Mengenal Anggaran Kas dan Cara Menyusun Anggaran Kas

Kas merupakan salah satu aset yang menentukan berjalan atau tidaknya operasional perusahaan. Bahkan perusahaan harus memastikan ada kas untuk periode yang akan datang beberapa bulan sebelum periode baru dimulai. Tanpa adanya kas, dipastikan masalah keuangan suatu usaha akan terhambat. Meskipun dalam jangka pendek mungkin bukan suatu masalah yang besar tetapi jika dibiarkan secara terus menerus maka perusahaan dapat mengalami defisit. Karenanya perusahaan memiliki tugas yang besar untuk mengendalikan kas. Sehingga dalam menjalankan operasional untuk menjaga kelangsungan hidupnya, perusahaan juga harus membuat pengendalian kas yang efektif. Lalu bagaimana caranya?

Salah satu cara untuk mengendalikan kas dengan efektif yakni dengan membuat anggaran kas. Anggaran kas memiliki peran yang penting untuk mengendalikan kas. Di mana Anda dapat mengetahui kemampuan perusahaan untuk menambah sumber dana internalnya dan juga memperkirakan saldo kas akhir tahun yang akan ditetapkan.

Apa itu Anggaran Kas?

Menurut Syamsudin, anggaran kas adalah suatu alat yang dapat digunakan oleh manajer untuk memperkirakan kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan mengetahui kekurangan dan kelebihan uang selama periode anggaran atau budget. Selain itu, Munandar (1985), berpendapat bahwa anggaran kas merupakan anggaran yang direncanakan secara rinci mengenai semua jumlah kas dan perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu di masa yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan maupun pengeluaran.

Tujuan Anggaran Kas

Bagi sebuah perusahaan untuk mengetahui keadaan surplus atau defisit kasnya, tidak bisa hanya dengan melihat kegiatan operasionalnya tetapi melalui anggaran kas yang sudah dibuat. Karenanya, anggaran kas dibuat dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Alat memantau keadaan kas secara terus menerus.
  2. Menyesuaikan kas dengan total modal kerja, biaya, pendapatan penjualan dan utang.
  3. Memberikan gambaran posisi kas akhir setiap periode dari kegiatan operasionalnya.
  4. Menemukan kekurangan dan kelebihan kas, serta menentukan kebutuhan pembiayaan dari kelebihan kas untuk investasi.
  5. Mengukur keberhasilan atas target yang sudah dibuat.
  6. Alat mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan

Cara Menyusun Anggaran Kas

Untuk menyusun anggaran kas sebenarnya cukup mudah, Anda hanya memperhatikan hal berikut:

a. Menghitung Penerimaan Kas

Secara umum, penerimaan kas berasal dari:

– Penagihan piutang

– Penjualan tunai

– Penjualan aktiva tetap

– Penerimaan lain-lain (non-operating), misalnya penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen dan sebagainya.

b. Menghitung Pengeluaran Kas

Pengeluaran kas yang terjadi dalam perusahaan biasanya berupa pengeluaran biaya-biaya, baik itu biaya utama (operating) dan biaya-biaya bukan utama (non-operating). Contohnya:

– Pembelian bahan baku secara tunai

– Pembayaran utang

– Pembayaran upah tenaga kerja langsung

– Pembayaran biaya pabrik tidak langsung

– Pembayaran biaya administrasi

– Pembayaran biaya penjualan

– Pembelian aktiva tetap

– Pembayaran lain-lain seperti bunga, sewa, dll.

c. Susun Anggaran Kas

Setelah menghitung pemasukan dan pengeluaran yang terjadi, selanjutnya Anda dapat menyusun anggaran kas. Susunlah dengan seimbang antara pengeluaran dan penerimaan kas. Namun, akan lebih baik lagi jika pengeluaran lebih kecil dibandingkan dengan penerimaan yang masuk, sehingga kondisi keuangan akan mengalami surplus.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-anggaran-kas-dan-cara-menyusun-anggaran-kas/

Keseimbangan Finansial: Kunci Kesuksesan Bisnis Anda

Ingatkah Anda pada krisis tahun 1998 dimana banyak perusahaan baik kecil maupun besar yang gulung tikar? Saat dimana perekonomian negara sedang memburuk ternyata tidak membunuh semangat beberapa pebisnis untuk mempertahankan bisnis mereka. Bahkan sebagian besar memiliki bisnis yang berkembang hingga saat ini. Kuncinya? Tentu saja keseimbangan Finansial perusahaan.

Keseimbangan finansial hanya dapat diraih jika pebisnis mmemahami setiap kondisi finansial perusahaan, baik ketika lemah maupun kuat. Lalu, bagaimana cara mengetahui kondisi bisnis Anda? Neraca Saldo jawabannya.

3 Komponen Penting!

Neraca saldo memiliki 3 komponen, yaitu aset, beban, dan modal. Setiap komponen tersebut saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Agar lebih mengerti, perhatikan rumus sederhana di bawah ini.

Aset = Beban + Equitas

Aset

Asetlah yang membuat bisnis Anda bertahan! Aset merupakan seluruh hal yang menjadi milik perusahaan. Mereka dapat dijual saat perusahaan dalam kondisi lemah, dapat digunakan sebagai jaminan saat ekspansi perusahaan, serta membantu memproduksi neraca saldo yang sehat.
Berdasarkan bentuknya, aset diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu material (tangible)dan non-material (intagible). Aset material adalah aset yang berwujud seperti gedung atau kendaraan. Aset non-material, di sisi lain, adalah aset yang tidak berwujud namun memiliki nilai tinggi seperti hak paten, ide, atau nama brand/logo.

Beban

Perusahaan perlu melakukan pengorbanan finansial untuk membeli atau memiliki aset. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset-aset inilah yang dinamakan beban. Beban sendiri dibagi menjadi menjadi 2 jenis, yaitu beban jangka pendek dan jangka panjang. Beban jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang harus segera dilunasi dalam waktu 1 tahun. Pembayaran gaji contohnya. Beban jangka panjang seperti pelunasan cicilan rumah atau gedung adalah beban dengan jangka waktu pelunasan lebih dari 1 tahun, bahkan dapat mencapai lebih dari 10 tahun.

Equitas

Equitas merupakan modal awal yang biasanya diinvestasikan dalam bentuk saham kepada bisnis Anda. Modal ini harus dicicil per bulan atau per tahun, tergantung dari kesepakatan perusahaan dengan investor. Dana pengembalian modal ini diambil dari sebagian pendapatan bersih perusahaan dalam bentuk dividen.

Mengukur Risiko Finansial Bisnis Anda

Neraca saldo membantu Anda dalam mengukur risiko finansial yang harus dihadapi perusahaan. Risiko yang sekaligus merupakan kesempatan ini dapat diukur dari 3 aspek, yaitu:

Likuiditas (Liquidity)

Adaptabilitas (Adaptability)

Durabilitas (Durability)

Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini mencakup kebutuhan operasional perusahaan dan juga pembayaran cicilan. Adaptabilitas merupakan kemampuan finansial perusahaan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan situasi atau kondisi. Durabilitas adalah tingkat ketahanan perusahaan dan bagaimana kemampuan perusahaan untuk bertahan di masa depan.

Perusahaan yang sukses memiliki likuiditas, adaptabilitas, dan durabilitas yang baik. Mereka memiliki kas yang cukup untuk semua kebutuhan, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini akan membuat perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Kas yang cukup dan terkelola dengan baik membuat perusahaan Anda dapat bertahan lama dan memiliki persediaan finansial untuk pengembangan bisnis atau melakukan aktivitas finansial lainnya di masa mendatang.

Mengukur risiko finansial dalam menjalankan bisnis sangat penting karena dengan demikian Anda dapat mengetahui kesiapan perusahaan untuk berkembang. Dengan adanya neraca saldo, Anda dapat mengetahui kondisi kas, aset, serta kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. Anda dapat memutuskan apakah perusahaan mampu melunasi kewajibannya dalam jangka waktu tertentu atau melakukan investasi dalam jumlah tertentu.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/keseimbangan-finansial-kunci-kesuksesan-bisnis-anda/

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Sebagai pemilik  perusahaan properti atau real-estate, Anda tentu perlu mengetahui segala sesuatu terkait kondisi keuangan perusahaan. Merekrut atau berkonsultasi dengan manajer properti yang tepat akan membantu Anda memelihara dan meningkatkan nilai aset properti Anda. Ditambah manajer properti akan memberikan laporan keuangan perusahaan properti yang akurat dan terperinci sehingga Anda dapat merealisasikan tujuan keuangan perusahaan properti Anda.

Di dalam dunia manajemen keuangan, segala biaya yang dirasa tidak diperlukan untuk kegiatan operasional perusahaan perlu dipangkas. Sebisa mungkin, lacak segala biaya yang tidak secara efektif membantu kegiatan operasional perusahaan. Karena Anda harus mengambil keuntungan penuh dari aliran pendapatan yang berasal dari hasil sewa properti Tentunya data yang Anda butuhkan untuk merealisasikan hal-hal tersebut berada di salah satu komponen Laporan Keuangan, yaitu Laporan Laba Rugi dan Arus Kas. Ketika tugas tersebut dilakukan dengan benar, potensi pendapatan perusahaan properti Anda akan termaksimalkan. Berikut adalah enam jenis Laporan Keuangan yang harus disediakan oleh manajer properti Anda setiap bulannya:

Laporan Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiIni adalah bentuk laporan yang berisi ringkasan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas pemilik. Sekilas, Anda akan melihat saldo kas, jumlah investasi properti baik yang terselesaikan atau masih dalam proses pembangunan, uang jaminan yang dipegang, jumlah utang dari Financial Lease, pendapatan dari deposit pelanggan, dan banyak lagi.

Berikut adalah contoh Laporan Neraca perusahaan properti yang bernama PT Aksal

PT AKSAL

LAPORAN NERACA

Untuk Tahun Yang Berakhir Desember 2017 dan 2018

(Angka Disajikan Dalam Juta Rupiah)

2018 2017
(Rp) (Rp)
Aset
Aset Tetap
Goodwill 4.000 0
Investasi Properti yang Terselesaikan 453.000 400.000
Investasi Properti Masih Dalam Pembangunan 35.000 28.250
Pajak Aset Ditangguhkan 0 2.750
Total Aset Tetap 492.000 431.000
Aset Lancar
Peralatan Properti 9.000 7.000
Piutang dan DP Properti 25.000 30.000
Kas dan Setara Kas 73.000 32.000
Total Aset Lancar 107.000 69.000
Total Aset 599.000 500.000
Liabilitas dan Ekuitas
Ekuitas
Saham Biasa 200.000 100.000
Laba Ditahan 60.000 55.000
Total Equitas 260.000 155.000
Liabilitas Jangka Panjang
Bunga Pinjaman 300.000 100.000
Pendapatan Ditangguhkan – Deposit dari Penyewa 70.000 80.000
Utang dari Financial Lease 30.000 20.000
Utang Pajak Ditangguhkan 4.500 3.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 404.500 203.000
Liabilitas Lancar
Utang Usaha Lainnya 20.000 22.000
Utang PPh 19.000 20.000
Total Liabilitas Lancar 39.000 42.000
Total Liabilitas  339.000 142.000
Total Liabilitas dan Ekuitas 599.000 500.000

Laporan Laba Rugi

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan ini harus memiliki rincian dari jumlah pendapatan dan pengeluaran bulanan. Lalu sandingkan dengan Laporan Anggaran yang Anda buat untuk melihat kinerja keuangan perusahaan properti Anda. Ketika dibuat dan digunakan dengan benar, Laporan Anggaran adalah pedoman untuk pengoperasian aset Anda. Anda harus mengharapkan performa Laporan Laba Rugi perusahaan properti sesuai dengan Laporan Anggaran itu. Dengan membandingkan angka aktual dari Laporan Laba Rugi dengan angka di Laporan Anggaran akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan perusahaan properti Anda.

Berikut adalah contoh Laporan Laba Rugi dari nama perusahaan yang sama dengan sebelumnya:

PT AKSAL

LAPORAN LABA RUGI

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pendapatan
Pendapatan dari Penjualan Properti 52.000
Total Pendapatan 52.000
   Total Cost of Sales 31200
Laba Kotor 20800
Biaya Administrasi
Biaya Asuransi 500
Komisi Pemasaran 600
Fee Hukum dan Administrasi 500
Fee Manajemen 13.000
Biaya Maintenance 1.500
Biaya Overhead
Biaya Jasa Akuntan 1.000
Biaya Sewa Kantor 800
Biaya Utilitas 480
Total Biaya-Biaya 18.380
Laba Bersih Sebelum Pajak 1.020
Biaya Pajak 700
Laba Bersih 320

Buku Besar (General Ledger)

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiBuku Besar memberikan informasi terperinci dari tiap transaksi akun yang menghasilkan jumlah total yang tercermin pada Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi. Setiap entri harus dimasukkan dengan lengkap dan jelas. Tanyakan kepada manajer Anda jika Anda melihat banyak koreksi di berbagai akun dalam Buku Besar setiap bulannya atau.

Berikut adalah contoh Buku Besar akun Aset Lancar – Peralatan Properti PT AKSAL:

PT AKSAL

GENERAL LEDGER

Tahun 2018

Aset Lancar – Peralatan Properti
Tanggal Tipe Nama Pemasok Catatan Debit Kredit Saldo
25/1/2018 Payment UD. ALAM 200 7200
28/3/2018 Payment 150 7350
30/4/2018 Payment 250 7600
29/6/2018 Payment 300 7900
15/8/2018 payment 120 8020
27/9/2018 Payment 130 8150
31/10/2018 Payment 50 8200
26/11/2018 Payment 300 8500
31/12/2018 Payment 500 9000
Total Aset Lancar – Peralatan Properti 2000 9000

Laporan Akun Utang

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan ini harus memberikan informasi semua pembayaran kredit yang dilakukan selama periode pelaporan. Tujuannya adalah untuk memberikan jejak audit yang jelas untuk semua dana yang dipinjam sebagai setiap properti. Di dalam Laporan Akun Utang juga tersedia informasi umur utang Anda. Ini dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkait Arus Kas keluar perusahaan Anda. Cari kreditur yang secara disiplin membuat dan memberikan salinan faktur kepada Anda untuk kemudahan pendataan Laporan Akun Utang.

Berikut contoh Laporan Akun Utang PT AKSAL:

PT AKSAL

LAPORAN AKUN UTANG

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pembayaran Tahun 2018 Term 0-90 Hari Term 91-150 Hari
Kreditur Tanggal Nominal 0-30 31-60 61-90 91-119 120-150 150+ Total Utang
UD JAYA 07/12/18 200 500 800 200 1,500
UD JAYA 15/12/2018 600 200 180 500 120 1,000
UD JAYA 17/12/2018 700 350 300 350 1,000
UD JAYA 29/12/2018 500 270 230 500
Total 620 1,000 1,210 850 200 120 4,000

Laporan Akun Piutang dan Uang Muka (Down Payment) Penyewa

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiSama seperti Laporan Akun Utang, Laporan Akun Piutang merupakan sub-bagian dari Buku Besar. Laporan ini merincikan masing-masing transaksi akun piutang dan uang muka (DownPayment) (DP) para penyewa yang diringkas dalam Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Berikut adalah contoh Laporan Akun Piutang dan Uang Muka Penyewa

PT AKSAL

LAPORAN AKUN PIUTANG

Per 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

Pelunasan Tahun 2018 Term 0-90 Hari Term 91-150 Hari
Kreditur Tanggal Nominal 0-30 31-60 61-90 91-119 120-150 150+ Total Piutang dan DP
UD ANGSA 09/12/18 1,500 3,000 3,500 1,500 8,000
UD ANGSA 16/12/2018 500 250 150 500 100 1,000
UD ANGSA 27/12/2018 1,800 300 180 320 200 1,000
UD ANGSA 30/12/2018 1,200 190 310 500
Total 3,300 440 3,830 320 2,310 300 10,500

Salinan Laporan Rekening Koran (Bank Statement) Bulanan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan PropertiLaporan Ini akan memperkuat pernyataan nominal saldo rekening bank yang tercermin pada Laporan Neraca serta deposito dan debit yang tercermin pada Buku Besar.

Berikut adalah contoh Laporan Rekening Koran Bulanan dari PT AKSAL

PT AKSAL

LAPORAN REKENING KORAN (BANK STATEMENT)

Juni 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Laporan Rekening Koran Bulanan BULAN SALDO AWAL TOTAL DEPOSIT
JUNi Rp 2.525.54 Rp 5.400.00
TAHUN SALDO AKHIR TOTAL PENARIKAN
2018 Rp 6.550.54 Rp 1.375.00
deposits
No. deposit Tanggal Nominal deskripsi status rekonsiliasi
1 3/6/18 Rp 1.500.00 job 1, cekk 1 sudah terekonsiliasi
2 10/6/18 Rp 1.200.00 job 2, check 1 sudah terekonsiliasi
3 15/6/18 Rp 1.500.00 job 1, cek 2 sudah terekonsiliasi
4 25/6/18 Rp 1.200.00 job 2, cek 2 sudah terekonsiliasi
TOTAL $5,400.00
Penarikan
Tipe Tanggal Nominal Kebutuhan status rekonsiliasi
cek 1001 8/6/18 150.00 Biaya Listrik sudah terekonsiliasi
cek 1002 12/6/18 150.00 Biaya Utilitas Lain sudah terekonsiliasi
cek 1003 17/6/18 850.00 mortgage sudah terekonsiliasi
debit 22/6/18 125.00 Lain-Lain sudah terekonsiliasi
ATM 28/6/18 100.00 Kas Kecil sudah terekonsiliasi
TOTAL 1,375.00

Jenis-jenis Laporan Keuangan untuk Perusahaan Properti di atas disediakan oleh manajer properti sehingga Anda, pemilik properti, dapat menghindari pengeluaran dan kerugian yang tidak perlu dan akhirnya Anda akan memegang kendali penuh atas pengelolaan Aset properti Anda. Untuk mempermudah pengelolaan keuangan perusahaan atau bisnis, Anda tentu membutuhkan suatu tool yang selain menunjang efektifitas kinerja bisnis juga mempermudah Anda menyelesaikan pekerjaan terkait keuangan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/laporan-keuangan-yang-harus-dipersiapkan-manajer-perusahaan-properti/

Tips Menjadi Akuntan Publik Profesional

Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Akuntan publik merupakan akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Profesi ini mempunyai tugas yang cukup kompleks, bukan hanya melakukan perhitungan-perhitungan angka, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas bisnis antara perusahaan yang menjadi kliennya dan perusahaan lain dalam proses keberlanjutan bisnis. Laporan yang dibuat oleh seorang akuntan publik juga sangat penting dalam menganalisa dan membuat keputusan bisnis kedepannya. Oleh sebab itu untuk mengemban tugas ini diperlukan seseorang yang profesional dalam bekerja.

Tidak hanya mempunyai keahlian, namun seorang akuntan publik juga harus memiliki integritas. Menurut Agusti dan Nastia (2013), profesionalisme merupakan sikap bertanggungjawab terhadap apa yang telah ditugaskan kepadanya. Sikap profesionalisme dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang dimilikinya yaitu berdasarkan:

  1. Pengabdian pada profesi, yang menjadikannya sebagai orang yang bekerja secara total.
  2. Kewajiban sosial, bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang memiliki nilai kontribusi besar bagi masyarakat serta profesinya.
  3. Kemandirian, bahwa pekerjaannya menuntut untuk mampu mengambil keputusan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
  4. Keyakinan terhadap profesi.
  5. Hubungan sesama profesi.

Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa cara yang harus ditempuh. Berikut penjelasan untuk menjadi akuntan publik profesional.

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Mendapatkan Gelar di Studi Akuntansi

Sebelum September 2013, lulusan S1 atau D4 program studi akuntansi harus mengikuti program studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), memperoleh register negara akuntan, dan menjalankan praktik profesi akuntan dahulu sebelum mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Namun setelahnya, para lulusan ini dapat langsung mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mengikuti pendidikan profesi tersebut. Ini berarti, mendapatkan gelar di studi akuntansi baik itu S1 ataupun D4 menjadi syarat dasar untuk melanjutkan cita-cita menjadi seorang akuntan publik profesional.

Memilih Spesialisasi yang Tepat

Profesi yang satu ini memiliki berbagai spesialisasi dengan jobdesc-nya masing-masing, baik itu audit, manajerial, anggaran, perpajakan dan lainnya. Sebagain besar akuntan mempunyai spesialisasinya masing-masing dan terkadang mengikuti gelar akuntansi yang diperoleh. Pastikan untuk memilih spesialisasi yang memang sesuai agar lebih sesuai dengan gelar yang dipilih sebelumnya serta kemampuan Anda agar fokus dalam mendalaminya.

Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik

Ada beberapa perbedaan antara akuntan publik biasa dengan yang profesional yang bersertifikasi. Akuntan publik biasa mengerjakan tugas sederhana seperti penyusunan laporan keuangan, sementara yang bersertifikasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pekerjaan yang lebih profesional seperti melakukan audit, meninjau laporan dan mewakili klien sebelum IRS.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang profesional perlu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). USAP menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah sebutan untuk sertifikasi tertinggi profesi akuntan publik di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi berbasis kompetensi individu; dengan demikian basis penyelenggaraan sertifikasi adalah, dan akan selalu, berbasis pada kompetensi yang dibutuhkan individu untuk berpraktek, atau menginginkan keahlian yang dibutuhkan untuk berprofesi. USAP ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Ada 3 macam ujian yang bisa dipilih yakni ujian tingkat dasar, ujian tingkat profesional, dan ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit.

Menambah Pengalaman Kerja

Selain menambah pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan serta mengikuti ujian kompetensi, akuntan publik profesional juga diharuskan untuk mempunyai pengalaman. Auditor yang tidak berpengalaman akan melakukan kesalahan yang lebih banyak dibanding dengan auditor yang berpengalaman. Oleh karena itu, carilah pengalaman kerja dalam bidang akuntan sebanyak mungkin. Hal ini bisa dimulai ketika kuliah dengan mengikuti program magang atau bekerja secara part time.

Komitmen Terhadap Etika

Kecerdasan dan keunggulan intelektual memang diperlukan dalam mengerjakan tugas akuntan. Namun untuk menjadi seorang akuntan juga diperlukan etika yang akan menjadi pertahanan dalam mengemban tugas secara profesional. Dalam prinsip etika profesi Ikatan Akuntan Indonesia poin kedua tentang kepentingan publik dinyatakan bahwa setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Oleh karena itu, tuntutan untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugas yaitu memegang prinsip-prinsip profesi yang telah ditetapkan. Seseorang yang menggeluti profesi ini dapat dikatakan profesional, apabila dalam melaksanakan pemeriksaan ia menghasilkan audit yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dan sesuai dengan kode etik atau standar profesi.

Peka dengan Perkembangan Teknologi

Teknologi kini sudah merambah dalam setiap lini pekerjaan tidak terkecuali dalam profesi akuntan. Oleh sebab itu, seorang akuntan publik butuh untuk peka terhadap perkembangan teknologi agar dapat beradaptasi dengan kemajuan di bidang akuntansi. Solusi untuk permasalahan ini dapat Anda ditemukan di Jurnal University. Jurnal University merupakan program pelatihan khusus yang mengajak pelanggan, partner dan mahasiswa untuk lebih mengenal dan memahami lebih jauh mengenai software akuntansi berbasis online. Dengan visi mencetak lulusan dengan keterampilan terbaik dan sukses di bidang akuntansi berbasis teknologi modern Jurnal University hadir untuk Anda. Segera daftarkan dengan mitra Jurnal University di universitas-universitas terkemuka.

Selain hal-hal di atas, seorang akuntan juga perlu menguasai software akuntansi berbasis online. Banyak perusahaan yang kini sudah menggunakan aplikasi akuntansi untuk memudahkan para akuntan dalam melakukan pekerjaannya.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-menjadi-akuntan-publik-profesional/

4 Alasan Akuntansi Tradisional Mulai Ditinggalkan

Apakah selama ini Anda masih menggunakan pencatatan tradisional seperti buku dan pen untuk mencatat laporan keuangan bisnis Anda? Jika ya, maka sudah saatnya bagi Anda untuk kembali menilai dan memastikan apakah sistem yang Anda gunakan sudah tepat.

Kelemahan Akuntansi Tradisional

Faktanya, saat ini banyak perusahaan yang telah meninggalkan akuntansi tradisional. Hal ini dikarenakan sistem akuntansi tradisional memiliki beberapa kelemahan yang berbahaya bagi keamanan data Anda, di antaranya:

1. Membutuhkan Biaya Besar

Menggunakan akuntansi tradisional membutuhkan biaya besar. Anda harus menggaji seorang in-house accountant untuk menyelesaikan pembukuan Anda. Belum lagi biaya auditor yang harus memeriksa laporan keuangan Anda. Jika terjadi kesalahan akibat human error, maka Anda harus mengulang pembuatannya kembali. Ingatlah bahwa semua proses tersebut memakan waktu lama karena membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi.

2. Kesulitan Akses

Salah satu kelemahan akuntansi tradisional adalah sulit untuk diakses. Sebagai pebisnis, Anda perlu mengetahui dan meng-update aktivitas finansial perusahaan. Di sisi lain, data finansial perusahaan merupakan hal yang penting dan sangat dijaga kerahasiaannya. Namun, ketika Anda sedang berbisnis di tempat lain, kesulitan mendapatkan informasi yang diperlukan akan berakibat fatal pada bisnis Anda.

3. Tingkat pengawasan rendah

Anda akan sulit mengawasi keuangan perusahaan jika menggunakan akuntansi tradisional. Data finansial atau pembukuan perusahaan hanya dipegang oleh 1 orang atau 1 departemen sehingga Anda akan kesulitan untuk mengendalikan keuangan perusahaan. Akibat paling fatal adalah munculnya pelaku kecurangan atau fraud dalam perusahaan tanpa Anda sadari. Kecurangan ini dapat berbentuk penyalahgunaan aset perusahaan, mengubah laporan keuangan demi keuntungan pribadi , atau korupsi. Tanpa Anda sadari, pegawai Anda sedang menggerogoti uang Anda.

4. Risiko Kehilangan Data

Saat menggunakan sistem akuntansi tradisional, Anda sedang mempertaruhkan data perusahaan Anda. Risiko kehilangan atau kerusakan data karena kecelakaan kecil akibat aktivitas sehari-hari lebih besar dibandingkan dengan perbuatan di sengaja seperti pencurian data. Minuman yang tumpah di atas laporan atau data penting yang tidak sengaja dibuang merupakan contoh aktivitas kecil tetapi berdampak besar pada perusahaan. Anda bisa kehilangan investor atau pelanggan karena kejadian tersebut.

Bagaimana pendapat Anda setelah mengetahui fakta di atas? Ternyata sulit untuk menjaga keamanan data Anda, bukan?

Cloud Accounting: Solusi praktis yang patut dicoba!

Sulit bukan berarti tidak dapat dilakukan. Saat ini telah muncul akuntansi berbasis internet yang dikenal dengan cloud accounting. Dengan akuntansi cloud, Anda dapat menyimpan data Anda secara online sehingga risiko kehilangan data sangat kecil. Data dapat diakses dengan mudah kapan pun Anda memerlukannya. Karena bersifat online, Anda dapat mengundang orang-orang kepercayaan Anda untuk mengoperasikannya. Dengan demikian, Anda dapat mengawasi pekerjaan mereka sekaligus kondisi finansial Anda.

Bagaimana dengan biaya? Pada dasarnya biaya operasional akuntansi cloud relatif lebih murah dibandingkan dengan sistem akuntansi tradisional. Cukup membayar biaya operasional per bulan dan Anda dapat membuat laporan keuangan secara instan. Anda tidak perlu lagi khawatir akan kerusakan sistem atau mengeluarkan biaya perbaikan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/4-alasan-akuntansi-tradisional-mulai-ditinggalkan/

Mengetahui Aktivitas Investasi & Pendanaan Pada Arus Kas

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas (raja Adri, 2016). Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.

Bila perusahaan memiliki kelebihan kas, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk memanfaatkan kelebihan ini. Yang paling mudah adalah membiarkan kas tersebut tetap menganggur, tidak digunakan untuk apapun. Namun adalah lebih baik menginvestasikan kelebihan kas dalam saham atau obligasi perusahaan lain. Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh tambahan pendapatan berupa dividen atau bunga.

Bila perusahaan menginvestasikan kelebihan kas ini dengan tepat, nilai jual atau nilai pasar investasi akan naik, sehingga akan semakin menguntungkan perusahaan pada saat saham atau obligasi tersebut dijual kembali.

Contoh Arus Kas yang Berasal Dari Aktivitas Investasi

Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset tidak lancar lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri.

  1. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan, serta aset tidak berwujud dan aset tidak lancar lain.
  2. Pembayaran kas untuk membeli instrumen utang atau instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan).
  3. Kas yang diterima dari penjualan instrumen utang dan instrumen ekuitas lain dan kepemilikan ventura bersama (selain penerimaan kas dari instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan.
  4. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
  5. Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
  6. Pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts, kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
  7. Pembayaran kas dari futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Jika suatu kontrak dimaksudkan untuk lindung nilai (hedge) suatu posisi yang dapat diidentifikasi maka arus kas dari kontrak tersebut diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti arus kas dari posisi yang dilindung nilainya.

Aktivitas Pendanaan

Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.
  2. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
  3. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman lainnya.
  4. Pelunasan pinjaman.
  5. Pembayaran kas oleh penyewa (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan (finance lease).

Cara Menentukan Aktivitas Investasi & Pendanaan

Seperti yang kita ketahui dari artikel di atas, bahwasannya untuk menentukan besaran aktivitas investasi dan pendanaan, hal yang pertama harus kita ketahui adalah kelebihan kas dan kelancaran arusnya.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengetahui-aktivitas-investasi-dan-pendanaan-pada-arus-kas/

Cara Pembukuan dan Akuntansi Simpel Untuk Bisnis Online Anda

Perkembangan bisnis online sangat menunjukkan peningkatan secara kasat mata, besarnya keuntungan yang diterima para pelaku bisnis menjadi salah satu bukti bahwa bisnis online berpotensi untuk bisa dikembangkan. Banyak orang memiliki ide-ide tentang apa yang bisa mereka kerjakan sebagai sebuah bisnis baru. Salah satu kendala terbesar untuk memulai bisnis sendiri adalah pengelolaan keuangan yang tepat dalam bisnis. Hal ini tampak seperti sebuah gunung yang tidak mungkin untuk didaki, tetapi Anda harus melakukannya.

Hal dibawah ini mungkin menjadi pertimbangan betapa pentingnya manjemen keuangan untuk bisnis online, yaitu:

  1. Alat ukur dalam pembuatan anggaran. Terbilang penting bagi Anda untuk memperkirakan besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis online. Hal ini meliputi biaya, profit, hingga strategi promosi serta penjualan yang dijalankan untuk aktivitas bisnis. Dengan demikian, pebisnis online mampu memperkirakan kebutuhan dana untuk menjalankan bisnis online Anda.
  2. Pengontrol arus kas bisnis. Peran penting manajemen keuangan yang dirasa penting adalah mengetahui arus keuangan usaha dan transaksi yang terjadi dalam bisnis online. Umumnya, transaksi pembelian dalam bisnis online dilakukan secara tidak langsung (pedagang tidak bertatap muka dengan calon pembelinya), maka penting bagi pebisins online untuk mengendalikan arus dana yang masuk dan keluar dari rekening mereka.
  3. Acuan dalam pengambilan keputusan bisnis. Pebisnis online sering dihadapkan dengan keputusan yang tak terhitung jumlahnya disetiap saat. Informasi keuangan mampu memberikan masukan seperti data untuk keputusan ini, yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan dalam jangka panjang.

Memulai Bisnis Dengan Keuangan Terbatas

Ini bukanlah hal biasa untuk mencoba dan memulai bisnis dengan jumlah uang yang sedikit. Ada beberapa cara untuk membatasi jumlah uang yang Anda habiskan dan tetap sesuai dengan anggaran:

  • Gunakan sumber daya yang gratis atau lebih murah. Jika Anda dapat bekerja dari rumah, atau di sebuah kedai kopi pinggir jalan atau perpustakaan, Anda dapat menghindari investasi di tempat usaha yang lebih mahal.
  • Dibayar dimuka. Artinya membuat pelanggan Anda untuk membayar dimuka dapat membantu secara signifikan dalam peningkatan arus kas bisnis Anda. Setidaknya, itu adalah ide yang baik untuk meminta deposit yang sesuai untuk layanan Anda.
  • Manfaatkan saran untuk bisnis yang bersifat gratis. Anda akan kagum pada betapa banyaknya nasihat bisnis yang bersifat gratis di luar sana (dari teman, internet, seminar, atau sumber lain).

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-pembukuan-akuntansi-simple-bisnis-online/

Mengenal Cara & Langkah Berinvestasi Reksadana dengan Mudah

Seiring dengan  banyaknya media dan program acara di berbagai televisi mengenai perencanaan keuangan, kesadaran masyarakat pun menjadi meningkat mengenai investasi. Namun, tak jarang juga masyarakat atau calon investor yang tertarik tidak segera melakukan investasinya. Alasannya yakni karena mereka tidak memiliki modal banyak serta tidak mengetahui caranya.

Salah satu jenis investasi yang sedang populer saat ini yaitu reksadana, pernah mendengarnya? Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia perencanaan keuangan pasti tidak asing, tetapi masih banyak investor pemula yang belum pernah mendengarnya. Reksadana merupakan kumpulan dana yang dikelola guna melakukan investasi seperti membeli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya. Reksadana juga merupakan salah satu investasi yang mudah karena tidak memerlukan modal yang sangat besar,dapat dilakukan secara individu maupun institusi, dan terdapat manajer investasi yang membantu Anda. Untuk memulai investasi di reksadana, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Menetapkan Tujuan Investasi di Reksadana

Tahap pertama yang harus Anda siapkan adalah menentukan tujuan dari investasi yang akan Anda lakukan. Apakah investasi Anda digunakan sebagai biaya sekolah anak, dana pensiun, rumah masa depan, atau yang lainnya? Tujuan investasi Anda ini akan berhubungan dengan jenis reksadana dan jangka waktu investasinya. Oleh karena itu, untuk berinvestasi di reksadana Anda harus memiliki tujuan yang jelas.

Selain tujuan, Anda juga harus memahami profil risiko Anda. Investasi reksadana bukanlah jenis investasi yang aman tanpa risiko. Investasi reksadana juga memiliki peluang risiko seperti keuntungan yang tidak pasti yang akan berakibat turunnya nilai investasi.

Mengenal Jenis-Jenis Reksadana

Sebelum memulai investasi, ada baiknya Anda juga mengenal terlebih dahulu jenis-jenis reksadana. Adapun beberapa jenis reksadana sebagai berikut:

a. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap yaitu jenis reksadana yang dana atau uang investasinya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Return-nya lebih besar dari reksadana pasar uang, umumnya mencapai 10% per tahun

b. Reksadana pasar uang

Adalah reksadana yang seluruh dananya diinvestasikan pada deposit, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi. Jangka waktu jatuh tempo jenis reksadana ini kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang relatif lebih aman daripada jenis reksadana lain tetapi potensi keuntungannya juga lebih sedikit.

c. Reksadana terproteksi

Reksadana terproteksi hampir sama dengan reksadana pendapatan tetap, di mana dana yang ada ditempatkan dalam instrumen obligasi yang memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh temponya. Layaknya namanya, reksadana ini memiliki tingkat perlindungan sebesar 100% pada pokok nilai investasinya jika Anda akan mencairkan dana sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

d. Reksadana saham

Reksadana saham akan menempatkan dana investasi pada saham minimal sebesar 80%. Karenanya, Anda akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang paling besar jika dibandingkan dengan reksadana lain. Namun, perlu Anda ingat juga resiko yang ada juga lebih besar karena ‘high risk high return’.

e. Reksadana campuran

Seperti namanya, reksadana campuran menempatkan dana investasi ke instrumen campuran seperti saham, obligasi, dan deposito. Return dari reksadana ini akan lebih besar dari reksadana pendapatan tetap dan lebih kecil tetapi juga memiliki resiko yang tinggi karena akan berinvestasi pada saham.

Tempat Membeli Reksadana

Apakah Anda sudah tahu tempat untuk membeli reksadana? Untuk membeli reksadana, Anda dapat langsung di lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksadana yaitu manajer investasi. Selain itu, Anda juga dapat membeli reksadana di bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Kedua jenis metode pembelian tersebut tentu saja memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing.

Langkah atau Cara Investasi Reksadana

Ada beberapa langkah atau cara untuk investasi reksadana, yaitu sebagai berikut

a. Anda hanya dapat melakukan transaksi pada hari bursa

Caranya tidak berbeda dengan cara membuka rekening di bank. Pada saat mendaftar Anda nanti akan diminta untuk mengisi formulir dengan tanda tangan asli, menyiapkan dan mengumpulkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah ditentukan, dan tentu saja Anda juga harus menyiapkan dana yang akan digunakan untuk investasi Anda.

Persyaratan dokumen yang harus Anda miliki untuk mendaftar adalah KTP dan NPWP untuk orang pribadi. Sementara bagi institusi wajib mencantumkan anggaran dasar perubahan dan beberapa persyaratan dokumen lainnya. Semua dokumen tersebut merupakan hal yang diwajibkan oleh OJK sebagai bagian dari prinsip ‘know your customer’.

Selanjutnya semua dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada manajer investasi baik secara langsung maupun melalui agen penjualan. Dan Anda nanti akan diminta menyetor dana rekening penampungan sesuai dengan produk reksadana yang dipilih.

b. Transaksi akan diproses berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih yaitu nilai yang menggambarkan total kekayaan reksadana setiap harinya. Selain, harga pasar dari aset reksadana, NAB juga dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran oleh para investor. Harga reksadana akan dipublikasikan pada media surat kabar atau online, biasanya dalam sehari akan dipublikasikan sekali.

c. Perhatikan batas waktu (cut off time) untuk penerimaan transaksi setiap harinya

Umumnya batas waktu ini antara pukul 12.00-13.00 WIB. Jika Anda membeli reksadana dilakukan sebelum batas waktu maka Anda akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi. Sementara, jika Anda membeli reksadana dilakukan setelah batas waktu (cut off time) maka harga NAB akan mengikuti hari bursa selanjutnya (T+1)  dari tanggal pembelian reksadana.

d. Mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana

Jika sudah melakukan transaksi. Anda akan mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana yang diterbitkan oleh bank kustodian. Selain itu, Anda juga akan menerima laporan perkembangan dana investasi setiap bulannya. Laporan tersebut sebaiknya Anda simpan sebagai bukti kepemilikan reksadana. Jika Anda tidak menerimanya, mintalah kepada bank penjual atau manajer investasi Anda.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-bagaimana-cara-investasi-di-reksadana-berikut-penjelasan-lengkapnya/

5 Tips Mengelola Perputaran Transaksi Debit dan Kredit dalam Bisnis

Di antara kebanyakan pebisnis, terutama yang masih berskala menengah ke bawah seperti UKM atau UMKM seringkali mengalami kesulitan dalam hal mengecek atau mengontrol transaksi debit dan kredit mereka. Kelalaian dalam mengontrol dan mengecek transaksi debit maupun kredit akan menimbulkan kerugian yang tidak dapat  diantisipasi sebelumnya. Karena itulah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini akan kita bahas beberapa tips penting tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengontrol transaksi masuk (debit) dan juga transaksi keluar (kredit) pada internal operasional bisnis yang sedang Anda jalankan.

Catat Semua Transaksi Penjualan & Pembelian

Apabila Anda telah melakukan transaksi penjualan dan pembelian, maka pastikan untuk mengumpulkan semua bukti dari transaksi-transaksi tersebut. Usahakan jangan sampai ada satupun bukti transaksi yang hilang, karena akan berpengaruh pada jumlah nominal transaksi yang akan Anda catatkan. Apabila semua sudah terkumpul, maka Anda sudah bisa mulai proses pengelompokan transaksi, mana saja yang masuk  transaksi debit maupun kredit.

Buat Jurnal Transaksi

Jika sudah digolongkan mana yang termasuk dalam transaksi debit dan kredit, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi.  Sebaiknya, setiap kali melakukan transaksi, Anda membuat  jurnal pencatatan agar tidak lupa, namun jika masih belum memiliki waktu untuk mencatatnya, maka Anda bisa membuat jurnal di setiap akhir minggu.

Pisahkan Isi Jurnal dan Masukan ke dalam Buku Besar (posting)

Berbeda dengan bentuk jurnal, pada buku besar akan ada pengelompokan berdasarkan jenis transaksi yang sedang Anda lakukan. Misalnya saja akun kas akan berisikan semua transaksi (debit/kredit) yang berhubungan langsung dengan kas, kemudian akun piutang akan berisikan tentang transaksi-transaksi yang berhubungan dengan piutang. Setiap jenis transaksi yang berbeda akan memiliki tabel penggolongan sendiri. Dalam melakukan postin atau pemindahan dari jurnal ke buku besar, cobalah untuk lebih teliti, agar tidak ada satupun transaksi yang tertinggal, yang nantinya akan menyebabkan nilai saldo menjadi salah atau berkurang.

Perhatikan Jenis Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang secara khusus melaporkan tentang gambaran dan nilai dari harta, kewajiban, dan modal dari para pemegang saham pada satu periode tertentu. Laporan neraca dibuat bertujuan untuk mengetahui apakah nilai dari debit dan kredit sudah seimbang atau tidak, jika pembuatan jurnal dan buku besar sudah benar, maka seharusnya angka-angka yang akan muncul pada sisi debit dan sisi kredit seharusnya juga sudah seimbang, apabila tidak, maka kemungkinannya adalah terdapat transaksi yang lupa untuk dicatat atau terdapat transaksi yang salah dalam pencatatatn akunnya.

Menyusun laporan keuangan

Setelah selesai melakukan semua langkah-langkah di atas, cobalah mulai mencatat semua transaksi, membuat jurnal, memindahkannya (mem-posting) ke dalam buku besar, dan memperhatikan laporan neracanya, maka Anda sudah mengetahui perputaran transaksi debit dan kredit dalam bisnis Anda.

Bagian selanjutnya sebagai sebuah kesimpulan menyeluruh maka Anda harus membuat sebuah laporan keuangan. Laporan ini berfungsi untuk melihat semua kegiatan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Hal ini juga berguna agar Anda dapat melihat apakah bisnis Anda mengalami profit (keuntungan) atau sebaliknya. Dari sini pula Anda akan dapat memikirkan tentang hal-hal penting apa saja yang harus dilakukan untuk kedepannya.

Pembukuan (pencatatan) dan pelaporan memang sangatlah penting untuk jalannya suatu bisnis, karena apabila Anda tidak dapat mengontrol nilai debit dan kredit pada bisnis yang sedang Anda jalankan, maka akan berakibat sangat fatal yang dapat menyebabkan kerugian.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-tips-mengelola-perputaran-transaksi-debit-dan-kredit-dalam-bisnis/

Mengetahui Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus

Di dalam pencatatan pembukuan akuntansi, dikenal istilah jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum merupakan jurnal serbaguna yang mencatat semua transaksi. Untuk perusahaan kecil dan menengah, jurnal umum cukup untuk pencatatan berbagai transaksi. Namun lain halnya jika perusahaan yang dijalankan merupakan perusahaan besar dengan banyak sekali transaksi. Dalam kasus ini, jika semua transaksi dimasukkan ke dalam jurnal umum, maka pencarian informasi terhadap transaksi tertentu akan menjadi sulit. Maka dari itulah jurnal khusus dimunculkan untuk mencatat transaksi-transaksi khusus yang terjadi pada perusahaan. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang banyak dan sering terjadi serta bersifat sama dan berulang. Pahami lebih lanjut mengenai jenis hingga manfaat jurnal khusus dalam pembahasan berikut.

Jenis-jenis Jurnal Khusus

Transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus ada bermacam-macam. Maka dari itu jurnal ini dibagi ke dalam empat macam. Berikut merupakan jenis-jenis jurnal khusus yang perlu Anda pahami:

Jurnal Pembelian

Jurnal Pembelian merupakan jurnal yang dikhususkan untuk mencatat semua jenis pembelian, baik barang maupun bukan barang secara kredit. Jenis-jenis transaksi pembelian tersebut yakni pembelian barang dagang secara kredit dan pembelian perlengkapan, peralatan serta aktiva lain secara kredit. Jurnal ini berfungsi untuk menyederhanakan pencatatan dan memudahkan pembukuan transaksi bervolume tinggi ke dalam buku besar. Jurnal pembelian juga mencatat transaksi secara harian sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. Nantinya, pada akhir tiap periode pelaporan, catatan dalam jurnal pembelian akan diringkas dan diposting dalam buku besar.

Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan secara kredit. Dengan kata lain, informasi yang disimpan dalam jurnal ini adalah ringkasan dari faktur yang dikeluarkan untuk pelanggan. Sama halnya dengan jurnal pembelian, jurnal penjualan juga berfungsi untuk memudahkan pencatatan transaksi bervolume tinggi di buku besar. Transaksi penjualan per hari akan dicatat pada jurnal penjualan, yang kemudian disederhanakan untuk diposting ke dalam buku besar di akhir periodenya.

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang. Jika jurnal khusus sebelumnya digunakan untuk pencatatan transaksi kredit, maka jurnal penerimaan kas difungsikan untuk transaksi secara tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain, penjualan tunai, penerimaan pelunasan utang, retur pembelian secara tunai dan penerimaan pendapatan.

Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal pengeluaran kas berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang. Jurnal ini akan mencatat secara terperinci transaksi secara tunai. Transaksi yang termasuk ke dalam jurnal pengeluaran kas antara lain, pembelian secara tunai, pelunasan utang, retur penjualan, pembayaran beban dan pengambilan uang tunai untuk pribadi.

Setiap perusahaan dapat merancang jurnal khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Oleh karena itu, jurnal dalam suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Akan tetapi, jika perusahaan tersebut sejenis ada kemungkinan jurnal yang dirancang mempunyai bentuk yang sama.

Manfaat Jurnal Khusus

Kemudahan Pencatatan secara Sistematis

Pengelompokan pencatatan transaksi dalam jurnal khusus membuat proses pembuatan laporan keuangan menjadi lebih sistematis. Kemudahan ini juga membuat proses pencatatan dalam buku besar menjadi lebih efisien.

Mempercepat Proses Data Transaksi

Dengan adanya pengelompokan data, maka pemrosesan laporan keuangan bisa lebih cepat terjadi. Sebagai contoh, jika ada 50 kali transaksi sejenis, pada jurnal umum akan tetap dicatat dan dikelompokan sebanyak 50 kali juga. Sedangkan, dalam jurnal khusus hanya perlu mengelompokan datanya satu kali saja, berdasarkan jenis akun.

Mempermudah Proses Pemostingan ke Buku Besar

Dengan adanya jurnal ini, pemostingan data ke buku besar dapat dilakukan secara berkala dengan lebih praktis dan mudah, karena dalam jurnal khusus semua transaksi yang sejenis dibukukan dengan akun yang sama. Sehingga pemostingan beberapa transaksi keuangan pun dapat dilakukan secara bersamaan berdasarkan jenis akunnya.

Memudahkan Pemeriksaan Secara Berkala

Pemeriksaan kembali biasa terjadi secara berkala dalam sebuah perusahaan, baik secara internal maupun eksternal oleh auditor publik. Dengan adanya jurnal khusus, transaksi keuangan sejenis yang telah banyak tercatat dalam perusahaan akan dibukukan secara ringkas dan praktis pada satu jurnal sehingga memberikan kemudahan bagi auditor internal maupun eksternal untuk melakukan pemeriksaan.

Mengurangi Resiko Pengubahan Data

Jurnal khusus membuat data harian dicatat secara kronologis dan terperinci. Proses transaksi yang dicatat setiap hari serta lengkap akan mengurangi resiko pengubahan data dan penipuan oleh pihak tertentu di waktu yang akan datang. Kemungkinan pembuatan laporan palsu dalam akun pun akan berkurang karena ada pihak yang bertanggung jawab atas kebenarannya.

Adanya Spesialisasi Pekerjaan

Pembagian jurnal khusus ke dalam empat jenis transaksi membuat adanya spesialisasi dalam pencatatan sehingga hasil yang didapatkan lebih baik.

Menggunakan jurnal khusus untuk laporan keuangan perusahaan, jelas akan memberi kemudahan dan efisiensi bagi pencatatan keuangan bisnis Anda. Kemudahan pencatatan yang dimiliki Jurnal khusus ini, sama halnya dengan sifat yang dimiliki software akuntansi online.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/mengetahui-pengertian-jenis-dan-manfaat-jurnal-khusus/