Mengenal Arti dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam Perusahaan

Sistem informasi akuntansi sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun, karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi itu? Simak pengertian dan fungsinya di bawah ini!

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (2001). Sedangkan menurut Nugroho Widjajanto (2001), sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai formulir, catatan dan laporan yang telah disusun dan menghasilkan suatu informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian manajemen perusahaan dapat melihat keuangan dengan jelas melalui sistem tersebut. Selain itu, manajemen juga dapat mengontrol kinerja dari sistem yang digunakan.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem keuangan yang menyediakan informasi memiliki beberapa fungsi dalam keberlangsungan usaha. Berikut beberapa fungsinya:

  1. Mengumpulkan semua data kegiatan bisnis perusahaan dan menyimpan data tersebut secara efektif dan efisien. Selain itu, SIA juga dapat mencatat semua sumber daya yang berpengaruh terhadap usaha tersebut dan semua pihak yang terkait. Dengan fungsi ini, tidak akan ada suatu hal dalam perusahaan yang tidak tercatat.
  2. Mengambil data yang diperlukan dari berbagai sumber dokumen yang berkaitan dengan aktivitas bisnis.
  3. Membuat dan mencatat data transaksi dengan benar ke dalam jurnal-jurnal yang diperlukan dalam proses akuntansi sesuai dengan urutan dan tanggal terjadinya transaksi. Pencatatan ini bertujuan untuk mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan dalam pengecekan semua transaksi. Sehingga jika terjadi suatu kesalahan dapat dikoreksi dengan mudah dan dapat diketahui penyebabnya dengan cepat.
  4. Fungsi utama SIA adalah mengubah sekumpulan data menjadi informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan. Informasi ini berbentuk laporan keuangan baik secara manual maupun secara online yang diperlukan oleh semua pihak.
  5. SIA juga berfungsi sebagai suatu sistem pengendali keuangan agar tidak terjadi suatu kecurangan. Dengan sistem ini, keuangan perusahaan dapat dilacak dengan pasti karena sistem pertanggungjawaban yang detail. Fungsi ini dapat menjaga aset perusahaan dan mengurangi risiko untuk penggelapan aset oleh semua pihak terkait.

Jika perusahaan menerapkan sistem informasi akuntansi dengan baik, diharapkan semua laporan dapat disajikan tepat waktu. Jadi semua pihak internal maupun eksternal dapat mengambil keputusan dengan baik mengenai perkembangan perusahaan. Penggunaan SIA yang efektif akan membantu perkembangan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/

Peran Penting Sistem Informasi Akuntansi Dalam Perusahaan

Pemanfaatan teknologi informasi memiliki manfaat yang luar biasa besar, terutama bagi perusahaan. Dengan menggunakan teknologi informasi, perusahaan dapat menyediakan, mengelola, dan melaporkan keuangan dengan mudah, cepat, dan akurat. Selain itu, sistem informasi bagi manajemen memiliki manfaat untuk membantu terutama saat proses pengambilan keputusan.

Dalam akuntansi, Anda pasti mengenal Sistem Informasi Akuntansi (SIA) atau sistem informasi yang berhubungan dengan masalah akuntansi. Di bawah ini, kita akan bahas peran penting sistem informasi akuntansi dalam perusahaan.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi yang dibuat pastinya memiliki tujuan, terutama bagi perusahaan. Berikut tujuan SIA:

  1. Mengumpulkan dan menyimpan segala data aktivitas dan transaksi yang telah terjadi.
  2. Melakukan proses semua data yang terkumpul menjadi sebuah informasi yang bisa mendukung dalam proses pengambilan keputusan dalam perusahaan.
  3. Melakukan kontrol terhadap semua aset perusahaan.

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Komponen Sistem Informasi Akuntansi merupakan gabungan dari beberapa komponen menjadi satu kesatuan yang saling terhubung dan terbentuklah SIA perusahaan. Diawali dari data yang diinputkan oleh manusia kemudian dilakukan pemrosesan data sesuai prosedur yang berlaku sehingga hasilnya akan berupa informasi akuntansi. Agar hasil dari informasi akuntansi bisa akurat, aktual, dan berguna untuk user, maka seluruh komponen SIA harus terintegrasi dengan baik dan benar. Berikut komponen-komponen dalam SIA:

  1. Manusia, menjadi operator dari sistem.
  2. Transaksi, menjadi objek yang akan diinputkan kemudian dilakukan pemrosesan sehingga menghasilkan informasi.
  3. Prosedur, menjadi aturan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan kegiatan perusahaan.
  4. Dokumen, sebagai formulir yang berfungsi untuk sarana pencatatan saat transaksi terjadi.
  5. Peralatan, menjadi alat atau sarana yang digunakan untuk pencatatan pada sistem informasi.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Bagi Perusahaan

Ada beberapa poin yang menjadi manfaat dari sistem informasi akuntansi bagi perusahaan yang harus Anda ketahui, berikut manfaatnya:

  1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat sehingga berdampak pada kemajuan perusahaan.
  2. Meningkatnya efisiensi pada perusahaan sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan.
  3. Meningkatnya kemampuan perusahaan dalam mengambil suatu keputusan secara bijak.
  4. Menambah sharing knowledge perusahaan.
  5. Meningkatkan efisiensi kerja pada bagian keuangan perusahaan karena adanya sistem informasi akuntansi.
  6. Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
  7. Mengurangi biaya produksi dan jasa dalam proses pembuatan produk perusahaan.

Dari penjelasan di atas, sistem informasi akuntansi memiliki peran yang penting untuk kemajuan suatu perusahaan. Dengan adanya SIA, perusahaan bisa melakukan semua kegiatannya dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu output dari SIA juga dapat di pertanggungjawabkan dalam pengambilan sebuah keputusan.

Dapat dibayangkan jika SIA dalam perusahaan tidak berjalan dengan baik, maka semua akan terhambat termasuk kegiatan bisnis perusahaan menjadi berhenti. Tidak hanya itu, dalam menjalankan perusahaan Anda juga perlu melakukan administrasi keuangan yang baik, SIA di kombinasikan dengan administrasi keuangan yang baik pastinya akan menghasilkan hasil yang lebih baik.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-peran-penting-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/

Berbagai Hal Mengenai Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Bisnis

Sistem Informasi Akuntansi atau biasa disebut SIA merupakan topik yang penting untuk dipahami oleh Anda. Memiliki SIA yang efektif merupakan hal yang penting bagi organisasi atau entitas untuk keberhasilan jangka panjang. Tidak akan ada cara untuk memutuskan seberapa baik kinerja perusahaan tanpa menggunakan perangkat untuk mengawasi aktivitas-aktivitas yang terjadi. SIA merupakan salah satu alat yang dapat membantu Anda menilai kinerja perusahaan. Oleh karena itu penting bagi Anda memahami mengenai SIA.

Apa Itu SIA?

Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi,2001). SIA terdiri dari lima komponen, yaitu:

  1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.
  2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun otomatis yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.
  3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
  4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi.
  5. Infrastruktur teknologi informasi, seperti komputer, peralatan untuk komunikasi jaringan, dan peralatan pendukung lainnya

Fungsi SIA

Kelima komponen diatas memungkinkan SIA memenuhi tiga fungsi pentingnya didalam perusahaan/organisasi.

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, termasuk mengenai sumber daya yang dipengaruhi dan pelaku yang terlibat.
  2. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
  3. Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset-aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.

Manfaat SIA

Adapun manfaat sistem informasi akuntansi dalam dunia usaha sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi yang tepat.
  2. Meningkatkan kualitas dan biaya produksi.
  3. Meningkatkan efisiensi.
  4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
  5. Meningkatkan pengetahuan

Perusahaan membutuhkan SIA yang didesain dengan baik untuk memberikan informasi yang mereka butuhkan seperti untuk perencanaan, pengelolaan, pengendalian yang efektif untuk bisnis Anda. Selain itu SIA juga akan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan keuangan.

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-ketahui-tentang-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-bisnis-anda/

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk Menentukan Strategi Bisnis Anda

Memilih sebuah strategi bisnis merupakan langkah yang penting, hal ini dilakukan untuk memfokuskan perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, memilih strategi bisnis bagi perusahaan juga banyak yang harus dipertimbangkan. Kegiatan utama yang harus dilakukan adalah mendesain seluruh aktivitas organisasi, agar secara bersama-sama saling memperkuat satu dengan yang lainnya untuk memenuhi posisi strategis. Ketika hal tersebut terjadi, maka perusahaan akan memperoleh sinergi. Sehingga para pesaing akan sulit untuk meniru, karena mereka harus melakukan banyak hal daripada hanya meniru. Bahkan perusahaan yang mencapai tingkat kesesuaian yang tinggi pada aktivitasnya tidak perlu khawatir untuk menjaga proses rahasia mereka.

Peran Sistem Informasi Akuntansi

Untuk mencapai kesesuaian yang baik antar aktivitas di perusahaan dibutuhkan pengumpulan data dari setiap aktivitas yang terjadi. Hal lain yang juga penting adalah sistem informasi harus mengumpulkan dan mengintegrasikan baik data keuangan, maupun non-keuangan. Menggunakan SIA dapat membantu organisasi memilih dan mempertahan strateginya. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi,2001).

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Oleh karena itu perusahaan harus merancang SIA dengan baik.  Sehingga akan memperoleh manfaat yang dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi bisnis, seperti:

a. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa

Sebagai contoh SIA dapat mengawasi mesin secara otomatis. Operator akan diberitahu jika proses yang berjalan melebihi dan kurang dari batas kualitas yang ditentukan. Hal ini dapat membantu perusahaan mempertahankan kualitas produk. Selain itu juga mengurangi jumlah bahan yang terbuang dan biaya untuk pengerjaan ulang.

b. Memperbaiki efisiensi

SIA yang dirancang dengan baik dapat membantu Anda memperbaiki efisiensi suatu proses karena dapat memberikan informasi yang lebih tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan pendekatan produksi just in time membutuhkan informasi yang konstan, akurat dan up to date mengenai persediaan bahan baku mereka.

c. Memperbaiki pengambilan keputusan

SIA dapat memperbaiki pengambilan keputusan dengan memberikan informasi dengan tepat waktu. Sebagai contoh, perusahaan ritel membuat database lengkap yang berisi informasi lengkap tentang transaksi penjualan setiap harinya. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat menganalisis produk yang banyak dicari, pola barang yang harus dibeli dalam jumlah banyak, dan juga dapat digunakan untuk memperbaiki tata letak barang agar penjualannya meningkat.

d. Berbagi pengetahuan

SIA yang dirancang dengan baik dapat mempermudah proses sharing atau berbagi pengetahuan dan keahlian. Selanjutnya dapat memperbaiki proses operasional perusahaan, dan bahkan dapat menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.

 

Setelah mengetahui pentingnya sistem informasi akuntansi dan manfaat yang dapat diperolehnya, maka sekarang waktunya Anda melakukan hal tersebut. Anda dapat menggunakan software akuntansi online untuk merancang sistem informasi akuntansi untuk usaha yang sedang dijalankan sekarang.

 

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-manfaat-sistem-informasi-akuntansi-sia-untuk-menentukan-strategi-bisnis-anda/

Mengenal Komponen Pembangun Sistem Informasi Akuntansi

Sistem akuntansi merupakan salah satu sistem informasi di antara berbagai jenis sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Setiap sistem terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Komponen sistem informasi akuntansi terdiri dari 6 blok yang sering disebut dengan (information system building block) yang terdiri dari masukan, model, keluaran, basis data, teknologi, dan pengendalian.

Arsitek yang merancang dan mengembangkan blok tersebut bertanggung jawab menjadikan blok-blok tersebut menjadi bangunan sistem informasi yang dapat menghasilkan informasi bagi para pemakainya dan disebut dengan analisis sistem (system analysis). Berikut akan diuraikan penjelasan masing-masing blok komponen sistem tersebut menurut Makruf (2016).

Masukan (Input Block)

Masukan adalah data yang masuk ke dalam sistem akuntansi beserta media dan metode yang digunakan untuk memasukkan data tersebut kedalam sistem. Masukan terdiri atas transaksi, pernyataan, permintaan, perintah, dan pesan. Pada umumnya, memasukkan data harus mengikuti aturan mengenai identifikasi, otorisasi, tata letak, dan pengolahannya. Cara untuk memasukkan masukan ke dalam sistem bisa berupa tulisan tangan formulir kertas, pengenalan fisik seperti sidik jari, papan ketik, dan lainnya.

Contoh: Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk, baik transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. Tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas, harga jual satuan nama pelanggan merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi guna menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Medianya berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format atau aturan tertentu untuk mengisinya.

Model (Model Block)

Blok Model terdiri dari logico-mathematical model yang mengolah masukan data yang disimpan dengan berbagai macam cara untuk dapat memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Dan menjawab atas pertanyaan atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi laporan yang ringkas.

Contoh: Pengolahan data pendapatan dan biaya supaya menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model sederhana berikut

Laba = Pendapatan – Biaya

Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah output yang berupa informasi bermutu dan dokumen dibutuhkan untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi, baik pemakai informasi intern maupun eksternal. Keluaran sistem akuntansi dapat berupa faktur, surat order pembelian, laporan pelaksanaan anggaran, pesan, perintah serta hasil pengambilan keputusan.

Teknologi (Technology Block)

Teknologi merupakan alat penunjang sistem informasi akuntansi. Teknologi dapat menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan data keluaran serta mengendalikan seluruh sistem. Dalam sistem akuntansi berbasis komputer, teknologi digolongkan menjadi tiga komponen, yaitu komputer, penyimpanan data eksternal (auxiliary storage) telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).

Basis Data (Data Base Block)

Blok ini merupakan tempat menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. Basis data dibedakan menjadi dua yaitu fisik dan logis. Secara basis, data fisik adalah melalui media menyimpan data seperti flashdisk, pita magnetik kaset, dan lainnya. Basis data logis adalah bagaimana struktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi penyajian informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Pengendalian (Control Block)

Seluruh sistem informasi yang terkait harus mendapat perlindungan dari bencana, ancaman seperti kebakaran, kecurangan, penggelapan, ketidakefisienan, sabotase, dan kemungkinan buruk lainnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sistem informasi ini adalah:

  1. Penggunaan sistem pengolahan catatan.
  2. Penerapan pengendalian akuntansi.
  3. Pengembangan rancangan induk sistem informasi.
  4. Pembuatan rencana darurat.
  5. Penerapan prosedur pemilihan karyawan.
  6. Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem.
  7. Perlindungan bencana.

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, maka pengolahan data pencatatan semua transaksi keuangan tidak lagi menjadi rumit dan tersistem secara otomatis tanpa harus melewati sebuah proses perhitungan manual yang rumit dan rentan dengan kesalahan.

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-komponen-pembangun-sistem-informasi-akuntansi/

5 Keuntungan Menggunakan Aplikasi atau Software Akuntansi

Penggunaan aplikasi atau software akuntansi sangat membantu bagi segala jenis bisnis. Ada berbagai keuntungan ketika Anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi akuntansi. Faktanya, secara global sebagian besar pebisnis mendapatkan keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi.

Perangkat aplikasi akuntansi tentunya bisa diatur sesuai jenis bisnis yang dijalankan, seperti bisnis perdagangan, industri, rumah sakit, konstruksi bangunan, dan berbagai jenis praktik konsultasi. Dan salah satu alasan banyak para pebisnis menggunakan aplikasi akuntansi adalah karena dalam mempertahankan bisnis diwajibkan untuk memilih pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan pada laporan keuangan yang tentunya dihasilkan dari aplikasi akuntansi. Berikut lima keuntungan dari penggunaan aplikasi akuntansi:

Menghemat Waktu dan Tenaga

Keuntungan yang paling penting dari penggunaan aplikasi akuntansi adalah Anda bisa menghemat banyak waktu dan tenaga daripada menggunakan pembukuan secara manual (tradisional). Dengan aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi, pencatatan dokumen bisnis pada bagian front–end office dan rekaman transaksi kepada back-end office bisa dilakukan secara bersamaan. Misalnya, Anda bisa membuat faktur pelanggan, menyiapkan setoran bank dan mencatat cek dalam program aplikasi akuntansi, tanpa harus melakukannya secara konvensional.

Kerangka Kerja Akuntansi yang Lebih Efisien

Dalam kerangka kerja akuntansi tradisional, segala catatan transaksi umum dan penyesuaian diolah menjadi laporan keuangan menjelang akhir tahun untuk tujuan penilaian kinerja, kebutuhan audit, dan kebutuhan administrasi lainnya. Sedangkan dalam kerangka pembukuan secara elektronik lewat aplikasi akuntansi, segala hal tersebut bisa dibuat seperti Anda menjentikkan jari. Hal ini juga memungkinkan manajemen untuk melakukan survei dan evaluasi pelaksanaan sistem keuangan bisnis kapanpun sehingga segala masalah terkait keuangan bisa teratasi dengan cepat.

Manajemen Pencatatan Utang dan Piutang yang Lebih Baik

Dalam aplikasi akuntansi, terdapat salah satu fitur yang memungkinkan Anda mencatat piutang dan utang secara akurat dan mudah. Hal ini juga memungkinkan sistem dalam aplikasi akuntansi memproyeksikan posisi arus kas bisnis Anda di masa depan. Misalnya, jika perusahaan atau bisnis telah mencatat semua tagihan bisnis dan invoice pelanggan dalam program sesuai tanggal jatuh tempo mereka, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa apakah Anda memiliki cukup kas untuk melunasi tagihan yang sudah jatuh tempo. Dengan aplikasi akuntansi, Anda akan memiliki catatan tentang semua tagihan dan faktur. Aplikasi akuntansi sebagai alat perencanaan ini dapat membantu Anda meminimalisasi timbulnya piutang tak tertagih dan segala denda keterlambatan dari pelunasan utang Anda.

Meminimalisasi Risiko Kesalahan Teknis Pencatatan Transaksi

Ketika Anda menggunakan sistem akuntansi yang terkomputerisasi, beberapa kesalahan seperti kesalahan dalam menghitung nominal angka pada invoice atau kesalahan penulisan (typo) akan terminimalisir. Ketika aplikasi akuntansi memproses suatu faktur yang terintegrasi dengan nilai pajak, secara otomatis sistem akan menghitungnya secara akurat. Keuntungan tersebut sangat bermanfaat ketika Anda menangani transaksi yang sangat banyak.

Pengorganisasian Data-Data Transaksi

Jika Anda masih menggunakan pencatatan manual (tradisional), risiko seperti hilangnya faktur yang sudah tercatat bisa saja terjadi. Dengan aplikasi akuntansi, segala pencatatan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi suatu data digital. Data digital tersebut akan disimpan dengan aman dan rapi secara otomatis oleh aplikasi akuntansi. Sehingga suatu waktu jika Anda ingin meninjau kembali suatu faktur atau invoice, Anda bisa mencarinya dengan mudah hanya dengan mengetik nama pelanggan atau tanggal transaksi terjadi pada kolom pencarian.

Dengan aplikasi akuntansi, seluruh tugas-tugas terkait akuntansi akan dimudahkan dan terhindar dari segala kesalahan-kesalahan teknis seperti salah pencatatan dan lainnya. Dewasa ini, begitu banyak developer yang menawarkan produk aplikasi akuntansi.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-5-keuntungan-menggunakan-aplikasi-atau-software-akuntansi/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/

3 Fungsi Utama Software Akuntansi yang Harus Dipahami Bagi Pengusaha Pemula

Tidak memiliki metode pencatatan dan pelaporan akuntansi yang baik bisa menjadi alasan utama kegagalan bisnis, khususnya bagi Anda yang baru terjun ke dunia bisnis. Tentunya Anda bisa memilih baik ingin menggunakan metode manual, secara elektronik melalui Spreadsheet atau Software Akuntansi. Memilih menggunakan software akuntansi adalah pilihan yang paling efisien karena dengan software akuntansi segalanya terkait pencatatan dan pelaporan keuangan akan diproses secara cepat dan realtime. Anda hanya perlu memilih software akuntansi yang tepat bagi bisnis Anda. Masalahnya adalah, apa yang bisnis Anda butuhkan dan apa yang dibutuhkan bisnis lain, yang mungkin lebih besar jelas berbeda.

Jika Anda adalah pemula dalam dunia bisnis mungkin pernah mencoba  membeli paket software akuntansi tanpa pertimbangan yang matang. Dan setelah mencoba paket tersebut, Anda merasa ada beberapa fitur yang memang tidak menjadi kebutuhan bisnis Anda. Anda sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli paket tersebut yang padahal mungkin bisa membeli paket yang lebih murah dan sangat cocok dengan kebutuhan bisnis Anda.

Tetapi jangan putus asa! Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda harus benar-benar memahami dan mempelajari berbagai fitur yang ada di setiap paket penawaran software akuntansi. Banyak paket software akuntansi yang lebih murah dan menawarkan fitur-fitur seperti integrasi dengan bank-bank ternama, perhitungan pajak, perhitungan gaji, pencatatan faktur, tersedia versi mobile, dan masih banyak lagi. Memang terdapat paket software akuntansi lain yang memberikan fitur-fitur seperti integrasi dengan berbagai add-on dan pengaturan homepage yang terkesan rumit dan biasanya fitur ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun jika Anda sebagai pemula dalam bisnis dan tidak membutuhkan fitur-fitur tersebut, mengapa harus dipaksakan? Sebagai pemula dalam dunia perbisnisan yang ingin menggunakan software akuntansi, setidaknya Anda harus memahami tiga fungsi utama software akuntansi berikut ini:

Mencatat Invoice Atau Faktur

Fitur pencatatan dan pengiriman invoice atau faktur mungkin akan menjadi fitur yang terpenting bagi semua jenis bisnis. Dengan sistem pencatatan faktur yang mumpuni dari software akuntansi, ini akan mempercepat proses pekerjaan akuntansi Anda. Bayangkan jika Anda masih membuat dan mencatat berbagai faktur dengan metode manual, dapat dipastikan pekerjaan Anda akan keteteran. Dengan software akuntansi, pengiriman faktur bisa dilakukan lewat surat elektronik daripada mengirim faktur melalui pos atau kurir, dan tentu itu juga akan mempermudah pekerjaan akuntansi Anda.

Pembayaran berbagai tagihan termasuk pelunasan utang juga bisa dilakukan oleh software akuntansi. Dengan pengaturan pembayaran yang sudah terintegrasi dengan bank yang Anda gunakan, pelunasan tagihan akan tercatat secara otomatis. Anda tentunya juga akan diberi notifikasi terkait jatuh tempo utang Anda, sehingga dengan dibantu laporan arus kas dari software akuntansi, Anda bisa menyiapkan kas Anda untuk membayar tagihan-tagihan dan utang bisnis tanpa perlu takut untuk ketidaktersediaan kas Anda.

Menjaga Pos Pengeluaran Bisnis

Seringkali pebisnis pemula mengalami ‘kecolongan’ dalam menjaga dan mengendalikan pengeluaran, seperti melakukan pembayaran demi pembayaran terus dilakukan tanpa melihat ketersediaan kas. Yang lebih parah, mereka bahkan tidak tahu penyebab ketika mereka mengetahui bahwa bisnisnya mengalami kerugian. Dengan software akuntansi, permasalahan tersebut tentunya bisa teratasi. Anda bisa dengan mudah meninjau setiap pengeluaran yang bisnis Anda lakukan. Pengeluaran-pengeluaran Anda tentunya akan terintegrasi dengan bukti-bukti pembayaran yang tersimpan dalam sistem. Sehingga sebagai pemula, setidaknya Anda bisa menjaga pos pengeluaran bisnis tetap aman dan terkendali.

Menjaga & Mengawasi Modal yang Anda Miliki

Hal ini juga tidak kalah penting. Anda harus mengetahui pengalokasian modal. Karena modal merupakan fundamental bagi operasional bisnis, Anda harus bisa selalu mengakses informasi terkait perubahan modal. Dan tentunya software akuntansi memiliki fitur untuk membantu Anda memantau modal yang Anda investasikan pada bisnis.

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-fungsi-utama-software-akuntansi-yang-harus-dipahami-bagi-pengusaha-pemula/

Cara Memilih Aplikasi Akuntansi Android yang Tepat untuk Bisnis

Smartphone pada saat ini merupakan salah satu alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh setiap manusia. Bahkan tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi tetapi juga digunakan untuk melakukan segala hal, salah satunya melakukan proses akuntansi melalui aplikasi akuntansi android.

Aplikasi akuntansi android menjadi pilihan terbaik untuk bisnis kecil atau UKM. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi android, Anda dapat menghemat biaya, waktu, dan juga tenaga. Selain itu, kenyamanan dalam penggunaannya juga menjadi salah satu keuntungan dari aplikasi ini. Aplikasi android juga menyediakan sistem cloud di mana sistem tersebut membuat Anda dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja serta data yang sudah diinput akan disimpan secara otomatis. Sehingga dengan menggunakan aplikasi akuntansi pada smartphone, Anda sudah dapat melacak segala kegiatan mulai dari pembukuan hingga laporan keuangan.

Namun, tidak semua aplikasi akuntansi android itu sama. Karenanya, Anda harus mencari yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Lalu bagaimana mengetahui aplikasi akuntansi yang terbaik? Berikut tips yang dapat Anda pakai untuk memilih aplikasi akuntansi android.

Pilih Fitur yang Lengkap

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu fitur yang disediakan oleh aplikasi akuntansi tersebut. Pilihlah aplikasi akuntansi yang menyediakan fitur lengkap. Hal ini akan memudahkan Anda dalam penggunaannya nanti. Beberapa fitur penting yang harus ada dan dipertimbangkan saat memilih aplikasi sebagai berikut:

  1. Sistem otomatisasi / email tagihan, aplikasi akuntansi menyediakan sistem otomatisasi. Seperti melakukan penagihan, pengingat dan pembayaran secara berkala secara otomatis. Sehingga waktu Anda akan lebih efisien dan produktif.
  2. Manajemen kontak, fitur ini dapat mengatur kontak atau menghubungkan dengan aplikasi pengatur kontak Anda.
  3. Pajak & faktur pajak, fitur ini adalah bagian kecil dari perhitungan pajak otomatis, laporan pajak dan pengiriman pesan atau data yang relevan secara singkat.
  4. Dashboard overview, merupakan fitur yang dapat membantu Anda melihat rangkuman dari kegiatan bisnis Anda secara keseluruhan.
  5. Fitur-fitur kegiatan operasional, fitur-fitur yang disediakan aplikasi akuntansi untuk kegiatan operasional harus lengkap, misal fitur penjualan, pembelian, pembayaran, produk, invoice, neraca, dan sebagainya.
  6. Menyediakan template, aplikasi akuntansi online menyediakan template bawaan yang bisa Anda manfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan bisnis Anda.

Menyediakan Fitur Tambahan

Selain fitur-fitur yang harus disediakan di atas, Anda juga harus mempertimbangkan fitur tambahan yang disediakan aplikasi akuntansi tersebut. Fitur tambahan yang dimaksud seperti:

  1. Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga, aplikasi yang Anda pilih harus memiliki integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Sebagai contoh aplikasi akuntansi harus menyediakan integrasi dengan sistem POS, pajak (tax), Bank, pengelolaan SDM, aplikasi inventaris, dan lain-lain.
  2. Fungsionalitas ponsel, aplikasi sebaiknya dapat di-download dan dijalankan dalam ponsel atau smartphone Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mengerjakan tugas akuntansi Anda di mana pun dan kapan pun. Jadi Anda masih dapat bekerja meskipun sedang bepergian.
  3. Dukungan banyak pengguna, maksudnya pilihlah aplikasi yang menyediakan akses dengan mudah dan user friendly.

Pilih yang Terbaik untuk Bisnis

Setelah mempertimbangkan fitur-fitur yang disediakan, Anda dapat memilihnya. Namun, saat ini aplikasi akuntansi android sangat banyak sekali, untuk menentukan yang terbaik tentu saja menjadi sangat sulit. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda pakai untuk mempertimbangkan aplikasi yang tepat dan terbaik untuk bisnis.

  1. Apakah aplikasi menyediakan uji coba gratis?
  2. Apakah aplikasi memiliki sertifikat standarisasi keamanan?
  3. Apakah aplikasi bisa dengan mudah mengikuti ukuran dan perkembangan bisnis Anda?
  4. Apakah aplikasi tersebut sesuai dengan prinsip dasar akuntansi yang berlaku?

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cari-aplikasi-akuntansi-android-berikut-cara-memilihnya/

3 Kerugian yang Akan Anda Dapatkan Ketika Bisnis Tidak Menggunakan Software Akuntansi

Apakah Anda pernah mengalami masa-masa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara manual? Sebelum adanya software akuntansi, perusahaan melakukan pembukuan dengan mencatatnya di buku dan menghitungnya secara manual menggunakan kalkulator, Proses yang sangat menyita banyak waktu bukan? Bayangkan ketika ada transaksi, Anda harus mencatatnya di jurnal, kemudian mempostingnya ke buku besar dengan menulisnya secara manual, kemudian membuat laporan-laporan keuangan juga harus dihitung dan disusun sendiri. Tentu saja semua itu membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Selain itu, proses manual juga memiliki risiko seperti adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan sebagainya.

Untuk itu pengelolaan keuangan atau akuntansi secara manual sebaiknya ditinggalkan. Karena jika Anda tetap bertahan menggunakan cara manual, maka akan muncul beberapa kerugian untuk perusahaan Anda. Adapun kerugian tersebut seperti:

Kalah Dalam Persaingan

Seperti yang diketahui, pengerjaan proses akuntansi dengan menggunakan cara manual memiliki banyak kelemahan. Jika Anda tetap bertahan dengan cara tersebut, Anda akan kalah bersaing dengan kompetitor. Kompetitor atau pesaing Anda akan meningkatkan layanan dengan pengelolaan akuntansi yang lebih cepat, akurat, dan mudah.

Rugi Waktu & Tenaga

Dibandingkan dengan menggunakan software akuntansi, cara manual lebih banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus mencatat seluruh transaksi satu per satu, kemudian menghitungnya, dan jadilah laporan keuangan. Belum lagi, jika Anda melakukan kesalahan dalam pencatatan, Anda perlu mengulang lagi proses tersebut dari awal.

Tidak Bisa Melihat Peluang Bisnis

Dengan sibuknya Anda mengurus pembukuan perusahaan menjadikan Anda tidak dapat melihat peluang bisnis yang ada. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memikirkan cara atau inovasi untuk mengembangkan bisnis Anda karena sudah terlalu lelah dengan urusan pembukuan.

Sebagai pemilik bisnis, pasti Anda tidak ingin merasakan kerugian seperti itu bukan? Kini masa-masa itu sudah berlalu karena sekarang hampir semua perusahaan sudah menggunakan software akuntansi. Pembukuan dan pembuatan laporan keuangan pun berpindah dari manual menuju ke digital. Dengan menggunakan software akuntansi, pengelolaan keuangan akan lebih mudah dan cepat. Selain itu Anda juga dapat memantaunya tanpa harus ada di kantor.

Jika dalam cara manual Anda melakukan pembukuan dengan memindahkan satu per satu transaksi, maka dengan software akuntansi pembukuan dapat berjalan otomatis. Anda hanya melakukan input data sekali dan kemudian sistem akan memprosesnya dengan cepat. Software akuntansi tidak hanya menyediakan fitur pembukuan, biasanya mereka juga menyediakan fitur-fitur lain yang memudahkan Anda mengelola keuangan seperti fitur pengelolaan persediaan, pembelian, pembuatan dan pengiriman faktur, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, inilah saatnya Anda menggunakan software akuntansi dalam perusahaan Anda. Jika menerapkannya, beberapa keunggulan akan Anda dapatkan seperti:

  1. Transaksi keuangan akan diproses dalam waktu yang singkat.
  2. Mengurangi risiko kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.
  3. Jika ada kesalahan input data, software akuntansi secara otomatis akan melakukan koreksi pada kesalahan tersebut dan Anda tidak perlu mengulangi dari awal.
  4. Transaksi yang sudah di-input akan langsung terintegrasi dengan akun-akun yang bersangkutan.
  5. Adanya fitur-fitur lain yang mendukung operasional perusahaan.
  6. Laporan keuangan disajikan secara realtime dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja

 

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-3-kerugian-yang-akan-anda-dapatkan-ketika-bisnis-tidak-menggunakan-software-akuntansi/