Pahami Hubungan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak Secara Lengkap

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah akuntansi dan akuntansi pajak. Kedua istilah tersebut memang sering didengar oleh kita karena akuntansi dan pajak sangatlah lekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah Anda sudah mengetahui hubungan antara akuntansi dan perpajakan? Sebagian orang menganggap bahwa akuntansi hanya seputar hitung menghitung laba dan tidak ada hubungannya dengan pajak, sebab akuntansi pajak berkaitan dengan pajak pemerintah. Padahal sebenarnya akuntansi memiliki hubungan yang erat dengan akuntansi pajak. Agar Anda memahami hubungan antara akuntansi dengan akuntansi pajak, simak ulasan berikut.

Pengertian Akuntansi dan Akuntansi Pajak

akuntansi pajak

Sebelum membahas mengenai hubungan antara akuntansi dan perpajakan, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dan hal-hal lain dari keduanya. Akuntansi adalah suatu proses identifikasi, mencatat, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pihak yang berkepentingan. Akuntansi komersial atau akuntansi keuangan merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan standar akuntansi keuangan. Sedangkan, akuntansi pajak yakni proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan. Sehingga laporan keuangan yang dihasilkan disebut laporan keuangan fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Karena berdasarkan prinsip akuntansi, maka akuntansi umum atau komersial  dan akuntansi pajak memiliki persamaan dan perbedaan. Nah, kesamaan akuntansi umum dan akuntansi pajak:

1. Karakteristik Kualitatif

Kesamaan pertama antara akuntansi umum dan akuntansi pajak yaitu adanya kaitan karakteristik kualifikasinya. Karakteristik kualitatif akuntansi pajak dan komersial meliputi :

  • Relevan, adapun syarat informasi keuangan relevan antara lain: Memiliki umpan balik (feedback value), memiliki manfaat yang prediktif (predictive value), tepat waktu dan lengkap.
  • Andal, apabila informasi: Disajikan secara jujur, dapat diverifikasi, dan netral.
  • Dapat dibandingkan, informasi padat dibandingkan antar periode atau antar entitas.
  • Dapat dipahami, informasi dapat dimengerti oleh semua penggunanya.

2. Sistem Akrual

Pada akuntansi umum atau komersial, standar akuntansi yang digunakan yaitu sistem akrual. Sama dengan akuntansi umum, akuntansi pajak juga menerapkan sistem akrual. Pada akuntansi pajak diperbolehkan menggunakan sistem campuran (kas dan akrual) tetapi dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku seperti pada pasal 28 UU KUP.

3. Neraca

Laporan keuangan neraca pada akuntansi umum dan akuntansi pajak sama yaitu terdiri dari aset, utang dan modal.

4. Konsep Kesatuan Usaha

Persamaan lainnya adalah dalam hal prinsip kesatuan usaha. Akuntansi fiskal dan komersial keduanya menganut prinsip kesatuan usaha, yang berarti adanya pemisahan antara harta atau aset dari pemilik dan perusahaan.

5. Prinsip Realisasi

Selain menerapkan prinsip kesatuan usaha, persamaan lainnya adalah prinsip realisasi. Kedua jenis akuntansi tersebut sama-sama menerapkan prinsip realisasi, dan lain sebagainya.

Perbedaan Akuntansi Umum dan Akuntansi Pajak

Setelah mengerti tentang persamaannya, kini saat nya Anda mengetahui tentang perbedaan akuntansi umum dan pajak .

1. Pengguna Laporan Keuangan

Pengguna laporan keuangan pada akuntansi komersial atau umum seperti pemegang saham, kreditur, karyawan, manajemen, pemerintah, masyarakat dan sebagainya. Sementara pengguna laporan keuangan dari akuntansi pajak yaitu fiskus.

2. Pedoman Penyusun dan Penyajiannya

Pedoman penyusunan dan penyajian akuntansi umum yaitu PSAK sedangkan untuk akuntansi pajak adalah undang-undang perpajakan yang berlaku.

3. Sifat Informasi

Sifat informasi pada kedua akuntansi ini juga berbeda. Informasi pada laporan keuangan umum bersifat umum atau dapat digunakan oleh siapa saja. Sementara pada akuntansi pajak, laporan keuangan bersifat rahasia. Biasanya yang tahu hanya manajemen dan fiskus.

4. Dasar Pencatatan

Transaksi pada akuntansi komersial dicatat dengan asas substance over form, yakni pencatatan dan pelaporan dilakukan dengan mengutamakan substansi ekonomi daripada hakikat formal dan hukum. Berbeda dengan akuntansi komersial, transaksi pada akuntansi pajak dicatat dan dilaporkan apabila memenuhi syarat dan ketentuan perpajakan, yaitu dengan mengutamakan hakikat formal atau hukum daripada substansi ekonomi nya.

5. Mata Uang

Laporan keuangan komersial diperbolehkan untuk disusun berdasarkan mata uang selain rupiah, sementara akuntansi pajak wajib menggunakan mata uang rupiah atau diperbolehkan menggunakan mata uang lain yang diijinkan peraturan.

6. Batas Waktu Penyampaian

Perbedaan selanjutnya, yakni mengenai batas waktu penyampaian. Menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang PT, waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Sedangkan mengacu UU KUP, laporan keuangan fiskal  diserahkan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak dan dapat diperpanjang paling lambat 2 bulan dengan ketentuan tersendiri.

Hubungan antara Akuntansi dan Perpajakan

Seperti yang diketahui bahwa dari akuntansi keuangan, Anda dapat memperoleh informasi tentang keadaan suatu entitas pada periode tertentu. Informasi keuangan tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Sementara akuntansi pajak lebih khusus lagi jika dibandingkan dengan akuntansi umum. Akuntansi pajak menyajikan informasi keuangan yang berkaitan dengan kepatuhannya terhadap pemerintah. Meskipun laporan keuangan disusun berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan umum, tetapi pada beberapa bagian ia harus disesuaikan dengan ketentuan perpajakan. Sehingga dalam akuntansi pajak, jika ada suatu ketidaksesuaian antara standar akuntansi yang berlaku umum dengan ketentuan perpajakan, maka perusahaan harus memprioritaskan untuk mematuhi undang-undang perpajakan. Hal ini karena pajak merupakan sebuah kewajiban (complience tax).

Sama dengan akuntansinya, laporan keuangan yang dihasilkan juga berbeda. Bisa saja misalnya sebuah perusahaan melaporkan laba tahun berjalan pada laporan keuangan komersial dan pajak nya berbeda. Dalam bidang akuntansi, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, nanti pada akhirnya akan ada sebuah proses penyamaan, yang disebut rekonsiliasi. Laporan keuangan pajak disusun dengan proses rekonsiliasi antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak ini berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan 46 (PSAK 46)., di mana ini juga sesuai dengan penyusunan laporan keuangan lengkap sesuai dengan PSAK 1. Sehingga laporan keuangan fiskal yang dihasilkan  disebut juga extra comptable.

Jadi penyusunan laporan keuangan fiskal sama dengan penyusunan laporan keuangan komersial, dimulai dari proses input transaksi berdasarkan bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar, pembuatan neraca lajur, penyesuaian sampai akhirnya nanti pada laporan keuangan. Selanjutnya, untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal dilakukanlah rekonsiliasi terhadap peraturan perpajakan. Dengan kata lain, akuntansi pajak dengan akuntansi komersial mempunyai hubungan yang erat, mereka tidak dapat dipisahkan karena untuk membuat akuntansi pajak atau laporan keuangan fiskal perlu akuntansi komersial. Sebuah perusahaan juga pasti berdiri dalam suatu negara, jadi laporan keuangan yang dibuat pun tidak hanya berdasarkan SAK saja, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan perpajakan / akuntansi pajaknya.

Itulah hubungan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak yang perlu Anda ketahui. Untuk membantu Anda membuat laporan keuangan baik komersial maupun pajak dengan mudah, Anda dapat dengan menggunakan bantuan software akuntansi Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda. Banyak fitur yang disediakan di dalamnya yang dapat memudahkan Anda melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan. Cukup dengan memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih Jurnal juga menggunakan teknologi berbasis cloud, sehingga Anda dapat mengaksesnya kapanpun dan di manapun secara real time. Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti Jurnal Tax Center, Klik Pajak, dsb. Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih mudah dan produktif serta fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hubungan-akuntansi-komersial-dan-akuntansi-pajak/

Mengenal Biaya Produksi (Cost of Production) dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan

 

Biaya Produksi menjadi salah satu unsur yang cukup penting dalam pelaporan keuangan perusahaan. Biaya Produksi atau Kos Produksi (Cost of Production) adalah biaya yang timbul dari suatu proses produksi perusahaan manufaktur dalam membuat barang atau jasa yang akan dijual. Biaya Produksi juga biasa dikenal dengan istilah Kos Manufaktur (Manufacturing Cost). Dalam dunia Akuntansi Biaya, biaya produksi merupakan salah satu komponen dalam Laporan Laba Rugi (Income Statement).

Seberapa Penting Biaya Produksi dalam Aktivitas Bisnis

Mengetahui jumlah biaya produksi yang timbul merupakan langkah penting yang harus dilakukan seorang manajer perusahaan. Mengapa? Dengan mengetahui biaya yang timbul dari tiap alur produksi perusahaan, manajer bisa mengambil keputusan-keputusan krusial untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang, dan berbagai aktivitas produksi umum lainnya, sehingga proses produksi diharapkan bisa lebih berjalan secara efisien dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Kegiatan manajer dalam menganalisa proses dan biaya produksi juga berguna untuk penetapan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Sebagai contoh, manajer suatu kafe atau jenis usaha lainnya akan selalu melacak dan meneliti harga bahan baku terkait dengan produk-produk yang dijual. Jika suatu waktu harga bahan baku meningkat dan memengaruhi Biaya Produksi, maka manajer mempunyai opsi menaikkan harga jual produk atau menekan unsur biaya produksi lainnya.

Apa Saja Unsur di dalam Biaya Produksi?

Untuk menentukan dan mencapai nominal biaya produksi, terdapat tiga unsur yang saling terkait yang harus diperhatikan. Ketiga unsur tersebut adalah:

a. Biaya Material Langsung (Direct Material)

Biaya Material Langsung merupakan biaya bahan baku yang bersentuhan langsung dengan produk yang akan diproduksi dan nominal yang timbul cenderung mudah ditelusuri. Contoh kecilnya dalam suatu produk kopi di kafe-kafe, harga beli komposisi utama produk tersebut seperti biji kopi, air, gula, dan bahan lainnya bisa dikategorikan sebagai Biaya Material Langsung.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah upah, tunjangan, dan asuransi yang dibayarkan kepada pegawai yang terlibat langsung dalam jalannya proses produksi barang. Misalnya, pegawai di bagian perakitan produk atau yang mengoperasikan mesin untuk membuat produk.

c. Biaya Overhead Pabrik (Manufacturing Overhead)

Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah biaya yang secara tidak langsung berkaitan dengan aktivitas pabrik dan terjadi ketika memproduksi suatu produk. Biaya overhead pabrik meliputi:

– Bahan Material Tidak Langsung (Indirect Material)

Bahan tidak langsung adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi namun cenderung sulit untuk dilacak nominalnya. Contoh seperti  lem, minyak, cairan pembersih, dan lain sebagainya diklasifikasikan sebagai bahan tidak langsung karena biaya barang-barang tersebut cenderung sulit untuk dilacak dalam suatu proses produksi.

– Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pegawai yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya seperti petugas keamanan, pengawas, dan supervisor Quality Control di pabrik. Upah dan tunjangan mereka akan diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja tidak langsung.

– Biaya Overhead Lain seperti biaya utilitas pabrik, sewa gedung dan tanah, depresiasi mesin, dan asuransi.

Jadi, formulasi dari Biaya Produksi adalah:

Biaya Produksi = Biaya Material Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung + Biaya Overhead pabrik.

Contoh Biaya Produksi

Perusahaan Sejahtera Bersama merupakan perusahaan manufaktur yang menjual barang-barang furniture. Dalam satu bulan, perusahaan memproduksi 2.000 unit meja. Berikut rincian biaya untuk memproduksi 2.000 unit meja:

– Rp12.000.000 untuk kayu

– Rp4.000.000 untuk upah tukang kayu dan Rp1.000.000 untuk upah security yang menjaga selama pengerjaan meja dilaksanakan

– Rp1.000.000 untuk biaya sewa pabrik dan utilitas lainnya

Total Biaya Produksinya adalah:

Rp12.000.000 + Rp4.000.000 + Rp1.000.000 + Rp1.000.000 = Rp18.000.000.

Maka, Biaya Produksi untuk satu unit meja adalah Rp18.000.000/2.000 unit = Rp9.000.

Dengan mengetahui biaya produksi yang timbul secara detail, manajer bisa mengambil keputusan secara tepat dalam menentukan harga jual dan meminimalisir berbagai risiko terkait proses produksi. Jumlah Biaya Produksi ini juga berfungsi sebagai dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).

Khususnya bagi Anda seorang Accounting Manager suatu perusahaan, tidak perlu khawatir lagi dalam menghitung dan menelusuri Biaya Produksi. Karena Jurnal hadir untuk mengatasi berbagai masalah terkait pelaporan keuangan dan tentunya pencatatan biaya-biaya. Jurnal merupakan software akuntansi online yang menyediakan berbagai fitur pencatatan biaya. Dengan Jurnal, Anda bisa menjaga biaya pengeluaran, salah satunya biaya produksi, menyimpan bukti-bukti transaksi, dan melakukan penjadwalan barang keluar dan masuk secara aman.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-biaya-produksi-cost-of-production-dalam-pelaporan-keuangan-perusahaan/

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Seorang penemu ilmu akuntansi adalah Luca Pacioli yang dikenal sebagai seorang pendeta dari Ordo Fransiskus. Akuntansi mulai dikenal dari bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita tahun 1494. Terdapat dua bab terkait akuntansi yang dibahas di dalam buku tersebut, yaitu de Computis et Scripturis. Di dalam bab tersebut telah dipaparkan pembahasan terkait double entry sekaligus pengenalan debit dan kredit.

Selain itu, di dalam buku tersebut juga telah dinyatakan bahwa setiap pencatatan harus berpasangan. Sehingga istilah debit dan kredit digunakan. Penggunaan debit dan kredit akuntansi memang harus dipahami agar dalam mengerjakan pembukuan tidak terjadi kesalahan. Debit dan kredit akuntansi sangat penting karena setiap transaksi  memengaruhi keduanya. Sehingga debit dan kredit tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika debit bertambah, maka kredit akan berkurang dan jika kredit naik, maka debit akan berkurang.

 

Definisi Debit & Kredit

Secara umum, debit merupakan pengurangan deposito di dalam sebuah rekening bank atau catatan pos pembukuan yang dapat menambah nilai aktiva atau mengurangi besaran kewajiban. Sedangkan kredit adalah kemampuan untuk melakukan pembelian atau pinjaman dengan adanya perjanjian untuk melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu.  Debit dan kredit merupakan istilah yang sering digunakan di dalam dunia akuntansi keuangan. Debit diartikan sebagai pertambahan uang di dalam tabungan atau rekening.

Selain itu juga dapat diartikan sebagai pertambahan transaksi. Sedangkan kredit diartikan sebagai pengeluaran uang saat melakukan transaksi. Namun debit dan kredit tidak bisa hanya diartikan sebagai pertambahan atau berkurangnya uang di dalam tabungan. Hal tersebut dikarenakan untuk kepentingan laporan keuangan perusahaan, debit dan kredit tidak sesederhana itu. Ada beberapa manfaat kredit, diantaranya adalah kredit akan meningkatkan daya guna dari modal. Selain itu, kredit juga dapat meningkatkan daya guna suatu barang atau produk, bermanfaat sebagai alat stabilitas ekonomi, dan menjadi media untuk meningkatkan pendapatan nasional.

 

Menentukan Debit dan Kredit

Untuk menentukan debit dan kredit akuntansi, sebaiknya Anda memahami klasifikasi akun berikut ini:

  1. Asset, yaitu harta perusahaan
  2. Liabilities, yaitu utang perusahaan
  3. Owner’ Equity, yaitu peminjam modal perusahaan
  4. Income, yaitu pendapatan perusahaan
  5. Expenses, yaitu pembelanjaan perusahaan

Untuk kategori akun 1, 2 dan 3 berada pada akun laporan keuangan balance sheet. Sedangkan kategori akun 4 dan 5 berada pada akun laporan keuangan income statement. Di dalam penulisan laporan debit dan kredit keuangan perusahaan dikenal istilah akun lawan. Akun lawan yaitu suatu transaksi yang dapat mempengaruhi minimal 2 akun. Misalnya, pada transaksi pembelian peralatan perusahaan secara utang akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut adalah mesin sebagai fixed assets dan akun lawannya adalah utang usaha sebagai bentuk pembelian secara kredit.

Istilah debit note dan kredit note seringkali digunakan di dalam penulisan akuntansi perusahaan. Debit note merupakan suatu dokumen yang berisikan pemberitahuan terkait piutang dari pelanggan yang semakin bertambah untuk alasan tertentu. Di dalam dokumen debit note juga bisa berisi tentang tentang perusahaan terhadap vendor atau supplier. Sedangkan kredit note merupakan dokumen pemberitahuan yang berisikan utang perusahaan terhadap pelanggan sehingga dapat digunakan untuk mengurangi utang perusahaan terhadap vendor atau supplier.

 

Perbedaan Debit dan Kredit Dalam Akuntansi

Setiap terjadi transaksi akuntansi, setidaknya ada dua akun yang selalu berkaitan. Yaitu entri debit dicatat pada satu akun dan entri kredit dicatat terhadap akun lainnya. Tidak ada batas atas jumlah akun yang terlibat di dalam transaksi, namun minimum tidak kurang dari dua akun. Total dari debit dan kredit untuk setiap transaksi harus selalu sama. Sehingga transaksi akuntansi selalu dikatakan dengan keseimbangan. Apabila suatu transaksi tidak seimbang, maka laporan keuangan tidak mungkin dapat dibuat. Dengan demikian, penggunaan debit dan kredit dalam format pencatatan transaksi dua kolom merupakan hal yang paling penting dari semua kontrol atas akurasi akuntansi. Berikut ini adalah perbedaan debit dan kredit dalam akuntansi yang perlu dipahami:

  1. Debit mengacu pada sisi kiri akun buku besar, sedangkan kredit berhubungan dengan sisi kanan akun pada buku besar. Di dalam rekening pribadi, pihak penerima akan di debit dan pihak pemberi akan dikreditkan.
  2. Di dalam akun neraca, apapun yang masuk akan didebit. Sementara apapun yang keluar akan dikreditkan.
  3. Untuk laporan laba-rugi, semua pengeluaran dan kerugian akan didebit. Namun semua pendapatan dan keuntungan akan dikreditkan.
  4. Peningkatan debit disebabkan oleh kenaikan cash, inventaris, pabrik dan mesin, tanah dan bangunan, pengeluaran (seperti gaji, asuransi, pajak, dividen, dan lain sebagainya). Sedangkan peningkatan kredit disebabkan oleh kenaikan dana pemegang saham, biaya keanggotaan, pendapatan sewa , laba ditahan, hutang, dan lain sebagainya.

 

Contoh Debit dan Kredit Dalam Tranksaksi Umum

Berikut ini ada beberapa contoh posisi debit dan kredit yang terdapat di transaksi umum yang sering terjadi pada sebuah bisnis:

  1. Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan, maka akun debitnya adalah Kas, dan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  2. Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan, akun debit Piutang Dagang. Sedangkan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  3. Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier, akun debit adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Kas.
  4. Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier, akun debitnya adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Utang Dagang.
  5. Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan, akun debitnya Kas, dan akun kreditnya Piutang Dagang.
  6. Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier, akun debit Fixed Assets dan akun kredit Utang Dagang.
  7. Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier, akun debit Inventory, dan akun kredit Kas.
  8. Pembelian inventory secara kredit kepada supplier, akun debit Inventory dan akun kredit Utang Dagang.
  9. Membayar gaji karyawan, akun debit Salary expenses dan akun kredit Kas.

 

Pentingnya Pembuatan Laporan Debit dan Kredit

Di dalam perusahaan, sebuah bisnis pasti sering mengalami atau melakukan transaksi. Baik transaksi secara internal maupun eksternal. Transaksi-transaksi tersebut mengharuskan pihak perusahaan untuk membuat dokumen transaksi dalam bentuk laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan tersebut adalah untuk mengetahui laju keluar masuknya dana perusahaan untuk meminimalisir kemungkinan over budget pada kategori akun tertentu di dalam pelaporan. Terdapat lima unsur yang ada di dalam transaksi akuntansi, meliputi utang, harta, pendapatan, modal dan biaya atau beban.

Melakukan transaksi debit pasti  disertai dengan transaksi kredit. Perusahaan yang tidak memiliki dokumen pelaporan debit dan kredit akuntansi maka tidak dapat mengendalikan aliran keluar masuknya keuangan perusahaan. Selain itu, data-data keuangan perusahaan juga tidak dapat di lacak jika terjadi sesuatu terhadap keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dengan adanya laporan debit dan kredit diharapkan dapat membantu mengawasi keuangan perusahaan dari kemungkinan adanya korupsi dari karyawan. Karena data debit dan kredit yang baik selalui disertai dengan kuitansi atau nota yang dapat dipercaya.

Di dalam dunia akuntansi, istilah debit dan kredit memang banyak disebutkan. Dengan memahami debit dan kredit akuntansi, Anda dapat mengerjakan pembukuan secara benar dan tanpa kesalahan posting transaksi. Dalam melakukan entry jurnal pun jumlah debit dan kredit akuntansi harus sama. Jika tidak seimbang, maka otomatis Anda telah melakukan satu kesalahan dalam posting nominal di jurnal yang sedang Anda kerjakan. Mengenali debit dan kredit merupakan dasar dalam mempelajari akuntansi dan mengerjakan akuntansi bagi perusahaan. Dalam menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan, mungkin sudah saatnya kini Anda menggunakan software akuntansi online seperti jurnal. Dengan bantuan software akuntansi, laporan keuangan pada bisnis Anda akan terkelola secara lebih akurat.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/penggunaan-debit-dan-kredit-akuntansi-yang-perlu-dipahami/

Cara Mengelola Piutang untuk Tingkatkan Kas

Gambar terkait

Salah satu cara untuk mengelola arus kas perusahaan dengan baik adalah mengurangi umur piutang. Piutang merupakan tagihan kepada pelanggan di masa yang datang karena terjadinya transaksi di masa lalu. Piutang terjadi karena pelanggan melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang dijual suatu perusahaan secara kredit. Penjualan secara kredit merupakan salah satu penyebab buruknya manajemen arus kas. Di mana perusahaan berisiko mengalami penundaan penerimaan kas sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar ataupun kerugian yang diakibatkan piutang yang tak tertagih.

Untuk mempertahankan arus kas yang baik, perusahaan harus mengurangi umur piutang dengan mengubah metode pembayaran pelanggan menjadi tunai. Namun, hal itu akan terasa sulit karena metode pembayaran kredit bisa menjadi daya tarik pelanggan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pengusaha untuk menurunkan umur piutang dan mengurangi risiko buruknya manajemen arus kas.

Penjualan Tunai

Meski terbilang sulit, menjual barang atau jasa secara tunai merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk mengelola arus kas perusahaan. Pengusaha dapat memberikan diskon bagi pelanggan yang melakukan pembelian secara tunai untuk menarik daya beli pelanggan.

Bayar Di Muka

Seperti yang telah diungkapkan Sarah Schupp, setiap pengusaha membutuhkan pembayaran di muka dari pelanggannya. Hal ini dapat membuat arus kas perusahaan menjadi lebih sehat dan piutang berkurang.

Syarat Piutang

Nick Reese, pernah mengalami kehancuran dalam bisnisnya karena memberikan jangka waktu pembayaran piutang hingga 90 hari. Belajar dari pengalaman Nick, pengusaha dapat melakukan negosiasi terhadap pelanggannya untuk melakukan pembayaran lebih cepat, Anda juga dapat memberikan diskon kepada pelanggan yang membayar piutang sebelum tanggal jatuh tempo.

Diskon & Bonus

Seperti yang dikatakan oleh Andrew Schrage, memberikan diskon kecil untuk pelanggan yang membayar tagihan lebih cepat tidak hanya meningkatkan arus kas, tapi juga dapat membuat pelanggan terkesan dan memastikan hubungan kerjasama jangka panjang.

Background Check

Jika terpaksa memberikan piutang kepada pelanggan, baiknya Anda melakukan background checking terhadap pelanggan tersebut. Dengan melakukan background checking, pengusaha dapat mengurangi risiko kredit macet sehingga piutang yang diberikan dapat menjadi investasi atau tabungan bagi bisnis Anda.

Jadwal Penagihan

Jadwalkan penagihan piutang terhadap pelanggan secara berkala karena terbukti pelanggan yang ditagih secara berkala akan melakukan pembayaran tepat waktu. Misalnya Anda memberikan jatuh tempo pembayaran selama 30 hari, maka Anda dapat menjadwalkan penagihan secara berkala selama 3 hari yaitu hari ke 10, 20, dan 28.

Itu adalah beberapa cara yang bisa dilakukan pengusaha untuk mengelola arus kas dengan mengurangi umur piutang. Dengan arus kas yang baik, pengusaha dapat dengan mudah melihat kondisi keuangan perusahaannya sehingga memudahkan pengusaha untuk membuat keputusan yang tepat dalam mengembangkan bisnisnya.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-cara-mengelola-piutang-untuk-tingkatkan-kas/

4 Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Proses Akuntansi

 

Gambar terkait

Akuntansi menurut American Accounting Association adalah sebuah proses identifikasi, pengukuran, dan komunikasi informasi ekonomi untuk mendapatkan keputusan yang tepat dari pengguna informasi perusahaan. Namun, dalam prosesnya banyak perusahaan yang mengalami kesalahan-kesalahan dalam proses akuntansi yang dapat menyebabkan kerugian hingga hilangnya kepercayaan dari pihak lain. Berikut adalah beberapa kesalahan dalam proses akuntansi yang sering ditemukan dalam perusahaan.

Kesalahan Pencatatan & Rekonsiliasi

Ketika bisnis mulai berjalan lancar, banyak pengusaha yang mengabaikan laporan keuangan hanya dengan alasan tidak memiliki banyak waktu. Dengan tidak mencatat transaksi bisnis, laporan keuangan akan menjadi tidak sesuai dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Laporan keuangan yang tidak sesuai dan tidak tepat dapat memberikan efek negatif kepada perusahaan seperti peringkat kredit menjadi buruk atau pengiriman barang dari supplier menjadi tidak lancar.

Hanya Menjadikan Laporan sebagai Pencatatan

Banyak pengusaha yang melihat akuntansi hanya sebagai proses pencatatan data keuangan perusahaan yang berfungsi hanya untuk menghitung saldo perusahaan atau kepentingan perpajakan. Namun pada kenyataannya, laporan keuangan dapat memberikan informasi sebagai bagan pertimbangan untuk menentukan keputusan atau membuat strategi untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Lupa Menyimpan Bukti Transaksi

Sering lupa untuk menyimpan bukti transaksi seperti kuitansi atau nota sering terjadi pada setiap orang, terutama ketika perhatian dan pikiran sedang fokus dengan berbagai hal. Sedangkan kuitansi dan nota dapat menjadi bukti yang valid ketika terjadi perbedaan angka pada saat pemeriksaan laporan keuangan. Tak hanya itu, kuitansi dan nota juga sangat berguna dan dapat memudahkan dalam proses audit dan perpajakan.

Kesalahan Matematis Saat Berhitung

Kesalahan saat berhitung tidak hanya terjadi pada pengusaham namun juga sering terjadi pada akuntan yang sudah berpengalaman. Kesalahan ini sering terjadi ketika sedang terburu-buru atau saat lelah sehingga tidak dapat mendeteksi kesalahan tersebut. Kesalahan saat berhitung bila digabungkan dengan kesalahan saat input dan rekonsiliasi, maka dapat menjadi kesalahan yang besar pada laporan keuangan perusahaan. Di mana, jika kesalahan tersebut tidak diketahui hingga berbulan-bulan dapat menyebabkan masalah yang lebih kompleks saat ingin memperbaiki dan menyelesaikannya.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam proses akuntansi. Untuk mengurangi kesalahan akuntansi banyak pengusaha yang mempercayakan proses akuntansi bisnisnya dengan software akuntansi. Jurnal, software akuntansi online berbasis cloud dapat membantu pengusaha dalam membuat laporan keuangan secara instan. Tak hanya itu, dengan software akuntasi Jurnal, Anda juga dapat memonitor laporan keuangan di mana pun dan kapan pun secara real-time.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-4-kesalahan-yang-sering-terjadi-dalam-proses-akuntansi/

4 Cara Tepat Memperbaiki Arus Kas Perusahaan

Hasil gambar untuk memperbaiki arus kas

Arus kas merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pengusaha. Masalah utama yang sering dihadapi adalah arus kas defisit, di mana pengeluaran melebihi pendapatan, sehingga arus kas menjadi tidak seimbang. Masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman pengusaha mengenai cara mengelola arus kas yang benar. Pengelolaan arus kas yang salah dapat menyebabkan kerugian bahkan kegagalan dalam sebuah  bisnis.

Arus kas sangat memengaruhi jalan atau tidaknya kegiatan operasional bisnis sekaligus memengaruhi perkembangan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, ketika bisnis telah mengalami masalah arus kas, sebagai pengusaha Anda harus memperbaiki arus kas perusahaan Anda. Inilah beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk memperbaiki arus kas perusahaan.

Menekan Pengeluaran

Ketika pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan, berarti Anda sedang mengalami krisis arus kas. Masalah ini terjadi ketika Anda hanya mementingkan keinginan tanpa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan. Jika dibiarkan terlalu lama, masalah ini tentu dapat membuat bisnis gagal dan bangkrut. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah menekan pengeluaran bisnis dengan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bisnis Anda. Disinilah laporan arus kas sangat dibutuhkan. Dengan melihat laporan arus kas, Anda dapat memilah dan mengurangi pengeluaran yang tidak dibutuhkan.

Mengevaluasi Bisnis

Tak hanya pengeluaran lebih besar dari pendapatan, ternyata pengeluaran dan pendapatan yang memiliki nilai seimbang juga dapat membuat krisis arus kas. Jika hal ini terjadi, Anda harus segera mengevaluasi kembali bisnis Anda dengan membuat inovasi  baru. Disinilah pentingnya  sebuah laporan keuangan, dengan melihat laporan keuangan Anda dapat membuat sebuah keputusan dengan mudah untuk menghadapi persaingan pasar. Melakukan evaluasi mengenai harga, target market, serta pesaing dapat memudahkan Anda untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan bisnis Anda sehingga dapat memudahkan Anda dalam membuat inovasi untuk perkembangan bisnis.

Hindari Penumpukan Stok

Ini adalah salah satu masalah yang dapat menyebabkan kebocoran arus kas. Dengan stok yang menumpuk, barang akan cepat rusak dan perusahaan akan mengalami kerugian yang berpengaruh terhadap arus kas. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki laporan persediaan yang memudahkan Anda dalam mengelola stok barang dengan benar dan tepat. Selain itu, hindari pembelian stok berlebih dan keluarkan stok lama dengan memberikan diskon kepada pelanggan sesuai harga pokok untuk meningkatkan arus kas.

Tagih Piutang Secara Berkala

Sebagian perusahaan banyak yang menyepelekan penagihan piutang kepada pelanggannya. Jika dibiarkan terus menurus, hal ini akan memengaruhi arus kas yang masuk ke perusahaan. Untuk memperbaiki arus kas, Anda harus melakukan penagihan secara berkala sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Misalnya Anda telah memberikan syarat piutang dengan waktu jatuh tempo 30 hari, maka Anda dapat melakukan penagihan di hari ke 10, ke 20, dan 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan melakukan penagihen secara berkala, pelanggan akan melakukan pembayaran tepat waktu.

Selain empat cara di atas, Anda juga dapat memperbaiki arus kas dengan membuat laporan arus kas. Dengan adanya laporan arus kas, Anda dapat lebih mudah mengelola arus kas perusahaan sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan bisnis.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-4-cara-tepat-memperbaiki-arus-kas-perusahaan/

5 Cara Mengembangkan Bisnis Lokal Menjadi Go International

Hasil gambar untuk bisnis internasional

 

Sebagai pengusaha, mendapatkan kepuasan dalam berbisnis bukanlah hal yang mudah. Ketika bisnis telah berhasil berkembang di tanah air, setiap pengusaha pasti juga berharap bisnisnya bisa go International dan dikenal di seluruh dunia. Apakah Anda termasuk pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis ke luar negeri? Pelajari dulu cara mengembangkan bisnis lokal menjadi go international di bawah ini.

Lakukan Penelitian Pasar

Pasar di Indonesia belum tentu sama dengan pasar Internasional, oleh karena itu sebelum memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri, Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pasar Internasional. Dengan informasi yang lengkap, Anda akan lebih matang untuk mengembangkan bisnis ke taraf Internasional. Tak hanya itu, informasi yang lengkap juga dapat membantu Anda untuk mengidentifikasi kemungkinan risiko dan membuat rencana untuk menghindari kesalahan sehingga bisnis Anda akan dianggap sebagai merek Internasional dengan pemikiran yang maju, dapat dipercaya, dan juga memiliki kredibilitas tinggi.

Manfaatkan Media Promosi

Sebagai pengusaha pasti Anda sudah tahu seberapa kuatnya promosi memengaruhi kesuksesan bisnis. Sebagai pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya ke luar negeri, Anda dapat memanfaatkan media Internet, khususnya media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dengan mempromosikan bisnis melalui Internet, pasar International dapat melihat dan mengetahui keberadaan produk Anda sehingga mereka pun akan lebih mengenal produk dan tertarik dengan produk yang Anda promosikan.

Buat Produk dengan Kualitas Tinggi

Produk dengan kualitas tinggi pasti akan dicari banyak orang. Meski harganya sedikit mahal, konsumen akan rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk dengan kualitas tinggi. Untuk mengetahui apakah produk Anda telah memiliki kualitas tinggi, ada baiknya Anda membuat ulasan konsumen. Hal ini dapat membantu Anda melakukan penilaian dan evaluasi agar produk Anda dapat diterima dengan baik di pasar Internasional.

Mencari Relasi yang Baik

Relasi merupakan hal penting dalam dunia bisnis dan mencari relasi bukanlah hal yang mudah. Dengan adanya relasi yang baik, bisnis Anda akan berjalan dengan baik dan mendapatkan beberapa keuntungan seperti modal tambahan, media promosi dan periklanan, kerja sama penitipan barang, atau kerja sama lainnya. Relasi yang baik akan membantu dan memudahkan Anda untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, sebagai pengusaha ada baiknya untuk memperluas jaringan dan mencari relasi.

Miliki Rencana yang Matang

Ingin melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri berarti Anda harus mengembangkan skill dan strategi dalam bisnis. Dengan adanya strategi bisnis yang matang, rekan kerja atau perusahaan luar dapat memastikan bahwa mereka sedang menjalin relasi dengan orang yang tepat. Buatlah rencana bisnis yang ambisius namun tetap kredibel dalam menilai peluang bisnis yang beragam.

Tak hanya itu, untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri Anda juga memerlukan laporan keuangan yang dapat memudahkan Anda dalam memonitor perkembangan dan posisi keuangan bisnis Anda. Dengan adanya laporan keuangan, Anda dapat lebih fokus dalam membuat inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda di luar maupun di dalam negeri. Jurnal, software akuntansi online yang memudahkan Anda dalam mengelola laporan keuangan secara instan dan melihatnya secara real-time.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-5-cara-mengembangkan-bisnis-lokal-menjadi-go-international/

Perbedaan Software Akuntansi Offline dan Online untuk Bisnis

Hasil gambar untuk software akuntansi

Software akuntansi merupakan sebuah aplikasi atau program yang dirancang khusus untuk memudahkan serta mempercepat perhitungan laporan keuangan, neraca, jurnal, buku besar, dan berbagai bentuk laporan keuangan lainnya. Dalam suatu bisnis, tentu akan terjadi banyak transaksi jual beli, belum lagi jika ditambah dana operasional produksi yang semuanya membutuhkan suatu perhitungan dengan cermat, cepat, namun tetap akurat. Hal inilah yang membuat software akuntansi sangat membantu sebuah bisnis dalam mengelola laporan keuangan.

Sebelum mengetahui pentingnya software akuntansi untuk bisnis, sebaiknya kita mengenal terlebih dulu jenis-jenis software akuntansi. Saat ini, ada dua jenis software untuk akuntansi yang ada di masyarakat yaituoffline dan online.

Software Akuntansi Offline

Software akuntansi offline adalah sebuah software yang terpasang secara permanen di komputer. Kelebihan software ini adalah memiliki performa yang baik karena berjalan berdasarkan spesifikasi hardwareyang terpasang di komputer. Kelebihan lainnya yaitu software ini tidak membutuhkan koneksi Internet sehingga dapat dibuka di luar jaringan yang ada. Dengan spesifikasi komputer yang sesuai, software ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan.

Kelemahan dari software akuntansi offline adalah tidak dapat diakses dari jarak jauh apabila ada keperluan pengawasan atau pengambilandatabase. Selain itu, software ini tidak dapat disebarkan karena memiliki nomor seri yang berbeda satu sama lain untuk komputer yang berbeda. Meski demikian, software ini sangat efektif untuk pengusaha atau akuntan yang jarang melakukan perjalanan bisnis.

Software Akuntansi Online

Dengan berkembangnya zaman, software akuntansi kini telah menggunakan teknologi berbasis ‘cloud system’.  Melalui teknologi ini, Anda dapat mengakses data akuntansi kapan pun dan di mana pun dengan data yang ditampilkan secara uptodate atau realtime. Software berbasis cloud ini lebih dikenal dengan software akuntansi online.

Kelebihan software ini adalah dapat diakses dengan mudah di mana saja dengan menggunakan browser dan tanpa harus instalasi software padagadget ataupun komputer yang digunakan. Software ini juga sangat ringan dan tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi.

Pentingnya Software Akuntansi Untuk Bisnis

Baik software akuntansi offline maupun online tentu penting digunakan karena membantu memudahkan pekerjaan seorang akuntan. Ini adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakansoftware akuntansi:

  • Membuat laporan keuangan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.
  • Meningkatkan efisiensi pekerjaan dari sisi waktu dan tenaga. Seorang akuntan hanya perlu untuk memasukkan data dan software akuntansi yang akan mengolah serta menyajikan laporan.
  • Terhindar dari kesalahan perhitungan. Jika terjadi kesalahan saat memasukkan data, maka Anda hanya perlu memperbaikinya tanpa harus memulainya dari awal.
  • Transaksi keluar masuknya barang maupun transaksi jual beli dapat ditelusuri secara cepat dan akurat.
  • Membantu dalam pengambilan keputusan bisnis dengan tepat, karena data yang disajikan akurat.
  • Mengetahui kondisi keuangan bisnis setiap saat secara realtime.
  • Melalui software akuntansi online, Anda dapat memasukkan data di mana saja dan kapan saja, serta dapat berkolaborasi dan saling mengoreksi dengan tim admin maupun akuntan yang ada. Hal ini tentunya membuat data keuangan Anda semakin tepat.

Software akuntansi adalah suatu teknologi baru dalam dunia akuntansi.Software ini sangat penting digunakan untuk kemajuan bisnis. Kini saatnya Anda beralih dari pekerjaan manual dengan menggunakansoftware yang dapat memudahkan pekerjaan sekaligus mengembangkan bisnis Anda.

Jurnal adalah software akuntansi online berbasis cloud yang memudahkan Anda dalam mengelola bisnis di mana pun dan kapan pun. Dengan Jurnal, Anda dapat membuat laporan keuangan secara instan dan realtime.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-perbedaan-software-akuntansi-offline-dan-online-untuk-bisnis/

Cash Flow: Metode, Contoh, dan Cara Membuat Laporannya dengan Mudah.

Laporan arus kas atau cash flow adalah laporan keuangan yang berisi tentang informasi penerimaan dan pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan pada periode waktu tertentu. Karenanya laporan keuangan arus kas dapat digunakan untuk melacak pemasukan dan pengeluaran dari seluruh kegiatan perusahaan.

Aktivitas Cash Flow atau Arus Kas

Cash Flow: Metode, Contoh, dan Cara Membuat Laporannya dengan Mudah 1Laporan arus kas atau cash flow sendiri terdiri dari 3 aktivitas berikut ini:

  • Aktivitas Operasi (Operating Activities)

Aktivitas operasi merupakan laporan arus kas yang terdiri dari kegiatan operasional perusahaan. Dengan kata lain, aktivitas ini  dapat diperoleh dengan memasukkan nilai dari pengaruh kas/bank pada transaksi yang dilibatkan dalam penentuan laba bersih. Sebagai contoh seperti, penjualan barang dan jasa dari pelanggan, pembelian persediaan, atau perlengkapan yang umurnya diperkirakan kurang dari setahun, utang kepada supplier dan beban operasional lainnya.

  • Aktivitas Investasi (Investing Activities)

Aktivitas investasi ini berkaitan dengan aktivitas arus kas yang dihasilkan dari penjualan ataupun pembelian aktiva tetap. Atau  kegiatan memasukkan nilai dari transaksi yang mempengaruhi kas atau bank untuk kegiatan investasi pada aset yang umurnya diperkirakan lebih dari satu tahun. Contohnya, pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi jangka panjang lainnya.

  • Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)

Seperti namanya, aktivitas pendanaan merupakan aktivitas kas yang berasal dari penambahan modal perusahaan. Untuk menghitung aktivitas ini, Anda dapat memasukkan nilai penambahan atau pengurangan kas yang berasal dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik. Seperti penyetoran modal awal, utang bank atau obligasi dan penerbitan saham.

Metode Laporan Arus Kas 

Cash Flow: Metode, Contoh, dan Cara Membuat Laporannya dengan Mudah 2Ada dua metode untuk membuat laporan arus kas atau cash flow adalah metode langsung (direct cash flow) dan metode tidak langsung (indirect cash flow).

  1. Metode Langsung

Metode langsung merupakan metode membuat laporan arus kas dengan mengelompokkan kegiatan operasi ke dalam berbagai kategori. Misalnya, aktivitas operasional dibedakan akunnya sendiri-sendiri seperti akun beban penyusutan, beban amortisasi, keuntungan, dan kerugian, utang, dan sebagainya. Sehingga metode ini lebih mudah dimengerti dan dapat memberikan informasi yang lengkap dalam pengambilan keputusan. Untuk membuat arus kas metode langsung, Anda harus menyiapkan buku kas bank dan buku kas kecil. Selanjutnya Anda dapat memilih untuk melakukan pemeriksaan silang antar buku kas bank, rekening koran, bonggol check atau buku kas kecil.

  1. Metode Tidak Langsung

Berbeda dengan metode langsung, metode tidak langsung memusatkan perhatian pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi. Metode tidak langsung menunjukan hubungan antara laporan keuangan laba rugi, neraca dan arus kas. Nah karena datanya sudah tersedia langsung dalam perusahaan maka metode ini lebih murah dibandingkan metode langsung. Dalam metode ini arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan disusun berdasarkan laporan laba rugi dan neraca.

Cara Membuat Laporan Arus Kas atau Cash Flow

Cash Flow: Metode, Contoh, dan Cara Membuat Laporannya dengan Mudah 3

Di luar perbedaan antara metode langsung dan tidak langsung, umumnya ada 5 langkah untuk membuat cash flow adalah:

  1. Menghitung Kenaikan atau Penurunan Kas

Langkah pertama untuk membuat cash flow adalah menghitung kenaikan atau penurunan kas perusahaan. Untuk menghitungnya Anda dapat melihat laporan arus kas dan neraca pada akun kas. Selain itu, Anda juga dapat menghitung kenaikan dan penurunan kas dengan melihat buku kas bank dan buku kas kecil.

  1. Menghitung & Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan pada Aktivitas Operasional

Dalam perjalanannya, kas digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Pada langkah kedua ini Anda harus memisahkan kas yang khusus untuk kegiatan operasi. Kemudian, hitunglah jumlahnya dan buatlah laporan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional.

  1. Menghitung & Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan pada Aktivitas Investasi

Langkah ketiga ini sama dengan langkah kedua, hanya saja yang membedakan jenis kegiatannya yakni kegiatan investasi. Kegiatan investasi misalnya, pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi jangka panjang lainnya. Perhatikan kegiatan investasi yang dilakukan pada periode berjalan dan hitunglah berapa jumlah kas bersih yang digunakan.

  1. Menghitung & Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan pada Aktivitas Pendanaan

Konsep langkah keempat ini juga sama seperti sebelumnya. Untuk menghitung Anda dapat memasukkan nilai penambahan atau pengurangan kas yang berasal dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik.

  1. Hitung & Jumlahkan Kas Bersih dari Ketiga Aktivitas

Langkah terakhir yakni menghitung penggunaan dan penerimaan kas bersih dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Jika langkah 2, 3, dan 4 sudah Anda lakukan, maka langkah terakhir akan lebih mudah dilakukan. Anda hanya perlu membuat laporannya saja. Jangan lupa untuk memasukkan saldo kas awal periode pada perhitungannya.

Cara Membuat Laporan Arus Kas dengan Jurnal

Cash Flow: Metode, Contoh, dan Cara Membuat Laporannya dengan Mudah 4

Selain menggunakan cara manual seperti di atas, sekarang Anda dapat membuat laporan arus kas dengan menggunakan bantuan software akuntansi online. jurnal merupakan salah satu softwareakuntansi yang menyediakan fitur pembuatan laporan keuangan arus kas. Sehingga laporan arus kas dapat dibuat dengan mudah, cepat, dan akurat. Bahkan Jurnal juga dapat membuat arus kas dengan menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Adapun tutorial untuk membuat cash flow adalah berikut ini:

a. Metode Langsung (Direct Method)

Untuk membuat laporan arus kas dengan metode langsung di Jurnal, maka Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Klik menu Laporan. Pada tab Sekilas Bisnis, klik Arus Kas.

cash flow adalah 1

  1. Anda akan melihat laporan arus kas secara default sebagai berikut.

cash flow adalah 2

  1. Pilih Periode yang diinginkan.

cash flow adalah 3

  1. Jika Anda ingin menampilkan laporan yang lebih spesifik, klik “Filter Lebih Lanjut“.

cash flow adalah 4

  1. Anda akan melihat pop up seperti berikut.

cash flow adalah 5

  • Tanggal mulai & selesai: Pilih mulai dari sampai tanggal berapa laporan akan ditampilkan.
  • Filter Sesuai Periode: Tentukan periode laporan sesuai pilihan Custom, Mingguan, Bulanan, atau Tahunan.
  • Bandingkan Periode: Pilih periode perbandingan laporan arus kas dari waktu ke waktu sampai dengan 11 periode sebelumnya.
  • Grup dengan Tag: Pilih Tag untuk menampilkan laporan per proyek, per departemen, per sales atau kelompok lainnya. Field ini hanya tersedia untuk pengguna Pro dan Enterprise Di bawah field ini terdapat 2 radio buttons yaitu Mencakup Semua dan Salah Satu.

Mencakup Semua, laporan yang ditampilkan adalah hasil filter untuk tag Project A dan Project B. Sedangkan jika Anda memilih Salah Satu, maka laporan yang ditampilkan adalah hasil filter 1 tag saja, antara Project A atau Project B.

  • Show Accounts: Geser tombol ini ke kanan jika Anda ingin menampilkan laporan arus kas dengan detil akun-akun yang terkait.
  1. Setelah selesai,klik tombol “Filter”.
  2. Klik tombol dan pilih metode arus kas Default Direct untuk Metode Langsung.

cash flow adalah 6

  1. Setelah memfilter, Anda dapat melakukan expor laporan ini dengan klik tombol “Expor” dan pilih format file yang diinginkan. Format yang tersedia adalah PDF, Excel atau CSV.

cash flow adalah 7

  1. Jika dalam bentuk PDF akan terlihat seperti ini.

cash flow adalah 8

Pada bagian bawah halaman ini,terdapat keterangan saldo kas awal dan saldo kas akhir.

Saldo pembuka adalah jumlah total dari saldo awal kas & bank Anda sesuai dengan tanggal awal yang dipilih, seperti contoh di atas, saldo kas awal diambil dari tanggal 1 Januari 2017. Saldo penutupan adalah jumlah total dari saldo kas & bank setelah mengalami pergerakan sampai periode terakhir yang dipilih, seperti contoh di atas, saldo kas akhir diambil sampai tanggal 31 Desember 2017.

b. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Sementara jika Anda ingin membuat laporan arus kas dengan metode tidak langsung di Jurnal, maka Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Klik menu Laporan. Pada tab Seklias Bisnis, klik Arus Kas.

cash flow adalah 9

  1. Anda akan melihat laporan arus kas secara default sebagai berikut.

cash flow adalah 10

  1. Pilih Periode yang diinginkan.

cash flow adalah 11

  1. Jika Anda ingin menampilkan laporan yang lebih spesifik, klik “Filter Lebih Lanjut”.

cash flow adalah 12

  1. Anda akan melihat pop up seperti berikut.

cash flow adalah 13

  • Tanggal mulai & selesai: Pilih mulai dari sampai tanggal berapa laporan akan ditampilkan.
  • Filter Sesuai Periode: Tentukan periode laporan sesuai pilihan Custom, Mingguan, Bulanan, atau Tahunan.
  • Bandingkan Periode: Pilih periode perbandingan laporan arus kas dari waktu ke waktu sampai dengan 11 periode sebelumnya.
  • Grup dengan Tag: Pilih Tag untuk menampilkan laporan per proyek, per departemen, per sales atau kelompok lainnya. Field ini hanya tersedia untuk pengguna Pro dan Enterprise Di bawah field ini terdapat 2 pilihan yaitu Mencakup Semua dan Salah Satu.

Misalkan Anda memiliki tag Project A dan Project B. Jika Anda memilih Mencakup Semua, maka laporan yang ditampilkan adalah hasil filter untuk tag Project A dan Project B. Sedangkan jika Anda memilih Salah Satu, maka laporan yang ditampilkan adalah hasil filter 1 tag saja, antara Project A atau Project B.

  • Show Accounts: Geser tombol ini ke kanan jika Anda ingin menampilkan laporan arus kas dengan detil akun-akun yang terkait.
  1. Setelah selesai,klik tombol “Filter”.
  2. Klik tombol settings dan pilih metode arus kas Default Indirect untuk Metode Tidak Langsung.

cash flow adalah 14

  1. Setelah memfilter, Anda dapat melakukan expor laporan ini dengan klik tombol “Expor” dan pilih format file yang diinginkan. Format yang tersedia adalah PDF, Excel atau CSV.

cash flow adalah 15

  1. Jika dalam bentuk PDF akan terlihat seperti ini.

cash flow adalah 16

Pada bagian bawah halaman ini,terdapat keterangan saldo kas awal dan saldo kas akhir.

Saldo pembuka adalah jumlah total dari saldo awal kas & bank Anda sesuai dengan tanggal awal yang dipilih, seperti contoh di atas, saldo kas awal diambil dari tanggal 1 Januari 2017. Sedangkan Saldo penutupan adalah jumlah total dari saldo kas & bank setelah mengalami pergerakan sampai periode terakhir yang dipilih, seperti contoh di atas, saldo kas akhir diambil sampai tanggal 31 Desember 2017.

Cara Mengatur Template Laporan Arus Kas

Kedua contoh laporan arus kas di atas menggunakan template dari Jurnal. Namun, Anda juga dapat mengganti template sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Berikut cara mengatur template laporan arus kas atau cash flow:

  1. Klik simbol setting dan pilih “+Add New Template” seperti gambar dibawah ini.

cash flow adalah 17

  1. Isikan Nama Template pada field “Nama Susunan” dan pilih Metode Arus Kas yang Anda gunakan, Metode Langsung atau Tidak Langsung pada Field “Tetapkan Metode”.

cash flow adalah 18

  1. Anda dapat menambahkan Kategori, dengan klik Tombol “+Tambah Kategori”.

cash flow adalah 19

  1. Maka akan muncul menu pop up pada layar dan Anda dapat menambahkan kategori pada laporan sesuai kebutuhan.

cash flow adalah 20

  • Nama : Isi dengan nama kategori yang akan Anda tambahkan.
  • Tipe Aktivitas : Pilih Tipe Aktivitas dari kategori yang ditambahkan. Pada Laporan Arus Kas terdapat 3 kelompok Aktivitas, yaitu Operasional, Investasi dan Finansial.
  • Akun Sumber : Pilih Akun yang termasuk dalam kategori ini.
  1. Klik tombol “Simpan” untuk menyimpan kategori yang baru saja Anda buat.
  2. Anda dapat mengubah Judul Laporan dengan klik simbol (pensil) .

cash flow adalah 21

  1. Anda juga dapat mengubah dan menghapus kategori. Klik simbol (pensil) untuk mengubah atau klik simbol (hapus / buang) untuk menghapus pada baris Kategori.

cash flow adalah 22

  1. Ubah urutan tampilan daftar kategori Anda dengan klik simbol panah di sebelah kanan. Tanda panah keatas untuk menaikkan posisi kategori dan tanda panah kebawah untuk menurunkan.

cash flow adalah 23

  1. Jika ingin menghapus akun pada Kategori, arahkan kursor ke akun yang akan dihapus dan klik simbol silang di sebelah kiri Nomor Akun.

cash flow adalah 24

  1. Klik tombol “Simpan” di bagian bawah layar untuk menyimpan hasil pengaturan Template Anda.

cash flow adalah 25

  1. Untuk melihat daftar template yang Anda miliki dan menggunakannya, klik simbol setting . Setelah itu pilih template baru Anda.

cash flow adalah 26

  1. Untuk mengubah tampilan Template yang sudah dibuat, klik simbol setting. Kemudian arahkan kursor ke Judul Template dan klik simbol pensil .

cash flow adalah 27

  1. Untuk menghapus Template yang sudah dibuat, klik simbol setting. Kemudian arahkan kursor ke Judul Template dan klik simbol pensil. Pada layar pengaturan template, klik “Hapus Template” seperti gambar berikut.

cash flow adalah 28

Selain laporan arus kas atau cash flow, Jurnal software akuntansi online juga dapat membantu Anda membuat laporan keuanganlainnya seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca. Banyak fitur yang disediakan didalamnya yang dapat memudahkan Anda mulai dari melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan.

Cukup memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih Jurnal juga berbasis teknologi cloud sehingga Anda dapat mengakses nya kapanpun dan dimanapun secara realtime. Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti salah satunya yakni Klik Pajak.

Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih produktif dan fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/contoh-cash-flow/

MENGENAL AKUNTANSI BIAYA DAN PENERAPANNYA DI BERBAGAI JENIS PERUASAHAAN

Hasil gambar untuk akuntansi biaya

Bila Anda mengelola sebuah perusahaan, akuntansi biaya merupakan hal yang perlu diketahui. Akuntansi Biaya merupakan salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya (Supriyono, 1983). Meski tidak menguasainya, setidaknya Anda perlu mengetahui alur dan penerapannya di berbagai jenis perusahaan yang berbeda.

Akuntansi Biaya

Secara pengertian, akuntansi biaya merupakan suatu kegiatan atau aktivitas berupa pencatatan, pengklasifikasian, pembuatan, hingga pelaporan semua transaksi atau biaya yang terjadi dari proses produksi hingga distribusi atau penjualan produk maupun jasa. Tujuan akuntansi biaya sendiri adalah sebagai sumber informasi tentang semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan. Di mana selanjutnya informasi pada akuntansi biaya ini akan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan untuk pengelolaan perusahaan. Selain itu, akuntansi biaya juga merupakan alat pertanggungjawaban perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Siklus Akuntansi Biaya

Sebelum membahas mengenai aplikasi akuntansi biaya di beberapa jenis perusahaan, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai siklus akuntansi biaya secara umum. Siklus akuntansi biaya terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  1. Penentuan harga bahan pokok produksi. Biaya yang diperhitungkan pada tahap ini mencakup harga atau biaya dari bahan baku utama yang dibeli ditambah dengan biaya pembelian bahan yang dibutuhkan pada proses produksi.
  2. Perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja langsung.
  3. Perhitungan biaya overhead pabrik selama produksi berlangsung.
  4. Menghitung harga jual produk atau jasa.

Penerapan Akuntansi Biaya di Beberapa Jenis Perusahaan

a. Akuntansi Biaya Perusahaan Jasa

Seperti yang kita ketahui, perusahaan jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan perusahaan dagang atau manufaktur yang menjual barang dagangan atau memproduksi barang dagangannya. Perusahaan jasa hanya memberikan jasa/pelayanan untuk kliennya. Sehingga aktivitas dalam perusahaan jasa yaitu antara proses persiapan penyedia jasa sampai penggunaan jasa dan terakhir pembayaran jasa oleh klien.

Oleh karena itu, siklus akuntansi biaya perusahaan jasa dihitung dari persiapan pemberian jasa dan ditutup dengan pemberian harga pokok jasa yang diberikan. Sehingga laporan keuangan pada perusahaan jasa menampilkan data harga pokok jasa yang digunakan oleh klien. Data tersebutlah yang menjadi informasi untuk menentukan langkah atau keputusan yang akan diambil oleh perusahaan.

b. Akuntansi Biaya Perusahaan Dagang

Kegiatan utama perusahaan dagang adalah melakukan penjualan produk yang telah dibeli oleh perusahaan kepada konsumen. Perlu diingat, perusahaan dagang tidak memproduksi barang dagangannya sendiri, sehingga dia hanya mendistribusikan barang dagangan saja. Adapun proses distribusi dibagi menjadi dua jenis, yaitu proses distribusi langsung (melalui perantara) dan proses distribusi tidak langsung.

Terdapat 4 unsur yang menjadi dasar untuk menghitung akuntansi biaya pada perusahaan dagang, yaitu:

  1. Kas keluar, yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
  2. Barang masuk, berupa barang yang dibeli oleh perusahaan untuk diperdagangkan.
  3. Kas masuk, adalah uang yang diperoleh dari penjualan barang dagangan oleh perusahaan.
  4. Barang keluar, adalah semua barang yang dijual oleh perusahaan

Jika disimpulkan, akuntansi perusahaan dagang ini sebenarnya memperhitungkan barang yang masuk dan keluar. Karenanya, juga terdapat akun-akun lain yang juga harus diperhitungkan dan diperhatikan. Adapun akun-akun tersebut seperti; akun HPP, akun penjualan, akun pembelian, akun persediaan, akun beban pemasaran, akun potongan pembelian, akun diskon atau potongan harga.

c. Akuntansi Biaya Perusahaan Manufaktur

Berbeda dengan perusahaan jasa dan dagang, perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang aktivitasnya membuat produk dengan mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual. Sehingga akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur memiliki tujuan untuk menentukan harga pokok produksi dari setiap barang yang diproduksi. Selain itu, tujuan lain dari akuntansi biaya di perusahaan manufaktur yaitu menyampaikan informasi berupa harga-harga produksi dari setiap unit yang disimpan di gudang.

Siklus akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur dimulai dari persiapan bahan baku, proses pembuatan produk, sampai akhirnya menghasilkan produk jadi. Beberapa akun yang ikut diperhitungkan dalam perhitungan akuntansi biaya perusahaan manufaktur yaitu harga pokok bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead produksi, dan harga pokok penjualan.

d. Akuntansi Biaya Perusahaan Tambang

Perusahaan tambang memiliki aktivitas utamanya yaitu kegiatan eksplorasi, kegiatan pengembangan dan pembangunan, kegiatan produksi, dan kegiatan pengolahan (refinery). Karena karakteristiknya yang sangat berbeda dari jenis-jenis perusahaan sebelumnya, maka siklus akuntansi biaya pada perusahaan tambang ini diatur secara khusus. Adapun aturan khusus mengenai perusahaan tambang yakni Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Berikut beberapa aturan terkait kegiatan akuntansi perusahaan tambang:

  1. PSAK 16, mengatur tahap kegiatan konstruksi,
  2. PSAK 19, mengatur kegiatan pengembangan,
  3. PSAK 64, mengatur tentang akuntansi pada tahap eksplorasi dan evaluasi pertambangan,
  4. PSAK 33 revisi 2011, mengatur tentang kegiatan produksi yang melibatkan pengelupasan lapisan tanah termasuk juga pengelolaan lingkungan hidup.

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa akuntansi biaya pada perusahaan pertambangan terletak pada pencatatan keuangan yang terjadi pada setiap aktivitas utamanya.

Demikian ulasan mengenai akuntansi biaya dan penerapannya pada berbagai jenis perusahaan. Mungkin terlihat sulit? untuk memudahkan dalam pengelolaan keuangan perusahaan, Anda dapat menggunakan bantuan Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online berbasis Cloud yang memberikan kemudahan dalam mengelola keuangan kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya pencatatan transaksi, Jurnal juga menyediakan fitur pembuatan faktur secara otomatis, pelacakan ketersediaan barang, dan manajemen aset yang akan membantu mengembangakan nilai aset bisnis Anda di masa depan.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-akuntansi-biaya-dan-penerapannya-di-berbagai-jenis-perusahaan/