Tips Menjadi Akuntan Publik Profesional

Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Akuntan publik merupakan akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Profesi ini mempunyai tugas yang cukup kompleks, bukan hanya melakukan perhitungan-perhitungan angka, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas bisnis antara perusahaan yang menjadi kliennya dan perusahaan lain dalam proses keberlanjutan bisnis. Laporan yang dibuat oleh seorang akuntan publik juga sangat penting dalam menganalisa dan membuat keputusan bisnis kedepannya. Oleh sebab itu untuk mengemban tugas ini diperlukan seseorang yang profesional dalam bekerja.

Tidak hanya mempunyai keahlian, namun seorang akuntan publik juga harus memiliki integritas. Menurut Agusti dan Nastia (2013), profesionalisme merupakan sikap bertanggungjawab terhadap apa yang telah ditugaskan kepadanya. Sikap profesionalisme dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang dimilikinya yaitu berdasarkan:

  1. Pengabdian pada profesi, yang menjadikannya sebagai orang yang bekerja secara total.
  2. Kewajiban sosial, bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang memiliki nilai kontribusi besar bagi masyarakat serta profesinya.
  3. Kemandirian, bahwa pekerjaannya menuntut untuk mampu mengambil keputusan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
  4. Keyakinan terhadap profesi.
  5. Hubungan sesama profesi.

Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa cara yang harus ditempuh. Berikut penjelasan untuk menjadi akuntan publik profesional.

Penggunaan Debit dan Kredit Akuntansi yang Perlu Dipahami

Mendapatkan Gelar di Studi Akuntansi

Sebelum September 2013, lulusan S1 atau D4 program studi akuntansi harus mengikuti program studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), memperoleh register negara akuntan, dan menjalankan praktik profesi akuntan dahulu sebelum mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Namun setelahnya, para lulusan ini dapat langsung mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mengikuti pendidikan profesi tersebut. Ini berarti, mendapatkan gelar di studi akuntansi baik itu S1 ataupun D4 menjadi syarat dasar untuk melanjutkan cita-cita menjadi seorang akuntan publik profesional.

Memilih Spesialisasi yang Tepat

Profesi yang satu ini memiliki berbagai spesialisasi dengan jobdesc-nya masing-masing, baik itu audit, manajerial, anggaran, perpajakan dan lainnya. Sebagain besar akuntan mempunyai spesialisasinya masing-masing dan terkadang mengikuti gelar akuntansi yang diperoleh. Pastikan untuk memilih spesialisasi yang memang sesuai agar lebih sesuai dengan gelar yang dipilih sebelumnya serta kemampuan Anda agar fokus dalam mendalaminya.

Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik

Ada beberapa perbedaan antara akuntan publik biasa dengan yang profesional yang bersertifikasi. Akuntan publik biasa mengerjakan tugas sederhana seperti penyusunan laporan keuangan, sementara yang bersertifikasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pekerjaan yang lebih profesional seperti melakukan audit, meninjau laporan dan mewakili klien sebelum IRS.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang profesional perlu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). USAP menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah sebutan untuk sertifikasi tertinggi profesi akuntan publik di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi berbasis kompetensi individu; dengan demikian basis penyelenggaraan sertifikasi adalah, dan akan selalu, berbasis pada kompetensi yang dibutuhkan individu untuk berpraktek, atau menginginkan keahlian yang dibutuhkan untuk berprofesi. USAP ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Ada 3 macam ujian yang bisa dipilih yakni ujian tingkat dasar, ujian tingkat profesional, dan ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit.

Menambah Pengalaman Kerja

Selain menambah pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan serta mengikuti ujian kompetensi, akuntan publik profesional juga diharuskan untuk mempunyai pengalaman. Auditor yang tidak berpengalaman akan melakukan kesalahan yang lebih banyak dibanding dengan auditor yang berpengalaman. Oleh karena itu, carilah pengalaman kerja dalam bidang akuntan sebanyak mungkin. Hal ini bisa dimulai ketika kuliah dengan mengikuti program magang atau bekerja secara part time.

Komitmen Terhadap Etika

Kecerdasan dan keunggulan intelektual memang diperlukan dalam mengerjakan tugas akuntan. Namun untuk menjadi seorang akuntan juga diperlukan etika yang akan menjadi pertahanan dalam mengemban tugas secara profesional. Dalam prinsip etika profesi Ikatan Akuntan Indonesia poin kedua tentang kepentingan publik dinyatakan bahwa setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Oleh karena itu, tuntutan untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugas yaitu memegang prinsip-prinsip profesi yang telah ditetapkan. Seseorang yang menggeluti profesi ini dapat dikatakan profesional, apabila dalam melaksanakan pemeriksaan ia menghasilkan audit yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dan sesuai dengan kode etik atau standar profesi.

Peka dengan Perkembangan Teknologi

Teknologi kini sudah merambah dalam setiap lini pekerjaan tidak terkecuali dalam profesi akuntan. Oleh sebab itu, seorang akuntan publik butuh untuk peka terhadap perkembangan teknologi agar dapat beradaptasi dengan kemajuan di bidang akuntansi. Solusi untuk permasalahan ini dapat Anda ditemukan di Jurnal University. Jurnal University merupakan program pelatihan khusus yang mengajak pelanggan, partner dan mahasiswa untuk lebih mengenal dan memahami lebih jauh mengenai software akuntansi berbasis online. Dengan visi mencetak lulusan dengan keterampilan terbaik dan sukses di bidang akuntansi berbasis teknologi modern Jurnal University hadir untuk Anda. Segera daftarkan dengan mitra Jurnal University di universitas-universitas terkemuka.

Selain hal-hal di atas, seorang akuntan juga perlu menguasai software akuntansi berbasis online. Banyak perusahaan yang kini sudah menggunakan aplikasi akuntansi untuk memudahkan para akuntan dalam melakukan pekerjaannya.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-menjadi-akuntan-publik-profesional/

Pasar obligasi kembali tertekan, investor asing berpotensi lakukan aksi jual

Kondisi pasar obligasi Indonesia yang kembali diliputi ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir dapat mendorong aksi jual investor asing dalam waktu dekat. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan, awalnya koreksi di pasar obligasi terjadi karena aksi ambil untung oleh sebagian investor mengingat harga SUN sudah rally cukup signifikan di bulan lalu. Akan tetapi, tekanan bertambah karena tensi perang dagang antara AS dan China kembali meningkat.

Di sisi lain, investor asing juga masih menantikan langkah berikutnya dari The Fed terkait kebijakan moneter AS di masa mendatang. Hal ini mengingat The Fed cenderung memberi sinyal hawkish kendati memangkas suku bunga acuan AS pada pekan lalu. Ramdhan berharap tekanan eksternal bisa segera berakhir sehingga yield SUN 10 tahun kembali berangsur-angsur turun seperti di bulan Juni dan Juli kemarin. Pasalnya, sebagian besar investor asing mengincar SUN seri-seri benchmark, termasuk untuk tenor 10 tahun. Naik-turunnya yield SUN seri acuan tentu bisa mempengaruhi minat investor asing di pasar obligasi domestik. “SUN seri acuan kerap dibandingkan dengan US Treasury, makanya banyak investor asing yang mengincar seri tersebut,” paparnya, Senin (5/8).

Dia juga menilai, spread antara yield SUN dan US Treasury masih akan menarik bagi investor asing sekalipun yield SUN kembali turun. Untuk saat ini, spread antara yield SUN dengan US Treasury untuk tenor 10 tahun memang tergolong lebar.

Mengutip data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SUN 10 tahun pada hari ini  Senin (5/8) berada di level 7,64%. Di sisi lain, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 1,77%. Hasil tersebut membuat spread yield SUN dan yield US Treasury kini mencapai 587 bps atau 5,87%.

Menurut Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia Fikri C. Permana, pelebaran spread antar yield obligasi di atas kertas bisa menjadi pemicu masuknya investor asing ke pasar SBN secara berkelanjutan. Namun, perlu diingat bahwa kenaikan yield SUN akhir-akhir ini diikuti pula oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Lihat saja, hari ini rupiah kembali terkapar di pasar spot sebesar 0,49% ke level Rp 14.255 per dolar AS. Pelemahan rupiah yang terjadi terus-menerus terjadi dikhawatirkan akan menahan laju aliran dana masuk dari investor asing di pasar obligasi. Jika akhirnya investor asing kembali keluar, bukan tidak mungkin tekanan di pasar obligasi akan bertambah. Apalagi, nilai kepemilikan asing telah di atas Rp 1.000 triliun.

“Investor asing melihat salah satu risiko saat ini adalah depresiasi atau ketidakstabilan rupiah,” ujar Fikri, Senin (5/8). Lebih lanjut, ia juga menganggap, perkembangan sentimen global masih akan berperan besar terhadap nilai kepemilikan asing di pasar SBN dalam beberapa waktu ke depan. Ini mengingat belum ada lagi sentimen dari dalam negeri yang bisa menopang laju aliran dana asing. Justru, hasil data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 yang hanya mencapai 5,05% (yoy) bisa menjadi sentimen negatif walau cuma sesaat. “Dalam jangka panjang, investor asing lebih memperhatikan pengelolaan utang yang tergambar dalam APBN Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, investor asing mencatatkan aksi beli atau net buy sebesar Rp 24,29 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang bulan Juli lalu. Lantas, nilai kepemilikan asing di pasar SBN per akhir Juli kemarin tumbuh mencapai Rp 1.013,04 triliun.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/pasar-obligasi-kembali-tertekan-investor-asing-berpotensi-lakukan-aksi-jual

5 Keuntungan Menggunakan Aplikasi atau Software Akuntansi

Penggunaan aplikasi atau software akuntansi sangat membantu bagi segala jenis bisnis. Ada berbagai keuntungan ketika Anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi akuntansi. Faktanya, secara global sebagian besar pebisnis mendapatkan keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi.

Perangkat aplikasi akuntansi tentunya bisa diatur sesuai jenis bisnis yang dijalankan, seperti bisnis perdagangan, industri, rumah sakit, konstruksi bangunan, dan berbagai jenis praktik konsultasi. Dan salah satu alasan banyak para pebisnis menggunakan aplikasi akuntansi adalah karena dalam mempertahankan bisnis diwajibkan untuk memilih pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan pada laporan keuangan yang tentunya dihasilkan dari aplikasi akuntansi. Berikut lima keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi:

Menghemat Waktu dan Tenaga

Keuntungan yang paling penting dari penggunaan aplikasi akuntansi adalah Anda bisa menghemat banyak waktu dan tenaga daripada menggunakan pembukuan secara manual (tradisional). Dengan aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi, pencatatan dokumen bisnis pada bagian front–end office dan rekaman transaksi kepada back-end office bisa dilakukan secara bersamaan. Misalnya, Anda bisa membuat faktur pelanggan, menyiapkan setoran bank dan mencatat cek dalam program aplikasi akuntansi, tanpa harus melakukannya secara konvensional.

Kerangka Kerja Akuntansi yang Lebih Efisien

Dalam kerangka kerja akuntansi tradisional, segala catatan transaksi umum dan penyesuaian diolah menjadi laporan keuangan menjelang akhir tahun untuk tujuan penilaian kinerja, kebutuhan audit, dan kebutuhan administrasi lainnya. Sedangkan dalam kerangka pembukuan secara elektronik lewat aplikasi akuntansi, segala hal tersebut bisa dibuat seperti Anda menjentikkan jari. Hal ini juga memungkinkan manajemen untuk melakukan survei dan evaluasi pelaksanaan sistem keuangan bisnis kapanpun sehingga segala masalah terkait keuangan bisa teratasi dengan cepat.

Manajemen Pencatatan Utang dan Piutang yang Lebih Baik

Dalam aplikasi akuntansi, terdapat salah satu fitur yang memungkinkan Anda mencatat piutang dan utang secara akurat dan mudah. Hal ini juga memungkinkan sistem dalam aplikasi akuntansi memproyeksikan posisi arus kas bisnis Anda di masa depan. Misalnya, jika perusahaan atau bisnis telah mencatat semua tagihan bisnis dan invoice pelanggan dalam program sesuai tanggal jatuh tempo mereka, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa apakah Anda memiliki cukup kas untuk melunasi tagihan yang sudah jatuh tempo. Dengan aplikasi akuntansi, Anda akan memiliki catatan tentang semua tagihan dan faktur. Aplikasi akuntansi sebagai alat perencanaan ini dapat membantu Anda meminimalisasi timbulnya piutang tak tertagih dan segala denda keterlambatan dari pelunasan utang Anda.

Meminimalisasi Risiko Kesalahan Teknis Pencatatan Transaksi

Ketika Anda menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi, beberapa kesalahan seperti kesalahan dalam menghitung nominal angka pada invoice atau kesalahan penulisan (typo) akan terminimalisir. Ketika aplikasi akuntansi memproses suatu faktur yang terintegrasi dengan nilai pajak, secara otomatis sistem akan menghitungnya secara akurat. Keuntungan tersebut sangat bermanfaat ketika Anda menangani transaksi yang sangat banyak.

Pengorganisasian Data-Data Transaksi

Jika Anda masih menggunakan pencatatan manual (tradisional), risiko seperti hilangnya faktur yang sudah tercatat bisa saja terjadi. Dengan aplikasi akuntansi, segala pencatatan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi suatu data digital. Data digital tersebut akan disimpan dengan aman dan rapi secara otomatis oleh aplikasi akuntansi. Sehingga suatu waktu jika Anda ingin meninjau kembali suatu faktur atau invoice, Anda bisa mencarinya dengan mudah hanya dengan mengetik nama pelanggan atau tanggal transaksi terjadi pada kolom pencarian.

Dengan aplikasi akuntansi, seluruh tugas-tugas terkait akuntansi akan dimudahkan dan terhindar dari segala kesalahan-kesalahan teknis seperti salah pencatatan dan lainnya. Dewasa ini, begitu banyak developer yang menawarkan produk aplikasi akuntansi.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-keuntungan-menggunakan-aplikasi-atau-software-akuntansi/

Market sepekan: Bursa global alami minggu terburuk di sepanjang 2019

Pasar saham mengalami pekan terburuk di sepanjang tahun ini. Investor mencemaskan langkah Presiden AS Donald Trump yang kian memanaskan perang dagang dengan China.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, indeks S&P 500 melorot selama lima hari beruntun, yang menandai penurunan mingguan terbesar sejak aksi jual pada Desember lalu. Perang dagang kembali menjadi isu utama setelah Trump mengatakan AS akan kembali menetapkan pajak impor sebesar 10% atas barang-barang China. Hal ini tentu saja menyebar kecemasan mengenai dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Apalagi, sebagai balasannya, China juga berjanji akan membalas ancaman tersebut. Bukannya meredakan ketegangan yang muncul, Trump kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial pada Jumat malam. Dia bilang, dirinya bisa saja menaikkan lagi pajak impor menjadi lebih tinggi dari yang sekarang.

Padahal, sebelumnya, pasar saham sudah mengalami tekanan setelah tidak ada kepastian mengenai penurunan suku bunga lanjutan dari The Fed pasca pemangkasan suku bunga pertama dalam satu dekade terakhir oleh bank sentral AS tersebut. Tak hanya pasar saham, sentimen ini juga menjangkiti pasar obligasi. Bisa dilihat dari anjloknya tingkat yields surat utang AS bertenor 10 tahun ke level terendah sejak 2016.

“The Fed kemungkinan besar akan melakukan pelonggaran kebijakan karena ketegangan perang dagang bisa berdampak pada perekonomian global. Ujung-ujungnya, ekonomi AS juga ikut negatif,” jelas Chris Zaccarelli, chief investment officer untuk Independent Advisors Alliance.

Di sisi lain, laporan tenaga kerja AS yang dirilis Jumat, kian menambah teka-teki dari puzzle besar yang meliputi the Fed, kinerja emiten, dan perdagangan.

Berikut adalah rangkuman market global saat penutupan transaksi perdagangan Jumat (2/8):

Pasar saham:
– Indeks S&P 500 tergerus 0,7% pada pukul 16.00 waktu New York, menyentuh level terendah dalam lima pekan terakhir. S&P 500 juga mengalami minggu terburuk sejak Desember 2018.

– Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,6% ke level terendah dalam enam pekan.

– Indeks Nasdaq Composite tergerus 1,6%, menyentuh posisi terendah dalam lima pekan terakhir.

– Indeks Stoxx Europe 600 melorot 2,5%, yang merupakan level terendah dalam enam pekan lebih.

Mata uang:

– Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1%
– Yen Jepang menguat 0,7% menjadi 106,47 per dollar, yang merupakan level terkuat dalam 16 bulan terakhir.
– Euro menguat 0,2% menjadi 1,1112 per dollar AS.

Obligasi:

– Tingkat yield surat utang AS bertenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 1,85%.
– Tingkat yield surat utang AS bertenor dua tahun turun dua basis poin menjadi 1,72%
– Tingkat yield surat utang Jerman bertenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi -0,495%, level terendah di sepanjang sejarah.

Komoditas:

– Harga emas turun 0,2% menjadi US$ 1.441,85 per troy ounce
– Harga minyak WTI naik 2,5% menjadi US$ 55,29 per barel

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/market-sepekan-bursa-global-alami-minggu-terburuk-di-sepanjang-2019

4 Alasan Akuntansi Tradisional Mulai Ditinggalkan

Apakah selama ini Anda masih menggunakan pencatatan tradisional seperti buku dan pen untuk mencatat laporan keuangan bisnis Anda? Jika ya, maka sudah saatnya bagi Anda untuk kembali menilai dan memastikan apakah sistem yang Anda gunakan sudah tepat.

Kelemahan Akuntansi Tradisional

Faktanya, saat ini banyak perusahaan yang telah meninggalkan akuntansi tradisional. Hal ini dikarenakan sistem akuntansi tradisional memiliki beberapa kelemahan yang berbahaya bagi keamanan data Anda, di antaranya:

1. Membutuhkan Biaya Besar

Menggunakan akuntansi tradisional membutuhkan biaya besar. Anda harus menggaji seorang in-house accountant untuk menyelesaikan pembukuan Anda. Belum lagi biaya auditor yang harus memeriksa laporan keuangan Anda. Jika terjadi kesalahan akibat human error, maka Anda harus mengulang pembuatannya kembali. Ingatlah bahwa semua proses tersebut memakan waktu lama karena membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi.

2. Kesulitan Akses

Salah satu kelemahan akuntansi tradisional adalah sulit untuk diakses. Sebagai pebisnis, Anda perlu mengetahui dan meng-update aktivitas finansial perusahaan. Di sisi lain, data finansial perusahaan merupakan hal yang penting dan sangat dijaga kerahasiaannya. Namun, ketika Anda sedang berbisnis di tempat lain, kesulitan mendapatkan informasi yang diperlukan akan berakibat fatal pada bisnis Anda.

3. Tingkat pengawasan rendah

Anda akan sulit mengawasi keuangan perusahaan jika menggunakan akuntansi tradisional. Data finansial atau pembukuan perusahaan hanya dipegang oleh 1 orang atau 1 departemen sehingga Anda akan kesulitan untuk mengendalikan keuangan perusahaan. Akibat paling fatal adalah munculnya pelaku kecurangan atau fraud dalam perusahaan tanpa Anda sadari. Kecurangan ini dapat berbentuk penyalahgunaan aset perusahaan, mengubah laporan keuangan demi keuntungan pribadi , atau korupsi. Tanpa Anda sadari, pegawai Anda sedang menggerogoti uang Anda.

4. Risiko Kehilangan Data

Saat menggunakan sistem akuntansi tradisional, Anda sedang mempertaruhkan data perusahaan Anda. Risiko kehilangan atau kerusakan data karena kecelakaan kecil akibat aktivitas sehari-hari lebih besar dibandingkan dengan perbuatan di sengaja seperti pencurian data. Minuman yang tumpah di atas laporan atau data penting yang tidak sengaja dibuang merupakan contoh aktivitas kecil tetapi berdampak besar pada perusahaan. Anda bisa kehilangan investor atau pelanggan karena kejadian tersebut.

Bagaimana pendapat Anda setelah mengetahui fakta di atas? Ternyata sulit untuk menjaga keamanan data Anda, bukan?

Cloud Accounting: Solusi praktis yang patut dicoba!

Sulit bukan berarti tidak dapat dilakukan. Saat ini telah muncul akuntansi berbasis internet yang dikenal dengan cloud accounting. Dengan akuntansi cloud, Anda dapat menyimpan data Anda secara online sehingga risiko kehilangan data sangat kecil. Data dapat diakses dengan mudah kapan pun Anda memerlukannya. Karena bersifat online, Anda dapat mengundang orang-orang kepercayaan Anda untuk mengoperasikannya. Dengan demikian, Anda dapat mengawasi pekerjaan mereka sekaligus kondisi finansial Anda.

Bagaimana dengan biaya? Pada dasarnya biaya operasional akuntansi cloud relatif lebih murah dibandingkan dengan sistem akuntansi tradisional. Cukup membayar biaya operasional per bulan dan Anda dapat membuat laporan keuangan secara instan. Anda tidak perlu lagi khawatir akan kerusakan sistem atau mengeluarkan biaya perbaikan.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/4-alasan-akuntansi-tradisional-mulai-ditinggalkan/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/

3 Fungsi Utama Software Akuntansi yang Harus Dipahami Bagi Pengusaha Pemula

Tidak memiliki metode pencatatan dan pelaporan akuntansi yang baik bisa menjadi alasan utama kegagalan bisnis, khususnya bagi Anda yang baru terjun ke dunia bisnis. Tentunya Anda bisa memilih baik ingin menggunakan metode manual, secara elektronik melalui Spreadsheet atau Software Akuntansi. Memilih menggunakan software akuntansi adalah pilihan yang paling efisien karena dengan software akuntansi segalanya terkait pencatatan dan pelaporan keuangan akan diproses secara cepat dan realtime. Anda hanya perlu memilih software akuntansi yang tepat bagi bisnis Anda. Masalahnya adalah, apa yang bisnis Anda butuhkan dan apa yang dibutuhkan bisnis lain, yang mungkin lebih besar jelas berbeda.

Jika Anda adalah pemula dalam dunia bisnis mungkin pernah mencoba  membeli paket software akuntansi tanpa pertimbangan yang matang. Dan setelah mencoba paket tersebut, Anda merasa ada beberapa fitur yang memang tidak menjadi kebutuhan bisnis Anda. Anda sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli paket tersebut yang padahal mungkin bisa membeli paket yang lebih murah dan sangat cocok dengan kebutuhan bisnis Anda.

Tetapi jangan putus asa! Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda harus benar-benar memahami dan mempelajari berbagai fitur yang ada di setiap paket penawaran software akuntansi. Banyak paket software akuntansi yang lebih murah dan menawarkan fitur-fitur seperti integrasi dengan bank-bank ternama, perhitungan pajak, perhitungan gaji, pencatatan faktur, tersedia versi mobile, dan masih banyak lagi. Memang terdapat paket software akuntansi lain yang memberikan fitur-fitur seperti integrasi dengan berbagai add-on dan pengaturan homepage yang terkesan rumit dan biasanya fitur ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun jika Anda sebagai pemula dalam bisnis dan tidak membutuhkan fitur-fitur tersebut, mengapa harus dipaksakan? Sebagai pemula dalam dunia perbisnisan yang ingin menggunakan software akuntansi, setidaknya Anda harus memahami tiga fungsi utama software akuntansi berikut ini:

Mencatat Invoice Atau Faktur

Fitur pencatatan dan pengiriman invoice atau faktur mungkin akan menjadi fitur yang terpenting bagi semua jenis bisnis. Dengan sistem pencatatan faktur yang mumpuni dari software akuntansi, ini akan mempercepat proses pekerjaan akuntansi Anda. Bayangkan jika Anda masih membuat dan mencatat berbagai faktur dengan metode manual, dapat dipastikan pekerjaan Anda akan keteteran. Dengan software akuntansi, pengiriman faktur bisa dilakukan lewat surat elektronik daripada mengirim faktur melalui pos atau kurir, dan tentu itu juga akan mempermudah pekerjaan akuntansi Anda.

Pembayaran berbagai tagihan termasuk pelunasan utang juga bisa dilakukan oleh software akuntansi. Dengan pengaturan pembayaran yang sudah terintegrasi dengan bank yang Anda gunakan, pelunasan tagihan akan tercatat secara otomatis. Anda tentunya juga akan diberi notifikasi terkait jatuh tempo utang Anda, sehingga dengan dibantu laporan arus kas dari software akuntansi, Anda bisa menyiapkan kas Anda untuk membayar tagihan-tagihan dan utang bisnis tanpa perlu takut untuk ketidaktersediaan kas Anda.

Menjaga Pos Pengeluaran Bisnis

Seringkali pebisnis pemula mengalami ‘kecolongan’ dalam menjaga dan mengendalikan pengeluaran, seperti melakukan pembayaran demi pembayaran terus dilakukan tanpa melihat ketersediaan kas. Yang lebih parah, mereka bahkan tidak tahu penyebab ketika mereka mengetahui bahwa bisnisnya mengalami kerugian. Dengan software akuntansi, permasalahan tersebut tentunya bisa teratasi. Anda bisa dengan mudah meninjau setiap pengeluaran yang bisnis Anda lakukan. Pengeluaran-pengeluaran Anda tentunya akan terintegrasi dengan bukti-bukti pembayaran yang tersimpan dalam sistem. Sehingga sebagai pemula, setidaknya Anda bisa menjaga pos pengeluaran bisnis tetap aman dan terkendali.

Menjaga & Mengawasi Modal yang Anda Miliki

Hal ini juga tidak kalah penting. Anda harus mengetahui pengalokasian modal. Karena modal merupakan fundamental bagi operasional bisnis, Anda harus bisa selalu mengakses informasi terkait perubahan modal. Dan tentunya software akuntansi memiliki fitur untuk membantu Anda memantau modal yang Anda investasikan pada bisnis.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-fungsi-utama-software-akuntansi-yang-harus-dipahami-bagi-pengusaha-pemula/

Rupiah semakin melorot di awal perdagangan hari ini

Rupiah semakin melemah di awal perdagangan Jumat (2/8). Pukul 08.05 WIB rupiah ada di level Rp 14.179 per dolar Amerika Serikat (AS), melorot 0,44% dibanding sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.116 per dolar AS.

Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS dibanding mata uang negara-negara Asia lainnya.

Setelah rupiah, mata uang rupee India menduduki peringkat kedua mata uang terlemah terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,37%, sedangkan won Korea melemah 0,33%, dolar Taiwan melemah 0,31% dan yuan China melemah 0,25%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di level 98,30, naik tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,36.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-semakin-melorot-di-awal-perdagangan-hari-ini

Cara Memilih Aplikasi Akuntansi Android yang Tepat untuk Bisnis

Smartphone pada saat ini merupakan salah satu alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh setiap manusia. Bahkan tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi tetapi juga digunakan untuk melakukan segala hal, salah satunya melakukan proses akuntansi melalui aplikasi akuntansi android.

Aplikasi akuntansi android menjadi pilihan terbaik untuk bisnis kecil atau UKM. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi android, Anda dapat menghemat biaya, waktu, dan juga tenaga. Selain itu, kenyamanan dalam penggunaannya juga menjadi salah satu keuntungan dari aplikasi ini. Aplikasi android juga menyediakan sistem cloud di mana sistem tersebut membuat Anda dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja serta data yang sudah diinput akan disimpan secara otomatis. Sehingga dengan menggunakan aplikasi akuntansi pada smartphone, Anda sudah dapat melacak segala kegiatan mulai dari pembukuan hingga laporan keuangan.

Namun, tidak semua aplikasi akuntansi android itu sama. Karenanya, Anda harus mencari yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Lalu bagaimana mengetahui aplikasi akuntansi yang terbaik? Berikut tips yang dapat Anda pakai untuk memilih aplikasi akuntansi android.

Pilih Fitur yang Lengkap

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu fitur yang disediakan oleh aplikasi akuntansi tersebut. Pilihlah aplikasi akuntansi yang menyediakan fitur lengkap. Hal ini akan memudahkan Anda dalam penggunaannya nanti. Beberapa fitur penting yang harus ada dan dipertimbangkan saat memilih aplikasi sebagai berikut:

  1. Sistem otomatisasi / email tagihan, aplikasi akuntansi menyediakan sistem otomatisasi. Seperti melakukan penagihan, pengingat dan pembayaran secara berkala secara otomatis. Sehingga waktu Anda akan lebih efisien dan produktif.
  2. Manajemen kontak, fitur ini dapat mengatur kontak atau menghubungkan dengan aplikasi pengatur kontak Anda.
  3. Pajak & faktur pajak, fitur ini adalah bagian kecil dari perhitungan pajak otomatis, laporan pajak dan pengiriman pesan atau data yang relevan secara singkat.
  4. Dashboard overview, merupakan fitur yang dapat membantu Anda melihat rangkuman dari kegiatan bisnis Anda secara keseluruhan.
  5. Fitur-fitur kegiatan operasional, fitur-fitur yang disediakan aplikasi akuntansi untuk kegiatan operasional harus lengkap, misal fitur penjualan, pembelian, pembayaran, produk, invoice, neraca, dan sebagainya.
  6. Menyediakan template, aplikasi akuntansi online menyediakan template bawaan yang bisa Anda manfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan bisnis Anda.

Menyediakan Fitur Tambahan

Selain fitur-fitur yang harus disediakan di atas, Anda juga harus mempertimbangkan fitur tambahan yang disediakan aplikasi akuntansi tersebut. Fitur tambahan yang dimaksud seperti:

  1. Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga, aplikasi yang Anda pilih harus memiliki integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Sebagai contoh aplikasi akuntansi harus menyediakan integrasi dengan sistem POS, pajak (tax), Bank, pengelolaan SDM, aplikasi inventaris, dan lain-lain.
  2. Fungsionalitas ponsel, aplikasi sebaiknya dapat di-download dan dijalankan dalam ponsel atau smartphone Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mengerjakan tugas akuntansi Anda di mana pun dan kapan pun. Jadi Anda masih dapat bekerja meskipun sedang bepergian.
  3. Dukungan banyak pengguna, maksudnya pilihlah aplikasi yang menyediakan akses dengan mudah dan user friendly.

Pilih yang Terbaik untuk Bisnis

Setelah mempertimbangkan fitur-fitur yang disediakan, Anda dapat memilihnya. Namun, saat ini aplikasi akuntansi android sangat banyak sekali, untuk menentukan yang terbaik tentu saja menjadi sangat sulit. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda pakai untuk mempertimbangkan aplikasi yang tepat dan terbaik untuk bisnis.

  1. Apakah aplikasi menyediakan uji coba gratis?
  2. Apakah aplikasi memiliki sertifikat standarisasi keamanan?
  3. Apakah aplikasi bisa dengan mudah mengikuti ukuran dan perkembangan bisnis Anda?
  4. Apakah aplikasi tersebut sesuai dengan prinsip dasar akuntansi yang berlaku?

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cari-aplikasi-akuntansi-android-berikut-cara-memilihnya/

Mengetahui Aktivitas Investasi & Pendanaan Pada Arus Kas

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas (raja Adri, 2016). Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.

Bila perusahaan memiliki kelebihan kas, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk memanfaatkan kelebihan ini. Yang paling mudah adalah membiarkan kas tersebut tetap menganggur, tidak digunakan untuk apapun. Namun adalah lebih baik menginvestasikan kelebihan kas dalam saham atau obligasi perusahaan lain. Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh tambahan pendapatan berupa dividen atau bunga.

Bila perusahaan menginvestasikan kelebihan kas ini dengan tepat, nilai jual atau nilai pasar investasi akan naik, sehingga akan semakin menguntungkan perusahaan pada saat saham atau obligasi tersebut dijual kembali.

Contoh Arus Kas yang Berasal Dari Aktivitas Investasi

Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset tidak lancar lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri.

  1. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan, serta aset tidak berwujud dan aset tidak lancar lain.
  2. Pembayaran kas untuk membeli instrumen utang atau instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan).
  3. Kas yang diterima dari penjualan instrumen utang dan instrumen ekuitas lain dan kepemilikan ventura bersama (selain penerimaan kas dari instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan.
  4. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
  5. Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan).
  6. Pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts, kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
  7. Pembayaran kas dari futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Jika suatu kontrak dimaksudkan untuk lindung nilai (hedge) suatu posisi yang dapat diidentifikasi maka arus kas dari kontrak tersebut diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti arus kas dari posisi yang dilindung nilainya.

Aktivitas Pendanaan

Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.
  2. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
  3. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman lainnya.
  4. Pelunasan pinjaman.
  5. Pembayaran kas oleh penyewa (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan (finance lease).

Cara Menentukan Aktivitas Investasi & Pendanaan

Seperti yang kita ketahui dari artikel di atas, bahwasannya untuk menentukan besaran aktivitas investasi dan pendanaan, hal yang pertama harus kita ketahui adalah kelebihan kas dan kelancaran arusnya.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengetahui-aktivitas-investasi-dan-pendanaan-pada-arus-kas/