5 Tips Mengelola Perputaran Transaksi Debit dan Kredit dalam Bisnis

Di antara kebanyakan pebisnis, terutama yang masih berskala menengah ke bawah seperti UKM atau UMKM seringkali mengalami kesulitan dalam hal mengecek atau mengontrol transaksi debit dan kredit mereka. Kelalaian dalam mengontrol dan mengecek transaksi debit maupun kredit akan menimbulkan kerugian yang tidak dapat  diantisipasi sebelumnya. Karena itulah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini akan kita bahas beberapa tips penting tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengontrol transaksi masuk (debit) dan juga transaksi keluar (kredit) pada internal operasional bisnis yang sedang Anda jalankan.

Catat Semua Transaksi Penjualan & Pembelian

Apabila Anda telah melakukan transaksi penjualan dan pembelian, maka pastikan untuk mengumpulkan semua bukti dari transaksi-transaksi tersebut. Usahakan jangan sampai ada satupun bukti transaksi yang hilang, karena akan berpengaruh pada jumlah nominal transaksi yang akan Anda catatkan. Apabila semua sudah terkumpul, maka Anda sudah bisa mulai proses pengelompokan transaksi, mana saja yang masuk  transaksi debit maupun kredit.

Buat Jurnal Transaksi

Jika sudah digolongkan mana yang termasuk dalam transaksi debit dan kredit, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi.  Sebaiknya, setiap kali melakukan transaksi, Anda membuat  jurnal pencatatan agar tidak lupa, namun jika masih belum memiliki waktu untuk mencatatnya, maka Anda bisa membuat jurnal di setiap akhir minggu.

Pisahkan Isi Jurnal dan Masukan ke dalam Buku Besar (posting)

Berbeda dengan bentuk jurnal, pada buku besar akan ada pengelompokan berdasarkan jenis transaksi yang sedang Anda lakukan. Misalnya saja akun kas akan berisikan semua transaksi (debit/kredit) yang berhubungan langsung dengan kas, kemudian akun piutang akan berisikan tentang transaksi-transaksi yang berhubungan dengan piutang. Setiap jenis transaksi yang berbeda akan memiliki tabel penggolongan sendiri. Dalam melakukan postin atau pemindahan dari jurnal ke buku besar, cobalah untuk lebih teliti, agar tidak ada satupun transaksi yang tertinggal, yang nantinya akan menyebabkan nilai saldo menjadi salah atau berkurang.

Perhatikan Jenis Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang secara khusus melaporkan tentang gambaran dan nilai dari harta, kewajiban, dan modal dari para pemegang saham pada satu periode tertentu. Laporan neraca dibuat bertujuan untuk mengetahui apakah nilai dari debit dan kredit sudah seimbang atau tidak, jika pembuatan jurnal dan buku besar sudah benar, maka seharusnya angka-angka yang akan muncul pada sisi debit dan sisi kredit seharusnya juga sudah seimbang, apabila tidak, maka kemungkinannya adalah terdapat transaksi yang lupa untuk dicatat atau terdapat transaksi yang salah dalam pencatatatn akunnya.

Menyusun laporan keuangan

Setelah selesai melakukan semua langkah-langkah di atas, cobalah mulai mencatat semua transaksi, membuat jurnal, memindahkannya (mem-posting) ke dalam buku besar, dan memperhatikan laporan neracanya, maka Anda sudah mengetahui perputaran transaksi debit dan kredit dalam bisnis Anda.

Bagian selanjutnya sebagai sebuah kesimpulan menyeluruh maka Anda harus membuat sebuah laporan keuangan. Laporan ini berfungsi untuk melihat semua kegiatan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Hal ini juga berguna agar Anda dapat melihat apakah bisnis Anda mengalami profit (keuntungan) atau sebaliknya. Dari sini pula Anda akan dapat memikirkan tentang hal-hal penting apa saja yang harus dilakukan untuk kedepannya.

Pembukuan (pencatatan) dan pelaporan memang sangatlah penting untuk jalannya suatu bisnis, karena apabila Anda tidak dapat mengontrol nilai debit dan kredit pada bisnis yang sedang Anda jalankan, maka akan berakibat sangat fatal yang dapat menyebabkan kerugian.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-tips-mengelola-perputaran-transaksi-debit-dan-kredit-dalam-bisnis/

Mengetahui Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus

Di dalam pencatatan pembukuan akuntansi, dikenal istilah jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum merupakan jurnal serbaguna yang mencatat semua transaksi. Untuk perusahaan kecil dan menengah, jurnal umum cukup untuk pencatatan berbagai transaksi. Namun lain halnya jika perusahaan yang dijalankan merupakan perusahaan besar dengan banyak sekali transaksi. Dalam kasus ini, jika semua transaksi dimasukkan ke dalam jurnal umum, maka pencarian informasi terhadap transaksi tertentu akan menjadi sulit. Maka dari itulah jurnal khusus dimunculkan untuk mencatat transaksi-transaksi khusus yang terjadi pada perusahaan. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang banyak dan sering terjadi serta bersifat sama dan berulang. Pahami lebih lanjut mengenai jenis hingga manfaat jurnal khusus dalam pembahasan berikut.

Jenis-jenis Jurnal Khusus

Transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus ada bermacam-macam. Maka dari itu jurnal ini dibagi ke dalam empat macam. Berikut merupakan jenis-jenis jurnal khusus yang perlu Anda pahami:

Jurnal Pembelian

Jurnal Pembelian merupakan jurnal yang dikhususkan untuk mencatat semua jenis pembelian, baik barang maupun bukan barang secara kredit. Jenis-jenis transaksi pembelian tersebut yakni pembelian barang dagang secara kredit dan pembelian perlengkapan, peralatan serta aktiva lain secara kredit. Jurnal ini berfungsi untuk menyederhanakan pencatatan dan memudahkan pembukuan transaksi bervolume tinggi ke dalam buku besar. Jurnal pembelian juga mencatat transaksi secara harian sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. Nantinya, pada akhir tiap periode pelaporan, catatan dalam jurnal pembelian akan diringkas dan diposting dalam buku besar.

Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan secara kredit. Dengan kata lain, informasi yang disimpan dalam jurnal ini adalah ringkasan dari faktur yang dikeluarkan untuk pelanggan. Sama halnya dengan jurnal pembelian, jurnal penjualan juga berfungsi untuk memudahkan pencatatan transaksi bervolume tinggi di buku besar. Transaksi penjualan per hari akan dicatat pada jurnal penjualan, yang kemudian disederhanakan untuk diposting ke dalam buku besar di akhir periodenya.

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang. Jika jurnal khusus sebelumnya digunakan untuk pencatatan transaksi kredit, maka jurnal penerimaan kas difungsikan untuk transaksi secara tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas antara lain, penjualan tunai, penerimaan pelunasan utang, retur pembelian secara tunai dan penerimaan pendapatan.

Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal pengeluaran kas berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang. Jurnal ini akan mencatat secara terperinci transaksi secara tunai. Transaksi yang termasuk ke dalam jurnal pengeluaran kas antara lain, pembelian secara tunai, pelunasan utang, retur penjualan, pembayaran beban dan pengambilan uang tunai untuk pribadi.

Setiap perusahaan dapat merancang jurnal khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Oleh karena itu, jurnal dalam suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Akan tetapi, jika perusahaan tersebut sejenis ada kemungkinan jurnal yang dirancang mempunyai bentuk yang sama.

Manfaat Jurnal Khusus

Kemudahan Pencatatan secara Sistematis

Pengelompokan pencatatan transaksi dalam jurnal khusus membuat proses pembuatan laporan keuangan menjadi lebih sistematis. Kemudahan ini juga membuat proses pencatatan dalam buku besar menjadi lebih efisien.

Mempercepat Proses Data Transaksi

Dengan adanya pengelompokan data, maka pemrosesan laporan keuangan bisa lebih cepat terjadi. Sebagai contoh, jika ada 50 kali transaksi sejenis, pada jurnal umum akan tetap dicatat dan dikelompokan sebanyak 50 kali juga. Sedangkan, dalam jurnal khusus hanya perlu mengelompokan datanya satu kali saja, berdasarkan jenis akun.

Mempermudah Proses Pemostingan ke Buku Besar

Dengan adanya jurnal ini, pemostingan data ke buku besar dapat dilakukan secara berkala dengan lebih praktis dan mudah, karena dalam jurnal khusus semua transaksi yang sejenis dibukukan dengan akun yang sama. Sehingga pemostingan beberapa transaksi keuangan pun dapat dilakukan secara bersamaan berdasarkan jenis akunnya.

Memudahkan Pemeriksaan Secara Berkala

Pemeriksaan kembali biasa terjadi secara berkala dalam sebuah perusahaan, baik secara internal maupun eksternal oleh auditor publik. Dengan adanya jurnal khusus, transaksi keuangan sejenis yang telah banyak tercatat dalam perusahaan akan dibukukan secara ringkas dan praktis pada satu jurnal sehingga memberikan kemudahan bagi auditor internal maupun eksternal untuk melakukan pemeriksaan.

Mengurangi Resiko Pengubahan Data

Jurnal khusus membuat data harian dicatat secara kronologis dan terperinci. Proses transaksi yang dicatat setiap hari serta lengkap akan mengurangi resiko pengubahan data dan penipuan oleh pihak tertentu di waktu yang akan datang. Kemungkinan pembuatan laporan palsu dalam akun pun akan berkurang karena ada pihak yang bertanggung jawab atas kebenarannya.

Adanya Spesialisasi Pekerjaan

Pembagian jurnal khusus ke dalam empat jenis transaksi membuat adanya spesialisasi dalam pencatatan sehingga hasil yang didapatkan lebih baik.

Menggunakan jurnal khusus untuk laporan keuangan perusahaan, jelas akan memberi kemudahan dan efisiensi bagi pencatatan keuangan bisnis Anda. Kemudahan pencatatan yang dimiliki Jurnal khusus ini, sama halnya dengan sifat yang dimiliki software akuntansi online.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/mengetahui-pengertian-jenis-dan-manfaat-jurnal-khusus/

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis Anda

Mengelola Cash Flow atau Arus Kas bisnis merupakan tantangan besar bagi setiap jenis bisnis. Sebagai pemilik bisnis, Anda memiliki pengeluaran berkelanjutan seperti biaya gaji, pajak, sewa, utilitas, dan pembayaran pinjaman – pengeluaran dan tagihan yang harus Anda bayar tepat waktu untuk menjaga aktivitas operasional bisnis Anda tetap berjalan.

Ditambah lagi, Anda mungkin akan menghadapi masalah musiman. Di mana terdapat beberapa musim yang menyebabkan pergerakan penjualan atau pengeluaran sulit untuk diprediksi. Bagaimanapun, tujuan bisnis yang dirancang adalah untuk membuat pendapatan dan pengeluaran bisnis lebih mudah untuk diprediksi.

Ketidakpastian terkait dengan pergerakan Arus Kas membuat bisnis Anda sulit untuk melakukan investasi untuk kebutuhan jangka panjang. Dan tentu hal tersebut juga menyebabkan tekanan besar pada pemilik saat ia berjuang untuk menjaga keseimbangan Arus Kas. Berikut adalah tujuh strategi untuk membuat pergerakan Arus Kas bisnis Anda lancar, konsisten, dan lebih mudah untuk diprediksi.

1. Pertahankan Perkiraan Arus Kas Selama 120 Hari Berjalan

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaMeskipun Anda mungkin sulit untuk memprediksi Arus Kas Anda selama satu tahun penuh, sebagian besar pemilik bisnis memiliki pegangan yang kuat pada pergerakan pendapatan dan pengeluaran selama empat bulan ke depan. Mulai dari membuat laporan laba rugi Anda untuk tahun ini (bisa per semester atau kuartal). Ekspor laporan tersebut ke Spreadsheet, dan buat estimasi dan keputusan manajemen terbaik terkait pergerakan Arus Kas bisnis. Jika Anda menemui masalah musiman seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bandingkan angka dari Laporan Laba Rugi dan Arus Kas dari tahun-ke-tahun terakhir untuk baseline Anda mulai dari periode yang sama tahun ini.

2. Tingkatkan Model Prediksi Anda Dari Waktu ke Waktu

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaUsahakan performa Arus Kas bisnis menjadi lebih baik lagi dengan keterampilan memperkirakan Arus Kas Masuk dan Keluar bisnis Anda. Semakin akurat Anda dapat memprediksi Arus Kas Masuk dan Keluar, semakin mudah untuk mengelola arus kas Anda secara efektif.

Ketika Anda membuat proyeksi keuangan dari Arus Kas Masuk dan Keluar, fokuslah untuk mempelajari setiap prediksi dari tiap putaran Arus Kas sehingga seiring berjalannya waktu Anda keterampilan Anda dalam memprediksi menjadi lebih akurat.

Pikirkan cara memprediksi Arus Kas Anda seperti pada prediksi ramalan cuaca. Pada tahun 1970-an, ramalan cuaca hanya dikenal sebagai aktivitas fiksi daripada fakta. Tetapi dengan munculnya data cuaca dari satelit dan komputer yang lebih akurat yang dapat digunakan untuk memprediksi cuaca, prediksi ramalan cuaca menjadi bukan sekedar aktivitas fiksi belaka – walaupun hasil prediksi tidak selalu akurat karena berbagai faktor.

Prediksi Arus Kas bisnis Anda bisa menjadi sangat akurat jika dilakukan dalam periode jangka pendek (kurang lebih 120 hari). Tetapi jika Anda memperpanjang rentang periode prediksi, kemungkinan akan semakin banyak kesalahan prediksi yang Anda buat terkait pergerakan Arus Kas. Inilah sebabnya mengapa Anda harus selalu memperbarui prediksi Anda secara teratur dan konsisten – setiap bulan, kuartal, atau semester.

3. Amati Pola Pergerakan Arus Kas dari Periode ke Periode

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaSetelah Anda memiliki gambaran akurat tentang prediksi Arus Kas Anda, Anda dapat mulai mengidentifikasi dan menangani pola yang Anda lihat dengan jelas. Misalnya, apakah Anda memiliki masalah musiman yang menyebabkan aktivitas penjualan bisnis Anda melambat pada musim tertentu? Jika demikian, Anda harus menahan untuk tidak membeli aset, inventaris, atau perekrutan karyawan. Dan ketika Anda berada di tengah masalah musiman tersebut, Anda dapat secara tenang dan proaktif memikirkan ide untuk menstabilkan penghasilan Anda.

4. Waspadai Faktor Eksternal yang Dapat Memengaruhi Penjualan atau Pengeluaran Bisnis

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis Anda‘Latihan’ penting lainnya untuk menstabilkan Arus Kas Masuk dan Keluar adalah membuat daftar faktor eksternal yang kemungkinan berada di luar kendali Anda dan dapat memengaruhi arus kas dan prediksi Anda. Faktor eksternal tersebut bisa berupa kondisi ekonomi secara makro, naik-turunnya kurs, musim, dan lainnya. Jika Anda memahami dan mengetahui faktor eksternal bisnis Anda, Anda bisa langsung membuat tindakan preventif untuk menjaga kestabilan Arus Kas Anda.

5. Tekan Biaya Bisnis

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaLihatlah pengeluaran rutin bisnis Anda dan lihat bagaimana Anda bisa menguranginya. Bisakah Anda menurunkan biaya secara signifikan dengan membeli paket akses Internet dari vendor memberikan penawaran dengan harga menarik? Bisakah Anda menegosiasikan ulang harga-harga bahan baku yang biasa Anda beli dari vendor Anda? Usahakan untuk mulai menghemat dan kurangi biaya-biaya yang sekiranya bisa dikurangi dan biaya yang sekiranya tidak berpengaruh terhadap performa bisnis Anda.

6. Jual Piutang Anda untuk Mendapatkan Pembayaran Lebih Cepat

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaAda berbagai perusahaan anjak faktur (Invoicing Factory) yang akan membeli piutang Anda dengan diskon dari nilai nominalnya. Mungkin Anda akan mendapatkan uang kurang dari yang seharusnya pelanggan Anda bayar, tetapi Anda mendapatkan uang tersebut lebih cepat daripada periode piutang pelanggan Anda. Ini tentu akan memperbaiki kesehatan pergerakan Arus Kas bisnis Anda. Setidaknya ini adalah tindakan untuk mengurangi kemungkinan Piutang tak tertagih.

Sebelum Anda memutuskan untuk menjual piutang Anda, pastikan Anda memiliki margin keuntungan yang cukup besar dan analisis umur piutang pelanggan Anda secara teliti. Jika suatu piutang kemungkinan tidak akan dilunasi pelanggan karena telat bayar ataupun kebangkrutan yang dialami pelanggan, maka keputusan tersbeut akan menjadi tepat. Usahakan gunakan pilihan menjual piutang jika Anda bisa mengetahui dan menangani risiko dan konsekuensinya.

7. Sarankan Penjualan Lanjutan

Strategi Pengelolaan & Prediksi Cash Flow Bisnis AndaJauh lebih mudah untuk membuat pelanggan melakukan pembelian kedua setelah mereka berkomitmen kepada pembelian yang pertama. Ini berfungsi baik untuk bisnis jasa dan seperti halnya pada bisnis ritel. Sebagai contoh, apakah pelanggan Anda ingin teleseminar atau webinarnya ditranskripkan? Apakah mereka juga ingin transkrip itu diedit dan diunggah ke situs web mereka (tentunya dengan biaya tambahan)? Jika Anda menjalankan bisnis jasa yang memiliki banyak jenis jasa yang Anda tawarkan, strategi ini memungkinkan bisnis untuk menambah Arus Kas Masuk. Karena ketika pelanggan Anda sudah puas dengan jasa pertama yang Anda berikan, mereka pasti akan mempertimbangkan kembali apa saja jasa yang akan Anda berikan berikutnya.

Dengan memahami strategi prediksi dan melancarkan pergerakan Cash Flow, Bisnis Anda akan berada di jalur yang aman. Kuncinya adalah Anda harus mengevaluasi bisnis melalui Laporan Arus Kas secara rutin dan konsisten. Karena jika tidak konsisten, maka bisa dipastikan bisnis Anda akan “kecolongan” dan ini akan memperburuk kinerja bisnis Anda. Dan tentunya Anda membutuhkan alat untuk membantu pembuatan Laporan seperti Laporan Arus Kas dan Laporan Laba Rugi secara cepat untuk tujuan efisiensi.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/strategi-pengelolaan-dan-prediksi-cash-flow/

TINGKATKAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN ANDA DENGAN CARA INI.

Apakah saat ini laporan keuangan bisnis Anda sedang berantakan? Jika ya, berarti aktivitas finansial perusahaan sedang tidak tertata rapi. Biasanya, penyebab utama laporan keuangan yang buruk adalah kurangnya pengelolaan keuangan dan pembuatannya yang terburu-buru. Berikut ini merupakan 9 aktivitas finansial harian hingga tahunan yang terbukti efektif dalam membantu pebisnis serta tim dalam mempersiapkan laporan keuangan.

Aktivitas Harian

1. Cek kondisi kas

Kas merupakan sumber energi perusahaan. Karena itu, awali hari Anda dengan memeriksa kondisi keuangan setiap harinya. Pastikan bahwa perusahaan memiliki cukup dana untuk melakukan transaksi hari itu. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari risiko kehabisan uang atau kekacauan finansial.

2. Periksa dan catat semua transaksi

Akhiri hari Anda dengan memeriksa semua transaksi yang terjadi. Pastikan setiap bukti transaksi seperti faktur, nota, cek, atau kwitansi terkumpul dengan rapi sehingga Anda tidak kesulitan mencarinya di akhir bulan. Kemudian catatlah setiap transaksi tersebut ke dalam pembukuan. Ingatlah bahwa transaksi tanpa bukti dianggap tidak sah dan harus dipertanggungjawabkan.

Aktivitas Mingguan

3. Review aktivitas bisnis perusahaan

Setelah seminggu, saatnya bagi Anda untuk meninjau ulang seluruh transaksi bisnis yang sudah maupun belum dilakukan. Periksa utang perusahaan yang belum dibayar, khususnya yang jatuh tempo pada minggu tersebut, demi menjaga hubungan yang baik dengan supplier. Ingat untuk selalu menyimpan bukti pengiriman atau pembayaran.

Aktivitas Bulanan

4. Selesaikan setiap transaksi

Usahakan agar semua transaksi dapat terselesaikan di akhir bulan sehingga Anda tidak kesulitan mengerjakan laporan. Transaksi yang selesai tepat waktu akan memperjelas laporan keuangan Anda.

5. Persiapkan laporan keuangan bulanan

Pastikan laporan keuangan Anda siap setiap bulan. Khususnya untuk kebutuhan pembayaran pajak. Transaksi yang telah tercatat dengan rapi akan membantu Anda menyelesaikan laporan keuangan lebih cepat. Ingatlah bahwa laporan keuangan setidaknya harus memiliki laporan laba rugi, neraca, serta laporan arus kas.

6. Catat perbandingan keuangan

Ingatlah untuk mencantumkan perbandingan pendapatan dan pengeluaran bulan ini dengan bulan sebelumnya agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi finansial perusahaan. Hasilnya dapat menjadi acuan Anda dalam membuat rencana finansial yang lebih baik. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk grafik atau chart.

Aktivitas Tahunan

7. Evaluasi aktivitas finansial perusahaan

Kumpulkan pegawai Anda dan lakukan evaluasi keuangan tahun ini berdasarkan laporan keuangan setiap bulannya. Kemudian bandingkan dengan pengeluaran dan pendapatan di tahun sebelumnya. Anda harus menentukan anggaran yang harus ditambahkan, dikurangi, atau dihilangkan. Hasil evaluasi ini akan menjadi landasan Anda dalam membuat rencana keuangan untuk tahun berikutnya

8. Periksa kondisi inventaris

Memeriksa kualitas inventaris perusahaan, khususnya yang telah terpakai, merupakan kegiatan akhir tahun yang sangat penting untuk pelaksanaan aktivitas perusahaan. Dengan melakukan pemeriksanaan, Anda dapat mengetahui apakah ada peralatan atau perlengkapan perusahaan yang sudah menurun kualitasnya dan harus diganti.

9. Susun laporan akhir tahun Anda

Akhir tahun merupakan waktu dilakukannya audit perusahaan. Sama seperti proses pembuatan laporan bulanan, pembuatan laporan tahunan juga membutuhkan kelengkapan bukti transaksi dan juga data-data statistik. Pembuatan laporan akan semakin cepat jika Anda telah mengumpulkan dan merapikan data-data tersebut sejak dini.

Pembuatan laporan membutuhkan tingkat akurasi dan objektivitas yang tinggi. Dalam hal ini, Anda disarankan untuk menggunakan software akuntansi yang akan secara otomatis memproses laporan-laporan Anda. Salah satunya adalah jurnal.id. Formula atau rumus yang telah terprogram dalam software berbasis online ini akan menata data Anda ke dalam bentuk laporan-laporan keuangan, termasuk laporan bulanan atau tahunan sehingga Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk membuat laporan berkali-kali.

Sekarang Anda dapat dengan mudah mengawasi dan mengendalikan kondisi finansial perusahaan melalui 9 kegiatan di atas. Hasilnya Bisnis yang berkembang dan profit tinggi. Sudahkah Anda melakukannya?

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tingkatkan-kualitas-laporan-keuangan-anda-dengan-cara-ini/

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi dan HPP Perusahaan Dagang

Pada dasarnya, perusahaan dagang menggunakan 4 (empat) Laporan Keuangan yang sama dengan jenis perusahaan atau industri lainnya. Empat laporan tersebut adalah Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Posisi Keuangan (Neraca),Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Perbedaan yang muncul dan signifikan dari masing-masing Laporan Keuangan yang dibuat oleh berbagai jenis perusahaan terdapat di Laporan Laba Rugi. Masing-masing jenis perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa memiliki jenis Laporan Laba Rugi yang berbeda-beda. Namun, fokus dalam artikel ini akan mengarah kepada jenis Laporan Keuangan perusahaan dagang.

Bentuk Laporan Laba Rugi perusahaan dagang terbagi menjadi dua, yaitu Laporan Laba Rugi multi-step (majemuk/berganda) dan single line (Tunggal). Pada Laporan Laba Rugi multi-step untuk perusahaan dagang, setiap item atau unsur pada pos-pos pendapatan dan pengeluaran diperluas sedemikian rupa untuk mencakup pengelompokan dan sub-pengelompokan yang diperlukan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memudahkan investor dalam membaca dan memahami laporan.

Laporan Laba Rugi Multi-Step

Umumnya, Laporan Laba Rugi berisikan pos pendapatan dan pengeluaran. Namun dalam  Laporan Laba Rugi multi-step, pos pendapatan dan pengeluaran dibagi menjadi item operasional dan non-operasional. Pada pos pengeluaran dibagi menjadi dua jenis sub-pos, yaitu selling expense (biaya penjualan) dan biaya administrasi. Laporan Laba Rugi multi–langkah juga biasa disebut Laporan Laba Rugi terklasifikasikan.

Laporan Laba Rugi multi–step menunjukkan hubungan penting antar unsur atau item yang membantu menganalisis seberapa baik kinerja perusahaan. Misalnya, dengan mengurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) dari pendapatan operasional, Anda dapat mengetahui dan menentukan berapa nilai pendapatan penjualan yang diperlukan agar bisa menutupi biaya HPP. Jika margin ini – yang disebut Margin Kotor atau Laba Kotor – lebih rendah dari yang diharapkan, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga jualnya dan atau menurunkan HPP-nya.

Laporan Laba Rugi multi-step membagi biaya operasional menjadi biaya penjualan dan administrasi. Dengan demikian, pengguna pernyataan dapat melihat berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk dan pengelolaan bisnis. Pengguna laporan juga dapat membuat perbandingan dengan data dari tahun-tahun lain dan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Pendapatan dan pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan muncul di bagian bawah Laporan Laba Rugi karena item tersebut kurang signifikan dalam penilaian profitabilitas bisnis.

Unsur Utama Dalam Laporan Laba Rugi

Unsur atau item utama dari Laporan Laba Rugi multi–step adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan/Penjualan Bersih

    adalah pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan operasional utama bisnis. Nilai dari pendapatan/penjualan bersih didapat dari total pendapatan kotor perusahaan setelah dikurangi diskon, retur, dan tunjangan penjualan lainnya.

  • Harga Pokok Penjualan (HPP)

    adalah biaya utama dalam perusahaan dagang dan mewakili apa yang dibayar perusahaan untuk pembelian persediaan yang akan dijualnya.

  • Margin Kotor atau Laba Kotor (Gross Profit)

    adalah penjualan bersih  setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan. Unsur ini biasa dipakai manajemen sebagai patokan apakah perusahaan harus menaikkan harga jual dan atau mengurangi biaya HPP-nya. Laba Kotor juga biasa disebut sebagai markupperusahaan.

  • Biaya atau Pengeluaran Operasional  

    adalah segala pengeluaran di luar biaya Harga Pokok Penjualan yang terjadi untuk menjalankan aktivitas normal perusahaan. Di dalam Laporan Laba Rugi multi-step, biaya operasional terbagi menjadi dua, yaitu Biaya Penjualan (SellingExpense) dan Biaya Administrasi. Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait upaya penjualan dan pemasaran. Contohnya termasuk gaji dan komisi pemasaran, biaya untuk perjalanan pemasaran, iklan, sewa dan utilitas pada Aset Tetap yang berhubungan dengan pemasaran, dan lainnya. SedangkanBiaya Administrasi adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan manajemen bisnis secara keseluruhan. Contohnya termasuk gaji manajemen, biaya asuransi, persediaan yang digunakan manajemen, penyusutan pada peralatan kantor, dan lainnya.

  • Pendapatan Operasional

    Unsur ini diketahui setelah nilai Laba Kotor dikurangi Biaya Operasional. Dengan kata lain, Pendapatan Operasional mewakili jumlah pendapatan yang diperoleh langsung dari aktivitas operasional utama bisnis.

  • Pendapatan & Pengeluaran Lainnya

    Pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dan tidak terkait secara langsung dengan penjualan produk yang secara teratur ditawarkan dan dijual oleh suatu perusahaan. Jenis dari pos Ini biasanya termasuk pendapatan dan beban bunga, pajak-pajak, keuntungan dari penjualan Aset, dan lainnya.

  • Laba Bersih

    adalah pos terakhir yang berada di bagian bawah (bottom line) di dalam Laporan Laba Rugi. Nilai Laba Bersih didapat setelah pendapatan operasional ditambah dengan pendapatan lain-lain dan dikurangi biaya lain-lain.

Cara Menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step Perusahaan Dagang

Berikut data Trial Balance (Neraca Saldo Setelah Disesuaikan) yang sudah dipilah untuk nantinya dimasukkan ke Laporan Laba Rugi multi-step dari PT Bagus (dalam ribu rupiah):

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Debit Kredit
Pendapatan Kotor 350.000
Diskon Penjualan 3,000
Retur Penjualan 2,000
Pendapatan Bunga 200
HPP 170,000
Beban Komisi 15,000
Beban Iklan 8,000
Biaya Gaji Pemasaran 25,000
Biaya Sewa – pemasaran 13,000
Biaya Sewa – Kantor 14,000
Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
Beban Utilitas 6,000
Beban Bunga 100

Dari data Neraca Saldo Setelah Disesuaikan tersebut, Anda bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi Multi-Step PT Bagus:

PT Bagus

Laporan Laba Rugi Multi-Step 

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Pendapatan Kotor 350.000
  Diskon Penjualan 3,000
  Retur Penjualan 2,000 (5,000)
Penjualan Bersih (350,000 – 5,000) 345.000
  HPP (170,000)
Laba Kotor (345,000 – 170,000) 175,000
Pengeluaran/Biaya Operasional:
Biaya/Beban Penjualan:
  Beban Komisi 15,000
  Beban Iklan 8,000
  Biaya Gaji Pemasaran 25,000
  Biaya Sewa – Pemasaran 13,000
Total Biaya/Beban Penjualan 61,000
 Biaya/Beban Administratif
  Biaya Sewa – Kantor 14,000
  Biaya Gaji Staff Kantor 45,000
  Beban Utilitas 6,000
Total 65,000
Total Operating expenses (61,000 + 65,000) (126,000)
Pendapatan Operasional (175,000 – 126,000)     49,000
Pendapatan (Beban) Lain-Lain
  Pendapatan Bunga 200
  Beban Bunga (100)
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 100
Laba Bersih (49,000 + 100)     49,100

Harga Pokok Penjualan (HPP) di dalam Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Biasanya saat menggunakan metode persediaan perpetual, nilai Harga Pokok Penjualan di dalam Laporan Laba Rugi dilaporkan secara single line (tunggal) seperti contoh di atas. Laporan HPP dapat dibuat terpisah dari Laporan Laba Rugi perusahaan dagang. Berikut data Neraca Saldo PT Bagus yang sudah dipilah dan dibutuhkan untuk membuat Laporan HPP:

Neraca Saldo Debit Kredit
Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan 200,000
Diskon Pembelian 18,000
Retur PembelianBiaya Angkut Pembelian 5,000 27,000

Setelah dilakukan Stock Opname pada akhir bulan, diketahui nilai persediaan akhir PT Bagus senilai Rp 40,000,000.  Berikut Laporan HPP PT Bagus:

PT Bagus
Laporan HPP

Untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Persediaan, 1 Desember 2018 50,000
Pembelian Persediaan   200,000
  Diskon Pembelian  (18,000)
  Retur Pembelian   5,000
  Biaya Agkut Pembelian  (27,000)  (40,000)
Pembelian Bersih (200,000 – 40,000) 160,000
Persediaan tersedia untuk dijual (50,000 + 160,000) 210,000
  Persediaan, 31 Desember 2018 40,000
HPP (210,000 – 40,000)     170,000

 

Contoh-contoh di atas merupakan cara agar Anda mengetahui dan bisa menyiapkan Laporan Laba Rugi khusus perusahaan dagang. Jelas selain bentuk Laporan Laba Rugi, penilaian persediaan juga menjadi faktor pembeda antara perusahaan dagang dengan jenis perusahaan lainnya.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-menyiapkan-laporan-laba-rugi-dan-hpp-perusahaan-dagang/

Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Manajemen dalam Bidang Akuntansi

Sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi adalah sebuah sistem yang  dirancang untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer. Sistem ini memberikan informasi tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan proyek serta peristiwa yang relevan di dalam dan di luar organisasi. Tujuan utama sistem informasi manajemen adalah memberikan informasi yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat. Di bawah ini dapat kita pelajari apa saja manfaat dari penggunaan sistem informasi manajemen dalam bidang akuntansi untuk bisnis.

Memberi Kecepatan

Manfaat utama sistem informasi manajemen dalam akuntansi adalah kecepatan pemrosesan tugas. Data dimasukan sekali dan kemudian dapat digunakan kembali dalam menyusun laporan dengan menekan tombol secara mudah. Jika sebuah transaksi membutuhkan koreksi karena kesalahan memasukkan nominal angka atau salah penempatannya, Anda hanya perlu merevisi kesalahan tersebut, dan laporan yang dihasilkan akan ter-update secara langsung menyesuaikan hasil akhir dari revisi tersebut secara otomatis.

Memudahkan Klasifikasi

Bila data dimasukkan dalam sistem akuntansi, manual atau komputerisasi, seorang akuntan perlu mengklasifikasikannya secara rinci. Misalnya, transaksi bisa berupa pendapatan penjualan atau pendapatan bunga. Dengan menggunakan sistem informasi, proses klasifikasi ini mudah dilakukan dengan menu drop-down dengan memilih kategori yang tepat, Anda juga dapat dengan cepat menghasilkan laporan yang melibatkan klasifikasi. Dengan sistem manual, proses ini memakan waktu lebih lama.

Keamanan

Setelah data masuk ke komputer, maka semua data akan aman. Kemungkinan kehilangan data akan sangat kecil, terutama jika Anda melakukan backup sistem secara teratur. Dalam sistem manual, tumpukan laporan dalam bentuk  kertas bisa hilang atau rusak dengan lebih mudah. Dengan  menyimpan data di Internet, Anda tidak hanya dapat mengakses kapan saja memerlukannya, namun data juga akan tetap aman meski komputer hilang atau rusak.

Menghasilkan Keputusan Cepat

Aplikasi sistem informasi manajemen dapat menyediakan informasi tepat waktu, akurat, tepercaya, dan dapat di-verifikasi untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Sistem ini menyediakan laporan keuangan dan prosedur pengambilan keputusan lanjutan untuk mengevaluasi manfaat atau kekurangan dari pendekatan operasional dan strategi bisnis. Hal ini  tentunya berpengaruh untuk mengurangi ketidakpastian yang dapat menggagalkan implementasi keputusan bisnis.

Mempermudah Perencanaan

Implementasi dari sebuah sistem informasi manajemen adalah untuk meningkatkan kapasitas penjadwalan dan perencanaan. Ini memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya keuangan secara efektif dan menetapkan target kinerja yang realistis. Batasi cakupan rencana Anda untuk kemampuan sumber daya keuangan. Kapasitas perencanaan yang realistis juga mempercepat pencapaian tujuan dalam kerangka waktu yang diinginkan.

Efisiensi

Dalam dunia bisnis, Anda diharuskan memiliki efisiensi yang lebih besar dalam operasi keuangan dan prosedur pelaporan. Penggunaan sistem informasi manajemen ini akan memperkuat kontrol yang dibutuhkan untuk menghilangkan penyalahgunaan sumber daya keuangan, namun juga bisa berfungsi sebagai tindakan pengendalian risiko untuk melindungi bisnis dari beberapa hal yang tidak diharapkan dan tidak terduga. Tindakan pengendalian juga memberikan bukti historis tentang kinerja yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas bisnis saat ini dan masa depan. Auditor dapat menggunakan bukti historis ini untuk mengevaluasi kemajuan bisnis Anda.

Kompetisi

Penerapan sistem majamen informasi dalam bidang akuntansi secara tidak langsung juga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis. Memang, nilai strategis teknologi informasi sangat penting dalam kemajuan kepuasan pelanggan dan pertumbuhan produktivitas. Ini memungkinkan bisnis merespon secara tepat perubahan di pasar sasaran dan tetap berada di depan pesaingnya.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-keuntungan-menggunakan-sistem-informasi-manajemen-dalam-bidang-akuntansi/

Rasio Keuangan untuk Menilai Keputusan Struktur Modal

Ketika menganalisa kesehatan keuangan dan potensi pertumbuhan suatu perusahaan, pemilik bisnis dan investor salah satunya bergantung pada nilai rasio keuangan. Dan tentu yang dicari adalah Rasio Keuangan yang menunjukkan bagaimana aktivitas perusahaan didanai dan seberapa efektif pendanaan itu digunakan. Dengan kata lain, investor ingin melihat bagaimana perusahaan secara optimal dan efektif menggunakan Struktur Modalnya.

Definisi Singkat Mengenai Struktur Modal

Struktur modal adalah alokasi utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional dan ekspansi perusahaan.

Modal ekuitas adalah dana yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan kepada perusahaan dan laba ditahan yang mewakili laba dari tahun-tahun sebelumnya. Yang di mana dana tersebut tidak untuk didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Akan tetapi dana tersebut lebih digunakan untuk pembiayaan utang atau ekspansi bisnis.

Sedangkan modal utang merupakan dana pinjaman perusahaan yang biasanya berupa obligasi jangka panjang dan instrumen utang lainnya. Dan instrumen utang tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan.

Perusahaan cenderung berusaha untuk mengoptimalkan Struktur Modal mereka untuk mencapai fleksibilitas dan kondisi keuangan yang lebih sehat dan kuat. Mengoptimalkan Struktur Modal berarti perusahaan harus mencapai nilai Rasio Keuangan tertentu yang merefleksikan penggunaan utang dan ekuitas secara efektif bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Rasio Keuangan yang paling merefleksikan optimalisasi Struktur Modal adalah Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) dan WACC (Weighted Average Cost of Capital). Kedua jenis Rasio Keuangan tersebut terbukti sangat berpengaruh dalam merefleksikan optimalisasi Struktur Modal Perusahaan berdasarkan hasil dari beberapa penelitian terkait Struktur Modal.

Rasio Utang Terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio)

Sesuai namanya, Rasio Utang terhadap Ekuitas membandingkan total liabilitas atau utang perusahaan dengan total pembiayaan dari ekuitasnya. Rasio Utang terhadap Ekuitas yang tinggi menunjukkan bahwa bisnis menerima proporsi pendanaan utang yang lebih besar daripada pendanaan ekuitasnya.

Rasio Utang terhadap Ekuitas yang lebih rendah biasanya menunjukkan kondisi bisnis yang lebih stabil secara finansial. Tidak seperti pembiayaan ekuitas, utang wajib dibayar kembali kepada pemberi pinjaman atau kreditur. Karena pembiayaan utang juga membutuhkan pembayaran pokok pinjaman dan bunga, utang bisa menjadi bentuk pembiayaan yang jauh lebih mahal daripada pembiayaan ekuitas. Perusahaan yang memanfaatkan utang dalam jumlah besar bisa jadi berisiko tidak dapat melunasi utang dan bunga yang dipinjam.

Rasio Utang terhadap Modal di Mata Investor dan Kreditur

Kreditur memandang perusahaan yang memiliki Rasio Utang terhadap Ekuitas tinggi akan lebih berisiko. Hal ini bisa jadi dikarenakan para investor tidak ingin mendanai perusahaan terkait sebanyak pendanaan dari kreditur. Dengan kata lain, dana dari investor tidak memiliki porsi sebanyak dari para kreditor. Implikasinya, investor tidak ingin mendanai operasi bisnis karena perusahaan tidak memiliki kinerja yang baik. Kurangnya kinerja mungkin juga menjadi alasan mengapa perusahaan mencari pembiayaan atau pendanaan lebih dari instrumen utang.

Sejumlah besar penggunaan utang umumnya juga dianggap sebagai tanda praktik bisnis yang berisiko. Aturannya, sumber dana untuk pembayaran atau pelunasan utang diharuskan terlepas dari pendapatan utama bisnis. Perusahaan dengan Rasio Utang terhadap Ekuitas yang tinggi dan mengalami penurunan performa keuangan harus terus melakukan pembayaran utangnya. Bahkan jika bisnis gagal menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupinya juga tetap wajib untuk melunasi utangnya. Tentu hal tersebut dengan cepat dapat menyebabkan pinjaman macet dan berakhir kebangkrutan.

Secara umum, Rasio Utang terhadap Modal yang lebih rendah disukai oleh investor dan kreditur.

Formulasi Rasio Utang terhadap Ekuitas adalah:

Total Liabilitas/Total Ekuitas

Sebagai contoh sederhana, PT Santuy memiliki informasi keuangan berupa total liabilitas jangka pendek dan panjang sejumlah Rp120.000.000 dan ekuitas pemegang saham sejumlah Rp230.000.000. Maka, nilai Rasio Utang terhadap Ekuitasnya adalah 0.52.

Weighted Average Cost of Capital (WACC)

WACC atau biaya modal rata-rata tertimbang adalah Rasio Keuangan yang menghitung biaya pendanaan perusahaan untuk memperoleh aset dengan membandingkan struktur utang dan ekuitas bisnis. Dengan kata lain, Rasio ini mengukur bobot dan biaya sebenarnya dari utang dan pengumpulan dana ekuitas untuk mendanai pembelian aset dan ekspansi modal baru berdasarkan tingkat Struktur Modal perusahaan saat ini.

Manajemen biasanya menggunakan Rasio ini untuk memutuskan apakah perusahaan harus menggunakan utang atau ekuitas untuk membiayai pembelian aset baru. Rasio ini terbilang sangat komprehensif karena Rasio ini merata-ratakan semua sumber modal. Sumber modal tersebut termasuk utang jangka panjang, saham biasa, saham preferen, dan obligasi. Dan tentunya Rasio ini juga sangat kompleks. Mencari tahu biaya utang mungkin terbilang cukup sederhana.

Obligasi dan utang jangka panjang diterbitkan dengan nominal pokok dan suku bunga yang dapat digunakan untuk menghitung biaya keseluruhannya. Namun untuk ekuitas, seperti halnya saham biasa dan saham preferen, tidak memiliki harga pasti. Dan untuk mengetahui nilai WACC, Anda harus menghitung harga ekuitas tersebut sebelum menerapkannya pada persamaan.

Itu sebabnya banyak investor dan kreditor cenderung tidak terlalu berfokus pada Rasio ini. Memperkirakan biaya ekuitas didasarkan pada beberapa asumsi berbeda yang dapat bervariasi dari para investor.

1. Fungsi WACC

Sederhananya, formulasi WACC membantu manajemen mengevaluasi apakah perusahaan harus membiayai pembelian aset baru dengan utang atau ekuitas dengan membandingkan kedua opsi biaya. Membiayai pembelian aset baru dengan utang atau ekuitas dapat membuat dampak besar pada profitabilitas perusahaan dan harga saham secara keseluruhan. Manajemen harus menggunakan persamaan WACC untuk menyeimbangkan harga saham, ekspektasi pengembalian investor, dan total biaya pembelian aset. Eksekutif dan dewan direksi menggunakan WACC untuk menilai apakah keputusan merger berpotensi baik atau buruk.

Di sisi lain, investor dan kreditor menggunakan WACC untuk mengevaluasi apakah suatu perusahaan layak diinvestasikan atau diberikan pinjaman. Persentase WACC yang tinggi mengindikasikan biaya keseluruhan pendanaan perusahaan lebih besar dan perusahaan akan memiliki lebih sedikit uang kas untuk didistribusikan kepada pemegang saham atau untuk pelunasan utang. Dengan meningkatnya biaya rata-rata modal, perusahaan cenderung tidak menciptakan nilai lebih bagi investor dan kreditur. Sehingga investor dan kreditur cenderung mencari peluang investasi dari perusahaan lain.

Formulasi untuk menghitung WACC adalah:

WACC = [Wd x Kd (1-tax)] + [Wp x Kp] + [Wr x Kr] + [We x Ke]

Keterangan:

WACC = biaya modal rata-rata tertimbang

Wd = proporsi utang dari modal

Wp = proporsi saham preferen dari modal

Wr = proporsi saham laba ditahan dari modal

We = proporsi saham biasa baru

Kd = biaya utang

Kp = biaya saham preferen

Kr = biaya laba ditahan

Ke = biaya saham biasa baru

2. Kompleksitas Penerapan WACC dari Sudut Pandang Analis Keuangan

Asumsikan perusahaan menghasilkan pengembalian (return) rata-rata sejumlah 15% dan memiliki biaya modal keseluruhan rata-rata 5% setiap tahun. Perusahaan pada dasarnya menghasilkan pengembalian 10% untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan atau dipinjamkan. Seorang investor dan kreditur melihat perusahaan hanya akan menghasilkan Rp0,1 untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan. Dan nilai Rp0,1 ini dapat didistribusikan kepada pemegang saham atau digunakan untuk melunasi utang.

Ketika dibalik, asumsikan bahwa perusahaan hanya menghasilkan pengembalian 10% pada akhir tahun dan memiliki biaya modal keseluruhan rata-rata 15%. Ini berarti perusahaan kehilangan Rp0,05 dari setiap 1 rupiah yang diinvestasikan karena biaya modalnya lebih tinggi daripada pengembaliannya. Tidak ada investor ataupun kreditur yang tertarik pada perusahaan seperti ini. Manajemen harus bekerja untuk merestrukturisasi pendanaan dan mengurangi biaya modal keseluruhan perusahaan.

Tidak mudah untuk menggunakan WACC sebagai indikator analisa keuangan. Ditambah terdapat banyak asumsi yang berbeda terkait penetapan biaya ekuitas. Itulah sebabnya banyak investor dan analis pasar modal cenderung menghasilkan angka WACC yang berbeda untuk satu perusahaan yang sama. Itu semua tergantung pada apa estimasi dan asumsi yang dipakai oleh masing-masing investor dan analis. Inilah sebabnya mengapa banyak investor menggunakan rasio ini hanya untuk tujuan spekulasi. Dan mereka cenderung menggunakan alat analisis atau Rasio Keuangan lain untuk keputusan investasi yang lebih konkrit dan tepat.

Kesimpulan

Rasio Utang terhadap Ekuitas dan WACC merupakan alat analisis yang selama ini dipakai manajemen untuk mencari keputusan Struktur Modal yang optimal. Dengan memahami kedua Rasio tersebut, setidaknya baik investor, kreditur, ataupun manajemen bisa mengetahui apakah perusahaan sudah menggunakan sumber pendanaan secara tepat dan efektif. Terkait Rasio Keuangan, Anda bisa melihat informasi tersebut dari informasi yang disediakan oleh Laporan Keuangan

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/rasio-keuangan-untuk-menilai-keputusan-struktur-modal/

Pengertian Rasio Likuiditas, Jenis, dan Kegunaannya dalam Perusahaan

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa llikuidnya suatu perusahaan. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid, sedangkan jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut ilikuid.

Cara mengukur perusahaan itu likuid atau tidak, Anda dapat membandingkan komponen yang ada pada neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total pasiva lancar (utang jangka pendek). Pengukuran ini dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.

Dengan mengetahui rasio likuiditas yang dimiliki perusahaan, Anda bisa mendapatkan beberapa manfaat seperti:

– Mengantisipasi dana yang diperlukaan saat ada kebutuhan mendesak.

– Memudahkan nasabah (bagi lembaga keuangan atau Bank)

yang ingin melakukan penarikan dana.

– Poin penentu bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan persetujuan investasi atau bisnis lain yang menguntungkan.

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

Gambar terkait

Current Ratio (Rasio Lancar)

Dalam rasio ini akan diketahui sejauh mana aktiva lancar perusahaan dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang lancarnya. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar maka artinya semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban utang lancarnya. Tingginya Rasio lancar dapat menunjukkan adanya uang kas berlebih yang bisa berarti dua hal yaitu besarnya keuntungan yang telah diperoleh atau akibat tidak digunakannya keuangan perusahaan secara efektif untuk berinvestasi.

Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar atau tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan akan membutuhkan waktu yang lama untuk diuangkan dibanding dengan aset lainnya. Quick Ratio  ini terdiri dari piutang dan surat-surat berharga. Jadi semakin besar rasio, semakin baik juga posisi keuangan perusahaan. Jika hasilnya mencapai 1:1 atau 100%, maka ini akan berakibat baik jika terjadi likuidasi karena perusahaan akan mudah untuk membayar kewajibannya.

Cash Ratio (Rasio Kas)

Rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya uang kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek yang ditunjukan dari tersedianya dana kas atau setara kas, contohnya rekening giro. Jika hasil rasio menunjukkan 1:1 atau 100% atau semakin besar perbandingan kas  dengan utang maka akan semakin baik .

Cash Turnover Ratio (Rasio Perputaran Kas)

Rasio ini akan menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar.

Rasio ini dihitung dengan cara membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja. Rasio ini menunjukkan seberapa besar penjualan untuk modal kerja yang dimiliki perusahaan.

Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, Anda perlu membuat analisa atau interpretasi terhadap data finansial perusahaan, rasio likuiditas adalah salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut. Jika Anda atau perusahaan Anda masih mengalami kendala untuk menentukan likuiditas bisnis melalui perhitungan rasio bisnis, Anda bisa mempercayakan kebutuhan tersebut pada Jurnal.

Jurnal adalah penyedia jasa software akuntansi online yang siap membantu bisnis Anda menghitungkan semua keperluan laporan keuangan termasuk likuiditas rasio yang sangat penting. Dengan Jurnal Anda akan menemukan kemudahan memiliki perencanaan dan laporan keuangan yang handal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-rasio-likuiditas-jenis-dan-kegunaannya-dalam-perusahaan/

Macam-macam Akuntan Yang Perlu Diketahui

Salah satu profesi yang masih banyak diminati hingga saat ini adalah profesi akuntan. Profesi akuntan memang memiliki peran penting untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi keuangan. Transparansi kualitas informasi keuangan tersebut harus selalu ditingkatkan demi terwujudnya perekonomian nasional yang sehat dan efisien. Dalam menjalankan tugas profesionalnya, para akuntan dituntut untuk mematuhi etika serta standar akuntansi Indonesia yang telah ditetapkan. Simak penjelasan lengkap tentang macam-macam akuntan di bawah ini:

Macam-macam Profesi Akuntan

Tantangan Besar yang Dihadapi Industri Retail Saat Ini

Di dalam perkembangannya, akuntansi telah dibedakan menjadi beberapa macam bidang sehingga sangat membutuhkan akuntan yang sangat tepat yang sesuai dengan bidang tersebut. Berikut ini adalah beberapa macam-macam akuntan yang perlu diketahui:

1. Akuntan publik

Akuntan independen yang dapat memberikan jasa-jasanya atas sebuah dasar dalam pembayaran yang tertentu adalah seorang akuntan publik. Mereka bekerja secara bebas dan biasanya mendirikan sebuah kantor akuntan. Akuntan jenis ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan atau audit, memberikan jasa perpajakan dan memberikan jasa konsultasi manajemen.

2. Akuntan internal

Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja di dalam sebuah perusahaan yang biasanya disebut juga dengan akuntan perusahaan. Tugas utama akuntan internal adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan yang ditujukan atau disiapkan untuk menghadapi audit eksternal, menyusun anggaran, menangani masalah perpajakan, serta melakukan audit internal perusahaan.

3. Akuntan pemerintah

Akuntan yang bekerja dalam lembaga-lembaga di pemerintahan disebut akuntan pemerintah. Diantaranya seperti di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

4. Akuntan pendidik

Akuntan yang bertugas dalam bidang pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di sebuah perguruan tinggi. Dapat diartikan pula bahwa akuntan pendidik sebagai tenaga pengajar di institusi pendidikan dan bertugas untuk mengembangkan pendidikan akuntansi. Pada umumnya, mereka tidak semata-mata mengajar tetapi merangkap dengan pekerjaan lain, seperti membuka praktik untuk melayani kebutuhan masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya.

Pedoman Profesi Akuntan

Standar Akuntansi adalah salah satu hal penting yang harus di pelajari oleh setiap akuntan. Selain mempelajari hal-hal terkait akuntansi, para akuntan juga dituntut untuk memahami aturan baku berupa kode etik profesi dan standar dari kegiatan pekerjaan akuntan.

Yang dimaksud kode etik profesi merupakan kaidah-kaidah yang menjadi landasan bagi eksistensi profesi dan sebagai dasar terbentuknya kepercayaan masyarakat. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan aturan yang mengatur perilaku etika para akuntan dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya. Kode etik akuntan Indonesia memuat beberapa prinsip etika sebagai berikut ini:

  1. Tanggung jawab profesi, yaitu selalu menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan.
  2. Kepentingan publik, yaitu wajib bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalismenya.
  3. Integritas, yaitu di dalam usahanya untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
  4. Objektivitas, berarti harus menjaga objektivitas, bersikap netral, dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesional.
  5. Kompetensi dan kehati-hatian.
  6. Kerahasiaan, berarti menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional akuntan.
  7. Standar teknis, yaitu melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan.

Bidang-bidang Akuntan

Di dalam berbagai literatur akuntansi, pembidangan akuntansi sering disederhanakan menjadi 2 kelompok yang disebut akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

  1. Akuntansi keuangan, yaitu akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar.
  2. Akuntansi manajemen, yaitu akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen. Jenis informasi yang diperlukan dalam akuntansi manajemen di dalam banyak hal berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen bersifat sangat mendalam dan diperlukan untuk pengambilan keputusan manajemen dan biasanya tidak dipublikasikan pada khalayak umum.

Berikut merupakan penjelasan mengenai macam-macam akuntan yang perlu diketahui. Profesi akuntan merupakan suatu pekerjaan yang menggunakan keahlian di bidang akuntansi. Menjadi seorang akuntan harus mematuhi kode etik profesi dan bertindak sesuai standar akuntansi Indonesia. Indonesia telah memiliki bermacam-macam standar akuntansi yang digunakan di berbagai entitas usaha dan organisasi. Standar akuntansi di Indonesia mengacu pada teori yang ada, diantaranya adalah IFRS (International Financing Reporting Standards) yang digunakan pada skala global. Sedangkan penggunaan IFRS sendiri ditentukan karena Indonesia merupakan anggota IFAC (International Federation of Accountants) yang menjadikan IFRS sebagai standar akuntansi di Indonesia.

Laporan keuangan pokok menurut standar akuntansi Indonesia terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Keseluruhan standar akuntansi keuangan tersebut banyak dipakai oleh banyak perusahaan di Indonesia. Untuk pengelolaan keuangan bisnis atau perusahaan yang lebih mudah dan akurat, gunakan software akuntansi yang canggih dan terpercaya. Salah satu softwareakuntansi yang memiliki fitur lengkap dan akurat adalah Jurnal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/macam-macam-akuntan-yang-perlu-diketahui/

6 Langkah dalam Melakukan Proses Audit yang Harus Anda Ketahui

Secara umum, Audit adalah pemeriksaan formal atas akun Laporan Keuangan yang dihasilkan oleh suatu individu, bisnis, atau organisasi. Dan dalam pelaksanaan Audit, terdapat serangkaian proses dan langkah-langkah untuk menunjang proses tersebut yang biasa dikenal sebagai Proses Audit.

Terdapat dua tipe pekerjaan Audit, yaitu Audit Internal dan Audit Eksternal. Perbedaan menurut subjeknya, Audit Internal dilakukan oleh karyawan internal yang berada di dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan Audit Eksternal biasa dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan – KAP (Kantor Akuntan Publik) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).

Ada enam langkah spesifik dalam Proses Audit yang harus diikuti agar pengauditan berjalan dengan sukses. Proses Audit yang akan dijabarkan adalah Proses Audit yang biasa dilakukan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam langkah dalam Proses Audit secara umum:

Meminta Dokumen yang Dibutuhkan

Setelah mengonfirmasi bahwa Auditor akan mendatangi klien yang akan diaudit, Auditor akan meminta dokumen-dokumen yang dibutuhkan terkait kebutuhan Audit. Bahkan biasanya Auditor sudah mengirimkan daftar dokumen-dokumen yang dibutuhkan terlebih dahulu kepada klien di dalam Audit Checklist. Dokumen-dokumen tersebut dapat mencakup salinan Laporan Audit sebelumnya, rekening koran, nota keuangan, dan buku besar. Selain itu, Auditor juga dapat meminta bagan organisasi klien bersama dengan daftar nama dewan dan komite terkait.

Mempersiapkan Rencana Audit

Auditor akan memeriksa informasi yang terkandung dalam dokumen dan merencanakan bagaimana Proses Audit akan dilakukan. Setiap Auditor pastinya memiliki gaya pengauditan yang berbeda-beda dengan tetap mengindahkan Kode Etik sebagai Auditor. Workshop risiko dapat dilakukan oleh tim Audit untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah yang akan muncul selama Proses Audit dilaksanakan. Dan kemudian, Auditor akan menyusun rencana audit sesuai workshop atau diskusi yang sudah dilakukan oleh tim Audit.

Menjadwalkan Rapat Terbuka

Auditor perlu mengundang Manajemen Senior, General Affair, atau Staf Administrasi Utama dari pihak klien ke suatu Rapat Terbuka. Di dalam Rapat Terbuka, Auditor akan mempresentasikan Ruang Lingkup Audit (Audit Scope), lama waktu pelaksanaan audit, dan masalah lain yang perlu dibahas terkait pelaksanaan Audit. Setiap Kepala Departemen dari pihak klien dapat diminta tolong untuk mengomunikasikan kepada staf bawahannya tentang kemungkinan adanya wawancara dengan Auditor.

Mulai Melakukan Kerja Lapangan

Auditor mengambil informasi yang dikumpulkan dari Rapat Terbuka dan menggunakannya untuk merealisasikan Rencana Audit. Kerja Lapangan kemudian dilaksanakan dengan berkomunikasi kepada anggota staf dan meninjau Prosedur dan Proses Audit. Auditor akan menguji kepatuhan klien terkait pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK. Kontrol internal dievaluasi untuk memastikan bahwa hal tersebut benar-benar dijalankan secara reliabel dan memadai. Auditor dapat mendiskusikan suatu masalah saat masalah tersebut muncul kepada klien untuk memberi klien tersebut kesempatan untuk memberikan feedback.

Menyusun Laporan

Auditor menyiapkan Laporan Audit yang berisi rincian temuan-temuan audit selama Proses Audit dilaksanakan. Laporan Audit akan merangkum segala kesalahan matematis, temuan yang bersifat material dan tidak material, pembayaran yang diotorisasi tetapi tidak dibayar, dan temuan-temuan lainnya. Auditor kemudian akan menulis komentar terkait temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusinya kepada klien.

Menyiapkan Rapat Penutupan

Auditor meminta tanggapan dan persetujuan dari klien terkait masalah dan temuan dalam Laporan Audit pada Rapat Penutupan. Dan Auditor juga tidak lupa untuk menjelaskan deskripsi rencana aksi manajemen untuk mengatasi masalah dan temuan tersebut serta tanggal penyelesaian yang disepakati. Pada Rapat Penutupan, semua pihak yang terlibat akan mendiskusikan Laporan Audit dan tanggapan manajemen secara matang. Jika terdapat masalah lain, mereka akan langsung menyelesaikan dan mencari solusinya pada Rapat Penutupan.

Itulah keenam tahapan dalam melakukan Proses Audit. Dan dalam praktiknya jelas terdapat banyak hambatan yang akan dilalui Auditor selama pelaksanaan Audit. Hambatan tersebut tentunya bisa diminimalisir dengan mematangkan Periapan dan perencanaan audit. Terutama pada saat workshop tim Audit sebelum terjun langsung kepada perusahaan klien. Baik Auditor Internal maupun Eksternal, tentu mereka membutuhkan data berupa dokumen, Buku Besar, dan Laporan Keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan Audit. Dan penyertaan data tersebut bisa dilakukan dengan mudah jika perusahaan atau akuntan menggunakan Software Akuntansi modern.

Salah satunya adalah Jurnal, Software Akuntansi Online berbasis real-time dan cloud-storaged yang akan menyediakan Laporan Keuangan untuk kebutuhan Audit secara cepat dan komprehensif. Dokumen-dokumen seperti nota, bukti pembayaran dan dokumen lainnya bisa ditelusuri secara cepat dan mudah dengan menggunakan Jurnal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/6-langkah-melakukan-proses-audit-ini/