pekan terakhir.

– Indeks Stoxx Europe 600 melorot 2,5%, yang merupakan level terendah dalam enam pekan lebih.

Mata uang:

– Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1%
– Yen Jepang menguat 0,7% menjadi 106,47 per dollar, yang merupakan level terkuat dalam 16 bulan terakhir.
– Euro menguat 0,2% menjadi 1,1112 per dollar AS.

Obligasi:

– Tingkat yield surat utang AS bertenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 1,85%.
– Tingkat yield surat utang AS bertenor dua tahun turun dua basis poin menjadi 1,72%
– Tingkat yield surat utang Jerman bertenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi -0,495%, level terendah di sepanjang sejarah.

Komoditas:

– Harga emas turun 0,2% menjadi US$ 1.441,85 per troy ounce
– Harga minyak WTI naik 2,5% menjadi US$ 55,29 per barel

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/market-sepekan-bursa-global-alami-minggu-terburuk-di-sepanjang-2019

4 Alasan Akuntansi Tradisional Mulai Ditinggalkan

Apakah selama ini Anda masih menggunakan pencatatan tradisional seperti buku dan pen untuk mencatat laporan keuangan bisnis Anda? Jika ya, maka sudah saatnya bagi Anda untuk kembali menilai dan memastikan apakah sistem yang Anda gunakan sudah tepat.

Kelemahan Akuntansi Tradisional

Faktanya, saat ini banyak perusahaan yang telah meninggalkan akuntansi tradisional. Hal ini dikarenakan sistem akuntansi tradisional memiliki beberapa kelemahan yang berbahaya bagi keamanan data Anda, di antaranya:

1. Membutuhkan Biaya Besar

Menggunakan akuntansi tradisional membutuhkan biaya besar. Anda harus menggaji seorang in-house accountant untuk menyelesaikan pembukuan Anda. Belum lagi biaya auditor yang harus memeriksa laporan keuangan Anda. Jika terjadi kesalahan akibat human error, maka Anda harus mengulang pembuatannya kembali. Ingatlah bahwa semua proses tersebut memakan waktu lama karena membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi.

2. Kesulitan Akses

Salah satu kelemahan akuntansi tradisional adalah sulit untuk diakses. Sebagai pebisnis, Anda perlu mengetahui dan meng-update aktivitas finansial perusahaan. Di sisi lain, data finansial perusahaan merupakan hal yang penting dan sangat dijaga kerahasiaannya. Namun, ketika Anda sedang berbisnis di tempat lain, kesulitan mendapatkan informasi yang diperlukan akan berakibat fatal pada bisnis Anda.

3. Tingkat pengawasan rendah

Anda akan sulit mengawasi keuangan perusahaan jika menggunakan akuntansi tradisional. Data finansial atau pembukuan perusahaan hanya dipegang oleh 1 orang atau 1 departemen sehingga Anda akan kesulitan untuk mengendalikan keuangan perusahaan. Akibat paling fatal adalah munculnya pelaku kecurangan atau fraud dalam perusahaan tanpa Anda sadari. Kecurangan ini dapat berbentuk penyalahgunaan aset perusahaan, mengubah laporan keuangan demi keuntungan pribadi , atau korupsi. Tanpa Anda sadari, pegawai Anda sedang menggerogoti uang Anda.

4. Risiko Kehilangan Data

Saat menggunakan sistem akuntansi tradisional, Anda sedang mempertaruhkan data perusahaan Anda. Risiko kehilangan atau kerusakan data karena kecelakaan kecil akibat aktivitas sehari-hari lebih besar dibandingkan dengan perbuatan di sengaja seperti pencurian data. Minuman yang tumpah di atas laporan atau data penting yang tidak sengaja dibuang merupakan contoh aktivitas kecil tetapi berdampak besar pada perusahaan. Anda bisa kehilangan investor atau pelanggan karena kejadian tersebut.

Bagaimana pendapat Anda setelah mengetahui fakta di atas? Ternyata sulit untuk menjaga keamanan data Anda, bukan?

Cloud Accounting: Solusi praktis yang patut dicoba!

Sulit bukan berarti tidak dapat dilakukan. Saat ini telah muncul akuntansi berbasis internet yang dikenal dengan cloud accounting. Dengan akuntansi cloud, Anda dapat menyimpan data Anda secara online sehingga risiko kehilangan data sangat kecil. Data dapat diakses dengan mudah kapan pun Anda memerlukannya. Karena bersifat online, Anda dapat mengundang orang-orang kepercayaan Anda untuk mengoperasikannya. Dengan demikian, Anda dapat mengawasi pekerjaan mereka sekaligus kondisi finansial Anda.

Bagaimana dengan biaya? Pada dasarnya biaya operasional akuntansi cloud relatif lebih murah dibandingkan dengan sistem akuntansi tradisional. Cukup membayar biaya operasional per bulan dan Anda dapat membuat laporan keuangan secara instan. Anda tidak perlu lagi khawatir akan kerusakan sistem atau mengeluarkan biaya perbaikan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/4-alasan-akuntansi-tradisional-mulai-ditinggalkan/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/