IHSG melompat 1,24%, terangkat sentimen The Fed rate dan perundingan dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat tinggi jelang pengumuman suku bunga The Fed. Mengutip RTI, indeks naik 1,24% atau 77.961 poin ke level 6.376,996.

Tercatat 270 saham naik, 152 saham turun, dan 137 saham stagnan. Total volume 17,66 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,74 triliun.

Sembilan dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor infrastruktur memimpin penguatan 1,96%. Sementara, hanya sektor agrikultur yang memerah 0,50%.

Meski demikian, investor asing membukukan net sell Rp 117,080 miliar di pasar reguler dan Rp 102,939 miliar keseluruhan market.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

– PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA, anggota indeks Kompas100 ini) naik 6,12% ke Rp 1.995

– PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE, anggota indeks Kompas100 ini) naik 5,45% ke Rp 1.450

– PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,85% ke Rp 5.950

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,90% ke Rp 16.750

– PT Surya Citra Media Tbk (SCMA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,04% ke Rp 1.425

– PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, anggota indeks Kompas100 ini) turun 0,35% ke Rp 43.050

Asal tahu, pasar negara berkembang (emerging market) hari ini menghijau dengan fokus pada penurunan suku bunga The Fed. Serta kembali dimulainya perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan memulai pertemuan kebijakan dua hari, di mana ia secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Jika diterapkan, itu akan menjadi penurunan suku bunga pertama bank sentral dalam satu dekade.

Aset-aset pasar berkembang telah menguat tahun ini di tengah harapan bahwa bank-bank sentral utama akan memangkas suku bunga dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan, yang sebagian besar berasal dari dampak perang dagang yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan China.

Sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-melompat-124-terangkat-sentimen-the-fed-rate-dan-perundingan-dagang

BEI terapkan aturan free float, begini rekomendasi analis

Pasca dilakukannya re-balancing LQ-45 tidak membuat saham-saham dengan free float tinggi mutlak lebih unggul ketimbang saham-saham dengan free float rendah.

Analis Bina Artha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menilai saham-saham yang free float tinggi tidak menjamin saham-saham tersebut mutlak baik untuk diakumulasikan. Kriteria free float menurut Nafan hanyalah sebuah metode yang digunakan untuk mengikuti jejak negara-negara maju yang sebelumnya sudah menerapkan system ini terlebih dahulu.

“Sebenarnya untuk kriteria free float agar lebih supaya pasar modal kita mengikuti cara atau aturan penetapan emiten-emiten yang liquid dari negara-negara maju. Namun, meski demikian kalau misalnya kita lihat yang keluar dari LQ-45 aja misalkan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) keluar tapi pergerakannya masih oke, dibandingkan HMSP masih di list tapi kan pergerakan trend nya relative mengalami downtrend. Biasanya dinamika pasar seperti itu.” tutur Nafan, Senin (25/7).

Nafan melihat pelaku pasar terbagi menjadi beberapa kategori. Ada yang mencermati LQ-45 tapi ada juga yang mencermati liquiditas ataupun trend pergerakan harga saham maupun dari segi fundamental.

Pengaplikasian system free float 100% menurut Nafan hingga saat ini sudah menjadi acuan yang tepat dan cocok bagi pasar domestic berkaca pada negara-negara maju yang sudah lebih dahulu menerapkan system ini.

Ketika ditanya perihal prospek-prospek saham dengan free float tertinggi di LQ-45 Nafan merekomendasikan PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) diakumulasikan dengan target jangka pendek di angka 4.050.

Menurut Nafan, prospek yang baik masih terlihat pada emiten ini melihat pada membaiknya prospek dari departemen store Matahari. Namun kendati demikian, sentimen yang perlu diwaspadai tekait persaingan bisnis dan pengembangan inovasi yang dilakukan emiten.

Sementara PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menurut Nafan sudah mencapai tingkatan uptrend dan mulai memasuki masa jenuh beli ke depan saham emiten ini akan dipengaruhi oleh penurunan suku bunga yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor properti.

Disisi lain, saham-saham yang memiliki free float rendah seperti PTHanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meskipun memiliki free float yang paling rendah di list LQ-45 menurut Nafan masih menarik untuk diakumulasikan terlebih jika dalam waktu dekat HMSP mampu rebound dari koreksi.

Nafan merekomendasikan investor yang hendak mengakumulasikan saham HMSP untuk wait and see hingga keadaan saham lebih stabil.

Jika disimpulkan, banyak faktor yang mempengaruhi emiten mana yang layak diakumulasikan dan tidak layak untuk diakumulasikan. PER, laporan keuangan dan kinerja fundamental, free float, ketertarikan dan kepercayaan investor, analisis teknikal menjadi faktor yang akan dicermati oleh investor terlebih jika saham tersebut memiliki prospek yang positif ataupun kinerja fundamental yang positif.

Menurut Nafan, kunci yang membuat saham-saham LQ-45 menarik ialah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan seperti contohnya pembagian deviden pasalnya menurut Nafan hal inilah yang membuat investor menjadi loyal kepada emiten yang bersangkutan.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/bei-terapkan-aturan-free-float-begini-rekomendasi-analis?page=1

IHSG diprediksi masih tertekan, ini rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,19% ke level 6.325,23 pada perdagangan Jumat (26/7). Untuk perdagangan Senin (29/7) hari ini, simak rekomendasi saham dari analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.

1. PT Eastpark Hotel Tbk (EAST)

Pada perdagangan Jumat (26/7) menguat pada level Rp 149. Secara teknikal, candle terbentuk three white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength di level Rp 170.

2. PT Indosat Tbk (ISAT)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat ke level Rp 3.140. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.420 dan stop loss kurang dari Rp 3.100.

3. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)

Pada perdagangan Jumat (26/7) saham HOKI ditutup menguat ke level Rp 870. Secara teknikal, kenaikan masih melanjutkan break out triangle. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 930
dan stop loss kurang dari Rp 860.

4. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 274. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 300
dan stop loss kurang dari Rp 270.

5. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup menguat pada level Rp 585. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 600.

6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

Pada perdagangan Jumat (26/7) ditutup melemah ke level Rp 1.615. Secara teknikal, koreksi yang terjadi sudah berada di area buttom fishing berpotensi rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.665 dan stop loss kurang dari Rp 1.600.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-diprediksi-masih-tertekan-ini-rekomendasi-saham-dari-analis-profindo-sekuritas-1

IHSG melorot 1,19% ke 6.325 pada akhir pekan ini, berikut sentimen pemicunya

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melorot sebesar 1,19% ke level 6.325 di akhir perdagangan Jumat (26/7) pekan ini.

Dalam sepekan terakhir pergerakan Indeks didominasi bergerak di garis merah dan turun sebesar 99,867 point. Alhasil, pekan ini IHSG mengalami penurunan mingguan terbesar sejak 17 Mei 2019.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen seperti melemahnya kinerja bursa di Eropa dan AS, sentimen hard-Brexit, penetapan suku bunga ECB yang dipertahankan sebesar 0%. Selain itu memburuknya kinerja Boeing juga turut mempengaruhi pelemahan indeks AS. Adanya proyeksi penurunan kinerja DGP AS pada kuartal II-2019 dari 3,1% menjadi 1,8% juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar hari ini.

Sementara dari sektor domestik menurut Nafan hingga hari ini masih minim akan sentimen positif. Pelemahan rupiah yang kembali masuk ke level 14.000 turut memperburuk sentimen yang ada pekan ini. Secara keseluruhan menurut analis Indo Premier Sekuritas, Mino sepekan ke belakang IHSG dipengaruhi oleh berbagai sentimen seperti laporan keuangan emiten, kasus potensi gagal bayar kupon obligasi Duniatex yang memberikan sentimen negatif ke dunia perbankan dan ekspektasi The Fed tidak akan se-agresif yang diharapkan sebelumnya setelah keluarnya data ekonomi Amerika yang solid.

Selain itu menurut analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, penambahan variabel free float pada LQ 45 juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan Indeks pekan ini.  Untuk sepekan ke depan Lanjar melihat laporan keuangan emiten masih akan menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG disamping akan adanya aksi tunggu suku bunga The Fed. Dari segi analisis teknikal, pekan depan Lanjar memprediksi IHSG akan mengalami teknikal rebound.

Sementara Mino melihat IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen suku bunga emiten dan keputusan The Fed terkait penurunan suku bunga acuan.

Sepekan ke depan Mino memprediksi IHSG akan berada di kisaran support 6.190 dan resisten 6.465. Sementara Lanjar memproyeksikan pekan depan IHSG akan berada di dalam kisaran 6.260-6.380.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-melorot-119-ke-6325-pada-akhir-pekan-ini-berikut-sentimen-pemicunya

Ada perubahan komposisi 8 saham, ini daftar lengkap indeks PEFINDO25 yang baru

Bursa Efek Indonesia menyusun ulang sejumlah indeks acuan di pasar saham. Salah satunya adalah indeks PEFINDO25.

“Saham yang masuk dan keluar ini untuk penghitungan indeks PEFINDO25 periode perdagangan bulan Agustus 2019 hingga Januari 2020,” ungkap Mulyana, PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman bursa, Kamis (25/7).

Berikut 25 saham PEFINDO25 yang mulai berlaku 1 Agustus 2019:

ACES CLEO KBLI MCAS SMSM
ASSA DYAN KREN MIKA TARA
BEST ELSA LPCK MTDL WEGE
BULL HOKI LPPF RALS WOOD
CARS JTPE MAIN SCMA WTON

Ada delapan saham yang baru masuk pada indeks PEFINDO25 ini. Kedelapan saham tersebut adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), dan PT Sitara Propertindo Tbk (TARA).

Sedangkan delapan saham yang keluar dari penghitungan indeks PEFINDO25 adalah PT Arwana Citramulai Tbk (ARNA), PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (ASMI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Nippon Indosari Tbk (ROTI), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/ada-perubahan-komposisi-8-saham-ini-daftar-lengkap-indeks-pefindo25-yang-baru

Harga emas turun meski indeks dolar terkoreksi

Harga emas sejak awal pekan ini bergerak di kisaran sempit. Pagi ini harga emas turun setelah kemarin naik. Kamis (25/7) pukul 7.45 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.422,98 per ons troi. Harga emas ini turun 0,20% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Harga emas masih cenderung tertekan setelah nilai tukar dolar terus menguat sejak awal pekan. Tapi, kenaikan indeks dolar pagi ini tertahan.

Indeks dolar masih berada di kisaran atas 97,72, turun tipis dari posisi kemarin 97,73 yang merupakan level tertinggi sejak 3 Juni 2019.

“Harga emas sangat terkait dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Jika ada pemangkasan, opportunity cost menggenggam emas berkurang sehingga akan ada aliran dana ke emas,” kata Bernard Dahdah, analis Natixis kepada Reuters.

Investor memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada pertemuan The Fed 30-31 Juli mendatang. Produk berjangka suku bunga sudah 100% mencerminkan pemangkasan 25 basis point.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-menguat-ke-rp-13990-per-dolar-as-pada-kamis-257-pagi

IHSG Berpotensi Menguat, Pasca Bank Indonesia Memberikan Sinyal Pelonggaran Moneter

Hari ini, Rabu (24/7), tim riset Valbury Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di rentang 6.382-6.440 dengan kecenderungan menguat. Rebound IHSG diprediksi terjadi, setelah kemarin, Selasa (23/7), ditutup melemah 0,46% ke posisi 6.403.

Sentimen pasar dari dalam negeri diantaranya adalah sinyal Bank Indonesia (BI) akan kembali melonggarkan kebijakan moneter. Hal ini setelah beberapa waktu lalu BI menurun suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur. Keputusan dovish BI tersebut sejalan dengan sejumlah bank sentral negara-negara lain seperti, Australia yang sudah menurunkan bunga acuan dua kali tahun ini. Begitu pula dengan India, Malaysia, dan Filipina.

BI akhirnya merespon supaya tidak semakin berdampak ke pertumbuhan ekonomi dan memanfaatkan pelonggaran suku bunga global. Selain itu, keputusan BI merupakan  langkah pre-emptives setelah melihat tanda-tanda pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed, yang semakin menguat.

SIsi lain, salah satu Deputi Gubernur Senior BI menyatakan bahwa Indonesia masih butuh utang luar negeri. Pasalnya hal tersebut bagi Indonesia menjadi sumber pembiayaan terbesar kedua pada perekonomian setelah kredit bank umum. Sumber pendanaan dari kredit bank umum tercatat sebesar Rp 5.228 triliun.

Selain dua sumber tersebut, pembiayaan perekonomian juga bersumber dari pasar modal, industri keuangan non-bank, kredit BPR, dan teknologi finansial. Hal ini sebagai bukti, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang pembiayaan dari utang luar negeri.

Sementara itu, berdasarkan data BI per Juni 2019, pembiayaan perekonomian Indonesia dari utang luar negeri telah tumbuh sekitar Rp 2.133 triliun dari total Rp 9.093 triliun. Pertumbuhan ini melambat jadi 10,5% year on year (yoy) dari sebelumnya 14,5% yoy.

Adapun sentimen pasar dari luar negeri salah satunya adalah pemberitaan dari harian Washington Post yang mengabarkan bahwa Huawei Technologies secara rahasia membantu Korea Utara membangun dan merawat jaringan nirkabel komersial. Seperti dikutip Valbury, hal tersebut  menarik perhatian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menginvestigasi kasus ini.

Namun, pemberitaan tersebut dibantah Huawei bahwa perusahaan tidak memiliki kerjasama bisnis  di Korea Utara. Dengan menekankan bahwa perusahaan tetap mematuhi aturan-aturan hukum di kawasan perusahaan beroperasi.

Ditengah sentimen positif yang mendukung penguatan indeks, berikut ini sejumlah saham rekomendasi Valbury Sekuritas secara teknikal.

Saham-Saham Rekomendasi Valbury Sekuritas 24 Juli 2019
Kode Saham Rekomendasi Support Resistance
INDF Trading buy 7.000 7.100
INCO Trading buy 3.010 3.110
UNTR Trading buy 26.725 27.575
ASII Trading buy 7.125 7.275
SMGR Trading buy 12.350 12.675
SMRA Trading buy 1.210 1.250

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-berpotensi-menguat-pasca-bank-indonesia-memberikan-sinyal-pelonggaran-moneter

Batubara dan sawit tertekan perang dagang, ini kondisi solvabilitas beberapa emiten

Lembaga pemeringkat Moody’s menyebut tekanan harga batubara dapat menyebabkan rasio kemampuan membayar utang dan membayar bunga utang perusahaan melemah. Kondisi yang sama juga bisa terjadi pada minyak sawit yang juga mengalami tekanan harga.

Secara singkat, kemampuan tersebut juga bisa disebut sebagai rasio solvabilitas atau leverage. Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hady menjelaskan rasio solvabilitas lebih tepat apabila dilihat dari interest coverage ratio (ICR). Meskipun tak menutup kemungkinan bisa juga dilihat dari debt to equity ratio (DER).

ICR dapat dilihat dari perbandingan earning before interest and taxes (EBIT) dengan beban bunga utang. Ini menggambarkan kemampuan membayar utang serta bunganya.

Ambil contoh emiten yang bergerak di sektor batubara, mengutip Bloomberg, ICR PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 0 kali, sedangkan PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar 3,67 kali.

Sedangkan emiten yang bergerak di sektor minyak kelapa sawit (CPO) seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki ICR 12,08 kali dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSPI) sebesar 0 kali. Sekadar informasi, semakin rendah angka ICR maka semakin tinggi beban utang perusahaan dan semakin besar kemungkinan perusahaan mengalami gagal bayar (default).

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/batubara-dan-sawit-tertekan-perang-dagang-ini-kondisi-solvabilitas-beberapa-emiten

Ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif mereda, bursa Asia cenderung melemah

 Bursa Asia mengawali pekan ini dengan pergerakan cenderung turun. Senin (22/7) pukul 8.23 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,22% ke 21.420. Indeks Hang Seng turun 0,53% ke 28.612.

Straits Times turun 0,48% ke 3.361 dan indeks Bursa Malaysia tergerus 0,31% ke 1.652.

Sedangkan penguatan tampak pada indeks Taiex sebesar 0,44% ke 10.921, indeks Kospi 0,04% ke 2.095 dan indeks Australia ASX 200 yang menurun tipis 0,01% ke 6.700.

Pasar saham global, termasuk Asia cenderung berhati-hati menunggu keputusan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang akan ditentukan pekan depan. Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis point mulai pudar setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa The Fed kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps dan mungkin akan menggunting lagi suku bunga jika perlambatan global dan perang dagang terus berkecamuk. “Kemungkinan 50 hampir hilang setelah laporan tersebut, dan upaya The Fed New York untuk meredakan spekulasi setelah komentar Presiden The Fed New York John Williams,” ungkap Kenji Yamamoto, ekonom Daiwa Securities seperti dikutip Reuters.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ekspektasi-pemangkasan-suku-bunga-agresif-mereda-bursa-asia-cenderung-melemah

Ekonom proyeksikan arus modal asing akan menggeliat sampai akhir tahun

Memasuki semester II 2019, Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah menggenjot investasi untuk mengungkit pendapatan negara. Karena itu, sejumlah ekonom optimistis aruh modal asing akan menggeliat di paruh kedua 2019 ini.  Ekonom percaya arus modal asing sampai dengan akhir tahun ini mampu berbuah ciamik. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Muhammad Faisal mengatakan stimulus kebijakan moneter lewat pemangkasan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI 7-DRR) menjadi 5,75% merupakan pendorong modal asing.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) aliran arus masuk modal asing sampai dengan 18 Juli 2019 mencapai Rp 192,5 triliun. Aliran modal asing yang masuk paling banyak dari Surat Berharga Ritel (SBR) ebesar Rp 118,5 triliun. Kemudian diikuti sumbangsih dari pasar saham Rp 74 triliun.

Faisal mengatakan, dalam jangka pendek capital out flow cenderung sedikit, didominasi oleh capital in flow. Sebab bisa terlihat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat setelah BI 7-DRR turun.

Di sisi lain, tren bank sentral global saat ini bersikap dovish. Misalnya The Federal Reserve (The Fed) yang semakin yakin memberikan sinyal pemangkasan suku bunga atau fed rate. “Bila suku bunga The Fed dipangkas maka aliran masuk modal asing akan masuk ke pasar emerging market termasuk Indonesia,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).

Namun, yang menjadi perhatian adalah berapa kali The Fed memangkas suku bunga acuan. Sebab secara fundamental ekonomi AS di kuartal II inflasi masih rendah dan jumlah pengangguran masih aman. Yang dinantikan adalah pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan.

Jika anjlok, Faisal memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga acuannya dua sampai tiga kali. Artinya ini petanda semakin baik bagi aliran masuk modal asing di protofolio Indonesia. Faisal bilang pasar obligasi pemerintah akan menjadi primadona protofolio disusul oleh indeks saham.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan aliran masuk modal asing cenderung bergejolak. Pada kuartal III ini aliran modal asing akan cenderung mengecil karena pasar sudah price in suku bunga acuan BI turun. Kemudian, baru saat kuartal VI akan terkucur deras dengan catatan The Fed memangkas fed rate dua kali dan BI akan memangkas suku bunga lagi. Bila skenario itu berjalan Mikail bilang yield obligasi pemerintah sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 6,85%.

“Masih menarik karena masih dia atas yield emerging market lain, kalau tidak ada pemangkasan lagi bakal nangkring di kisaran 7%,” kata Mikail kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).