Ekonom proyeksikan arus modal asing akan menggeliat sampai akhir tahun

Memasuki semester II 2019, Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah menggenjot investasi untuk mengungkit pendapatan negara. Karena itu, sejumlah ekonom optimistis aruh modal asing akan menggeliat di paruh kedua 2019 ini.  Ekonom percaya arus modal asing sampai dengan akhir tahun ini mampu berbuah ciamik. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Muhammad Faisal mengatakan stimulus kebijakan moneter lewat pemangkasan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI 7-DRR) menjadi 5,75% merupakan pendorong modal asing.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) aliran arus masuk modal asing sampai dengan 18 Juli 2019 mencapai Rp 192,5 triliun. Aliran modal asing yang masuk paling banyak dari Surat Berharga Ritel (SBR) ebesar Rp 118,5 triliun. Kemudian diikuti sumbangsih dari pasar saham Rp 74 triliun.

Faisal mengatakan, dalam jangka pendek capital out flow cenderung sedikit, didominasi oleh capital in flow. Sebab bisa terlihat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat setelah BI 7-DRR turun.

Di sisi lain, tren bank sentral global saat ini bersikap dovish. Misalnya The Federal Reserve (The Fed) yang semakin yakin memberikan sinyal pemangkasan suku bunga atau fed rate. “Bila suku bunga The Fed dipangkas maka aliran masuk modal asing akan masuk ke pasar emerging market termasuk Indonesia,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).

Namun, yang menjadi perhatian adalah berapa kali The Fed memangkas suku bunga acuan. Sebab secara fundamental ekonomi AS di kuartal II inflasi masih rendah dan jumlah pengangguran masih aman. Yang dinantikan adalah pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan.

Jika anjlok, Faisal memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga acuannya dua sampai tiga kali. Artinya ini petanda semakin baik bagi aliran masuk modal asing di protofolio Indonesia. Faisal bilang pasar obligasi pemerintah akan menjadi primadona protofolio disusul oleh indeks saham.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan aliran masuk modal asing cenderung bergejolak. Pada kuartal III ini aliran modal asing akan cenderung mengecil karena pasar sudah price in suku bunga acuan BI turun. Kemudian, baru saat kuartal VI akan terkucur deras dengan catatan The Fed memangkas fed rate dua kali dan BI akan memangkas suku bunga lagi. Bila skenario itu berjalan Mikail bilang yield obligasi pemerintah sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 6,85%.

“Masih menarik karena masih dia atas yield emerging market lain, kalau tidak ada pemangkasan lagi bakal nangkring di kisaran 7%,” kata Mikail kepada Kontan.co.id, Jumat (19/7).

Sebulan Terakhir, Harga Saham BBRI Turun Paling Gede Setelah BI Pangkas Suku Bunga

Sebulan Terakhir, Harga Saham BBRI Turun Paling Gede Setelah BI Pangkas Suku Bunga

Harga saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin, Kamis (18/7), pasca Bank Indonesia (BI) mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis point menjadi 5,75%.

Pada perdagangan kemarin, harga saham BBRI ditutup di posisi Rp 4.450 per saham. Dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di posisi Rp 4.520 per saham, harga saham BBRI kemarin turun 1,55%.

Pada periode perdagangan sebulan terakhir, harga saham BBRI hanya tujuh kali berakhir di zona merah. Namun, penurunan harga saham BBRI kemarin tercatat sebagai penurunan harga paling besar sepanjang sebulan terakhir ini. Sebelumnya, pada 24 Juni lalu, harga saham BBRI sempat turun sebesar 1,15%.

Pada perdagangan kemarin, saham BBRI dibuka di harga Rp 4.500 per saham. Saham BBRI sempat mencatatkan harga tertinggi di posisi Rp 4.510 per saham sementara harga terendah di posisi Rp 4.440 per saham.

Total nilai transaksi saham BBRI pada perdagangan kemarin mencapai Rp 344,3 miliar. Sementara volume transaksi saham BBRI kemarin sebanyak 770.282 saham.

Investor asing pada perdagangan kemarin mencatatkan aksi jual bersih alias net sell saham BBRI sebesar Rp 77 miliar.

sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/sebulan-terakhir-harga-saham-bbri-turun-paling-gede-setelah-bi-pangkas-suku-bunga

 

Mau belanja saham? Ini indikator fundamental perusahaan yang perlu dicek

Mau belanja saham? Ini indikator fundamental perusahaan yang perlu dicek

Ketika investasi saham ditujukan untuk jangka panjang, penting untuk menilik unsur fundamental suatu perusahaan. Secara mudahnya, apa saja yang perlu dilihat dari suatu perusahaan sebelum berinvestasi?

Bagi Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan, ada dua indikator utama melihat fundamental saham. Pertama, sisi profitabilitas atau kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Kedua, struktur keuangan perusahaan tersebut.

Terkait profitabilitas, Alfred lebih memberatkan melihat konsistensi perusahaan mencetak pertumbuhan laba, ketimbang hanya melihat nominal. “Lebih nyaman melihat saham dengan pertumbuhan yang smooth, meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi konsisten,” katanya.

Profitabilitas ini bisa dilihat di beberapa pos laporan keuangan. Misalnya, margin keuntungan bersih (NPM) dan rasio return on equity (ROE). Semakin tinggi rasio NPM dan ROE, ini memperlihatkan semakin besar kemampuan perusahaan mengolah pendapatan dan asetnya untuk menghasilkan keuntungan.

Alhasil, emiten dengan pertumbuhan NPM yang baik dan ROE lebih tinggi, memiliki daya tarik lebih besar. “Margin laba perusahaan bisa didorong dua hal, pendapatannya naik atau cost-nya turun karena efisiensi,” katanya.

Indikator kedua fundamental suatu perusahaan bisa dilihat dari struktur keuangannya. Tingkat leverage menjadi perhatian Alfred, yaitu tingkat utang berbanding modal perusahaan tersebut. Pada perusahaan dengan fundamental bagus, komposisi utang dan ekuitasnya proporsional.

Perusahaan dengan keuangan sehat atau mature, biasanya menyisihkan laba bersih untuk mengurangi beban utang. Atau, perusahaan bakal menambah modal agar ke depan tidak perlu menambah utang.

“Struktur-struktur keuangan ini yang menjadi dasar yang bagus untuk investor untuk melihat saham apa yang dipilih,” kata Alfred. Menurut dia, investor bisa menilik tren konsistensi perusahaan dari tiga hingga lima tahun laporan keuangan perusahaan.

Investor juga bisa lebih dalam menilik calon saham pilihan dengan melihat indikator kelayakan investasi. Misalnya dari indikator yang menunjukkan nilai wajar suatu saham, seperti price to book value (PBV) dan price to earnings ratio (PER).

PBV memperlihatkan seberapa besar pasar menilai harga suatu saham terhadap modal atau kekayaannya. Sedangkan PER memperlihatkan tingkat keuntungan perusahaan terhadap sahamnya saat ini. Biasanya, semakin tinggi PBV dan PER, memperlihatkan saham tersebut sudah mahal.

Tetapi, Alfred mengingatkan, indikator-indikator tersebut mengandung unsur nilai pemberian pasar. Maka, diperlukan melihat fundamental perusahaan bersama dengan indikator ini.

PBV tinggi bisa berarti suatu saham sudah mahal, bisa juga pasar memberikan harga premium lantaran kinerja yang baik. Sedangkan PBV murah, bisa jadi memang saham itu murah, atau malah murahan.

Begitu juga ketika PER tinggi. Jika pertumbuhan earning per share (EPS) perusahaan tersebut tinggi, ada kemungkinan PER perusahaan akan turun. “PBV dan PER tinggi bukan alasan untuk tidak membeli suatu saham, harus melihat lagi fundamental perusahaannya,” katanya.

Investor juga bisa melihat aksi korporasi dan tingkat kepatuhan perusahaan (good corporate governance) sebagai penunjang menilai fundamental perusahaan. Adanya aksi korporasi menunjukkan upaya perusahaan mendorong pertumbuhan lebih besar.

Sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/mau-belanja-saham-ini-indikator-fundamental-perusahaan-yang-perlu-dicek

5 Tips Membuat Laporan Keuangan Menggunakan Software Akuntansi

Seiring dengan berkembangnya teknologi, perangkat lunak atau software akuntansi semakin marak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar maupun kecil. Tidak dipungkiri, menggunakan software akuntansi untuk setiap aktivitas bisnis akan sangat berguna, efektif, dan efisien karena kemudahan dan terhindar dari risiko kesalahan teknis lainnya.

Dengan software akuntansi, Anda sebagai pebisnis juga akan dimudahkan khususnya dalam mempersiapkan dan membuat laporan keuangan. Segala aktivitas yang dijalankan oleh software akuntansi dilakukan secara otomatis, realtime, dan cloud-based sehingga data akan diproses secara akurat dan tersimpan dengan aman tanpa takut data akan tercecer atau hilang. Berikut langkah cepat dalam mempersiapkan laporan keuangan menggunakan software akuntansi.

Siapkan Database Perusahaan

Sebagai permulaan, Anda harus mengisi informasi profil lengkap mengenai perusahaan atau bisnis Anda. Seperti nama perusahaan, tanggal perusahaan berdiri, jenis perusahaan, dan lainnya. Ini penting untuk proses validasi dan otorisasi seluruh aktivitas bisnis Anda.

Buat Charts of Accounts

Charts of Account (CoA) adalah ringkasan seluruh akun terkait pembukuan akuntansi Anda seperti akun kas, piutang, daftar aset lancar dan tetap, biaya-biaya, dan lain sebagainya. Jika perusahaan atau bisnis Anda sudah memiliki CoA sebelumnya, maka Anda bisa melakukan migrasi data dari CoA sebelumnya ke software akuntansi yang Anda gunakan.

Isi Informasi Terkait Setiap Akun yang Anda Miliki

Isi data akun seperti saldo awal kas dan kas di bank, aset-aset, piutang, utang, dan lainnya. Masukkan juga data pelanggan, vendor, persediaan-persediaan, dan pajak. Jika sebelumnya Anda sudah mempunyai laporan neraca saldo, Anda hanya perlu menyalin atau melakukan impor isi dari laporan tersebut ke software akuntansi pada periode berjalan. Setelah semua akun terisi lengkap, Anda siap untuk mulai memasukkan segala transaksi bisnis Anda.

Memproses Faktur

Membuat atau memproses faktur mungkin akan menjadi aktivitas yang paling sering bisnis Anda lakukan. Anda dapat membuat dan mendistribusikan faktur kepada pelanggan yang berutang kepada Anda dan tentunya Anda dapat memasukkan faktur vendor ketika Anda berutang kepada mereka. Untuk membuat faktur, Anda akan memasukkan informasi seperti nama pelanggan, nomor faktur dan tanggal, tanggal jatuh tempo, produk atau jasa yang diberikan, kuantitas, dan harga sesuai pesanan pelanggan. Anda dapat mencetak dan mengirimkan faktur atau mengirimkannya melalui e-mail ke pelanggan Anda. Faktur berfungsi sebagai catatan piutang Anda. Ketika Anda menerima faktur dari vendor, Anda harus memasukkan datanya ke software akuntansi. Ini akan membantu Anda ketika hendak melunasi utang ketika telah jatuh tempo.

Mengatur & Memasukkan Data Penjualan dan Pembelian

Software akuntansi akan melacak setiap pengeluaran dan pendapatan bisnis Anda. Ketika Anda melakukan atau menerima pembayaran, software akuntansi Anda secara otomatis akan memperbarui nilai saldo Anda. Agar informasi dalam laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi akurat, Anda harus mengetahui biaya apa saja yang harus dibayar dan pendapatan baik berupa kas langsung atau secara kredit. Jika software akuntansi Anda sudah menggunakan metode akuntansi akrual, pelacakan transaksi utang-piutang akan lebih mudah dilakukan.

Menggunakan software akuntansi sesuai dengan langkah cepat di atas akan memberi Anda akses secara mudah dan cepat terhadap laporan keuangan yang dihasilkan. Anda tidak perlu lagi membuat laporan keuangan secara manual karena selama software akuntansi Anda melacak setiap pendapatan dan pengeluaran perusahaan Anda, secara otomatis pula laporan keuangan Anda dihasilkan.

Menyimpan laporan keuangan dalam software akuntansi Anda juga dapat mencegah berbagai risiko kehilangan data terkait transaksi bisnis Anda. Bayangkan, jika Anda masih menggunakan kertas sebagai worksheets Anda,  kertas tersebut akan mudah rusak atau hilang dan tentunya membuat Anda kewalahan dalam membuat laporan keuangan. Dengan software akuntansi online, informasi Anda tersimpan secara aman dengan fitur cloud-based. Jika bisnis atau perusahaan Anda diaudit,cukup tunjukkan berbagai data yang dibutuhkan auditor dari software akuntansi Anda.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-tips-membuat-laporan-keuangan-menggunakan-software-akuntansi-secara-umum/

6 Langkah dalam Melakukan Proses Audit yang Harus Anda Ketahui

Secara umum, Audit adalah pemeriksaan formal atas akun Laporan Keuangan yang dihasilkan oleh suatu individu, bisnis, atau organisasi. Dan dalam pelaksanaan Audit, terdapat serangkaian proses dan langkah-langkah untuk menunjang proses tersebut yang biasa dikenal sebagai Proses Audit.

Terdapat dua tipe pekerjaan Audit, yaitu Audit Internal dan Audit Eksternal. Perbedaan menurut subjeknya, Audit Internal dilakukan oleh karyawan internal yang berada di dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan Audit Eksternal biasa dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan – KAP (Kantor Akuntan Publik) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).

Ada enam langkah spesifik dalam Proses Audit yang harus diikuti agar pengauditan berjalan dengan sukses. Proses Audit yang akan dijabarkan adalah Proses Audit yang biasa dilakukan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam langkah dalam Proses Audit secara umum:

Meminta Dokumen yang Dibutuhkan

Setelah mengonfirmasi bahwa Auditor akan mendatangi klien yang akan diaudit, Auditor akan meminta dokumen-dokumen yang dibutuhkan terkait kebutuhan Audit. Bahkan biasanya Auditor sudah mengirimkan daftar dokumen-dokumen yang dibutuhkan terlebih dahulu kepada klien di dalam Audit Checklist. Dokumen-dokumen tersebut dapat mencakup salinan Laporan Audit sebelumnya, rekening koran, nota keuangan, dan buku besar. Selain itu, Auditor juga dapat meminta bagan organisasi klien bersama dengan daftar nama dewan dan komite terkait.

Mempersiapkan Rencana Audit

Auditor akan memeriksa informasi yang terkandung dalam dokumen dan merencanakan bagaimana Proses Audit akan dilakukan. Setiap Auditor pastinya memiliki gaya pengauditan yang berbeda-beda dengan tetap mengindahkan Kode Etik sebagai Auditor. Workshop risiko dapat dilakukan oleh tim Audit untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah yang akan muncul selama Proses Audit dilaksanakan. Dan kemudian, Auditor akan menyusun rencana audit sesuai workshop atau diskusi yang sudah dilakukan oleh tim Audit.

Menjadwalkan Rapat Terbuka

Auditor perlu mengundang Manajemen Senior, General Affair, atau Staf Administrasi Utama dari pihak klien ke suatu Rapat Terbuka. Di dalam Rapat Terbuka, Auditor akan mempresentasikan Ruang Lingkup Audit (Audit Scope), lama waktu pelaksanaan audit, dan masalah lain yang perlu dibahas terkait pelaksanaan Audit. Setiap Kepala Departemen dari pihak klien dapat diminta tolong untuk mengomunikasikan kepada staf bawahannya tentang kemungkinan adanya wawancara dengan Auditor.

Mulai Melakukan Kerja Lapangan

Auditor mengambil informasi yang dikumpulkan dari Rapat Terbuka dan menggunakannya untuk merealisasikan Rencana Audit. Kerja Lapangan kemudian dilaksanakan dengan berkomunikasi kepada anggota staf dan meninjau Prosedur dan Proses Audit. Auditor akan menguji kepatuhan klien terkait pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK. Kontrol internal dievaluasi untuk memastikan bahwa hal tersebut benar-benar dijalankan secara reliabel dan memadai. Auditor dapat mendiskusikan suatu masalah saat masalah tersebut muncul kepada klien untuk memberi klien tersebut kesempatan untuk memberikan feedback.

Menyusun Laporan

Auditor menyiapkan Laporan Audit yang berisi rincian temuan-temuan audit selama Proses Audit dilaksanakan. Laporan Audit akan merangkum segala kesalahan matematis, temuan yang bersifat material dan tidak material, pembayaran yang diotorisasi tetapi tidak dibayar, dan temuan-temuan lainnya. Auditor kemudian akan menulis komentar terkait temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusinya kepada klien.

Menyiapkan Rapat Penutupan

Auditor meminta tanggapan dan persetujuan dari klien terkait masalah dan temuan dalam Laporan Audit pada Rapat Penutupan. Dan Auditor juga tidak lupa untuk menjelaskan deskripsi rencana aksi manajemen untuk mengatasi masalah dan temuan tersebut serta tanggal penyelesaian yang disepakati. Pada Rapat Penutupan, semua pihak yang terlibat akan mendiskusikan Laporan Audit dan tanggapan manajemen secara matang. Jika terdapat masalah lain, mereka akan langsung menyelesaikan dan mencari solusinya pada Rapat Penutupan.

Itulah keenam tahapan dalam melakukan Proses Audit. Dan dalam praktiknya jelas terdapat banyak hambatan yang akan dilalui Auditor selama pelaksanaan Audit. Hambatan tersebut tentunya bisa diminimalisir dengan mematangkan Periapan dan perencanaan audit. Terutama pada saat workshop tim Audit sebelum terjun langsung kepada perusahaan klien. Baik Auditor Internal maupun Eksternal, tentu mereka membutuhkan data berupa dokumen, Buku Besar, dan Laporan Keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan Audit. Dan penyertaan data tersebut bisa dilakukan dengan mudah jika perusahaan atau akuntan menggunakan Software Akuntansi modern.

Salah satunya adalah Jurnal, Software Akuntansi Online berbasis real-time dan cloud-storaged yang akan menyediakan Laporan Keuangan untuk kebutuhan Audit secara cepat dan komprehensif. Dokumen-dokumen seperti nota, bukti pembayaran dan dokumen lainnya bisa ditelusuri secara cepat dan mudah dengan menggunakan Jurnal.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/6-langkah-melakukan-proses-audit-ini/

MNC Vision Networks akuisisi 60% saham K-Vision

MNC Vision Networks akuisisi 60% saham K-Vision

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) telah menandatangani perjanjian kerjasama eksklusif dengan K-Vision untuk akuisisi saham mayoritas K-Vision sebesar 60%. Akuisisi ini diharapkan akan semakin meningkatkan pelayanan serta melengkapi penawaran paket Pay TV Perseroan kepada pelanggan, yang juga sekaligus memperkuat strategi Perseroan untuk membuka peluang baru dalam menangkap berbagai segmen pasar menengah ke bawah.

Ade Tjendra, Direktur Utama IPTV menjelaskan pihaknya sangat optimis dapat memperluas jangkauan melalui akuisisi K-Vision. Atas akuisisi ini, Perseroan yakin dapat semakin memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk terus meningkatkan performansi bisnis IPTV di Indonesia.

“Tak hanya itu, Perseroan saat ini juga dapat menangkap semua segmen pasar TV-Berbayar di Indonesia. Sejalan dengan kualitas seluruh layanan Perseroan yang terus meningkat, kesepakatan dengan K-Vision ini akan semakin memperkuat posisi sebagai Perusahaan terdepan dalam industri Pay TV di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (16/7)

K-Vision merupakan Pay TV pra-bayar terbesar di Indonesia yang melayani segmen pasar menengah ke bawah yang membutuhkan kualitas lebih baik dengan beragam pilihan saluran Free to Air (FTA Indonesia lokal dan internasional). K-Vision menawarkan paket TV berbayar dengan harga terjangkau melalui voucher pra-bayar serta layanan siaran melalui satelit KU-band.

Setelah akuisisi ini, Perseroan menargetkan untuk mencapai 200.000 pelanggan baru per bulan. Pada 8 Juli 2019, IPTV secara resmi telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

Penawaran umum perdana Perseroan ditetapkan sebesar Rp 240 per saham, mewakili 3.522.000.000 saham baru atau 10% dari modal yang dikeluarkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana, dengan valuasi Perseroan pasca penawaran umum sebesar Rp 8.450 miliar.

Setiap saham berhak atas satu waran untuk membeli satu lembar saham Perseroan dengan harga Rp 288. Pasca IPO, MNC Group masih mempertahankan 90% saham pengendali di IPTV, sebelum pelaksanaan waran. Dengan asumsi semua waran dilaksanakan, MNC Group akan mengendalikan 80% dari Perseroan.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/mnc-vision-networks-akuisisi-60-saham-k-vision

IHSG naik 0,83% pada sesi I didorong ekspektasi surplus neraca perdagangan

IHSG naik 0,83% pada sesi I didorong ekspektasi surplus neraca perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada sesi I perdagangan, Senin (15/7). Mengutip RTI, indeks naik 0,83% atau 52.818 poin ke level Rp 6.426,163.

Tercatat 217 saham naik, 157 saham turun, dan 148 saham stagnan. Total volume perdagangan 12,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,59 triliun. Delapan indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor infrastruktur paling tinggi penguatannya 1,45%. Sementara, dua indeks sektoral yang memerah yakni agrikultur turun 0,34%, dan pertambangan turun 0,11%.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

– PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,74% ke Rp 1.435

– PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, anggota indeks Kompas100 ini) naik 4,14% ke Rp 880

– PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN, anggota indeks Kompas100 ini) naik 3,81% ke Rp 5.450

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

– PT AKR Corporindo Tbk (AKRA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,40% ke Rp 4.240

– PT Adaro Energy Tbk (ADRO, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,17% ke Rp 1.265

– PT Barito Pacific Tbk (BRPT, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,09% ke Rp 3.620

Penguatan IHSG turut didukung aksi beli investor asing. Tercatat, net buy asing pada sesi pertama ini mencapai Rp 193.223 miliar.  Sentimen positif pasar didorong oleh rekonsiliasi Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Serta prediksi kondisi neraca dagang yang akan mengalami surplus.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-naik-083-pada-sesi-i-didorong-ekspektasi-surplus-neraca-perdagangan

Software Akuntansi dan Manfaatnya Sebagai Kurikulum Tingkat Sekolah

Dewasa ini, dunia kerja atau bisnis mulai meninggalkan hari-hari di mana para karyawan mengolah transaksi akuntansi secara manual. Sekarang, bisnis atau perusahaan mengambil keuntungan dari fleksibilitas, fitur, dan proses otomatisasi dari Software Akuntansi. Namun sayangnya, belum banyak sekolah, terutama Sekolah Menengah Atas (SMA) memperkenalkan atau memasukkan pembelajaran mengenai Software Akuntansi ke dalam kurikulum. Alasan yang sekolah pakai adalah terkait masalah anggaran dan karena mereka tidak atau belum melihat pengajaran mengenai Software Akuntansi sebagai suatu nilai yang sebenarnya penting.

Terdapat bukti kuat bahwa memperkenalkan Software Akuntansi di tingkat sekolah dapat membawa manfaat yang signifikan bagi peserta yang di mana adalah para siswa yang mengambil mata pelajaran akuntansi. Menurut sebuah studi dari salah satu universitas di Kanada, siswa-siswi yang menyelesaikan soal akuntansi dengan menggunakan Software Akuntansi ternyata memiliki akuisisi atau kemahiran pengetahuan yang baik dibandingkan siswa-siswi yang menyelesaikan soal yang sama dengan cara manual atau konvensional. Ini berarti penggunaan Software Akuntansi juga bisa dijadikan alat untuk memicu keterampilan dan pengetahuan akuntansi kepada para siswa-siswi.

Menarik Minat Pelajar Melalui Software Akuntansi

Merespon perkembangan informasi dan teknologi yang terus terjadi dalam kehidupan ini, memperkenalkan Software Akuntansi akan menjadi suatu hal yang menyenangkan dan menarik bagi siswa-siswi zaman sekarang mengingat publik sekarang ini tidak terlepas dari pemakaian berbagai bentuk teknologi terbaru yang terus berkembang.

Penerapan kurikulum akuntansi bisa saja dilakukan dengan memanfaatkan Software Akuntansi yang menyediakan versi mobile. Bayangkan, saat ini para siswa-siswi sekolah bahkan dapat mengakses pelajaran dan pekerjaan mereka dari tablet atau smartphone. Hal ini memberi mereka pengalaman serupa dengan penggunaan aplikasi komersial lain yang mereka kenal dan sukai.

Namun, alasan paling penting untuk memperkenalkan Software Akuntansi di tingkat sekolah adalah membantu pelajar untuk mempersiapkan pendidikan di jenjang perkuliahan dan tentunya dunia kerja. Para pelajar tidak akan kaget lagi ketika mereka memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan atau bahkan langsung terjun ke dunia kerja karena pada tingkat sekolah mereka sudah terbiasa atau setidaknya mengenal seluk-beluk penggunaan Software Akuntansi.

Akuntansi Sebagai Sebuah Investasi Hidup

Selain mempersiapkan pelajar sekolah untuk bekerja atau melanjutkan studi di bidang akuntansi, pengenalan Software Akuntansi akan membuat mereka akrab dengan paket-paket akuntansi dan membantu mereka mengembangkan literasi, berpikir kritis, dan keterampilan analitis. Karena ketiga unsur tersebut merupakan modal penting yang setidaknya perlu Anda miliki untuk menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan khususnya di dunia akuntansi.

Akuntansi bukan hanya menjadi suatu jenis pekerjaan yang paling banyak diminati masyarakat atau dibutuhkan perusahaan, namun akuntansi juga memberi keterampilan untuk menjalankan bisnis kecil maupun menengah dan juga bisa bermanfaat bagi pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga Anda. Sekali lagi, arus perkembangan teknologi dan informasi, termasuk teknologi terkait Akuntansi berjalan semakin pesat dan deras. Jangan sampai Anda tertinggal atau tidak memanfaatkannya dengan baik. Salah satu langkah awal yang bisa Anda lakukan yaitu dengan mengenal penggunaan Software Akuntansi.

Ternyata, Software Akuntansi tidak hanya bermanfaat untuk keperluan bisnis saja. Kurikulum akademi di tingkat sekolah pun perlu untuk memasukkan subjek mengenai pengenalan Software Akuntansi terhadap siswa-siswi demi menunjang wawasan mereka terkait dunia akuntansi. Salah satu contoh produk Software Akuntansi yang bisa coba Anda pertimbangkan untuk keperluan akademis adalah Jurnal. Jurnal menyediakan paket dengan harga terjangkau dengan fitur-fitur akuntansi yang cocok dijadikan sebagai bahan ajar seperti rekonsiliasi bank, pembuatan faktur atau invoice, pengelolaan persediaan, dan masih banyak lagi.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-manfaat-software-akuntansi-sebagai-bahan-ajar-melalui-kurikulum-tingkat-sekolah/

Kegunaan dan Persiapan dalam Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

 

Neraca Saldo adalah daftar saldo penutupan akun dari Buku Besar pada tanggal tertentu dan merupakan langkah pertama menuju penyusunan Laporan Keuangan. Biasanya, Neraca Saldo disiapkan pada akhir periode akuntansi untuk membantu terkait penyusunan Laporan Keuangan. Saldo dari Buku Besar dipisahkan dan dipilah menjadi saldo debit dan saldo kredit dengan jumlah yang harus sama. Bagi bisnis yang menggunakan metode akuntansi akrual, jelas terdapat beberapa item penyesuaian yang harus dimasukkan setelah Neraca Saldo dibuat. Laporan tersebut bernama Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSD).

NSSD & Perbedaannya dengan Neraca Saldo

NSSD adalah daftar dari semua akun dan saldo yang terkandung dari Buku Besar setelah entri penyesuaian untuk periode akuntansi telah diposting. Pada dasarnya, tujuan dari pembuatan Neraca Saldo adalah:

  • Neraca Saldo merupakan langkah pertama sebelum penyusunan Laporan Keuangan. Ini adalah dokumen internal atau kertas kerja yang digunakan akuntan sebagai dasar saat menyiapkan Laporan Keuangan.
  • Dokumen ini memastikan bahwa untuk setiap entri debit yang dicatat, entri kredit yang telah dicatat dalam pembukuan juga sama dengan entri debit. Hal itu sesuai dengan konsep akuntansi double entry. Jika total saldo dari Neraca Saldo tidak sama, perbedaan dapat ditelusuri dan diselesaikan sebelum Laporan Keuangan disusun.
  • Laporan Neraca Saldo memastikan bahwa saldo akun diekstraksi secara akurat dari Buku Besar. Dokumen ini juga membantu akuntan dalam mengidentifikasi dan memperbaikan kesalahan akuntansi yang terjadi.

Sementara itu, perbedaan antara Neraca Saldo dan NSSD terdapat di jumlah saldo yang dihasilkan setelah penyesuaian akuntansi dilakukan.

Entri atau jurnal penyesuaian meliputi akun-akun yang bersifat akrual. Contohnya seperti pendapatan akrual yang diperoleh dan biaya akrual yang dikeluarkan tetapi belum dicatat. Biaya dan atau liabilitas yang masih harus dibayar seringkali melibatkan akun seperti upah, utilitas, perbaikan dan pemeliharaan, komisi, bunga, dan lainnya.

Entri penyesuaian juga mencakup penyusutan dan penangguhan atau penyesuaian pembayaran di muka. Contohnya seperti asuransi dibayar di muka, pendapatan yang diterima di muka, pelunasan dari pelanggan, dan lainnya.

Memperbaiki dan Mengoreksi Kesalahan Akuntansi Melalui Neraca Saldo dan NSSD

“Neraca Saldo atau NSSD menyoroti dan mengevaluasi dari jalannya sistem Double Entry. “

Perhatikan bahwa kesalahan teknis dalam dunia akuntansi lebih sering terjadi di mana suatu bisnis masih menggunakan metode akuntansi konvensional. Dengan kata lain, pencatatan transaksi bisnis masih menggunakan “tangan” dan “alat tulis” atau secara manual. Kemungkinan terjadinya kesalahan akuntansi akan kecil jika bisnis menggunakan sistem pencatatan akuntansiu berbasis komputer. Karena perangkat lunak atau software akuntansi modern menjalankan beberapa jenis pemeriksaan kesalahan akuntansi secara realtime di setiap transaksi yang terjadi.

Neraca Saldo dan NSSD dapat memperbaiki kesalahan akuntansi di luar permasalahan yang disebutkan sebelumnya. Namun, Neraca Saldo atau NSSD tidak akan mendeteksi contoh kesalahan Human Error seperti transaksi yang seharusnya diposting namun ternyata belum terposting.

Ketika jumlah saldo dari Neraca Saldo atau NSSD tidak seimbang, akuntan akan mencoba mencari dan memperbaiki kesalahan di akun terkait dengan segera. Namun, jika alasan kesalahannya tidak jelas atau tidak mudah ditemukan, akuntan dapat membuat jurnal penyesuaian sementara di akun tertentu. Hal Ini akan mengembalikan saldo kredit-debit ke angka yang seimbang untuk sementara waktu.

Membuat NSSD dari Tahap Neraca Saldo

Untuk memberikan gambaran terkait NSSD, berikut data Neraca Saldo PT Cerah Gemilang:

PT Cerah Gemilang
Neraca Saldo
31 Desember 2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas 7.500.000 –
Piutang Usaha 3.500.000 –
Persediaan 1.600.000 –
Perlengkapan Umum 2.500.000 –
Aset Tetap 17.000.000 –
Utang Usaha – 10.000.000
Utang Pinjaman – 11.100.000
Modal Pak Anwar – 15.000.000
Prive Pak Anwar 8.000.000 –
Pendapatan Penjualan – 11.000.000
Biaya Administrasi 1.800.000 –
Biaya Gaji 5.000.000 –
Biaya Pajak dan Bunga 200.000 –
Total 47.100.000 47.100.000

Pada akhir periode, terdapat beberapa entri atau Jurnal Penyesuaian sebagai berikut:

Des 31 Piutang Usaha 400.000 –
Pendapatan Penjualan – 400.000
31 Biaya Utilitas 1.900.000 –
Utang Utilitas – 1.900.000
31 Biaya Perlengkapan Umum 700.000 –
Perlengkapan Umum – 700.000
31 Beban Penyusutan Aset Tetap 800.000 –
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – 800.000

Setelah memosting entri penyesuaian di atas, nilai beberapa item dalam Neraca Saldo yang belum disesuaikan akan berubah. Pada entri penyesuaian pertama, Piutang Usaha didebit sehingga meningkat Rp400.000. Sedangkan Pendapatan Penjualan dikreditkan dan meningkat sejumlah Rp400.000.

  • Saldo Piutang Usaha akan meningkat dari Rp3.500.000 menjadi Rp3.900.000 (naik Rp400.000). Sedangkan Pendapatan Penjualan akan menjadi Rp 11.400 dari saldo sebelumnya yang berjumlah Rp11.000.000 (naik Rp400.000).
  • Untuk entri selanjutnya, Biaya Utilitas dan Utang Utilitas belum ada dalam daftar akun di Neraca Saldo yang belum disesuaikan. Setelah memposting entri penyesuaian di atas, akun tersebut akan muncul di NSSD dengan jumlah Rp1.900.000.
  • Ketiga, Biaya Perlengkapan Umum didebit sejumlah Rp700.000.  Akun Perlengkapan Umum juga dikreditkan dengan angka Rp700.000. Setelah disesuaikan, akun Perlengkapan Umum memiliki saldo debit sejumlah Rp1.800.000 (berkurang Rp700.000). Dan akun Biaya Perlengkapan Umum akan muncul di NSSD dengan nilai Rp700.000.
  • Terakhir, belum ada akun Beban Penyusutan atau Depresiasi dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap pada Neraca Saldo yang belum disesuaikan. Setelah melakukan entri penyesuaian, kedua akun tersebut akan muncul di NSSD dengan nilai masing-masing sejumlah Rp800.000.

Bentuk Neraca Saldo Setelah Entri atau Jurnal Penyesuaian Dimasukkan (NSSD)

Setelah memasukkan Jurnal Penyesuaian terebut, Neraca Saldo akan berubah menjadi Neraca Saldo Setelah Disesuaikan (NSSD). Sama halnya dengan Neraca Saldo, NSSD juga harus memiliki jumlah saldo debit dan kredit yang seimbang. Berikut bentuk dari NSSD:

PT Cerah Gemilang
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
31 Desember 2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas 7.500.000 –
Piutang Usaha 3.900.000 –
Persediaan 1.600.000 –
Perlengkapan Umum 1.800.000 –
Aset Tetap 17.000.000 –
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap – 800.000
Utang Usaha – 10.000.000
Utang Utilitas – 1.900.000
Utang Pinjaman – 11.100.000
Modal Pak Anwar – 15.000.000
Prive Pak Anwar 8.000.000 –
Pendapatan Penjualan – 11.400.000
Biaya Administrasi 1.800.000
Biaya Gaji 5.000.000
Pajak dan Bunga 200.000
Biaya Utilitas 1.900.000
Biaya Perlengkapan Umum 700.000
Beban Penyusutan Aset Tetap 800.000
Total 50.200.000 50.200.000

Kesimpulan

Berikut gambaran umum mengenai teknis pembuatan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. NSSD bisa dibuat ketika Anda sampai di tahap Neraca Saldo dan telah membuat Jurnal Penyesuaian. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda akan kesulitan jika Anda masih memakai metode akuntansi konvensional. Selain kemungkinan besar terjadi Human Errors, pelacakan atas kesalahan akuntansi yang terjadi juga akan sulit dilakukan jika Anda masih menggunakan kertas dan alat tulis (metode manual/konvensional). Saat ini, dengan menggunakan software akuntansi, Anda bisa memproses setiap transaksi bisnis yang terjadi bahkan pada tahap pembuatan NSSD secara otomatis. Salah satu software akuntansi yang bisa menjadi opsi terbaik adalah Jurnal. Jurnal adalah software akuntansi online yang memberikan fitur akuntansi lengkap yang salah satunya adalah pembuatan Laporan Keuangan lengkap.

Dengan Jurnal, Anda tidak perlu lagi menunggu hingga akhir periode pelaporan keuangan hanya untuk mengetahui kinerja dan evaluasi keuangan bisnis. Anda dapat mengakses Laporan Keuangan dan dokumen-dokumen internail lain – yang salah satunya adalah Neraca Saldo Setelah Penyesuaian – kapan dan di mana saja secara realtime. Mengacu pada Guidebook Jurnal mengenai laporan neraca saldo (trial balance), Anda bisa mem-filter Neraca Saldo sesuai periode yang diinginkan untuk melacak kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi.

Emisi kecil mendominasi IPO 2019, ini pendapat analis

Emisi kecil mendominasi IPO 2019, ini pendapat analis

Sepanjang 2019 hingga Jumat (12/7), Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima 32 perusahaan untuk mencatatkan sahamnya. Jika dijumlahkan, dana segar yang berhasil dikumpulkan dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini mencapai Rp 9,29 triliun.

Kalau dilihat, dana segar yang diincar para emiten ini relatif kecil, rata-rata sebesar Rp 290,52 miliar. Nilai emisi terkecil berasal dari perusahaan yang pertama kali IPO pada tahun ini, yakni PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) senilai Rp 20,25 miliar. Sementara itu, nilai emisi terbesar berasal dari PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) Rp 4,76 triliun yang IPO pada 9 Juli 2019.

Menurut Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan, tren ini berkaitan dengan kondisi ekonomi pada paruh pertama tahun ini yang cenderung bergejolak. Dengan begitu, perusahaan yang mengincar dana besar dari IPO khawatir tidak bisa mendapatkan harga IPO di level terbaik.

“Kalau dipaksakan sekarang nanti harganya rendah. Underwriter juga jadi tidak terlalu percaya diri karena kalau tidak laku, mereka yang harus menyerap sisa saham yang ditawarkan,” ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (14/7).

Di sisi lain, menurut dia, perusahaan yang IPO dengan emisi kecil juga lebih mudah dieksekusi oleh perusahaan sekuritas dengan biaya yang minim. Alasannya, perdagangan dengan nilai emisi kecil akan lebih mudah untuk mendapatkan perolehan di pasar perdana.

Meskipun bernilai emisi kecil, perusahaan-perusahaan ini menambah daftar perusahaan yang tercacat di pasar modal. “Mau size-nya kecil atau besar lebih ke statusnya. Semua emiten punya manfaat yang sama bagi pasar modal,” ungkap dia. Akan tetapi, ia tidak menafikan, IPO emisi besar akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh semakin cepat.

Sementara itu, Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan, tren IPO dengan emisi kecil yang mendominasi paruh pertama 2019 menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang besar belum minat masuk pasar modal. “Artinya tidak mudah mencari perusahaan dengan emisi besar untuk IPO atau jumlahnya semakin berkurang dari tahun ke tahun, karena sudah banyak yang jadi perusahaan terbuka,”

Menurut Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma, kemungkinan lain adalah karena pemilik perusahaan ini belum mau kepemilikan sahamnya berkurang. Ia menambahkan, jika dilihat dari segi kuantitas, BEI akan mencapai target perusahaan yang IPO tahun ini, yakni di atas 57 perusahaan.

sumber:https://investasi.kontan.co.id/news/emisi-kecil-mendominasi-ipo-2019-ini-pendapat-analis