Pahami Hubungan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak Secara Lengkap

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah akuntansi dan akuntansi pajak. Kedua istilah tersebut memang sering didengar oleh kita karena akuntansi dan pajak sangatlah lekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah Anda sudah mengetahui hubungan antara akuntansi dan perpajakan? Sebagian orang menganggap bahwa akuntansi hanya seputar hitung menghitung laba dan tidak ada hubungannya dengan pajak, sebab akuntansi pajak berkaitan dengan pajak pemerintah. Padahal sebenarnya akuntansi memiliki hubungan yang erat dengan akuntansi pajak. Agar Anda memahami hubungan antara akuntansi dengan akuntansi pajak, simak ulasan berikut.

Pengertian Akuntansi dan Akuntansi Pajak

akuntansi pajak

Sebelum membahas mengenai hubungan antara akuntansi dan perpajakan, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dan hal-hal lain dari keduanya. Akuntansi adalah suatu proses identifikasi, mencatat, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pihak yang berkepentingan. Akuntansi komersial atau akuntansi keuangan merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan standar akuntansi keuangan. Sedangkan, akuntansi pajak yakni proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan. Sehingga laporan keuangan yang dihasilkan disebut laporan keuangan fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Karena berdasarkan prinsip akuntansi, maka akuntansi umum atau komersial  dan akuntansi pajak memiliki persamaan dan perbedaan. Nah, kesamaan akuntansi umum dan akuntansi pajak:

1. Karakteristik Kualitatif

Kesamaan pertama antara akuntansi umum dan akuntansi pajak yaitu adanya kaitan karakteristik kualifikasinya. Karakteristik kualitatif akuntansi pajak dan komersial meliputi :

  • Relevan, adapun syarat informasi keuangan relevan antara lain: Memiliki umpan balik (feedback value), memiliki manfaat yang prediktif (predictive value), tepat waktu dan lengkap.
  • Andal, apabila informasi: Disajikan secara jujur, dapat diverifikasi, dan netral.
  • Dapat dibandingkan, informasi padat dibandingkan antar periode atau antar entitas.
  • Dapat dipahami, informasi dapat dimengerti oleh semua penggunanya.

2. Sistem Akrual

Pada akuntansi umum atau komersial, standar akuntansi yang digunakan yaitu sistem akrual. Sama dengan akuntansi umum, akuntansi pajak juga menerapkan sistem akrual. Pada akuntansi pajak diperbolehkan menggunakan sistem campuran (kas dan akrual) tetapi dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku seperti pada pasal 28 UU KUP.

3. Neraca

Laporan keuangan neraca pada akuntansi umum dan akuntansi pajak sama yaitu terdiri dari aset, utang dan modal.

4. Konsep Kesatuan Usaha

Persamaan lainnya adalah dalam hal prinsip kesatuan usaha. Akuntansi fiskal dan komersial keduanya menganut prinsip kesatuan usaha, yang berarti adanya pemisahan antara harta atau aset dari pemilik dan perusahaan.

5. Prinsip Realisasi

Selain menerapkan prinsip kesatuan usaha, persamaan lainnya adalah prinsip realisasi. Kedua jenis akuntansi tersebut sama-sama menerapkan prinsip realisasi, dan lain sebagainya.

Perbedaan Akuntansi Umum dan Akuntansi Pajak

Setelah mengerti tentang persamaannya, kini saat nya Anda mengetahui tentang perbedaan akuntansi umum dan pajak .

1. Pengguna Laporan Keuangan

Pengguna laporan keuangan pada akuntansi komersial atau umum seperti pemegang saham, kreditur, karyawan, manajemen, pemerintah, masyarakat dan sebagainya. Sementara pengguna laporan keuangan dari akuntansi pajak yaitu fiskus.

2. Pedoman Penyusun dan Penyajiannya

Pedoman penyusunan dan penyajian akuntansi umum yaitu PSAK sedangkan untuk akuntansi pajak adalah undang-undang perpajakan yang berlaku.

3. Sifat Informasi

Sifat informasi pada kedua akuntansi ini juga berbeda. Informasi pada laporan keuangan umum bersifat umum atau dapat digunakan oleh siapa saja. Sementara pada akuntansi pajak, laporan keuangan bersifat rahasia. Biasanya yang tahu hanya manajemen dan fiskus.

4. Dasar Pencatatan

Transaksi pada akuntansi komersial dicatat dengan asas substance over form, yakni pencatatan dan pelaporan dilakukan dengan mengutamakan substansi ekonomi daripada hakikat formal dan hukum. Berbeda dengan akuntansi komersial, transaksi pada akuntansi pajak dicatat dan dilaporkan apabila memenuhi syarat dan ketentuan perpajakan, yaitu dengan mengutamakan hakikat formal atau hukum daripada substansi ekonomi nya.

5. Mata Uang

Laporan keuangan komersial diperbolehkan untuk disusun berdasarkan mata uang selain rupiah, sementara akuntansi pajak wajib menggunakan mata uang rupiah atau diperbolehkan menggunakan mata uang lain yang diijinkan peraturan.

6. Batas Waktu Penyampaian

Perbedaan selanjutnya, yakni mengenai batas waktu penyampaian. Menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang PT, waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Sedangkan mengacu UU KUP, laporan keuangan fiskal  diserahkan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak dan dapat diperpanjang paling lambat 2 bulan dengan ketentuan tersendiri.

Hubungan antara Akuntansi dan Perpajakan

Seperti yang diketahui bahwa dari akuntansi keuangan, Anda dapat memperoleh informasi tentang keadaan suatu entitas pada periode tertentu. Informasi keuangan tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Sementara akuntansi pajak lebih khusus lagi jika dibandingkan dengan akuntansi umum. Akuntansi pajak menyajikan informasi keuangan yang berkaitan dengan kepatuhannya terhadap pemerintah. Meskipun laporan keuangan disusun berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan umum, tetapi pada beberapa bagian ia harus disesuaikan dengan ketentuan perpajakan. Sehingga dalam akuntansi pajak, jika ada suatu ketidaksesuaian antara standar akuntansi yang berlaku umum dengan ketentuan perpajakan, maka perusahaan harus memprioritaskan untuk mematuhi undang-undang perpajakan. Hal ini karena pajak merupakan sebuah kewajiban (complience tax).

Sama dengan akuntansinya, laporan keuangan yang dihasilkan juga berbeda. Bisa saja misalnya sebuah perusahaan melaporkan laba tahun berjalan pada laporan keuangan komersial dan pajak nya berbeda. Dalam bidang akuntansi, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, nanti pada akhirnya akan ada sebuah proses penyamaan, yang disebut rekonsiliasi. Laporan keuangan pajak disusun dengan proses rekonsiliasi antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak ini berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan 46 (PSAK 46)., di mana ini juga sesuai dengan penyusunan laporan keuangan lengkap sesuai dengan PSAK 1. Sehingga laporan keuangan fiskal yang dihasilkan  disebut juga extra comptable.

Jadi penyusunan laporan keuangan fiskal sama dengan penyusunan laporan keuangan komersial, dimulai dari proses input transaksi berdasarkan bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar, pembuatan neraca lajur, penyesuaian sampai akhirnya nanti pada laporan keuangan. Selanjutnya, untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal dilakukanlah rekonsiliasi terhadap peraturan perpajakan. Dengan kata lain, akuntansi pajak dengan akuntansi komersial mempunyai hubungan yang erat, mereka tidak dapat dipisahkan karena untuk membuat akuntansi pajak atau laporan keuangan fiskal perlu akuntansi komersial. Sebuah perusahaan juga pasti berdiri dalam suatu negara, jadi laporan keuangan yang dibuat pun tidak hanya berdasarkan SAK saja, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan perpajakan / akuntansi pajaknya.

Itulah hubungan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak yang perlu Anda ketahui. Untuk membantu Anda membuat laporan keuangan baik komersial maupun pajak dengan mudah, Anda dapat dengan menggunakan bantuan software akuntansi Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda. Banyak fitur yang disediakan di dalamnya yang dapat memudahkan Anda melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan. Cukup dengan memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih Jurnal juga menggunakan teknologi berbasis cloud, sehingga Anda dapat mengaksesnya kapanpun dan di manapun secara real time. Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti Jurnal Tax Center, Klik Pajak, dsb. Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih mudah dan produktif serta fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hubungan-akuntansi-komersial-dan-akuntansi-pajak/

IHSG menguat tipis di awal perdagangan Jumat

Turun pada pra perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berusaha bangkit pada pagi ini. Jumat (12/7) pukul 9.13 WIB, IHSG menguat tipis 5 poin atau 0,08% ke 6.422. Enam sektor mengangkat IHSG ke area positif. Sektor properti dan konstruksi memimpin kenaikan sebesar 0,44%. Sektor perdagangan, jasa, dan investasi menguat 0,35%. Sektor perkebunan naik 0,32%. Sektor keuangan dan industri dasar naik masing-masing 0,18%.

Sedangkan sektor aneka industri turun 0,65%. Sektor infrastruktur pun tergerus 0,26%. Sektor pertambangan terkoreksi tipis 0,05%.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 3%
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 1,31%
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 1%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) -1,17%
  • PT XL Axiata Tbk (EXCL) -1,03%
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -0,91%

Investor asing mencatat pembelian bersih Rp 37,17 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah MNCN Rp 21 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 16,4 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 3,9 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Timah Tbk (TINS) Rp 3,6 miliar, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 3,1 miliar, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 1,5 miliar.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-menguat-tipis-di-awal-perdagangan-jumat-1

 

Mengenal Biaya Produksi (Cost of Production) dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan

 

Biaya Produksi menjadi salah satu unsur yang cukup penting dalam pelaporan keuangan perusahaan. Biaya Produksi atau Kos Produksi (Cost of Production) adalah biaya yang timbul dari suatu proses produksi perusahaan manufaktur dalam membuat barang atau jasa yang akan dijual. Biaya Produksi juga biasa dikenal dengan istilah Kos Manufaktur (Manufacturing Cost). Dalam dunia Akuntansi Biaya, biaya produksi merupakan salah satu komponen dalam Laporan Laba Rugi (Income Statement).

Seberapa Penting Biaya Produksi dalam Aktivitas Bisnis

Mengetahui jumlah biaya produksi yang timbul merupakan langkah penting yang harus dilakukan seorang manajer perusahaan. Mengapa? Dengan mengetahui biaya yang timbul dari tiap alur produksi perusahaan, manajer bisa mengambil keputusan-keputusan krusial untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang, dan berbagai aktivitas produksi umum lainnya, sehingga proses produksi diharapkan bisa lebih berjalan secara efisien dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Kegiatan manajer dalam menganalisa proses dan biaya produksi juga berguna untuk penetapan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Sebagai contoh, manajer suatu kafe atau jenis usaha lainnya akan selalu melacak dan meneliti harga bahan baku terkait dengan produk-produk yang dijual. Jika suatu waktu harga bahan baku meningkat dan memengaruhi Biaya Produksi, maka manajer mempunyai opsi menaikkan harga jual produk atau menekan unsur biaya produksi lainnya.

Apa Saja Unsur di dalam Biaya Produksi?

Untuk menentukan dan mencapai nominal biaya produksi, terdapat tiga unsur yang saling terkait yang harus diperhatikan. Ketiga unsur tersebut adalah:

a. Biaya Material Langsung (Direct Material)

Biaya Material Langsung merupakan biaya bahan baku yang bersentuhan langsung dengan produk yang akan diproduksi dan nominal yang timbul cenderung mudah ditelusuri. Contoh kecilnya dalam suatu produk kopi di kafe-kafe, harga beli komposisi utama produk tersebut seperti biji kopi, air, gula, dan bahan lainnya bisa dikategorikan sebagai Biaya Material Langsung.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah upah, tunjangan, dan asuransi yang dibayarkan kepada pegawai yang terlibat langsung dalam jalannya proses produksi barang. Misalnya, pegawai di bagian perakitan produk atau yang mengoperasikan mesin untuk membuat produk.

c. Biaya Overhead Pabrik (Manufacturing Overhead)

Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah biaya yang secara tidak langsung berkaitan dengan aktivitas pabrik dan terjadi ketika memproduksi suatu produk. Biaya overhead pabrik meliputi:

– Bahan Material Tidak Langsung (Indirect Material)

Bahan tidak langsung adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi namun cenderung sulit untuk dilacak nominalnya. Contoh seperti  lem, minyak, cairan pembersih, dan lain sebagainya diklasifikasikan sebagai bahan tidak langsung karena biaya barang-barang tersebut cenderung sulit untuk dilacak dalam suatu proses produksi.

– Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pegawai yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya seperti petugas keamanan, pengawas, dan supervisor Quality Control di pabrik. Upah dan tunjangan mereka akan diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja tidak langsung.

– Biaya Overhead Lain seperti biaya utilitas pabrik, sewa gedung dan tanah, depresiasi mesin, dan asuransi.

Jadi, formulasi dari Biaya Produksi adalah:

Biaya Produksi = Biaya Material Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung + Biaya Overhead pabrik.

Contoh Biaya Produksi

Perusahaan Sejahtera Bersama merupakan perusahaan manufaktur yang menjual barang-barang furniture. Dalam satu bulan, perusahaan memproduksi 2.000 unit meja. Berikut rincian biaya untuk memproduksi 2.000 unit meja:

– Rp12.000.000 untuk kayu

– Rp4.000.000 untuk upah tukang kayu dan Rp1.000.000 untuk upah security yang menjaga selama pengerjaan meja dilaksanakan

– Rp1.000.000 untuk biaya sewa pabrik dan utilitas lainnya

Total Biaya Produksinya adalah:

Rp12.000.000 + Rp4.000.000 + Rp1.000.000 + Rp1.000.000 = Rp18.000.000.

Maka, Biaya Produksi untuk satu unit meja adalah Rp18.000.000/2.000 unit = Rp9.000.

Dengan mengetahui biaya produksi yang timbul secara detail, manajer bisa mengambil keputusan secara tepat dalam menentukan harga jual dan meminimalisir berbagai risiko terkait proses produksi. Jumlah Biaya Produksi ini juga berfungsi sebagai dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).

Khususnya bagi Anda seorang Accounting Manager suatu perusahaan, tidak perlu khawatir lagi dalam menghitung dan menelusuri Biaya Produksi. Karena Jurnal hadir untuk mengatasi berbagai masalah terkait pelaporan keuangan dan tentunya pencatatan biaya-biaya. Jurnal merupakan software akuntansi online yang menyediakan berbagai fitur pencatatan biaya. Dengan Jurnal, Anda bisa menjaga biaya pengeluaran, salah satunya biaya produksi, menyimpan bukti-bukti transaksi, dan melakukan penjadwalan barang keluar dan masuk secara aman.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-biaya-produksi-cost-of-production-dalam-pelaporan-keuangan-perusahaan/

Keuntungan Menggunakan Software Akuntansi Berbasis Cloud

Hampir seluruh Software Akuntansi sudah memakai fitur cloud melalui jalur internet, bahkan bagi bisnis kecil pun. Fitur cloud membuat seluruh aktivitas bisnis Anda dilakukan dan diproses secara online kapan pun dan di mana pun. Sementara Anda masih menggunakan Software Akuntansi konvensional, fitur cloud membuat segala lebih hemat dari segi waktu dan uang.

Apa itu Fitur Cloud dalam Software Akuntansi?

Kerangka kerja Software Akuntansi berbasis cloud kurang lebih sama seperti Mobile/Internet Banking. Anda mengakses data dari tempat penyimpanan data secara online dan Anda tidak perlu menyimpan dan lalu mengunduhnya secara manual. Semua pekerjaan akan disimpan dan diperbarui secara otomatis dan realtime dan dapat diakses melalui gadget atau smartphone, laptop, atau komputer hanya dengan syarat terhubung dengan internet. Anda tidak perlu lagi menyimpan data akuntansi secara manual di hard drive komputer.

Software Akuntansi Berbasis Cloud Menawarkan Harga yang Terjangkau

Dalam banyak kondisi, Software Akuntansi berbasis cloud terbilang lebih murah dan terjangkau dalam segi harga. Walaupun Tentu saja ada berbagai paket produk Software Akuntansi yang menawarkan dengan harga mahal, tetapi di antara paket-paket yang ditawarkan Anda masih bisa memilih paket yang murah dengan fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan sistem yang berbasis cloud, Anda tidak perlu khawatir untuk membeli lagi beberapa lisensi atau membuat jaringan perusahaan Anda agar semua karyawan khususnya bagian keuangan dapat mengakses Software Akuntansi yang Anda gunakan.

Menunjang Aksesibilitas dan Mobilitas

Sebagian besar paket Software Akuntansi berbasis cloud hadir dengan akses pengguna tak terbatas, walaupun ada beberapa vendor yang mengharuskan Anda untuk membayar pembaruan agar bisa diakses oleh jumlah pengguna yang tak terbatas. Namun vendor yang menawarkan akses yang terbatas itu pun rata-rata tetap memberikan akses kepada tiga sampai lima pengguna dan cukup bagi kebutuhan bisnis kecil atau menengah.

Dan dengan Software Akuntansi yang sudah terintegrasi dengan aplikasi di Gadget atau Smartphone Anda, ini akan sangat mempermudah mobilitas Anda. Sebagai contoh, Anda bisa membuat faktur dan menyimpan bukti pembayaran lewat kamera Smartphone Anda kapanpun dan di mana pun.

Bayangkan ketika Anda tidak memakai Software Akuntansi berbasis cloud? Anda memakai Software Akuntansi konvensional yang memerlukan backup data sesekali secara manual di Hard Drive komputer atau aplikasi cloud terpisah. Ketika terjadi bencana seperti server Internet tiba-tiba mati dan Anda lupa untuk melakukan backup data-data Anda,tentunya itu akan sangat merepotkan dan menghancurkan alur kerja akuntansi bisnis Anda.

Software Akuntansi berbasis cloud menghilangkan risiko-risiko yang terjadi seperti disebutkan di atas karena semua proses kerja akuntansi Anda di-backup secara otomatis. Walaupun Anda menemui permasalahan seperti tiba-tiba komputer kerja Anda rusak, Anda tidak perlu khawatir kehilangan data. Tingkat keamanan yang ditawarkan Software akuntansi berbasis cloud terbilang tinggi.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-keuntungan-menggunakan-software-akuntansi-berbasis-cloud/

IHSG berakhir di zona merah meski sempat menguat

Melaju di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis pada akhir perdagangan sesi I. Kamis (11/7) pukul 12.00 WIB, IHSG turun 4,67 poin atau 0,07% ke 6.406,01.

Enam sektor menyeret IHSG ke zona merah. Sektor industri dasar turun 1,05%. Sektor manufaktur turun 0,56%. Sektor barang konsumen turun 0,51%. Sedangkan sektor perkebunan tergerus 0,49%.

Empat sektor masih menguat hingga siang ini. Sektor konstruksi menguat 0,97%. Sektor keuangan menguat 0,20%. Sedangkan sektor perdagangan dan jasa naik 0,11%, disusul oleh sektor aneka industri yang menguat tipis 0,04%. Total volume transaksi bursa mencapai 13,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,22 triliun. Penurunan harga tampak pada 188 saham. Masih ada 183 saham yang bergerak menguat. Sebanyak 142 saham lainnya bergerak mendatar.

Top gainers LQ45 hingga siang ini adalah:

  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 4,37%
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 2,70%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 1,22%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) -3,49%
  • PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) -3,14%
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) -2,50%

Investor asing mencatat pembelian bersih Rp 63,79 miliar di pasar reguler. Total pembelian bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 500,67 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Astra International Tbk (ASII) Rp 639,7 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 47,7 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 38,2 miliar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 162,1 miliar, CPIN Rp 15,8 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 15 miliar.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-berakhir-di-zona-merah-meski-sempat-menguat

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Seorang penemu ilmu akuntansi adalah Luca Pacioli yang dikenal sebagai seorang pendeta dari Ordo Fransiskus. Akuntansi mulai dikenal dari bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita tahun 1494. Terdapat dua bab terkait akuntansi yang dibahas di dalam buku tersebut, yaitu de Computis et Scripturis. Di dalam bab tersebut telah dipaparkan pembahasan terkait double entry sekaligus pengenalan debit dan kredit.

Selain itu, di dalam buku tersebut juga telah dinyatakan bahwa setiap pencatatan harus berpasangan. Sehingga istilah debit dan kredit digunakan. Penggunaan debit dan kredit akuntansi memang harus dipahami agar dalam mengerjakan pembukuan tidak terjadi kesalahan. Debit dan kredit akuntansi sangat penting karena setiap transaksi  memengaruhi keduanya. Sehingga debit dan kredit tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika debit bertambah, maka kredit akan berkurang dan jika kredit naik, maka debit akan berkurang.

 

Definisi Debit & Kredit

Secara umum, debit merupakan pengurangan deposito di dalam sebuah rekening bank atau catatan pos pembukuan yang dapat menambah nilai aktiva atau mengurangi besaran kewajiban. Sedangkan kredit adalah kemampuan untuk melakukan pembelian atau pinjaman dengan adanya perjanjian untuk melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu.  Debit dan kredit merupakan istilah yang sering digunakan di dalam dunia akuntansi keuangan. Debit diartikan sebagai pertambahan uang di dalam tabungan atau rekening.

Selain itu juga dapat diartikan sebagai pertambahan transaksi. Sedangkan kredit diartikan sebagai pengeluaran uang saat melakukan transaksi. Namun debit dan kredit tidak bisa hanya diartikan sebagai pertambahan atau berkurangnya uang di dalam tabungan. Hal tersebut dikarenakan untuk kepentingan laporan keuangan perusahaan, debit dan kredit tidak sesederhana itu. Ada beberapa manfaat kredit, diantaranya adalah kredit akan meningkatkan daya guna dari modal. Selain itu, kredit juga dapat meningkatkan daya guna suatu barang atau produk, bermanfaat sebagai alat stabilitas ekonomi, dan menjadi media untuk meningkatkan pendapatan nasional.

 

Menentukan Debit dan Kredit

Untuk menentukan debit dan kredit akuntansi, sebaiknya Anda memahami klasifikasi akun berikut ini:

  1. Asset, yaitu harta perusahaan
  2. Liabilities, yaitu utang perusahaan
  3. Owner’ Equity, yaitu peminjam modal perusahaan
  4. Income, yaitu pendapatan perusahaan
  5. Expenses, yaitu pembelanjaan perusahaan

Untuk kategori akun 1, 2 dan 3 berada pada akun laporan keuangan balance sheet. Sedangkan kategori akun 4 dan 5 berada pada akun laporan keuangan income statement. Di dalam penulisan laporan debit dan kredit keuangan perusahaan dikenal istilah akun lawan. Akun lawan yaitu suatu transaksi yang dapat mempengaruhi minimal 2 akun. Misalnya, pada transaksi pembelian peralatan perusahaan secara utang akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut adalah mesin sebagai fixed assets dan akun lawannya adalah utang usaha sebagai bentuk pembelian secara kredit.

Istilah debit note dan kredit note seringkali digunakan di dalam penulisan akuntansi perusahaan. Debit note merupakan suatu dokumen yang berisikan pemberitahuan terkait piutang dari pelanggan yang semakin bertambah untuk alasan tertentu. Di dalam dokumen debit note juga bisa berisi tentang tentang perusahaan terhadap vendor atau supplier. Sedangkan kredit note merupakan dokumen pemberitahuan yang berisikan utang perusahaan terhadap pelanggan sehingga dapat digunakan untuk mengurangi utang perusahaan terhadap vendor atau supplier.

 

Perbedaan Debit dan Kredit Dalam Akuntansi

Setiap terjadi transaksi akuntansi, setidaknya ada dua akun yang selalu berkaitan. Yaitu entri debit dicatat pada satu akun dan entri kredit dicatat terhadap akun lainnya. Tidak ada batas atas jumlah akun yang terlibat di dalam transaksi, namun minimum tidak kurang dari dua akun. Total dari debit dan kredit untuk setiap transaksi harus selalu sama. Sehingga transaksi akuntansi selalu dikatakan dengan keseimbangan. Apabila suatu transaksi tidak seimbang, maka laporan keuangan tidak mungkin dapat dibuat. Dengan demikian, penggunaan debit dan kredit dalam format pencatatan transaksi dua kolom merupakan hal yang paling penting dari semua kontrol atas akurasi akuntansi. Berikut ini adalah perbedaan debit dan kredit dalam akuntansi yang perlu dipahami:

  1. Debit mengacu pada sisi kiri akun buku besar, sedangkan kredit berhubungan dengan sisi kanan akun pada buku besar. Di dalam rekening pribadi, pihak penerima akan di debit dan pihak pemberi akan dikreditkan.
  2. Di dalam akun neraca, apapun yang masuk akan didebit. Sementara apapun yang keluar akan dikreditkan.
  3. Untuk laporan laba-rugi, semua pengeluaran dan kerugian akan didebit. Namun semua pendapatan dan keuntungan akan dikreditkan.
  4. Peningkatan debit disebabkan oleh kenaikan cash, inventaris, pabrik dan mesin, tanah dan bangunan, pengeluaran (seperti gaji, asuransi, pajak, dividen, dan lain sebagainya). Sedangkan peningkatan kredit disebabkan oleh kenaikan dana pemegang saham, biaya keanggotaan, pendapatan sewa , laba ditahan, hutang, dan lain sebagainya.

 

Contoh Debit dan Kredit Dalam Tranksaksi Umum

Berikut ini ada beberapa contoh posisi debit dan kredit yang terdapat di transaksi umum yang sering terjadi pada sebuah bisnis:

  1. Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan, maka akun debitnya adalah Kas, dan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  2. Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan, akun debit Piutang Dagang. Sedangkan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  3. Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier, akun debit adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Kas.
  4. Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier, akun debitnya adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Utang Dagang.
  5. Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan, akun debitnya Kas, dan akun kreditnya Piutang Dagang.
  6. Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier, akun debit Fixed Assets dan akun kredit Utang Dagang.
  7. Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier, akun debit Inventory, dan akun kredit Kas.
  8. Pembelian inventory secara kredit kepada supplier, akun debit Inventory dan akun kredit Utang Dagang.
  9. Membayar gaji karyawan, akun debit Salary expenses dan akun kredit Kas.

 

Pentingnya Pembuatan Laporan Debit dan Kredit

Di dalam perusahaan, sebuah bisnis pasti sering mengalami atau melakukan transaksi. Baik transaksi secara internal maupun eksternal. Transaksi-transaksi tersebut mengharuskan pihak perusahaan untuk membuat dokumen transaksi dalam bentuk laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan tersebut adalah untuk mengetahui laju keluar masuknya dana perusahaan untuk meminimalisir kemungkinan over budget pada kategori akun tertentu di dalam pelaporan. Terdapat lima unsur yang ada di dalam transaksi akuntansi, meliputi utang, harta, pendapatan, modal dan biaya atau beban.

Melakukan transaksi debit pasti  disertai dengan transaksi kredit. Perusahaan yang tidak memiliki dokumen pelaporan debit dan kredit akuntansi maka tidak dapat mengendalikan aliran keluar masuknya keuangan perusahaan. Selain itu, data-data keuangan perusahaan juga tidak dapat di lacak jika terjadi sesuatu terhadap keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dengan adanya laporan debit dan kredit diharapkan dapat membantu mengawasi keuangan perusahaan dari kemungkinan adanya korupsi dari karyawan. Karena data debit dan kredit yang baik selalui disertai dengan kuitansi atau nota yang dapat dipercaya.

Di dalam dunia akuntansi, istilah debit dan kredit memang banyak disebutkan. Dengan memahami debit dan kredit akuntansi, Anda dapat mengerjakan pembukuan secara benar dan tanpa kesalahan posting transaksi. Dalam melakukan entry jurnal pun jumlah debit dan kredit akuntansi harus sama. Jika tidak seimbang, maka otomatis Anda telah melakukan satu kesalahan dalam posting nominal di jurnal yang sedang Anda kerjakan. Mengenali debit dan kredit merupakan dasar dalam mempelajari akuntansi dan mengerjakan akuntansi bagi perusahaan. Dalam menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan, mungkin sudah saatnya kini Anda menggunakan software akuntansi online seperti jurnal. Dengan bantuan software akuntansi, laporan keuangan pada bisnis Anda akan terkelola secara lebih akurat.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/penggunaan-debit-dan-kredit-akuntansi-yang-perlu-dipahami/

3 Jenis Software Akuntansi yang Sering Digunakan Perusahaan

Ada begitu banyak sekali aplikasi atau program komputer yang memudahkan pekerjaan manusia, termasuk didalamnya bidang akuntansi. Coba saja Anda ketik keyword software atau aplikasi akuntansi di Google, pasti akan muncul berbagai macam software  yang Anda temukan. Dari yang sederhana sampai yang kompleks, dari yang gratis hingga berbayar di mana semuanya dapat digunakan untuk membantu melakukan perhitungan keuangan. Tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Oleh karena itu, menjadi tidak heran jika banyak sekali pelaku usaha yang sudah menggunakan software akuntansi untuk membantu mengelola keuangan perusahaan. Bahkan, bukan hanya perusahaan besar saja, kini pelaku UKM juga sudah banyak yang menggunakan softwareakuntansi.

Ada banyak sekali jenis software akuntansi yang sering digunakan di perusahaan-perusahaan. Software akuntansi dapat digunakan oleh orang yang mengerti akuntansi dan yang baru mengenal akuntansi. Ya hal ini karena sistem penggunaannya yang user friendly menjadikan software ini semakin banyak yang menggunakan. Apakah Anda tahu jenis-jenis software akuntansi yang sering digunakan? Berdasarkan cara pembuatannya, terdapat tiga jenis softwareakuntansi. Temukan penjelasan lengkap mengenai ketiga jenis software akuntansi tersebut di bawah ini.

Software Akuntansi Paket

Software akuntansi paket adalah software yang sudah terpaket. Maksudnya, software akuntansi yang Anda dapatkan tidak bisa di otak-atik lagi sendiri karena software tersebut sudah merupakan setting-an pabrik yang sudah dipatenkan. Kelebihan dari software ini adalah harganya yang relatif murah. Selain itu, karena sudah di-setting maka penggunaannya juga mudah. Sementara kelemahan dari software ini adalah user atau pengguna harus menyesuaikan kebutuhan dan kegiatan akuntansinya dengan setting-an software. Sehingga ada kalanya beberapa hal tidak dapat dikerjakan menggunakan software ini jika fitur yang dibutuhkan tidak tersedia. Penggunaannya yang mudah dan harganya yang murah membuat jenis software akuntansi ini sering digunakan oleh perusahaan dan pelaku UKM. Alasan lainnya yakni penggunaannya yang relatif stabil.

Software Akuntansi Customize

Berbeda dengan software akuntansi paket, software akuntansi customize ini seperti namanya yaitu bisa dimodifikasi. Artinya software ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Modifikasi dapat dilakukan setelah pembelian tetapi beberapa perusahaan juga ada yang menyediakan layanan modifikasinya pada saat membeli aplikasi tersebut di software house-nya. Adapun keuntungan software ini adalah dapat disesuaikan dengan kebutuhan keuangan Anda tanpa mengorbankan fitur lain yang tidak digunakan. Selain itu penggunaannya juga fleksibel. Namun, kelemahan dari software ini yakni harganya yang lebih mahal dari software paket. Risiko software customize juga lebih besar karena sifatnya yang fleksibel dan dapat dikembangkan sendiri. Selain itu,  harga jual penggunaan kedua (second) juga tidak ada jika pun ada sangat rendah.

Software Akuntansi Paket Custom

Selanjutnya, software akuntansi paket custom merupakan gabungan dari softwarepaket dan customize. Software ini adalah software paket yang memiliki modul standar tetapi dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalnya, ada transaksi yang harus di-input tetapi di dalam software tersebut tidak tersedia fiturnya, maka Anda dapat memodifikasinya. Keuntungan menggunakan softwareini yaitu harganya lebih terjangkau dibandingkan dari software customize. Stabilitasnya pun lebih baik dan terjaga daripada software customize. Keuntungan lainnya yakni fitur nya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehingga dapat digunakan secara cepat untuk bekerja.

Seperti yang lainnya, software ini juga memiliki kelemahan. Adapun kelemahan software ini adalah membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, penggunaan keduanya (second) juga sulit karena setiap perusahaan memiliki kebutuhan masing-masing  dan modifikasi sendiri-sendiri.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/3-jenis-software-akuntansi-yang-sering-digunakan-perusahaan/

Cara Mengelola Piutang untuk Tingkatkan Kas

Gambar terkait

Salah satu cara untuk mengelola arus kas perusahaan dengan baik adalah mengurangi umur piutang. Piutang merupakan tagihan kepada pelanggan di masa yang datang karena terjadinya transaksi di masa lalu. Piutang terjadi karena pelanggan melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang dijual suatu perusahaan secara kredit. Penjualan secara kredit merupakan salah satu penyebab buruknya manajemen arus kas. Di mana perusahaan berisiko mengalami penundaan penerimaan kas sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar ataupun kerugian yang diakibatkan piutang yang tak tertagih.

Untuk mempertahankan arus kas yang baik, perusahaan harus mengurangi umur piutang dengan mengubah metode pembayaran pelanggan menjadi tunai. Namun, hal itu akan terasa sulit karena metode pembayaran kredit bisa menjadi daya tarik pelanggan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pengusaha untuk menurunkan umur piutang dan mengurangi risiko buruknya manajemen arus kas.

Penjualan Tunai

Meski terbilang sulit, menjual barang atau jasa secara tunai merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk mengelola arus kas perusahaan. Pengusaha dapat memberikan diskon bagi pelanggan yang melakukan pembelian secara tunai untuk menarik daya beli pelanggan.

Bayar Di Muka

Seperti yang telah diungkapkan Sarah Schupp, setiap pengusaha membutuhkan pembayaran di muka dari pelanggannya. Hal ini dapat membuat arus kas perusahaan menjadi lebih sehat dan piutang berkurang.

Syarat Piutang

Nick Reese, pernah mengalami kehancuran dalam bisnisnya karena memberikan jangka waktu pembayaran piutang hingga 90 hari. Belajar dari pengalaman Nick, pengusaha dapat melakukan negosiasi terhadap pelanggannya untuk melakukan pembayaran lebih cepat, Anda juga dapat memberikan diskon kepada pelanggan yang membayar piutang sebelum tanggal jatuh tempo.

Diskon & Bonus

Seperti yang dikatakan oleh Andrew Schrage, memberikan diskon kecil untuk pelanggan yang membayar tagihan lebih cepat tidak hanya meningkatkan arus kas, tapi juga dapat membuat pelanggan terkesan dan memastikan hubungan kerjasama jangka panjang.

Background Check

Jika terpaksa memberikan piutang kepada pelanggan, baiknya Anda melakukan background checking terhadap pelanggan tersebut. Dengan melakukan background checking, pengusaha dapat mengurangi risiko kredit macet sehingga piutang yang diberikan dapat menjadi investasi atau tabungan bagi bisnis Anda.

Jadwal Penagihan

Jadwalkan penagihan piutang terhadap pelanggan secara berkala karena terbukti pelanggan yang ditagih secara berkala akan melakukan pembayaran tepat waktu. Misalnya Anda memberikan jatuh tempo pembayaran selama 30 hari, maka Anda dapat menjadwalkan penagihan secara berkala selama 3 hari yaitu hari ke 10, 20, dan 28.

Itu adalah beberapa cara yang bisa dilakukan pengusaha untuk mengelola arus kas dengan mengurangi umur piutang. Dengan arus kas yang baik, pengusaha dapat dengan mudah melihat kondisi keuangan perusahaannya sehingga memudahkan pengusaha untuk membuat keputusan yang tepat dalam mengembangkan bisnisnya.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-cara-mengelola-piutang-untuk-tingkatkan-kas/

Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi

Sering mencari informasi tentang “Cara Membuat Laporan Keuangan” di internet? Mungkin beberapa dari Anda masih bingung dengan istilah-istilah  akuntansi yang asing, sehingga sulit untuk mengaplikasikannya. Namun, tahukah Anda bahwa laporan keuangan merupakan kunci dari keberhasilan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Laporan keuangan adalah catatan mengenai informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi. Karenanya, dengan melihat laporan keuangan Anda dapat melihat kinerja dari perusahaan tersebut.

Laporan keuangan juga merupakan suatu kewajiban yang harus dibuat oleh perusahaan baik skala besar maupun skala kecil kepada para pemangku kepentingan. Menurut SAK ETAP tahun 2017,  komponen laporan keuangan meliputi laporan laba rugi, laporan aliran kas, neraca, laporan perubahan modal, dan catatan atas laporan keuangan.

Untuk membuat laporan keuangan bukanlah hal yang mudah. Anda memerlukan banyak data dan informasi keuangan dan operasional perusahaan. Sehingga tidak heran jika dalam membuat laporan keuangan dibutuhkan waktu yang banyak. Laporan keuangan biasanya dibuat oleh seorang akuntan tetapi kini sudah banyak perusahaan baik skala besar maupun menengah yang membuat laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi. Dengan software akuntansi, pembuatan laporan keuangan yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama sekarang dapat dibuat dalam hitungan detik.

Kemudahan dan kecepatan membuat laporan keuangan dengan softwareakuntansi menjadikan cara manual atau konvensional mulai ditinggalkan. Softwareakuntansi membuktikan bahwa laporan keuangan dapat dibuat dengan cepat dan hasilnya pun akurat. Selain itu, alur atau proses akuntansi dan pembuatan laporan keuangan juga menjadi lebih sederhana. Agar lebih mengerti, berikut akan disajikan cara membuat laporan keuangan dengan software akuntansi.

Mendaftarkan Perusahaan

Tahap pertama membuat laporan keuangan dengan software akuntansi adalah mendaftarkan perusahaan Anda. Pada tahap ini user atau pengguna membuat dan mengisi identitas perusahaan, periode akuntansi, bidang usaha yang dijalankan, pemilihan mata uang, dan informasi-informasi lainnya.

Membuat Data Master

Data master merupakan data base yakni data-data mengenai informasi perusahaan mulai dari awal perusahaan didirikan. Pada pembuatan data master, Anda akan mengisi data seperti nama dan alamat, data barang, modal awal, daftar supplier, daftar pelanggan, daftar kreditur, penyesuaian COA, dan lain sebagainya.

Mengisi Saldo Awal

Langkah ketiga ini sebenarnya hampir sama dengan langkah satu dan dua yakni masih seputar pengisian data. Hanya saja jenis dari data-data ini yang membedakan. Pada tahap ketiga, data atau informasi yang dimasukan berupa saldo awal dari setiap akun. Misal saldo awal akun piutang usaha / dagang, persediaan, kas, utang usaha, dan sebagainya. Saldo awal ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung laporan keuangan beserta transaksi yang terjadi nantinya.

Menginput Transaksi

Dasar untuk menginput transaksi adalah nota-nota atau bukti transaksi, sehingga setelah semua nota terkumpul, Anda dapat mengelompokkan nota-nota tersebut ke dalam kategori transaksi. Misalnya masuk dalam jurnal umum atau khusus. Di dalam software akuntansi akan disediakan fitur jurnal umum yang biasanya akan langsung terhubung dengan buku besar. Untuk menggunakannya, Anda cukup mengklik fitur tersebut dan menginput data, pilihlah akun yang sesuai dengan transaksi tersebut pada sisi debit atau kredit, masukan nominal angkanya dan terakhir klik simpan. Maka semua transaksi secara otomatis sudah tersimpan dan diposting ke buku besar setelah user menyimpan transaksi tersebut.

 

Selain fitur jurnal umum dan khusus, software akuntansi biasanya juga sudah menyiapkan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan. Sebagai contoh, pada menu pembelian  akan disajikan secara lengkap fitur-fitur pembelian meliputi invoice, retur, metode pembayaran cash atau kredit, pemesanan, dll. Bahkan sekarang software akuntansi juga sudah banyak menyediakan fitur-fitur yang terintegrasi dengan aplikasi lain, sehingga sangat memudahkan pekerjaan Anda.

Laporan keuangan terbentuk otomatis

Setelah semua transaksi dimasukan dan Anda ingin membuat laporan keuangan, Anda hanya tinggal mengklik report maka laporan keuangan pun akan tersusun secara otomatis pula.

Mudah bukan? Hanya dalam hitungan detik, laporan keuangan sudah dapat Anda buat. Kecanggihan teknologi membawa kita menjadi lebih efisien dan efektif. Proses akuntansi dan pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat tetapi tetap akurat. Sehingga Anda tidak perlu pusing memikirkan masalah deadline.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-mudah-membuat-laporan-keuangan-dengan-software-akuntansi/

Saham teknologi menopang Wall Street yang tertekan potensi perlambatan kinerja emiten

Indeks saham Wall Street bergerak mixed dengan mayoritas penurunan tipis. Selasa (9/7), Dow Jones Industrial Average turun 0,08% ke 26.783,49.

Indeks S&P 500 menguat 0,12% ke 2.979,63. Sedangkan indeks Nasdaq semalam ditutup naik 0,54% ke 8.141,73.

Saham-saham sektor teknologi mampu menahan penurunan akibat kekhawatiran outlook laba yang memburuk. Kemarin, saham Amazon.com, Facebook Inc, Apple Inc menjadi penopang indeks S&P 500 dan Nasdaq. Investor hari ini menunggu pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell di depan Kongres. Hari ini juga, bank sentral akan merilis risalah rapat The Fed bulan Juni.

“Mungkin akan ada kejelasan dalam beberapa hari mendatang setelah dengar pendapat Powell,” kata Bucky Hellwig, senior vice president BB&T Wealth Management kepada Reuters. Emiten penghuni S&P 500 akan mulai merilis laporan keuangan kuartal kedua pada pekan depan. Analis memperkirakan, laba emiten S&P 500 di kuartal kedua turun 0,2% secara tahunan. Ini adalah prediksi dari data Refinitiv IBES.

Kabar lainnya, Amerika Serikat (AS) dan China akan memulai kembali pembicaraan dagang pada pekan ini setelah terhenti dua bulan. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan, pembicaraan dagang dengan Uni Eropa juga berlanjut.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/saham-teknologi-menopang-wall-street-yang-tertekan-potensi-perlambatan-kinerja-emiten