Satgas Investasi tutup MLM, money game, dan perdagangan saham ini, berikut alasannya

Keputusan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi untuk menutup 43 entitas yang dicurigai melakukan praktik investasi ilegal di Juli 2019 bertujuan untuk menjauhkan masyarakat dari potensi kerugian akibat penipuan berkedok investasi tersebut. Untuk itu, masyarakat diharap bisa waspada, bahkan menghindari praktik penipuan tersebut. Dalam daftar tersebut, diketahui ada lima entitas yang berasal dari bisnis Muliti Level Marketing (MLM), Money Game dan juga Perdagangan Saham. Adapun nama entitaas tersebut yakni JJMobil, PT Duta Rajawali Internasional (Falco Squad), Tessline, XXSpeed, dan juga PT Golden Dana Utama.

Satgas Investasi tutup MLM, money game, dan perdagangan saham ini, berikut alasannya

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan,alasan Satgas Waspada Investasi untuk menutup entitas JJ Mobil dan PT Duta Rajawali Internasional yang melakukan praktik MLM. Ini lantaran, mereka diketahui melakukan kegiatan penjualan tanpa memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Tongam menyatakan, bahwa kondisi tersebut sudah dibenarkan Kemendag dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang memberikan informasi dan analisisnya, dan memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki izin. “Mereka diindikasikan melakukan kegiatan seperti skema piramida yang bukan berasal dari penjualan barang, melainkan member ke member. Sehingga, kegiatan itu harus dihentikan,” jelas Tongam kepada Kontan.co.id, Kamis (4/7).

Dari penelusuran Kontan.co.id, diketahui Falco Squad yang merupakan bisnis dari Duta Rajawali Internasional selain menjual produk, mereka juga menawarkan paket untuk bergabung dalam jaringan MLM, dengan berbagai tawaran bonus dan reward hingga ratusan juta, bahkan berhadiah mobil.Meskipun begitu, 20% dari setiap bonus akan disisihkan untuk auto order dengan akumulasi hingga Rp 1 juta dan setara dengan 1 poin reward. Sedangkan website JJ Mobil, dinyatakan tidak bisa diakses dengan alasan maintenance, dan akan kembali beroperasi pada 16 Juni 2019. Entitas itu juga menjamin bahwa data investor tetap aman dan bisa digunakan kembali. Asal tahu saja, JJ Mobil menawarkan keuntungan subsidi operasional sebanyak Rp 45.000 per hari dengan potensi imbal hasil tertinggi mencapai Rp 9 juta dalam 200 hari.

Untuk bisnis Money Game, Tongam menjelaskan alasan Satgas Waspada Investasi menutup bisnis Tessline dan XXSpeed lantaran, mereka melakukan kegiatan investaasi dengan imbal hasil 1% per hari, hingga 14% dalam sepekan. “Ini kegiatan-kegiatan yang enggak masuk akal, karena tidak ada kegiatan-kegiatan tanpa risiko yang memberikan imbal hasil fix dengan keuntungan sebesar itu,” keluh Tongam.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/satgas-investasi-tutup-mlm-money-game-dan-perdagangan-saham-ini-berikut-alasannya

Defisit perdagangan AS naik, menyulut kekhawatiran perlambatan ekonomi

Defisit perdagangan Amerika Serikat melonjak pada Mei dan ketegangan perdagangan AS-China menyebabkan aktivitas di sektor jasa pada Juni melemah ke level terendah dalam dua tahun. Ini menjadi pertanda perlambatan ekonomi pada kuartal II-2019. Data Departemen Perdagangan AS menyebut, defisit perdagangan Mei naik 8,4% menjadi US$ 55,5 miliar karena lonjakan impor yang melebihi peningkatan ekspor.

Angka defisit perdagangan ini di atas konsensus para ekonom yang disurvei Reuters yang memperkirakan defisit perdagangan sebesar US$ 5,4 miliar pada Mei. Defisit perdagangan barang dengan China meningkat 12,2% menjadi US$ 39,2 miliar. Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor tambahan untuk barang-barang China setelah kegagalan negosiasi dan mendorong China untuk melakukan pembalasan.

Impor pada Mei meningkat 4% menjadi US$ 217 miliar. Sedangkan ekspor barang naik 2,8% menjadi US$ 140,8 miliar. Kenaikan ekspor terjadi di seluruh sektor, termasuk pesawat penumpang meski Boeing pada Maret lalu menangguhkan pengiriman pesawat MAX 737 yang paling laris. Mengutip Reuters Rabu (3/6), outlook pelemahan ekonomi juga digarisbawahi oleh data lain yang dirilis Rabu ini yang menunjukkan penambahan jumlah pekerjaan lebih rendah dari perkiraan. Pesanan baru untuk barang-barang manufaktur pada Mei juga turun dalam dua bulan berturut-turut. Laporan tersebut mengikuti data investasi perumahan dan bisnis yang melemah baru-baru ini serta belanja konsumen yang moderat. Kepercayaan pebisnis dan konsumen telah menurun. Perlambatan dalam kegiatan ekonomi ini dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga bulan ini. Bank sentral AS bulan lalu mengisyaratkan akan melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan yang akan digelar 30 Juli-31 Juli, menyusul meningkatnya risiko terhadap ekonomi dari perang dagang AS-China dan inflasi yang rendah.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi global karena berkurangnya arus perdagangan sebagai akibat dari ketegangan perdagangan. “Orang-orang mempertanyakan berapa lama Washington akan terus mengklaim bahwa mereka membantu ekonomi AS,” kata Chris Rupkey, kepala ekonomi MUFG New York.  “Salah satu faktor di balik kejatuhan ekonomi dan depresi hebat adalah proteksionisme dan perang dagang, dan itu akan menjadi keajaiban jika ekonomi dunia dapat menghindari penurunan lain kali ini.” Ketegangan perdagangan AS-China membuat defisit perdagangan bergerak liar, dengan eksportir dan importir berusaha tetap di depan dalam pertarungan tarif antara kedua negara.

Trump pada Rabu (3/7) menuduh China dan Eropa memanipulasi mata uang secara besar-besaran dan memompa uang ke dalam sistem mereka untuk bersaing dengan AS. “Kami masih berpikir itu sedikit lebih mungkin, bahwa senketa perdagangan dengan China pada akhirnya akan meningkat lebih lanjut,” jelas Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics London.  “Perdagangan kemungkinan akan menjadi hambatan moderat pada paruh kedua tahun ini yang kami perkirakan akan menambah perlambatan pertumbuhan permintaan domestik secara tajam.”

sumber : https://internasional.kontan.co.id/news/defisit-perdagangan-as-naik-menyulut-kekhawatiran-perlambatan-ekonomi

 

Bursa Asia melemah karena pasang surut antusiasme ketegangan perdagangan

Bursa Asia memerah di awal perdagangan Rabu (3/7) dipicu oleh kekhawatiran baru atas ancaman pengenaan tarif tambahan oleh Amerika Serikat terhadap barang-barang Eropa. Rabu (3/7) pukul 08.35 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 96,96 poin atau 0,45% ke 21.657,56, Hang Seng melemah 94,85 poin atau 0,32% ke 28.777,68, Taiwan Taiex turun 78,40 poin atau 0,72% ke 10,783,61.

Sementara indeks Kospi turun 13,84 poin atau 0,65% ke 2.107,38, ASX 200 menguat 17,79 poin atau 0,27% ke 6.671, Straits Times turun 14,33 poin atau 0,43% ke 3.356,74 dan FTSE Malaysia turun 3,46 poin atau 0,2% ke 1.687,90. Pelemahan bursa Asia juga dipicu oleh kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang membebani kepercayaan investor.

Rally saham global setelah KTT AS-China pada akhir pekan lalu cepat kehilangan kekuatan. Asal tahu saja, AS dan China pada Sabtu pekan lalu sepakat untuk kembali melakukan perundingan dagang setelah Presiden AS Donald Trump menawarkan konsesi, termasuk tidak ada tarif baru dan pelonggaran pembatasan Huawei untuk mengurangi ketegangan dengan Beijing. “Pelonggaran pelarangan Huawei sedikit mengejutkan. Tapi masih ada pertanyaan mengenai seberapa efektif perjanjian itu,” kata Norihiro Fujito, Kepala strategi investasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities seperti dikutip Reuters.

 

 

https://investasi.kontan.co.id/news/bursa-asia-melemah-karena-pasang-surut-antusiasme-ketegangan-perdagangan