Jenis-Jenis Software yang Dibutuhkan Perusahaan untuk Mengembangkan Bisnis

Software bisnis adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membantu proses bisnis dalam meningkatkan produktivitasnya. Untuk bisnis skala kecil, biasanya Anda hanya membutuhkan software akuntansi dan invoice (mengolah data). Sedangkan, untuk bisnis skala menengah membutuhkan software yang lebih kompleks lagi, yaitu customer relationship management (CRM), human resource software, payroll, dan backoffice. Kemudian, bisnis skala besar biasanya membutuhkan software dengan model enterprise dan bersifat sistem terdistribusi. Berikut adalah beberapa software yang dapat membantu mempercepat laju bisnis Anda.

Software Jaringan Komunikasi

Salah satu bagian penting dalam menjalankan bisnis adalah membangun komunikasi. Anda bisa jadi akan bekerja dengan beberapa tenaga kerja secara virtual. Terkadang hal ini akan memberi Anda masalah karena jarak mempersulit komunikasi dan jalinan informasi antara Anda dan tim. Kini masalah ini dapat diatasi dengan software jaringan komunikasi.

Melalui software ini, Anda dapat melakukan komunikasi layaknya sedang bertatap muka sampai melakukan pertemuan rapat. Komunikasi juga bisa Anda jalin dengan memanfaatkan software seperti Basecamp yang memungkinkan Anda mengorganisir tugas dan pekerjaan serta melakukan beberapa pencatatan untuk tim kerja Anda secara virtual.

Software Pengorganisir Jadwal

Anda sebagai pebisnis tentu memiliki beragam aktivitas dalam sehari yang perlu disusun sedemikian rupa untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan tepat waktu. Dengan bantuan beberapa software untuk mengorganisir jadwal, Anda akan bekerja dengan bantuan asisten virtual yang membantu mengelola jadwal harian, memastikan setiap tugas terselesaikan dan memastikan Anda mendapat peringatan untuk jadwal-jadwal berikutnya.

Software Jaringan Data

Software ini adalah yang paling sering digunakan baik via ponsel maupun via laptop. Tidak hanya menyediakan ruang penyimpanan data yang cukup besar, tetapi juga dapat diakses di berbagai lokasi dengan perangkat lain. Dengan software ini, Anda juga bisa membangun jaringan akses yang melibatkan Anda dan tim kerja untuk dapat mengedit secara leluasa tanpa batasan ruang.

Software Akuntansi

Keuangan menjadi bagian dari pengelolaan bisnis yang kerap kali memakan waktu, pikiran, dan memaksa Anda merekrut tenaga kerja tambahan. Kini, Anda bisa meringkas waktu kerja dan memotong biaya tenaga kerja dengan menggunakan software akuntansi.

Software akuntansi ini juga dapat membantu Anda mengelola laporan keuangan bisnis seperti membuat laporan keuangan, memonitor kondisi keuangan, membantu mengelola utang piutang, membuat dan mengirim invioice, dan lain sebagainya. Dengan software akuntansi, pekerjaan seorang akuntan juga akan lebih efisien sehingga dapat menyajikan data atau informasi keuangan secara lebih cepat dan akurat.

Software Stok Barang

Software ini sangat cocok digunakan sebagai alat bantu administrasi disetiap proses transaksi pada sebuah perusahaan. Perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah barang yang keluar, jumlah barang masuk, dan juga stok barang yang tersedia di store ataupun gudang. Juga beberapa fitur lainnya seperti input data, edit data, hapus data, dan berbagai report atau laporan-laporan yang berkaitan dengan stok barang.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-jenis-jenis-software-yang-dibutuhkan-perusahaan-untuk-mengembangkan-bisnis/

Manfaat Pembukuan Bagi Perusahaan

Pembukuan dalam perusahaan adalah dasar dari sistem akuntansi yang dijalankan di dalamnya. Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut. Seperti poin yang dicatat, manfaat pembukuan bagi perusahaan juga cukup banyak. Manfaat pembukuan bagi perusahaan tersebut bukan hanya dirasakan untuk operasional saat ini, tetapi juga untuk pengembangan di masa depan. Ini karena pembukuan dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap bagaimana kelangsungan hidup perusahaan Anda. Tanpa adanya pembukuan yang benar, maka akan menyulitkan Anda mengambil keputusan agar dapat melakukan kinerja yang efisien dalam perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat pembukuan bagi perusahaan Anda.

Pemisah Aset Bisnis dan Aset Pribadi

Menjalankan sebuah bisnis berarti Anda berkomitmen untuk profesional dalam setiap lini termasuk dalam hal keuangan. Jangan sekali-kali Anda menerapkan manajemen rumah tangga dalam perusahaan. Manajemen seperti ini yakni pengelolaan aset bisnis dan aset pribadi menjadi satu. Pemilik bisnis jenis ini akan sulit untuk membedakan mana yang merupakan aset pribadi dan perusahaan. Anda bisa saja menggunakan keuangan pribadi untuk perusahaan dan begitupun sebaliknya. Jika hal ini diteruskan maka akan menjadi bom waktu dan merugikan diri Anda sendiri juga bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu Anda harus mengerti pentingnya pembukuan untuk perusahaan. Pembukuan yang dilakukan dengan teratur akan membantu Anda untuk lebih mudah memisahkan antara aset bisnis dan aset pribadi sehingga tidak bercampur. Dengan demikian, bisa diketahui hasil yang diperoleh dan mengalokasikannya untuk rencana usaha kedepannya.

Menunjukkan Jumlah Keuntungan yang Didapat

Mendirikan sebuah bisnis tidak terlepas dari permasalahan untung dan rugi. Ada fase dimana perusahaan yang Anda jalankan mendapatkan keuntungan dan ada kalanya harus mengalami kerugian. Dibutuhkan pembukuan untuk memantau kinerja perusahaan Anda. Buku besar memuat modal, beban pengeluaran serta pendapatan yang diterima dalam suatu periode akuntansi. Dari informasi inilah Anda dapat melihat dan menganalisa berapa jumlah keuntungan yang diperoleh.

Acuan dalam Pembuatan Keputusan

Analisis Laporan Keuangan & Jenis-Jenisnya yang Harus Diketahui

Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi alat analisis bagi kinerja bisnis. Hasil analisis ini nantinya digunakan sebagai acuan membuat keputusan dan mengembangkan strategi bisnis selanjutnya. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap. Dan proses pembukuan yang akan menyediakannya dan memberikan gambaran secara jelas.

Acuan dalam Perhitungan dan Pelaporan Pajak

Sebuah perusahaan tentunya memiliki tanggung jawab untuk melaporkan pajak. Untuk pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun terakhir. Ada banyak transaksi yang harus dimasukkan serta dihitung untuk mendapatkan jumlah pajak yang harus dilaporkan. Proses ini akan sangat merepotkan jika perusahaan Anda tidak mengumpulkannya sedikit demi sedikit setiap harinya. Dengan adanya pembukuan, Anda dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain sebagainya.

Laporan kepada Pihak Eksternal

Banyak pihak eksternal yang berhubungan dengan perusahaan Anda, baik itu investor, kreditur, perusahaan lain yang ingin bekerja sama serta masyarakat sebagai konsumen. Pihak-pihak ini pastinya tidak akan memberikan bantuan atau menjalin kerja sama dengan perusahaan yang tidak memiliki prospek. Mereka kerap kali meminta laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan. Pihak-pihak ini akan condong ke perusahaan Anda ketika Anda telah mengatur informasi keuangan secara teratur. Selain itu, semakin besar perusahaan Anda maka semakin besar pula kewajiban untuk mengunggah laporan keuangan sebagai transparansi kepada masyarakat yang mengonsumsi produk dan jasa Anda. Di sinilah pembukuan sangat diperlukan untuk memenuhi laporan-laporan kepada pihak eksternal ini.

Itu tadi beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika perusahaan Anda melakukan pembukuan secara teratur dan detail. Dengan banyaknya hal lain yang harus diperhatikan, pembukuan secara teratur akan membantu Anda terbebas dari kesulitan dalam melakukan pengaturan keuangan perusahaan.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/manfaat-pembukuan-bagi-perusahaan/

3 Cara Memilih Software Akuntansi Online yang Aman

Perkembangan financial techonology saat ini di Indonesia semakin meningkat. Masyarakat dihadapkan pada banyaknya pilihan software akuntansi dan keuangan yang menarik. Sayangnya, terkadang kita belum mengetahui dengan baik cara memilih produk software akuntansi online yang benar-benar bermanfaat dan aman. Sebelum memutuskan untuk menggunakan software akuntansi, ada baiknya kita tahu apa saja faktor yang harus diperhatikan untuk mengetahui software tersebut aman.

Pilih Software yang Memiliki Sertifikasi Keamanan

Sebuah software akuntansi yang aman, pasti juga memiliki jaminan keamanan yang telah diakui oleh otoritas lembaga yang berwenang semacam ISO atau otoritas jasa keuangan. Dengan memegang lisensi keamanan dari lembaga yang bersangkutan, maka bisa dipastikan bahwa aplikasi keuangan atau software pengelola keuangan tersebut resmi terdaftar dan mengikuti prosedur keamanan yang telah di akui.

Memberikan Garansi Keamanan

Produk software akuntansi online yang aman, pasti berani memberi garansi keamanan untuk produk aplikasinya. Garansi juga membuktikan bahwa produk software tersebut, memiliki effort atau usaha untuk menjaga kerahasiaan data keuangan mitra usaha sebagai jaminan kualitas keamanan yang ditawarkan.

Mengamankan Data dari Risiko Kehilangan

Faktor keamanan tidak hanya dilihat dari kemungkinan adanya pencurian data keuangan perusahaan, tapi juga dari faktor hilangnya data perusahaan jika tiba-tiba terjadi masalah terhadap perangkat lunak yang kita miliki.

Sebuah software akuntansi yang baik akan mampu menyimpan data keuangan yang kita berikan secara otomatis atau menyediakan backup otomatis tanpa harus merepotkan kita untuk melakukan pelaporan data berulangkali. Jurnal software akuntansi online, telah memiliki sertifikasi ISO/IEC 27001 yang  memenuhi standar keamanan sistem manajemen informasi yang berlaku. Jurnal juga memiliki garansi untuk memberikan proteksi keamanan terhadap segala data keuangan klien yang setara dengan Bank.

Semua data keuangan yang diberikan oleh klien terhadap pihak Jurnal juga akan tersimpan secara otomatis atau ter-backup otomatis di sistem Cloud, sehingga pihak klien tidak perlu khawatir  kehilangan data keuangan penting yang mereka miliki.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-memilih-software-akuntansi-online-yang-aman/

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Laporan Arus Kas Metode langsung adalah metode pembuatan Laporan Arus Kas di mana informasi arus kas aktual (basis kas) – alih-alih informasi akrual– dari komponen Arus Kas dari Aktivitas Operasional perusahaan digunakan.

Laporan Arus Kas yang disajikan dengan menggunakan Metode Langsung mudah dibaca karena laporannya mencantumkan semua penerimaan dan pembayaran kas kepada objek tertentu selama periode berjalan. Dengan kata lain, Laporan Arus Kas Metode Langsung mencantumkan dari dan kepada siapa Arus Kas masuk dan keluar berasal.

Setelah semua sumber Arus Kas tercatat, total pembayaran kemudian dikurangkan dari penerimaan kas untuk menghitung Arus Kas bersih dari Aktivitas Operasi. Kemudian total nilai bersih Arus Kas dari Kegiatan Investasi dan Pendanaan juga ditambahkan untuk mendapatkan nilai kenaikan atau penurunan Kas Bersih.

Perbedaan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung


Sedangkan untuk metode langsung, satu-satunya bagian dari Laporan Arus Kas yang terlihat berbeda dalam penyajiannya adalah pada bagian Arus Kas dari Aktivitas Operasional. Metode Langsung hanya mencantumkan total penerimaan kas dan pembayaran yang dilakukan selama periode operasional berjalan. 
Unsur Umum dalam Komponen Laporan Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungBerikut daftar jenis penerimaan kas dan pembayaran yang paling umum digunakan dalam format Metode Langsung:

  • Penerimaan Kas dari Pelanggan
  • Pembayaran/Pembelian kepada Pemasok
  • Pembayaran kepada Karyawan (Gaji Karyawan)
  • Pembayaran bunga dan pajak
  • Pembayarn Kas dari Pembelian Aset Tetap
  • Penerimaan Kas dari Penerbitan Saham
  • Dan lainnya

Seperti yang Anda lihat, daftar pembayaran dan penerimaan tersebut memberi pengguna Laporan Keuangan cukup informasi mengenai dari mana saja sumber penerimaan dan kepada siapa pembayaran dilakukan. Ini adalah salah satu keunggulan utama dari Metode Langsung dibandingkan dengan metode Tidak Langsung. Investor, kreditor, dan manajemen dapat benar-benar melihat dari mana perusahaan mengumpulkan dana dan kepada siapa perusahaan itu membayar dana. Sayangnya, metode tidak langsung tidak mencantumkan detail informasi tersebut.

Kekurangan dari Penggunaan Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungMasalah dari penggunaan Metode Langsung adalah pembuatannya yang sulit dan cukup memakan waktu. Tidak semua perusahaan ataupun bisnis mencatat dan menyimpan setiap informasi transaksi dari pelanggan dan kepada pemasok secara mendetail. Peristiwa bisnis biasa dicatat di laporan laba rugi dan Neraca seperti jumlah Penjualan, Persediaan, Aset, dan Inventaris lainnya. Sangat melelahkan bagi sebagian besar perusahaan untuk mengumpulkan dan mengompilasi detail informasi tersebut dengan metode ini.

Tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk mencatat semua jenis pengeluaran dan penerimaan kas menjadikan Metode Tidak Langsung sebagai metode yang lebih disukai dan lebih umum digunakan. Karena sekarang ini banyak perusahaan menggunakan metode akuntansi akrual untuk menyiapkan Laporan Keuangannya. Perusahaan yang mempraktikkan akuntansi akrual biasanya tidak mengumpulkan dan menyimpan informasi transaksi tiap pelanggan atau pemasok.

Komponen Pada Arus Kas Metode Langsung

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode LangsungKomponen Laporan Arus Kas dibagi menjadi tiga bagian utama dan digunakan baik di Metode Langsung maupun Tidak Langsung. Tiga bagian tersebut adalah: Arus Kas dari Aktivitas Operasional, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional

Komponen ini meliputi transaksi dari seluruh aktivitas operasional bisnis. Dengan kata lain, bagian aktivitas operasional mewakili uang kas yang dikumpulkan dari kegiatan yang menghasilkan pendapatan utama dari bisnis – seperti penjualan produk dan pendapatan jasa. Arus Kas dari Kegiatan Operasional bersifat jangka pendek dan hanya memengaruhi pada periode berjalan. Misalnya, pembayaran/pembelian persediaan termasuk kegiatan operasional karena berkaitan dengan aktivitas operasional utama perusahaan dan berlaku pada periode berjalan. Sederhananya, Arus Kas dari Aktivitas Operasional dihitung dengan menyesuaikan nilai Laba Bersih dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun Aset dan Liabilitas Lancar.

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Komponen in terdiri dari Arus Kas Masuk dan Keluar yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian Aset jangka panjang. Dengan kata lain, bagian investasi dari komponen ini merepresentasikan uang kas yang dikumpulkan oleh perusahaan dari penjualan Aset jangka panjang atau jumlah uang yang dihabiskan untuk membeli Aset jangka panjang baru. Unsur yang terdapat dalam komponen ini hanyalah bentuk Investasi yang bersifat jangka panjang dan diperkirakan akan digunakan lebih dari satu periode akuntansi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi dihitung dengan menjumlahkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam akun Aset Tetap.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Komponen ini terdiri dari transaksi tunai yang mempengaruhi akun Liabilitas Jangka Panjang dan ekuitas. Dengan kata lain, komponen pembiayaan pada Laporan Arus Kas mewakili jumlah uang tunai yang dikumpulkan dari menerbitkan saham atau mengambil pinjaman dan jumlah uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen dan utang jangka panjang. Anda dapat menganggap kegiatan pendanaan sebagai cara perusahaan mendanai operasinya baik melalui utang jangka panjang atau pembiayaan ekuitas. Arus kas pembiayaan dihitung dengan menambah atau mengurangi terkait perubahan-perubahan yang terjadi di dalam semua akun Liabilitas dan Ekuitas jangka panjang.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Berikut adalah contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung yang bisa Anda dapatkan dari software akuntansi Jurnal.

laporan arus kas metode langsung

Baik Metode Langung maupun Tidak Langsung memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/overview-dan-contoh-laporan-arus-kas-metode-langsung/

5 Tahap Sederhana Prosedur Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Dan setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Dan proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:

  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.

 

Prosedur Rekonsiliasi Bank

rekonsiliasi bank

1. Melakukan Perbandingan Antara Saldo Kas di Buku Besar Perusahaan dan Rekening Koran dari Bank

Perusahaan yang mendaftarkan rekening giro di bank, pada setiap akhir bulan tentunya mendapatkan laporan berupa rekening koran dari bank yang bersangkutan. Rekening tersebut berisi berbagai transaksi perusahaan seperti cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya, serta saldo kas perusahaan yang tersimpan di bank. Rekening koran ini dapat digunakan untuk membandingkan catatan yang ada di dalamnya dengan catatan yang dibuat di buku besar oleh perusahaan. Dalam proses perbandingan ini, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan. Pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat.

2. Catat Transaksi yang Dilakukan oleh Bank

Transaksi tercantum yang dilakukan oleh bank adalah transaksi yang bersifat otomatis dan mudah dilacak dengan berpatokan pada rekening koran tersebut. Transaksi ini biasanya berupa biaya layanan bank dan pendapatan bunga dari rekening di bank. Catat transaksi-transaksi tersebut terlebih dahulu ke dalam buku besar perusahaan, baru kemudian diteruskan ke langkah selanjutnya.

3. Lakukan Penelusuran terhadap Transaksi yang Masih dalam Proses

Seperti yang telah dijelaskan pada prosedur pertama, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank berada pada nominal yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan baik dari perusahaan maupun bank. Bisa dalam bentuk deposit in transit atau outstanding check. Deposit in transit atau setoran dalam proses adalah uang tunai dan / atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Penyebab lainnya yaitu jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali. Sementara outstanding check atau cek beredar adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Dua komponen ini merupakan komponen yang menyebabkan selisih paling besar pada nominal saldo kas. Oleh karenanya perlu dilakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan transasksi tersebut.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank dan Hitung Selisihnya

Tahap selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi bank. Di dalam lembar kerja inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai wadah untuk menghitung keseluruhan transaksi yang telah tercatat. Setelah perhitungan tersebut akan ditemukan selisih sebenarnya antara saldo yang ada di rekening bank dengan saldo yang tercatat di buku besar perusahaan. Jika tidak terdapat selisih nominal saldo, maka proses rekonsiliasi bank telah tuntas. Namun jika masih ada selisih diantara keduanya maka perlu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penelusuran dan Pengecekan Ulang

Tahap ini dilakukan apabila terdapat selisih nominal antara saldo di buku besar perusahaan dan rekening bank. Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan pengecekan ulang terhadap penyebab masalahnya. Jika nominal selisihnya kurang dari satu juta, kemungkinan kesalahan terjadi ketika memasukan angka dalam pencatatan yang dilakukan oleh akuntan. Namun, jika nilai selisihnya lebih dari satu juta, kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Dalam melaksanakan prosedur rekonsiliasi bank ini, diperlukan kesabaran, ketelitian dan kecermatan. Untuk perusahaan besar tentunya akan banyak sekali transaksi yang harus diperiksa dan tidak boleh tertinggal satupun.

 

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/5-tahap-sederhana-prosedur-pelaksanaan-rekonsiliasi-bank/

Pentingnya Aplikasi Akuntansi Sederhana untuk UKM Anda

Pada setiap bisnis, baik bisnis besar maupun kecil seperti UKM (Usaha Kecil dan Menengah) tentu perlu mengelola keuangan. Namun, banyak bisnis yang masih mengelola akuntansi secara manual. Padahal, di zaman teknologi seperti sekarang ini, pengusaha bisa memanfaatkan aplikasi akuntansi untuk membantu proses akuntansi dalam bisnis UKM. Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai pentingnya aplikasi akuntansi sederhana.

Mudah Digunakan

Kehadiran aplikasi akuntansi sederhana tentunya dapat memudahkan bisnis UKM untuk membuat laporan keuangan. Hanya dengan meng-input data transaksi yang dilakukan ke dalam aplikasi, maka informasi keuangan dapat disajikan dengan mudah. Hali ini juga dapat menghemat waktu Anda untuk mengelola keuangan, sehingga dapat dialokasikan untuk kegiatan pengembangan bisnis UKM lainnya.

Anda tidak perlu lagi mencatat di buku tulis atau manual melalui software komputer yang begitu rumit. Dengan aplikasi akuntansi, data laporan setiap bulan atau tahun yang sudah dicatat sebelumnya akan tersedia secara otomatis karena data selalu tersimpan rapi. Jika terjadi kesalahan dalam mencatat keuangan, Anda bisa langsung memperbaikinya dan langsung bisa melihat laporan keuangan secara realtime dengan data terbaru.

Data Keuangan Aman

Kelemahan jika membuat catatan keuangan secara manual adalah data yang ditampilkan hanya tertulis di buku atau tersimpan di komputer. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti buku terbakar, hilang atau komputer rusak, maka secara otomatis data catatan keuangan yang dibuat tersebut juga ikut hilang.

Hal ini berbeda jika data keuangan dicatat melalui aplikasi keuangan. Karena data catatan yang dibuat akan tersimpan dengan aman di server yang sudah dipakai oleh aplikasi tersebut. Jadi tidak perlu khawatir data yang dibuat akan hilang. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi akuntansi, data akan tetap aman dan bersifat rahasia. Hanya user atau pengguna tertentu yang dapat mengakses data tersebut, sehingga Anda tidak perlu takut jika orang lain akan mengetahuinya. Bagaimanapun juga, keuangan bisnis adalah masalah krusial yang tidak boleh diketahui oleh sembarangan orang.

Dilakukan Kapan dan Di Mana Saja

Inilah pentingnya menggunakan aplikasi keuangan untuk para pebisnis UKM yang terakhir. Pemakaian bisa saja dilakukan kapan dan di mana saja, sehingga tidak perlu harus ada di kantor atau tempat bisnis untuk mencatat dan membuatnya. Walaupun sedang berada di luar, Anda tetap bisa membuat catatan keuangan melalui gadget yang dimiliki.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-aplikasi-akuntansi-sederhana-untuk-ukm/

Akuntansi Keuangan: Standarisasi dan Fungsinya

Hingga saat ini, peranan akuntansi sangat penting dalam membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan ekonomi, dan peran penting ini semakin disadari oleh banyak pebisnis dan perusahaan. Akuntansi memegang perananan penting dalam membantu tugas manajemen, khususnya saat menjalankan fungsi pengawasan dan perencanaan. Secara garis besar, makna akuntansi keuangan fokus pada pencatatan transaksi keuangan Bisnis atau perusahaan. Pencatatan yang dimaksud adalah pendataan yang dilakukan secara teratur menurut sistem dan lengkap. Transaksi keuangan yang dicatat pun spesifik di dalam suatu bisnis dan dalam kurun waktu tertentu. Sementara, akuntansi keuangan berarti suatu bagian dari akuntansi yang berkaitan erat dengan penyiapan laporan keuangan.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Akuntan dalam suatu perusahaan biasanya bertugas untuk melakukan berbagai pencatatan atau laporan keuangan. Laporan Keuangan yang disajikan harus sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum, atau harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tentang petunjuk dan prosedur yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan yang mengacu pada teori-teori tentang penafsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1994. Namun, di dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar Akuntansi Keuangan Internasional dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB,  merupakan suatu standar laporan keuangan yang dapat diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

Fungsi Akuntansi Keuangan

Laporan Keuangan yang Harus Dipersiapkan Manajer Perusahaan Properti

Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan bagi pihak luar, misalnya seperti pemegang saham, pemasok, kreditur dan lainnya. Berarti, akuntansi keuangan merupakan sebuah sistem yang mengatur pencatatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, hingga menyusun laporan mengenai transaksi yang terjadi. Sehingga dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang meliputi proses pencatatan hingga penganalisaan data-data keuangan perusahaan dan produk yang dihasilkan dari kegiatan tersebut berupa laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan keuangan yang digunakan untuk kepentingan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Salah satu fungsi utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan laporan keuangan, maka dapat dilihat keadaan keuangan di suatu perusahaan dan perubahan apa saja yang telah terjadi di dalamnya. Informasi mengenai keuangan perusahaan sangat dibutuhkan oleh tim manajemen. Karena dapat digunakan untuk membantu dalam membuat atau mengambil keputusan, yang nantinya keputusan tersebut dapat mempengaruhi keadaan perusahaan. Adapun beberapa fungsi akuntansi secara umum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui dan menghitung laba atau rugi yang telah didapat oleh perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan.
  3. Dapat membantu menetapkan hak bagi masing-masing pihak yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal.
  4. Untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai aktivitas yang terjadi pada perusahaan.
  5. Untuk membantu perusahaan dalam mencapai target yang telah ditentukan.

Tahapan Pembelajaran Akuntansi

Terdapat beberapa tahapan dalam pembelajaran akuntansi yang perlu dipahami oleh para pebisnis atau pengusaha. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Pengantar Akuntansi Dasar, yaitu pemahaman tentang Persamaan Dasar-dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akuntansi, Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum, dan Pembuatan Kertas Kerja Laporan Keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan, yaitu pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi kebijakan dan prosedur kas dan setara kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, dan pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan, mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha, Integritas Penyajian Laporan Keuangan, dan Analisa Laporan Keuangan. Selain itu juga tentang Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, serta Investasi saham.

 

Salah satu hasil dari kegiatan akuntansi yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan nantinya dapat digunakan untuk kepentingan pihak internal dan eksternal perusahaan. Jenis-jenis laporan yang dihasilkan dari kegiatan akuntansi diantaranya adalah laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca, laporan ekuitas, dan berbgai laporan lainnya yang diperlukan oleh bisnis Anda.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-keuangan-standarisasi-dan-fungsinya/

Mengenal Arti dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam Perusahaan

Sistem informasi akuntansi sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun, karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi itu? Simak pengertian dan fungsinya di bawah ini!

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (2001). Sedangkan menurut Nugroho Widjajanto (2001), sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai formulir, catatan dan laporan yang telah disusun dan menghasilkan suatu informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian manajemen perusahaan dapat melihat keuangan dengan jelas melalui sistem tersebut. Selain itu, manajemen juga dapat mengontrol kinerja dari sistem yang digunakan.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem keuangan yang menyediakan informasi memiliki beberapa fungsi dalam keberlangsungan usaha. Berikut beberapa fungsinya:

  1. Mengumpulkan semua data kegiatan bisnis perusahaan dan menyimpan data tersebut secara efektif dan efisien. Selain itu, SIA juga dapat mencatat semua sumber daya yang berpengaruh terhadap usaha tersebut dan semua pihak yang terkait. Dengan fungsi ini, tidak akan ada suatu hal dalam perusahaan yang tidak tercatat.
  2. Mengambil data yang diperlukan dari berbagai sumber dokumen yang berkaitan dengan aktivitas bisnis.
  3. Membuat dan mencatat data transaksi dengan benar ke dalam jurnal-jurnal yang diperlukan dalam proses akuntansi sesuai dengan urutan dan tanggal terjadinya transaksi. Pencatatan ini bertujuan untuk mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan dalam pengecekan semua transaksi. Sehingga jika terjadi suatu kesalahan dapat dikoreksi dengan mudah dan dapat diketahui penyebabnya dengan cepat.
  4. Fungsi utama SIA adalah mengubah sekumpulan data menjadi informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan. Informasi ini berbentuk laporan keuangan baik secara manual maupun secara online yang diperlukan oleh semua pihak.
  5. SIA juga berfungsi sebagai suatu sistem pengendali keuangan agar tidak terjadi suatu kecurangan. Dengan sistem ini, keuangan perusahaan dapat dilacak dengan pasti karena sistem pertanggungjawaban yang detail. Fungsi ini dapat menjaga aset perusahaan dan mengurangi risiko untuk penggelapan aset oleh semua pihak terkait.

Jika perusahaan menerapkan sistem informasi akuntansi dengan baik, diharapkan semua laporan dapat disajikan tepat waktu. Jadi semua pihak internal maupun eksternal dapat mengambil keputusan dengan baik mengenai perkembangan perusahaan. Penggunaan SIA yang efektif akan membantu perkembangan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/

Peran Penting Sistem Informasi Akuntansi Dalam Perusahaan

Pemanfaatan teknologi informasi memiliki manfaat yang luar biasa besar, terutama bagi perusahaan. Dengan menggunakan teknologi informasi, perusahaan dapat menyediakan, mengelola, dan melaporkan keuangan dengan mudah, cepat, dan akurat. Selain itu, sistem informasi bagi manajemen memiliki manfaat untuk membantu terutama saat proses pengambilan keputusan.

Dalam akuntansi, Anda pasti mengenal Sistem Informasi Akuntansi (SIA) atau sistem informasi yang berhubungan dengan masalah akuntansi. Di bawah ini, kita akan bahas peran penting sistem informasi akuntansi dalam perusahaan.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi yang dibuat pastinya memiliki tujuan, terutama bagi perusahaan. Berikut tujuan SIA:

  1. Mengumpulkan dan menyimpan segala data aktivitas dan transaksi yang telah terjadi.
  2. Melakukan proses semua data yang terkumpul menjadi sebuah informasi yang bisa mendukung dalam proses pengambilan keputusan dalam perusahaan.
  3. Melakukan kontrol terhadap semua aset perusahaan.

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Komponen Sistem Informasi Akuntansi merupakan gabungan dari beberapa komponen menjadi satu kesatuan yang saling terhubung dan terbentuklah SIA perusahaan. Diawali dari data yang diinputkan oleh manusia kemudian dilakukan pemrosesan data sesuai prosedur yang berlaku sehingga hasilnya akan berupa informasi akuntansi. Agar hasil dari informasi akuntansi bisa akurat, aktual, dan berguna untuk user, maka seluruh komponen SIA harus terintegrasi dengan baik dan benar. Berikut komponen-komponen dalam SIA:

  1. Manusia, menjadi operator dari sistem.
  2. Transaksi, menjadi objek yang akan diinputkan kemudian dilakukan pemrosesan sehingga menghasilkan informasi.
  3. Prosedur, menjadi aturan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan kegiatan perusahaan.
  4. Dokumen, sebagai formulir yang berfungsi untuk sarana pencatatan saat transaksi terjadi.
  5. Peralatan, menjadi alat atau sarana yang digunakan untuk pencatatan pada sistem informasi.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Bagi Perusahaan

Ada beberapa poin yang menjadi manfaat dari sistem informasi akuntansi bagi perusahaan yang harus Anda ketahui, berikut manfaatnya:

  1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat sehingga berdampak pada kemajuan perusahaan.
  2. Meningkatnya efisiensi pada perusahaan sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan.
  3. Meningkatnya kemampuan perusahaan dalam mengambil suatu keputusan secara bijak.
  4. Menambah sharing knowledge perusahaan.
  5. Meningkatkan efisiensi kerja pada bagian keuangan perusahaan karena adanya sistem informasi akuntansi.
  6. Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
  7. Mengurangi biaya produksi dan jasa dalam proses pembuatan produk perusahaan.

Dari penjelasan di atas, sistem informasi akuntansi memiliki peran yang penting untuk kemajuan suatu perusahaan. Dengan adanya SIA, perusahaan bisa melakukan semua kegiatannya dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu output dari SIA juga dapat di pertanggungjawabkan dalam pengambilan sebuah keputusan.

Dapat dibayangkan jika SIA dalam perusahaan tidak berjalan dengan baik, maka semua akan terhambat termasuk kegiatan bisnis perusahaan menjadi berhenti. Tidak hanya itu, dalam menjalankan perusahaan Anda juga perlu melakukan administrasi keuangan yang baik, SIA di kombinasikan dengan administrasi keuangan yang baik pastinya akan menghasilkan hasil yang lebih baik.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-peran-penting-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/

Kenali Perbedaan Pembukuan dan Akuntansi

Pembukuan dan akuntansi merupakan dua istilah yang sering ditemukan dalam pengelolaan perusahaan. Keduanya saling berkaitan dan sama-sama penting dalam Keuangan Suatu Perusahaan. Pembukuan adalah langkah awal dari kegiatan akuntansi, dan bisa dikatakan sebagai landasan dasar dalam proses akuntansi. Jika dilakukan dengan benar, maka kegiatan akuntansi akan berjalan dengan baik. Akan tetapi di balik itu semua, pembukuan dan akuntansi juga mempunyai perbedaan. Perbedaan pembukuan dan akuntansi ini kerap kali tidak disadari oleh pemilik bisnis. Padahal, apabila dipelajari lagi secara mendalam, perbedaan pembukuan dan akuntansi sudah dapat dilihat bahkan dari pengertiannya. Untuk penjelasan lebih lengkap, berikut penjelasan lebih dalam mengenai apa saja perbedaan pembukuan dan akuntansi.

Pengertian Pembukuan dan Akuntansi

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Memilih Software Akuntansi Terbaik

Perbedaan pertama adalah dari pengertian pembukuan dan akuntansi itu sendiri. Akuntansi merupakan sebuah istilah yang lebih luas. Akuntansi adalah suatu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa,menafsirkan, membuat laporan, dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya. Individu yang bertanggungjawab terhadap proses ini disebut akuntan. Sementara itu, pembukuan adalah tahap mencatat dalam proses akuntansi. Pembukuan mengacu pada aspek penyimpanan catatan akuntansi, dan ini mencakup semua informasi mengenai transaksi dan aktivitas keuangan suatu bisnis. Dari pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi itu sendiri.

Tujuan Pembukuan dan Akuntansi

Setiap transaksi bisnis yang dicatat dalam pembukuan seperti kas, barang, penjualan dan pembelian bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pendapatan dan pengeluaran pada akhir periode akuntansi. Sementara itu, proses akuntansi bertujuan untuk menyediakan berbagai laporan yang dapat menyatukan indikator utama keuangan. Hasilnya adalah pemahaman yang lebih baik tentang profitabilitas aktual, dan kesadaran akan arus kas dalam bisnis. Akuntansi mengubah informasi dari buku besar menjadi pernyataan yang mengungkap gambaran bisnis yang lebih besar.

Kualifikasi

Pemegang buku atau bookkeeper yang bertanggung jawab mencatat transaksi bisnis sehari-hari setidaknya memiliki gelar diploma dalam bidang akuntansi. Seorang pemegang buku dituntut untuk akurat dalam penyajian data, karena buku besar berisikan informasi detail mengenai transaksi perharinya. Seorang pemegang buku juga harus memiliki pengetahuan mengenai topik-topik keuangan yang utama. Selama bekerja, mereka akan diawasi oleh akuntan ataupun pemilik bisnis yang pembukuannya sedang diproses.

Untuk kualifikasi pekerjaan akuntansi, biasanya akan dikelola oleh seorang akuntan yang setidaknya telah memperoleh gelar sarjana. Akuntan juga sebaiknya memperoleh sertifikasi profesional tambahan dengan mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Seorang akuntan pada umumnya mampu mengerjakan tugas yang cukup luas bahkan hingga melakukan melakukan audit, meninjau laporan, dan mewakili klien sebelum IRS. Mereka dituntut untuk teliti, terukur, skeptis, logis, konsisten, disiplin serta patuh terhadap etika yang berlaku.

Ruang Lingkup Kerja

Kegiatan pembukuan antara lain, menerbitkan faktur kepada pelanggan, mencatat faktur dari supplier, mencatat perubahan dalam persediaan, mencatat penerimaan kas dari pelanggan, membayar supplier, memproses transaksi kas kecil, serta memproses payroll. Sementara, kegiatan dalam akuntansi antara lain, membuat daftar akun, menyiapkan Buku Besar, merancang laporan keuangan, menerbitkan laporan manajemen yang disesuaikan dengan isu-isu yang spesifik, membuat anggaran dan membandingkannya dengan hasil sebenarnya, serta membuat laporan pajak dan lain sebagainya.

Analisis

Seorang  pemegang buku memang tidak dituntut untuk memiliki skill yang terlalu banyak, karena proses pembukuan hanya pada pencatatan tanpa memerlukan analisis apa pun. Sementara seorang akuntan haruslah memiliki skill yang mumpuni untuk dapat menganalisis dan menginterpretasikan informasi di buku besar ke dalam laporan.

Meskipun terdapat perbedaan di antara keduanya, namun dalam praktiknya semua hal tersebut bisa saja kabur. Ini karena pembukuan dan akuntansi merupakan hal yang berhubungan dan keduanya pun dapat berkolaborasi. Catatan keuangan yang terorganisir dan keuangan seimbang yang dihasilkan oleh pemegang buku, ditambah dengan strategi keuangan yang cerdas dan pengarsipan pajak yang akurat oleh akuntan, berkontribusi langsung pada keberhasilan jangka panjang setiap bisnis.

Kemajuan teknologi yang menghasilkan otomatisasi dalam berbagai proses pengelolaan keuangan perusahaan juga berperan aktif dalam pengaburan perbedaan ini. Otomatisasi telah membebaskan para pemegang buku dari tugas yang berulang dan monoton. Ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan skill dan memegang tugas yang lebih kompleks.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/kenali-perbedaan-pembukuan-dan-akuntansi/