Mengenal Fungsi dan Peran Akuntansi Dalam Dunia Bisnis

Gambar terkait

Sebuah bisnis, baik besar maupun kecil, publik maupun swasta, untuk  mencari keuntungan atau tidak mengutamakan keuntungan (nirlaba), akan selalu didorong oleh angka nominal yang tercatat dalam proses akuntansi mereka. Seorang manajer yang cerdas tahu bahwa angka tersebut akan berguna untuk melacak penjualan, mengelola persediaan, atau membuat gaji karyawan. Sebuah perusahaan yang mengetahui fungsi dan peran akuntansi secara pasti akan mempertimbangkan beberapa aspek akuntansi di luar laporan keuangan sederhana dari sisi debit dan kredit saja. Untuk memperdalam wawasan kita tentang fungsi dan peran akuntansi, di bawah ini akan kita bahas pentingnya pemahaman tentang akuntansi untuk bisnis.

Apa Tujuan dari Fungsi Akuntansi?

Tujuan utama dari setiap fungsi akuntansi adalah pencatatan keuangan yang berkelanjutan. Informasi keuangan dari semua jenis biaya dari biaya operasional, gaji, sumbangan, pengeluaran barang modal, investasi, arus kas, dan juga utilitas, harus diteliti minimal setiap bulan sekali. Hasil penelitian dan pelaporan keuangan tersebut akan menjadi sebuah catatan keuangan bisnis yang pada akhirnya dapat digunakan dalam berbagai cara dan memberi gambaran kepada seorang manajer tentang kondisi dan kesejahteraan finansial perusahaan pada waktu tertentu.

Bentuk Utama Akuntansi

Tiap data yang terkumpul dalam pencatatan keuangan hanya bermakna jika telah digunakan. Untuk menggunakan data dengan benar, seorang manajer keuangan akan memecah fungsi akuntansi menjadi dua bentuk utama yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Kedua bentuk akuntansi ini mengandalkan arus data keuangan yang sama, sedangkan perbedaan utama mereka terletak pada fokus dan orientasi waktunya.  Akuntansi manajemen, fokusnya bersifat internal dan melihat ke depan, namun akuntansi keuangan, fokusnya bersifat eksternal dan melihat ke belakang.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen digunakan secara internal untuk merencanakan dan mengambil langkah maju secara finansial. Dengan fungsi ini, akuntan melihat riwayat catatan arus data keuangan serta ekonomi saat ini dan membuat asumsi tentang tren dan apa arti tren bagi masa depan perusahaan. Akuntan manajerial akan melihat perlunya membuat kemajuan yang harus memberi dampak baik menurut departemen, menurut wilayah atau lini produk, dan membuat perkiraan  mengenai harapan penjualan, kinerja, harga, biaya, dan kebutuhan tenaga kerja. Dengan peran akuntansi manajemen, seorang manajer keuangan akan mencoba memprediksi masa depan keuangan perusahaan dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan harapan tersebut.

Akuntansi Keuangan

Peran akuntansi keuangan, penekanannya adalah saat melihat data masa lalu dengan tujuan untuk menentukan nilai sebuah perusahaan secara keseluruhan. Karena akuntansi keuangan ini disajikan lebih banyak untuk pihak eksternal perusahaan, maka penghitungannya harus tepat dan benar. Akuntansi keuangan yang dicatat harus sesuai  dengan prinsip akuntansi yang berlaku untuk umum agar terhindar dari masalah hukum.

Laporan akuntansi keuangan ini akan turut memengaruhi para pemegang saham dan investor untuk memutuskan apakah perusahaan publik bernilai undervalued (murah) dan layak diinvestasikan atau dinilai terlalu tinggi dan harus dihindari. Kreditur akan menggunakan informasi yang sama untuk memutuskan apakah organisasi nirlaba memiliki catatan risiko yang rendah, sebelum memberi pinjaman uang kepada mereka. Sedangkan, pada instansi pemerintah akan menggunakan informasi  ini untuk menentukan nilai pajak pada sebuah perusahaan.

Dari penjelasan di atas, sekilas kita akan memahami fungsi dan peran akuntansi bagi sebuah bisnis. Jika Anda masih mengalami kesulitan terkait dengan akuntansi perusahaan yang sedang Anda kelola, Anda bisa mendapatkan kemudahan dengan mendaftarkan bisnis Anda pada Jurnal. Jurnal adalah software berbasis cloud yang memudahkan Anda dalam proses akuntansi seperti membuat laporan keuangan. Dengan Jurnal, Anda dapat lebih mudah, cepat, dan aman dalam mengelola dan memonitor keuangan bisnis di mana pun dan kapan pun secara realtime.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-mengenal-fungsi-dan-peran-akuntansi-dalam-dunia-bisnis/

Kegunaan dan Persiapan dalam Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

 

Neraca Saldo adalah daftar saldo penutupan akun dari Buku Besar pada tanggal tertentu dan merupakan langkah pertama menuju penyusunan Laporan Keuangan. Biasanya, Neraca Saldo disiapkan pada akhir periode akuntansi untuk membantu terkait penyusunan Laporan Keuangan. Saldo dari Buku Besar dipisahkan dan dipilah menjadi saldo debit dan saldo kredit dengan jumlah yang harus sama. Bagi bisnis yang menggunakan metode akuntansi akrual, jelas terdapat beberapa item penyesuaian yang harus dimasukkan setelah Neraca Saldo dibuat. Laporan tersebut bernama Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSD).

NSSD & Perbedaannya dengan Neraca Saldo

NSSD adalah daftar dari semua akun dan saldo yang terkandung dari Buku Besar setelah entri penyesuaian untuk periode akuntansi telah diposting. Pada dasarnya, tujuan dari pembuatan Neraca Saldo adalah:

  • Neraca Saldo merupakan langkah pertama sebelum penyusunan Laporan Keuangan. Ini adalah dokumen internal atau kertas kerja yang digunakan akuntan sebagai dasar saat menyiapkan Laporan Keuangan.
  • Dokumen ini memastikan bahwa untuk setiap entri debit yang dicatat, entri kredit yang telah dicatat dalam pembukuan juga sama dengan entri debit. Hal itu sesuai dengan konsep akuntansi double entry. Jika total saldo dari Neraca Saldo tidak sama, perbedaan dapat ditelusuri dan diselesaikan sebelum Laporan Keuangan disusun.
  • Laporan Neraca Saldo memastikan bahwa saldo akun diekstraksi secara akurat dari Buku Besar. Dokumen ini juga membantu akuntan dalam mengidentifikasi dan memperbaikan kesalahan akuntansi yang terjadi.

Sementara itu, perbedaan antara Neraca Saldo dan NSSD terdapat di jumlah saldo yang dihasilkan setelah penyesuaian akuntansi dilakukan.

Entri atau jurnal penyesuaian meliputi akun-akun yang bersifat akrual. Contohnya seperti pendapatan akrual yang diperoleh dan biaya akrual yang dikeluarkan tetapi belum dicatat. Biaya dan atau liabilitas yang masih harus dibayar seringkali melibatkan akun seperti upah, utilitas, perbaikan dan pemeliharaan, komisi, bunga, dan lainnya.

Entri penyesuaian juga mencakup penyusutan dan penangguhan atau penyesuaian pembayaran di muka. Contohnya seperti asuransi dibayar di muka, pendapatan yang diterima di muka, pelunasan dari pelanggan, dan lainnya.

Memperbaiki dan Mengoreksi Kesalahan Akuntansi Melalui Neraca Saldo dan NSSD

“Neraca Saldo atau NSSD menyoroti dan mengevaluasi dari jalannya sistem Double Entry. “

Perhatikan bahwa kesalahan teknis dalam dunia akuntansi lebih sering terjadi di mana suatu bisnis masih menggunakan metode akuntansi konvensional. Dengan kata lain, pencatatan transaksi bisnis masih menggunakan “tangan” dan “alat tulis” atau secara manual. Kemungkinan terjadinya kesalahan akuntansi akan kecil jika bisnis menggunakan sistem pencatatan akuntansiu berbasis komputer. Karena perangkat lunak atau software akuntansi modern menjalankan beberapa jenis pemeriksaan kesalahan akuntansi secara realtime di setiap transaksi yang terjadi.

Neraca Saldo dan NSSD dapat memperbaiki kesalahan akuntansi di luar permasalahan yang disebutkan sebelumnya. Namun, Neraca Saldo atau NSSD tidak akan mendeteksi contoh kesalahan Human Error seperti transaksi yang seharusnya diposting namun ternyata belum terposting.

Ketika jumlah saldo dari Neraca Saldo atau NSSD tidak seimbang, akuntan akan mencoba mencari dan memperbaiki kesalahan di akun terkait dengan segera. Namun, jika alasan kesalahannya tidak jelas atau tidak mudah ditemukan, akuntan dapat membuat jurnal penyesuaian sementara di akun tertentu. Hal Ini akan mengembalikan saldo kredit-debit ke angka yang seimbang untuk sementara waktu.

Membuat NSSD dari Tahap Neraca Saldo

Untuk memberikan gambaran terkait NSSD, berikut data Neraca Saldo PT Cerah Gemilang:

PT Cerah Gemilang
Neraca Saldo
31 Desember 2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas 7.500.000 –
Piutang Usaha 3.500.000 –
Persediaan 1.600.000 –
Perlengkapan Umum 2.500.000 –
Aset Tetap 17.000.000 –
Utang Usaha – 10.000.000
Utang Pinjaman – 11.100.000
Modal Pak Anwar – 15.000.000
Prive Pak Anwar 8.000.000 –
Pendapatan Penjualan – 11.000.000
Biaya Administrasi 1.800.000 –
Biaya Gaji 5.000.000 –
Biaya Pajak dan Bunga 200.000 –
Total 47.100.000 47.100.000

Pada akhir periode, terdapat beberapa entri atau Jurnal Penyesuaian sebagai berikut:

Des 31 Piutang Usaha 400.000 –
Pendapatan Penjualan – 400.000
31 Biaya Utilitas 1.900.000 –
Utang Utilitas – 1.900.000
31 Biaya Perlengkapan Umum 700.000 –
Perlengkapan Umum – 700.000
31 Beban Penyusutan Aset Tetap 800.000 –
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – 800.000

Setelah memosting entri penyesuaian di atas, nilai beberapa item dalam Neraca Saldo yang belum disesuaikan akan berubah. Pada entri penyesuaian pertama, Piutang Usaha didebit sehingga meningkat Rp400.000. Sedangkan Pendapatan Penjualan dikreditkan dan meningkat sejumlah Rp400.000.

  • Saldo Piutang Usaha akan meningkat dari Rp3.500.000 menjadi Rp3.900.000 (naik Rp400.000). Sedangkan Pendapatan Penjualan akan menjadi Rp 11.400 dari saldo sebelumnya yang berjumlah Rp11.000.000 (naik Rp400.000).
  • Untuk entri selanjutnya, Biaya Utilitas dan Utang Utilitas belum ada dalam daftar akun di Neraca Saldo yang belum disesuaikan. Setelah memposting entri penyesuaian di atas, akun tersebut akan muncul di NSSD dengan jumlah Rp1.900.000.
  • Ketiga, Biaya Perlengkapan Umum didebit sejumlah Rp700.000.  Akun Perlengkapan Umum juga dikreditkan dengan angka Rp700.000. Setelah disesuaikan, akun Perlengkapan Umum memiliki saldo debit sejumlah Rp1.800.000 (berkurang Rp700.000). Dan akun Biaya Perlengkapan Umum akan muncul di NSSD dengan nilai Rp700.000.
  • Terakhir, belum ada akun Beban Penyusutan atau Depresiasi dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap pada Neraca Saldo yang belum disesuaikan. Setelah melakukan entri penyesuaian, kedua akun tersebut akan muncul di NSSD dengan nilai masing-masing sejumlah Rp800.000.

Bentuk Neraca Saldo Setelah Entri atau Jurnal Penyesuaian Dimasukkan (NSSD)

Setelah memasukkan Jurnal Penyesuaian terebut, Neraca Saldo akan berubah menjadi Neraca Saldo Setelah Disesuaikan (NSSD). Sama halnya dengan Neraca Saldo, NSSD juga harus memiliki jumlah saldo debit dan kredit yang seimbang. Berikut bentuk dari NSSD:

PT Cerah Gemilang
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
31 Desember 2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas 7.500.000 –
Piutang Usaha 3.900.000 –
Persediaan 1.600.000 –
Perlengkapan Umum 1.800.000 –
Aset Tetap 17.000.000 –
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – 800.000
Utang Usaha – 10.000.000
Utang Utilitas – 1.900.000
Utang Pinjaman – 11.100.000
Modal Pak Anwar – 15.000.000
Prive Pak Anwar 8.000.000 –
Pendapatan Penjualan – 11.400.000
Biaya Administrasi 1.800.000
Biaya Gaji 5.000.000
Pajak dan Bunga 200.000
Biaya Utilitas 1.900.000
Biaya Perlengkapan Umum 700.000
Beban Penyusutan Aset Tetap 800.000
Total 50.200.000 50.200.000

Kesimpulan

Berikut gambaran umum mengenai teknis pembuatan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. NSSD bisa dibuat ketika Anda sampai di tahap Neraca Saldo dan telah membuat Jurnal Penyesuaian. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda akan kesulitan jika Anda masih memakai metode akuntansi konvensional. Selain kemungkinan besar terjadi Human Errors, pelacakan atas kesalahan akuntansi yang terjadi juga akan sulit dilakukan jika Anda masih menggunakan kertas dan alat tulis (metode manual/konvensional). Saat ini, dengan menggunakan software akuntansi, Anda bisa memproses setiap transaksi bisnis yang terjadi bahkan pada tahap pembuatan NSSD secara otomatis. Salah satu software akuntansi yang bisa menjadi opsi terbaik adalah Jurnal. Jurnal adalah software akuntansi online yang memberikan fitur akuntansi lengkap yang salah satunya adalah pembuatan Laporan Keuangan lengkap.

Dengan Jurnal, Anda tidak perlu lagi menunggu hingga akhir periode pelaporan keuangan hanya untuk mengetahui kinerja dan evaluasi keuangan bisnis. Anda dapat mengakses Laporan Keuangan dan dokumen-dokumen internail lain – yang salah satunya adalah Neraca Saldo Setelah Penyesuaian – kapan dan di mana saja secara realtime. Mengacu pada Guidebook Jurnal mengenai laporan neraca saldo (trial balance), Anda bisa mem-filter Neraca Saldo sesuai periode yang diinginkan untuk melacak kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi.

Pahami Hubungan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak Secara Lengkap

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah akuntansi dan akuntansi pajak. Kedua istilah tersebut memang sering didengar oleh kita karena akuntansi dan pajak sangatlah lekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah Anda sudah mengetahui hubungan antara akuntansi dan perpajakan? Sebagian orang menganggap bahwa akuntansi hanya seputar hitung menghitung laba dan tidak ada hubungannya dengan pajak, sebab akuntansi pajak berkaitan dengan pajak pemerintah. Padahal sebenarnya akuntansi memiliki hubungan yang erat dengan akuntansi pajak. Agar Anda memahami hubungan antara akuntansi dengan akuntansi pajak, simak ulasan berikut.

Pengertian Akuntansi dan Akuntansi Pajak

akuntansi pajak

Sebelum membahas mengenai hubungan antara akuntansi dan perpajakan, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dan hal-hal lain dari keduanya. Akuntansi adalah suatu proses identifikasi, mencatat, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pihak yang berkepentingan. Akuntansi komersial atau akuntansi keuangan merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan standar akuntansi keuangan. Sedangkan, akuntansi pajak yakni proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan. Sehingga laporan keuangan yang dihasilkan disebut laporan keuangan fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Karena berdasarkan prinsip akuntansi, maka akuntansi umum atau komersial  dan akuntansi pajak memiliki persamaan dan perbedaan. Nah, kesamaan akuntansi umum dan akuntansi pajak:

1. Karakteristik Kualitatif

Kesamaan pertama antara akuntansi umum dan akuntansi pajak yaitu adanya kaitan karakteristik kualifikasinya. Karakteristik kualitatif akuntansi pajak dan komersial meliputi :

  • Relevan, adapun syarat informasi keuangan relevan antara lain: Memiliki umpan balik (feedback value), memiliki manfaat yang prediktif (predictive value), tepat waktu dan lengkap.
  • Andal, apabila informasi: Disajikan secara jujur, dapat diverifikasi, dan netral.
  • Dapat dibandingkan, informasi padat dibandingkan antar periode atau antar entitas.
  • Dapat dipahami, informasi dapat dimengerti oleh semua penggunanya.

2. Sistem Akrual

Pada akuntansi umum atau komersial, standar akuntansi yang digunakan yaitu sistem akrual. Sama dengan akuntansi umum, akuntansi pajak juga menerapkan sistem akrual. Pada akuntansi pajak diperbolehkan menggunakan sistem campuran (kas dan akrual) tetapi dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku seperti pada pasal 28 UU KUP.

3. Neraca

Laporan keuangan neraca pada akuntansi umum dan akuntansi pajak sama yaitu terdiri dari aset, utang dan modal.

4. Konsep Kesatuan Usaha

Persamaan lainnya adalah dalam hal prinsip kesatuan usaha. Akuntansi fiskal dan komersial keduanya menganut prinsip kesatuan usaha, yang berarti adanya pemisahan antara harta atau aset dari pemilik dan perusahaan.

5. Prinsip Realisasi

Selain menerapkan prinsip kesatuan usaha, persamaan lainnya adalah prinsip realisasi. Kedua jenis akuntansi tersebut sama-sama menerapkan prinsip realisasi, dan lain sebagainya.

Perbedaan Akuntansi Umum dan Akuntansi Pajak

Setelah mengerti tentang persamaannya, kini saat nya Anda mengetahui tentang perbedaan akuntansi umum dan pajak .

1. Pengguna Laporan Keuangan

Pengguna laporan keuangan pada akuntansi komersial atau umum seperti pemegang saham, kreditur, karyawan, manajemen, pemerintah, masyarakat dan sebagainya. Sementara pengguna laporan keuangan dari akuntansi pajak yaitu fiskus.

2. Pedoman Penyusun dan Penyajiannya

Pedoman penyusunan dan penyajian akuntansi umum yaitu PSAK sedangkan untuk akuntansi pajak adalah undang-undang perpajakan yang berlaku.

3. Sifat Informasi

Sifat informasi pada kedua akuntansi ini juga berbeda. Informasi pada laporan keuangan umum bersifat umum atau dapat digunakan oleh siapa saja. Sementara pada akuntansi pajak, laporan keuangan bersifat rahasia. Biasanya yang tahu hanya manajemen dan fiskus.

4. Dasar Pencatatan

Transaksi pada akuntansi komersial dicatat dengan asas substance over form, yakni pencatatan dan pelaporan dilakukan dengan mengutamakan substansi ekonomi daripada hakikat formal dan hukum. Berbeda dengan akuntansi komersial, transaksi pada akuntansi pajak dicatat dan dilaporkan apabila memenuhi syarat dan ketentuan perpajakan, yaitu dengan mengutamakan hakikat formal atau hukum daripada substansi ekonomi nya.

5. Mata Uang

Laporan keuangan komersial diperbolehkan untuk disusun berdasarkan mata uang selain rupiah, sementara akuntansi pajak wajib menggunakan mata uang rupiah atau diperbolehkan menggunakan mata uang lain yang diijinkan peraturan.

6. Batas Waktu Penyampaian

Perbedaan selanjutnya, yakni mengenai batas waktu penyampaian. Menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang PT, waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Sedangkan mengacu UU KUP, laporan keuangan fiskal  diserahkan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak dan dapat diperpanjang paling lambat 2 bulan dengan ketentuan tersendiri.

Hubungan antara Akuntansi dan Perpajakan

Seperti yang diketahui bahwa dari akuntansi keuangan, Anda dapat memperoleh informasi tentang keadaan suatu entitas pada periode tertentu. Informasi keuangan tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Sementara akuntansi pajak lebih khusus lagi jika dibandingkan dengan akuntansi umum. Akuntansi pajak menyajikan informasi keuangan yang berkaitan dengan kepatuhannya terhadap pemerintah. Meskipun laporan keuangan disusun berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan umum, tetapi pada beberapa bagian ia harus disesuaikan dengan ketentuan perpajakan. Sehingga dalam akuntansi pajak, jika ada suatu ketidaksesuaian antara standar akuntansi yang berlaku umum dengan ketentuan perpajakan, maka perusahaan harus memprioritaskan untuk mematuhi undang-undang perpajakan. Hal ini karena pajak merupakan sebuah kewajiban (complience tax).

Sama dengan akuntansinya, laporan keuangan yang dihasilkan juga berbeda. Bisa saja misalnya sebuah perusahaan melaporkan laba tahun berjalan pada laporan keuangan komersial dan pajak nya berbeda. Dalam bidang akuntansi, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, nanti pada akhirnya akan ada sebuah proses penyamaan, yang disebut rekonsiliasi. Laporan keuangan pajak disusun dengan proses rekonsiliasi antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak ini berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan 46 (PSAK 46)., di mana ini juga sesuai dengan penyusunan laporan keuangan lengkap sesuai dengan PSAK 1. Sehingga laporan keuangan fiskal yang dihasilkan  disebut juga extra comptable.

Jadi penyusunan laporan keuangan fiskal sama dengan penyusunan laporan keuangan komersial, dimulai dari proses input transaksi berdasarkan bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar, pembuatan neraca lajur, penyesuaian sampai akhirnya nanti pada laporan keuangan. Selanjutnya, untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal dilakukanlah rekonsiliasi terhadap peraturan perpajakan. Dengan kata lain, akuntansi pajak dengan akuntansi komersial mempunyai hubungan yang erat, mereka tidak dapat dipisahkan karena untuk membuat akuntansi pajak atau laporan keuangan fiskal perlu akuntansi komersial. Sebuah perusahaan juga pasti berdiri dalam suatu negara, jadi laporan keuangan yang dibuat pun tidak hanya berdasarkan SAK saja, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan perpajakan / akuntansi pajaknya.

Itulah hubungan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak yang perlu Anda ketahui. Untuk membantu Anda membuat laporan keuangan baik komersial maupun pajak dengan mudah, Anda dapat dengan menggunakan bantuan software akuntansi Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda. Banyak fitur yang disediakan di dalamnya yang dapat memudahkan Anda melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan. Cukup dengan memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih Jurnal juga menggunakan teknologi berbasis cloud, sehingga Anda dapat mengaksesnya kapanpun dan di manapun secara real time. Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti Jurnal Tax Center, Klik Pajak, dsb. Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih mudah dan produktif serta fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/hubungan-akuntansi-komersial-dan-akuntansi-pajak/

Mengenal Biaya Produksi (Cost of Production) dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan

 

Biaya Produksi menjadi salah satu unsur yang cukup penting dalam pelaporan keuangan perusahaan. Biaya Produksi atau Kos Produksi (Cost of Production) adalah biaya yang timbul dari suatu proses produksi perusahaan manufaktur dalam membuat barang atau jasa yang akan dijual. Biaya Produksi juga biasa dikenal dengan istilah Kos Manufaktur (Manufacturing Cost). Dalam dunia Akuntansi Biaya, biaya produksi merupakan salah satu komponen dalam Laporan Laba Rugi (Income Statement).

Seberapa Penting Biaya Produksi dalam Aktivitas Bisnis

Mengetahui jumlah biaya produksi yang timbul merupakan langkah penting yang harus dilakukan seorang manajer perusahaan. Mengapa? Dengan mengetahui biaya yang timbul dari tiap alur produksi perusahaan, manajer bisa mengambil keputusan-keputusan krusial untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang, dan berbagai aktivitas produksi umum lainnya, sehingga proses produksi diharapkan bisa lebih berjalan secara efisien dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Kegiatan manajer dalam menganalisa proses dan biaya produksi juga berguna untuk penetapan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Sebagai contoh, manajer suatu kafe atau jenis usaha lainnya akan selalu melacak dan meneliti harga bahan baku terkait dengan produk-produk yang dijual. Jika suatu waktu harga bahan baku meningkat dan memengaruhi Biaya Produksi, maka manajer mempunyai opsi menaikkan harga jual produk atau menekan unsur biaya produksi lainnya.

Apa Saja Unsur di dalam Biaya Produksi?

Untuk menentukan dan mencapai nominal biaya produksi, terdapat tiga unsur yang saling terkait yang harus diperhatikan. Ketiga unsur tersebut adalah:

a. Biaya Material Langsung (Direct Material)

Biaya Material Langsung merupakan biaya bahan baku yang bersentuhan langsung dengan produk yang akan diproduksi dan nominal yang timbul cenderung mudah ditelusuri. Contoh kecilnya dalam suatu produk kopi di kafe-kafe, harga beli komposisi utama produk tersebut seperti biji kopi, air, gula, dan bahan lainnya bisa dikategorikan sebagai Biaya Material Langsung.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah upah, tunjangan, dan asuransi yang dibayarkan kepada pegawai yang terlibat langsung dalam jalannya proses produksi barang. Misalnya, pegawai di bagian perakitan produk atau yang mengoperasikan mesin untuk membuat produk.

c. Biaya Overhead Pabrik (Manufacturing Overhead)

Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah biaya yang secara tidak langsung berkaitan dengan aktivitas pabrik dan terjadi ketika memproduksi suatu produk. Biaya overhead pabrik meliputi:

– Bahan Material Tidak Langsung (Indirect Material)

Bahan tidak langsung adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi namun cenderung sulit untuk dilacak nominalnya. Contoh seperti  lem, minyak, cairan pembersih, dan lain sebagainya diklasifikasikan sebagai bahan tidak langsung karena biaya barang-barang tersebut cenderung sulit untuk dilacak dalam suatu proses produksi.

– Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pegawai yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya seperti petugas keamanan, pengawas, dan supervisor Quality Control di pabrik. Upah dan tunjangan mereka akan diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja tidak langsung.

– Biaya Overhead Lain seperti biaya utilitas pabrik, sewa gedung dan tanah, depresiasi mesin, dan asuransi.

Jadi, formulasi dari Biaya Produksi adalah:

Biaya Produksi = Biaya Material Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung + Biaya Overhead pabrik.

Contoh Biaya Produksi

Perusahaan Sejahtera Bersama merupakan perusahaan manufaktur yang menjual barang-barang furniture. Dalam satu bulan, perusahaan memproduksi 2.000 unit meja. Berikut rincian biaya untuk memproduksi 2.000 unit meja:

– Rp12.000.000 untuk kayu

– Rp4.000.000 untuk upah tukang kayu dan Rp1.000.000 untuk upah security yang menjaga selama pengerjaan meja dilaksanakan

– Rp1.000.000 untuk biaya sewa pabrik dan utilitas lainnya

Total Biaya Produksinya adalah:

Rp12.000.000 + Rp4.000.000 + Rp1.000.000 + Rp1.000.000 = Rp18.000.000.

Maka, Biaya Produksi untuk satu unit meja adalah Rp18.000.000/2.000 unit = Rp9.000.

Dengan mengetahui biaya produksi yang timbul secara detail, manajer bisa mengambil keputusan secara tepat dalam menentukan harga jual dan meminimalisir berbagai risiko terkait proses produksi. Jumlah Biaya Produksi ini juga berfungsi sebagai dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).

Khususnya bagi Anda seorang Accounting Manager suatu perusahaan, tidak perlu khawatir lagi dalam menghitung dan menelusuri Biaya Produksi. Karena Jurnal hadir untuk mengatasi berbagai masalah terkait pelaporan keuangan dan tentunya pencatatan biaya-biaya. Jurnal merupakan software akuntansi online yang menyediakan berbagai fitur pencatatan biaya. Dengan Jurnal, Anda bisa menjaga biaya pengeluaran, salah satunya biaya produksi, menyimpan bukti-bukti transaksi, dan melakukan penjadwalan barang keluar dan masuk secara aman.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-biaya-produksi-cost-of-production-dalam-pelaporan-keuangan-perusahaan/

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Seorang penemu ilmu akuntansi adalah Luca Pacioli yang dikenal sebagai seorang pendeta dari Ordo Fransiskus. Akuntansi mulai dikenal dari bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita tahun 1494. Terdapat dua bab terkait akuntansi yang dibahas di dalam buku tersebut, yaitu de Computis et Scripturis. Di dalam bab tersebut telah dipaparkan pembahasan terkait double entry sekaligus pengenalan debit dan kredit.

Selain itu, di dalam buku tersebut juga telah dinyatakan bahwa setiap pencatatan harus berpasangan. Sehingga istilah debit dan kredit digunakan. Penggunaan debit dan kredit akuntansi memang harus dipahami agar dalam mengerjakan pembukuan tidak terjadi kesalahan. Debit dan kredit akuntansi sangat penting karena setiap transaksi  memengaruhi keduanya. Sehingga debit dan kredit tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika debit bertambah, maka kredit akan berkurang dan jika kredit naik, maka debit akan berkurang.

 

Definisi Debit & Kredit

Secara umum, debit merupakan pengurangan deposito di dalam sebuah rekening bank atau catatan pos pembukuan yang dapat menambah nilai aktiva atau mengurangi besaran kewajiban. Sedangkan kredit adalah kemampuan untuk melakukan pembelian atau pinjaman dengan adanya perjanjian untuk melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu.  Debit dan kredit merupakan istilah yang sering digunakan di dalam dunia akuntansi keuangan. Debit diartikan sebagai pertambahan uang di dalam tabungan atau rekening.

Selain itu juga dapat diartikan sebagai pertambahan transaksi. Sedangkan kredit diartikan sebagai pengeluaran uang saat melakukan transaksi. Namun debit dan kredit tidak bisa hanya diartikan sebagai pertambahan atau berkurangnya uang di dalam tabungan. Hal tersebut dikarenakan untuk kepentingan laporan keuangan perusahaan, debit dan kredit tidak sesederhana itu. Ada beberapa manfaat kredit, diantaranya adalah kredit akan meningkatkan daya guna dari modal. Selain itu, kredit juga dapat meningkatkan daya guna suatu barang atau produk, bermanfaat sebagai alat stabilitas ekonomi, dan menjadi media untuk meningkatkan pendapatan nasional.

 

Menentukan Debit dan Kredit

Untuk menentukan debit dan kredit akuntansi, sebaiknya Anda memahami klasifikasi akun berikut ini:

  1. Asset, yaitu harta perusahaan
  2. Liabilities, yaitu utang perusahaan
  3. Owner’ Equity, yaitu peminjam modal perusahaan
  4. Income, yaitu pendapatan perusahaan
  5. Expenses, yaitu pembelanjaan perusahaan

Untuk kategori akun 1, 2 dan 3 berada pada akun laporan keuangan balance sheet. Sedangkan kategori akun 4 dan 5 berada pada akun laporan keuangan income statement. Di dalam penulisan laporan debit dan kredit keuangan perusahaan dikenal istilah akun lawan. Akun lawan yaitu suatu transaksi yang dapat mempengaruhi minimal 2 akun. Misalnya, pada transaksi pembelian peralatan perusahaan secara utang akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut adalah mesin sebagai fixed assets dan akun lawannya adalah utang usaha sebagai bentuk pembelian secara kredit.

Istilah debit note dan kredit note seringkali digunakan di dalam penulisan akuntansi perusahaan. Debit note merupakan suatu dokumen yang berisikan pemberitahuan terkait piutang dari pelanggan yang semakin bertambah untuk alasan tertentu. Di dalam dokumen debit note juga bisa berisi tentang tentang perusahaan terhadap vendor atau supplier. Sedangkan kredit note merupakan dokumen pemberitahuan yang berisikan utang perusahaan terhadap pelanggan sehingga dapat digunakan untuk mengurangi utang perusahaan terhadap vendor atau supplier.

 

Perbedaan Debit dan Kredit Dalam Akuntansi

Setiap terjadi transaksi akuntansi, setidaknya ada dua akun yang selalu berkaitan. Yaitu entri debit dicatat pada satu akun dan entri kredit dicatat terhadap akun lainnya. Tidak ada batas atas jumlah akun yang terlibat di dalam transaksi, namun minimum tidak kurang dari dua akun. Total dari debit dan kredit untuk setiap transaksi harus selalu sama. Sehingga transaksi akuntansi selalu dikatakan dengan keseimbangan. Apabila suatu transaksi tidak seimbang, maka laporan keuangan tidak mungkin dapat dibuat. Dengan demikian, penggunaan debit dan kredit dalam format pencatatan transaksi dua kolom merupakan hal yang paling penting dari semua kontrol atas akurasi akuntansi. Berikut ini adalah perbedaan debit dan kredit dalam akuntansi yang perlu dipahami:

  1. Debit mengacu pada sisi kiri akun buku besar, sedangkan kredit berhubungan dengan sisi kanan akun pada buku besar. Di dalam rekening pribadi, pihak penerima akan di debit dan pihak pemberi akan dikreditkan.
  2. Di dalam akun neraca, apapun yang masuk akan didebit. Sementara apapun yang keluar akan dikreditkan.
  3. Untuk laporan laba-rugi, semua pengeluaran dan kerugian akan didebit. Namun semua pendapatan dan keuntungan akan dikreditkan.
  4. Peningkatan debit disebabkan oleh kenaikan cash, inventaris, pabrik dan mesin, tanah dan bangunan, pengeluaran (seperti gaji, asuransi, pajak, dividen, dan lain sebagainya). Sedangkan peningkatan kredit disebabkan oleh kenaikan dana pemegang saham, biaya keanggotaan, pendapatan sewa , laba ditahan, hutang, dan lain sebagainya.

 

Contoh Debit dan Kredit Dalam Tranksaksi Umum

Berikut ini ada beberapa contoh posisi debit dan kredit yang terdapat di transaksi umum yang sering terjadi pada sebuah bisnis:

  1. Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan, maka akun debitnya adalah Kas, dan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  2. Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan, akun debit Piutang Dagang. Sedangkan akun kreditnya adalah Pendapatan.
  3. Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier, akun debit adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Kas.
  4. Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier, akun debitnya adalah Perlengkapan dan akun kredit adalah Utang Dagang.
  5. Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan, akun debitnya Kas, dan akun kreditnya Piutang Dagang.
  6. Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier, akun debit Fixed Assets dan akun kredit Utang Dagang.
  7. Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier, akun debit Inventory, dan akun kredit Kas.
  8. Pembelian inventory secara kredit kepada supplier, akun debit Inventory dan akun kredit Utang Dagang.
  9. Membayar gaji karyawan, akun debit Salary expenses dan akun kredit Kas.

 

Pentingnya Pembuatan Laporan Debit dan Kredit

Di dalam perusahaan, sebuah bisnis pasti sering mengalami atau melakukan transaksi. Baik transaksi secara internal maupun eksternal. Transaksi-transaksi tersebut mengharuskan pihak perusahaan untuk membuat dokumen transaksi dalam bentuk laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan tersebut adalah untuk mengetahui laju keluar masuknya dana perusahaan untuk meminimalisir kemungkinan over budget pada kategori akun tertentu di dalam pelaporan. Terdapat lima unsur yang ada di dalam transaksi akuntansi, meliputi utang, harta, pendapatan, modal dan biaya atau beban.

Melakukan transaksi debit pasti  disertai dengan transaksi kredit. Perusahaan yang tidak memiliki dokumen pelaporan debit dan kredit akuntansi maka tidak dapat mengendalikan aliran keluar masuknya keuangan perusahaan. Selain itu, data-data keuangan perusahaan juga tidak dapat di lacak jika terjadi sesuatu terhadap keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dengan adanya laporan debit dan kredit diharapkan dapat membantu mengawasi keuangan perusahaan dari kemungkinan adanya korupsi dari karyawan. Karena data debit dan kredit yang baik selalui disertai dengan kuitansi atau nota yang dapat dipercaya.

Di dalam dunia akuntansi, istilah debit dan kredit memang banyak disebutkan. Dengan memahami debit dan kredit akuntansi, Anda dapat mengerjakan pembukuan secara benar dan tanpa kesalahan posting transaksi. Dalam melakukan entry jurnal pun jumlah debit dan kredit akuntansi harus sama. Jika tidak seimbang, maka otomatis Anda telah melakukan satu kesalahan dalam posting nominal di jurnal yang sedang Anda kerjakan. Mengenali debit dan kredit merupakan dasar dalam mempelajari akuntansi dan mengerjakan akuntansi bagi perusahaan. Dalam menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan, mungkin sudah saatnya kini Anda menggunakan software akuntansi online seperti jurnal. Dengan bantuan software akuntansi, laporan keuangan pada bisnis Anda akan terkelola secara lebih akurat.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/penggunaan-debit-dan-kredit-akuntansi-yang-perlu-dipahami/

Cara Mengelola Piutang untuk Tingkatkan Kas

Gambar terkait

Salah satu cara untuk mengelola arus kas perusahaan dengan baik adalah mengurangi umur piutang. Piutang merupakan tagihan kepada pelanggan di masa yang datang karena terjadinya transaksi di masa lalu. Piutang terjadi karena pelanggan melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang dijual suatu perusahaan secara kredit. Penjualan secara kredit merupakan salah satu penyebab buruknya manajemen arus kas. Di mana perusahaan berisiko mengalami penundaan penerimaan kas sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar ataupun kerugian yang diakibatkan piutang yang tak tertagih.

Untuk mempertahankan arus kas yang baik, perusahaan harus mengurangi umur piutang dengan mengubah metode pembayaran pelanggan menjadi tunai. Namun, hal itu akan terasa sulit karena metode pembayaran kredit bisa menjadi daya tarik pelanggan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pengusaha untuk menurunkan umur piutang dan mengurangi risiko buruknya manajemen arus kas.

Penjualan Tunai

Meski terbilang sulit, menjual barang atau jasa secara tunai merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk mengelola arus kas perusahaan. Pengusaha dapat memberikan diskon bagi pelanggan yang melakukan pembelian secara tunai untuk menarik daya beli pelanggan.

Bayar Di Muka

Seperti yang telah diungkapkan Sarah Schupp, setiap pengusaha membutuhkan pembayaran di muka dari pelanggannya. Hal ini dapat membuat arus kas perusahaan menjadi lebih sehat dan piutang berkurang.

Syarat Piutang

Nick Reese, pernah mengalami kehancuran dalam bisnisnya karena memberikan jangka waktu pembayaran piutang hingga 90 hari. Belajar dari pengalaman Nick, pengusaha dapat melakukan negosiasi terhadap pelanggannya untuk melakukan pembayaran lebih cepat, Anda juga dapat memberikan diskon kepada pelanggan yang membayar piutang sebelum tanggal jatuh tempo.

Diskon & Bonus

Seperti yang dikatakan oleh Andrew Schrage, memberikan diskon kecil untuk pelanggan yang membayar tagihan lebih cepat tidak hanya meningkatkan arus kas, tapi juga dapat membuat pelanggan terkesan dan memastikan hubungan kerjasama jangka panjang.

Background Check

Jika terpaksa memberikan piutang kepada pelanggan, baiknya Anda melakukan background checking terhadap pelanggan tersebut. Dengan melakukan background checking, pengusaha dapat mengurangi risiko kredit macet sehingga piutang yang diberikan dapat menjadi investasi atau tabungan bagi bisnis Anda.

Jadwal Penagihan

Jadwalkan penagihan piutang terhadap pelanggan secara berkala karena terbukti pelanggan yang ditagih secara berkala akan melakukan pembayaran tepat waktu. Misalnya Anda memberikan jatuh tempo pembayaran selama 30 hari, maka Anda dapat menjadwalkan penagihan secara berkala selama 3 hari yaitu hari ke 10, 20, dan 28.

Itu adalah beberapa cara yang bisa dilakukan pengusaha untuk mengelola arus kas dengan mengurangi umur piutang. Dengan arus kas yang baik, pengusaha dapat dengan mudah melihat kondisi keuangan perusahaannya sehingga memudahkan pengusaha untuk membuat keputusan yang tepat dalam mengembangkan bisnisnya.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-cara-mengelola-piutang-untuk-tingkatkan-kas/

4 Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Proses Akuntansi

 

Gambar terkait

Akuntansi menurut American Accounting Association adalah sebuah proses identifikasi, pengukuran, dan komunikasi informasi ekonomi untuk mendapatkan keputusan yang tepat dari pengguna informasi perusahaan. Namun, dalam prosesnya banyak perusahaan yang mengalami kesalahan-kesalahan dalam proses akuntansi yang dapat menyebabkan kerugian hingga hilangnya kepercayaan dari pihak lain. Berikut adalah beberapa kesalahan dalam proses akuntansi yang sering ditemukan dalam perusahaan.

Kesalahan Pencatatan & Rekonsiliasi

Ketika bisnis mulai berjalan lancar, banyak pengusaha yang mengabaikan laporan keuangan hanya dengan alasan tidak memiliki banyak waktu. Dengan tidak mencatat transaksi bisnis, laporan keuangan akan menjadi tidak sesuai dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Laporan keuangan yang tidak sesuai dan tidak tepat dapat memberikan efek negatif kepada perusahaan seperti peringkat kredit menjadi buruk atau pengiriman barang dari supplier menjadi tidak lancar.

Hanya Menjadikan Laporan sebagai Pencatatan

Banyak pengusaha yang melihat akuntansi hanya sebagai proses pencatatan data keuangan perusahaan yang berfungsi hanya untuk menghitung saldo perusahaan atau kepentingan perpajakan. Namun pada kenyataannya, laporan keuangan dapat memberikan informasi sebagai bagan pertimbangan untuk menentukan keputusan atau membuat strategi untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Lupa Menyimpan Bukti Transaksi

Sering lupa untuk menyimpan bukti transaksi seperti kuitansi atau nota sering terjadi pada setiap orang, terutama ketika perhatian dan pikiran sedang fokus dengan berbagai hal. Sedangkan kuitansi dan nota dapat menjadi bukti yang valid ketika terjadi perbedaan angka pada saat pemeriksaan laporan keuangan. Tak hanya itu, kuitansi dan nota juga sangat berguna dan dapat memudahkan dalam proses audit dan perpajakan.

Kesalahan Matematis Saat Berhitung

Kesalahan saat berhitung tidak hanya terjadi pada pengusaham namun juga sering terjadi pada akuntan yang sudah berpengalaman. Kesalahan ini sering terjadi ketika sedang terburu-buru atau saat lelah sehingga tidak dapat mendeteksi kesalahan tersebut. Kesalahan saat berhitung bila digabungkan dengan kesalahan saat input dan rekonsiliasi, maka dapat menjadi kesalahan yang besar pada laporan keuangan perusahaan. Di mana, jika kesalahan tersebut tidak diketahui hingga berbulan-bulan dapat menyebabkan masalah yang lebih kompleks saat ingin memperbaiki dan menyelesaikannya.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam proses akuntansi. Untuk mengurangi kesalahan akuntansi banyak pengusaha yang mempercayakan proses akuntansi bisnisnya dengan software akuntansi. Jurnal, software akuntansi online berbasis cloud dapat membantu pengusaha dalam membuat laporan keuangan secara instan. Tak hanya itu, dengan software akuntasi Jurnal, Anda juga dapat memonitor laporan keuangan di mana pun dan kapan pun secara real-time.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-4-kesalahan-yang-sering-terjadi-dalam-proses-akuntansi/

4 Cara Tepat Memperbaiki Arus Kas Perusahaan

Hasil gambar untuk memperbaiki arus kas

Arus kas merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pengusaha. Masalah utama yang sering dihadapi adalah arus kas defisit, di mana pengeluaran melebihi pendapatan, sehingga arus kas menjadi tidak seimbang. Masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman pengusaha mengenai cara mengelola arus kas yang benar. Pengelolaan arus kas yang salah dapat menyebabkan kerugian bahkan kegagalan dalam sebuah  bisnis.

Arus kas sangat memengaruhi jalan atau tidaknya kegiatan operasional bisnis sekaligus memengaruhi perkembangan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, ketika bisnis telah mengalami masalah arus kas, sebagai pengusaha Anda harus memperbaiki arus kas perusahaan Anda. Inilah beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk memperbaiki arus kas perusahaan.

Menekan Pengeluaran

Ketika pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan, berarti Anda sedang mengalami krisis arus kas. Masalah ini terjadi ketika Anda hanya mementingkan keinginan tanpa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan. Jika dibiarkan terlalu lama, masalah ini tentu dapat membuat bisnis gagal dan bangkrut. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah menekan pengeluaran bisnis dengan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bisnis Anda. Disinilah laporan arus kas sangat dibutuhkan. Dengan melihat laporan arus kas, Anda dapat memilah dan mengurangi pengeluaran yang tidak dibutuhkan.

Mengevaluasi Bisnis

Tak hanya pengeluaran lebih besar dari pendapatan, ternyata pengeluaran dan pendapatan yang memiliki nilai seimbang juga dapat membuat krisis arus kas. Jika hal ini terjadi, Anda harus segera mengevaluasi kembali bisnis Anda dengan membuat inovasi  baru. Disinilah pentingnya  sebuah laporan keuangan, dengan melihat laporan keuangan Anda dapat membuat sebuah keputusan dengan mudah untuk menghadapi persaingan pasar. Melakukan evaluasi mengenai harga, target market, serta pesaing dapat memudahkan Anda untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan bisnis Anda sehingga dapat memudahkan Anda dalam membuat inovasi untuk perkembangan bisnis.

Hindari Penumpukan Stok

Ini adalah salah satu masalah yang dapat menyebabkan kebocoran arus kas. Dengan stok yang menumpuk, barang akan cepat rusak dan perusahaan akan mengalami kerugian yang berpengaruh terhadap arus kas. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki laporan persediaan yang memudahkan Anda dalam mengelola stok barang dengan benar dan tepat. Selain itu, hindari pembelian stok berlebih dan keluarkan stok lama dengan memberikan diskon kepada pelanggan sesuai harga pokok untuk meningkatkan arus kas.

Tagih Piutang Secara Berkala

Sebagian perusahaan banyak yang menyepelekan penagihan piutang kepada pelanggannya. Jika dibiarkan terus menurus, hal ini akan memengaruhi arus kas yang masuk ke perusahaan. Untuk memperbaiki arus kas, Anda harus melakukan penagihan secara berkala sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Misalnya Anda telah memberikan syarat piutang dengan waktu jatuh tempo 30 hari, maka Anda dapat melakukan penagihan di hari ke 10, ke 20, dan 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan melakukan penagihen secara berkala, pelanggan akan melakukan pembayaran tepat waktu.

Selain empat cara di atas, Anda juga dapat memperbaiki arus kas dengan membuat laporan arus kas. Dengan adanya laporan arus kas, Anda dapat lebih mudah mengelola arus kas perusahaan sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan bisnis.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-4-cara-tepat-memperbaiki-arus-kas-perusahaan/

5 Cara Mengembangkan Bisnis Lokal Menjadi Go International

Hasil gambar untuk bisnis internasional

 

Sebagai pengusaha, mendapatkan kepuasan dalam berbisnis bukanlah hal yang mudah. Ketika bisnis telah berhasil berkembang di tanah air, setiap pengusaha pasti juga berharap bisnisnya bisa go International dan dikenal di seluruh dunia. Apakah Anda termasuk pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis ke luar negeri? Pelajari dulu cara mengembangkan bisnis lokal menjadi go international di bawah ini.

Lakukan Penelitian Pasar

Pasar di Indonesia belum tentu sama dengan pasar Internasional, oleh karena itu sebelum memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri, Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pasar Internasional. Dengan informasi yang lengkap, Anda akan lebih matang untuk mengembangkan bisnis ke taraf Internasional. Tak hanya itu, informasi yang lengkap juga dapat membantu Anda untuk mengidentifikasi kemungkinan risiko dan membuat rencana untuk menghindari kesalahan sehingga bisnis Anda akan dianggap sebagai merek Internasional dengan pemikiran yang maju, dapat dipercaya, dan juga memiliki kredibilitas tinggi.

Manfaatkan Media Promosi

Sebagai pengusaha pasti Anda sudah tahu seberapa kuatnya promosi memengaruhi kesuksesan bisnis. Sebagai pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya ke luar negeri, Anda dapat memanfaatkan media Internet, khususnya media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dengan mempromosikan bisnis melalui Internet, pasar International dapat melihat dan mengetahui keberadaan produk Anda sehingga mereka pun akan lebih mengenal produk dan tertarik dengan produk yang Anda promosikan.

Buat Produk dengan Kualitas Tinggi

Produk dengan kualitas tinggi pasti akan dicari banyak orang. Meski harganya sedikit mahal, konsumen akan rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk dengan kualitas tinggi. Untuk mengetahui apakah produk Anda telah memiliki kualitas tinggi, ada baiknya Anda membuat ulasan konsumen. Hal ini dapat membantu Anda melakukan penilaian dan evaluasi agar produk Anda dapat diterima dengan baik di pasar Internasional.

Mencari Relasi yang Baik

Relasi merupakan hal penting dalam dunia bisnis dan mencari relasi bukanlah hal yang mudah. Dengan adanya relasi yang baik, bisnis Anda akan berjalan dengan baik dan mendapatkan beberapa keuntungan seperti modal tambahan, media promosi dan periklanan, kerja sama penitipan barang, atau kerja sama lainnya. Relasi yang baik akan membantu dan memudahkan Anda untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, sebagai pengusaha ada baiknya untuk memperluas jaringan dan mencari relasi.

Miliki Rencana yang Matang

Ingin melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri berarti Anda harus mengembangkan skill dan strategi dalam bisnis. Dengan adanya strategi bisnis yang matang, rekan kerja atau perusahaan luar dapat memastikan bahwa mereka sedang menjalin relasi dengan orang yang tepat. Buatlah rencana bisnis yang ambisius namun tetap kredibel dalam menilai peluang bisnis yang beragam.

Tak hanya itu, untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri Anda juga memerlukan laporan keuangan yang dapat memudahkan Anda dalam memonitor perkembangan dan posisi keuangan bisnis Anda. Dengan adanya laporan keuangan, Anda dapat lebih fokus dalam membuat inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda di luar maupun di dalam negeri. Jurnal, software akuntansi online yang memudahkan Anda dalam mengelola laporan keuangan secara instan dan melihatnya secara real-time.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-5-cara-mengembangkan-bisnis-lokal-menjadi-go-international/

4 MANFAAT AKUNTANSI BAGI BISNIS UKM INDONESIA

Pencatatan keuangan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan bagi pemilik usaha, terutama mereka yang ingin mengembangkan usahanya. Kadang untuk mereka keuntungan adalah hal yang perlu diperhatikan, padahal sebelum mendapatkan keuntungan mereka perlu mencatat pengeluaran maupun pendapatan agar semua yang dilakukannya dapat tercatat secara jelas. Hal ini perlu dilakukan baik itu untuk UKM yang skalanya masih kecil ataupun yang sudah besar. Karena itu manfaat akuntansi bagi UKM memang sangat diperlukan untuk kalangan pengusaha.

 

Manfaat yang bisa Anda dapatkan saat menerapkan sistem akuntansi tersebut melalui pencatatan laporan usaha yang Anda lakukan. Anda dapat melihat dan melakukan analisa terhadap perkembangan usaha tersebut. Selain itu banyak manfaat lainnya yang dapat dirasakan apabila Anda sudah memiliki laporan keuangan bagi UKM, seperti:

 

Mengetahui Arus Keuangan

Ini salah satu manfaat yang cukup penting, di mana saat Anda mengetahui arus keuangan, maka Anda dapat mengambil keputusan secara lebih baik. Dengan memiliki catatan yang sesuai dengan standar akuntansi, semua arus keuanganmu akan tercatat secara lengkap seperti jumlah modal yang sudah terpakai, modal yang belum digunakan, jumlah utang dan sebagainya. Apabila Anda melakukan hal ini, tentu semua arus keuangan Anda bisa terlihat dari 1 bulan, 2 bulan hingga 12 bulan. Semua itu dapat Anda temukan apabila bisnis Anda telah mengimplementasikan akuntansi.

 

Sebagai Perencanaan

Pembukuan merupakan hal yang sangat penting bagi jalannya suatu usaha, terutama untuk usaha yang sudah cukup besar. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan biaya yang dimiliki dan juga sebagai perencanaan. Maksudnya, saat Anda melakukan pencatatan untuk usaha tentu Anda dapat melihat jalannya usaha Anda melalui pencatatan yang telah dilakukan. Karena itu, Anda dapat merencanakan langkah selanjutnya untuk meningkatkan usaha dari pencatatan yang telah Anda lakukan.

 

Memudahkan Untuk Melakukan Pinjaman

Saat usaha Anda berkembang cukup pesat, tentu Anda membutuhkan dana tambahan ataupun jasa di dalam produksi agar usaha Anda terus meningkat. Dengan pencatatan akuntansi yang telah Anda miliki, ini akan mempermudah Anda untuk dapat mengajukan pinjaman di bank. Karena saat mengajukan pinjaman melalui bank, biasanya salah satu persyaratannya adalah laporan keuangan yang harus lengkap. Hal ini cukup penting mengingat, bank tersebut perlu mengetahui arus keuangan dari jalannya usaha Anda.

 

Sebagai Pengambilan Keputusan

Dengan adanya pencatatan akuntansi, Anda akan merasakan manfaat akuntansi bagi UKM. Manfaat yang dimaksudkan salah satunya juga adalah pengambilan suatu keputusan dalam usaha yang Anda jalankan. Sehingga dengan adanya keputusan ini, Anda dapat menentukan keputusan yang tepat untuk usaha milik.

Itulah beberapa manfaat yang dapat Anda rasakan saat menerapkan pencatatan akuntansi untuk usaha milik.

 

Menggunakan Software Akuntansi Sebagai Alternatif Pencatatan Laporan Keuangan!

Untuk Anda yang ingin mempermudah pencatatan akuntansi untuk usahamu di era sekarang banyak software yang mendukung hal tersebut. Banyak perusahaan besar yang mulai menggunakan software yang mendukung pencatatan akuntansi perusahaannya. Kelebihan menggunakan software akuntansi ini juga diantaranya seperti perhitungan pajak otomatis, update laporan terakhir, melacak penjualan produk, mengelola aset, melakukan audit atas data yang dimaksudkan mencocokan transaksi secara otomatis dan berbagai kelebihan lainnya.

 

Dengan menggunakan software akuntansi, proses akuntansi yang Anda lakukan akan berjalan lebih baik dan mudah. Karena saat ini sudah banyak perusahaan yang mulai mengandalkan software akuntansi yang harganya cukup terjangkau untuk mengelola laporan keuangan dan lainnya.

 

Sesuaikan jenis usaha serta budget dengan kebutuhan yang Anda perlukan. Baik itu menggunakan pencatatan secara manual maupun menggunakan software akuntansi keduanya sama-sama mendukung usaha Anda untuk lebih berkembang.

 

Jurnal merupakan software akuntansi online yang mempermudah Anda dalam melakukan proses akuntansi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman. Di mana, Jurnal telah dilengkapi dengan berbagai fitur lengkap mulai dari membuat laporan keuangan hanya dengan 1 klik, mengelola stok barang, mengelola aset perusahaan, hingga melakukan rekonsiliasi kapan dan di mana saja.

 

Selain itu, Jurnal juga telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi bisnis lainnya yang mempermudah Anda dalam mengelola keuangan dan bisnis, mulai dari aplikasi POS, aplikasi pinjaman modal usaha, aplikasi perpajakan, aplikasi HR, dan masih banyak lagi.

 

 

Sumber: https://www.jurnal.id/id/blog/manfaat-akuntansi-bagi-ukm/