Ingatkah Anda pada krisis tahun 1998 dimana banyak perusahaan baik kecil maupun besar yang gulung tikar? Saat dimana perekonomian negara sedang memburuk ternyata tidak membunuh semangat beberapa pebisnis untuk mempertahankan bisnis mereka. Bahkan sebagian besar memiliki bisnis yang berkembang hingga saat ini. Kuncinya? Tentu saja keseimbangan Finansial perusahaan.
Keseimbangan finansial hanya dapat diraih jika pebisnis mmemahami setiap kondisi finansial perusahaan, baik ketika lemah maupun kuat. Lalu, bagaimana cara mengetahui kondisi bisnis Anda? Neraca Saldo jawabannya.
3 Komponen Penting!

Neraca saldo memiliki 3 komponen, yaitu aset, beban, dan modal. Setiap komponen tersebut saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Agar lebih mengerti, perhatikan rumus sederhana di bawah ini.
Aset = Beban + Equitas
Aset
Asetlah yang membuat bisnis Anda bertahan! Aset merupakan seluruh hal yang menjadi milik perusahaan. Mereka dapat dijual saat perusahaan dalam kondisi lemah, dapat digunakan sebagai jaminan saat ekspansi perusahaan, serta membantu memproduksi neraca saldo yang sehat.
Berdasarkan bentuknya, aset diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu material (tangible)dan non-material (intagible). Aset material adalah aset yang berwujud seperti gedung atau kendaraan. Aset non-material, di sisi lain, adalah aset yang tidak berwujud namun memiliki nilai tinggi seperti hak paten, ide, atau nama brand/logo.
Beban
Perusahaan perlu melakukan pengorbanan finansial untuk membeli atau memiliki aset. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset-aset inilah yang dinamakan beban. Beban sendiri dibagi menjadi menjadi 2 jenis, yaitu beban jangka pendek dan jangka panjang. Beban jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang harus segera dilunasi dalam waktu 1 tahun. Pembayaran gaji contohnya. Beban jangka panjang seperti pelunasan cicilan rumah atau gedung adalah beban dengan jangka waktu pelunasan lebih dari 1 tahun, bahkan dapat mencapai lebih dari 10 tahun.
Equitas
Equitas merupakan modal awal yang biasanya diinvestasikan dalam bentuk saham kepada bisnis Anda. Modal ini harus dicicil per bulan atau per tahun, tergantung dari kesepakatan perusahaan dengan investor. Dana pengembalian modal ini diambil dari sebagian pendapatan bersih perusahaan dalam bentuk dividen.
Mengukur Risiko Finansial Bisnis Anda

Neraca saldo membantu Anda dalam mengukur risiko finansial yang harus dihadapi perusahaan. Risiko yang sekaligus merupakan kesempatan ini dapat diukur dari 3 aspek, yaitu:
Likuiditas (Liquidity)
Adaptabilitas (Adaptability)
Durabilitas (Durability)
Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini mencakup kebutuhan operasional perusahaan dan juga pembayaran cicilan. Adaptabilitas merupakan kemampuan finansial perusahaan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan situasi atau kondisi. Durabilitas adalah tingkat ketahanan perusahaan dan bagaimana kemampuan perusahaan untuk bertahan di masa depan.
Perusahaan yang sukses memiliki likuiditas, adaptabilitas, dan durabilitas yang baik. Mereka memiliki kas yang cukup untuk semua kebutuhan, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini akan membuat perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Kas yang cukup dan terkelola dengan baik membuat perusahaan Anda dapat bertahan lama dan memiliki persediaan finansial untuk pengembangan bisnis atau melakukan aktivitas finansial lainnya di masa mendatang.
Mengukur risiko finansial dalam menjalankan bisnis sangat penting karena dengan demikian Anda dapat mengetahui kesiapan perusahaan untuk berkembang. Dengan adanya neraca saldo, Anda dapat mengetahui kondisi kas, aset, serta kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. Anda dapat memutuskan apakah perusahaan mampu melunasi kewajibannya dalam jangka waktu tertentu atau melakukan investasi dalam jumlah tertentu.
https://www.jurnal.id/id/blog/keseimbangan-finansial-kunci-kesuksesan-bisnis-anda/
Ini adalah bentuk laporan yang berisi ringkasan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas pemilik. Sekilas, Anda akan melihat saldo kas, jumlah investasi properti baik yang terselesaikan atau masih dalam proses pembangunan, uang jaminan yang dipegang, jumlah utang dari Financial Lease, pendapatan dari deposit pelanggan, dan banyak lagi.
Laporan ini harus memiliki rincian dari jumlah pendapatan dan pengeluaran bulanan. Lalu sandingkan dengan Laporan Anggaran yang Anda buat untuk melihat kinerja keuangan perusahaan properti Anda. Ketika dibuat dan digunakan dengan benar, Laporan Anggaran adalah pedoman untuk pengoperasian aset Anda. Anda harus mengharapkan performa Laporan Laba Rugi perusahaan properti sesuai dengan Laporan Anggaran itu. Dengan membandingkan angka aktual dari Laporan Laba Rugi dengan angka di Laporan Anggaran akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan perusahaan properti Anda.
Buku Besar memberikan informasi terperinci dari tiap transaksi akun yang menghasilkan jumlah total yang tercermin pada Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi. Setiap entri harus dimasukkan dengan lengkap dan jelas. Tanyakan kepada manajer Anda jika Anda melihat banyak koreksi di berbagai akun dalam Buku Besar setiap bulannya atau.
Laporan ini harus memberikan informasi semua pembayaran kredit yang dilakukan selama periode pelaporan. Tujuannya adalah untuk memberikan jejak audit yang jelas untuk semua dana yang dipinjam sebagai setiap properti. Di dalam Laporan Akun Utang juga tersedia informasi umur utang Anda. Ini dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkait Arus Kas keluar perusahaan Anda. Cari kreditur yang secara disiplin membuat dan memberikan salinan faktur kepada Anda untuk kemudahan pendataan Laporan Akun Utang.
Sama seperti Laporan Akun Utang, Laporan Akun Piutang merupakan sub-bagian dari Buku Besar. Laporan ini merincikan masing-masing transaksi akun piutang dan uang muka (DownPayment) (DP) para penyewa yang diringkas dalam Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi.
Laporan Ini akan memperkuat pernyataan nominal saldo rekening bank yang tercermin pada Laporan Neraca serta deposito dan debit yang tercermin pada Buku Besar.




Meskipun Anda mungkin sulit untuk memprediksi Arus Kas Anda selama satu tahun penuh, sebagian besar pemilik bisnis memiliki pegangan yang kuat pada pergerakan pendapatan dan pengeluaran selama empat bulan ke depan. Mulai dari membuat laporan laba rugi Anda untuk tahun ini (bisa per semester atau kuartal). Ekspor laporan tersebut ke Spreadsheet, dan buat estimasi dan keputusan manajemen terbaik terkait pergerakan Arus Kas bisnis. Jika Anda menemui masalah musiman seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bandingkan angka dari Laporan Laba Rugi dan Arus Kas dari tahun-ke-tahun terakhir untuk baseline Anda mulai dari periode yang sama tahun ini.
Usahakan performa Arus Kas bisnis menjadi lebih baik lagi dengan keterampilan memperkirakan Arus Kas Masuk dan Keluar bisnis Anda. Semakin akurat Anda dapat memprediksi Arus Kas Masuk dan Keluar, semakin mudah untuk mengelola arus kas Anda secara efektif.
Setelah Anda memiliki gambaran akurat tentang prediksi Arus Kas Anda, Anda dapat mulai mengidentifikasi dan menangani pola yang Anda lihat dengan jelas. Misalnya, apakah Anda memiliki masalah musiman yang menyebabkan aktivitas penjualan bisnis Anda melambat pada musim tertentu? Jika demikian, Anda harus menahan untuk tidak membeli aset, inventaris, atau perekrutan karyawan. Dan ketika Anda berada di tengah masalah musiman tersebut, Anda dapat secara tenang dan proaktif memikirkan ide untuk menstabilkan penghasilan Anda.
‘Latihan’ penting lainnya untuk menstabilkan Arus Kas Masuk dan Keluar adalah membuat daftar faktor eksternal yang kemungkinan berada di luar kendali Anda dan dapat memengaruhi arus kas dan prediksi Anda. Faktor eksternal tersebut bisa berupa kondisi ekonomi secara makro, naik-turunnya kurs, musim, dan lainnya. Jika Anda memahami dan mengetahui faktor eksternal bisnis Anda, Anda bisa langsung membuat tindakan preventif untuk menjaga kestabilan Arus Kas Anda.
Lihatlah pengeluaran rutin bisnis Anda dan lihat bagaimana Anda bisa menguranginya. Bisakah Anda menurunkan biaya secara signifikan dengan membeli paket akses Internet dari vendor memberikan penawaran dengan harga menarik? Bisakah Anda menegosiasikan ulang harga-harga bahan baku yang biasa Anda beli dari vendor Anda? Usahakan untuk mulai menghemat dan kurangi biaya-biaya yang sekiranya bisa dikurangi dan biaya yang sekiranya tidak berpengaruh terhadap performa bisnis Anda.
Ada berbagai perusahaan anjak faktur (Invoicing Factory) yang akan membeli piutang Anda dengan diskon dari nilai nominalnya. Mungkin Anda akan mendapatkan uang kurang dari yang seharusnya pelanggan Anda bayar, tetapi Anda mendapatkan uang tersebut lebih cepat daripada periode piutang pelanggan Anda. Ini tentu akan memperbaiki kesehatan pergerakan Arus Kas bisnis Anda. Setidaknya ini adalah tindakan untuk mengurangi kemungkinan Piutang tak tertagih.
Jauh lebih mudah untuk membuat pelanggan melakukan pembelian kedua setelah mereka berkomitmen kepada pembelian yang pertama. Ini berfungsi baik untuk bisnis jasa dan seperti halnya pada bisnis ritel. Sebagai contoh, apakah pelanggan Anda ingin teleseminar atau webinarnya ditranskripkan? Apakah mereka juga ingin transkrip itu diedit dan diunggah ke situs web mereka (tentunya dengan biaya tambahan)? Jika Anda menjalankan bisnis jasa yang memiliki banyak jenis jasa yang Anda tawarkan, strategi ini memungkinkan bisnis untuk menambah Arus Kas Masuk. Karena ketika pelanggan Anda sudah puas dengan jasa pertama yang Anda berikan, mereka pasti akan mempertimbangkan kembali apa saja jasa yang akan Anda berikan berikutnya.

