Waspadai ancaman resesi global, begini saran analis

Bayang-bayang kekhawatiran resesi ekonomi global kembali menghantui pasar modal. Indeks saham sejumlah negara, termasuk IHSG, merosot.

Kamis (15/8), Dow Jones Industrial Average (DJIA) bahkan sempat anjlok 800 poin. Per pukul 22.16 WIB, DJIA bertengger di 25.454,59, turun 0,10% dari posisi hari sebelumnya. Sebulan terakhir, DJIA telah mengakumulasi penurunan lebih dari 6%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat melemah 1% pada perdagangan kemarin. Indeks saham akhirnya ditutup turun 0,16% ke 6.275,59. Satu bulan terakhir, indeks turun 2,28%.

Kekhawatiran terjadinya resesi global menguat lantaran terjadi inversi pada yield obligasi Amerika Serikat (AS). Untuk pertama kali sejak 2017, yield obligasi AS tenor 2 tahun kini melebihi yield obligasi tenor 10 tahun.

Yield obligasi AS tenor 10 tahun Rabu lalu ada di level 1,562%. “Inversi yield memiliki track record yang kuat dalam memprediksi resesi di AS,” ujar analis Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya dalam risetnya, Kamis (15/8).

Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana membaca sinyal inversi kurva yield telah tampak sejak April 2019. Bahkan, inversi kurva yield bukan cuma terjadi di AS. “Di Jepang dan Jerman salah satunya sudah mencatatkan yield negatif,” kata Fikri, kemarin.

Karena itulah, muncul kekhawatiran resesi global. Fikri menuturkan, dalam 50 tahun terakhir, terjadi 7 kali resesi usai terjadi inversi kurva yield. Rata-rata inversi tampak 18 bulan sebelum resesi.

Perang dagang AS dan China juga masih panas. Belakangan, tensi agak turun setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor 10% atas produk asal China hingga 15 Desember mendatang.

Pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap risk aversion. Indeks Fear & Greed, kemarin, berada di level 20, menunjukkan investor berada di posisi extreme fear. “Itu mengapa investor asing saat ini beralih ke posisi risk-off,” tambah Hariyanto.

Tak heran, dana asing banyak keluar dari pasar saham, terutama di negara emerging market. Investor asing tampak keluar dari pasar saham di kuartal tiga ini.

Tapi, para pengamat meyakini sejatinya kondisi saat ini masih jauh dari resesi. “Resesi baru terjadi jika pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut, Indonesia masih tumbuh di atas 5%,” ujar Muhamad Alfatih, pengamat pasar modal Samuel Sekuritas.

Fikri menambahkan, data-data ekonomi AS juga masih cukup baik. Ia menilai, ketidakpastian global bisa berangsur hilang bila perang dagang selesai.

Meski begitu, investor perlu mewaspadai dampak ketidakpastian kondisi global. Alfatih mempertimbangkan merevisi target IHSG yang semula di 6.800. Ia masih menghitung target baru IHSG. Ia juga menyarankan investor masuk ke saham defensif.

“Investor juga dapat mengurangi instrumen yang berisiko tinggi ke risiko yang rendah serta memperbanyak porsi diBcash, agar dapat membeli saat harga nantinya cukup rendah,” Setali tiga uang, mengingat investor asing tengah dalam posisi risk-off, Hariyanto menyarankan investor untuk memilih saham defensif. “Alternatifnya, saham emiten emas,”

Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendryana memprediksi, tekanan terhadap indeks masih akan berlanjut, setidaknya selama bulan ini. Namun bulan depan, IHSG akan digerakkan oleh sentimen penurunan suku bunga. Dus, indeks saham akan cenderung bergerak positif pada bulan depan.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/waspadai-ancaman-resesi-global-begini-saran-analis

3 Cara Memilih Software Akuntansi Online yang Aman

Perkembangan financial techonology saat ini di Indonesia semakin meningkat. Masyarakat dihadapkan pada banyaknya pilihan software akuntansi dan keuangan yang menarik. Sayangnya, terkadang kita belum mengetahui dengan baik cara memilih produk software akuntansi online yang benar-benar bermanfaat dan aman. Sebelum memutuskan untuk menggunakan software akuntansi, ada baiknya kita tahu apa saja faktor yang harus diperhatikan untuk mengetahui software tersebut aman.

Pilih Software yang Memiliki Sertifikasi Keamanan

Sebuah software akuntansi yang aman, pasti juga memiliki jaminan keamanan yang telah diakui oleh otoritas lembaga yang berwenang semacam ISO atau otoritas jasa keuangan. Dengan memegang lisensi keamanan dari lembaga yang bersangkutan, maka bisa dipastikan bahwa aplikasi keuangan atau software pengelola keuangan tersebut resmi terdaftar dan mengikuti prosedur keamanan yang telah di akui.

Memberikan Garansi Keamanan

Produk software akuntansi online yang aman, pasti berani memberi garansi keamanan untuk produk aplikasinya. Garansi juga membuktikan bahwa produk software tersebut, memiliki effort atau usaha untuk menjaga kerahasiaan data keuangan mitra usaha sebagai jaminan kualitas keamanan yang ditawarkan.

Mengamankan Data dari Risiko Kehilangan

Faktor keamanan tidak hanya dilihat dari kemungkinan adanya pencurian data keuangan perusahaan, tapi juga dari faktor hilangnya data perusahaan jika tiba-tiba terjadi masalah terhadap perangkat lunak yang kita miliki.

Sebuah software akuntansi yang baik akan mampu menyimpan data keuangan yang kita berikan secara otomatis atau menyediakan backup otomatis tanpa harus merepotkan kita untuk melakukan pelaporan data berulangkali. Jurnal software akuntansi online, telah memiliki sertifikasi ISO/IEC 27001 yang  memenuhi standar keamanan sistem manajemen informasi yang berlaku. Jurnal juga memiliki garansi untuk memberikan proteksi keamanan terhadap segala data keuangan klien yang setara dengan Bank.

Semua data keuangan yang diberikan oleh klien terhadap pihak Jurnal juga akan tersimpan secara otomatis atau ter-backup otomatis di sistem Cloud, sehingga pihak klien tidak perlu khawatir  kehilangan data keuangan penting yang mereka miliki.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-memilih-software-akuntansi-online-yang-aman/

IHSG Merah, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir, berikut daftar 10 saham LQ45 dengan price earning ratio (PER) terendah dan tertinggi, setelah penutupan perdagangan 15 Agustus 2019.

Meski IHSG merah, selalu ada peluang di bursa saham. Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil PER saham, semakin murah saham itu dibanding saham-saham dalam sektor sejenis. Sebaliknya, semakin tinggi PER suatu saham, secara relatif semakin mahal pula saham tersebut dibanding saham lain dalam sektor yang sama.

Namun, tentu saja, masih banyak faktor lain yang patut diperhitungkan selain PER sebelum seorang investor mengambil keputusan investasi.

10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
Kode Harga (14/8) Harga (15/8) PBV PER
SRIL 340 340 0,85 3,91
LPPF 3.250 3.270 5,38 3,94
ADRO 1.050 1.025 0,52 4,83
PTBA 2.430 2.380 1,56 6,03
UNTR 21.575 20.750 1,33 6,94
ITMG 13.975 13.400 1,21 7,56
MNCN 1.300 1.315 1,65 8,12
BBTN 2.290 2.270 0,97 9,19
BBNI 8.100 8.025 1,28 9,8
BSDE 1.370 1.345 0,83 10,51
10 Saham LQ45 dengan PER Tertinggi
Kode Harga (14/8) Harga (15/8) PBV PER
BRPT 740 730 1,67 182,5
TPIA 7.475 7.600 5,32 138,18
SMGR 12.850 12.950 2,41 79,45
INTP 21.850 21.875 3,69 62,86
EXCL 3.360 3.320 1,9 62,64
UNVR 44.900 44.700 67,22 46,13
ANTM 1.110 1.120 1,35 38,62
CTRA 1.210 1.200 1,33 37,5
ERAA 2.160 2.130 1,42 31,32
BBCA 30.050 30.000 4,63 28,76

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-merah-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terendah-tertinggi-158

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Laporan Arus Kas Metode langsung adalah metode pembuatan Laporan Arus Kas di mana informasi arus kas aktual (basis kas) – alih-alih informasi akrual– dari komponen Arus Kas dari Aktivitas Operasional perusahaan digunakan.

Laporan Arus Kas yang disajikan dengan menggunakan Metode Langsung mudah dibaca karena laporannya mencantumkan semua penerimaan dan pembayaran kas kepada objek tertentu selama periode berjalan. Dengan kata lain, Laporan Arus Kas Metode Langsung mencantumkan dari dan kepada siapa Arus Kas masuk dan keluar berasal.

Setelah semua sumber Arus Kas tercatat, total pembayaran kemudian dikurangkan dari penerimaan kas untuk menghitung Arus Kas bersih dari Aktivitas Operasi. Kemudian total nilai bersih Arus Kas dari Kegiatan Investasi dan Pendanaan juga ditambahkan untuk mendapatkan nilai kenaikan atau penurunan Kas Bersih.

Perbedaan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung


Sedangkan untuk metode langsung, satu-satunya bagian dari Laporan Arus Kas yang terlihat berbeda dalam penyajiannya adalah pada bagian Arus Kas dari Aktivitas Operasional. Metode Langsung hanya mencantumkan total penerimaan kas dan pembayaran yang dilakukan selama periode operasional berjalan. 
Unsur Umum dalam Komponen Laporan Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungBerikut daftar jenis penerimaan kas dan pembayaran yang paling umum digunakan dalam format Metode Langsung:

  • Penerimaan Kas dari Pelanggan
  • Pembayaran/Pembelian kepada Pemasok
  • Pembayaran kepada Karyawan (Gaji Karyawan)
  • Pembayaran bunga dan pajak
  • Pembayarn Kas dari Pembelian Aset Tetap
  • Penerimaan Kas dari Penerbitan Saham
  • Dan lainnya

Seperti yang Anda lihat, daftar pembayaran dan penerimaan tersebut memberi pengguna Laporan Keuangan cukup informasi mengenai dari mana saja sumber penerimaan dan kepada siapa pembayaran dilakukan. Ini adalah salah satu keunggulan utama dari Metode Langsung dibandingkan dengan metode Tidak Langsung. Investor, kreditor, dan manajemen dapat benar-benar melihat dari mana perusahaan mengumpulkan dana dan kepada siapa perusahaan itu membayar dana. Sayangnya, metode tidak langsung tidak mencantumkan detail informasi tersebut.

Kekurangan dari Penggunaan Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungMasalah dari penggunaan Metode Langsung adalah pembuatannya yang sulit dan cukup memakan waktu. Tidak semua perusahaan ataupun bisnis mencatat dan menyimpan setiap informasi transaksi dari pelanggan dan kepada pemasok secara mendetail. Peristiwa bisnis biasa dicatat di laporan laba rugi dan Neraca seperti jumlah Penjualan, Persediaan, Aset, dan Inventaris lainnya. Sangat melelahkan bagi sebagian besar perusahaan untuk mengumpulkan dan mengompilasi detail informasi tersebut dengan metode ini.

Tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk mencatat semua jenis pengeluaran dan penerimaan kas menjadikan Metode Tidak Langsung sebagai metode yang lebih disukai dan lebih umum digunakan. Karena sekarang ini banyak perusahaan menggunakan metode akuntansi akrual untuk menyiapkan Laporan Keuangannya. Perusahaan yang mempraktikkan akuntansi akrual biasanya tidak mengumpulkan dan menyimpan informasi transaksi tiap pelanggan atau pemasok.

Komponen Pada Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungKomponen Laporan Arus Kas dibagi menjadi tiga bagian utama dan digunakan baik di Metode Langsung maupun Tidak Langsung. Tiga bagian tersebut adalah: Arus Kas dari Aktivitas Operasional, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional

Komponen ini meliputi transaksi dari seluruh aktivitas operasional bisnis. Dengan kata lain, bagian aktivitas operasional mewakili uang kas yang dikumpulkan dari kegiatan yang menghasilkan pendapatan utama dari bisnis – seperti penjualan produk dan pendapatan jasa. Arus Kas dari Kegiatan Operasional bersifat jangka pendek dan hanya memengaruhi pada periode berjalan. Misalnya, pembayaran/pembelian persediaan termasuk kegiatan operasional karena berkaitan dengan aktivitas operasional utama perusahaan dan berlaku pada periode berjalan. Sederhananya, Arus Kas dari Aktivitas Operasional dihitung dengan menyesuaikan nilai Laba Bersih dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun Aset dan Liabilitas Lancar.

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Komponen in terdiri dari Arus Kas Masuk dan Keluar yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian Aset jangka panjang. Dengan kata lain, bagian investasi dari komponen ini merepresentasikan uang kas yang dikumpulkan oleh perusahaan dari penjualan Aset jangka panjang atau jumlah uang yang dihabiskan untuk membeli Aset jangka panjang baru. Unsur yang terdapat dalam komponen ini hanyalah bentuk Investasi yang bersifat jangka panjang dan diperkirakan akan digunakan lebih dari satu periode akuntansi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi dihitung dengan menjumlahkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam akun Aset Tetap.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Komponen ini terdiri dari transaksi tunai yang mempengaruhi akun Liabilitas Jangka Panjang dan ekuitas. Dengan kata lain, komponen pembiayaan pada Laporan Arus Kas mewakili jumlah uang tunai yang dikumpulkan dari menerbitkan saham atau mengambil pinjaman dan jumlah uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen dan utang jangka panjang. Anda dapat menganggap kegiatan pendanaan sebagai cara perusahaan mendanai operasinya baik melalui utang jangka panjang atau pembiayaan ekuitas. Arus kas pembiayaan dihitung dengan menambah atau mengurangi terkait perubahan-perubahan yang terjadi di dalam semua akun Liabilitas dan Ekuitas jangka panjang.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Berikut adalah contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung yang bisa Anda dapatkan dari software akuntansi Jurnal.

laporan arus kas metode langsung

Baik Metode Langung maupun Tidak Langsung memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/overview-dan-contoh-laporan-arus-kas-metode-langsung/

5 Tahap Sederhana Prosedur Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Dan setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Dan proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:

  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.

 

Prosedur Rekonsiliasi Bank

rekonsiliasi bank

1. Melakukan Perbandingan Antara Saldo Kas di Buku Besar Perusahaan dan Rekening Koran dari Bank

Perusahaan yang mendaftarkan rekening giro di bank, pada setiap akhir bulan tentunya mendapatkan laporan berupa rekening koran dari bank yang bersangkutan. Rekening tersebut berisi berbagai transaksi perusahaan seperti cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya, serta saldo kas perusahaan yang tersimpan di bank. Rekening koran ini dapat digunakan untuk membandingkan catatan yang ada di dalamnya dengan catatan yang dibuat di buku besar oleh perusahaan. Dalam proses perbandingan ini, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan. Pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat.

2. Catat Transaksi yang Dilakukan oleh Bank

Transaksi tercantum yang dilakukan oleh bank adalah transaksi yang bersifat otomatis dan mudah dilacak dengan berpatokan pada rekening koran tersebut. Transaksi ini biasanya berupa biaya layanan bank dan pendapatan bunga dari rekening di bank. Catat transaksi-transaksi tersebut terlebih dahulu ke dalam buku besar perusahaan, baru kemudian diteruskan ke langkah selanjutnya.

3. Lakukan Penelusuran terhadap Transaksi yang Masih dalam Proses

Seperti yang telah dijelaskan pada prosedur pertama, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank berada pada nominal yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan baik dari perusahaan maupun bank. Bisa dalam bentuk deposit in transit atau outstanding check. Deposit in transit atau setoran dalam proses adalah uang tunai dan / atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Penyebab lainnya yaitu jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali. Sementara outstanding check atau cek beredar adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Dua komponen ini merupakan komponen yang menyebabkan selisih paling besar pada nominal saldo kas. Oleh karenanya perlu dilakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan transasksi tersebut.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank dan Hitung Selisihnya

Tahap selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi bank. Di dalam lembar kerja inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai wadah untuk menghitung keseluruhan transaksi yang telah tercatat. Setelah perhitungan tersebut akan ditemukan selisih sebenarnya antara saldo yang ada di rekening bank dengan saldo yang tercatat di buku besar perusahaan. Jika tidak terdapat selisih nominal saldo, maka proses rekonsiliasi bank telah tuntas. Namun jika masih ada selisih diantara keduanya maka perlu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penelusuran dan Pengecekan Ulang

Tahap ini dilakukan apabila terdapat selisih nominal antara saldo di buku besar perusahaan dan rekening bank. Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan pengecekan ulang terhadap penyebab masalahnya. Jika nominal selisihnya kurang dari satu juta, kemungkinan kesalahan terjadi ketika memasukan angka dalam pencatatan yang dilakukan oleh akuntan. Namun, jika nilai selisihnya lebih dari satu juta, kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Dalam melaksanakan prosedur rekonsiliasi bank ini, diperlukan kesabaran, ketelitian dan kecermatan. Untuk perusahaan besar tentunya akan banyak sekali transaksi yang harus diperiksa dan tidak boleh tertinggal satupun.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/5-tahap-sederhana-prosedur-pelaksanaan-rekonsiliasi-bank/

OCBC dikabarkan berminat jadi pengendali Bank Permata

Jumlah investor yang melirik saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) semakin bertambah. Pamornya ternyata tak redup pasca PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) gagal masuk. Saat ini ada tiga investor yang tertarik mencaplok bank tersebut.  Setelah sebelumnya dua lembaga keuangan Jepang yakni Mizuho Financial Group dan Sumitomo Mitsui Finansial Group dikabarkan mengincar Bank Permata, Overseas Chinese Banking Corp (OCBC) juga disebut tengah mempertimbangkan menjadi pengendali saham bank tersebut.

Sumber Bloomberg menyebutkan, OCBC sedang mempertimbangkan menawar sekitar 90% saham BNLI dari sekitar US$ 1,9 miliar. Bank terbesar kedua di Singapura itu, akan membeli saham milik PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered yang saat ini masing-masing memiliki porsi 44,56%.

Pertimbangan OCBC itu disebut masih dalam tahap awal dan mungkin tidak menghasilkan kesepakatan. Saat ini, OCBC sudah hadir di Indonesia lewat kepemilikan 85% saham di PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC tidak mau mengomentari isu yang ada di pasar terkait induknya. “OCBC NISP hanya fokus untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,”.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak menanggapi pertanyaan mengenai update akuisisi Bank Permata tersebut. Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti seperti biasanya enggan menanggapi kabar yang berkembang di pasar.

Sumber Kontan.co.id sebelumnya menyebutkan otoritas di dalam negeri lebih menyukai investor asal Jepang. Pertumbuhan sektor kredit melambat dan inflasi rendah mendorong Bank asal Jepang berekspansi ke negara lain dan Indonesia menjadi salah satu tujuan.

Sumitomo disebut ingin membidik seluruh kepemilikan Astra dan Standard Chartered Bank. Sedangkan Mizuho cuma akan mengambil saham dari Standard Chartered karena perusahaan ini ingin Grup Astra tetap memiliki bisnis di sektor perbankan. Apalagi kabarnya Bank Permata juga telah menjadi bank pengelola gaji karyawan (payroll) Mizuho. Pun Mizuho dikabarkan akan segera berkantor di Gedung Astra, Sudirman, Jakarta Pusat.

Mencuatnya kabar minat OCBC tersebut bikin saham Bank Permata langsung melambung. Pada perdagangan Rabu (14/8), saham BNLI naik 8,43% ke level Rp 965.

sumber: https://keuangan.kontan.co.id/news/rumor-hangat-ocbc-dikabarkan-berminat-jadi-pengendali-bank-permata

Pentingnya Aplikasi Akuntansi Sederhana untuk UKM Anda

Pada setiap bisnis, baik bisnis besar maupun kecil seperti UKM (Usaha Kecil dan Menengah) tentu perlu mengelola keuangan. Namun, banyak bisnis yang masih mengelola akuntansi secara manual. Padahal, di zaman teknologi seperti sekarang ini, pengusaha bisa memanfaatkan aplikasi akuntansi untuk membantu proses akuntansi dalam bisnis UKM. Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai pentingnya aplikasi akuntansi sederhana.

Mudah Digunakan

Kehadiran aplikasi akuntansi sederhana tentunya dapat memudahkan bisnis UKM untuk membuat laporan keuangan. Hanya dengan meng-input data transaksi yang dilakukan ke dalam aplikasi, maka informasi keuangan dapat disajikan dengan mudah. Hali ini juga dapat menghemat waktu Anda untuk mengelola keuangan, sehingga dapat dialokasikan untuk kegiatan pengembangan bisnis UKM lainnya.

Anda tidak perlu lagi mencatat di buku tulis atau manual melalui software komputer yang begitu rumit. Dengan aplikasi akuntansi, data laporan setiap bulan atau tahun yang sudah dicatat sebelumnya akan tersedia secara otomatis karena data selalu tersimpan rapi. Jika terjadi kesalahan dalam mencatat keuangan, Anda bisa langsung memperbaikinya dan langsung bisa melihat laporan keuangan secara realtime dengan data terbaru.

Data Keuangan Aman

Kelemahan jika membuat catatan keuangan secara manual adalah data yang ditampilkan hanya tertulis di buku atau tersimpan di komputer. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti buku terbakar, hilang atau komputer rusak, maka secara otomatis data catatan keuangan yang dibuat tersebut juga ikut hilang.

Hal ini berbeda jika data keuangan dicatat melalui aplikasi keuangan. Karena data catatan yang dibuat akan tersimpan dengan aman di server yang sudah dipakai oleh aplikasi tersebut. Jadi tidak perlu khawatir data yang dibuat akan hilang. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi akuntansi, data akan tetap aman dan bersifat rahasia. Hanya user atau pengguna tertentu yang dapat mengakses data tersebut, sehingga Anda tidak perlu takut jika orang lain akan mengetahuinya. Bagaimanapun juga, keuangan bisnis adalah masalah krusial yang tidak boleh diketahui oleh sembarangan orang.

Dilakukan Kapan dan Di Mana Saja

Inilah pentingnya menggunakan aplikasi keuangan untuk para pebisnis UKM yang terakhir. Pemakaian bisa saja dilakukan kapan dan di mana saja, sehingga tidak perlu harus ada di kantor atau tempat bisnis untuk mencatat dan membuatnya. Walaupun sedang berada di luar, Anda tetap bisa membuat catatan keuangan melalui gadget yang dimiliki.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-aplikasi-akuntansi-sederhana-untuk-ukm/

Cara Memilih Software Keuangan untuk Perusahaan

Jika berbicara tentang keuangan atau akuntansi, maka yang ada dipikiran kita tentu angka-angka maupun perhitungan yang rumit. Dapat dibayangkan jika Anda bekerja dalam sebuah perusahaan dan harus mengelola keuangan perusahaan secara manual, maka Anda akan merasa sangat kesulitan. Pada zaman teknologi yang semakin berkembang seperti sekarang ini, Anda sudah dapat memanfaatkan software keuangan untuk membantu pekerjaan Anda. Pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa cara dalam memilih software keuangan yang tepat untuk perusahaan Anda.

Pilih Software yang Kredibel

Memilih software keuangan yang kredibel memang tidak mudah, dibutuhkan waktu, usaha yang sungguh-sungguh, ketelitian, dan kebijaksanaan dalam memilih software yang tepat. Keputusan dalam memilih software keuangan akan berpengaruh terhadap berbagai aspek, mulai dari aspek administrasi, keuangan, dan seluruh aktivitas perusahaan. Bila saat ini Anda salah dalam mengambil keputusan untuk memilih software keuangan, maka beberapa tahun ke depan kemungkinan besar Anda harus mengeluarkan dana lagi untuk mengganti software keuangan yang baru. Untuk itu, memilih software yang kredibel sangat diperlukan.

Memenuhi Standar Indonesia

Program dalam software keuangan harus menghasilkan laporan keuangan yang memenuhi standar laporan keuangan di Indonesia. Software keuangan juga seharusnya tersedia dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, mengingat kebutuhan perusahaan yang sifatnya join venture antara pengusaha Indonesia dan pengusaha asing.

Memahami Kebutuhan Keuangan

Sebelum memilih software keuangan, Anda harus terlebih dulu menganalisis kebutuhan, baik dari aspek finansial maupun manajerial. Tidak perlu terburu-buru, luangkan waktu agar analisis kebutuhan Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul terkait dengan keuangan. Penuhi diri Anda dengan informasi mendasar tentang keuangan. Hal ini akan membantu Anda dalam pemilihan software yang tepat.

Menggunakan Teknologi Terkini

Pilihlah software keuangan yang menggunakan bahasa pemrograman yang terkenal alias tidak jadul. Software keuangan yang dipilih juga harus up to date serta tidak ketinggalan zaman sehingga user dapat dengan mudah mengoperasikannya. Dengan menggunakan teknologi terkini, setidaknya software tersebut akan dapat dipakai minimal lima tahun ke depan atau bahkan lebih. Namun, di era sekarang, Anda bisa memilih software akuntansi yang telah menggunakan teknologi berbasis Cloud.

Harga yang Ditawarkan

Jangan memilih software yang terlalu murah, namun tidak perlu juga memilih yang sangat mahal. Karena, software keuangan yang murah umumnya tidak memiliki fitur yang lengkap. Berbeda dengan software yang cukup mahal, umumnya fiturnya cukup lengkap. Tetapi software yang cukup mahal, biasanya digunakan untuk perusahaan-perusahaan skala besar dan jumlah transaksi yang terjadi pada perusahaan pun sudah cukup banyak. Sehingga sangat tepat untuk memilih software yang sesuai budget dan juga fitur yang dipakai sesuai untuk kebutuhan bisnis Anda.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-memilih-software-keuangan-untuk-perusahaan/

Akuntansi Keuangan: Standarisasi dan Fungsinya

Hingga saat ini, peranan akuntansi sangat penting dalam membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan ekonomi, dan peran penting ini semakin disadari oleh banyak pebisnis dan perusahaan. Akuntansi memegang perananan penting dalam membantu tugas manajemen, khususnya saat menjalankan fungsi pengawasan dan perencanaan. Secara garis besar, makna akuntansi keuangan fokus pada pencatatan transaksi keuangan Bisnis atau perusahaan. Pencatatan yang dimaksud adalah pendataan yang dilakukan secara teratur menurut sistem dan lengkap. Transaksi keuangan yang dicatat pun spesifik di dalam suatu bisnis dan dalam kurun waktu tertentu. Sementara, akuntansi keuangan berarti suatu bagian dari akuntansi yang berkaitan erat dengan penyiapan laporan keuangan.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Akuntan dalam suatu perusahaan biasanya bertugas untuk melakukan berbagai pencatatan atau laporan keuangan. Laporan Keuangan yang disajikan harus sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum, atau harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tentang petunjuk dan prosedur yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan yang mengacu pada teori-teori tentang penafsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1994. Namun, di dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar Akuntansi Keuangan Internasional dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB,  merupakan suatu standar laporan keuangan yang dapat diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

Fungsi Akuntansi Keuangan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan bagi pihak luar, misalnya seperti pemegang saham, pemasok, kreditur dan lainnya. Berarti, akuntansi keuangan merupakan sebuah sistem yang mengatur pencatatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, hingga menyusun laporan mengenai transaksi yang terjadi. Sehingga dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang meliputi proses pencatatan hingga penganalisaan data-data keuangan perusahaan dan produk yang dihasilkan dari kegiatan tersebut berupa laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan keuangan yang digunakan untuk kepentingan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Salah satu fungsi utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan laporan keuangan, maka dapat dilihat keadaan keuangan di suatu perusahaan dan perubahan apa saja yang telah terjadi di dalamnya. Informasi mengenai keuangan perusahaan sangat dibutuhkan oleh tim manajemen. Karena dapat digunakan untuk membantu dalam membuat atau mengambil keputusan, yang nantinya keputusan tersebut dapat mempengaruhi keadaan perusahaan. Adapun beberapa fungsi akuntansi secara umum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui dan menghitung laba atau rugi yang telah didapat oleh perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan.
  3. Dapat membantu menetapkan hak bagi masing-masing pihak yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal.
  4. Untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai aktivitas yang terjadi pada perusahaan.
  5. Untuk membantu perusahaan dalam mencapai target yang telah ditentukan.

Tahapan Pembelajaran Akuntansi

Terdapat beberapa tahapan dalam pembelajaran akuntansi yang perlu dipahami oleh para pebisnis atau pengusaha. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Pengantar Akuntansi Dasar, yaitu pemahaman tentang Persamaan Dasar-dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akuntansi, Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum, dan Pembuatan Kertas Kerja Laporan Keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan, yaitu pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi kebijakan dan prosedur kas dan setara kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, dan pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan, mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha, Integritas Penyajian Laporan Keuangan, dan Analisa Laporan Keuangan. Selain itu juga tentang Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, serta Investasi saham.

 

Salah satu hasil dari kegiatan akuntansi yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan nantinya dapat digunakan untuk kepentingan pihak internal dan eksternal perusahaan. Jenis-jenis laporan yang dihasilkan dari kegiatan akuntansi diantaranya adalah laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca, laporan ekuitas, dan berbgai laporan lainnya yang diperlukan oleh bisnis Anda.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-keuangan-standarisasi-dan-fungsinya/

Mengenal Arti dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam Perusahaan

Sistem informasi akuntansi sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun, karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi itu? Simak pengertian dan fungsinya di bawah ini!

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (2001). Sedangkan menurut Nugroho Widjajanto (2001), sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai formulir, catatan dan laporan yang telah disusun dan menghasilkan suatu informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian manajemen perusahaan dapat melihat keuangan dengan jelas melalui sistem tersebut. Selain itu, manajemen juga dapat mengontrol kinerja dari sistem yang digunakan.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem keuangan yang menyediakan informasi memiliki beberapa fungsi dalam keberlangsungan usaha. Berikut beberapa fungsinya:

  1. Mengumpulkan semua data kegiatan bisnis perusahaan dan menyimpan data tersebut secara efektif dan efisien. Selain itu, SIA juga dapat mencatat semua sumber daya yang berpengaruh terhadap usaha tersebut dan semua pihak yang terkait. Dengan fungsi ini, tidak akan ada suatu hal dalam perusahaan yang tidak tercatat.
  2. Mengambil data yang diperlukan dari berbagai sumber dokumen yang berkaitan dengan aktivitas bisnis.
  3. Membuat dan mencatat data transaksi dengan benar ke dalam jurnal-jurnal yang diperlukan dalam proses akuntansi sesuai dengan urutan dan tanggal terjadinya transaksi. Pencatatan ini bertujuan untuk mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan dalam pengecekan semua transaksi. Sehingga jika terjadi suatu kesalahan dapat dikoreksi dengan mudah dan dapat diketahui penyebabnya dengan cepat.
  4. Fungsi utama SIA adalah mengubah sekumpulan data menjadi informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan. Informasi ini berbentuk laporan keuangan baik secara manual maupun secara online yang diperlukan oleh semua pihak.
  5. SIA juga berfungsi sebagai suatu sistem pengendali keuangan agar tidak terjadi suatu kecurangan. Dengan sistem ini, keuangan perusahaan dapat dilacak dengan pasti karena sistem pertanggungjawaban yang detail. Fungsi ini dapat menjaga aset perusahaan dan mengurangi risiko untuk penggelapan aset oleh semua pihak terkait.

Jika perusahaan menerapkan sistem informasi akuntansi dengan baik, diharapkan semua laporan dapat disajikan tepat waktu. Jadi semua pihak internal maupun eksternal dapat mengambil keputusan dengan baik mengenai perkembangan perusahaan. Penggunaan SIA yang efektif akan membantu perkembangan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/