3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/

3 Fungsi Utama Software Akuntansi yang Harus Dipahami Bagi Pengusaha Pemula

Tidak memiliki metode pencatatan dan pelaporan akuntansi yang baik bisa menjadi alasan utama kegagalan bisnis, khususnya bagi Anda yang baru terjun ke dunia bisnis. Tentunya Anda bisa memilih baik ingin menggunakan metode manual, secara elektronik melalui Spreadsheet atau Software Akuntansi. Memilih menggunakan software akuntansi adalah pilihan yang paling efisien karena dengan software akuntansi segalanya terkait pencatatan dan pelaporan keuangan akan diproses secara cepat dan realtime. Anda hanya perlu memilih software akuntansi yang tepat bagi bisnis Anda. Masalahnya adalah, apa yang bisnis Anda butuhkan dan apa yang dibutuhkan bisnis lain, yang mungkin lebih besar jelas berbeda.

Jika Anda adalah pemula dalam dunia bisnis mungkin pernah mencoba  membeli paket software akuntansi tanpa pertimbangan yang matang. Dan setelah mencoba paket tersebut, Anda merasa ada beberapa fitur yang memang tidak menjadi kebutuhan bisnis Anda. Anda sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli paket tersebut yang padahal mungkin bisa membeli paket yang lebih murah dan sangat cocok dengan kebutuhan bisnis Anda.

Tetapi jangan putus asa! Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda harus benar-benar memahami dan mempelajari berbagai fitur yang ada di setiap paket penawaran software akuntansi. Banyak paket software akuntansi yang lebih murah dan menawarkan fitur-fitur seperti integrasi dengan bank-bank ternama, perhitungan pajak, perhitungan gaji, pencatatan faktur, tersedia versi mobile, dan masih banyak lagi. Memang terdapat paket software akuntansi lain yang memberikan fitur-fitur seperti integrasi dengan berbagai add-on dan pengaturan homepage yang terkesan rumit dan biasanya fitur ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun jika Anda sebagai pemula dalam bisnis dan tidak membutuhkan fitur-fitur tersebut, mengapa harus dipaksakan? Sebagai pemula dalam dunia perbisnisan yang ingin menggunakan software akuntansi, setidaknya Anda harus memahami tiga fungsi utama software akuntansi berikut ini:

Mencatat Invoice Atau Faktur

Fitur pencatatan dan pengiriman invoice atau faktur mungkin akan menjadi fitur yang terpenting bagi semua jenis bisnis. Dengan sistem pencatatan faktur yang mumpuni dari software akuntansi, ini akan mempercepat proses pekerjaan akuntansi Anda. Bayangkan jika Anda masih membuat dan mencatat berbagai faktur dengan metode manual, dapat dipastikan pekerjaan Anda akan keteteran. Dengan software akuntansi, pengiriman faktur bisa dilakukan lewat surat elektronik daripada mengirim faktur melalui pos atau kurir, dan tentu itu juga akan mempermudah pekerjaan akuntansi Anda.

Pembayaran berbagai tagihan termasuk pelunasan utang juga bisa dilakukan oleh software akuntansi. Dengan pengaturan pembayaran yang sudah terintegrasi dengan bank yang Anda gunakan, pelunasan tagihan akan tercatat secara otomatis. Anda tentunya juga akan diberi notifikasi terkait jatuh tempo utang Anda, sehingga dengan dibantu laporan arus kas dari software akuntansi, Anda bisa menyiapkan kas Anda untuk membayar tagihan-tagihan dan utang bisnis tanpa perlu takut untuk ketidaktersediaan kas Anda.

Menjaga Pos Pengeluaran Bisnis

Seringkali pebisnis pemula mengalami ‘kecolongan’ dalam menjaga dan mengendalikan pengeluaran, seperti melakukan pembayaran demi pembayaran terus dilakukan tanpa melihat ketersediaan kas. Yang lebih parah, mereka bahkan tidak tahu penyebab ketika mereka mengetahui bahwa bisnisnya mengalami kerugian. Dengan software akuntansi, permasalahan tersebut tentunya bisa teratasi. Anda bisa dengan mudah meninjau setiap pengeluaran yang bisnis Anda lakukan. Pengeluaran-pengeluaran Anda tentunya akan terintegrasi dengan bukti-bukti pembayaran yang tersimpan dalam sistem. Sehingga sebagai pemula, setidaknya Anda bisa menjaga pos pengeluaran bisnis tetap aman dan terkendali.

Menjaga & Mengawasi Modal yang Anda Miliki

Hal ini juga tidak kalah penting. Anda harus mengetahui pengalokasian modal. Karena modal merupakan fundamental bagi operasional bisnis, Anda harus bisa selalu mengakses informasi terkait perubahan modal. Dan tentunya software akuntansi memiliki fitur untuk membantu Anda memantau modal yang Anda investasikan pada bisnis.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-fungsi-utama-software-akuntansi-yang-harus-dipahami-bagi-pengusaha-pemula/

Cara Memilih Aplikasi Akuntansi Android yang Tepat untuk Bisnis

Smartphone pada saat ini merupakan salah satu alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh setiap manusia. Bahkan tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi tetapi juga digunakan untuk melakukan segala hal, salah satunya melakukan proses akuntansi melalui aplikasi akuntansi android.

Aplikasi akuntansi android menjadi pilihan terbaik untuk bisnis kecil atau UKM. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi android, Anda dapat menghemat biaya, waktu, dan juga tenaga. Selain itu, kenyamanan dalam penggunaannya juga menjadi salah satu keuntungan dari aplikasi ini. Aplikasi android juga menyediakan sistem cloud di mana sistem tersebut membuat Anda dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja serta data yang sudah diinput akan disimpan secara otomatis. Sehingga dengan menggunakan aplikasi akuntansi pada smartphone, Anda sudah dapat melacak segala kegiatan mulai dari pembukuan hingga laporan keuangan.

Namun, tidak semua aplikasi akuntansi android itu sama. Karenanya, Anda harus mencari yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Lalu bagaimana mengetahui aplikasi akuntansi yang terbaik? Berikut tips yang dapat Anda pakai untuk memilih aplikasi akuntansi android.

Pilih Fitur yang Lengkap

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu fitur yang disediakan oleh aplikasi akuntansi tersebut. Pilihlah aplikasi akuntansi yang menyediakan fitur lengkap. Hal ini akan memudahkan Anda dalam penggunaannya nanti. Beberapa fitur penting yang harus ada dan dipertimbangkan saat memilih aplikasi sebagai berikut:

  1. Sistem otomatisasi / email tagihan, aplikasi akuntansi menyediakan sistem otomatisasi. Seperti melakukan penagihan, pengingat dan pembayaran secara berkala secara otomatis. Sehingga waktu Anda akan lebih efisien dan produktif.
  2. Manajemen kontak, fitur ini dapat mengatur kontak atau menghubungkan dengan aplikasi pengatur kontak Anda.
  3. Pajak & faktur pajak, fitur ini adalah bagian kecil dari perhitungan pajak otomatis, laporan pajak dan pengiriman pesan atau data yang relevan secara singkat.
  4. Dashboard overview, merupakan fitur yang dapat membantu Anda melihat rangkuman dari kegiatan bisnis Anda secara keseluruhan.
  5. Fitur-fitur kegiatan operasional, fitur-fitur yang disediakan aplikasi akuntansi untuk kegiatan operasional harus lengkap, misal fitur penjualan, pembelian, pembayaran, produk, invoice, neraca, dan sebagainya.
  6. Menyediakan template, aplikasi akuntansi online menyediakan template bawaan yang bisa Anda manfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan bisnis Anda.

Menyediakan Fitur Tambahan

Selain fitur-fitur yang harus disediakan di atas, Anda juga harus mempertimbangkan fitur tambahan yang disediakan aplikasi akuntansi tersebut. Fitur tambahan yang dimaksud seperti:

  1. Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga, aplikasi yang Anda pilih harus memiliki integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Sebagai contoh aplikasi akuntansi harus menyediakan integrasi dengan sistem POS, pajak (tax), Bank, pengelolaan SDM, aplikasi inventaris, dan lain-lain.
  2. Fungsionalitas ponsel, aplikasi sebaiknya dapat di-download dan dijalankan dalam ponsel atau smartphone Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mengerjakan tugas akuntansi Anda di mana pun dan kapan pun. Jadi Anda masih dapat bekerja meskipun sedang bepergian.
  3. Dukungan banyak pengguna, maksudnya pilihlah aplikasi yang menyediakan akses dengan mudah dan user friendly.

Pilih yang Terbaik untuk Bisnis

Setelah mempertimbangkan fitur-fitur yang disediakan, Anda dapat memilihnya. Namun, saat ini aplikasi akuntansi android sangat banyak sekali, untuk menentukan yang terbaik tentu saja menjadi sangat sulit. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda pakai untuk mempertimbangkan aplikasi yang tepat dan terbaik untuk bisnis.

  1. Apakah aplikasi menyediakan uji coba gratis?
  2. Apakah aplikasi memiliki sertifikat standarisasi keamanan?
  3. Apakah aplikasi bisa dengan mudah mengikuti ukuran dan perkembangan bisnis Anda?
  4. Apakah aplikasi tersebut sesuai dengan prinsip dasar akuntansi yang berlaku?

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cari-aplikasi-akuntansi-android-berikut-cara-memilihnya/

Mengetahui Aktivitas Investasi & Pendanaan Pada Arus Kas

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas (raja Adri, 2016). Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.

Bila perusahaan memiliki kelebihan kas, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk memanfaatkan kelebihan ini. Yang paling mudah adalah membiarkan kas tersebut tetap menganggur, tidak digunakan untuk apapun. Namun adalah lebih baik menginvestasikan kelebihan kas dalam saham atau obligasi perusahaan lain. Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh tambahan pendapatan berupa dividen atau bunga.

Bila perusahaan menginvestasikan kelebihan kas ini dengan tepat, nilai jual atau nilai pasar investasi akan naik, sehingga akan semakin menguntungkan perusahaan pada saat saham atau obligasi tersebut dijual kembali.

Contoh Arus Kas yang Berasal Dari Aktivitas Investasi

Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset tidak lancar lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri.

  1. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan, serta aset tidak berwujud dan aset tidak lancar lain.
  2. Pembayaran kas untuk membeli instrumen utang atau instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan).
  3. Kas yang diterima dari penjualan instrumen utang dan instrumen ekuitas lain dan kepemilikan ventura bersama (selain penerimaan kas dari instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan.
  4. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
  5. Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
  6. Pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts, kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
  7. Pembayaran kas dari futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Jika suatu kontrak dimaksudkan untuk lindung nilai (hedge) suatu posisi yang dapat diidentifikasi maka arus kas dari kontrak tersebut diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti arus kas dari posisi yang dilindung nilainya.

Aktivitas Pendanaan

Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.
  2. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
  3. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman lainnya.
  4. Pelunasan pinjaman.
  5. Pembayaran kas oleh penyewa (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan (finance lease).

Cara Menentukan Aktivitas Investasi & Pendanaan

Seperti yang kita ketahui dari artikel di atas, bahwasannya untuk menentukan besaran aktivitas investasi dan pendanaan, hal yang pertama harus kita ketahui adalah kelebihan kas dan kelancaran arusnya.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengetahui-aktivitas-investasi-dan-pendanaan-pada-arus-kas/

Cara Pembukuan dan Akuntansi Simpel Untuk Bisnis Online Anda

Perkembangan bisnis online sangat menunjukkan peningkatan secara kasat mata, besarnya keuntungan yang diterima para pelaku bisnis menjadi salah satu bukti bahwa bisnis online berpotensi untuk bisa dikembangkan. Banyak orang memiliki ide-ide tentang apa yang bisa mereka kerjakan sebagai sebuah bisnis baru. Salah satu kendala terbesar untuk memulai bisnis sendiri adalah pengelolaan keuangan yang tepat dalam bisnis. Hal ini tampak seperti sebuah gunung yang tidak mungkin untuk didaki, tetapi Anda harus melakukannya.

Hal dibawah ini mungkin menjadi pertimbangan betapa pentingnya manjemen keuangan untuk bisnis online, yaitu:

  1. Alat ukur dalam pembuatan anggaran. Terbilang penting bagi Anda untuk memperkirakan besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis online. Hal ini meliputi biaya, profit, hingga strategi promosi serta penjualan yang dijalankan untuk aktivitas bisnis. Dengan demikian, pebisnis online mampu memperkirakan kebutuhan dana untuk menjalankan bisnis online Anda.
  2. Pengontrol arus kas bisnis. Peran penting manajemen keuangan yang dirasa penting adalah mengetahui arus keuangan usaha dan transaksi yang terjadi dalam bisnis online. Umumnya, transaksi pembelian dalam bisnis online dilakukan secara tidak langsung (pedagang tidak bertatap muka dengan calon pembelinya), maka penting bagi pebisins online untuk mengendalikan arus dana yang masuk dan keluar dari rekening mereka.
  3. Acuan dalam pengambilan keputusan bisnis. Pebisnis online sering dihadapkan dengan keputusan yang tak terhitung jumlahnya disetiap saat. Informasi keuangan mampu memberikan masukan seperti data untuk keputusan ini, yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan dalam jangka panjang.

Memulai Bisnis Dengan Keuangan Terbatas

Ini bukanlah hal biasa untuk mencoba dan memulai bisnis dengan jumlah uang yang sedikit. Ada beberapa cara untuk membatasi jumlah uang yang Anda habiskan dan tetap sesuai dengan anggaran:

  • Gunakan sumber daya yang gratis atau lebih murah. Jika Anda dapat bekerja dari rumah, atau di sebuah kedai kopi pinggir jalan atau perpustakaan, Anda dapat menghindari investasi di tempat usaha yang lebih mahal.
  • Dibayar dimuka. Artinya membuat pelanggan Anda untuk membayar dimuka dapat membantu secara signifikan dalam peningkatan arus kas bisnis Anda. Setidaknya, itu adalah ide yang baik untuk meminta deposit yang sesuai untuk layanan Anda.
  • Manfaatkan saran untuk bisnis yang bersifat gratis. Anda akan kagum pada betapa banyaknya nasihat bisnis yang bersifat gratis di luar sana (dari teman, internet, seminar, atau sumber lain).

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-pembukuan-akuntansi-simple-bisnis-online/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/

Mengenal Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Kebutuhan Bisnis Anda

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berfungsi mengumpulkan dan memproses data transaksi, serta mengomunikasikan informasi-informasi keuangan yang sudah terproses kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sederhananya, input dari SIA adalah bukti-bukti transaksi. Lalu diproses sesuai siklus akuntansi dan output-nya berupa laporan keuangan komprehensif yang nantinya dipakai oleh pihak yang memerlukan seperti dewan direksi atau dewan komisaris. Jenis dari SIA sangat beraneka ragam. Tergantung dari tipe bisnis, ukuran bisnis, jumlah data, data manajemen yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan faktor lainnya.

EDP dan SIA

Sebagian besar jenis bisnis menggunakan sistem yang terkomputerisasi atau biasa disebut dengan istilah sistem Electronic Data Processing (EDP). Hubungan EDP dengan SIA adalah Sistem EDP mengatur setiap langkah dalam siklus akuntansi dari pencatatan transaksi keuangan sampai dengan menyiapkan laporan keuangan. Umumnya, setiap perusahaan atau jenis usaha lainnya secara konstan selalu meng-upgrade sistem EDP mereka agar selalu bisa berkompetisi dan berintegrasi dengan jenis bisnis lainnya.

Dasar Proses dan Transaksi Bisnis dalam SIA

Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, Anda harus mengerti terlebih dahulu term dasar akuntansi “transaksi bisnis” dan “proses atau siklus bisnis”. Anda harus paham bagaimana transaksi bisnis dan proses bisnis terintegrasi sehingga menghasilkan laporan keuangan. Terkait SIA, transaksi bisnis terbagi dalam beberapa tipe proses atau siklus bisnis, yaitu:

1. Sistem, proses, dan kontrol pendapatan

Segala transaksi bisnis yang terjadi dalam proses ini terdiri dari penjualan harian, retur penjualan, dan transaksi lainnya yang berkaitan dengan masuknya arus kas.

2. Sistem, proses, dan kontrol pengeluaran

Segala transaksi bisnis yang terjadi dalam proses ini terdiri dari pembelian, retur pembelian, biaya-biaya, dan transaksi lainnya terkait dengan keluarnya arus kas. Pembayaran gaji dan pembelian aset tetap juga masuk dalam kategori proses ini.

3. Sistem, proses, dan kontrol konversi

Terdiri dari biaya-biaya yang terkait transaksi pembelian bahan baku, dan bahan dalam proses.

4. Sistem, proses, dan kontrol administratif

Terdiri dari segala transaksi yang berkaitan dengan ekuitas: investasi, obligasi, dan sejenisnya.

Dari kesemua proses bisnis tersebut akan bermuara di sistem, proses, dan kontrol Buku Besar (General Ledger). Dari Buku Besar akan menghasilkan laporan keuangan internal dan eksternal. Contoh dari Laporan keuangan internal adalah laporan umur piutang dan status persediaan di gudang. Sedangkan laporan keuangan eksternal berupa laporan neraca, laba rugi, dan arus kas.

Komponen-Komponen Penunjang SIA

Sangat banyak jenis daripada komponen-komponen yang menerapkan SIA. Berikut contoh penerapan komponen konkrit SIA yang dikerucutkan menjadi empat bagian:

1. Perangkat Input

Perangkat ini berfungsi mencatat dan memasukkan informasi transaksi keuangan kepada sistem akuntansi. Contoh dari perangkat ini adalah barcode scanner, keyboard komputer, dan jaringan internet yang membantu karyawan memasukkan data sumber dokumen (invoice, purchase order, dan lainnya) menuju sistem.

2. Information Processor

Contoh dari perangkat ini berupa komputer dan program software yang berfungsi mengolah data raw dari perangkat input dan kemudian di-posting ke Buku besar dan laporan keuangan yang berguna bagi si pembuat keputusan.

3. Information Storage

Komponen ini menyimpan berkas-berkas laporan keuangan dari periode ke periode. Contohnya seperti HDD, Storage Server, Cloud, dan lainnya.

4. Perangkat Output

Komponen output seperti printer, monitor, dan LCD projector yang berfungsi menampilkan hasil dari proses informasi akuntansi, laporan keuangan kepada para pihak yang berkepentingan.

Jika bisnis Anda memerlukan instalasi software SIA yang terintegrasi dengan beberapa aplikasi yang menunjang kebutuhan pelaporan keuangan Anda, Jurnal bisa menjadi solusinya. Jurnal adalah software akuntansi online yang memiliki fitur-fitur terkait SIA yang sudah modern dan komprehensif.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-kebutuhan-bisnis-anda/

Mengenal Cara & Langkah Berinvestasi Reksadana dengan Mudah

Seiring dengan  banyaknya media dan program acara di berbagai televisi mengenai perencanaan keuangan, kesadaran masyarakat pun menjadi meningkat mengenai investasi. Namun, tak jarang juga masyarakat atau calon investor yang tertarik tidak segera melakukan investasinya. Alasannya yakni karena mereka tidak memiliki modal banyak serta tidak mengetahui caranya.

Salah satu jenis investasi yang sedang populer saat ini yaitu reksadana, pernah mendengarnya? Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia perencanaan keuangan pasti tidak asing, tetapi masih banyak investor pemula yang belum pernah mendengarnya. Reksadana merupakan kumpulan dana yang dikelola guna melakukan investasi seperti membeli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya. Reksadana juga merupakan salah satu investasi yang mudah karena tidak memerlukan modal yang sangat besar,dapat dilakukan secara individu maupun institusi, dan terdapat manajer investasi yang membantu Anda. Untuk memulai investasi di reksadana, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Menetapkan Tujuan Investasi di Reksadana

Tahap pertama yang harus Anda siapkan adalah menentukan tujuan dari investasi yang akan Anda lakukan. Apakah investasi Anda digunakan sebagai biaya sekolah anak, dana pensiun, rumah masa depan, atau yang lainnya? Tujuan investasi Anda ini akan berhubungan dengan jenis reksadana dan jangka waktu investasinya. Oleh karena itu, untuk berinvestasi di reksadana Anda harus memiliki tujuan yang jelas.

Selain tujuan, Anda juga harus memahami profil risiko Anda. Investasi reksadana bukanlah jenis investasi yang aman tanpa risiko. Investasi reksadana juga memiliki peluang risiko seperti keuntungan yang tidak pasti yang akan berakibat turunnya nilai investasi.

Mengenal Jenis-Jenis Reksadana

Sebelum memulai investasi, ada baiknya Anda juga mengenal terlebih dahulu jenis-jenis reksadana. Adapun beberapa jenis reksadana sebagai berikut:

a. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap yaitu jenis reksadana yang dana atau uang investasinya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Return-nya lebih besar dari reksadana pasar uang, umumnya mencapai 10% per tahun

b. Reksadana pasar uang

Adalah reksadana yang seluruh dananya diinvestasikan pada deposit, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi. Jangka waktu jatuh tempo jenis reksadana ini kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang relatif lebih aman daripada jenis reksadana lain tetapi potensi keuntungannya juga lebih sedikit.

c. Reksadana terproteksi

Reksadana terproteksi hampir sama dengan reksadana pendapatan tetap, di mana dana yang ada ditempatkan dalam instrumen obligasi yang memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh temponya. Layaknya namanya, reksadana ini memiliki tingkat perlindungan sebesar 100% pada pokok nilai investasinya jika Anda akan mencairkan dana sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

d. Reksadana saham

Reksadana saham akan menempatkan dana investasi pada saham minimal sebesar 80%. Karenanya, Anda akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang paling besar jika dibandingkan dengan reksadana lain. Namun, perlu Anda ingat juga resiko yang ada juga lebih besar karena ‘high risk high return’.

e. Reksadana campuran

Seperti namanya, reksadana campuran menempatkan dana investasi ke instrumen campuran seperti saham, obligasi, dan deposito. Return dari reksadana ini akan lebih besar dari reksadana pendapatan tetap dan lebih kecil tetapi juga memiliki resiko yang tinggi karena akan berinvestasi pada saham.

Tempat Membeli Reksadana

Apakah Anda sudah tahu tempat untuk membeli reksadana? Untuk membeli reksadana, Anda dapat langsung di lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksadana yaitu manajer investasi. Selain itu, Anda juga dapat membeli reksadana di bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Kedua jenis metode pembelian tersebut tentu saja memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing.

Langkah atau Cara Investasi Reksadana

Ada beberapa langkah atau cara untuk investasi reksadana, yaitu sebagai berikut

a. Anda hanya dapat melakukan transaksi pada hari bursa

Caranya tidak berbeda dengan cara membuka rekening di bank. Pada saat mendaftar Anda nanti akan diminta untuk mengisi formulir dengan tanda tangan asli, menyiapkan dan mengumpulkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah ditentukan, dan tentu saja Anda juga harus menyiapkan dana yang akan digunakan untuk investasi Anda.

Persyaratan dokumen yang harus Anda miliki untuk mendaftar adalah KTP dan NPWP untuk orang pribadi. Sementara bagi institusi wajib mencantumkan anggaran dasar perubahan dan beberapa persyaratan dokumen lainnya. Semua dokumen tersebut merupakan hal yang diwajibkan oleh OJK sebagai bagian dari prinsip ‘know your customer’.

Selanjutnya semua dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada manajer investasi baik secara langsung maupun melalui agen penjualan. Dan Anda nanti akan diminta menyetor dana rekening penampungan sesuai dengan produk reksadana yang dipilih.

b. Transaksi akan diproses berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih yaitu nilai yang menggambarkan total kekayaan reksadana setiap harinya. Selain, harga pasar dari aset reksadana, NAB juga dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran oleh para investor. Harga reksadana akan dipublikasikan pada media surat kabar atau online, biasanya dalam sehari akan dipublikasikan sekali.

c. Perhatikan batas waktu (cut off time) untuk penerimaan transaksi setiap harinya

Umumnya batas waktu ini antara pukul 12.00-13.00 WIB. Jika Anda membeli reksadana dilakukan sebelum batas waktu maka Anda akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi. Sementara, jika Anda membeli reksadana dilakukan setelah batas waktu (cut off time) maka harga NAB akan mengikuti hari bursa selanjutnya (T+1)  dari tanggal pembelian reksadana.

d. Mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana

Jika sudah melakukan transaksi. Anda akan mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana yang diterbitkan oleh bank kustodian. Selain itu, Anda juga akan menerima laporan perkembangan dana investasi setiap bulannya. Laporan tersebut sebaiknya Anda simpan sebagai bukti kepemilikan reksadana. Jika Anda tidak menerimanya, mintalah kepada bank penjual atau manajer investasi Anda.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-bagaimana-cara-investasi-di-reksadana-berikut-penjelasan-lengkapnya/

4 Tips Memilih Software Akuntansi Sesuai Kebutuhan Bisnis Anda

Dahulu, banyak perusahaan-perusahaan masih menggunakan cara-cara konvensional atau tradisional dalam membuat catatan dan laporan akuntansi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, berbagai perusahaan baik perusahaan kecil maupun besar sudah beralih dengan menggunakan software akuntansi.

Penggunaan software akuntansi tidak hanya dapat membantu Anda mengurangi risiko human error, tetapi juga dapat membantu Anda mendapatkan berbagai insight tentang bisnis atau perusahaan Anda yang tidak Anda dapatkan dalam sistem pencatatan akuntansi konvensional, seperti menghasilkan prakiraan penjualan untuk kuartal berikutnya, melihat item yang berlebih dalam stok persediaan, dan menunjukkan dengan tepat produk-produk yang paling tidak memberikan kontribusi bagi pendapatan perusahaan Anda.

Menggunakan software akuntansi mungkin akan memberikan manfaat yang besar bagi bisnis Anda. Namun, menemukan program software akuntansi terbaik untuk bisnis Anda dapat menjadi suatu tantangan tertentu, lantaran dengan banyaknya produk software akuntansi yang dipasarkan sekarang-sekarang ini. Untuk memilih program software akuntansi bisnis, Anda perlu memahami beberapa dasar-dasar akuntansi bisnis dan memperhatikan dengan baik kebutuhan bisnis Anda, khususnya terkait pencatatan dan pelaporan aktivitas keuangan bisnis Anda.

 

Dalam artikel ini, kami akan menunjukkan tips-tips dalam memilih software akuntansi yang bisa Anda pertimbangkan sebelum mulai membeli paket software akuntansi bagi bisnis atau perusahan Anda.

Kenali Kategori Produk Software Akuntansi

Berbagai produk software akuntansi yang tersedia bagi segala ukuran bisnis, salah satunya Usaha Kecil Menengah (UKM) telah tumbuh secara perlahan. Terdapat empat kategori umum yang berupa sistem dalam software akuntansi. Keempat kategori umum ini ditawarkan tergantung paket yang diatur oleh masing-masing vendor software akuntansi. Berikut empat kategori umum dalam software akuntansi:

a. Sistem Penagihan & Faktur

Sistem ini akan menyelesaikan transaksi sehari-hari perusahaan, seperti mencatat cek dan menginformasikan kepada pelanggan mengenai jumlah yang harus mereka bayar. Sistem ini penting untuk mempertahankan kendali atas akurasi angka akuntansi, dan agar aktivitas bisnis terlihat lebih profesional dan kredibel di mata publik. Di sisi perusahaan, alat penagihan dan faktur membantu mendokumentasikan aktivitas keuangan dan menyiapkannya untuk selanjutnya masuk ke tahap otorisasi dan validasi.

b. Sistem Manajemen Penggajian

Sistem ini akan membantu perusahaan dalam mengatur gaji karyawan. Seperti melakukan perhitungan gaji karyawan, menyetorkan gaji langsung ke rekening bank karyawan, menghasilkan formulir pajak dan slip gaji, dan masih banyak lagi. Dalam jangka panjang, sistem ini akan mengamankan transaksi keuangan Anda dan membantu menyiapkan laporan terperinci.

c. Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP)

Ini adalah salah satu kategori software akuntansi paling penting yang menggabungkan semua sistem untuk perencanaan dan pengadaan produk, pembelian bahan, manajemen dan kontrol persediaan, distribusi, pemasaran, keuangan, dan SDM. Solusi ERP (Enterprise Resource Planning) terbaru juga menawarkan modul untuk CRM (Customer Relationship Management) dan intelijen bisnis, sehingga perusahaan dapat belajar dari track record-nya dan menyiapkan strategi yang lebih baik untuk masa depan perusahaan.

d. Sistem manajemen Waktu & Biaya

Sistem ini dirancang untuk membantu mempercepat siklus penagihan dan menyetujui pembebanan biaya kapan saja. Dan biasanya sistem ini dapat dikonfigurasi untuk setiap jenis dan ukuran bisnis sesuai dengan kegiatan operasionalnya. Inti dari manifestasi sistem ini adalah untuk membantu mengumpulkan pembayaran lebih cepat, dan mendeteksi aktivitas bisnis yang kurang efektif dan efisien dan tidak terdeteksi sebelumnya. Keuntungan terbesar lainnya adalah sistem ini mampu menghasilkan laporan grafis yang terperinci tentang bagaimana kontribusi waktu dan sumber daya terhadap setiap aktivitas bisnis atau perusahaan.

Kenali & Kaitkan Kebutuhan Bisnis dengan Kebutuhan Akuntansi

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus “melek” akan kebutuhan bisnis dan keperluan finansial bisnis Anda. Jangan sampai Anda berpikir bahwa dengan membeli paket software akuntansi, segala masalah akuntansi bisnis atau perusahaan bisa teratasi tanpa lebih dahulu mendalami prinsip dasar akuntansinya. Carilah berbagai literatur, jurnal, atau buku-buku mengenai prinsip dasar akuntansi agar Anda mempunya referensi dan pertimbangan yang matang untuk mulai membeli software akuntansi.

Pertimbangan lainnya yang tidak kalah penting adalah jenis bisnis atau perusahaan yang Anda operasikan. Beberapa jenis perusahaan yang berbeda akan membutuhkan modul khusus atau paket tambahan software akuntansi karena beberapa perusahaan harus menyimpan data khusus. Misalnya, jika Anda seorang pemilik perusahaan manufaktur, maka Anda mungkin perlu memiliki pemahaman tentang inventaris, penanganan suku cadang, dan pembebanan tenaga kerja. Jika Anda seorang pemilik perusahaan dagang, Anda mungkin juga perlu memiliki pemahaman tentang inventaris melalui program point-of-sale.

Ketahui Keterbatasan Anggaran Anda

Para vendor software akuntansi memberikan berbagai penawaran paket yang bervariasi dan tentunya dengan harga yang berbeda pula. Lagi dan lagi, Anda harus menyesuaikan harga-harga yang ditawarkan dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan. Teliti secara mendalam paket yang ditawarkan! Jangan sampai ketika Anda membeli suatu paket software akuntansi yang terkesan mahal, namun ternyata terdapat fitur yang tidak dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Itu tentunya akan memboroskan anggaran perusahaan dan menjadi tidak efektif.

Hubungi Konsultan Bisnis atau Pihak-Pihak Lain Untuk Mendapatkan Referensi Lebih

Dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa mempersempit pilihan Anda terhadap software akuntansi yang cocok dengan kebutuhan bisnis atau perusahaan. Anda juga bisa mencoba beberapa situs web khusus yang menyediakan jasa pencarian software akuntansi secara online. Komunikasikan juga dengan akuntan bisnis atau perusahaan Anda agar pertimbangan yang Anda buat dalam memilih software akuntansi semakin matang.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-4-tips-memilih-software-akuntansi-sesuai-kebutuhan-bisnis-anda/

Cara Meningkatkan Arus Kas Anda dengan Software Akuntansi

Arus kas (cash flow) adalah hal paling signifikan yang harus banyak diperhatikan ketika Anda mulai menjalankan usaha. Segalanya bisa berjalan dengan lancar pada awalnya sampai ketika tiba-tiba arus kas mulai mencapai hambatan dan Anda mulai harus memenuhi pembayaran gaji atau putus asa mencari pembiayaan yang dapat menghabiskan banyak waktu dalam jangka panjang.

Untuk menghindari masalah yang mungkin muncul terkait dengan arus kas, maka memiliki proyeksi arus kas secara mudah melalui bantuan software akuntansi akan sangat membantu Anda mempertahankan kelancaran bisnis di masa depan, memperkirakan akun bank bisnis Anda secara lebih akurat, termasuk memperkecil risiko kehabisan kas usaha atau lebih baik lagi, memberi Anda lebih banyak waktu untuk mengambil tindakan sebelum terlambat. Di bawah ini akan kita bahas cara untuk tetap dapat mengikuti arus kas dengan menggunakan perangkat lunak atau software akuntansi:

Hasilkan Proyeksi Arus Kas Bulanan

Proyeksi arus kas adalah perkiraan uang yang Anda harapkan mengalir masuk dan keluar dari bisnis Anda, termasuk semua pendapatan dan pengeluaran yang diproyeksikan selama periode tertentu. Meskipun proyeksi arus kas biasanya mencakup periode 12 bulan, Anda dapat menyesuaikan ini sesuai dengan keuangan yang ingin Anda lihat dengan memperpendek waktu periode perkiraan, seperti sebulan atau bahkan seminggu.

Untuk pemilik usaha kecil, memproyeksikan arus kas akan membantu memberi gambaran yang lebih jelas tentang ke mana bisnis menuju dan bagaimana Anda dapat melakukan perbaikan di sepanjang prosesnya. Proyeksi arus kas juga membantu menumbuhkan manajemen kas yang baik dan memberi Anda kemungkinan untuk melakukan perencanaan lebih awal, misalnya dengan memiliki proyeksi yang dapat membantu Anda memprediksi surplus atau kekurangan kas yang masuk, sehingga kemudian Anda akan siap untuk membuat keputusan strategis berdasarkan data tersebut.

Bisnis biasanya melacak arus kas (cash in dan cash out) setiap bulan. Penting untuk mencatat arus masuk dan keluar uang tunai dalam bulan yang akan terjadi, sejak bulan ketika Anda melakukan penjualan atau pertama kali mendapatkan tagihan.

Mempercepat Arus Kas

Semakin cepat Anda membawa uang ke bisnis Anda, maka semakin cepat Anda akan beralih dari  jalur kredit, dan juga akan memperlancar arus kas. Bagaimana melakukannya dengan software akuntansi? Ada beberapa fungsi sederhana dan berguna dari perangkat lunak akuntansi (software akuntansi) yang dapat Anda gunakan untuk mempercepat arus kas masuk Anda, seperti:

a. Mengirimkan faktur atau invoice secara profesional

Jika Anda masih menggunakan surat biasa atau jika Anda mengirim email ke faktur dari akun email Anda sendiri, sekarang saatnya beralih ke software akuntansi Anda. Dengan software akuntansi, Anda dapat mengirimkan penagihan lebih cepat, profesional, dan hemat biaya tanpa harus bingung memikirkan desain fakturnya. Dengan mengirimkan faktur secara cepat dan efisien, maka Anda akan menghasilkan uang tunai dan arus masuk yang lebih cepat ke dalam kas Anda.

b. Memiliki akses untuk secara teratur memeriksa piutang Anda

Memiliki piutang Anda dalam sistem pencatatan software akuntansi berarti memudahkan Anda untuk melacak akun yang belum dibayar, dan memutuskan kapan untuk mulai mengejar pembayaran terlambat. Biasanya sistem akuntansi online yang berbasis cloud akan memberi pengingat yang memungkinkan Anda untuk mengetahui siapa saja yang masih memiliki utang pada Anda sampai tanggal jatuh tempo, sehingga Anda dapat cepat menindak lanjuti dengan mengirim tagihan berikutnya atau menghubunginya secara langsung.

Memperlambat Arus Kas Keluar

Menggunakan software akuntansi dapat membantu mempertahankan uang dalam bisnis Anda dengan memperlambat arus kas keluar. Bagaimana melakukannya? Melalui fitur biaya, Anda dapat dengan mudah melacak pengeluaran Anda, yang sudah dibayar, akan jatuh tempo, ataupun yang telah jatuh tempo. Dengan begitu, Anda dapat membuat perencanaan untuk melakukan pembayaran lebih awal untuk menghindari biaya dan bunga tambahan serta kemungkinan untuk mendapatkan diskon.  

Membuat Anda Lebih Waspada

Anda juga dapat menggunakan fitur pajak untuk melakukan penghitungan pajak secara tepat, sehingga terhindar dari risiko pembayaran pajak yang tidak sesuai dan denda akibat kesalahan tersebut, sehingga secara tidak langsung, Anda sudah memperlambat keluarnya arus kas dengan melakukan pembayaran secara benar dan tepat waktu tanpa biaya tambahan.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-meningkatkan-arus-kas-anda-dengan-perangkat-lunak-akuntansi/