Mengenal Komponen Pembangun Sistem Informasi Akuntansi

Sistem akuntansi merupakan salah satu sistem informasi di antara berbagai jenis sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Setiap sistem terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Komponen sistem informasi akuntansi terdiri dari 6 blok yang sering disebut dengan (information system building block) yang terdiri dari masukan, model, keluaran, basis data, teknologi, dan pengendalian.

Arsitek yang merancang dan mengembangkan blok tersebut bertanggung jawab menjadikan blok-blok tersebut menjadi bangunan sistem informasi yang dapat menghasilkan informasi bagi para pemakainya dan disebut dengan analisis sistem (system analysis). Berikut akan diuraikan penjelasan masing-masing blok komponen sistem tersebut menurut Makruf (2016).

Masukan (Input Block)

Masukan adalah data yang masuk ke dalam sistem akuntansi beserta media dan metode yang digunakan untuk memasukkan data tersebut kedalam sistem. Masukan terdiri atas transaksi, pernyataan, permintaan, perintah, dan pesan. Pada umumnya, memasukkan data harus mengikuti aturan mengenai identifikasi, otorisasi, tata letak, dan pengolahannya. Cara untuk memasukkan masukan ke dalam sistem bisa berupa tulisan tangan formulir kertas, pengenalan fisik seperti sidik jari, papan ketik, dan lainnya.

Contoh: Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk, baik transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. Tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas, harga jual satuan nama pelanggan merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi guna menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Medianya berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format atau aturan tertentu untuk mengisinya.

Model (Model Block)

Blok Model terdiri dari logico-mathematical model yang mengolah masukan data yang disimpan dengan berbagai macam cara untuk dapat memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Dan menjawab atas pertanyaan atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi laporan yang ringkas.

Contoh: Pengolahan data pendapatan dan biaya supaya menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model sederhana berikut

Laba = Pendapatan – Biaya

Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah output yang berupa informasi bermutu dan dokumen dibutuhkan untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi, baik pemakai informasi intern maupun eksternal. Keluaran sistem akuntansi dapat berupa faktur, surat order pembelian, laporan pelaksanaan anggaran, pesan, perintah serta hasil pengambilan keputusan.

Teknologi (Technology Block)

Teknologi merupakan alat penunjang sistem informasi akuntansi. Teknologi dapat menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan data keluaran serta mengendalikan seluruh sistem. Dalam sistem akuntansi berbasis komputer, teknologi digolongkan menjadi tiga komponen, yaitu komputer, penyimpanan data eksternal (auxiliary storage) telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).

Basis Data (Data Base Block)

Blok ini merupakan tempat menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. Basis data dibedakan menjadi dua yaitu fisik dan logis. Secara basis, data fisik adalah melalui media menyimpan data seperti flashdisk, pita magnetik kaset, dan lainnya. Basis data logis adalah bagaimana struktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi penyajian informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Pengendalian (Control Block)

Seluruh sistem informasi yang terkait harus mendapat perlindungan dari bencana, ancaman seperti kebakaran, kecurangan, penggelapan, ketidakefisienan, sabotase, dan kemungkinan buruk lainnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sistem informasi ini adalah:

  1. Penggunaan sistem pengolahan catatan.
  2. Penerapan pengendalian akuntansi.
  3. Pengembangan rancangan induk sistem informasi.
  4. Pembuatan rencana darurat.
  5. Penerapan prosedur pemilihan karyawan.
  6. Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem.
  7. Perlindungan bencana.

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, maka pengolahan data pencatatan semua transaksi keuangan tidak lagi menjadi rumit dan tersistem secara otomatis tanpa harus melewati sebuah proses perhitungan manual yang rumit dan rentan dengan kesalahan.

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-komponen-pembangun-sistem-informasi-akuntansi/

Tips Menjadi Akuntan Publik Profesional

Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Akuntan publik merupakan akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Profesi ini mempunyai tugas yang cukup kompleks, bukan hanya melakukan perhitungan-perhitungan angka, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas bisnis antara perusahaan yang menjadi kliennya dan perusahaan lain dalam proses keberlanjutan bisnis. Laporan yang dibuat oleh seorang akuntan publik juga sangat penting dalam menganalisa dan membuat keputusan bisnis kedepannya. Oleh sebab itu untuk mengemban tugas ini diperlukan seseorang yang profesional dalam bekerja.

Tidak hanya mempunyai keahlian, namun seorang akuntan publik juga harus memiliki integritas. Menurut Agusti dan Nastia (2013), profesionalisme merupakan sikap bertanggungjawab terhadap apa yang telah ditugaskan kepadanya. Sikap profesionalisme dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang dimilikinya yaitu berdasarkan:

  1. Pengabdian pada profesi, yang menjadikannya sebagai orang yang bekerja secara total.
  2. Kewajiban sosial, bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang memiliki nilai kontribusi besar bagi masyarakat serta profesinya.
  3. Kemandirian, bahwa pekerjaannya menuntut untuk mampu mengambil keputusan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
  4. Keyakinan terhadap profesi.
  5. Hubungan sesama profesi.

Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa cara yang harus ditempuh. Berikut penjelasan untuk menjadi akuntan publik profesional.

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Mendapatkan Gelar di Studi Akuntansi

Sebelum September 2013, lulusan S1 atau D4 program studi akuntansi harus mengikuti program studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), memperoleh register negara akuntan, dan menjalankan praktik profesi akuntan dahulu sebelum mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Namun setelahnya, para lulusan ini dapat langsung mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mengikuti pendidikan profesi tersebut. Ini berarti, mendapatkan gelar di studi akuntansi baik itu S1 ataupun D4 menjadi syarat dasar untuk melanjutkan cita-cita menjadi seorang akuntan publik profesional.

Memilih Spesialisasi yang Tepat

Profesi yang satu ini memiliki berbagai spesialisasi dengan jobdesc-nya masing-masing, baik itu audit, manajerial, anggaran, perpajakan dan lainnya. Sebagain besar akuntan mempunyai spesialisasinya masing-masing dan terkadang mengikuti gelar akuntansi yang diperoleh. Pastikan untuk memilih spesialisasi yang memang sesuai agar lebih sesuai dengan gelar yang dipilih sebelumnya serta kemampuan Anda agar fokus dalam mendalaminya.

Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik

Ada beberapa perbedaan antara akuntan publik biasa dengan yang profesional yang bersertifikasi. Akuntan publik biasa mengerjakan tugas sederhana seperti penyusunan laporan keuangan, sementara yang bersertifikasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pekerjaan yang lebih profesional seperti melakukan audit, meninjau laporan dan mewakili klien sebelum IRS.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang profesional perlu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). USAP menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah sebutan untuk sertifikasi tertinggi profesi akuntan publik di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi berbasis kompetensi individu; dengan demikian basis penyelenggaraan sertifikasi adalah, dan akan selalu, berbasis pada kompetensi yang dibutuhkan individu untuk berpraktek, atau menginginkan keahlian yang dibutuhkan untuk berprofesi. USAP ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Ada 3 macam ujian yang bisa dipilih yakni ujian tingkat dasar, ujian tingkat profesional, dan ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit.

Menambah Pengalaman Kerja

Selain menambah pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan serta mengikuti ujian kompetensi, akuntan publik profesional juga diharuskan untuk mempunyai pengalaman. Auditor yang tidak berpengalaman akan melakukan kesalahan yang lebih banyak dibanding dengan auditor yang berpengalaman. Oleh karena itu, carilah pengalaman kerja dalam bidang akuntan sebanyak mungkin. Hal ini bisa dimulai ketika kuliah dengan mengikuti program magang atau bekerja secara part time.

Komitmen Terhadap Etika

Kecerdasan dan keunggulan intelektual memang diperlukan dalam mengerjakan tugas akuntan. Namun untuk menjadi seorang akuntan juga diperlukan etika yang akan menjadi pertahanan dalam mengemban tugas secara profesional. Dalam prinsip etika profesi Ikatan Akuntan Indonesia poin kedua tentang kepentingan publik dinyatakan bahwa setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Oleh karena itu, tuntutan untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugas yaitu memegang prinsip-prinsip profesi yang telah ditetapkan. Seseorang yang menggeluti profesi ini dapat dikatakan profesional, apabila dalam melaksanakan pemeriksaan ia menghasilkan audit yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dan sesuai dengan kode etik atau standar profesi.

Peka dengan Perkembangan Teknologi

Teknologi kini sudah merambah dalam setiap lini pekerjaan tidak terkecuali dalam profesi akuntan. Oleh sebab itu, seorang akuntan publik butuh untuk peka terhadap perkembangan teknologi agar dapat beradaptasi dengan kemajuan di bidang akuntansi. Solusi untuk permasalahan ini dapat Anda ditemukan di Jurnal University. Jurnal University merupakan program pelatihan khusus yang mengajak pelanggan, partner dan mahasiswa untuk lebih mengenal dan memahami lebih jauh mengenai software akuntansi berbasis online. Dengan visi mencetak lulusan dengan keterampilan terbaik dan sukses di bidang akuntansi berbasis teknologi modern Jurnal University hadir untuk Anda. Segera daftarkan dengan mitra Jurnal University di universitas-universitas terkemuka.

Selain hal-hal di atas, seorang akuntan juga perlu menguasai software akuntansi berbasis online. Banyak perusahaan yang kini sudah menggunakan aplikasi akuntansi untuk memudahkan para akuntan dalam melakukan pekerjaannya.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-menjadi-akuntan-publik-profesional/

Pasar obligasi kembali tertekan, investor asing berpotensi lakukan aksi jual

Kondisi pasar obligasi Indonesia yang kembali diliputi ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir dapat mendorong aksi jual investor asing dalam waktu dekat. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan, awalnya koreksi di pasar obligasi terjadi karena aksi ambil untung oleh sebagian investor mengingat harga SUN sudah rally cukup signifikan di bulan lalu. Akan tetapi, tekanan bertambah karena tensi perang dagang antara AS dan China kembali meningkat.

Di sisi lain, investor asing juga masih menantikan langkah berikutnya dari The Fed terkait kebijakan moneter AS di masa mendatang. Hal ini mengingat The Fed cenderung memberi sinyal hawkish kendati memangkas suku bunga acuan AS pada pekan lalu. Ramdhan berharap tekanan eksternal bisa segera berakhir sehingga yield SUN 10 tahun kembali berangsur-angsur turun seperti di bulan Juni dan Juli kemarin. Pasalnya, sebagian besar investor asing mengincar SUN seri-seri benchmark, termasuk untuk tenor 10 tahun. Naik-turunnya yield SUN seri acuan tentu bisa mempengaruhi minat investor asing di pasar obligasi domestik. “SUN seri acuan kerap dibandingkan dengan US Treasury, makanya banyak investor asing yang mengincar seri tersebut,” paparnya, Senin (5/8).

Dia juga menilai, spread antara yield SUN dan US Treasury masih akan menarik bagi investor asing sekalipun yield SUN kembali turun. Untuk saat ini, spread antara yield SUN dengan US Treasury untuk tenor 10 tahun memang tergolong lebar.

Mengutip data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SUN 10 tahun pada hari ini  Senin (5/8) berada di level 7,64%. Di sisi lain, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 1,77%. Hasil tersebut membuat spread yield SUN dan yield US Treasury kini mencapai 587 bps atau 5,87%.

Menurut Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia Fikri C. Permana, pelebaran spread antar yield obligasi di atas kertas bisa menjadi pemicu masuknya investor asing ke pasar SBN secara berkelanjutan. Namun, perlu diingat bahwa kenaikan yield SUN akhir-akhir ini diikuti pula oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Lihat saja, hari ini rupiah kembali terkapar di pasar spot sebesar 0,49% ke level Rp 14.255 per dolar AS. Pelemahan rupiah yang terjadi terus-menerus terjadi dikhawatirkan akan menahan laju aliran dana masuk dari investor asing di pasar obligasi. Jika akhirnya investor asing kembali keluar, bukan tidak mungkin tekanan di pasar obligasi akan bertambah. Apalagi, nilai kepemilikan asing telah di atas Rp 1.000 triliun.

“Investor asing melihat salah satu risiko saat ini adalah depresiasi atau ketidakstabilan rupiah,” ujar Fikri, Senin (5/8). Lebih lanjut, ia juga menganggap, perkembangan sentimen global masih akan berperan besar terhadap nilai kepemilikan asing di pasar SBN dalam beberapa waktu ke depan. Ini mengingat belum ada lagi sentimen dari dalam negeri yang bisa menopang laju aliran dana asing. Justru, hasil data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 yang hanya mencapai 5,05% (yoy) bisa menjadi sentimen negatif walau cuma sesaat. “Dalam jangka panjang, investor asing lebih memperhatikan pengelolaan utang yang tergambar dalam APBN Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, investor asing mencatatkan aksi beli atau net buy sebesar Rp 24,29 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang bulan Juli lalu. Lantas, nilai kepemilikan asing di pasar SBN per akhir Juli kemarin tumbuh mencapai Rp 1.013,04 triliun.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/pasar-obligasi-kembali-tertekan-investor-asing-berpotensi-lakukan-aksi-jual

5 Keuntungan Menggunakan Aplikasi atau Software Akuntansi

Penggunaan aplikasi atau software akuntansi sangat membantu bagi segala jenis bisnis. Ada berbagai keuntungan ketika Anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi akuntansi. Faktanya, secara global sebagian besar pebisnis mendapatkan keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi.

Perangkat aplikasi akuntansi tentunya bisa diatur sesuai jenis bisnis yang dijalankan, seperti bisnis perdagangan, industri, rumah sakit, konstruksi bangunan, dan berbagai jenis praktik konsultasi. Dan salah satu alasan banyak para pebisnis menggunakan aplikasi akuntansi adalah karena dalam mempertahankan bisnis diwajibkan untuk memilih pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan pada laporan keuangan yang tentunya dihasilkan dari aplikasi akuntansi. Berikut lima keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi:

Menghemat Waktu dan Tenaga

Keuntungan yang paling penting dari penggunaan aplikasi akuntansi adalah Anda bisa menghemat banyak waktu dan tenaga daripada menggunakan pembukuan secara manual (tradisional). Dengan aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi, pencatatan dokumen bisnis pada bagian front–end office dan rekaman transaksi kepada back-end office bisa dilakukan secara bersamaan. Misalnya, Anda bisa membuat faktur pelanggan, menyiapkan setoran bank dan mencatat cek dalam program aplikasi akuntansi, tanpa harus melakukannya secara konvensional.

Kerangka Kerja Akuntansi yang Lebih Efisien

Dalam kerangka kerja akuntansi tradisional, segala catatan transaksi umum dan penyesuaian diolah menjadi laporan keuangan menjelang akhir tahun untuk tujuan penilaian kinerja, kebutuhan audit, dan kebutuhan administrasi lainnya. Sedangkan dalam kerangka pembukuan secara elektronik lewat aplikasi akuntansi, segala hal tersebut bisa dibuat seperti Anda menjentikkan jari. Hal ini juga memungkinkan manajemen untuk melakukan survei dan evaluasi pelaksanaan sistem keuangan bisnis kapanpun sehingga segala masalah terkait keuangan bisa teratasi dengan cepat.

Manajemen Pencatatan Utang dan Piutang yang Lebih Baik

Dalam aplikasi akuntansi, terdapat salah satu fitur yang memungkinkan Anda mencatat piutang dan utang secara akurat dan mudah. Hal ini juga memungkinkan sistem dalam aplikasi akuntansi memproyeksikan posisi arus kas bisnis Anda di masa depan. Misalnya, jika perusahaan atau bisnis telah mencatat semua tagihan bisnis dan invoice pelanggan dalam program sesuai tanggal jatuh tempo mereka, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa apakah Anda memiliki cukup kas untuk melunasi tagihan yang sudah jatuh tempo. Dengan aplikasi akuntansi, Anda akan memiliki catatan tentang semua tagihan dan faktur. Aplikasi akuntansi sebagai alat perencanaan ini dapat membantu Anda meminimalisasi timbulnya piutang tak tertagih dan segala denda keterlambatan dari pelunasan utang Anda.

Meminimalisasi Risiko Kesalahan Teknis Pencatatan Transaksi

Ketika Anda menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi, beberapa kesalahan seperti kesalahan dalam menghitung nominal angka pada invoice atau kesalahan penulisan (typo) akan terminimalisir. Ketika aplikasi akuntansi memproses suatu faktur yang terintegrasi dengan nilai pajak, secara otomatis sistem akan menghitungnya secara akurat. Keuntungan tersebut sangat bermanfaat ketika Anda menangani transaksi yang sangat banyak.

Pengorganisasian Data-Data Transaksi

Jika Anda masih menggunakan pencatatan manual (tradisional), risiko seperti hilangnya faktur yang sudah tercatat bisa saja terjadi. Dengan aplikasi akuntansi, segala pencatatan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi suatu data digital. Data digital tersebut akan disimpan dengan aman dan rapi secara otomatis oleh aplikasi akuntansi. Sehingga suatu waktu jika Anda ingin meninjau kembali suatu faktur atau invoice, Anda bisa mencarinya dengan mudah hanya dengan mengetik nama pelanggan atau tanggal transaksi terjadi pada kolom pencarian.

Dengan aplikasi akuntansi, seluruh tugas-tugas terkait akuntansi akan dimudahkan dan terhindar dari segala kesalahan-kesalahan teknis seperti salah pencatatan dan lainnya. Dewasa ini, begitu banyak developer yang menawarkan produk aplikasi akuntansi.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-keuntungan-menggunakan-aplikasi-atau-software-akuntansi/

4 Alasan Akuntansi Tradisional Mulai Ditinggalkan

Apakah selama ini Anda masih menggunakan pencatatan tradisional seperti buku dan pen untuk mencatat laporan keuangan bisnis Anda? Jika ya, maka sudah saatnya bagi Anda untuk kembali menilai dan memastikan apakah sistem yang Anda gunakan sudah tepat.

Kelemahan Akuntansi Tradisional

Faktanya, saat ini banyak perusahaan yang telah meninggalkan akuntansi tradisional. Hal ini dikarenakan sistem akuntansi tradisional memiliki beberapa kelemahan yang berbahaya bagi keamanan data Anda, di antaranya:

1. Membutuhkan Biaya Besar

Menggunakan akuntansi tradisional membutuhkan biaya besar. Anda harus menggaji seorang in-house accountant untuk menyelesaikan pembukuan Anda. Belum lagi biaya auditor yang harus memeriksa laporan keuangan Anda. Jika terjadi kesalahan akibat human error, maka Anda harus mengulang pembuatannya kembali. Ingatlah bahwa semua proses tersebut memakan waktu lama karena membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi.

2. Kesulitan Akses

Salah satu kelemahan akuntansi tradisional adalah sulit untuk diakses. Sebagai pebisnis, Anda perlu mengetahui dan meng-update aktivitas finansial perusahaan. Di sisi lain, data finansial perusahaan merupakan hal yang penting dan sangat dijaga kerahasiaannya. Namun, ketika Anda sedang berbisnis di tempat lain, kesulitan mendapatkan informasi yang diperlukan akan berakibat fatal pada bisnis Anda.

3. Tingkat pengawasan rendah

Anda akan sulit mengawasi keuangan perusahaan jika menggunakan akuntansi tradisional. Data finansial atau pembukuan perusahaan hanya dipegang oleh 1 orang atau 1 departemen sehingga Anda akan kesulitan untuk mengendalikan keuangan perusahaan. Akibat paling fatal adalah munculnya pelaku kecurangan atau fraud dalam perusahaan tanpa Anda sadari. Kecurangan ini dapat berbentuk penyalahgunaan aset perusahaan, mengubah laporan keuangan demi keuntungan pribadi , atau korupsi. Tanpa Anda sadari, pegawai Anda sedang menggerogoti uang Anda.

4. Risiko Kehilangan Data

Saat menggunakan sistem akuntansi tradisional, Anda sedang mempertaruhkan data perusahaan Anda. Risiko kehilangan atau kerusakan data karena kecelakaan kecil akibat aktivitas sehari-hari lebih besar dibandingkan dengan perbuatan di sengaja seperti pencurian data. Minuman yang tumpah di atas laporan atau data penting yang tidak sengaja dibuang merupakan contoh aktivitas kecil tetapi berdampak besar pada perusahaan. Anda bisa kehilangan investor atau pelanggan karena kejadian tersebut.

Bagaimana pendapat Anda setelah mengetahui fakta di atas? Ternyata sulit untuk menjaga keamanan data Anda, bukan?

Cloud Accounting: Solusi praktis yang patut dicoba!

Sulit bukan berarti tidak dapat dilakukan. Saat ini telah muncul akuntansi berbasis internet yang dikenal dengan cloud accounting. Dengan akuntansi cloud, Anda dapat menyimpan data Anda secara online sehingga risiko kehilangan data sangat kecil. Data dapat diakses dengan mudah kapan pun Anda memerlukannya. Karena bersifat online, Anda dapat mengundang orang-orang kepercayaan Anda untuk mengoperasikannya. Dengan demikian, Anda dapat mengawasi pekerjaan mereka sekaligus kondisi finansial Anda.

Bagaimana dengan biaya? Pada dasarnya biaya operasional akuntansi cloud relatif lebih murah dibandingkan dengan sistem akuntansi tradisional. Cukup membayar biaya operasional per bulan dan Anda dapat membuat laporan keuangan secara instan. Anda tidak perlu lagi khawatir akan kerusakan sistem atau mengeluarkan biaya perbaikan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/4-alasan-akuntansi-tradisional-mulai-ditinggalkan/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/

3 Fungsi Utama Software Akuntansi yang Harus Dipahami Bagi Pengusaha Pemula

Tidak memiliki metode pencatatan dan pelaporan akuntansi yang baik bisa menjadi alasan utama kegagalan bisnis, khususnya bagi Anda yang baru terjun ke dunia bisnis. Tentunya Anda bisa memilih baik ingin menggunakan metode manual, secara elektronik melalui Spreadsheet atau Software Akuntansi. Memilih menggunakan software akuntansi adalah pilihan yang paling efisien karena dengan software akuntansi segalanya terkait pencatatan dan pelaporan keuangan akan diproses secara cepat dan realtime. Anda hanya perlu memilih software akuntansi yang tepat bagi bisnis Anda. Masalahnya adalah, apa yang bisnis Anda butuhkan dan apa yang dibutuhkan bisnis lain, yang mungkin lebih besar jelas berbeda.

Jika Anda adalah pemula dalam dunia bisnis mungkin pernah mencoba  membeli paket software akuntansi tanpa pertimbangan yang matang. Dan setelah mencoba paket tersebut, Anda merasa ada beberapa fitur yang memang tidak menjadi kebutuhan bisnis Anda. Anda sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli paket tersebut yang padahal mungkin bisa membeli paket yang lebih murah dan sangat cocok dengan kebutuhan bisnis Anda.

Tetapi jangan putus asa! Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda harus benar-benar memahami dan mempelajari berbagai fitur yang ada di setiap paket penawaran software akuntansi. Banyak paket software akuntansi yang lebih murah dan menawarkan fitur-fitur seperti integrasi dengan bank-bank ternama, perhitungan pajak, perhitungan gaji, pencatatan faktur, tersedia versi mobile, dan masih banyak lagi. Memang terdapat paket software akuntansi lain yang memberikan fitur-fitur seperti integrasi dengan berbagai add-on dan pengaturan homepage yang terkesan rumit dan biasanya fitur ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun jika Anda sebagai pemula dalam bisnis dan tidak membutuhkan fitur-fitur tersebut, mengapa harus dipaksakan? Sebagai pemula dalam dunia perbisnisan yang ingin menggunakan software akuntansi, setidaknya Anda harus memahami tiga fungsi utama software akuntansi berikut ini:

Mencatat Invoice Atau Faktur

Fitur pencatatan dan pengiriman invoice atau faktur mungkin akan menjadi fitur yang terpenting bagi semua jenis bisnis. Dengan sistem pencatatan faktur yang mumpuni dari software akuntansi, ini akan mempercepat proses pekerjaan akuntansi Anda. Bayangkan jika Anda masih membuat dan mencatat berbagai faktur dengan metode manual, dapat dipastikan pekerjaan Anda akan keteteran. Dengan software akuntansi, pengiriman faktur bisa dilakukan lewat surat elektronik daripada mengirim faktur melalui pos atau kurir, dan tentu itu juga akan mempermudah pekerjaan akuntansi Anda.

Pembayaran berbagai tagihan termasuk pelunasan utang juga bisa dilakukan oleh software akuntansi. Dengan pengaturan pembayaran yang sudah terintegrasi dengan bank yang Anda gunakan, pelunasan tagihan akan tercatat secara otomatis. Anda tentunya juga akan diberi notifikasi terkait jatuh tempo utang Anda, sehingga dengan dibantu laporan arus kas dari software akuntansi, Anda bisa menyiapkan kas Anda untuk membayar tagihan-tagihan dan utang bisnis tanpa perlu takut untuk ketidaktersediaan kas Anda.

Menjaga Pos Pengeluaran Bisnis

Seringkali pebisnis pemula mengalami ‘kecolongan’ dalam menjaga dan mengendalikan pengeluaran, seperti melakukan pembayaran demi pembayaran terus dilakukan tanpa melihat ketersediaan kas. Yang lebih parah, mereka bahkan tidak tahu penyebab ketika mereka mengetahui bahwa bisnisnya mengalami kerugian. Dengan software akuntansi, permasalahan tersebut tentunya bisa teratasi. Anda bisa dengan mudah meninjau setiap pengeluaran yang bisnis Anda lakukan. Pengeluaran-pengeluaran Anda tentunya akan terintegrasi dengan bukti-bukti pembayaran yang tersimpan dalam sistem. Sehingga sebagai pemula, setidaknya Anda bisa menjaga pos pengeluaran bisnis tetap aman dan terkendali.

Menjaga & Mengawasi Modal yang Anda Miliki

Hal ini juga tidak kalah penting. Anda harus mengetahui pengalokasian modal. Karena modal merupakan fundamental bagi operasional bisnis, Anda harus bisa selalu mengakses informasi terkait perubahan modal. Dan tentunya software akuntansi memiliki fitur untuk membantu Anda memantau modal yang Anda investasikan pada bisnis.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-fungsi-utama-software-akuntansi-yang-harus-dipahami-bagi-pengusaha-pemula/

Rupiah semakin melorot di awal perdagangan hari ini

Rupiah semakin melemah di awal perdagangan Jumat (2/8). Pukul 08.05 WIB rupiah ada di level Rp 14.179 per dolar Amerika Serikat (AS), melorot 0,44% dibanding sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.116 per dolar AS.

Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS dibanding mata uang negara-negara Asia lainnya.

Setelah rupiah, mata uang rupee India menduduki peringkat kedua mata uang terlemah terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,37%, sedangkan won Korea melemah 0,33%, dolar Taiwan melemah 0,31% dan yuan China melemah 0,25%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di level 98,30, naik tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,36.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-semakin-melorot-di-awal-perdagangan-hari-ini

Cara Memilih Aplikasi Akuntansi Android yang Tepat untuk Bisnis

Smartphone pada saat ini merupakan salah satu alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh setiap manusia. Bahkan tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi tetapi juga digunakan untuk melakukan segala hal, salah satunya melakukan proses akuntansi melalui aplikasi akuntansi android.

Aplikasi akuntansi android menjadi pilihan terbaik untuk bisnis kecil atau UKM. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi android, Anda dapat menghemat biaya, waktu, dan juga tenaga. Selain itu, kenyamanan dalam penggunaannya juga menjadi salah satu keuntungan dari aplikasi ini. Aplikasi android juga menyediakan sistem cloud di mana sistem tersebut membuat Anda dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja serta data yang sudah diinput akan disimpan secara otomatis. Sehingga dengan menggunakan aplikasi akuntansi pada smartphone, Anda sudah dapat melacak segala kegiatan mulai dari pembukuan hingga laporan keuangan.

Namun, tidak semua aplikasi akuntansi android itu sama. Karenanya, Anda harus mencari yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Lalu bagaimana mengetahui aplikasi akuntansi yang terbaik? Berikut tips yang dapat Anda pakai untuk memilih aplikasi akuntansi android.

Pilih Fitur yang Lengkap

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu fitur yang disediakan oleh aplikasi akuntansi tersebut. Pilihlah aplikasi akuntansi yang menyediakan fitur lengkap. Hal ini akan memudahkan Anda dalam penggunaannya nanti. Beberapa fitur penting yang harus ada dan dipertimbangkan saat memilih aplikasi sebagai berikut:

  1. Sistem otomatisasi / email tagihan, aplikasi akuntansi menyediakan sistem otomatisasi. Seperti melakukan penagihan, pengingat dan pembayaran secara berkala secara otomatis. Sehingga waktu Anda akan lebih efisien dan produktif.
  2. Manajemen kontak, fitur ini dapat mengatur kontak atau menghubungkan dengan aplikasi pengatur kontak Anda.
  3. Pajak & faktur pajak, fitur ini adalah bagian kecil dari perhitungan pajak otomatis, laporan pajak dan pengiriman pesan atau data yang relevan secara singkat.
  4. Dashboard overview, merupakan fitur yang dapat membantu Anda melihat rangkuman dari kegiatan bisnis Anda secara keseluruhan.
  5. Fitur-fitur kegiatan operasional, fitur-fitur yang disediakan aplikasi akuntansi untuk kegiatan operasional harus lengkap, misal fitur penjualan, pembelian, pembayaran, produk, invoice, neraca, dan sebagainya.
  6. Menyediakan template, aplikasi akuntansi online menyediakan template bawaan yang bisa Anda manfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan bisnis Anda.

Menyediakan Fitur Tambahan

Selain fitur-fitur yang harus disediakan di atas, Anda juga harus mempertimbangkan fitur tambahan yang disediakan aplikasi akuntansi tersebut. Fitur tambahan yang dimaksud seperti:

  1. Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga, aplikasi yang Anda pilih harus memiliki integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Sebagai contoh aplikasi akuntansi harus menyediakan integrasi dengan sistem POS, pajak (tax), Bank, pengelolaan SDM, aplikasi inventaris, dan lain-lain.
  2. Fungsionalitas ponsel, aplikasi sebaiknya dapat di-download dan dijalankan dalam ponsel atau smartphone Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mengerjakan tugas akuntansi Anda di mana pun dan kapan pun. Jadi Anda masih dapat bekerja meskipun sedang bepergian.
  3. Dukungan banyak pengguna, maksudnya pilihlah aplikasi yang menyediakan akses dengan mudah dan user friendly.

Pilih yang Terbaik untuk Bisnis

Setelah mempertimbangkan fitur-fitur yang disediakan, Anda dapat memilihnya. Namun, saat ini aplikasi akuntansi android sangat banyak sekali, untuk menentukan yang terbaik tentu saja menjadi sangat sulit. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda pakai untuk mempertimbangkan aplikasi yang tepat dan terbaik untuk bisnis.

  1. Apakah aplikasi menyediakan uji coba gratis?
  2. Apakah aplikasi memiliki sertifikat standarisasi keamanan?
  3. Apakah aplikasi bisa dengan mudah mengikuti ukuran dan perkembangan bisnis Anda?
  4. Apakah aplikasi tersebut sesuai dengan prinsip dasar akuntansi yang berlaku?

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cari-aplikasi-akuntansi-android-berikut-cara-memilihnya/

Bursa Efek Indonesia (BEI) siapkan tiga indeks baru di semester kedua ini

Pada paruh kedua tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan tiga indeks baru yaitu IDXvalue30, IDXgrowth30, dan Indeks Hijau (Green Index). Upaya ini dilakukan bursa untuk memberikan opsi kepada investor, penerbit reksadana, fund manager dalam berinvestasi. Indeks IDXvalue30 dan IDXgrowth30 akan dirilis pada 23 Agustus 2019 mendatang. Anggota dari indeks-indeks ini diambil dari IDX80 yang berisi saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang baik. Kelak, IDXvalue30 berisikan emiten yang punya price earning ratio (PER) rendah sehingga valuasinya murah. Kemudian, indeks IDXgrowth30 beranggotakan emiten dengan PER tinggi sehingga valuasinya mahal.

Sementara Green Index akan berisikan konstituen yang dipilih berdasarkan kriteria enviromental social governance (ESG). Kriteria ini mempertimbangkan bagaimana kinerja sebuah perusahaan dapat bersinergi dengan alam. Kepala riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menilai di antara tiga indeks tersebut yang paling menarik adalah indeks hijau. “Sebab kalau indeks value30 dan growth30 bisa saja dijadikan alternatif pedoman investasi tapi sampai saat ini kebanyakan fund manager masih pedomannya ke indeks LQ45,”.

Robertus menilai indeks hijau paling menarik. Sebab saat ini banyak investor lokal dan luar negeri yang selektif investasi hanya di saham-saham hijau atau yang memenuhi standar ESG. Ke depannya, bursa punya tanggung jawab untuk membuat indeks-indeks baru yang lebih ketat lagi dan menyaring emiten-emiten yang punya indikator pelestarian lingkungan. Robertus bilang, peluang indeks ini pertumbuhannya akan cepat karena peluangnya masih bagus.

Sebelumnya Direktur Pengembangan Hasan Fawzi menjelaskan IDXVALUE30 dan IDXGrowth30 dipilih berdasarkan anggota konstituen IDX80 sehingga salah satu pra-syarat masuk indeks ini karena kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditasnya yang sudah terpercaya.

“Selama ini kalau investor mau cari saham-saham murah, biasanya akan berujung pada saham second atau third liner yang murah tapi enggak likuid. Atas latar belakang ini bursa menyediakan indeks baru sebagai underlying investor dan fund manager,” jelasnya.

Hasan menegaskan terpilihnya saham-saham yang masuk dalam konstituen indeks value dan growth bukanlah yang termahal atau termurah di seluruh pasar, tapi khusus yang berada di IDX80.

Selain itu mengenai indeks hijau (green index) masih dalam tahap persiapan. Namun, Hasan menjelaskan ESG ini sudah memiliki scoring yang sudah diakui oleh investor potensial. Nantinya skema scoring ada beberapa opsi, bisa dengan mengambil 30 saham terbaik sehingga menjadi top30 ESG investment, atau bisa juga dari likuiditasnya.

Hasan menceritakan sedkit latar belakang dibuatnya green index karena saat ini indeks hijau baru Sri Kehati yang punya. Di samping itu, BEI juga mendapat banyak permintaan dari fund manager yang sudah selektif mulai berinvestasi di saham-saham hijau. Beberapa kunci penting emiten hijau ini adalah secara transparan punya scoring compliance yang sesuai dengan standard keberpihakan pada lingkungan. Jadi nanti saham emiten sektor tembakau atau batubara kemungkinan besar tidak bisa masuk dalam indeks ini.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/bursa-efek-indonesia-bei-siapkan-tiga-indeks-baru-di-semester-kedua-ini?page=2