IHSG melompat 1,24%, terangkat sentimen The Fed rate dan perundingan dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat tinggi jelang pengumuman suku bunga The Fed. Mengutip RTI, indeks naik 1,24% atau 77.961 poin ke level 6.376,996.

Tercatat 270 saham naik, 152 saham turun, dan 137 saham stagnan. Total volume 17,66 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,74 triliun.

Sembilan dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor infrastruktur memimpin penguatan 1,96%. Sementara, hanya sektor agrikultur yang memerah 0,50%.

Meski demikian, investor asing membukukan net sell Rp 117,080 miliar di pasar reguler dan Rp 102,939 miliar keseluruhan market.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

– PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA, anggota indeks Kompas100 ini) naik 6,12% ke Rp 1.995

– PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE, anggota indeks Kompas100 ini) naik 5,45% ke Rp 1.450

– PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,85% ke Rp 5.950

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,90% ke Rp 16.750

– PT Surya Citra Media Tbk (SCMA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,04% ke Rp 1.425

– PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, anggota indeks Kompas100 ini) turun 0,35% ke Rp 43.050

Asal tahu, pasar negara berkembang (emerging market) hari ini menghijau dengan fokus pada penurunan suku bunga The Fed. Serta kembali dimulainya perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan memulai pertemuan kebijakan dua hari, di mana ia secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Jika diterapkan, itu akan menjadi penurunan suku bunga pertama bank sentral dalam satu dekade.

Aset-aset pasar berkembang telah menguat tahun ini di tengah harapan bahwa bank-bank sentral utama akan memangkas suku bunga dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan, yang sebagian besar berasal dari dampak perang dagang yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan China.

Sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-melompat-124-terangkat-sentimen-the-fed-rate-dan-perundingan-dagang

Cara Pembukuan dan Akuntansi Simpel Untuk Bisnis Online Anda

Perkembangan bisnis online sangat menunjukkan peningkatan secara kasat mata, besarnya keuntungan yang diterima para pelaku bisnis menjadi salah satu bukti bahwa bisnis online berpotensi untuk bisa dikembangkan. Banyak orang memiliki ide-ide tentang apa yang bisa mereka kerjakan sebagai sebuah bisnis baru. Salah satu kendala terbesar untuk memulai bisnis sendiri adalah pengelolaan keuangan yang tepat dalam bisnis. Hal ini tampak seperti sebuah gunung yang tidak mungkin untuk didaki, tetapi Anda harus melakukannya.

Hal dibawah ini mungkin menjadi pertimbangan betapa pentingnya manjemen keuangan untuk bisnis online, yaitu:

  1. Alat ukur dalam pembuatan anggaran. Terbilang penting bagi Anda untuk memperkirakan besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis online. Hal ini meliputi biaya, profit, hingga strategi promosi serta penjualan yang dijalankan untuk aktivitas bisnis. Dengan demikian, pebisnis online mampu memperkirakan kebutuhan dana untuk menjalankan bisnis online Anda.
  2. Pengontrol arus kas bisnis. Peran penting manajemen keuangan yang dirasa penting adalah mengetahui arus keuangan usaha dan transaksi yang terjadi dalam bisnis online. Umumnya, transaksi pembelian dalam bisnis online dilakukan secara tidak langsung (pedagang tidak bertatap muka dengan calon pembelinya), maka penting bagi pebisins online untuk mengendalikan arus dana yang masuk dan keluar dari rekening mereka.
  3. Acuan dalam pengambilan keputusan bisnis. Pebisnis online sering dihadapkan dengan keputusan yang tak terhitung jumlahnya disetiap saat. Informasi keuangan mampu memberikan masukan seperti data untuk keputusan ini, yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan dalam jangka panjang.

Memulai Bisnis Dengan Keuangan Terbatas

Ini bukanlah hal biasa untuk mencoba dan memulai bisnis dengan jumlah uang yang sedikit. Ada beberapa cara untuk membatasi jumlah uang yang Anda habiskan dan tetap sesuai dengan anggaran:

  • Gunakan sumber daya yang gratis atau lebih murah. Jika Anda dapat bekerja dari rumah, atau di sebuah kedai kopi pinggir jalan atau perpustakaan, Anda dapat menghindari investasi di tempat usaha yang lebih mahal.
  • Dibayar dimuka. Artinya membuat pelanggan Anda untuk membayar dimuka dapat membantu secara signifikan dalam peningkatan arus kas bisnis Anda. Setidaknya, itu adalah ide yang baik untuk meminta deposit yang sesuai untuk layanan Anda.
  • Manfaatkan saran untuk bisnis yang bersifat gratis. Anda akan kagum pada betapa banyaknya nasihat bisnis yang bersifat gratis di luar sana (dari teman, internet, seminar, atau sumber lain).

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-pembukuan-akuntansi-simple-bisnis-online/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/

BEI terapkan aturan free float, begini rekomendasi analis

Pasca dilakukannya re-balancing LQ-45 tidak membuat saham-saham dengan free float tinggi mutlak lebih unggul ketimbang saham-saham dengan free float rendah.

Analis Bina Artha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menilai saham-saham yang free float tinggi tidak menjamin saham-saham tersebut mutlak baik untuk diakumulasikan. Kriteria free float menurut Nafan hanyalah sebuah metode yang digunakan untuk mengikuti jejak negara-negara maju yang sebelumnya sudah menerapkan system ini terlebih dahulu.

“Sebenarnya untuk kriteria free float agar lebih supaya pasar modal kita mengikuti cara atau aturan penetapan emiten-emiten yang liquid dari negara-negara maju. Namun, meski demikian kalau misalnya kita lihat yang keluar dari LQ-45 aja misalkan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) keluar tapi pergerakannya masih oke, dibandingkan HMSP masih di list tapi kan pergerakan trend nya relative mengalami downtrend. Biasanya dinamika pasar seperti itu.” tutur Nafan, Senin (25/7).

Nafan melihat pelaku pasar terbagi menjadi beberapa kategori. Ada yang mencermati LQ-45 tapi ada juga yang mencermati liquiditas ataupun trend pergerakan harga saham maupun dari segi fundamental.

Pengaplikasian system free float 100% menurut Nafan hingga saat ini sudah menjadi acuan yang tepat dan cocok bagi pasar domestic berkaca pada negara-negara maju yang sudah lebih dahulu menerapkan system ini.

Ketika ditanya perihal prospek-prospek saham dengan free float tertinggi di LQ-45 Nafan merekomendasikan PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) diakumulasikan dengan target jangka pendek di angka 4.050.

Menurut Nafan, prospek yang baik masih terlihat pada emiten ini melihat pada membaiknya prospek dari departemen store Matahari. Namun kendati demikian, sentimen yang perlu diwaspadai tekait persaingan bisnis dan pengembangan inovasi yang dilakukan emiten.

Sementara PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menurut Nafan sudah mencapai tingkatan uptrend dan mulai memasuki masa jenuh beli ke depan saham emiten ini akan dipengaruhi oleh penurunan suku bunga yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor properti.

Disisi lain, saham-saham yang memiliki free float rendah seperti PTHanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meskipun memiliki free float yang paling rendah di list LQ-45 menurut Nafan masih menarik untuk diakumulasikan terlebih jika dalam waktu dekat HMSP mampu rebound dari koreksi.

Nafan merekomendasikan investor yang hendak mengakumulasikan saham HMSP untuk wait and see hingga keadaan saham lebih stabil.

Jika disimpulkan, banyak faktor yang mempengaruhi emiten mana yang layak diakumulasikan dan tidak layak untuk diakumulasikan. PER, laporan keuangan dan kinerja fundamental, free float, ketertarikan dan kepercayaan investor, analisis teknikal menjadi faktor yang akan dicermati oleh investor terlebih jika saham tersebut memiliki prospek yang positif ataupun kinerja fundamental yang positif.

Menurut Nafan, kunci yang membuat saham-saham LQ-45 menarik ialah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan seperti contohnya pembagian deviden pasalnya menurut Nafan hal inilah yang membuat investor menjadi loyal kepada emiten yang bersangkutan.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/bei-terapkan-aturan-free-float-begini-rekomendasi-analis?page=1

Mengenal Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Kebutuhan Bisnis Anda

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berfungsi mengumpulkan dan memproses data transaksi, serta mengomunikasikan informasi-informasi keuangan yang sudah terproses kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sederhananya, input dari SIA adalah bukti-bukti transaksi. Lalu diproses sesuai siklus akuntansi dan output-nya berupa laporan keuangan komprehensif yang nantinya dipakai oleh pihak yang memerlukan seperti dewan direksi atau dewan komisaris. Jenis dari SIA sangat beraneka ragam. Tergantung dari tipe bisnis, ukuran bisnis, jumlah data, data manajemen yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan faktor lainnya.

EDP dan SIA

Sebagian besar jenis bisnis menggunakan sistem yang terkomputerisasi atau biasa disebut dengan istilah sistem Electronic Data Processing (EDP). Hubungan EDP dengan SIA adalah Sistem EDP mengatur setiap langkah dalam siklus akuntansi dari pencatatan transaksi keuangan sampai dengan menyiapkan laporan keuangan. Umumnya, setiap perusahaan atau jenis usaha lainnya secara konstan selalu meng-upgrade sistem EDP mereka agar selalu bisa berkompetisi dan berintegrasi dengan jenis bisnis lainnya.

Dasar Proses dan Transaksi Bisnis dalam SIA

Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, Anda harus mengerti terlebih dahulu term dasar akuntansi “transaksi bisnis” dan “proses atau siklus bisnis”. Anda harus paham bagaimana transaksi bisnis dan proses bisnis terintegrasi sehingga menghasilkan laporan keuangan. Terkait SIA, transaksi bisnis terbagi dalam beberapa tipe proses atau siklus bisnis, yaitu:

1. Sistem, proses, dan kontrol pendapatan

Segala transaksi bisnis yang terjadi dalam proses ini terdiri dari penjualan harian, retur penjualan, dan transaksi lainnya yang berkaitan dengan masuknya arus kas.

2. Sistem, proses, dan kontrol pengeluaran

Segala transaksi bisnis yang terjadi dalam proses ini terdiri dari pembelian, retur pembelian, biaya-biaya, dan transaksi lainnya terkait dengan keluarnya arus kas. Pembayaran gaji dan pembelian aset tetap juga masuk dalam kategori proses ini.

3. Sistem, proses, dan kontrol konversi

Terdiri dari biaya-biaya yang terkait transaksi pembelian bahan baku, dan bahan dalam proses.

4. Sistem, proses, dan kontrol administratif

Terdiri dari segala transaksi yang berkaitan dengan ekuitas: investasi, obligasi, dan sejenisnya.

Dari kesemua proses bisnis tersebut akan bermuara di sistem, proses, dan kontrol Buku Besar (General Ledger). Dari Buku Besar akan menghasilkan laporan keuangan internal dan eksternal. Contoh dari Laporan keuangan internal adalah laporan umur piutang dan status persediaan di gudang. Sedangkan laporan keuangan eksternal berupa laporan neraca, laba rugi, dan arus kas.

Komponen-Komponen Penunjang SIA

Sangat banyak jenis daripada komponen-komponen yang menerapkan SIA. Berikut contoh penerapan komponen konkrit SIA yang dikerucutkan menjadi empat bagian:

1. Perangkat Input

Perangkat ini berfungsi mencatat dan memasukkan informasi transaksi keuangan kepada sistem akuntansi. Contoh dari perangkat ini adalah barcode scanner, keyboard komputer, dan jaringan internet yang membantu karyawan memasukkan data sumber dokumen (invoice, purchase order, dan lainnya) menuju sistem.

2. Information Processor

Contoh dari perangkat ini berupa komputer dan program software yang berfungsi mengolah data raw dari perangkat input dan kemudian di-posting ke Buku besar dan laporan keuangan yang berguna bagi si pembuat keputusan.

3. Information Storage

Komponen ini menyimpan berkas-berkas laporan keuangan dari periode ke periode. Contohnya seperti HDD, Storage Server, Cloud, dan lainnya.

4. Perangkat Output

Komponen output seperti printer, monitor, dan LCD projector yang berfungsi menampilkan hasil dari proses informasi akuntansi, laporan keuangan kepada para pihak yang berkepentingan.

Jika bisnis Anda memerlukan instalasi software SIA yang terintegrasi dengan beberapa aplikasi yang menunjang kebutuhan pelaporan keuangan Anda, Jurnal bisa menjadi solusinya. Jurnal adalah software akuntansi online yang memiliki fitur-fitur terkait SIA yang sudah modern dan komprehensif.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-kebutuhan-bisnis-anda/

5 Tips Mengelola Perputaran Transaksi Debit dan Kredit dalam Bisnis

Di antara kebanyakan pebisnis, terutama yang masih berskala menengah ke bawah seperti UKM atau UMKM seringkali mengalami kesulitan dalam hal mengecek atau mengontrol transaksi debit dan kredit mereka. Kelalaian dalam mengontrol dan mengecek transaksi debit maupun kredit akan menimbulkan kerugian yang tidak dapat  diantisipasi sebelumnya. Karena itulah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini akan kita bahas beberapa tips penting tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengontrol transaksi masuk (debit) dan juga transaksi keluar (kredit) pada internal operasional bisnis yang sedang Anda jalankan.

Catat Semua Transaksi Penjualan & Pembelian

Apabila Anda telah melakukan transaksi penjualan dan pembelian, maka pastikan untuk mengumpulkan semua bukti dari transaksi-transaksi tersebut. Usahakan jangan sampai ada satupun bukti transaksi yang hilang, karena akan berpengaruh pada jumlah nominal transaksi yang akan Anda catatkan. Apabila semua sudah terkumpul, maka Anda sudah bisa mulai proses pengelompokan transaksi, mana saja yang masuk  transaksi debit maupun kredit.

Buat Jurnal Transaksi

Jika sudah digolongkan mana yang termasuk dalam transaksi debit dan kredit, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi.  Sebaiknya, setiap kali melakukan transaksi, Anda membuat  jurnal pencatatan agar tidak lupa, namun jika masih belum memiliki waktu untuk mencatatnya, maka Anda bisa membuat jurnal di setiap akhir minggu.

Pisahkan Isi Jurnal dan Masukan ke dalam Buku Besar (posting)

Berbeda dengan bentuk jurnal, pada buku besar akan ada pengelompokan berdasarkan jenis transaksi yang sedang Anda lakukan. Misalnya saja akun kas akan berisikan semua transaksi (debit/kredit) yang berhubungan langsung dengan kas, kemudian akun piutang akan berisikan tentang transaksi-transaksi yang berhubungan dengan piutang. Setiap jenis transaksi yang berbeda akan memiliki tabel penggolongan sendiri. Dalam melakukan postin atau pemindahan dari jurnal ke buku besar, cobalah untuk lebih teliti, agar tidak ada satupun transaksi yang tertinggal, yang nantinya akan menyebabkan nilai saldo menjadi salah atau berkurang.

Perhatikan Jenis Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang secara khusus melaporkan tentang gambaran dan nilai dari harta, kewajiban, dan modal dari para pemegang saham pada satu periode tertentu. Laporan neraca dibuat bertujuan untuk mengetahui apakah nilai dari debit dan kredit sudah seimbang atau tidak, jika pembuatan jurnal dan buku besar sudah benar, maka seharusnya angka-angka yang akan muncul pada sisi debit dan sisi kredit seharusnya juga sudah seimbang, apabila tidak, maka kemungkinannya adalah terdapat transaksi yang lupa untuk dicatat atau terdapat transaksi yang salah dalam pencatatatn akunnya.

Menyusun laporan keuangan

Setelah selesai melakukan semua langkah-langkah di atas, cobalah mulai mencatat semua transaksi, membuat jurnal, memindahkannya (mem-posting) ke dalam buku besar, dan memperhatikan laporan neracanya, maka Anda sudah mengetahui perputaran transaksi debit dan kredit dalam bisnis Anda.

Bagian selanjutnya sebagai sebuah kesimpulan menyeluruh maka Anda harus membuat sebuah laporan keuangan. Laporan ini berfungsi untuk melihat semua kegiatan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Hal ini juga berguna agar Anda dapat melihat apakah bisnis Anda mengalami profit (keuntungan) atau sebaliknya. Dari sini pula Anda akan dapat memikirkan tentang hal-hal penting apa saja yang harus dilakukan untuk kedepannya.

Pembukuan (pencatatan) dan pelaporan memang sangatlah penting untuk jalannya suatu bisnis, karena apabila Anda tidak dapat mengontrol nilai debit dan kredit pada bisnis yang sedang Anda jalankan, maka akan berakibat sangat fatal yang dapat menyebabkan kerugian.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-tips-mengelola-perputaran-transaksi-debit-dan-kredit-dalam-bisnis/

IHSG diprediksi masih tertekan, ini rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,19% ke level 6.325,23 pada perdagangan Jumat (26/7). Untuk perdagangan Senin (29/7) hari ini, simak rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.

1. PT Eastpark Hotel Tbk (EAST)

Pada perdagangan Jumat (26/7) menguat pada level Rp 149. Secara teknikal, candle terbentuk three white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength di level Rp 170.

2. PT Indosat Tbk (ISAT)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat ke level Rp 3.140. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.420 dan stop loss kurang dari Rp 3.100.

3. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)

Pada perdagangan Jumat (26/7) saham HOKI ditutup menguat ke level Rp 870. Secara teknikal, kenaikan masih melanjutkan break out triangle. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 930
dan stop loss kurang dari Rp 860.

4. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 274. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 300
dan stop loss kurang dari Rp 270.

5. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat pada level Rp 585. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 600.

6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 1.615. Secara teknikal, koreksi yang terjadi sudah berada di area buttom fishing berpotensi rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.665 dan stop loss kurang dari Rp 1.600.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-diprediksi-masih-tertekan-ini-rekomendasi-saham-dari-analis-profindo-sekuritas-1

4 Tips Memilih Software Akuntansi Sesuai Kebutuhan Bisnis Anda

Dahulu, banyak perusahaan-perusahaan masih menggunakan cara-cara konvensional atau tradisional dalam membuat catatan dan laporan akuntansi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, berbagai perusahaan baik perusahaan kecil maupun besar sudah beralih dengan menggunakan software akuntansi.

Penggunaan software akuntansi tidak hanya dapat membantu Anda mengurangi risiko human error, tetapi juga dapat membantu Anda mendapatkan berbagai insight tentang bisnis atau perusahaan Anda yang tidak Anda dapatkan dalam sistem pencatatan akuntansi konvensional, seperti menghasilkan prakiraan penjualan untuk kuartal berikutnya, melihat item yang berlebih dalam stok persediaan, dan menunjukkan dengan tepat produk-produk yang paling tidak memberikan kontribusi bagi pendapatan perusahaan Anda.

Menggunakan software akuntansi mungkin akan memberikan manfaat yang besar bagi bisnis Anda. Namun, menemukan program software akuntansi terbaik untuk bisnis Anda dapat menjadi suatu tantangan tertentu, lantaran dengan banyaknya produk software akuntansi yang dipasarkan sekarang-sekarang ini. Untuk memilih program software akuntansi bisnis, Anda perlu memahami beberapa dasar-dasar akuntansi bisnis dan memperhatikan dengan baik kebutuhan bisnis Anda, khususnya terkait pencatatan dan pelaporan aktivitas keuangan bisnis Anda.

 

Dalam artikel ini, kami akan menunjukkan tips-tips dalam memilih software akuntansi yang bisa Anda pertimbangkan sebelum mulai membeli paket software akuntansi bagi bisnis atau perusahan Anda.

Kenali Kategori Produk Software Akuntansi

Berbagai produk software akuntansi yang tersedia bagi segala ukuran bisnis, salah satunya Usaha Kecil Menengah (UKM) telah tumbuh secara perlahan. Terdapat empat kategori umum yang berupa sistem dalam software akuntansi. Keempat kategori umum ini ditawarkan tergantung paket yang diatur oleh masing-masing vendor software akuntansi. Berikut empat kategori umum dalam software akuntansi:

a. Sistem Penagihan & Faktur

Sistem ini akan menyelesaikan transaksi sehari-hari perusahaan, seperti mencatat cek dan menginformasikan kepada pelanggan mengenai jumlah yang harus mereka bayar. Sistem ini penting untuk mempertahankan kendali atas akurasi angka akuntansi, dan agar aktivitas bisnis terlihat lebih profesional dan kredibel di mata publik. Di sisi perusahaan, alat penagihan dan faktur membantu mendokumentasikan aktivitas keuangan dan menyiapkannya untuk selanjutnya masuk ke tahap otorisasi dan validasi.

b. Sistem Manajemen Penggajian

Sistem ini akan membantu perusahaan dalam mengatur gaji karyawan. Seperti melakukan perhitungan gaji karyawan, menyetorkan gaji langsung ke rekening bank karyawan, menghasilkan formulir pajak dan slip gaji, dan masih banyak lagi. Dalam jangka panjang, sistem ini akan mengamankan transaksi keuangan Anda dan membantu menyiapkan laporan terperinci.

c. Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP)

Ini adalah salah satu kategori software akuntansi paling penting yang menggabungkan semua sistem untuk perencanaan dan pengadaan produk, pembelian bahan, manajemen dan kontrol persediaan, distribusi, pemasaran, keuangan, dan SDM. Solusi ERP (Enterprise Resource Planning) terbaru juga menawarkan modul untuk CRM (Customer Relationship Management) dan intelijen bisnis, sehingga perusahaan dapat belajar dari track record-nya dan menyiapkan strategi yang lebih baik untuk masa depan perusahaan.

d. Sistem manajemen Waktu & Biaya

Sistem ini dirancang untuk membantu mempercepat siklus penagihan dan menyetujui pembebanan biaya kapan saja. Dan biasanya sistem ini dapat dikonfigurasi untuk setiap jenis dan ukuran bisnis sesuai dengan kegiatan operasionalnya. Inti dari manifestasi sistem ini adalah untuk membantu mengumpulkan pembayaran lebih cepat, dan mendeteksi aktivitas bisnis yang kurang efektif dan efisien dan tidak terdeteksi sebelumnya. Keuntungan terbesar lainnya adalah sistem ini mampu menghasilkan laporan grafis yang terperinci tentang bagaimana kontribusi waktu dan sumber daya terhadap setiap aktivitas bisnis atau perusahaan.

Kenali & Kaitkan Kebutuhan Bisnis dengan Kebutuhan Akuntansi

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus “melek” akan kebutuhan bisnis dan keperluan finansial bisnis Anda. Jangan sampai Anda berpikir bahwa dengan membeli paket software akuntansi, segala masalah akuntansi bisnis atau perusahaan bisa teratasi tanpa lebih dahulu mendalami prinsip dasar akuntansinya. Carilah berbagai literatur, jurnal, atau buku-buku mengenai prinsip dasar akuntansi agar Anda mempunya referensi dan pertimbangan yang matang untuk mulai membeli software akuntansi.

Pertimbangan lainnya yang tidak kalah penting adalah jenis bisnis atau perusahaan yang Anda operasikan. Beberapa jenis perusahaan yang berbeda akan membutuhkan modul khusus atau paket tambahan software akuntansi karena beberapa perusahaan harus menyimpan data khusus. Misalnya, jika Anda seorang pemilik perusahaan manufaktur, maka Anda mungkin perlu memiliki pemahaman tentang inventaris, penanganan suku cadang, dan pembebanan tenaga kerja. Jika Anda seorang pemilik perusahaan dagang, Anda mungkin juga perlu memiliki pemahaman tentang inventaris melalui program point-of-sale.

Ketahui Keterbatasan Anggaran Anda

Para vendor software akuntansi memberikan berbagai penawaran paket yang bervariasi dan tentunya dengan harga yang berbeda pula. Lagi dan lagi, Anda harus menyesuaikan harga-harga yang ditawarkan dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan. Teliti secara mendalam paket yang ditawarkan! Jangan sampai ketika Anda membeli suatu paket software akuntansi yang terkesan mahal, namun ternyata terdapat fitur yang tidak dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Itu tentunya akan memboroskan anggaran perusahaan dan menjadi tidak efektif.

Hubungi Konsultan Bisnis atau Pihak-Pihak Lain Untuk Mendapatkan Referensi Lebih

Dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa mempersempit pilihan Anda terhadap software akuntansi yang cocok dengan kebutuhan bisnis atau perusahaan. Anda juga bisa mencoba beberapa situs web khusus yang menyediakan jasa pencarian software akuntansi secara online. Komunikasikan juga dengan akuntan bisnis atau perusahaan Anda agar pertimbangan yang Anda buat dalam memilih software akuntansi semakin matang.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-4-tips-memilih-software-akuntansi-sesuai-kebutuhan-bisnis-anda/

Cara Meningkatkan Arus Kas Anda dengan Software Akuntansi

Arus kas (cash flow) adalah hal paling signifikan yang harus banyak diperhatikan ketika Anda mulai menjalankan usaha. Segalanya bisa berjalan dengan lancar pada awalnya sampai ketika tiba-tiba arus kas mulai mencapai hambatan dan Anda mulai harus memenuhi pembayaran gaji atau putus asa mencari pembiayaan yang dapat menghabiskan banyak waktu dalam jangka panjang.

Untuk menghindari masalah yang mungkin muncul terkait dengan arus kas, maka memiliki proyeksi arus kas secara mudah melalui bantuan software akuntansi akan sangat membantu Anda mempertahankan kelancaran bisnis di masa depan, memperkirakan akun bank bisnis Anda secara lebih akurat, termasuk memperkecil risiko kehabisan kas usaha atau lebih baik lagi, memberi Anda lebih banyak waktu untuk mengambil tindakan sebelum terlambat. Di bawah ini akan kita bahas cara untuk tetap dapat mengikuti arus kas dengan menggunakan perangkat lunak atau software akuntansi:

Hasilkan Proyeksi Arus Kas Bulanan

Proyeksi arus kas adalah perkiraan uang yang Anda harapkan mengalir masuk dan keluar dari bisnis Anda, termasuk semua pendapatan dan pengeluaran yang diproyeksikan selama periode tertentu. Meskipun proyeksi arus kas biasanya mencakup periode 12 bulan, Anda dapat menyesuaikan ini sesuai dengan keuangan yang ingin Anda lihat dengan memperpendek waktu periode perkiraan, seperti sebulan atau bahkan seminggu.

Untuk pemilik usaha kecil, memproyeksikan arus kas akan membantu memberi gambaran yang lebih jelas tentang ke mana bisnis menuju dan bagaimana Anda dapat melakukan perbaikan di sepanjang prosesnya. Proyeksi arus kas juga membantu menumbuhkan manajemen kas yang baik dan memberi Anda kemungkinan untuk melakukan perencanaan lebih awal, misalnya dengan memiliki proyeksi yang dapat membantu Anda memprediksi surplus atau kekurangan kas yang masuk, sehingga kemudian Anda akan siap untuk membuat keputusan strategis berdasarkan data tersebut.

Bisnis biasanya melacak arus kas (cash in dan cash out) setiap bulan. Penting untuk mencatat arus masuk dan keluar uang tunai dalam bulan yang akan terjadi, sejak bulan ketika Anda melakukan penjualan atau pertama kali mendapatkan tagihan.

Mempercepat Arus Kas

Semakin cepat Anda membawa uang ke bisnis Anda, maka semakin cepat Anda akan beralih dari  jalur kredit, dan juga akan memperlancar arus kas. Bagaimana melakukannya dengan software akuntansi? Ada beberapa fungsi sederhana dan berguna dari perangkat lunak akuntansi (software akuntansi) yang dapat Anda gunakan untuk mempercepat arus kas masuk Anda, seperti:

a. Mengirimkan faktur atau invoice secara profesional

Jika Anda masih menggunakan surat biasa atau jika Anda mengirim email ke faktur dari akun email Anda sendiri, sekarang saatnya beralih ke software akuntansi Anda. Dengan software akuntansi, Anda dapat mengirimkan penagihan lebih cepat, profesional, dan hemat biaya tanpa harus bingung memikirkan desain fakturnya. Dengan mengirimkan faktur secara cepat dan efisien, maka Anda akan menghasilkan uang tunai dan arus masuk yang lebih cepat ke dalam kas Anda.

b. Memiliki akses untuk secara teratur memeriksa piutang Anda

Memiliki piutang Anda dalam sistem pencatatan software akuntansi berarti memudahkan Anda untuk melacak akun yang belum dibayar, dan memutuskan kapan untuk mulai mengejar pembayaran terlambat. Biasanya sistem akuntansi online yang berbasis cloud akan memberi pengingat yang memungkinkan Anda untuk mengetahui siapa saja yang masih memiliki utang pada Anda sampai tanggal jatuh tempo, sehingga Anda dapat cepat menindak lanjuti dengan mengirim tagihan berikutnya atau menghubunginya secara langsung.

Memperlambat Arus Kas Keluar

Menggunakan software akuntansi dapat membantu mempertahankan uang dalam bisnis Anda dengan memperlambat arus kas keluar. Bagaimana melakukannya? Melalui fitur biaya, Anda dapat dengan mudah melacak pengeluaran Anda, yang sudah dibayar, akan jatuh tempo, ataupun yang telah jatuh tempo. Dengan begitu, Anda dapat membuat perencanaan untuk melakukan pembayaran lebih awal untuk menghindari biaya dan bunga tambahan serta kemungkinan untuk mendapatkan diskon.  

Membuat Anda Lebih Waspada

Anda juga dapat menggunakan fitur pajak untuk melakukan penghitungan pajak secara tepat, sehingga terhindar dari risiko pembayaran pajak yang tidak sesuai dan denda akibat kesalahan tersebut, sehingga secara tidak langsung, Anda sudah memperlambat keluarnya arus kas dengan melakukan pembayaran secara benar dan tepat waktu tanpa biaya tambahan.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-meningkatkan-arus-kas-anda-dengan-perangkat-lunak-akuntansi/

Mengetahui Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus

Di dalam pencatatan pembukuan akuntansi, dikenal istilah jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum merupakan jurnal serbaguna yang mencatat semua transaksi. Untuk perusahaan kecil dan menengah, jurnal umum cukup untuk pencatatan berbagai transaksi. Namun lain halnya jika perusahaan yang dijalankan merupakan perusahaan besar dengan banyak sekali transaksi. Dalam kasus ini, jika semua transaksi dimasukkan ke dalam jurnal umum, maka pencarian informasi terhadap transaksi tertentu akan menjadi sulit. Maka dari itulah jurnal khusus dimunculkan untuk mencatat transaksi-transaksi khusus yang terjadi pada perusahaan. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang banyak dan sering terjadi serta bersifat sama dan berulang. Pahami lebih lanjut mengenai jenis hingga manfaat jurnal khusus dalam pembahasan berikut.

Jenis-jenis Jurnal Khusus

Transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus ada bermacam-macam. Maka dari itu jurnal ini dibagi ke dalam empat macam. Berikut merupakan jenis-jenis jurnal khusus yang perlu Anda pahami:

Jurnal Pembelian

Jurnal Pembelian merupakan jurnal yang dikhususkan untuk mencatat semua jenis pembelian, baik barang maupun bukan barang secara kredit. Jenis-jenis transaksi pembelian tersebut yakni pembelian barang dagang secara kredit dan pembelian perlengkapan, peralatan serta aktiva lain secara kredit. Jurnal ini berfungsi untuk menyederhanakan pencatatan dan memudahkan pembukuan transaksi bervolume tinggi ke dalam buku besar. Jurnal pembelian juga mencatat transaksi secara harian sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. Nantinya, pada akhir tiap periode pelaporan, catatan dalam jurnal pembelian akan diringkas dan diposting dalam buku besar.

Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan secara kredit. Dengan kata lain, informasi yang disimpan dalam jurnal ini adalah ringkasan dari faktur yang dikeluarkan untuk pelanggan. Sama halnya dengan jurnal pembelian, jurnal penjualan juga berfungsi untuk memudahkan pencatatan transaksi bervolume tinggi di buku besar. Transaksi penjualan per hari akan dicatat pada jurnal penjualan, yang kemudian disederhanakan untuk diposting ke dalam buku besar di akhir periodenya.

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang. Jika jurnal khusus sebelumnya digunakan untuk pencatatan transaksi kredit, maka jurnal penerimaan kas difungsikan untuk transaksi secara tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain, penjualan tunai, penerimaan pelunasan utang, retur pembelian secara tunai dan penerimaan pendapatan.

Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal pengeluaran kas berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang. Jurnal ini akan mencatat secara terperinci transaksi secara tunai. Transaksi yang termasuk ke dalam jurnal pengeluaran kas antara lain, pembelian secara tunai, pelunasan utang, retur penjualan, pembayaran beban dan pengambilan uang tunai untuk pribadi.

Setiap perusahaan dapat merancang jurnal khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Oleh karena itu, jurnal dalam suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Akan tetapi, jika perusahaan tersebut sejenis ada kemungkinan jurnal yang dirancang mempunyai bentuk yang sama.

Manfaat Jurnal Khusus

Kemudahan Pencatatan secara Sistematis

Pengelompokan pencatatan transaksi dalam jurnal khusus membuat proses pembuatan laporan keuangan menjadi lebih sistematis. Kemudahan ini juga membuat proses pencatatan dalam buku besar menjadi lebih efisien.

Mempercepat Proses Data Transaksi

Dengan adanya pengelompokan data, maka pemrosesan laporan keuangan bisa lebih cepat terjadi. Sebagai contoh, jika ada 50 kali transaksi sejenis, pada jurnal umum akan tetap dicatat dan dikelompokan sebanyak 50 kali juga. Sedangkan, dalam jurnal khusus hanya perlu mengelompokan datanya satu kali saja, berdasarkan jenis akun.

Mempermudah Proses Pemostingan ke Buku Besar

Dengan adanya jurnal ini, pemostingan data ke buku besar dapat dilakukan secara berkala dengan lebih praktis dan mudah, karena dalam jurnal khusus semua transaksi yang sejenis dibukukan dengan akun yang sama. Sehingga pemostingan beberapa transaksi keuangan pun dapat dilakukan secara bersamaan berdasarkan jenis akunnya.

Memudahkan Pemeriksaan Secara Berkala

Pemeriksaan kembali biasa terjadi secara berkala dalam sebuah perusahaan, baik secara internal maupun eksternal oleh auditor publik. Dengan adanya jurnal khusus, transaksi keuangan sejenis yang telah banyak tercatat dalam perusahaan akan dibukukan secara ringkas dan praktis pada satu jurnal sehingga memberikan kemudahan bagi auditor internal maupun eksternal untuk melakukan pemeriksaan.

Mengurangi Resiko Pengubahan Data

Jurnal khusus membuat data harian dicatat secara kronologis dan terperinci. Proses transaksi yang dicatat setiap hari serta lengkap akan mengurangi resiko pengubahan data dan penipuan oleh pihak tertentu di waktu yang akan datang. Kemungkinan pembuatan laporan palsu dalam akun pun akan berkurang karena ada pihak yang bertanggung jawab atas kebenarannya.

Adanya Spesialisasi Pekerjaan

Pembagian jurnal khusus ke dalam empat jenis transaksi membuat adanya spesialisasi dalam pencatatan sehingga hasil yang didapatkan lebih baik.

Menggunakan jurnal khusus untuk laporan keuangan perusahaan, jelas akan memberi kemudahan dan efisiensi bagi pencatatan keuangan bisnis Anda. Kemudahan pencatatan yang dimiliki Jurnal khusus ini, sama halnya dengan sifat yang dimiliki software akuntansi online.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/mengetahui-pengertian-jenis-dan-manfaat-jurnal-khusus/