7 Tips Keuangan Perusahaan yang Pengusaha Harus Ikuti

Pengelolaan keuangan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah usaha, baik itu usaha kecil, apalagi untuk perusahaan. Pengusaha perlu mengelola keuangan mereka untuk banyak tujuan, mulai dari persiapan untuk bertahan di masa-masa sulit hingga untuk mempersiapkan kesuksesan berikutnya. Pengelolaan keuangan yang baik dan efektif akan membuat perbedaan yakni dari yang awalnya jatuh sedikit demi sedikit tumbuh menjadi usaha yang terus menaiki tangga kesuksesan. Ada beberapa tips keuangan perusahaan yang harus diikuti oleh pengusaha agar terus tumbuh. Tips keuangan perusahaan ini tidak hanya membuka peluang bisnis Anda, tetapi juga membuka wawasan Anda untuk strategi selanjutnya. Berikut tips keuangan perusahaan yang harus diikuti perusahaan yang telah dirangkum oleh Jurnal.

Buat Anggaran

Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam perusahaan adalah membuat anggaran perusahaan. Anggaran yang disusun sejak awal akan membantu Anda mengelola keuangan secara efektif sepanjang tahun. Anggaran bertindak sebagai penuntun yang memungkinkan Anda membuat keputusan bisnis jauh. Bila dilihat dari jauh, pembuatan anggaran juga akan sangat membantu Anda lebih mudah mengatur rencana ekspansi. Anggaran awal yang Anda buat tidak harus selalu menggunakan yang tepat. Buatlah perkiraan-perkiraan dana yang mendekati. Seiring dengan berjalannya waktu, pembuatan anggaran ini akan mengasah proyeksi terhadap masa depan perusahaan.

Kelola Persediaan dengan Optimal

Tips keuangan perusahaan yang efektif berikutnya adalah mengontrol persediaan perusahaan anda dengan optimal. Dengan menjaga persediaan, Anda pun sekaligus menjaga arus kas berjalan dengan lancar dan meningkatkan keuntungan. Sebaiknya tidak menyimpan stok terlalu banyak karena akan menjadi aset yang tidak digunakan. Tentu saja ini akan menyia-nyiakan biaya yang dikeluarkan. Namun, jangan pula menyediakan stok terlalu sedikit. Kelola persediaan dengan baik, maka stok yang disediakan pasti akan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. Sebagai hasilnya, Anda dapat mencegah aset menjadi tidak digunakan dan memiliki cukup arus kas untuk biaya operasional lainnya.

Lakukan Pembukuan

Mencatat setiap transaksi dengan teratur merupakan tips pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien untuk setiap perusahaan. Anda akan lebih mudah untuk melacak keuangan apabila telah dikumpulkan dalam satu wadah. Sehingga ketika ada urusan yang membutuhkan catatan transaksi dengan cepat, Anda tidak perlu panik. pembukuan juga akan membantu mengidentifikasi kebiasaan pengeluaran berlebihan dan kemungkinan pendapatan yang dapat digunakan sebagai tabungan. Pembukuan juga akan membuat pelaporan pajak lebih mudah.

Hindari Melakukan Pinjaman Terlalu Banyak

Sebagian besar pengusaha perlu mengambil beberapa pinjaman untuk memulai dan menjalankan usaha. Namun, sangat penting untuk berhati-hati seberapa jumlah yang dipinjam dan ketentuan apa saja yang menyertainya. Mengambil hutang yang terlalu banyak serta berbunga tinggi dapat menjadi bumerang dan justru melumpuhkan perusahaan dengan mudah. Jangan mengambil hutang lebih dari yang diperlukan dan pastikan untuk sudah membuat rencana pembayarannya. Usahakan pula untuk mebayar hutang tersebut tepat waktu agar tidak semakin menumpuk hingga sulit untuk dilunasi. Pengelolaan hutang ini tidak hanya akan meringankan Anda sebagai pengusaha, tetapi juga akan menjaga hubungan baik dengan kreditur dan vendor.

Tingkatkan Investasi

Jangan mengandalkan pendapatan usaha Anda pada satu sumber saja. ada banyak cara untuk menambah pendapatan salah satunya adalah dengan berinvestasi. Carilah investor yang tepat dengan meneliti usaha yang mereka jalankan dan bagaimana keterlibatan mereka pada usaha-usaha sebelumnya. Investor yang tepat akan menjadi aset bagus karena dapat memberikan dana yang lebih banyak dibandingkan dengan melakukan pinjaman. Bekerja sama dengan investor akan meningkatkan skala usaha Anda. Berbeda dengan kreditur, investor akan membantu usaha Anda ketika masa-masa sulit.

Tingkatkan Tabungan

Tabungan adalah cadangan yang paling ampuh untuk membantu operasional usaha Anda bila terjadi penurunan. Tabungan akan benar-benar membantu Anda menghadapi masa-masa sulit dalam mempertahankan bisnis. Jangan habiskan seluruh keuntungan perusahaan untuk dibagi kepada para pemilik modal. Sisihkan beberapa persen untuk dialokasikan sebagai tabungan yang nantinya digunakan untuk mengembangkan dan membantu perusahaan.

Pilih Software Akuntansi yang Sesuai

Jika Anda belum memindahkan data dari komputer ke software akuntansi, maka lakukan sekarang juga. Software ini akan membantu Anda untuk menyimpan data dengan lebih aman. Apabila Perusahaan Anda menyimpan seluruh data keuangan di dalam komputer kantor secara offline, maka ketika terdapat masalah di dalamnya, Anda akan kehilangan data-data tersebut. Namun apabila Anda memindahan data tersebut ke software yang telah berbasis online, maka data Anda akan bertahan. dengan software akuntansis berbasis cloud semua pekerjaan akan disimpan dan diperbarui secara otomatis dan realtime serta dapat diakses melalui gadget atau smartphone, laptop, atau komputer hanya dengan syarat terhubung dengan internet. Anda tidak perlu lagi menyimpan data akuntansi secara manual di harddrive komputer.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/7-tips-keuangan-perusahaan-yang-pengusaha-harus-ikuti/

BPJS Kesehatan defisit, berikut faktor penyebabnya menurut Menkeu

Pemerintah terus mengidentifikasi penyebab defisit keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, salah satu penyebab utama defisit keuangan BPJS Kesehatan adalah ketidakmampuan BPJS Kesehatan untuk mengumpulkan penerimaan yang seharusnya.

“Terutama peserta bukan penerima upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja yang tidak membayar teratur, namun sebagian besar menikmati layanan sehingga BPJS Kesehatan mengalami situasi sekarang,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR Rabu (21/8).

Menurut Sri Mulyani, per 1 Agustus 2019, total peserta JKN mencapai 223,35 juta jiwa. Jumlah itu terdiri dari penerima bantuan iuran (PBI) yang ditanggung APBN sebanyak 96,59 juta jiwa dan PBI ditanggung APBD sebanyak 37,34 juta jiwa.

Selain itu, peserta dari pekerja penerima upah (PPU) pemerintah yang meliputi ASN, TNI dan Polri sebanyak 17,54 juta jiwa. PPU Badan Usaha yang meliputi BUMN dan badan swasta lainnya sebanyak 34,13 juta jiwa.

Sementara, peserta bukan penerima upah (PBPU) sebanyak 32,59 juta dan peserta bukan pekerja (pensiunan) sebanyak 5,16 juta.

Selama ini, pemerintah bertanggungjawab menanggung iuran untuk PBI dan PPU pemerintah. Alokasi bantuan iuran yang dianggarkan pun terus meningkat sejak 2014-2018.

Realisasi bantuan iuran untuk PBI naik dari 19,9 triliun di 2014, menjadi Rp 25,5 triliun seiring dengan kenaikan jumlah peserta menjadi 96,8 juta jiwa. Adapun, realisasi bantuan iuran PPU Pemerintah naik dari 4,5 triliun menjadi Rp 5,4 triliun di 2018.

“Seluruh kewajiban pemerintah untuk membayar, kami bayar tidak hanya tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu untuk membantu arus kas BPJS,” tutur Sri Mulyani.

Menurutnya, permasalahan ada pada tingkat kepesertaan aktif PBPU yang masih rendah, yaitu hanya 53,72%.  Selain itu, permasalahan juga bersumber dari kecurangan (fraud) yang dilakukan pihak rumah sakit pelaksana sistem JKN.

Sri Mulyani menjelaskan, hasil audit BPKP menemukan kasus adanya rumah sakit yang memanipulasi kategori kelasnya untuk mendapat dana lebih besar dari seharusnya.

Seperti yang diketahui, rumah sakit pelaksana JKN terbagi ke dalam kategori A, B, C, dan D dengan rumah sakit kategori A memiliki biaya paling besar dan kategori D dengan biaya paling kecil.

“Ini yang coba dirapikan oleh Kementerian Kesehatan sekarang dengan melakukan review penggolongan seluruh rumah sakit,” pungkasnya.

sumber:https://nasional.kontan.co.id/news/bpjs-kesehatan-defisit-berikut-faktor-penyebabnya-menurut-menkeu

Manfaat Pembukuan Bagi Perusahaan

Pembukuan dalam perusahaan adalah dasar dari sistem akuntansi yang dijalankan di dalamnya. Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut. Seperti poin yang dicatat, manfaat pembukuan bagi perusahaan juga cukup banyak. Manfaat pembukuan bagi perusahaan tersebut bukan hanya dirasakan untuk operasional saat ini, tetapi juga untuk pengembangan di masa depan. Ini karena pembukuan dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap bagaimana kelangsungan hidup perusahaan Anda. Tanpa adanya pembukuan yang benar, maka akan menyulitkan Anda mengambil keputusan agar dapat melakukan kinerja yang efisien dalam perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat pembukuan bagi perusahaan Anda.

Pemisah Aset Bisnis dan Aset Pribadi

Menjalankan sebuah bisnis berarti Anda berkomitmen untuk profesional dalam setiap lini termasuk dalam hal keuangan. Jangan sekali-kali Anda menerapkan manajemen rumah tangga dalam perusahaan. Manajemen seperti ini yakni pengelolaan aset bisnis dan aset pribadi menjadi satu. Pemilik bisnis jenis ini akan sulit untuk membedakan mana yang merupakan aset pribadi dan perusahaan. Anda bisa saja menggunakan keuangan pribadi untuk perusahaan dan begitupun sebaliknya. Jika hal ini diteruskan maka akan menjadi bom waktu dan merugikan diri Anda sendiri juga bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu Anda harus mengerti pentingnya pembukuan untuk perusahaan. Pembukuan yang dilakukan dengan teratur akan membantu Anda untuk lebih mudah memisahkan antara aset bisnis dan aset pribadi sehingga tidak bercampur. Dengan demikian, bisa diketahui hasil yang diperoleh dan mengalokasikannya untuk rencana usaha kedepannya.

Menunjukkan Jumlah Keuntungan yang Didapat

Mendirikan sebuah bisnis tidak terlepas dari permasalahan untung dan rugi. Ada fase dimana perusahaan yang Anda jalankan mendapatkan keuntungan dan ada kalanya harus mengalami kerugian. Dibutuhkan pembukuan untuk memantau kinerja perusahaan Anda. Buku besar memuat modal, beban pengeluaran serta pendapatan yang diterima dalam suatu periode akuntansi. Dari informasi inilah Anda dapat melihat dan menganalisa berapa jumlah keuntungan yang diperoleh.

Acuan dalam Pembuatan Keputusan

Analisis Laporan Keuangan & Jenis-Jenisnya yang Harus Diketahui

Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi alat analisis bagi kinerja bisnis. Hasil analisis ini nantinya digunakan sebagai acuan membuat keputusan dan mengembangkan strategi bisnis selanjutnya. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap. Dan proses pembukuan yang akan menyediakannya dan memberikan gambaran secara jelas.

Acuan dalam Perhitungan dan Pelaporan Pajak

Sebuah perusahaan tentunya memiliki tanggung jawab untuk melaporkan pajak. Untuk pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun terakhir. Ada banyak transaksi yang harus dimasukkan serta dihitung untuk mendapatkan jumlah pajak yang harus dilaporkan. Proses ini akan sangat merepotkan jika perusahaan Anda tidak mengumpulkannya sedikit demi sedikit setiap harinya. Dengan adanya pembukuan, Anda dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain sebagainya.

Laporan kepada Pihak Eksternal

Banyak pihak eksternal yang berhubungan dengan perusahaan Anda, baik itu investor, kreditur, perusahaan lain yang ingin bekerja sama serta masyarakat sebagai konsumen. Pihak-pihak ini pastinya tidak akan memberikan bantuan atau menjalin kerja sama dengan perusahaan yang tidak memiliki prospek. Mereka kerap kali meminta laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan. Pihak-pihak ini akan condong ke perusahaan Anda ketika Anda telah mengatur informasi keuangan secara teratur. Selain itu, semakin besar perusahaan Anda maka semakin besar pula kewajiban untuk mengunggah laporan keuangan sebagai transparansi kepada masyarakat yang mengonsumsi produk dan jasa Anda. Di sinilah pembukuan sangat diperlukan untuk memenuhi laporan-laporan kepada pihak eksternal ini.

Itu tadi beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika perusahaan Anda melakukan pembukuan secara teratur dan detail. Dengan banyaknya hal lain yang harus diperhatikan, pembukuan secara teratur akan membantu Anda terbebas dari kesulitan dalam melakukan pengaturan keuangan perusahaan.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/manfaat-pembukuan-bagi-perusahaan/

Bunga BRI tertinggi, ini update bunga deposito BCA, BNI, BRI dan Bank Mandiri

Simpanan deposito perbankan tetap pilihan favorit menyimpan kelebihan dana. Ingin menyimpan dana di deposito? Berikut update bunga deposito di empat bank terbesar yakni, Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BRI.

Merujuk data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) per 19 Agustus 2019, dari empat bank besar itu, Bank BRI memasang bunga paling tinggi untuk deposito tenor 1 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.

Untuk deposito tenor 1 bulan, BRI menawarkan bunga 6%. Di deposito tenor 1 bulan, penawaran bunga Bank Mandiri paling rendah yakni 4,26%.

Sementara deposito tenor 3 bulan, Bank Mandiri memberi penawaran bunga paling tinggi yakni 6,51%. Sedangkan paling rendah Bank BCA 5,5%.

Lalu deposito tenor 6 bulan, BRI paling tinggi bunganya sebesar 6,25%, terendah Bank Mandiri 5,88%.

Pun di deposito tenor 12 bulan, bunga dari BRI tertinggi yakni 6,25%. Sementara bunga terendah dipasang Bank Mandiri 5,5%.

Berikut penawaran bunga deposito empat bank besar yang datanya dihimpun PIPU per 19 Agustus 2019:

 

Bank 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan
Bank BCA 5,25 % 5,50 % 5,63 % 5,63 %
Bank Mandiri 4,26 % 6,51 % 5,88 % 5,50 %
Bank BNI 5,63 % 6,25 % 6,00 % 5,75 %
Bank BRI 6,00 % 6,25 % 6,25 % 6,25 %

sumber:https://keuangan.kontan.co.id/news/bunga-bri-tertinggi-ini-update-bunga-deposito-bca-bni-bri-dan-bank-mandiri-198

Waspadai ancaman resesi global, begini saran analis

Bayang-bayang kekhawatiran resesi ekonomi global kembali menghantui pasar modal. Indeks saham sejumlah negara, termasuk IHSG, merosot.

Kamis (15/8), Dow Jones Industrial Average (DJIA) bahkan sempat anjlok 800 poin. Per pukul 22.16 WIB, DJIA bertengger di 25.454,59, turun 0,10% dari posisi hari sebelumnya. Sebulan terakhir, DJIA telah mengakumulasi penurunan lebih dari 6%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat melemah 1% pada perdagangan kemarin. Indeks saham akhirnya ditutup turun 0,16% ke 6.275,59. Satu bulan terakhir, indeks turun 2,28%.

Kekhawatiran terjadinya resesi global menguat lantaran terjadi inversi pada yield obligasi Amerika Serikat (AS). Untuk pertama kali sejak 2017, yield obligasi AS tenor 2 tahun kini melebihi yield obligasi tenor 10 tahun.

Yield obligasi AS tenor 10 tahun Rabu lalu ada di level 1,562%. “Inversi yield memiliki track record yang kuat dalam memprediksi resesi di AS,” ujar analis Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya dalam risetnya, Kamis (15/8).

Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana membaca sinyal inversi kurva yield telah tampak sejak April 2019. Bahkan, inversi kurva yield bukan cuma terjadi di AS. “Di Jepang dan Jerman salah satunya sudah mencatatkan yield negatif,” kata Fikri, kemarin.

Karena itulah, muncul kekhawatiran resesi global. Fikri menuturkan, dalam 50 tahun terakhir, terjadi 7 kali resesi usai terjadi inversi kurva yield. Rata-rata inversi tampak 18 bulan sebelum resesi.

Perang dagang AS dan China juga masih panas. Belakangan, tensi agak turun setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor 10% atas produk asal China hingga 15 Desember mendatang.

Pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap risk aversion. Indeks Fear & Greed, kemarin, berada di level 20, menunjukkan investor berada di posisi extreme fear. “Itu mengapa investor asing saat ini beralih ke posisi risk-off,” tambah Hariyanto.

Tak heran, dana asing banyak keluar dari pasar saham, terutama di negara emerging market. Investor asing tampak keluar dari pasar saham di kuartal tiga ini.

Tapi, para pengamat meyakini sejatinya kondisi saat ini masih jauh dari resesi. “Resesi baru terjadi jika pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut, Indonesia masih tumbuh di atas 5%,” ujar Muhamad Alfatih, pengamat pasar modal Samuel Sekuritas.

Fikri menambahkan, data-data ekonomi AS juga masih cukup baik. Ia menilai, ketidakpastian global bisa berangsur hilang bila perang dagang selesai.

Meski begitu, investor perlu mewaspadai dampak ketidakpastian kondisi global. Alfatih mempertimbangkan merevisi target IHSG yang semula di 6.800. Ia masih menghitung target baru IHSG. Ia juga menyarankan investor masuk ke saham defensif.

“Investor juga dapat mengurangi instrumen yang berisiko tinggi ke risiko yang rendah serta memperbanyak porsi diBcash, agar dapat membeli saat harga nantinya cukup rendah,” Setali tiga uang, mengingat investor asing tengah dalam posisi risk-off, Hariyanto menyarankan investor untuk memilih saham defensif. “Alternatifnya, saham emiten emas,”

Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendryana memprediksi, tekanan terhadap indeks masih akan berlanjut, setidaknya selama bulan ini. Namun bulan depan, IHSG akan digerakkan oleh sentimen penurunan suku bunga. Dus, indeks saham akan cenderung bergerak positif pada bulan depan.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/waspadai-ancaman-resesi-global-begini-saran-analis

IHSG Merah, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir, berikut daftar 10 saham LQ45 dengan price earning ratio (PER) terendah dan tertinggi, setelah penutupan perdagangan 15 Agustus 2019.

Meski IHSG merah, selalu ada peluang di bursa saham. Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil PER saham, semakin murah saham itu dibanding saham-saham dalam sektor sejenis. Sebaliknya, semakin tinggi PER suatu saham, secara relatif semakin mahal pula saham tersebut dibanding saham lain dalam sektor yang sama.

Namun, tentu saja, masih banyak faktor lain yang patut diperhitungkan selain PER sebelum seorang investor mengambil keputusan investasi.

10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
Kode Harga (14/8) Harga (15/8) PBV PER
SRIL 340 340 0,85 3,91
LPPF 3.250 3.270 5,38 3,94
ADRO 1.050 1.025 0,52 4,83
PTBA 2.430 2.380 1,56 6,03
UNTR 21.575 20.750 1,33 6,94
ITMG 13.975 13.400 1,21 7,56
MNCN 1.300 1.315 1,65 8,12
BBTN 2.290 2.270 0,97 9,19
BBNI 8.100 8.025 1,28 9,8
BSDE 1.370 1.345 0,83 10,51
10 Saham LQ45 dengan PER Tertinggi
Kode Harga (14/8) Harga (15/8) PBV PER
BRPT 740 730 1,67 182,5
TPIA 7.475 7.600 5,32 138,18
SMGR 12.850 12.950 2,41 79,45
INTP 21.850 21.875 3,69 62,86
EXCL 3.360 3.320 1,9 62,64
UNVR 44.900 44.700 67,22 46,13
ANTM 1.110 1.120 1,35 38,62
CTRA 1.210 1.200 1,33 37,5
ERAA 2.160 2.130 1,42 31,32
BBCA 30.050 30.000 4,63 28,76

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-merah-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terendah-tertinggi-158

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Laporan Arus Kas Metode langsung adalah metode pembuatan Laporan Arus Kas di mana informasi arus kas aktual (basis kas) – alih-alih informasi akrual– dari komponen Arus Kas dari Aktivitas Operasional perusahaan digunakan.

Laporan Arus Kas yang disajikan dengan menggunakan Metode Langsung mudah dibaca karena laporannya mencantumkan semua penerimaan dan pembayaran kas kepada objek tertentu selama periode berjalan. Dengan kata lain, Laporan Arus Kas Metode Langsung mencantumkan dari dan kepada siapa Arus Kas masuk dan keluar berasal.

Setelah semua sumber Arus Kas tercatat, total pembayaran kemudian dikurangkan dari penerimaan kas untuk menghitung Arus Kas bersih dari Aktivitas Operasi. Kemudian total nilai bersih Arus Kas dari Kegiatan Investasi dan Pendanaan juga ditambahkan untuk mendapatkan nilai kenaikan atau penurunan Kas Bersih.

Perbedaan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung


Sedangkan untuk metode langsung, satu-satunya bagian dari Laporan Arus Kas yang terlihat berbeda dalam penyajiannya adalah pada bagian Arus Kas dari Aktivitas Operasional. Metode Langsung hanya mencantumkan total penerimaan kas dan pembayaran yang dilakukan selama periode operasional berjalan. 
Unsur Umum dalam Komponen Laporan Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungBerikut daftar jenis penerimaan kas dan pembayaran yang paling umum digunakan dalam format Metode Langsung:

  • Penerimaan Kas dari Pelanggan
  • Pembayaran/Pembelian kepada Pemasok
  • Pembayaran kepada Karyawan (Gaji Karyawan)
  • Pembayaran bunga dan pajak
  • Pembayarn Kas dari Pembelian Aset Tetap
  • Penerimaan Kas dari Penerbitan Saham
  • Dan lainnya

Seperti yang Anda lihat, daftar pembayaran dan penerimaan tersebut memberi pengguna Laporan Keuangan cukup informasi mengenai dari mana saja sumber penerimaan dan kepada siapa pembayaran dilakukan. Ini adalah salah satu keunggulan utama dari Metode Langsung dibandingkan dengan metode Tidak Langsung. Investor, kreditor, dan manajemen dapat benar-benar melihat dari mana perusahaan mengumpulkan dana dan kepada siapa perusahaan itu membayar dana. Sayangnya, metode tidak langsung tidak mencantumkan detail informasi tersebut.

Kekurangan dari Penggunaan Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungMasalah dari penggunaan Metode Langsung adalah pembuatannya yang sulit dan cukup memakan waktu. Tidak semua perusahaan ataupun bisnis mencatat dan menyimpan setiap informasi transaksi dari pelanggan dan kepada pemasok secara mendetail. Peristiwa bisnis biasa dicatat di laporan laba rugi dan Neraca seperti jumlah Penjualan, Persediaan, Aset, dan Inventaris lainnya. Sangat melelahkan bagi sebagian besar perusahaan untuk mengumpulkan dan mengompilasi detail informasi tersebut dengan metode ini.

Tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk mencatat semua jenis pengeluaran dan penerimaan kas menjadikan Metode Tidak Langsung sebagai metode yang lebih disukai dan lebih umum digunakan. Karena sekarang ini banyak perusahaan menggunakan metode akuntansi akrual untuk menyiapkan Laporan Keuangannya. Perusahaan yang mempraktikkan akuntansi akrual biasanya tidak mengumpulkan dan menyimpan informasi transaksi tiap pelanggan atau pemasok.

Komponen Pada Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungKomponen Laporan Arus Kas dibagi menjadi tiga bagian utama dan digunakan baik di Metode Langsung maupun Tidak Langsung. Tiga bagian tersebut adalah: Arus Kas dari Aktivitas Operasional, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional

Komponen ini meliputi transaksi dari seluruh aktivitas operasional bisnis. Dengan kata lain, bagian aktivitas operasional mewakili uang kas yang dikumpulkan dari kegiatan yang menghasilkan pendapatan utama dari bisnis – seperti penjualan produk dan pendapatan jasa. Arus Kas dari Kegiatan Operasional bersifat jangka pendek dan hanya memengaruhi pada periode berjalan. Misalnya, pembayaran/pembelian persediaan termasuk kegiatan operasional karena berkaitan dengan aktivitas operasional utama perusahaan dan berlaku pada periode berjalan. Sederhananya, Arus Kas dari Aktivitas Operasional dihitung dengan menyesuaikan nilai Laba Bersih dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun Aset dan Liabilitas Lancar.

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Komponen in terdiri dari Arus Kas Masuk dan Keluar yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian Aset jangka panjang. Dengan kata lain, bagian investasi dari komponen ini merepresentasikan uang kas yang dikumpulkan oleh perusahaan dari penjualan Aset jangka panjang atau jumlah uang yang dihabiskan untuk membeli Aset jangka panjang baru. Unsur yang terdapat dalam komponen ini hanyalah bentuk Investasi yang bersifat jangka panjang dan diperkirakan akan digunakan lebih dari satu periode akuntansi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi dihitung dengan menjumlahkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam akun Aset Tetap.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Komponen ini terdiri dari transaksi tunai yang mempengaruhi akun Liabilitas Jangka Panjang dan ekuitas. Dengan kata lain, komponen pembiayaan pada Laporan Arus Kas mewakili jumlah uang tunai yang dikumpulkan dari menerbitkan saham atau mengambil pinjaman dan jumlah uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen dan utang jangka panjang. Anda dapat menganggap kegiatan pendanaan sebagai cara perusahaan mendanai operasinya baik melalui utang jangka panjang atau pembiayaan ekuitas. Arus kas pembiayaan dihitung dengan menambah atau mengurangi terkait perubahan-perubahan yang terjadi di dalam semua akun Liabilitas dan Ekuitas jangka panjang.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Berikut adalah contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung yang bisa Anda dapatkan dari software akuntansi Jurnal.

laporan arus kas metode langsung

Baik Metode Langung maupun Tidak Langsung memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/overview-dan-contoh-laporan-arus-kas-metode-langsung/

5 Tahap Sederhana Prosedur Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Dan setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Dan proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:

  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.

 

Prosedur Rekonsiliasi Bank

rekonsiliasi bank

1. Melakukan Perbandingan Antara Saldo Kas di Buku Besar Perusahaan dan Rekening Koran dari Bank

Perusahaan yang mendaftarkan rekening giro di bank, pada setiap akhir bulan tentunya mendapatkan laporan berupa rekening koran dari bank yang bersangkutan. Rekening tersebut berisi berbagai transaksi perusahaan seperti cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya, serta saldo kas perusahaan yang tersimpan di bank. Rekening koran ini dapat digunakan untuk membandingkan catatan yang ada di dalamnya dengan catatan yang dibuat di buku besar oleh perusahaan. Dalam proses perbandingan ini, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan. Pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat.

2. Catat Transaksi yang Dilakukan oleh Bank

Transaksi tercantum yang dilakukan oleh bank adalah transaksi yang bersifat otomatis dan mudah dilacak dengan berpatokan pada rekening koran tersebut. Transaksi ini biasanya berupa biaya layanan bank dan pendapatan bunga dari rekening di bank. Catat transaksi-transaksi tersebut terlebih dahulu ke dalam buku besar perusahaan, baru kemudian diteruskan ke langkah selanjutnya.

3. Lakukan Penelusuran terhadap Transaksi yang Masih dalam Proses

Seperti yang telah dijelaskan pada prosedur pertama, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank berada pada nominal yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan baik dari perusahaan maupun bank. Bisa dalam bentuk deposit in transit atau outstanding check. Deposit in transit atau setoran dalam proses adalah uang tunai dan / atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Penyebab lainnya yaitu jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali. Sementara outstanding check atau cek beredar adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Dua komponen ini merupakan komponen yang menyebabkan selisih paling besar pada nominal saldo kas. Oleh karenanya perlu dilakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan transasksi tersebut.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank dan Hitung Selisihnya

Tahap selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi bank. Di dalam lembar kerja inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai wadah untuk menghitung keseluruhan transaksi yang telah tercatat. Setelah perhitungan tersebut akan ditemukan selisih sebenarnya antara saldo yang ada di rekening bank dengan saldo yang tercatat di buku besar perusahaan. Jika tidak terdapat selisih nominal saldo, maka proses rekonsiliasi bank telah tuntas. Namun jika masih ada selisih diantara keduanya maka perlu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penelusuran dan Pengecekan Ulang

Tahap ini dilakukan apabila terdapat selisih nominal antara saldo di buku besar perusahaan dan rekening bank. Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan pengecekan ulang terhadap penyebab masalahnya. Jika nominal selisihnya kurang dari satu juta, kemungkinan kesalahan terjadi ketika memasukan angka dalam pencatatan yang dilakukan oleh akuntan. Namun, jika nilai selisihnya lebih dari satu juta, kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Dalam melaksanakan prosedur rekonsiliasi bank ini, diperlukan kesabaran, ketelitian dan kecermatan. Untuk perusahaan besar tentunya akan banyak sekali transaksi yang harus diperiksa dan tidak boleh tertinggal satupun.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/5-tahap-sederhana-prosedur-pelaksanaan-rekonsiliasi-bank/

OCBC dikabarkan berminat jadi pengendali Bank Permata

Jumlah investor yang melirik saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) semakin bertambah. Pamornya ternyata tak redup pasca PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) gagal masuk. Saat ini ada tiga investor yang tertarik mencaplok bank tersebut.  Setelah sebelumnya dua lembaga keuangan Jepang yakni Mizuho Financial Group dan Sumitomo Mitsui Finansial Group dikabarkan mengincar Bank Permata, Overseas Chinese Banking Corp (OCBC) juga disebut tengah mempertimbangkan menjadi pengendali saham bank tersebut.

Sumber Bloomberg menyebutkan, OCBC sedang mempertimbangkan menawar sekitar 90% saham BNLI dari sekitar US$ 1,9 miliar. Bank terbesar kedua di Singapura itu, akan membeli saham milik PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered yang saat ini masing-masing memiliki porsi 44,56%.

Pertimbangan OCBC itu disebut masih dalam tahap awal dan mungkin tidak menghasilkan kesepakatan. Saat ini, OCBC sudah hadir di Indonesia lewat kepemilikan 85% saham di PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC tidak mau mengomentari isu yang ada di pasar terkait induknya. “OCBC NISP hanya fokus untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,”.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak menanggapi pertanyaan mengenai update akuisisi Bank Permata tersebut. Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti seperti biasanya enggan menanggapi kabar yang berkembang di pasar.

Sumber Kontan.co.id sebelumnya menyebutkan otoritas di dalam negeri lebih menyukai investor asal Jepang. Pertumbuhan sektor kredit melambat dan inflasi rendah mendorong Bank asal Jepang berekspansi ke negara lain dan Indonesia menjadi salah satu tujuan.

Sumitomo disebut ingin membidik seluruh kepemilikan Astra dan Standard Chartered Bank. Sedangkan Mizuho cuma akan mengambil saham dari Standard Chartered karena perusahaan ini ingin Grup Astra tetap memiliki bisnis di sektor perbankan. Apalagi kabarnya Bank Permata juga telah menjadi bank pengelola gaji karyawan (payroll) Mizuho. Pun Mizuho dikabarkan akan segera berkantor di Gedung Astra, Sudirman, Jakarta Pusat.

Mencuatnya kabar minat OCBC tersebut bikin saham Bank Permata langsung melambung. Pada perdagangan Rabu (14/8), saham BNLI naik 8,43% ke level Rp 965.

sumber: https://keuangan.kontan.co.id/news/rumor-hangat-ocbc-dikabarkan-berminat-jadi-pengendali-bank-permata

Bank-bank mulai menggunting bunga KPR

Pernurunan bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin (bps) pada awal Juli 2019 lalu mulai direspons bank. Sejumlah bank mulai menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya telah menurunkan bunga KPR sebesar 50 bps sejak awal Agustus lalu. “Mulai 1 Agustus 2019, suku bunga KPR BCA sudah disesuaikan untuk yang fix 3 tahun dan 5 tahun dari 8,5% menjadi 8%. Lebih rendah 0,5% dari sebelumnya. Sedangkan suku bunga floating rate saat ini di kisaran 11,5%,” kata Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra.

Hal serupa juga telah dilakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan pihaknya sudah memangkas bunga KPR pascapenurunan bunga acuan bank sentral.

Lani bilang, saat ini suku bunga fix KPR hingga 5 tahun yang disediakan berada di kisaran 8%-8,50%. “Sedangkan floating rate-nya juga sudah turun menjadi 11,2% sejak penurunan bunga acuan Bank Indonesia,” kata Lani.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menurunkan bunga kredit konsumer, mikro, dan ritel sebesar 50 bps sejak awal Agustus lalu. Meski demikian, bunga KPR BRI masih stagnan.

“Untuk bunga promo BRI masih berkisar di antara 7,15% hingga 8,75%. Sementara floating rate kami sebesar 13%,” kata DIrektur Konsumer BRI Handayani kepada Kontan.co.id.

Sedangkan Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Budi Satria mengatakan, BTN akan meninjau ulang bunga KPR. Sebelumnya. ia pernah menyatakan bahwa sepanjang 2019 BTN telah menaikan bunga KPR sebesar 25 basis poin.

“Kami baru akan meninjau suku bunga pascapenurunan suku bunga dari BI. Saat ini floating rate KPR kami berada di kisaran 10%,” katanya kepada Kontan.co.id.

Sementara Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot menyatakan bahwa sejatinya sepanjang 2019 bunga KPR bank trennya menurun.

Catatan OJK, sejak Januari hingga Mei 2019 rata-rata bunga KPR memang melandai. Di bulan Januari 2019 tercatat 9,14%, Februari 9,04%, Maret 9,03%, April 9,03%, dan Mei 8,98%.

sumber:https://keuangan.kontan.co.id/news/bank-bank-mulai-menggunting-bunga-kpr